Claim Missing Document
Check
Articles

The Role Of Syekh Haji Bahauddin Tawar In Islamic Education In Aceh Singkil Mukhlis, Mukhlis; Mukti, Abd.; OK, Azizah Hanum
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.6223

Abstract

This research aims to determine the role of Sheikh Haji Bahauddin Tawar in the implementation of Islamic education in Aceh Singkil. This research method uses a qualitative approach and the focus in this research is discussing character study research. Data collection for this research was obtained using participant observation, interviews and study techniques. documents. Analysis of this research data was obtained using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research revealed findings that the development of the Islamic Education institution founded by Sheikh Haji Bahauddin Tawar in Aceh Singkil has developed well. The efforts made by Sheikh Haji Bahauddin Tawar in the Islamic Education Institution in Aceh Singkil are: 1. Managing the Darul Muta'allimin Islamic boarding school well 2. Establishing educational institutions in villages in collaboration with the local community 3. Sending students to become teachers’ educators to villages 4. Inviting the community to provide an understanding of how important Islamic religious knowledge is in religious dialogue and lectures 5. Fostering the community through the forum of Tarikat (persulukan) 6. Conveying da'wah through the practice of five daily prayers and the Prophet's salawat and Islamic poetry. There is a very close connection between the educational institution founded by the students of Sheikh Haji Bahauddin Tawar and the thoughts and ideas of Sheikh Haji Bahauddin Tawar which played a role in the implementation of Islamic religious education and the institution he founded, namely the Darul Muta'allimin Tanah Merah Islamic boarding school.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Dalam Pembelajaran di SD Negeri No. 104274 Pematang Kasih Kecamatan Pantai Cermin Kabupatan Serdang Berdagai Sitepu, Nur Alfina Sari; OK, Azizah Hanum
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jkpi.2023.13.2.26-35

Abstract

In the learning process is not only related to knowledge but communication in the world of education is also very important. Every learning activity is synonymous with communicating, therefore a teacher has an important role in developing students' communication skills in learning. So there needs to be an effort made by PAI teachers at SD Negeri No. 104274 Pematang Kasih to improve students' communication skills to make it easier for students to understand the learning material delivered. The efforts made are in the form of providing good communication examples, guiding students when asking questions, making presentations in discussion activities, using question and answer methods, using active learning strategies and doing habituation. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach. The purpose of the efforts made is to create effective communication and a pleasant learning atmosphere.
NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA (ANALISIS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KURIKULUM MERDEKA JENJANG SEKOLAH DASAR) Sihombing, Arfiana; OK, Azizah Hanum
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36993

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat menganalisis nilai-nilai moderasi beragama (analisis pada mata pelajaran agama Islam dan budi pekerti kurikulum merdeka jenjang sekolah dasar). Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Proses pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu buku teks siswa mata pelajaran agama Islam dan budi pekerti kurikulum merdeka terdiri dari kelas I sampai kelas IV jenjang sekolah dasar, dan sumber data sekunder yaitu berupa jurnal-jurnal penelitian yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan, nilai-nilai moderasi beragama pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas rendah mulai kelas I terdapat pada Bab 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, dan 10; lanjut kelas II terdapat pada Bab 3, 7, dan 10; serta kelas III terdapat pada Bab 3, berisikan pembahasan tentang sikap berbagi, saling tolong menolong, toleransi beragama, gotong royong, tidak memilih teman, ungkapan terima kasih, disiplin, dan menghargai orang yang lebih tua. Sedangkan untuk kelas tinggi mulai dari kelas IV terdapat pada Bab 1, 2, 3, 8, dan 10; lanjut kelas V terdapat pada Bab 1, 2, 3, 4, 6, dan 8; serta kelas VI terdapat pada Bab 1, 2, 3, dan 8, berisikan pembahasan tentang penalaran, berbhinekaan global, berani mengambil keputusan, tanggung jawab, menghargai perbedaan, membangun komitmen kebangsaan yang kuat dari jiwa, menggalakkan anti kekerasan, dan membentuk sikap yang akomodatif.
INTERNALISASI DIALOG MUSYAWARAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER MULTIKULTURAL GURU ANTI KEKERASAN A’la, Nurul; OK, Azizah Hanum
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41991

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui internalisasi dialog musyawarah dalam membentuk karakter multikultural guru anti kekerasan. Dengan mengumpulkan data dalam bentuk jurnal, buku, dan penelitian sejenisnya. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam proses pembentukan sikap peserta didik yang mengharga adanya perbedaan. Sehingga tercipta sikap toleransi, saling menghargai, saling menghormati, dan saling perduli sama dan lainnya.
Penerapan metode sabak, sabki dan manzil dalam pembelajaran tahfidz di sekolah menengah pertama Baiti, Nanda Nurul; Nahar, Syamsu; OK, Azizah Hanum
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi metode sabak, sabki dan manzil dalam pembelajaran tahfidz di SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan. Penelitian ini menggunakan motode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini dapat bahwa sebelum memasuki fase menghafal maka setiap santri akan dimasukkan pada program tahsin yaitu memperbaiki bacaan Al-Quran yang mana ditargetkan paling lama 1 bulan setiap santri harus sudah bisa mulai menghafal. Pelaksanaan tahfidzul Qur'an di SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan menggunakan metode Sabak, sabki dan manzil. Sabak adalah tambahan pada hafalan baru setiap harinya dengan target 7 baris perhari. Sabki adalah mengulang hafalan yang baru disetorkan sebanyak 5 halaman. Manzil yaitu mengulang hafalan secara keseluruhanjika siswa sudah mencapai hafalan 1 juz. Pelaksanaan tahfidzul Qur'an dengan metode sabak, sabki, manzil dan jadwal setoran dan murojaah yang dibuat serta kegiatan pendudukung lainnya sudah berjalan dengan efektif, sehingga harapannya seluruh Santri mampu menyelesaikan target hafalan yaitu 5 juz dengan baik dan benar serta kuat dan lancar dengan waktu yang telah ditargetkan. Dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan dapat mengamalkan isi dan kandungannya dengan baik dalam aplikasi kehidupannya. Evaluasi pada metode sabak, sabqi, dan manzil dilakukan dalam 5 tahap yaitu evaluasi harian, evaluasi setengah juz, evaluasi 1 juz, evaluasi bulanan dan evaluasi tahunan.
Implementation of the Alef Education Learning Platform in English Language Subjects (Best Practice at MTs Negeri Gunungsitoli) Lubis, Lismaya; OK, Azizah Hanum; Budianti, Yusnaili
Journal of Social Work and Science Education Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Social Work and Science Education
Publisher : Yayasan Sembilan Pemuda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52690/jswse.v7i1.1325

Abstract

This study investigates the implementation of the Alef Education platform in English learning at MTs Negeri Gunungsitoli as a model of digital pedagogical innovation in Islamic secondary education. The research aims to: (1) describe the planning and integration process of Alef Education, (2) analyze its instructional practices, and (3) evaluate its pedagogical impact. A qualitative descriptive method with a case study design was applied. Participants included English teachers and students from grades VIII and IX. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed thematically following Braun and Clarke’s framework. Results indicate that Alef Education enhances student engagement through interactive exercises, automated feedback, and curriculum alignment. Institutional support, teacher readiness, and learner motivation emerged as enabling factors, while limited internet connectivity and uneven digital literacy were key constraints. Effective practices include lesson plan integration, automated assessment use, and continuous teacher mentoring. The study concludes that Alef Education can improve English learning outcomes when supported by adequate ICT infrastructure, adaptive pedagogy, and sustained professional development.
Resilience and Adaptation of Islamic Educational Institutions in Minority Contexts: The Case of Pesantren in Nias Gea, Yusnidar; Arsyad, Junaidi; OK, Azizah Hanum
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 3 (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i3.13022

Abstract

This research examines the dynamics of Islamic educational institutions in Muslim-minority regions through case studies of Pondok Pesantren Putri Ummi Kalsum and Pondok Pesantren Hidayatullah in Gunungsitoli City. The central issue lies in how pesantren are able to survive and grow amid the dominance of a non-Muslim society. The objective of the study is to reveal strategies of existence, institutional adaptation, and the socio-religious roles of pesantren within the local context. The research employs a qualitative approach with a multi-site case study design, using data collection techniques such as interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings show that both pesantren have successfully become centers of education, dakwah, and the strengthening of Islamic identity through adaptive strategies, local leadership, and constructive social integration. 
Epistemologi Pendidikan: Menilai Hubungan Pengetahuan, Guru, dan Peserta Didik Nur Hanifah, Muthi’; Yusmardani, Indi; Nasution, Mustofa Abdullah; OK, Azizah Hanum
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2476

Abstract

Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur untuk menelaah berbagai sumber yang berkaitan dengan epistemologi pendidikan. Temuan kajian menunjukkan bahwa pengetahuan dalam pendidikan bersifat fleksibel, situasional, dan dibentuk melalui interaksi pengajaran. Pengajar berfungsi sebagai perantara epistemologis yang mengatur dan memfasilitasi pengetahuan agar dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Di sisi lain, siswa dianggap sebagai individu yang aktif yang membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan interaksi sosial. Hubungan epistemologis yang seimbang antara pengajar, pengetahuan, dan siswa membawa dampak positif bagi pembelajaran yang kritis, reflektif, dan berarti. Oleh karena itu, pemahaman tentang epistemologi pendidikan menjadi dasar yang penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pengembangan pendidikan di Indonesia.
Moralitas Sains dalam Perkembangan Teknologi Modern: Tanggung Jawab Ilmuwan dalam Era Kecerdasan Buatan dan Bioteknologi Bahri Tanjung, Syaiful; Ma’arif, Muhammad Ghozali; Zein, M. Dimas Suhaimi; OK, Azizah Hanum
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2616

Abstract

Perkembangan sains dan teknologi modern telah menghadirkan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia, terutama melalui kemajuan kecerdasan buatan dan bioteknologi. Teknologi tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat bantu teknis, melainkan telah menjadi kekuatan sosial yang membentuk cara berpikir, struktur nilai, dan arah peradaban manusia. Di balik manfaatnya yang besar, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai persoalan moral, seperti dehumanisasi, ketimpangan sosial, bias algoritmik, pelanggaran privasi, serta dilema etis dalam intervensi terhadap kehidupan biologis manusia dan lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis moralitas sains dalam konteks perkembangan teknologi modern dengan menekankan tanggung jawab moral ilmuwan serta implikasi etis kecerdasan buatan dan bioteknologi terhadap kehidupan manusia dan masa depan peradaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka terhadap literatur filsafat sains, etika teknologi, dan dokumen kebijakan etik internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sains tidak pernah sepenuhnya bebas nilai dan selalu mengandung dimensi moral dalam proses pengembangan maupun penerapannya. Oleh karena itu, moralitas sains menjadi landasan normatif yang esensial untuk mengarahkan perkembangan teknologi agar tetap selaras dengan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan peradaban manusia.
The Existence of the Ma'arif Educational Institution (LP Ma'arif) of Nahdlatul Ulama in the City of Gunungsitoli Polem, Suharni; Budianti, Yusnaili; OK, Azizah Hanum
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (In Progress January 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i1.5889

Abstract

The Ma’arif Nahdlatul Ulama Educational Institution (LP Ma’arif NU) is one of the key pillars in the development of Islamic education in Indonesia, oriented toward the values of Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) and the principle of religious moderation (wasathiyah). This study aims to describe the historical background of LP Ma’arif NU’s establishment in Gunungsitoli City, analyze its role in advancing Islamic education, and identify the challenges it faces in maintaining its existence amid local social and cultural dynamics This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with LP Ma’arif NU administrators, school principals, teachers, and community leaders, as well as through field observations and documentation studies. Data analysis was conducted using data reduction, data presentation, and interactive conclusion-drawing techniques. The findings indicate that LP Ma’arif NU in Gunungsitoli City was established on the initiative of NU members to provide moderate Islamic education rooted in local traditions. The study concludes that LP Ma’arif NU in Gunungsitoli City plays a strategic role in strengthening moderate Islamic education but requires institutional reinforcement, stakeholder support, and adaptive strategies to grow and remain competitive in the future.
Co-Authors Abd. Mukti, Abd. Al Farabi , Mohammad Al-Farabi, Mohammad Aldiansyah, Aldiansyah Amaliah , Khairul Amin, Mat Ananda, Rusydi Armansyah Armansyah Asriana Asriana, Asriana Azimi, Muhammad Habibi A’la, Nurul Badawi, Muhammad Rifa Bahri Tanjung, Syaiful Baiti, Nanda Nurul Budianti, Yusnaili Burhanuddin Burhanuddin Ciptadi, Ikhwan Dalimunthe, Uswatun Damanik, Adelia Santi Daulay, Afrahul Fadhilah Fajri, Samsul Gea, Yusnidar Hadi, Sufian Hafsah Hafsah Halimatun Sakdiah, Halimatun Harahap, Muhammad Riduan Hasibuan, Fitri Diana Husna, Trisna Aulia Imami, Khairul Huda Indah Sri Wahyuni Ismail Ismail Junaidi Arsyad, Junaidi Juwairiani, Juwairiani Lismawarni, Lismawarni Lubis, Lismaya Lubis, Ramadhan Luqman nul Hakim M. Maulana, M. Maulana Maha, M Fatahurahman Maha, M. Fatahurahman Mahariah Malia, Eka Mangunsong, Irvan Maya Sari, Ita Ma’arif, Muhammad Ghozali Mohammad Al Farabi, Mohammad Mohd Anuar Ramli Muhammad Ridho Mukhlis Mukhlis Nahar, Syamsu Naibaho, Putri Nasution, Mustofa Abdullah Nora Santi, Nora Nur Hanifah, Muthi’ Parlaungan, Parlaungan Parulian, Unggul Pohan, Sonya Elsa Triyanda Polem, Suharni Putri Andriani Putri, Rieke Diana Putri, Umi Muti’ah Rahmah, Sri Fadilah Rahmani , Surya Ramadhana, Muhammad Nasrullah Rudi, Muhammad Salmah, Nur Salminawati Satifa, Julia Shukor, Syahirah Abdul Sihombing, Arfiana Siregar , Ahmad Al Kindi Sitepu, Nur Alfina Sari Sitorus, Muhammad Rum Sitorus, Panca Abdini Subhani Subhani Tanjung, Yumni Febriani Triyanda Pohan, Sonya Elsa Usiono Usiono Wahyu Ramadhan Yusmardani, Indi Zebua, Ahmad Irfan Zega, Faris Indra Pratama Zein, M. Dimas Suhaimi