Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

POLYGENIC RISK SCORE SEBAGAI PREDIKTOR DIABETES MELLITUS TIPE 2: SYSTEMATIC RIVIEW Ni Ketut Diah Ayu Pramisswari; Ety Apriliana; Selvi Marcellia; Putu Ristyaning Ayu Sangging
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1881

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a multifactorial metabolic disease with a significant genetic contribution. Polygenic risk score (PRS) has been developed to integrate the cumulative effects of multiple genetic variants to improve T2DM risk prediction. This Systematic review aimed to evaluate the role of PRS in predicting T2DM incidence, disease progression, and related complications across different populations. This study was conducted in accordance with the PRISMA guidelines, with a literature search performed using the PubMed database and keywords related to PRS and T2DM. Included studies were observational in design and assessed the association between PRS and T2DM incidence or clinical outcomes. Three main studies with case-control, cross-sectional, and cohort designs were analyzed. The results demonstrated that PRS was significantly associated with increased T2DM risk, disease progression, and metabolic complications such as liver fibrosis, including in the context of organ transplantation. Integration of PRS with traditional clinical risk factors improved predictive performance. PRS has the potential to support precision-based T2DM risk stratification, although further cross-population validation is still required.
Potensi Ekstrak Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb.) sebagai Agen Antimikroba Fathimatuzzahrah; Ety Apriliana; Linda Septiani; Evi Kurniawaty
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1002

Abstract

Pendahuluan: Penyakit infeksi akibat mikroorganisme masih menjadi salah satu penyebab morbiditas dan motalitas tertinggi. Resistensi antimikroba merupakan tantangan global yang mendorong pencarian agen antimikroba baru dari sumber alami. Daun Gambir dikenal mengandung senyawa bioaktif seperti katekin, tanin, fenolik yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkini mengenai potensi ekstrak daun gambir sebagai agen antimikroba. Metode: Kajian dilakukan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis dengan metode PRISMA. Sumber data diperoleh dari basis data Scopus untuk publikasi tahun 2020–2025 menggunakan kata kunci “Uncaria gambir Roxb.”. Dari 117 artikel yang ditemukan, sebelas penelitian memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan PICOS. Pembahasan: Hasil tinjauan sepuluh literature menunjukkan bahwa gambir memiliki aktivitas antimikroba dominan terhadap bakteri Gram positif seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans, Selain itu, gambir juga mampu dijadikan antifungi seperti pada Aspergillus niger dan Aspergillus chevalieri seerta memiliki efek antiviral terhadap HSV-1 Kesimpulan: Uncaria gambir Roxb. memiliki potensi antimikroba yang luas dan konsisten, didukung oleh aktivitas antibakteri, antifungal, antiviral, dan antimikroba berbasis fotodinamik. Senyawa aktif seperti katekin, tanin, dan bis-anthraquinones merupakan komponen kunci yang berperan dalam mekanisme bioaktif tersebut. Standarisasi ekstrak, penentuan dosis efektif, dan uji pra-klinik lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan gambir sebagai agen antimikroba alami.