Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Ikhtiar dengan Doa dalam Filsafat Sains Menjembatani Sains Modern dan Spiritualitas Islam OK, Azizah Hanum; Sitorus, Panca Abdini; Siregar , Ahmad Al Kindi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36513

Abstract

Pemisahan antara sains dan agama telah melahirkan dikotomi epistemologis yang membatasi pemahaman realitas secara holistik serta menghambat peran transformatif pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi antara ikhtiar dan doa dalam perspektif filsafat sains Islam sebagai kerangka konseptual untuk menjembatani rasionalitas sains modern dan spiritualitas Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-filosofis melalui analisis kepustakaan secara sistematis untuk menelaah bagaimana sinergi ikhtiar dan doa mampu merespons keterbatasan epistemologis sains modern yang cenderung positivistik, sekuler, dan mengklaim netralitas nilai.Hasil kajian menunjukkan bahwa secara epistemologis, integrasi ikhtiar dan doa membentuk model pengetahuan holistik yang memadukan wahyu, akal, pengalaman inderawi, dan intuisi dalam proses pencarian kebenaran. Paradigma ini menegaskan bahwa pengetahuan dalam Islam tidak semata-mata bersumber dari kemampuan rasional-empiris manusia, tetapi juga berakar pada kesadaran transendental dan ketundukan kepada kehendak Ilahi. Secara aksiologis, integrasi tersebut menegaskan bahwa ilmu pengetahuan bersifat sarat nilai dan harus berlandaskan etika transendental yang berorientasi pada kemaslahatan sosial dan keberlanjutan ekologis. Dengan demikian, integrasi ikhtiar dan doa menawarkan paradigma keilmuan yang menghubungkan sains modern dengan spiritualitas Islam serta berkontribusi pada pembentukan insan akademik yang berintegritas intelektual, etis, dan spiritual, sehingga sains tidak hanya berfungsi sebagai instrumen rasional, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian yang bermakna.
Co-Authors Abd. Mukti, Abd. Al Farabi , Mohammad Al-Farabi, Mohammad Aldiansyah, Aldiansyah Amaliah , Khairul Amin, Mat Ananda, Rusydi Armansyah Armansyah Asriana Asriana, Asriana Azimi, Muhammad Habibi A’la, Nurul Badawi, Muhammad Rifa Bahri Tanjung, Syaiful Baiti, Nanda Nurul Budianti, Yusnaili Burhanuddin Burhanuddin Ciptadi, Ikhwan Dalimunthe, Uswatun Damanik, Adelia Santi Daulay, Afrahul Fadhilah Fajri, Samsul Gea, Yusnidar Hadi, Sufian Hafsah Hafsah Halimatun Sakdiah, Halimatun Harahap, Muhammad Riduan Hasibuan, Fitri Diana Husna, Trisna Aulia Imami, Khairul Huda Indah Sri Wahyuni Ismail Ismail Junaidi Arsyad, Junaidi Juwairiani, Juwairiani Lismawarni, Lismawarni Lubis, Lismaya Lubis, Ramadhan Luqman nul Hakim M. Maulana, M. Maulana Maha, M Fatahurahman Maha, M. Fatahurahman Mahariah Malia, Eka Mangunsong, Irvan Maya Sari, Ita Ma’arif, Muhammad Ghozali Mohammad Al Farabi, Mohammad Mohd Anuar Ramli Muhammad Ridho Mukhlis Mukhlis Nahar, Syamsu Naibaho, Putri Nasution, Mustofa Abdullah Nora Santi, Nora Nur Hanifah, Muthi’ Parlaungan, Parlaungan Parulian, Unggul Pohan, Sonya Elsa Triyanda Polem, Suharni Putri Andriani Putri, Rieke Diana Putri, Umi Muti’ah Rahmah, Sri Fadilah Rahmani , Surya Ramadhana, Muhammad Nasrullah Rudi, Muhammad Salmah, Nur Salminawati Satifa, Julia Shukor, Syahirah Abdul Sihombing, Arfiana Siregar , Ahmad Al Kindi Sitepu, Nur Alfina Sari Sitorus, Muhammad Rum Sitorus, Panca Abdini Subhani Subhani Tanjung, Yumni Febriani Triyanda Pohan, Sonya Elsa Usiono Usiono Wahyu Ramadhan Yusmardani, Indi Zebua, Ahmad Irfan Zega, Faris Indra Pratama Zein, M. Dimas Suhaimi