p-Index From 2021 - 2026
9.313
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIMENSI jurnal niara ASKETIK: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Journal of Management and Social Sciences MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR) Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora Journal of Governance and Public Administration Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik International Journal of Law, Crime and Justice An International Journal Tourism and Community Review Parlementer : Jurnal Studi Hukum Dan Administrasi Publik International Journal of Humanities and Social Sciences Reviews International Journal of Social Science and Humanity Sosial : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Konstitusi: Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara Perspektif Administrasi Publik dan hukum Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA
Claim Missing Document
Check
Articles

Inisiatif Hijau Kabupaten Tuban: Implementasi Kebijakan Pelestarian Mata Air dan Hutan Lindung Berbasis Kolaborasi dan Kearifan Lokal Agus Rianto; Ulul Albab; Sri Kamariyah; Ika Devy Pramudiana
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v3i3.1093

Abstract

This study evaluates the implementation of water source conservation and conservation forest policies in Tuban Regency that integrate collaborative methods between various parties and local wisdom. Using a descriptive qualitative approach, data collection was conducted through in-depth interviews with staff from the Environmental Service, representatives of environmental NGOs, traditional leaders, and local communities, coupled with field observations related to the “Adopt a Spring” and “Forest School” programs. The results of the study indicate that the success of the policy is not only supported by local regulations, but also by collaboration involving the government, local communities, the private sector, and educational institutions. Local wisdom, such as the “nyadran sumber” ceremony and traditional protected forest methods, increase the legitimacy and effectiveness of environmental protection. However, obstacles arise as a result of lack of funds, economic pressures, and changes in values ​​among the younger generation. This study suggests sustainability education and cross-sector collaboration forums, strengthening sustainable economic schemes based on ecotourism and agroforestry, and contextual environmental education to maintain the sustainability of the program. These results confirm that conservation policies integrated with local wisdom and cross-sector collaboration can be an innovative model for other regions, while strengthening the paradigm of sustainable development that is responsive to the existing socio-cultural context.
Implementasi Kebijakan Paud Holistik Integratif dalam Pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini di Surabaya Barnadette Adinda Adel D; Amirul Mustofah; Ika Devy Pramudiana
Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nakula.v3i6.2310

Abstract

This study analyzes the implementation of the Holistic Integrative Early Childhood Education (PAUD) policy in Surabaya as a strategic step to improve the quality and equity of PAUD services through intersectoral collaboration. Recognizing the significance of integrating education, health, nutrition, and child protection services, this study aims to analyze implementation strategies, challenges, and local innovations in providing holistic services in PAUD institutions in urban areas. This study applies a qualitative descriptive approach, collecting data through policy document analysis, semi-structured interviews with PAUD administrators, teachers, local officials, and parent representatives, and direct observation at several PAUD institutions. The research findings indicate that policy implementation is carried out through structured socialization, the formation of intersectoral coordination teams, and the provision of additional services such as routine health checks and parenting classes. However, challenges remain, such as uneven facilities and infrastructure among PAUD institutions, differences in teachers' understanding of the holistic integrative concept, and a lack of practical collaboration between PAUD institutions and health or child protection agencies. The study also identified local innovations, such as the use of social media to communicate with parents, enriching teaching materials with local cultural insights, and collaborating with universities to support activities. These findings emphasize that successful policy implementation depends not only on national regulations but also on local leadership skills, stakeholder collaboration, and responsiveness to community needs. Therefore, the study recommends improving ongoing training for educators, providing an adaptive policy framework to support local innovation, and developing digital infrastructure to facilitate more efficient communication and coordination.
Pendampingan Dan Edukasi Penggunaan Customer Service Mobile KAI Sebagai Inovasi Layanan Prima pada Angkutan Lebaran Raditya Adi Kartika; Ika Devy Pramudiana; Nihayatus Sholichah; Sri Kamariyah; Widyawati
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9fm8b356

Abstract

Peranan customer service sebagai wajah perusahaan menjadi sangat penting dalam usaha mendapatkan dan mempertahankan pelanggan. Diadakannya customer service mobile di PT Kereta Api Indonesia pada masa angkutan lebaran yaitu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan berupa segala bentuk informasi mengenai PT. Kereta Api Indonesia dan mendengarkan keluhannya serta memberikan mereka Solusi. Customer service mobile bertanggung jawab untuk memberikan informasi serta pelayanan kepada pelanggan sehubungan dengan berbagai informasi mengenai seputar perjalanan kereta api. Layanan customer service mobile juga membantu untuk memecah terjadinya antrian baik dalam proses check in tiket, kedatangan kereta, penggunaan trolly untuk barang bawaan, dan lain sebagainya. Metode yang digunakan adalah memberikan pendampingan secara intensif dan berkelanjutan kepada mahasiswa peserta magang kerja dalam rentang waktu pelaksanaan kegiatannya. Adapun hasil pembahasan penelitian ini peran petugas Customer Service Mobile KAI mampu melaksanakan tugasnya sebagai pemberi informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan kereta api disaat masa angkutan lebaran maupun memperkenalkan produk-produk yang diberikan oleh PT KAI. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mencakup empat tahap utama, yaitu tingkah laku sopan, cara penyampaian informasi yang tepat sasaran, waktu penyampaian yang sesuai, dan keramahan. Peneliti melayani pelanggan kereta api dengan sikap sesuai SOP agar informasi yang diberikan memuaskan. Informasi atau tindakan ini diberikan sesuai kebutuhan pelanggan kereta api, seperti pemesanan ataupun pembatalan tiket kereta api, pemesanan e-porter. Penyampaian informasi disesuaikan dengan kondisi penumpang, apakah terburu-buru atau tidak. Dalam hal keramahan, petugas Customer Service Mobile selalu menerapkan prinsip 7S saat melayani pelanggan.
Dampak Kebijakan Pendidikan Gratis Bagi Masyarakat Dengan Kategori Keluarga Miskin Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Malang Wijianto; Sapto Pramono; Ika Devy Pramudiana; Nihayatus Sholichah
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i84
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan pendidikan gratis terhadap keluarga miskin dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang. Kebijakan ini dirancang untuk menghilangkan hambatan ekonomi dalam akses pendidikan, terutama bagi masyarakat miskin, melalui program seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Penelitian ini juga mengevaluasi implementasi kebijakan yang dampaknya pada kualitas pendidikan, serta kendala yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan gratis telah meningkatkan angka partisipasi sekolah, khususnya di jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama. Banyak anak dari keluarga miskin yang sebelumnya putus sekolah kini dapat melanjutkan pendidikan mereka. Selain itu, kebijakan ini juga membantu menurunkan angka putus sekolah dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, kesenjangan kualitas antara sekolah di daerah perkotaan dan pedesaan, serta kurangnya infrastruktur yang memadai. Kualitas pendidikan juga dipengaruhi oleh kekurangan guru kompeten, minimnya pelatihan bagi tenaga pendidik, serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan peningkatan alokasi dana pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan penguatan pelatihan guru. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Kesimpulannya, meskipun pendidikan gratis telah membawa perubahan positif, upaya peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan perlu terus dilakukan untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh semua lapisan masyarakat.
Pemberdayaan Sdm Lokal Untuk Implementasi Konsep Smart Village Di Kawasan Perdesaan (Studi Kasus Di Desa Balongtunjung Kabupaten Gresik Eko Budianto; Sri Kamariyah; Ika Devy Pramudiana
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i84
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Desa Pintar merupakan pendekatan baru dalam pembangunan pedesaan yang mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada kesiapan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan SDM lokal dalam mendukung implementasi konsep Smart Village di Desa Balongtunjung, Kabupaten Gresik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan berbasis digital. Analisis ini menggunakan teori Soeharto (2005) tentang pemberdayaan masyarakat, yang mencakup lima pendekatan utama: enablement, Empowering, protecting, supporting, dan fostering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah melakukan berbagai inisiatif pemberdayaan melalui pemberian akses informasi dan pelatihan teknologi dasar. Pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelaku pemuda dan UMKM untuk dapat memanfaatkan platform digital. Perlindungan kelompok rentan mulai dipertimbangkan melalui pendampingan dan edukasi digital. Dukungan diberikan dalam bentuk pendampingan teknologi dan kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti perguruan tinggi dan relawan digital. Sementara itu, pembinaan diwujudkan melalui pembentukan forum digital desa dan integrasi program Desa Pintar ke dalam perencanaan desa. Terlepas dari kemajuan, masih ada tantangan dalam hal pemerataan akses, literasi digital bagi kelompok rentan, keberlanjutan program, dan regenerasi sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif yang lebih sistematis agar pemberdayaan masyarakat benar-benar mendorong kemandirian dan keberlanjutan Desa Pintar di pedesaan
Pemberdayaan Siswa melalui program Galeri Ekonomi Kreatif Siswa (GEmeS): Inovasi Galeri Ekonomi Kreatif dalam Mendorong Ekonomi Lokal di Sampang Muhammad Rosyid Ridho; Dendy Patrija W2, Sri Kamariyah; Ika Devy Pramudiana
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i84
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dalam aktivitas ekonomi produktif dan terbatasnya ruang aktualisasi potensi lokal menjadi tantangan dalam pengembangan pendidikan berbasis kewirausahaan di daerah. Inovasi melalui program Galeri Ekonomi Kreatif Siswa (GEmeS) hadir sebagai respon terhadap kebutuhan pembelajaran yang kontekstual dan berdampak pada masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana program GEmeS dapat memberdayakan siswa sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan siswa, guru, dan pelaku UMKM, serta dokumentasi terhadap aktivitas galeri. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GEmeS secara signifikan meningkatkan kapasitas kewirausahaan siswa melalui keterlibatan aktif dalam proses produksi, pengelolaan, dan pemasaran produk kreatif berbasis budaya lokal. Program ini juga memperkuat jejaring antara sekolah dan komunitas ekonomi sekitar, sehingga menciptakan ekosistem kolaboratif yang mendukung ekonomi mikro dan pelestarian nilai lokal. Selain itu, siswa mengalami perkembangan karakter seperti tanggung jawab, kemandirian, dan kreativitas melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan ekonomi yang nyata. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa GEmeS mampu menjadi model pemberdayaan siswa yang efektif dan berkelanjutan dalam mendorong partisipasi ekonomi generasi muda. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan analisis komparatif di berbagai wilayah dengan latar sosial-budaya yang berbeda, serta mengembangkan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak ekonomi program secara lebih terukur
Disparitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Ktp Dan Akta Kelahiran Antara Wilayah Daratan Dan Kepulauan Di Kota Batam Leonardo Christian; Amirul Mustofah; Ika Devy Pramudiana
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i84
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan administrasi kependudukan merupakan aspek krusial dalam pemenuhan hak sipil bagi warga negara, tetapi daerah kepulauan sering mengalami tantangan besar dalam mengakses layanan tersebut. Studi ini menganalisis perbedaan layanan pembuatan KTP dan akta kelahiran antara wilayah daratan dan kepulauan di Kota Batam, yang memiliki sifat geografis khusus sebagai kota industri dan pariwisata serta daerah kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kesenjangan pelayanan, faktor-faktor yang menyebabkannya, dan strategi adaptasi yang diambil oleh pemerintah daerah untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih inklusif. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan staf Disdukcapil, pemuka masyarakat, dan warga, serta pengamatan langsung di lokasi layanan dan analisis dokumen kebijakan daerah. Temuan studi mengindikasikan bahwa penduduk daerah kepulauan menghadapi hambatan akses fisik karena jarak dan kurangnya transportasi, keterbatasan infrastruktur digital, serta mutu layanan yang belum sebanding dengan wilayah daratan. Inovasi digital seperti layanan daring dan sistem antrean online dianggap efektif di daerah daratan, namun belum maksimal menjangkau kepulauan karena keterbatasan infrastruktur internet dan pemahaman digital. Kesimpulan studi ini menegaskan ket vitalan strategi afirmatif yang berlandaskan keadilan spasial agar semua warga, baik di wilayah daratan maupun kepulauan, memperoleh hak administratif dengan adil dan bermartabat. Usulan yang diajukan mencakup peningkatan frekuensi layanan keliling, penguatan peran petugas setempat, pengembangan lokasi layanan tetap di kepulauan, serta program literasi digital agar transformasi layanan publik dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Transparansi Dan Akuntabilitas Penggunaan Dana Desa Dalam Program Penurunan Stunting: Studi Kasus Di Desa Balong Mojo Benjeng Gresik Sutikno; Sri Kamariyah; Ika Devy Pramudiana; Nihayatus Sholichah
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i84
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan Dana Desa pada program penurunan stunting di Desa Balong Mojo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif diterapkan untuk memahami secara mendalam dinamika pengelolaan dana desa, menggunakan teknik wawancara, observasi partisipatif, serta analisis dokumen. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari segi prosedural, pemerintah desa telah melaksanakan proses perencanaan dan pelaksanaan program sesuai dengan regulasi, namun secara substansial masih terdapat kekurangan dalam transparansi informasi publik, partisipasi masyarakat, serta laporan berbasis kinerja. Perencanaan program biasanya bersifat elit dan tidak melibatkan banyak pihak, sedangkan pelaksanaan kegiatan kurang didasari oleh indikator pencapaian yang jelas. Pengawasan masyarakat juga masih terbatas karena minimnya akses informasi anggaran dan kurangnya kapasitas aktor lokal dalam melaksanakan kontrol sosial. Diskusi dengan sudut pandang administrasi publik mengungkapkan bahwa praktik di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip good governance, akuntabilitas berbasis kinerja, dan akuntabilitas horizontal. Faktor penghambat utama mencakup keterbatasan kapasitas lembaga, budaya paternalistik, dan kurang maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pelaporan desa. Studi ini menyarankan penguatan kapasitas pegawai desa, pengembangan sistem informasi digital yang inklusif, serta penciptaan forum pengawasan berbasis komunitas yang partisipatif. Penemuan ini memberikan sumbangan signifikan dalam pengembangan model pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel untuk mendukung keberhasilan program prioritas nasional, terutama dalam percepatan penurunan stunting di tingkat lokal.
Tourism Sector Development Policy in Increasing Local Income in Gresik Regency Fawaz Nurul Widad Farahani; Ika Devy Pramudiana; Dian Ferriswara; Sri Kamariyah
Jembatan Hukum : Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara Vol. 2 No. 3 (2025): September : Jembatan Hukum : Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jembatan.v2i3.2248

Abstract

This study examines tourism development policies and their contribution to increasing Regional Original Revenue (PAD) in Gresik Regency. The research specifically analyzes policy implementation, supporting and inhibiting factors, and their implications for local economic growth. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected from key informants within the Gresik Regency Government, including the Office of Culture, Tourism, Youth, and Sports, as well as relevant supporting agencies. Primary data were supplemented with secondary sources, and analysis was conducted using McNabb’s (2002) model, which involves data grouping, interpretation, and the formulation of generalizable insights. Findings indicate that tourism development policies in Gresik Regency focus on five key areas: designation and spatial planning of tourism zones, development of tourist attractions and supporting infrastructure, promotion of tourism activities, and business development initiatives. These policies are supported by government regulations, community involvement, improved facilities, diversified tourism destinations, and marketing strategies utilizing both online and offline media. However, several inhibiting factors were identified, including limited funding, inadequate human resources, lack of cooperation with third parties, negative public perceptions, and insufficient knowledge about tourism potential. Overall, tourism in Gresik Regency demonstrates significant potential to enhance PAD, given its diverse natural, cultural, and religious attractions. The study concludes that strengthening collaboration, improving human resource capacity, and increasing promotional efforts are essential for optimizing tourism’s contribution to sustainable regional economic development. Future research should explore quantitative measurements of tourism's economic impact to validate the qualitative findings. Additionally, implementing performance-based budgeting for tourism programs may improve resource allocation and accountability.
Tourism Development Policy based on Sustainable Tourism Development in Improving Community Welfare Mahakam Regency Mujarni Baraq; Sri Kamariyah; Ika Devy Pramudiana; Zainal Fatah
Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/studi.v2i1.163

Abstract

This study aims to describe and analyze: Tourism development policies in improving community welfare are reviewed from the approach of sustainable tourism development in Mahakam Regency. Factors that support and hinder tourism policies in improving people's welfare. Tourism development policy model as a recommendation to support sustainable tourism development. This research is a qualitative research, with data collection techniques using interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques Interactive data analysis. The results of the study show that sustainable tourism development in Mahakam Regency is a policy in development with economic, socio-cultural, and environmental dimensions based on justice not only for the current generation but also for future generations. The policy must have two objectives, namely to maximize the contribution of tourism resources that have been proven to be able to provide added value economically. The policy requires tourism business actors to prioritize and preserve cultural uniqueness as well as optimize the role of local communities. Policies on the environmental aspect can be preventive and repressive by involving all stakeholders from tourism Supporting factors for sustainable tourism development in Mahakam Regency include natural conditions that are still maintained as tourist attractions and support for the community around tourist destinations. Factors inhibiting sustainable tourism development in Mahakam Regency are limited infrastructure, lack of promotion, and unsupportive environmental conditions.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Achmad Wahyudi Aditya Hermansyah Afandi Afandi Agus Rianto Ahmad Fitroni Ahmad Nursahid Ali Wafa Amirul Mustofa Amirul Mustofah Andi Sujarwo Andri Purdiono Aris Sunarya Aris Suryana Azizatul Kamaliyah Suwandi Barnadette Adinda Adel D Budi Prambodo Bukhari Bukhari Dadang Setiyono Damajanti Sri Lestari Dandy Patrija W Dandy Patrija Wirawan Danis Andrianto Dendy Patria Dendy Patrija W Dendy Patrija W2, Sri Kamariyah Dimas Hasanudin Dionisius Jalung Eko Budianto Eny Haryati Erfan Erfan Ervan Yuliansyah Faris Anggara Fariz Anggara Fawaz Nurul Widad Farahani Fedianty Augustinah Ferriswara, Dian Fiqi Nurman Gazali Fiqih Noverian Eka Putra Hadi Pranoto Hafids Sutatak Ihram Kustarto Ilya Farida Kresna Adhi Prahmana Putra Kristyan Dwijo S Kristyan Dwijosusilo Kulsum Eka Mimin Mubaiyanah Leonardo Christian Liya Yunita M Khairul Anwar M. Khairul Anwar M. Mario Alfian M. Roby Ashar Marco Marco Mas’odi Mas’odi Matiniri Matiniri Meriana Yumame Meriana Yumami Moh Makmun Moh. Afif Subhan Mohammad Hori Mohammad Jainuri Jayanto Muhammad Amrul Muhammad Azhar Muhammad Rosyid Ridho Mujarni Baraq Murdiono Muslimin Muslimin Nanang Sujianto Naufalariiq Vadio Samsuddin Nihayatus Sholichah Nomensen Yeheskel Singgir Novalius Abraham Bleskadit Novalius Abraham Bleskadite Oce Ovalina Yumame Oce Ovalina Yumami Pinaraswati, Sandra Oktaviana Polrendyo Polrendyo Purbo Briyadi Raditya Adi Kartika Rizki Amalia Oktaviana Rosalina Ikawati Rosalina Mega Putri Sapto Pramono Slamet Riyadi Sri Kamariyah Sri Roekminiati Sri Wahyuni Suhadi Nuryanto Sultan Setiawan Sutaji Sutaji SUTIKNO Suwoto Suwoto Suwoto Taufiq Hidayat Ulul Albab Wance Supriadi Wena Kusharyanti Widyawati Widyawati Widyawati Wijianto Wijianto Yosep Lasah Yuyun Gita Mustifa Zainal Fatah