Penelitian ini dilakukan karena rendahnya motivasi belajar siswa kelas III SD IT Insan Mulia, terlihat dari kurangnya konsentrasi, rendahnya partisipasi, dan kecenderungan bermain saat pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi belajar antara siswa yang belajar dengan dan tanpa reward. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian melibatkan 24 siswa dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, tercermin dari meningkatnya perhatian, partisipasi aktif dalam bertanya dan menjawab, serta perubahan perilaku positif. Suasana kelas menjadi lebih kondusif, dan hubungan guru dan siswa membaik karena siswa merasa dihargai. Pembelajaran tanpa reward tetap berjalan, tetapi peningkatan motivasinya tidak sekuat pembelajaran dengan reward. Reward efektif digunakan selama tetap proporsional agar motivasi intrinsik dan ekstrinsik seimbang.