Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Sandri Triesa Dastri Frans; Serlie K.A. Littik; Yendris Krisno Syamruth; Fransiskus Geroda Mado; Imelda F.E Manurung
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23654

Abstract

ABSTRAK Perawat jumlahnya terbesar dirumah sakit yakni sekitar 40% - 60%, dan mempunyai peran fundamental yang luas selama 24 jam sehari di rumah sakit. perawat harus di perhatikan kesejahteraannya secara subjektif, psikologis dansosial agar dapat melakukan pekerjaannya dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan perawat yakni beban kerja, imbalan, lingkungan kerja dan hubungan interpersonal. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional, dilakukan pada bulan Mei 2025. Sampel penelitian sebanyak 66 perawat dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisa menggunakan uji regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar perawat memiliki tingkat kesejahteraan yang sejahtera 74,2%, beban kerja sedang 45,5%, imbalan sedang 45,5%, lingkungan kerja baik 93,9% dan hubungan interpersonal yang baik 100%. Faktor yang mempengaruhi kesejahteraan perawat yakni faktor beban kerja (0,000 0,05) dan faktor imbalan (0,006 0,05). Faktor yang paling dominan mempengaruhi kesejahteraan perawat adalah faktor imbalan dengan nilai OR 1,712, yang berarti perawat dengan imbalan lebih tinggi memiliki kemungkinan memperoleh kesejahteraan 1,712 kali lebih tinggi. Rekomendasi yang diajukan adalah manajamen rumah sakit dapat secara rutin mengevaluasi dan menyesuaikan sistem imbalan gaji, tunjangan dan jasa dengan pembagian secara adil sesuai dengan beban kerja untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif, psikologis dan sosial perawat. Kata Kunci: Beban Kerja, Hubungan Interpersonal, Imbalan, Kesejahteraan, Lingkungan Kerja, Perawat.  ABSTRACT Nurses make up the largest number of staff in hospitals, approximately 40% - 60%, and they play a broad fundamental role 24 hours a day in hospitals. Nurses' well-being must be taken care of so that they can perform their duties optimally. This study aims to analyze the influence of factors affecting nurses' well-being, namely workload, rewards, work environment, and interpersonal relationships. The research method used a cross-sectional design, conducted in May 2025. The study sample consisted of 66 nurses, with data collection using questionnaires and analysis using ordinal regression tests. The research results show that the majority of nurses have a prosperous level of well-being at 74.2%, a moderate workload at 45.5%, moderate rewards at 45.5%, a good work environment at 93.9%, and good interpersonal relationships at 100%. Factors that affect nurses' well-being are workload factors (0.000 0.05) and reward factors (0.006 0.05). The factor that most dominantly affects nurses' well-being is the reward factor with an OR value of 1.712, meaning that nurses with higher rewards are 1.712 times more likely to achieve well-being. The recommended action is that hospital management can routinely evaluate and adjust the salary, allowance, and service reward systems fairly according to workload distribution to improve nurses' subjective, psychological, and social well-being. Keywords: Interpersonal Relationships, Nurse, Reward, Well-Being, Workload, Work Environment.
Faktor Determinan Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Bairo-Pite Clinic Timor Leste Francisco Guterres Dos Reis; Christina Roni Nayoan; Marni Marni; Sintha Lisa Parimahua; Imelda Februati Ester Manurung
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.23228

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a global public health problem, including in Timor Leste. Treatment success is highly influenced by patients’ adherence to long-term medication according to therapy guidelines. This study aimed to analyze the determinant factors of medication adherence among TB patients, which include internal factors (sex, age, occupation, education level, knowledge, and attitude) and external factors (health worker support, family support, and distance to health facilities) at Bairo-Pite Clinic, Timor Leste. This quantitative research used a cross-sectional design involving 101 respondents selected using the Slovin formula. Data were collected using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) and analyzed using multivariate logistic regression. The results showed that most respondents had low medication adherence (85.1%). Internal factors significantly associated with adherence were knowledge and attitude, while external factors significantly associated were family support and health worker support (p 0.05). Distance to health facilities did not show a significant association. In conclusion, strengthening health education, family engagement, and the role of health workers is essential to improve TB treatment adherence in the studied area. Keywords: Tuberculosis, Medication Adherence, Knowledge, Family Support, Health Worker Support.  ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, termasuk di Timor Leste. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat jangka panjang sesuai terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kepatuhan minum obat pasien TBC yang meliputi faktor internal (jenis kelamin, usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap) serta faktor eksternal (dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan jarak tempat tinggal ke fasilitas kesehatan) di wilayah kerja Bairo-Pite Clinic, Timor Leste. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 101 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan dianalisis secara multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan rendah sebesar 85,1%. Faktor internal yang berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan adalah pengetahuan dan sikap, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh signifikan adalah dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan (p 0,05). Faktor jarak tempat tinggal tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan edukasi kesehatan, penguatan dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan terapi TBC di wilayah tersebut. Kata Kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Dukungan Tenaga Kesehatan.
Pengaruh Edukasi melalui Metode Lonto Leok Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Pengobatan Hipertensi Pada Lansia di Desa Lengko Namut Kabupaten Manggarai Timur Ester Ingrida Agninoy Jarut; Marni Marni; Galuh Wiedani K. Diah Larasati; Imelda F.E Manurung
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25288

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is a public health problem with a high prevalence in the elderly. Low levels of knowledge and adherence to treatment are the main causes of uncontrolled blood pressure. Local culture-based health education such as the Lonto Leok method is expected to improve public health understanding and behavior. This study aims to analyze the effect of Lonto Leok method education on the level of knowledge and adherence to hypertension treatment in the elderly in Lengko Namut Village, East Manggarai Regency. Using a quasi-experimental nonequivalent control group design with 56 respondents (28 intervention groups, 28 controls with video education), data were collected through pre- and post-test questionnaires (knowledge: 18 items; adherence: MMAS-8). The Lonto Leok group showed significant improvement (knowledge: mean increase of 4.36, p=0.000; adherence: increase of 1.93, p=0,000), superior to the video group (knowledge: 3.86, p=0.002; adherence: 1.61, p=0.000), analyzed by Wilcoxon test and t-test. The Lonto Leok cultural approach was proven to be more effective in improving hypertension management in this local context. Keywords: Lonto Leok, Hypertension, Knowledge, Medication, Elderly.   ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi pada kelompok lansia. Rendahnya tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan menjadi penyebab utama tidak terkontrolnya tekanan darah. Edukasi kesehatan berbasis budaya lokal seperti metode Lonto Leok diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan perilaku kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi metode Lonto Leok terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan hipertensi pada lansia di Desa Lengko Namut Kabupaten Manggarai Timur. Menggunakan rancangan two group pre-test post-test design dengan 56 responden (28 kelompok intervensi, 28 kontrol dengan edukasi video), data dikumpul melalui kuesioner pre- dan post-test (pengetahuan: 18 item; kepatuhan: MMAS-8). Kelompok Lonto Leok menunjukkan peningkatan signifikan (pengetahuan: rata-rata naik 4,36, p=0,000; kepatuhan: naik 1,93, p=0,000), lebih unggul dari kelompok video (pengetahuan: 3,86, p=0,002; kepatuhan: 1,61, p=0,000), dianalisis dengan uji Wilcoxon dan t-test. Pendekatan budaya Lonto Leok terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengelolaan hipertensi di konteks lokal ini.  Kata Kunci: Lonto Leok, Hipertensi, Pengetahuan, Kepatuhan, Lansia.
Co-Authors Adu, Apris A. Afrona E L Takaeb Agun, Archangela Rom Ose Akuila Didi Ama, Marselino Ifantri Yuranus Amelia Sir Amelya Betsalonia Sir Ampera Wadu Anderias Umbu Roga Ari Probandari Ari Probandari Astutik, Erni Babis, Sonida Srimega Diana Baun, Aminah H Chatarina Umbul Wahyuni Christin Rony Nayoan Christina Roni Nayoan Cornelia Samantha Wadhi Cruz, Jermias da Dalong, Lusia Deviarbi Sakke Tira Dwi Windoe Eryc Z. Haba Bunga Ester Ingrida Agninoy Jarut Fernandez, Wenzel Filmon Salan Fitri, Ajra Francisco Guterres Dos Reis Fransiskus Geroda Mado Galuh Wiedani K. Diah Larasati Geofrey Ssekalembe Gusmao, Francelino Nobel Sarmento Hardhina, Trio Helga Jilvera Nathalia Ndun Henrico Tampatianus Bago Henukh, Tresna Asriany Hinga, Indriati A. Tedju Honey I Ndoen Idharsyah Termanu Dasi Indra Y Kiling Indriati Andolita Tedju Hinga Indriati Tedjuhinga Ivani Laning Jacob Matheos Ratu Jentri Missa Jermias da Cruz JUBLINA MARSELINA NOMATE Junias, Marylin Susanti Lele, Yumiati Ke Lewi Jutomo Limbu, Ribka Louhenapessy, Vita Fibrila M. K. P. Abdi Keraf Mardinal Tarigan Maria M. Dwi Wahyuni Maria M.D Wahyuni Mariani Mediatrix Mone Marianus Ketmoen Marianus Mau Kuru Marlina Bulu Marni Marni Masae, Viviencia M.A. Mbooh, Yaret Munda Mesa, Ericson Mhd. Fuad Zaini Siregar Misnadin, Indri Wahyuningsih Muntasir, Muntasir Mustakim Sahdan Naila Anugrah Ndoen, Honey I. Nida Tasuib Noe Gaspar Pinto Da Silva Noorce Christiani Berek Nyai Harifah Akbar Patresia Marsela Padamaley Pius Werawan Purimahua, Sintha L. Purnawan, Sigit Regaletha, Tadeus A. L. Riwu, Yuliana R. Rizky Pradita Manafe Robert Olivianus Asbanu Sabina Gero Sandri Triesa Dastri Frans Sarci Magdalena Toy Sarcy M Toy Serlie K.A. Littik Setyobudi, Agus Silvester V. Toto Simplexius Asa Sindi Sirituka Sintha Lisa Parimahua Skhana Marthinus Sanam Soleman Landi Syamruth, Yendris Krisno Takaeb, Afrona E. Lelan Toy, Sarci M. Venansius Alfridus Viviencia M. A. Masae Wahyuni, Chatarina U Wenzel Fernandez Weraman, Pius WINDA YULIANA KURNIAWATI ASAR Ximenes, Yohanes A. W. YENDRIS K SYAMRUTH Yendris Krisno Syamruth Yeni Damayanti Yessicha Helmina Delly Tanof Yohanes Yan Kemismar Yustinus Nikolaus Nango