Claim Missing Document
Check
Articles

Use of Natural Ingredients on the banks of the Lulut River as Self-medication and Potential for Pharmaceutical Product Development Melviani, Melviani; Noval, Noval
Berkala Kedokteran Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v21i2.24496

Abstract

Since ancient times, the people of the Banjar Tribe of South Kalimantan have used medicinal plants as a treatment for all kinds of diseases. However, over time, the forest area has been used as shifting cultivation, rubber plantations and oil palm plantations. This has resulted in a decrease in the number of plants in the forest, including medicinal plants. Apart from that, minimal information about types of medicinal plants in the community can also reduce public awareness of the use of medicinal plants as herbal medicines. This has resulted in concerns about the loss of use of medicinal plants from the forest in the future. So it is necessary to encourage the community to increase the role of traditional medicine. The aim of this research is to determine the use of natural ingredients as medicine in riverbank communities as well as efforts to develop the potential of medicinal plant products in the community as pharmaceutical preparations. The research method uses an observational research design with a cross-sectional approach and cluster sampling technique. This research involved 100 respondents from Sungai Lulut, South Kalimantan. The majority of respondents were women (76%) from the Banjar tribe (98%). The use of natural ingredients as traditional medicine, such as soursop leaves, which are the most commonly used, are often boiled and drunk to treat cancer, fever and diarrhea. The majority of respondents chose trees as the type of natural material used, especially the leaves. Information about traditional medicine was mostly obtained from the surrounding environment, while knowledge about the contents of natural ingredients, storage methods, and taboos or use was not generally known to respondents. for the development of pharmaceutical preparations which are most preferred in the form of tablets, capsules and pills.
Penggunaan Tanaman Sebagai Obat pada Masyarakat Banjarmasin Tengah: The Use of Plants as Medicine Among the Community of Central Banjarmasin Aryani, Norsarida; Rohama, Rohama; Raihanah, Raihanah; Melviani, Melviani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11335

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan, di mana ±9.600 di antaranya berkhasiat obat dan ±300 spesies sebagai bahan baku jamu dan obat tradisional. Masyarakat Banjarmasin, khususnya Kecamatan Banjarmasin Tengah, memanfaatkan tanaman obat tradisional sebagai pengobatan dan pemeliharaan Kesehatan. Tujuan: Mengetahui jenis tanaman obat, bagian yang digunakan, cara pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 28 responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis secara deskriptif menggambarkan pola pemanfaatan tanaman obat. Hasil: Ada 24 jenis tanaman obat yang digunakan masyarakat. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (54,2%). Penyakit paling banyak diobati hipertensi (40%), tanaman yang digunakan yaitu sirsak (12,5%). Cara pengolahan dominan adalah direbus (87,5%), dan cara penggunaan terbanyak adalah diminum (87,5%). Simpulan: Masyarakat Banjarmasin Tengah masih mempertahankan tradisi pengobatan dengan tanaman obat sebagai bagian dari kearifan lokal. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan penelitian etnomedisin dan pelestarian tanaman obat untuk menunjang kesehatan masyarakat.
MOM IS HERO: PRENATAL-POSTNATAL CALENDAR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PENDEKATAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR Noval; Safitri, Bella; Oktavia, Regina; Khairunnisa, Khairunnisa; Sarah, Devi; Noval, Noval; Melviani, Melviani
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v8i2.2816

Abstract

Stunting is a problem that has become a national concern in Indonesia. stunting can not only reduce the quality of human resource (HR) in Indonesia but also can threaten the nation’s competitiveness (Simamora, 2021). Based on Basic ealth Research Data the national stunting prevalence rate in 2021 is 244% (Kemenkes, 2022). The aim of tis research is to describe the behavior of pregnant women and breastfeeding mothers towards “Mom is Hero” calendar. The research method uses a pre-experimental method with a One Group pretest-posttest design. Then the data was analyzed using the Pair t-test. In this study the t significance result for the variables of attitude, subjective norms and preceived behavioral control were 0.000.
Persepsi Masyarakat Mengenai Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue) Di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin Berdasarkan Teori TPB (Theory Of Planned Behavior) Aisya, Rihaddatul; Melviani, Melviani; Komalia, Risyda
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.793

Abstract

Background : Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that continues to increase from year to year very quickly. Prevention of dengue fever urgently requires the involvement of various elements, one of which is the community. Public perception of the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) can be analyzed based on the theory of Planned Behavior (TPB). Objective : To find out the perception of the community in the Lulut River Region regarding the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) based on the theory of Planned Behavior (TPB). Methods : Observational research analysis with cross sectional. Sampling was carried out by purposive sampling technique. The research sample amounted to 100 respondents. Data was obtained by questionnaires distributed to the community and analyzed by chi-square test. Results : 55% of the respondents had sufficient behavior, 46% of the respondents had a good attitude, 49% of the respondents had sufficient subjective norms, and 54% of the respondents had sufficient behavioral control. The attitude variable had a relationship with dengue prevention behavior of 0.014 (p<0.05), the norm variable had a relationship with dengue prevention behavior of 0.019 (p<0.05), the behavioral control variable had a relationship with dengue prevention behavior of 0.012 (p<0.05. Conclusion : The results of the test in this study showed that there was a relationship between attitudes, subjective norms and behavioral control with community behavior in the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) based on the Theory of Planned Behavior
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas Romadhani, Yuliana; Saputri, Rina; Kusumawati, Linda; Melviani, Melviani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1092

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, termasuk pelayanan kefarmasian. Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang dapat memengaruhi kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik cross sectional. Sampel terdiri dari 87 responden resep racikan dan 97 responden resep nonracikan yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan sebagian besar berada pada kategori sesuai sebesar 60,9%, sedangkan pada resep nonracikan sebesar 60,8%. Tingkat kepuasan pasien pada resep racikan didominasi oleh kategori puas sebesar 48,3%, sedangkan pada resep nonracikan didominasi oleh kategori puas sebesar 39,2%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,457) serta antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat nonracikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,471). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas.
Hubungan Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan terhadap Tindakan Pembuangan Limbah Obat Rumah Tangga di Kelurahan Loktabat Utara Oktavia, Regina; Melviani, Melviani; Mustaqimah, Mustaqimah; Yuwindry, Iwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6255

Abstract

Penyimpanan dan pembuangan produk farmasi yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Limbah obat rumah tangga yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari air, tanah, dan ekosistem, serta dapat menyebabkan resistensi obat dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan perilaku pembuangan limbah obat yang benar, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pendidikan masyarakat. Pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk sikap dan perilaku individu melalui proses pembelajaran. Tingkat pendidikan diyakini dapat memengaruhi pola pikir dan tindakan dalam menghadapi permasalahan, termasuk pengelolaan limbah obat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga di Kelurahan Loktabat Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berpendidikan SMA sebesar 55%. Sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik terkait tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,009 (p < 0,05). Sementara itu, tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,780 (p > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berperan penting dalam membentuk perilaku pembuangan limbah obat rumah tangga, sedangkan tingkat pendidikan formal tidak berpengaruh langsung.
Co-Authors Abdi, Muhammad Mahendra Aisya, Rihaddatul Akmila, Rusna Ali Rakhman Hakim Amelia, Norrahmi Andini, Maulida Putri Andriani, Ine Angelica, Viona Febriola Anggraini, Livani Anggraini, Suntia Rasestia Anita Herawati, Anita Aryani, Norsarida Aryzki, Saftia Arzyki, Saftia Bestra, Madeleine Caroline, Putricia Dari, Kristina Wulan Dede Mahdiyah, Dede DWI RAHMAWATI Estyqomah, Estyqomah Fawwaz, Muhammad Taufiq Filemon, Dian DReki Fileni Filemon, Dian Reki Fileni Gresia, Sola Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Husna, Hafizatul Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ikeh, Tri Sulapmi D. Ikeh, Tri Sulapmi Dolina Irawan, Angga Ismiadi, Rahmad Jannah, Ghina Raudhatul Khairunnisa Khairunnisa Khuluqia, Munirah Komalia, Risyda Komaliya, Risyda Kristiana, Isha Desty Kurniawati, Darini Laurensia Yunita, Laurensia Leni Marlina Linda Kusumawati Lubis, Lidya Ivana Larissa Malahayati, Siti Maolinda , Winda Mayasari, Vita Mia Audina, Mia Miftahul Jannah Mukti, Yusuf Anggoro Munawarah Munawarah, Munawarah Mustaqimah Mustaqimah Mutia, Desy Muttaharah, Siti Nabila, Yasmin Nastiti, Kunti Ningtias, Radita Dia Ayu Noor Latifah Nor Erpiana, Indah Noraisyah, Dila Norliani, Rahma Norlita, Devi Noval Noval Noval Nurhikmah Nurhikmah Oktavia, Regina Pawestri, Hasna Pratiwi, Wanda Nisa Priadi, Ota Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri Yulianti Putri, Trias Sofia Rahayu, Eria Wienty Rahmadani Rahmadani Rahmahani, Isri Wahyuni Raihanah Raihanah Rina Saputri Rinjani, Lalu Elwin Tri Surya Rinjani, Lalu LElwin Tri Surya Rohama, Rohama Romadhani, Yuliana Safina, Mahda Safitri, Bella Sagita, Ririn Salsabila, Shofa Tsuraya Salwati, Salwati Sarah, Devi Shinta, Laili Shinta Ayu Sismeri Dona, Sismeri Siti Azizah Siti Salimah, Siti Surya Nata, Angelyna Syahran, Dayna Maharani Syamsu, Erlina Tangkas, Hansel Hens TM, M.Fajriannor Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Vidiasari Darsono, Putri Weliyanto, Yupi Witin, Rafelita Septania Barek Yani, Desna Dewi Yati, Eka Veramudi Yuwindry, Iwan