Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Integrasi Budidaya Tanaman Kangkung (Ipomea Aquatica Forsk) dan Ikan Nila Menggunakan Internet of Things Handayani, Murni; Sumardiono, Arif; Witriansyah, Khoeruddin; Fadillah
Infotekmesin Vol 15 No 1 (2024): Infotekmesin: Januari, 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i1.2160

Abstract

Aquaponics is an application of a sustainable agricultural system by integrating the cultivation of plants and fish at one time. Water availability in plant commodities and water is optimized in aquaponic cultivation systems. Several parameters that can determine the level of success of cultivating an aquaponic system include water pH, water temperature, TDS, and water level. The process of monitoring and controlling several important parameters in cultivation can be done conventionally, but it is less effective and efficient because the cultivator has to check and measure the parameters every time. Therefore, as time goes by, and technology becomes more sophisticated, a control and monitoring system is designed. several parameters such as water pH, water temperature, TDS, and water level based on the Internet of Things (IoT) to support the success of the aquaponics system by monitoring environmental conditions using a laptop/smartphone at that time. Based on the test results, it was found that aquaponics in an indoor environment is successful - the air conditioner has a water temperature below 250C, the water pH shows 7pH and the average nutrient in the water shows 214.5 ppm. Based on this, kale plants in the stem grow quickly while leaf growth is very stunted. At temperatures smaller than 25 0C pomfret fish only survive for 2 weeks but tilapia fish can survive and not die in these environmental conditions. The length of the tilapia fish for 6 weeks has increased by 5 cm from its original length
Era Digital Marketing 5.0 Bagi Pelaku Usaha Umkm Di Kelurahan Rengas Ciputat Timur, Tangerang Selatan Fadillah; Maulida, Hira; Jamaluddin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/comm.v1i1.38170

Abstract

Digital marketing merupakan suatu bentuk program mempromosikan atau memasarkan sebuah produk dan merk dengan menggunakan media digital. Hal ini terjadi karena perkembangan teknologi dan juga pengguna internet sehingga internet menjadi sebuah market yang sangat prospektif. Digital marketing merupakan solusi untuk menjangkau pelanggan lebih banyak dengan dana yang sedikit. Kehadiran teknologi saat ini merupakan peluang bagi para siswa untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dengan gadget yang dimiliki akan menjadi pemasaran yang paling ampuh dalam menggapai pangsa pasar konsumen yang lebih luas. Oleh Karena itu berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin mengetahuai seberapa pengaruhnya terhadap minat berwirausaha karena pengetahuan digital marketing (Istiqomah, 2021). Bekal yang di dapat oleh pelaku usaha UMKM selama proses pelatihan digital marketing diharapkan mampu meningkatkan jumlah wirausaha. Sehingga, pelaku usaha lebih mandiri dan mampu menghadapi para pesaing di masa depan. Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia mengalami kenaikan secara signifikan dari tahun ke tahun, hingga telah mencapai lebih dari 130 juta pengguna di tahun 2017, yang didominasi oleh pengguna internet melalui perangkat mobile daripada desktop pc. Pelatihan digital marketing membantu pelaku usaha untuk memahami implementasi digital marketing yang paling efektif dan efisien atau selaras dengan tujuan bisnis yang diharapkan. Digital marketing tidak lagi menjadi sesuatu yang membingungkan, karena semua yang dilakukan dapat dijalankan sendiri dan diukur kinerjanya. Dari hasil analisa tersebut, para pelaku usaha yang mengikuti pelatihan digital marketing dapat belajar untuk melakukan perubahan yang lebih baik dalam berwirausaha. Metode kegiatan yang akan dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Ceramah dan Diskusi yang disampaikan Oleh Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, dan memberikan pemahaman kepada Masyarakat dan Mahasiswa atas pentingnya digital marketing 5.0 bagi pelaku usaha UMKM. Dengan adanya penyampaian materi ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat luas.
Era Digital Marketing 5.0 Bagi Pelaku Usaha UMKM di Kelurahan Rengas Fadillah; Senen; Sri Nirmalawaty
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 6 No. 1 (2024): ABDIMAS Desember 2024
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ABMAS.v6i1.p37-49.y2024

Abstract

Digital marketing tidak lagi menjadi sesuatu yang membingungkan, karenasemua yang dilakukan dapat dijalankan sendiri dan diukur kinerjanya. Dari hasil analisatersebut, para pelaku usaha yang mengikuti pelatihan digital marketing dapat belajaruntuk melakukan perubahan yang lebih baik dalam berwirausaha. Metode kegiatan yangakan dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Ceramah danDiskusi yang disampaikan Oleh Dosen Manajemen Universitas Pamulang, danmemberikan pemahaman kepada Masyarakat dan Mahasiswa atas pentingnya digitalmarketing 5.0 bagi pelaku usaha UMKM. Dengan adanya penyampaian materi inidiharapkan dapat memotivasi masyarakat luas.Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat, Digital Marketing 5.0, UMK
Digital Marketing Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Di Kelurahan Pamulang Barat, Tangerang Selatan Fadillah; Sri Nirmalawaty; Angga Pratama
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 7 No. 1 (2025): Abdimas Desember 2025
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah “raksasa teknologi digital Asia yang sedang berkembang”, ini terbukti dengan hadirnya startup berstatus Unicorn, Decacorn, dan tidak menutup kemungkinan startup Hectocorn . Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa adalah pasar yang besar. Pengguna smartphone Indonesia juga bertumbuh dengan pesat. Lembaga riset digital marketing Emarketer menyatakan bahwa pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Dengan adanya perkembangan digital, terutama di masa Pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM diperkirakan meningkat dalam rentang 15%-26% selama beberapa bulan terakhir. Seiring dengan tantangan yang makin berat, peluang di era digital juga semakin terbuka dan mudah bagi kita melihatnya sebagai tantangan atau peluang. Meningkatnya permintaan produk-produk kreatif melalui sektor UMKM, perkembangan gaya hidup digital, sampai bonus demografi tahun 2035 menjadi potensi dalam meningkatkan sektor usaha. Pada awal tahun 2019 dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos- Swiss, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengemukan Visi Jepang mengenai Society 5.0. Istilah Society 5.0 muncul pertama kali di Jepang pada tahun 2016, setelah mendapat persetujuan dari kabinet Jepang. Society 5.0 diawali dengan era perburuan (Society 1.0), pertanian (Society 2.0), industri (Society 3.0), dan teknologi informasi (Society 4.0). Society 5.0 menciptakan masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Manusia mempunyai peran di era digital. Sehingga dibutuhkan keseimbangan antara pencapaian ekonomi dan penyelesaian masalah sosial. Society 5.0 dimaksudkan untuk mengantisipasi era Industri 4.0, dimana peran masyarakat dirasakan masih kurang. Melalui Society 5.0, kecerdasan buatan yang memperhatikan sisi kemanusiaan akan mentransformasi jutaan data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan. Tentu saja diharapkan, akan menjadi suatu kearifan baru dalam tatanan bermasyarakat. Tidak dapat dipungkiri, transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Dalam Society 5.0, juga ditekankan perlunya keseimbangan pencapaian ekonomi dengan penyelesaian problem sosial. Sistem yang terhubung di dunia maya merupakan hasil optimal yang telah diperoleh dari adanya Artificial Intelligence dengan penggabungan teknologi Big Data yang bisa menjadi nilai feedback dalam bidang industri maupun society dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Indonesia sendiri merupakan pasar yang potensial bagi ekonomi digital. Besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia dibuktikan melalui nilai USD 27 miliar pada tahun 2018. Angka ini membuat Google optimistis bahwa 10 tahun lagi ekonomi digital Indonesia akan mencapai nilai USD 100 miliar. Lambat laun, faktor yang dapat mendukung perkembangan tersebut adalah pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia. Banyak sekali keuntungan yang akan diperoleh UMKM yang dengan cerdas mampu bertransformasi memanfaatkan digitalisasi , seperti yang kita tahu kondisi saat ini kita harus saling menjaga jarak atau sosial distancing, bertemu tatap muka menjadi aktivitas yang dihindari sebisa mungkin maka suka tidak suka digital adalah jawabannya. lalu kemudian akanterciptanya efisiensi yang semakin memudahkan pelaku UMKM untuk menjalankan usahanya, seperti efisiensi biaya produksi, transportasi, pergudangan, bahkan promosi cukup dilakukan melalui media sosial Facebook, Instagram, dan Twitter, serta lainnya akan tetapi harus dikemas dengan sebaik mungkin.
Pengembangan Strategi Pemasaran Berbasis Media Sosial Senen; Gatut Purwoko; Fadillah
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 7 No. 1 (2025): Abdimas Desember 2025
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada para warga terutama di Kelurahan Pamulang barat bekerja sama dengan para Dosen Universitas Pamulang. Metode kegiatan yang digunakan yaitu tim pelaksana kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengunjungi kelurahan. Tahap berikutnya yaitu tahap pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tahap ini akan diberikan penyuluhan dan pelatihan kepada warga sekitar. Penyuluhan dan pelatihan yang diberikan tentang bagaimana mengelola Pemasaran secara efektif dan efisien. Untuk dapat meningkatkan kualitas pengeloaan dan efisiensi pemasaran. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah bertambahnya keilmuan dan keterampilan masyarakat terutama di Benda Baru, khususnya bagaimana meningkatkan mutu pengelolaan Pemasaran yang efektif dan efisien
KEDUDUKAN LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PERKARA PIDANA KERUGIAN KEUANGAN NEGARA Fadillah
Journal Central Publisher Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i6.673

Abstract

Latar Belakang : Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan instrumen penting dalam pembuktian tindak pidana korupsi, khususnya dalam pembuktian unsur kerugian keuangan negara. Namun, perdebatan muncul terkait kekuatan pembuktian LHP BPK dalam hukum acara pidana, mengingat KUHAP tidak mengatur secara tegas status dokumen audit sebagai alat bukti. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan LHP BPK sebagai alat bukti surat, kekuatan pembuktian yang melekat padanya, keterbatasan LHP BPK dalam perkara pidana, serta peran auditor BPK sebagai ahli dalam memperkuat temuan audit di persidangan. Metode : Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, doktrin, dan putusan pengadilan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa LHP BPK memiliki kekuatan pembuktian yang sah sebagai alat bukti surat, namun sifatnya tidak mengikat hakim. Namun, LHP tidak dapat berdiri sendiri dan wajib didukung oleh alat bukti lain sesuai Pasal 184 KUHAP. LHP BPK tetap memerlukan dukungan alat bukti lain, termasuk keterangan ahli auditor BPK. Kesimpulan : Kedudukan LHP BPK dalam perkara pidana berada pada posisi yang kuat tetapi bukan bukti tunggal yang menentukan.
PENINGKATAN LITERASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI DIGITAL BAGI SISWA/I SMK IPTEL TANGSEL DI ERA DIGITAL MARKETING Adi Martono; Fadillah; Sutandijo
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/j0d13t89

Abstract

Perkembangan digital marketing membuka peluang usaha yang luas bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), namun belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan manajemen keuangan dan akuntansi digital yang memadai. Banyak siswa masih mengandalkan notifikasi marketplace atau dompet digital tanpa pencatatan transaksi yang sistematis, sehingga sulit mengukur kinerja keuangan dan efektivitas promosi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi manajemen keuangan dan akuntansi digital siswa SMK melalui integrasi digital marketing. Kegiatan dilaksanakan di SMK IPTEK Tangerang Selatan dengan melibatkan 69 siswa jurusan Akuntansi menggunakan metode ceramah interaktif, studi kasus, demonstrasi aplikasi pencatatan keuangan, serta diskusi terbimbing. Evaluasi kegiatan mengacu pada Model Evaluasi Kirkpatrick dengan fokus pada level perilaku (behavior). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dalam pencatatan transaksi digital, penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta analisis efektivitas iklan digital menggunakan Return on Investment (ROI). Selain itu, sebagian siswa mulai menerapkan pencatatan keuangan berbasis aplikasi setelah kegiatan, yang menunjukkan adanya perubahan perilaku keuangan. Kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk kompetensi kewirausahaan digital yang akuntabel pada siswa SMK dan perlu didukung dengan pendampingan berkelanjutan.
EDUKASI HUKUM: SOSIALISASI TINDAK PIDANA TERHADAP MARTABAT PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN DALAM UU NO 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA Mumtaz; Ariany, Lisda; Rahayu, Karlina; Handayani, Nuri; Fadillah; Riadi, Teguh; Tri Wibowo, Yuda
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 10 No 03 (2025): Desember: Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v10i03.364

Abstract

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) merupakan tonggak penting dalam pembaruan hukum pidana Indonesia, khususnya terkait ketentuan mengenai tindak pidana terhadap martabat Presiden dan/atau Wakil Presiden. Pasal-pasal tersebut bertujuan memberikan perlindungan hukum terhadap simbol negara, sekaligus menegaskan batasan agar kebebasan berpendapat tetap terjamin. Artikel ini membahas pelaksanaan sosialisasi hukum di Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, sebagai upaya edukasi kepada masyarakat mengenai substansi pasal-pasal tersebut. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pembagian bahan bacaan sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara kritik yang sah dengan tindakan yang dapat dipidana, serta tumbuhnya kesadaran hukum untuk menggunakan hak kebebasan berpendapat secara bijak. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi hukum di tingkat desa guna membangun masyarakat yang sadar hukum, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokratis.
Menyalakan Kembali Nadi Hutan: Revitalisasi Kelompok Tani Hutan untuk Pemberdayaan dan Keberlanjutan Desa Mayanau Kabupaten Balangan Fadillah; Ni'mah; Ramadhan, Muhammad; Al-Huda, Muhammad Hafiz; Amalia, Dinda Fitri; Nazwa, St Azizah; Nabila; Cahyani, Indah; Alifa, Aniq; Zarifa, Nur Amanda; Fauziah, Haya
Hayak Bamara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/hb.v3i2.700

Abstract

Community service in Mayanau Village, Tebing Tinggi Subdistrict, Balangan Regency, was carried out to revitalize the Forest Farmers Group (KTH) as a forum for sustainable forest management. Although Mayanau Village has vast forest potential with leading commodities in the form of non-timber forest products (NTFPs) such as rattan, forest honey, and medicinal plants, the two previous KTHs had become dormant. Weak management capacity, lack of legality, low community participation, and minimal synergy with external actors were the main causes of the institutional dysfunction. In addition, the institutional dysfunction of the Forest Farmers Group (KTH) has resulted in stagnant management of the village's natural resources. To that end, the service team implemented the “Revitalization of the Mayanau Village KTH Institution” program, which includes enabling, empowering, and protecting, using a live-in method for two months. This program was carried out through several activities, namely: 1) Mapping the root causes and potential problems; 2) Community awareness raising; 3) Joint discussions with the Forest Management Unit (KPH); 4) Formation of the KTH; 5) Institutional legalization process; and 6) Capacity building for administrators. The results of the program show the formation of a new KTH with an official structure, increased capacity of administrators, and initial community awareness of the importance of collective forest management. The revitalization program of the Forest Farmers Group (KTH) in Mayanau Village has succeeded in reviving the previously paralyzed institution through an enabling, empowering, and protecting approach. The relationship built with the Balangan Forest Management Unit (KPH) ensured the sustainability of the program through technical assistance and policy access. Through this program, it is believed that institutional strengthening, capacity building, and ecological awareness will become the foundation for the realization of sustainable community-based forest management in Mayanau Village.
EFFECT OF WORK POSTURE ON MUSCULOSKELETAL SYMPTOM AMONG TAILORS IN PALEMBANG Fadillah; Selvi Triani; Rury Tiara Oktariza
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026) In Press
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1592

Abstract

Tailors are one of the professions at risk of experiencing musculoskeletal complaints due to work posture, such as prolonged sitting and repetitive movements. The purpose of this study is to determine the effect of work posture and musculoskeletal complaints among tailors in Palembang. This research employed an observational analytic method with a cross-sectional approach. The sampling technique used in this study was accidental sampling, with a total of 97 participants consisting of 46 males and 51 females. The age distribution included 29.9% aged ≤ 35 years and 70.1% aged > 35 years. The Rapid Entire Body Assessment (REBA) method was used to evaluate work posture risk, while the Nordic Body Map (NBM) questionnaire was used to identify musculoskeletal complaints. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the chi-square test. Based on the REBA calculation, 75.3% of the participants were found to have a moderate risk work posture, and 24.7% had a high-risk work posture. The NBM questionnaire results showed that 78.4% of participants had mild complaints, and 21.6% had moderate complaints. Statistical analysis revealed a significant relationship between work posture and musculoskeletal complaints among tailors in Palembang (p-value 0.002).