p-Index From 2021 - 2026
7.893
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Peran kader dalam skrining balita sebagai upaya akselerasi penurunan stunting di Desa Karanganyar Kabupaten Pekalongan Rahma, Sarah Aulia; Priharwanti, Ardiana; Irawan, Teguh; Yuniarti, Yuniarti
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1290

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem that has long-term impacts on child growth and development and the future quality of human resources. Karanganyar Village in Pekalongan Regency is recorded as one of the areas with the highest prevalence of stunting, thus requiring the active role of Posyandu cadres in toddler screening activities to detect and address stunting early. Purpose: To identify the role of Posyandu cadres in toddler stunting screening activities as part of efforts to accelerate stunting reduction. Method: This study used a descriptive qualitative method with data collection techniques including in-depth interviews, participant observation, and documentation. Informants consisted of 5 active cadres as primary informants, 2 health workers as supporting informants, and 10 mothers of toddlers as triangulation informants. Sampling techniques used purposive and accidental sampling. Results: Integrated Health Service Post (Posyandu) cadres play a role in basic health services, early detection of nutritional disorders, and recording and reporting toddler growth data. Despite obstacles such as limited measuring instruments, minimal training, and a lack of incentives, cadres continue to demonstrate a high level of commitment to their duties. Conclusion: The role of cadres in toddler stunting screening activities significantly impacts the success of stunting reduction programs. However, this success requires ongoing training, logistical support, and an adequate incentive system. Suggestion:  The role of cadres is needed through policies that provide technical, structural, and social support so they can optimally and sustainably carry out their functions in stunting prevention efforts. Keywords: Posyandu cadres; Stunting; Toddler screening Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan kualitas sumber daya manusia. Desa Karanganyar di Kabupaten Pekalongan tercatat sebagai salah satu wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, sehingga diperlukan peran aktif dari kader Posyandu dalam kegiatan skrining balita untuk mendeteksi dan menanggulangi stunting sejak dini. Tujuan: Untuk mengidentifikasi peran kader Posyandu dalam kegiatan skrining balita stunting sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 5 kader aktif sebagai informan utama, 2 petugas kesehatan sebagai informan pendukung, dan 10 ibu balita sebagai informan triangulatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan accidental sampling. Hasil: Kader Posyandu menjalankan peran dalam pelayanan kesehatan dasar, deteksi dini gangguan gizi, serta pencatatan dan pelaporan data pertumbuhan balita. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan alat ukur, minimnya pelatihan, dan kurangnya insentif, kader tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan tugasnya. Simpulan: Peran kader dalam kegiatan skrining balita stunting memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan program penurunan stunting. Namun, keberhasilan ini perlu ditunjang oleh pelatihan berkelanjutan, dukungan logistik, dan sistem insentif yang memadai. Saran: Diperlukan penguatan peran kader melalui kebijakan yang mendukung secara teknis, struktural, dan sosial agar mereka dapat menjalankan fungsinya secara optimal dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting.
Sebaran kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Batang 2: Spatial analysis Febrymellinia, Karine Laurenza Aulia; Indriyani, Yulis; Irawan, Teguh
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1303

Abstract

Background: Diarrhea is a disease characterized by more frequent bowel movements than usual, with looser or more watery stools. Generally, diarrhea is a symptom of an infection in the intestinal tract, which can be caused by bacteria, parasites, or viruses. The incidence of diarrhea worldwide reaches nearly 1.7 billion children each year. This disease is the third leading cause of death in children aged 1-59 months, with approximately 443,832 deaths annually in children under 5 years of age and 50,851 deaths in children aged 5-9 years. In addition to being a cause of death in children, diarrhea is also a major factor in malnutrition in children under 5 years of age worldwide. Purpose:To determine the distribution of diarrheal cases in the Batang 2 Community Health Center work area. Method: This ecological study involved spatial analysis. Data on 506 diarrhea cases were collected, comprising 159 toddlers and 347 children over 6 years of age. Subjects were individuals with diarrhea at the Batang 2 Community Health Center. The data source was secondary data. Variables included age, gender, location, month of diarrhea occurrence, toilet ownership, and water source. The data collection technique used was document analysis, which included data on diarrhea cases at the Batang 2 Community Health Center. The data was then processed using QGIS 3.38, the Quantum Geographic Information System. Results: Data on diarrhea cases in the Batang 2 Community Health Center's work area during 2024 reached 506 cases. The majority were in North Karangasem Village, with 172-214 cases. The distribution of diarrhea cases was mostly in women, namely 282 (55.7%), and most occurred in the age group ≥6 years, namely 347 (68.6%). Meanwhile, based on the time period of the month of the incident, the highest diarrhea incident data occurred in December with 66 cases and the lowest diarrhea incident occurred in April with 21 cases. Conclusion: The incidence of diarrhea at Batang 2 Community Health Center in 2024 was 506. The highest potential for diarrhea cases occurred in December 2024, and the area with the highest incidence was North Karangasem Village. Environmental protection and healthy lifestyle behaviors are the most important factors influencing diarrhea incidence. Suggestion: Relevant parties are expected to conduct regular and periodic education for communities living in densely populated areas about the importance of environmental sanitation and a healthy lifestyle in preventing diarrhea cases from continuing. Keywords: Diarrhea incidence, Distribution of diarrhea cases, Quantum geographic information system Pendahuluan: Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya dengan bentuk feses lebih encer ataupun cair. Pada umumnya penyakit diare merupakan suatu gejala infeksi yang terjadi di saluran usus, yang mana dapat diakibatkan oleh organisme bakteri, parasite, maupun virus. Kejadian diare didunia sendiri hampir mencapai 1.7 miliar pada anak disetiap tahunnya. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian menempati urutan ketiga pada anaak usia 1-59 bulan, dengan angka Kejadian diare kematian setiap tahunnya sekitar 443.832 pada kategori umur dibawah 5 tahun dan pada anak usia 5-9 tahun mencapai 50.851 kematian. Selain menjadi salah satu penyebab kematian pada anak, diare juga merupakan faktor utama penyebab terjadinya kekurangan gizi pada anak dibawah usia 5 tahun di dunia. Tujuan: Untuk mengetahui sebaran kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Batang 2. Metode: Kegiatan penelitian studi ekologi, dengan analisis spasial. Dengan data jumlah kejadian diare sebesar 506 kasus yang terdiri dari 159 kelompok balita dan 347 kelompok usia diatas 6 tahun. Subjek yang diteliti ialah orang dengan kejadian diare di Puskesmas Batang 2. Sumber data pada penelitian ini yaitu data sekunder. Variabel yang digunakan mencakup usia, jenis kelamin, tempat, bulan menurut kejadian diare. kepemilikan jamban, serta sumber air. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan dokumen, yang mana dokumen berupa data kejadian diare yang ada di Puskesmas Batang 2. Kemudian, data yang telah didapat diolah menggunakan aplikasi QGIS 3.38 atau Quantum Geographic Information System. Hasil: Menunjukkan bahwa data kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Batang 2 selama tahun 2024 mencapai 506 kasus. Sebagian besar di Desa Karangasem Utara dengan jumlah kejadian diare sebanyak 172-214 kasus. sebaran kejadian diare sebagian besar adalah perempuan yaitu sebanyak 282 (55.7%) dan sebagian besar terjadi pada kelompok usia ≥6 tahun yaitu sebanyak 347 (68.6%). Sedangkan berdasarkan periode waktu bulan kejadian mendapatkan data kejadian diare tertinggi terjadi pada bulan Desember sebanyak 66 kasus dan kejadian diare terendah terjadi pada bulan April sebanyak 21 kasus. Simpulan: Kejadian diare di Puskesmas Batang 2 pada tahun 2024 sebanyak 506 kasus. Potensi tertinggi kejadian diare terjadi di bulan Desember 2024 dan wilayah yang mendapatkan kejadian diare terbanyak di Desa Karangasem Utara. Faktor menjaga lingkungan dan perilaku pola hidup sehat adalah yang paling menentukan terhadap kejadian diare. Saran: Diharapkan kepada pihak terkait untuk melakukan edukasi secara rutin dan berkala kepada masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah yang padat penduduk tentang pentingnya sanitasi lingkungan dan berpola hidup sehat dalam menanggulangi kejadian diare agar tidak berkelanjutan.
Co-Authors Abidin, Muhammad Ayassy Malik Adelia Solecha Putri Adib Rachmawan Adika Nggofur Rurrochim Adinda Ismail Putri Agna Okta Fii Annisa Agung Hermawan Agustin, Andintya Amalia, Putri Rika Amalia, Salsabila Ananda Putri Amalia Anggraeni, Diva Alya Angraeni, Diva Alya Anik Indriono Anis Tiara Sari Wihar Anisa , Fadhilla Anisa Salma, Tiara Aprilia Aprilia Aprilia, Aprilia Aqila, Hasna Labibah Ardiana Priharwanti Arini Zulfa Arini Zulfa Laila Arni Zulfa Laila Athaya, M Hanan Aulia, Mahda Aulia, Mahda Ridhotul Aulia, Sabrina Putri Avi Mulyani Azmi, Zubaidah Tsania Ulul Azridjal Aziz Azzahra, Meila Azzahra, Meila Cahyarani, Deska Ayunda Chelsy Rachel Dwindasari Chosyiyah, Atut Indah Ciciani, Iqro Daffa Rifati Tsania Devi Liani Putriandi Dewi Amina, Nia Dewi Nugraheni Restu Mastuti Dewi Nugraheni RM Dina Nabilah Dyah Ayu Nurul Jannah Erinda Keysha Mardiarini Ernawati, Sitti Eva Risqiyanti Evia Fardiana Faiqi, Muhammad Nasyith Faiz Mazda Niamy Fajar Maulana Rifky Fauzan Fajri, Mega Prima Nur Fajriyah, Andini Hidayah Falujatunnisa, Nirmala Farah Angelina Pratiwi Farah Diba Arnis Ardinar Fatiyah, Sali Febriliyanti, Imelia Febrymellinia, Karine Laurenza Aulia Firmansyah, M. Rifki Fitriyani, Nur L. Fitriyani, Nur Lu’lu Hairil Akbar Hamdan, Muhamad Hasbibie, Caesar Thoriq Kemal Hermawan, Agung Hidayanti, Sukma Hidayati, Sri Rakhmah Hijriwati, Siti As adah Imam Purnomo Imam Purnomo Imania, Tsania Anna indriani, yulis Intan Mukti Juwita Intan Purnamasari Iqro Ciciani Isna Wida Khafidho ISNAENI, NUR Jaya Maulana Khoiro, Afrida Isnania Kusuma, Nurul Widya Kusumaningtyas, Dwi L., Pakerti Luhur Laila, Arni Zulfa Larasati Putriyani Lulu Fitriyani Luthfiyatul Karimah M. Luhur Pangestu Mafaza Zulfa, Nida Malika Sabina Meiarisanti Marfuatun Marfuatun Maula, Muhammad Fatih Izzul Maulana, Fajar Moch Syarief Hidayat Mochammad Hilmy Muflihatun Ni’mah Muh. Zuhad Mahya Raul Muhammad Labib Muhammad Labib, Muhammad Muhammad Syaikhon Yahya Mutakin, Fakhruddin Mutiafani, Amelia Mutiara Nabila, Alya Nasya Nabila, Zuhaira Nabilah, Putri Nilna Nadzifa Ziada Amalia Nafilla, Nur Naila Rochvika Wati Nasywa, Jauzatu Navisa, Dita khafka Nazara, Zelima Neila Himayati Nia Dewi Amina Nia Dewi Amina Nida Mafaza Zulfa Nila Afida Ni’mah, Muflihatun Novalista Ananda Putri Nugroho, Muhammad Aulia Shidiq Nur Isnaeni Nurfandila, Anggita Dias Nursyafti, Yolana Nurul Falla, Aisya Oktaviani Maydasari Pangestu, M. Luhur Paramitha, Dhiya Ayu Pasya, Restu Yusuf Pasya, Restu Yusuf Pradnya Permanasari Pramesti, Syecha Ardia Pramudhia, Cita Windu Prasetyotomo, Heru Prasyanti, Agustina Ayu Pratiwi, Farah Angelina Purwanti, Khansa Nabila Purwanti, Khansa Nabila Pusparita, Sonia Putra, Meiyaldi Eka Putri Helmania Putri Stevany Agustin Putri, Elsa Cornelia Putri, Fadia Hami Putri, Soffy Aura Qhotriena, Elica Rahma, Sarah Aulia Rahmadani, Fidya Rahmadani, Fidya Rahmat Iman Mainil Rahmatika, Shilnia Ramadina, Novia Riski Rantika Bintang Rindhasari, Amelia Rizqiyyah, Maya Fathiyyatur Rizqiyyah, Naili Rizqiyyah, Naili Rr. Vita Nurlatif Rubaila Nachla Aliya Haque Sa'adah, Lailis Safa Lahalisi Safitri, Keisya Ayu Nuansa Sajidan, Muhammad Naja Salsabilla Dwi Ramadhani Salsabilla, Salsabilla Sari, Alya Amelia Sari, Safira Imelda Septiyana, Nadhifa Bunga Setiawan, Bagas Budi Setiawan, Danur Setiawan, Danur Sinta Wulandari Sinta Wulandari Siti Maesaroh Siwi Sri Widhowati Siyam, Sania Rahmawati Laili Sofa Fuadiya Sofa Fuadiya Suwondo Suwondo Syaharani, Dimas Tsani Laila Syamsiar, Syamsiar Tiara Anisa Salma Umi Fadilah Wahyu Ningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih, Ita Wida Khafidho, Isna Yakzhan, Ahrenza Yulis Indriyani Yulisindriyanti Yuniarti Yuniarti Yuniarti - Yuniarti Yuniarti Yusuf, Muhammad Lutfi Zahra, Gisya Ainnaya Zahro Zahro Zahro Zahro, Fatimata ‘Amali, M Shodiqul ‘Amali, Muhammad Shodiqul