Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Hukum Terhadap Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat di Kabupaten Kampar Guna Menjaga Keamanan Nasional Ayu Meiranda; Syamsunasir Syamsunasir; Achmed Sukendro; Pujo Widodo
Jurnal Analisis Hukum Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jah.v6i1.4232

Abstract

Provinsi Riau merupakan salah satu penyumbang konflik agraria terbanyak di Indonesia khususnya di Kabupaten Kampar. Konflik agraria di Kabupaten Kampar secara umum disebabkan oleh sengketa atas tanah ulayat masyarakat adat dengan perusahaan pemegang HTI dan HGU. Penyelesaian sengketa lahan atau resolusi konflik atas tanah ulayat masyarakat adat di Kabupaten Kampar dapat ditempuh dengan jalan negosiasi, mediasi ataupun upaya hukum. Pada penelitian ini, akan dilihat sejauh mana efektivitas resolusi konflik sengketa lahan tanah ulayat masyarakat adat di Kabupaten Kampar melalui upaya hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara. Sedangkan untuk menganalisis kasus, peneliti menggunakan teori dan konsep yaitu konsep Hak Tanah Ulayat, konsep masyarakat hukum adat, teori Hukum Adat, dan konsep keamanan nasional. Resolusi konflik atas sengketa lahan tanah ulayat di kabupaten Kampar melalui upaya hukum memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan cara negosiasi dan mediasi. Upaya hukum atas sengketa tanah ulayat di Kabupaten Kampar dapat digunakan sebagai salah satu alternatif resolusi konflik yang melibatkan masyarakat adat demi untuk menjaga keamanan nasional.
Dampak Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit Sebagai Potensi Konflik di Masyarakat Pelalawan Riau Yudi Rusmanto; Syamsunasir; Anang Puji Utama
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5324

Abstract

Abstrak Perkembangan perekonomian Riau tidak lepas dari dua pilar yaitu minyak dan perkebunan kelapa sawit. Dampak ekspansi perkebunan kepala sawit sebagai potensi konflik pada masyarakat di wilayah Riau memiliki karakter tersendiri dimana Provinsi Riau merupakan wilayah yang memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Permintaan lahan untuk ekspansi perkebunan sawit di Provinsi Riau terus meningkat sehingga telah memicu tingginya angka konversi lahan atau hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perkembangan ekspansi perkebunan kelapa sawit di Pelalawan, Riau dan menganalisis dampak dari ekspansi tersebut sebagai potensi konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang memberikan gambaran mengenai kejadian atau situasi. Narasumber utama dalam penelitian ini yakni Pejabat Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan Riau seperti Kepala Kesbangpol Provinsi Riau dan Kapolda Riau. Hasil dari penelitian ini adalah ekspansi perkebunan kelapa sawit bisa berdampak positif pada kondisi peningkatan perekonomian masyarakat dan mempercepat pembangunan suatu wilayah, namun ekspansi perkebunan kelapa sawit yang tidak terkendali juga bisa berdampak negatif sebagai potensi konflik yang dapat memicu konflik kekerasan baik antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan masyarakat maupun antar masyarakat itu sendiri. Pemerintah Pusat berkerjasama dengan Pemerintah Daerah Riau telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir potensi konflik yang ada di wilayah Riau sehingga tidak berubah menjadi konflik kekerasan. Kata Kunci: ekspansi perkebunan kelapa sawit, konflik di masyarakat Riau
SINERGITAS PEMERINTAH DALAM PENANGANAN KONFLIK BATAS WILAYAH ANTARA KABUPATEN LOMBOK BARAT DAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH ayumei ameiranda; Syamsunasir Syamsunasir; Achmed Sukendro; Pujo Widodo
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 1 (2023): IJHESS AUGUST 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i1.559

Abstract

The territorial boundary conflict between West Lombok and Central Lombok districts in West Nusa Tenggara (NTB) province has been going on for several years, with various attempts being made to find an appropriate solution. This study aims to analyze the synergies carried out by the Provincial Government of NTB in handling boundary conflicts. The research method used is a case study with in-depth interviews with informants involved in handling boundary conflicts. The results of the study show that government synergy in resolving boundary conflicts involves the West Lombok Regency Government, Central Lombok Regency Government, community leaders, and other relevant agencies. The synergies carried out include facilitating meetings, strengthening the authority of the Border Dispute Resolution Team so that it has a large and strong capacity, approaching the community, coordinating the central government with local governments regarding border conflicts between Central Lombok and West Lombok Regencies by providing coordination space. The governor acts as the representative of the central government in the province, so that the central government is under the command of the provincial government. The results of this research are the Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1 P/Hum/2023 dated 9 February 2023, in the case submitted by the Regent of Central Lombok as the applicant party and the Minister of Home Affairs as the respondent. It has been decided that Nambung will become part of Central Lombok Regency.
Dynamics of Border Conflict Resolution Between Indonesia-Timor Leste Armita Arvanti; Bayu Setiawan; Syamsunasir Syamsunasir; Pujo Widodo
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 1 (2023): IJHESS AUGUST 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i1.579

Abstract

Border areas are areas that are geographically directly adjacent to other countries. The border area is also one of the strategic areas, where the area that nationally concerns the lives of many people, both in terms of political, economic, social, cultural, and hankam interests. Border conflicts are usually particularly vulnerable if the contested territory has excellent natural and economic resource potential. The purpose of this study is to describe the factors that cause conflict and the urgency of boundary affirmation and describe efforts to resolve boundaries through regulation and non-regulation. The method used is a qualitative method with a type of descriptive approach through literature study. Based on the results of the study, it is understood that the settlement of Indonesia's border with Timor-Leste will be carried out peacefully, without the threat of violence, and with full respect for international law. This article seeks to understand the Indonesia-Timor Leste border dispute from the perspective of international relations. Three strategies can be taken by Indonesia to resolve this dispute, namely military confrontation, the use of formal institutions such as international organizations, and the use of informal institutions namely norms, beliefs, ideas, and values. This article argues that to resolve the dispute between Noel Besi/Citrana and Bijael Sunan/Oben it is not enough to rely on international treaties alone, Indonesia needs to put more emphasis on the importance of understanding the norms, beliefs, ideas, and values of indigenous peoples living in the disputed area. The role of the government in efforts to maintain the integrity of the country's territory through bilateral communication and cooperation can then be utilized by local actors to resolve conflicts and participate in defending the territory.
Implementation of the Disaster Risk Reduction Program in Japan as an Effort for Disaster Risk Reduction in Indonesia Muhammad Afif Al Fayed; Syamsul Maarif; Syamsunasir Syamsunasir; Pujo Widodo; Kusuma Kusuma; Muhammad Ihsan
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 1 (2023): IJHESS AUGUST 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i1.587

Abstract

The natural disasters that occurred in Japan have caused losses both financially and in terms of casualties. Based on data from the Japanese government, the total losses experienced by the country from 1980 to 2010 amounted to US$ 208,230,800. Meanwhile, the number of recorded fatalities was 8,568 people, with an average of 276 fatalities per year due to natural disasters in Japan. This study aims to focus on the development of a disaster information system to reduce disaster risk in Japan which can also be implemented in Indonesia. The research method used in this study is a qualitative approach. In this approach, researchers use descriptive methods to collect data. This approach was chosen because this research was conducted during an Overseas Work Lecture through a Video Conference from Japan on May 30, 2023. The conclusions from this study indicate that the Japanese government has changed its approach to natural disasters and prioritized disaster risk reduction (DRR) programs. They focus on better regional planning, building earthquake-resistant buildings, and raising community awareness. In addition, the disaster management system in Japan involves various government ministries and agencies working together in planning, implementing, and supervising disaster management operations. The Japanese government has a strong commitment to the DRR program and regards investment in disaster risk reduction as an important measure to protect the country's life and economy. Through improving urban planning, strict construction regulations, disaster education, and active community participation, Japan is trying to live side by side with disasters and has strong resilience against these threats.
Prevention of Radicalism and Terrorism in Riau Province to Maintain National Security Yudi Rusmanto; Syamsunasir Syamsunasir; Anang Puji Utama; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 2 (2023): IJHESS OCTOBER 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i2.728

Abstract

Terrorism arises due to radical attitudes that culminate in individuals inspired to commit destructive acts and even kill those who are considered a threat, as a means to commit jihad for him or her. It cannot be denied that the development of terrorist networks in Indonesia has begun to expand to the corners of the region scattered throughout Indonesia. Riau is a region that is also included as one of the targets and hideouts for Indonesian terrorist network perpetrators. This is because Riau is directly adjacent to two countries which have the potential to become an area and target for terrorist operations, as Riau is the entry point for world trade in the region. In the last six years, namely, from 2016 to 2021, there was an act of terrorism in Riau each year, which started with radicalism and then manifested by acts of terror. The method used in this study is a qualitative approach. Data Collection was done through literature studies and direct interviews, which were then analyzed through National Security theory. With the increase in radicalism and acts of terrorism, the Riau government, Riau Police, and TNI namely Korem 031 Wira Bima should have a strategy and synergy to prevent massive radicalism and terrorism in Riau Province, to maintain National Security
Krisis Laut Merah : Implikasi Se Krisis Laut Merah : Implikasi Serangan Houthi terhadap Perdagangan Maritim dan Keamanan Global Nandini, Nandini; Ma'arif, Syamsul; Syamsunasir, Syamsunasir; Widodo, Pujo
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 1 (2024): IJHESS AUGUST 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i1.1135

Abstract

The study explores the impact of the Houthi group's missile and drone attacks on Israeli commercial ships in the Red Sea, focusing on the broader implications for regional stability, maritime and global trade security. The strategic position of the Red Sea as an important trade route connecting the Middle East with Asia and Europe has made it an important area of international attention, especially after the Houthi attacks in November 2023.  The research uses a qualitative approach, analysing data from a variety of sources including academic literature, official reports, and news articles. The findings highlight that the Houthi attacks have caused significant disruptions in maritime trade, with the capacity of container ships in the Red Sea decreasing by 80 percent as ships moved around Africa, resulting in higher costs and longer travel times.  In addition, the attacks have exacerbated regional tensions and required increased military patrols by international forces. The study concludes that the ongoing Houthi aggression poses a serious threat not only to regional stability but also to global trade and security, and calls for coordinated international efforts to mitigate this impact.
Peran Pemerintah Daerah Lombok Barat Terhadap Konflik Sosial Di Desa Mareje Arvianti, Armita; Setiawan, Bayu; Syamsunasir, Syamsunasir; Widodo, Pujo
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.5094

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam mengatasi konflik di desa mareje. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode Focus Group Discusion (FGD) bersama narasumber melalui aplikasi daring. Hasil penelitian menunjukan Konflik yang terjadi di Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan Konflik Sosial bukan Konflik SARA, tidak seperti yang beredar di Media, Pemerintah hadir dalam penanganan konflik di Mareje melalui FORKOPIMDA, FKUB, bersama Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat guna menangani Konflik Sosial yang terjadi dengan membentuk Balai Mediasi. Penanganan Konflik di Mareje mengesampingkan penyelesaian secara Hukum dan diselesaikan melalui pendekatan Adat Istiadat/ Kearifan Lokal Beberapa langkah mitigas dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik lanjutan. Pemerintah mengumpulkan media massa untuk mengklarifikasi konflik yang terjadi bahwa bukan Konflik SARA sehingga mencegah semakin menyebarnya isu ini menjadi isu nasional.
OPTIMALISASI LAYANAN TOKO GAWAI DENGAN MEMPERHATIKAN JUMLAH PEMBELI YANG MENGANTRI PADA JAM SIBUK FRAHISTA, MUHAMAT FRANDIKA M.; ARIANTO, BASUKI; WIJAYANTO, ERWIN; SYAMSUNASIR, SYAMSUNASIR; YULIANTO, DARMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antrian adalah bagian penting dari manajemen operasi antrian,antrian terjadi di sektor manufaktur dan sektor jasa. Antrian adalah orang atau barang yang berada dalam satu barisan yang menunggu untuk dilayani dan kemudian meninggalkan barisan setelah dilayani.penelitian ini berlanjut untuk menganalisis sistem antrian yang diterapkan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan dengan menghitung jumlah rata rata jumlah kedatangan dan jumlah rata rata total waktu orang yang dilayani serta melakukan optimalisasi jumlah layanan yang beroperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model antrian yang digunakan oleh toko Ssg adalah model antrian model Multi channel – Multi Phase dengan menerapkan disiplin antrian yaitu Firs Come – Firs Serve (FCFS). Laju kedatangan pelanggan pada hari sibuk dan jam sibuk adalah 20,69 pelanggan/jam. Model antrian yang sesuai pada loket pelayanan toko gawai adalah model antrian (M / M / 2): (GD//), akan tetapi pihak toko gawai harus mengubah jumlah pelayan pada tahap pengecekan HP yang semula dua orang pelayan menjadi tiga orang pelayan sehingga akan diperoleh rata-rata banyaknya pelanggan dalam antrian sebanyak 0,68 orang atau 1 orang dan rata-rata waktu yang diperlukan pelanggan berada dalam antrian selama 1,97 menit atau sekitar 2 menit. Kata Kunci : Layanan Toko, Sistem Antrian, FCFS, Toko Gawai
DINAMIKA KONFLIK KEAGAMAAN DI MALUKU SERTA UPAYA RESOLUSI MEWUJUDKAN PERDAMAIAN Armita Arvanti; Bayu Setiawan; Syamsunasir Syamsunasir; Pujo Widodo
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5260

Abstract

Konflik Maluku merupakan konflik horizontal yang terjadi penduduk yang beragama Islam dan Kristen. Konflik ini dipicu oleh banyak faktor, seperti ekonomi dan politik yang kemudian dibawa dalam ranah sentimen ras dan agama.. Berbagai upaya penyelesaian sudah dilakukan oleh banyak kalangan, Pemerintah, LSM, Lembaga Adat, dan gerakan akar rumput masyarakat lainya yang terbentuk karena keprihatinan akan konflik yang berkepanjangan. Dalam penulisan ini, penelitian kualitatif ialah bentuk penulisan yang digunakan dengan menggambarkan serta menjelaskan dengan jelas tentang dinamika dan resolusi konflik. Konflik di Maluku sering digambarkan sebagai permusuhan lama antara umat Muslim dan Kristen, walaupun keadaannya lebih kompleks. Konflik kekerasan di Maluku yang sebagian besar terkonsentrasi di Ambon. Berbagai upaya telah dilakukan agar konflik ini dapat berakhir, antara lain yang dipimpin oleh pemerintahan pusat dan daerah, petugas keamanan, masyarakat lokal dan kelompok perempuan serta LSM internasional dan lokal. Dua pendekatan utama dalam penanganan konflik di Maluku berasal dari upaya berikut yaitu pendekatan keamanan dan darurat; dan pendekatan pemulihan dan pembangunan. Pemerintah pusat memulai negosiasi damai antara komunitas Muslim dan Kristen yang akhirnya mencapai kesepakatan damai melalui Malino II pada bulan Februari 2002.
Co-Authors A. Dirwan Achmed Sukendro Achmed Sukendro Achmed Sukendro Adi Saputra, Brian Winata Adipraja Soesilo Adriyanto, Agus Ahmad Faisal Alvina Kusuma Andriyani, Erita Anwar Kurniadi Anwar Kurniadi Arif Fikri Fauzan Aris, Tomi Armita Arvanti Armita Arvanti Arvianti, Armita Ayu Meiranda ayumei ameiranda BASUKI ARIANTO Bayu Setiawan Bayu Setiawan Bayu Setiawan BAYU SETIAWAN Bhakti, Dahan Cendikia BUDI SUMARTONO Cendikia Bhakti, Dahan DARMAWAN YULIANTO Dewi Puspaningtyas Faeni Dewi Wahyuni Djati Cipto Kuncoro Dwikatama Erfin Indrawan Ramadhan Erika Merdiana Armono Fadillah, Muhammad Nur Fauzi Bahar Felix Diego Marshelo L. Tobing FRAHISTA, MUHAMAT FRANDIKA M. Frendy Marshal L. Tobing HARI MOEKTIWIBOWO Herlina Juni Risma Saragih Herni Pujiati Hidayat, Nur Arief I Dewa Ketut Kerta Widana I Dewa Ketut Kertawidana I.D.K Kerta Widana Indra Siswanti Irena Rahmawati Irena Rahmawati Jamilah, Rizqiyana Hurun Junaedi Junaedi Kabul Swastadi, Petrus Kerta Widana Kurniadi, Anwar Kurniawan Kusuma Kusuma Kusuma Kusumastuti, Shinta Lionil Radityo Luxni Maulana Luxni Maulana Ma'arif, Syamsul Mahbubi . Maulana, Luxni Maulana, Nurzen Mir’atul Azizah Mochamad Rizki Sadikin Mohamad Fahmi Mohamad Fahmi Muhamad Aim Muhammad Afif Al Fayed Muhammad Afif Al Fayed Muhammad Ihsan Murwijaya, Indiramukti Nandini Nandini Nandini, Nandini Nini Aryanti Noerlina Anggraeni Nurwulansari Nurwulansari Panji Suwarno Pratama, Alif Hanugrah Insan Nanda Pujo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo, Pujo Putra, Dimas Raka Kurniawan Rachmat Setiawibawa Ridwan Rio khoirudin Apriyadi Rizky Budi Prasetya Sulton Rusydi, Thoriqul Samto Hadi Sri Widodo Subiyanto, Adi Sugeng Yulianto Sungkono . Suroso Suwarno, Panji Syamsul Maarif Syamsul Maarif tedja Theresia Oktavia Sadpung Tia Dikatama Tsania Tomi Aris Utama, Anang Puji W.TEDJA BHIRAWA Wahyu Kurniawan WIJAYANTO, ERWIN Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo, Wilopo Yasmin Yasmin Yohanes Ferry Cahaya Yosepha, Sri Yanthy Yudi Rusmanto Yudi Rusmanto Yulianto, David