Claim Missing Document
Check
Articles

The Contribution of H. Mukhtar Gami Zebua in the Development of Islamic Education in Gunungsitoli Zebua, Ahmad Irfan; OK, Azizah Hanum; Al Farabi, Mohammad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (In Progress January 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i1.5887

Abstract

This study aims to explore and analyze the contribution of H. Mukhtar Gami Zebua in the development of Islamic education in Gunungsitoli City, Nias Island. The background of this research is the reality that Gunungsitoli, a region with a Muslim minority population, has successfully established and developed Islamic educational institutions, largely due to the contributions of local figures such as Mukhtar Gami Zebua. The main focus of the research includes his biography, his role in da'wah and education, and the relevance of his contributions to the current condition of Islamic education. This research employs a descriptive qualitative method with a historical approach to Islamic education. Data collection techniques included document analysis, observation, and interviews with relevant informants. Data analysis was carried out based on historical analysis, content analysis, and contextual analysis , which were the combined into a crtitical historical synthesis, so that the final result is a conclusion and the relevance of the figure for the present. The findings reveal that H. Mukhtar Gami Zebua was a pioneer of modern Islamic education in Gunungsitoli. He founded and developed institutions such as Ibtidaiyah Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 32 Gunungsitoli, and the Aisyiyah Bustanul Athfal Kindergarten. He also played an active role in nurturing da’wah cadres and teachers, implementing an inclusive and contextual Islamic education system, and promoting Islamic values that are moderate, tolerant, and transformative. His legacy remains relevant today, particularly in fostering social harmony and strengthening Islamic identity through education.
Lecturers’ Perceptions of Artificial Intelligence Use in Higher Education: A Comparative Study of Indonesia and Malaysia OK, Azizah Hanum; Arsyad, Junaidi; Budianti, Yusnaili; Ananda, Rusydi; Shukor, Syahirah Abdul; Ramli, Mohd Anuar
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 12 No 3 (2025): TARBIYAH WA TA’LIM November 2025
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/twt.v12i3.12041

Abstract

Abstrak Integrasi kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi praktik pembelajaran di pendidikan tinggi, baik dalam efektivitas pedagogis maupun dinamika interaksi akademik. Penelitian ini menganalisis bagaimana dosen di Indonesia dan Malaysia memaknai serta mempraktikkan penggunaan AI, sekaligus mengidentifikasi faktor yang membentuk persamaan dan perbedaannya. Pendekatan kualitatif dengan desain comparative case study digunakan, melibatkan 30 dosen melalui survei naratif dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dipandang sebagai alat yang meningkatkan efisiensi kerja akademik dan mendukung pengembangan materi pembelajaran. Namun, muncul kekhawatiran mengenai ketergantungan mahasiswa, penurunan kemampuan berpikir kritis, serta akurasi keluaran AI. Perbedaan antarnegara terlihat pada kedalaman integrasi: dosen Malaysia cenderung lebih intensif memanfaatkan AI dalam aktivitas pembelajaran, sedangkan dosen Indonesia lebih berhati-hati dan menekankan verifikasi manual. Faktor kebijakan institusional, literasi digital, dan budaya akademik turut membentuk variasi tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan penggunaan AI yang jelas serta penguatan literasi etis bagi dosen dan mahasiswa. Kata kunci: analisis fenomenologi interpretatif (IPA), dosen, kecerdasan buatan, pendidikan tinggi Abstract The integration of artificial intelligence (AI) is increasingly influencing learning practices in higher education, both in pedagogical effectiveness and in the dynamics of academic interaction. This study analyzes how lecturers in Indonesia and Malaysia interpret and practice the use of AI while identifying factors that form similarities and differences. A qualitative approach with a comparative case study design was used, involving 30 lecturers through narrative surveys and semi-structured interviews. The data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) and thematic analysis. The results show that AI is considered a tool that improves the efficiency of academic work and supports the development of learning materials. However, there are concerns about student dependency, decreased critical thinking skills, and the accuracy of AI output. Differences between countries can be seen in the depth of integration: Malaysian lecturers tend to use AI more intensively in learning activities, while Indonesian lecturers are more cautious and emphasize manual verification. Institutional policy factors, digital literacy, and academic culture also influence these variations. The findings emphasize the value of developing clear AI policies and strengthening ethical literacy for faculty and students. Keywords: artificial intelligence, higher education, Interpretative Phenomenological Analysis (IPA)
Paradigma Wahdatul ‘Ulum sebagai Kerangka Intelektual dalam Pendidikan Tinggi Islam di UIN Sumatera Utara Sakdiah, Halimatun; OK, Azizah Hanum; M. Maulana, M. Maulana; Amaliah , Khairul
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2373

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma Wahdatul ‘Ulum sebagai kerangka epistemologis dan intelektual dalam pendidikan tinggi Islam, dengan fokus pada implementasinya di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan sistematis dan analisis konten tematik terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan publikasi akademik yang relevan. Kajian ini menelaah landasan filosofis, ranah implementasi, serta relevansi kontributif paradigma Wahdatul ‘Ulum dalam pengembangan keilmuan integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahdatul ‘Ulum merupakan paradigma berbasis tauhid yang menegaskan kesatuan ontologis, epistemologis, dan aksiologis ilmu pengetahuan, dengan fondasi integrasi wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Implementasinya di UINSU tercermin dalam empat ranah utama, yaitu kurikulum terpadu, pembelajaran holistik, penelitian interdisipliner, dan pengabdian kepada masyarakat. Meskipun masih menghadapi tantangan pada aspek internalisasi dan konsistensi implementasi, paradigma Wahdatul ‘Ulum memiliki relevansi strategis dalam membangun tradisi keilmuan yang holistik, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Integrasi Ikhtiar dengan Doa dalam Filsafat Sains Menjembatani Sains Modern dan Spiritualitas Islam OK, Azizah Hanum; Sitorus, Panca Abdini; Siregar , Ahmad Al Kindi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36513

Abstract

Pemisahan antara sains dan agama telah melahirkan dikotomi epistemologis yang membatasi pemahaman realitas secara holistik serta menghambat peran transformatif pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi antara ikhtiar dan doa dalam perspektif filsafat sains Islam sebagai kerangka konseptual untuk menjembatani rasionalitas sains modern dan spiritualitas Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-filosofis melalui analisis kepustakaan secara sistematis untuk menelaah bagaimana sinergi ikhtiar dan doa mampu merespons keterbatasan epistemologis sains modern yang cenderung positivistik, sekuler, dan mengklaim netralitas nilai.Hasil kajian menunjukkan bahwa secara epistemologis, integrasi ikhtiar dan doa membentuk model pengetahuan holistik yang memadukan wahyu, akal, pengalaman inderawi, dan intuisi dalam proses pencarian kebenaran. Paradigma ini menegaskan bahwa pengetahuan dalam Islam tidak semata-mata bersumber dari kemampuan rasional-empiris manusia, tetapi juga berakar pada kesadaran transendental dan ketundukan kepada kehendak Ilahi. Secara aksiologis, integrasi tersebut menegaskan bahwa ilmu pengetahuan bersifat sarat nilai dan harus berlandaskan etika transendental yang berorientasi pada kemaslahatan sosial dan keberlanjutan ekologis. Dengan demikian, integrasi ikhtiar dan doa menawarkan paradigma keilmuan yang menghubungkan sains modern dengan spiritualitas Islam serta berkontribusi pada pembentukan insan akademik yang berintegritas intelektual, etis, dan spiritual, sehingga sains tidak hanya berfungsi sebagai instrumen rasional, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian yang bermakna.
Co-Authors Abd. Mukti, Abd. Al Farabi , Mohammad Al-Farabi, Mohammad Aldiansyah, Aldiansyah Amaliah , Khairul Amin, Mat Ananda, Rusydi Armansyah Armansyah Asriana Asriana, Asriana Azimi, Muhammad Habibi A’la, Nurul Badawi, Muhammad Rifa Bahri Tanjung, Syaiful Baiti, Nanda Nurul Budianti, Yusnaili Burhanuddin Burhanuddin Ciptadi, Ikhwan Dalimunthe, Uswatun Damanik, Adelia Santi Daulay, Afrahul Fadhilah Fajri, Samsul Gea, Yusnidar Hadi, Sufian Hafsah Hafsah Halimatun Sakdiah, Halimatun Harahap, Muhammad Riduan Hasibuan, Fitri Diana Husna, Trisna Aulia Imami, Khairul Huda Indah Sri Wahyuni Ismail Ismail Junaidi Arsyad, Junaidi Juwairiani, Juwairiani Lismawarni, Lismawarni Lubis, Lismaya Lubis, Ramadhan Luqman nul Hakim M. Maulana, M. Maulana Maha, M Fatahurahman Maha, M. Fatahurahman Mahariah Malia, Eka Mangunsong, Irvan Maya Sari, Ita Ma’arif, Muhammad Ghozali Mohammad Al Farabi, Mohammad Mohd Anuar Ramli Muhammad Ridho Mukhlis Mukhlis Nahar, Syamsu Naibaho, Putri Nasution, Mustofa Abdullah Nora Santi, Nora Nur Hanifah, Muthi’ Parlaungan, Parlaungan Parulian, Unggul Pohan, Sonya Elsa Triyanda Polem, Suharni Putri Andriani Putri, Rieke Diana Putri, Umi Muti’ah Rahmah, Sri Fadilah Rahmani , Surya Ramadhana, Muhammad Nasrullah Rudi, Muhammad Salmah, Nur Salminawati Satifa, Julia Shukor, Syahirah Abdul Sihombing, Arfiana Siregar , Ahmad Al Kindi Sitepu, Nur Alfina Sari Sitorus, Muhammad Rum Sitorus, Panca Abdini Subhani Subhani Tanjung, Yumni Febriani Triyanda Pohan, Sonya Elsa Usiono Usiono Wahyu Ramadhan Yusmardani, Indi Zebua, Ahmad Irfan Zega, Faris Indra Pratama Zein, M. Dimas Suhaimi