p-Index From 2021 - 2026
9.612
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini Sipahutar, Frilia Kartini; Zega, Yunardi Kristian
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.666 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i1.6

Abstract

Abstract: Early childhood (0-5 years) are those who are experiencing brain growth very quickly so they really need special attention in receiving proper education. The purpose of this study is to explain the importance of Christian Religious Education for children and to describe various strategies of Christian Religious Education teachers in educating or increasing interest in learning in early childhood. The method used in this research is the literature study method. Through this research it can be seen that early childhood is the right time for children to receive spiritual things both from their parents and teachers so that children's character can be formed properly, because it is at this time that they easily receive stimulation from other people. others and easy to imitate what they see. So it is very important for Christian Religious Education teachers to choose the right strategy to increase children's interest in learning so that they produce quality children who will continue the nation and church and have strong faith.Abstrak: Anak usia dini (0-5 tahun) adalah mereka yang sedang mengalami pertumbuhan otak dengan sangat cepat sehingga mereka sangat perlu perhatian khusus dalam menerima pendidikan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan begitu pentingnya Pendidikan Agama Kristen bagi anak dan memaparkan berbagai macam strategi guru Pendidikan Agama Kristen dalam mendidik ataupun meningkatkan minat belajar pada anak usia dini. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa pada masa anak usia dini adalah masa yang tepat bagi anak untuk menerima hal-hal yang rohanibaik itu dari orang tua maupun guru mereka sehingga karakter anak dapat dibentuk dengan baik, dikarenakan pada masa inilah mereka mudah menerima rangsangan dari orang lain dan mudah untuk menirukan apa yang mereka lihat. Maka sangat penting bagi guru Pendidikan Agama Kristen dalam memilih strategi yang tepat untuk meningkatkan minat belajar pada anak supaya dihasilkan anak-anak penerus bangsa dan gereja yang berkualitas dan memiliki iman yang kuat.
Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Membentuk Kesadaran Multikultural Generasi Muda Indonesia Yunardi Kristian Zega; Tirza Jessica Tarapanajang; Yulia Febriany Langobelen; Diana Tiro; Okyan Imanuel Io
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i1.74-92

Abstract

Penelitian ini membahas penguatan nilai-nilai Pancasila dalam membentuk kesadaran multikultural generasi muda Indonesia di tengah tantangan era digital dan globalisasi. Keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia menuntut adanya kesadaran multikultural yang kuat agar persatuan bangsa tetap terjaga. Namun, perkembangan teknologi digital juga memunculkan berbagai tantangan seperti intoleransi, ujaran kebencian, radikalisme, dan menurunnya kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penguatan nilai-nilai Pancasila dalam membangun kesadaran multikultural generasi muda Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang toleran, inklusif, dan mampu menghargai keberagaman. Pendidikan Pancasila juga berfungsi sebagai sarana pembentukan kesadaran multikultural melalui penanaman nilai toleransi, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan demikian, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi langkah strategis dalam menjaga persatuan bangsa di tengah masyarakat multikultural Indonesia.
Mentorship Gereja dalam Membentuk Karakter Remaja di BNKP Jemaat Hiliomasio Medan Yunardi Kristian Zega
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.299 KB) | DOI: 10.46408/vxd.v2i2.41

Abstract

The times are changing rapidly, along with the many technologies created by humans. On the one hand, technology brings many positive influences to facilitate human life. But on the other hand, technology can also have negative consequences for people who use it incorrectly. One of the negative impacts of today's technological developments, can be seen from the increasing number of delinquency cases among adolescents. Therefore, many parents are confused and don't know what to do, due to the influence of digital technology that has damaged the character of teenagers, especially for teenagers in BNKP Congregation Hiliomasio Medan. To solve this problem, researchers used qualitative research using a descriptive approach method. Where researchers go directly into the field so that they can find accurate and accountable data. The results of this research include: 1) the implementation of church mentorship on Christian Religious Education in the Family still needs to be further improved, 2) the church needs to give more serious attention to the teaching of Christian Religious Education for all congregations, and 3) implementation Christian Religious Education in the Family towards efforts to shape the character of adolescents in the digital era, still looks very lacking.
Responsif Gereja Terhadap Pernikahan Beda Keyakinan Jabes Pasaribu; Yunardi Kristian Zega; Desetina Harefa
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46408/vxd.v3i1.129

Abstract

Pernikahan merupakan suatu tradisi Alkitabiah yang tidak putus hingga masa sekarang. Akan tetapi, ada hal yang cukup kontras dalam sebuah pernikahan secara umum, yakni tentang pernikahan beda keyakinan. Pernikahan semacam ini sudah dilakukan sejak dari masa lalu sampai sekarang. Hal tersebut, jika dilakukan oleh orang Kristen akan berdampak negatif bagi iman, gaya hidup, dan spiritualitasnya. Oleh sebab itu, penulis hendak ingin menganalisis bagaimana seharusnya cara gereja dalam menyikapi hal tersebut. Metode yang digunakan penulis, yakni metode studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah pernikahan Kristen merupakan pernikahan yang dipersatukan oleh Allah dengan dasar kasih di mana mereka yang dipersatukan (suami-isteri) hidup untuk menjalankan visi dan misi Allah yaitu dengan menghadirkan kerajaan Allah di bumi. Oleh sebab itu, gereja perlu memandang pernikahan beda keyakinan adalah sesuatu hal yang tidak Alkitabiah dan tidak sesuai dengan identitas kekristenan. Jadi, gereja perlu mengambil tindakan yang tepat, yakni: Pertama, melaksanakan pendidikan agama Kristen (PAK) kepada muda-mudi tentang bagaimana memilih pasangan hidup sebelum membentuk bahtera rumah tangga. Kedua, menanamkan kepada jemaat bagaimana menegakkan kerajaan Allah di bumi lewat pernikahan. Ketiga, memastikan bahwa setiap jemaatnya sudah memiliki hidup lahir baru.
Pemberdayaan Pemuda melalui Pelatihan Eco Enzyme menjadi Sabun Organik sebagai Usaha Kreatif di Kabupaten Belu Maria Dolorosa Badjowawo; Zilman Syarif; Muchammad Ali; Paula Rita; Yunardi Kristian Zega; Dorothea Inez T. Malo Rangga
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan dan kapasitas organisasi kepemudaan melalui pelatihan pengolahan eco enzyme menjadi sabun organik sebagai salah satu bentuk usaha kreatif bagi kaum muda binaan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Belu. Kegiatan disusun untuk mengasah keterampilan, memperkuat kelembagaan organisasi, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis lingkungan di kalangan pemuda. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action dengan tahapan: sosialisasi dan edukasi mengenai eco enzyme dan kewirausahaan hijau (green entrepreneurship); pelatihan teknis pembuatan eco enzyme dan sabun organik; pendampingan proses produksi, pengemasan, dan pemasaran; serta evaluasi terhadap capaian pemberdayaan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait pengelolaan limbah organik dan peluang usaha berbasis lingkungan, terbentuknya unit usaha sabun organik di sejumlah organisasi kepemudaan, serta penguatan kapasitas organisasi melalui pembagian peran yang lebih terstruktur, pengelolaan keuangan sederhana, dan perluasan jejaring kemitraan. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai model pemberdayaan pemuda berbasis lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Belu.
Peran Guru PAK dalam Memanfaatkan Teknologi Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Frilia Kartini Sipahutar; Yunardi Kristian Zega
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i1.13-26

Abstract

Teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun tentu membawa pengaruh besar bagi dunia, terutama dalam bidang pendidikan. Hal ini juga mempengaruhi bagaimana kualitas pembelajaran di sekolah dan dampaknya terhadap peserta didik. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran guru PAK dan manfaat teknologi dalam dunia pendidikan, serta cara-cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru PAK dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah dengan pemanfaatan teknologi yang tepat ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Maka selain menjadi contoh yang nyata untuk bisa diteladani bagi peserta didik, guru PAK juga haruslah melek teknologi sehingga dapat memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan generasi penerus yang juga berkualitas, karena guru yang tidak melek teknologi akan mengalami kesulitan dalam memilih model pembelajaran yang akan diterapkan dan juga akan ketinggalan oleh perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern.
Menghadapi Ancaman LGBT: Kekuatan Pendidikan Agama Kristen dalam Menyelamatkan Identitas Remaja di Sekolah Titin Aritonang; Yunardi Kristian Zega
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i2.118-128

Abstract

Dalam era yang terus berkembang ini, isu LGBT menjadi perhatian utama, terutama di kalangan remaja yang rentan terpengaruh. Identitas gender dan orientasi seksual yang berbeda dari norma-norma sosial menjadi fokus perdebatan yang semakin meningkat. Tulisan ini mengeksplorasi peran pendidikan agama Kristen di sekolah dalam mencegah perilaku LGBT di kalangan remaja. Dengan menekankan nilai-nilai moral, kasih, pengampunan, dan kesetiaan yang terkandung dalam ajaran agama Kristen, pendidikan agama di sekolah dapat membantu remaja memahami dan menginternalisasi prinsip-prinsip yang mencegah mereka terjerumus ke dalam perilaku LGBT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis literatur terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen di sekolah dapat berperan dalam membentuk identitas dan nilai-nilai remaja serta memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep gender dan seksualitas yang sehat. Dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, pendidikan agama Kristen di sekolah dapat memberikan solusi yang komprehensif dalam membantu remaja mengatasi tekanan dan dorongan menuju perilaku LGBT.
Relevansi Pancasila sebagai Ideologi Negara dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi: Kajian Literatur Kritis Apriyanto J R Ato; Balduinus Jehaman; Jeanie D Luruk Bria; Yeni Y C Ndun; Yunardi Kristian Zega
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v2i2.138-152

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era globalisasi. Perubahan sosial, masuknya budaya asing, dan dominasi teknologi informasi menimbulkan tekanan terhadap internalisasi nilai-nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Pancasila sebagai ideologi negara dalam konteks globalisasi, serta mengidentifikasi strategi aktualisasi nilai-nilainya dalam kehidupan sosial-kultural modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber ilmiah dan aktual yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun globalisasi membawa tantangan terhadap identitas nasional, nilai-nilai Pancasila tetap relevan karena bersifat universal, adaptif, dan kontekstual. Nilai-nilai dalam setiap sila memiliki peran strategis dalam menjaga integritas bangsa di tengah arus global. Strategi aktualisasi yang dapat dilakukan meliputi penguatan pendidikan karakter, pemanfaatan media digital untuk literasi ideologi, pengembangan kebijakan publik berbasis nilai, dan revitalisasi peran komunitas lokal dalam menanamkan Pancasila. Kesimpulannya, Pancasila bukan hanya tetap relevan sebagai ideologi negara, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun bangsa yang berdaulat, berkarakter, dan berdaya saing di era global.
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Fransiskus X Sasi; Marianus R Bujang; Polikarpus Seran; Syaiful R M Nur; Yunardi Kristian Zega
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v2i2.153-166

Abstract

Kemerosotan karakter anak di tingkat sekolah dasar menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan, terutama di tengah maraknya kasus perundungan, kekerasan antar siswa, dan penyalahgunaan teknologi. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi pendidikan karakter yang kuat dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang dianggap efektif adalah pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan karakter di sekolah dasar, mengkaji nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pendidikan karakter, serta mengidentifikasi strategi implementasinya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, yaitu menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan, termasuk jurnal, buku, dan dokumen pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah dasar berfungsi membentuk siswa menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermoral, bertanggung jawab, dan berintegritas. Nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan, sangat relevan untuk diinternalisasikan sejak dini. Strategi implementasi yang efektif mencakup integrasi nilai ke dalam mata pelajaran, pembiasaan sikap melalui kegiatan sehari-hari dan ekstrakurikuler, serta keteladanan guru dan budaya sekolah. Kesimpulannya, pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh secara moral, nasionalis, dan mampu menjaga jati diri bangsa di tengah tantangan global.
Peran Pendidikan Pancasila dalam Penguatan Ketahanan Nasional di Tengah Tantangan Global Arjuna Mauta; Marthen Unmehopa; Davidson Djara Leba; Irenius Fransiskus Binsasi; Yunardi Kristian Zega
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i1.1-12

Abstract

Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks, seperti globalisasi, disrupsi digital, radikalisme, dan krisis sosial multidimensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Pancasila dalam penguatan ketahanan nasional Indonesia dengan menekankan pada pembentukan kesadaran ideologis, karakter kebangsaan, dan kohesi sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pendidikan Pancasila dan dimensi ketahanan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Pancasila berperan sebagai fondasi ideologis yang memperkuat ketahanan ideologi, mendorong partisipasi politik yang beretika, memperkokoh kohesi sosial dalam masyarakat multikultural, serta meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman global dan non-tradisional, termasuk disinformasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Pancasila bukan sekadar mata pelajaran normatif, melainkan instrumen strategis dalam membangun ketahanan nasional yang holistik dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan Pancasila yang kontekstual dan adaptif menjadi kebutuhan penting dalam menjaga keberlanjutan ketahanan nasional Indonesia di era global.
Co-Authors Agatha Cryssandra Pigesia Agiana Her Visnhu Ditakristi Agustinus Kadja Allo, Bertha Padang Antonius Sinaga Apriyanto J R Ato Arjuna Mauta Balduinus Jehaman Betaria Siahaan Boiliu, Fredik Melkias Ceria Ceria Charles Juntak Charles Juntak Clara Alexandra Griapon Daniel Agustin Davidson Djara Leba Desetina Harefa Desi Sianipar Desi Sianipar Desy Doreni Napitupulu Desy Doreni Napitupulu Desy Yoseplin Tambunan Dewi Fortuna Dewi Lidya S Diana Tiro Doni Abadi Nababan Dorothea Inez T. Malo Rangga Eben Saluran Halawa Eben Saluran Halawa Efvi Noyita Efvi Noyita Elvi Putri Jelita Hia Ernawaty Simanjuntak Ernawaty Simanjuntak Esra Zos Samosir Firiska Yulinata Firiska Yulinata Fransiskus X Sasi Fredik Melkias Boiliu Frilia Kartini Sipahutar Gaol, Mery Cristina Lumban Gea, Kariaman Go Heeng Haposan Simanjuntak Harefa, Desetina Harefa, Otieli Hasugian, Johanes Waldes Heeng, Go Hendrik Bernadus Tetelepta Hendrik Bernardus Tetelepta Hermina Sulistiawati Hia, Elvi Putri Jelita Hombing, Evraim Anggreini Br Hutabarat, Rahel Triastuti Iklasia Aprianti Kota Imayanti Nainggolan Indah Octaviani Laleb Irenius Fransiskus Binsasi Ivan Ivan Jabes Pasaribu Jamin Tanhidy Jeanie D Luruk Bria Jenri Prada Sibarani Jepri Jesik M Hutabarat Jhodi Huma Ismawan Allosau Job Sinaga Job Sinaga Johanes Waldes Hasugian Joni Gultom Josanti C. Huwae Kaidoen Josua Djami Juliandes Leonardo Trisno Mone Kelfinus Daya Kelfinus Daya Kristiantoro Kristianus Jevrino Mozes Kristina Elabi Kristina Elabi Lesna Sari Yanti Liston Sihombing Lubis, Ricardo Pandapotan Luterius Nehe Maria Dolorosa Badjowawo Marianus R Bujang Marlen Bailao Marthen Unmehopa Mathan Yunip Matias Christuver Mawardina Rajagukguk Medi Hutabarat Megariana Megariana Melly Sari Harefa Mersi Yolandra Bohalima Mitra Binariang Lase Moralman Gulo Moralman Gulo Muchammad Ali Nainggolan, Jhon Piter Naomi Manurung Naomi Napitupulu Nova Ritonga Nova Ritonga Novalita Tampubolon Novalita Tampubolon Noyita, Efvi Okyan Imanuel Io Otieli Harefa Pandie, Remegises Danial Yohanis Panide, Remegies Danial Yohanis Paula Rita Polikarpus Seran Puja Maharani Sijabat Putri Jelita Daeli Rame Rani Lestari Simbolon Rani Sumanti Pandiangan Ratulangi, Andrea Elfata Remegises Danial Yohanis Pandie Renson Siahaan Rewisadi Gulo Rini Herniati Panjaitan Rini Sumanti Sapalakkai Rini Sumanti Sapalakkai Rismag Dalena Florentina Monica Br Manurung Ritonga, Nova Rohani Zalukhu Rohani Zalukhu Romaulina Sinaga Ruth Kristina Simangunsong Sabar Hutagalung Sabar Hutagalung Sairwona, Wellem Selestina Helena Bere Selvyen Sophia Siahaan, Renson Sianipar, Desi Sianipar, Desi Sikri Adaya Mau Simanjuntak, Haposan Sipahutar, Frilia Kartini Situmeang, Tri Murni Sofia Harefa Solmeriana Sinaga Sono, Marhendra Betzy Erlian Sri Pertiwi Stanley Rambitan Stefanus Meo Nekin Sukma Togatorop Sulveni Fritma Supiyani Suset Pasaribu Suzaya Bitia Silsilia Suzaya Bitia Silsilia Syaiful R M Nur Sylvia Natalia Tafonao, Talizaro Talizaro Tafonao Thobias Demetrius Asamai Tirza Jessica Tarapanajang Titin Aritonang Tumanggor, Folorisde Feriany Ucia Ucia Vanbe Toven Hulu Veithzal Rivai Zainal Viktor Deni Siregar Viky George Lettu Radja Pono Wangko, Cynthia Renita Wellem Sairwona Wellem Sairwona Widjaja, Fransiskus Irwan Wilfridus Duli Marin Winda Sari Rumahorbo Winda Sari Rumahorbo Wizaldy Fabiano Hilnicputro Yaaman Gulo Yanti Secilia Giri Yeni Y C Ndun Yoan Huke Yohana Siburian Yohannis Alberthus Yowenus Wenda Yulia Febriany Langobelen Yuniarti Yuniarti Yusak Hentrias Ferry Zilman Syarif