Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : KEMBARA

Konstruksi argumentasi putusan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli No. 07/Pid.B/2013/PN-GS: Kajian linguistik forensik Subuki, Makyun; Nuryani; Sholeha, Monita; Hudaa, Syihaabul; Hariyanto, Bambang
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.24279

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang masih memberlakukan pidana mati sebagai bentuk hukuman. Hal itu direalisasikan dalam banyak perkara pidana yang divonis dengan hukuman mati melalui putusan pengadilan. Sebagai sebuah teks, putusan pengadilan dengan vonis hukuman mati sejatinya adalah praktik penggunaan bahasa sebagaimana teks pada umumnya yang bersifat terbuka untuk dianalisis secara linguistik. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi argumentasi putusan pengadilan terkait pidana mati sebagai sebuah teks argumentasi, dengan seluruh pertimbangan hukum menjadi dasar bagi diktum. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan menggunakan pendekatan linguistik forensik.  Data yang dianalisis dalam tulisan ini adalah Putusan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli No. 07/Pd.B/2013/PN-GS. Hasil penelitian ini meliputi beberapa hal. Pertama, majelis hakim menggunakan kesaksian dari KBP dan SBM yang memiliki tingkat keterlibatan (focalisation) dan tingkat pengetahuan (empathy) yang lebih rendah dari daripada kesaksian YT dan pengakuan RH. Kedua, majelis hakim mengabaikan kesaksian YT dan pengakuan RH mengenai kondisi sebelum dan saat pembunuhan terjadi yang menunjukkan suatu keadaan di mana YT dan RH tidak mengetahui rencana J, RH mendapat ancaman dari dan di bawah kendali J, dan RH melakukan pembunuhan tersebut di bawah ancaman J. Dengan demikain, dapat disimpulkan bahwa karena adanya kriteria “sah dan meyakinkan” dan “berencana dan bersama-sama” tidak dapat terpenuhi secara argumentatif, maka klaim patut dijatuhi pidana mati dapat dikatakan buruk dari sudut pandang teori argumentasi.
Co-Authors Adha Azaria, Dirda Agung Suharto Agustina Ahmad Abdul Qiso Alhadi Arka Almujahid Alqadri, Bagdawansyah An Nur, Muhammad Jabal Anggelia Dwi Agustin Anjelia Ratu Oasis Ardani, Riska Novia Ashabul Kahfi, Muhammad Bambang Hariyanto Bawalom, Agum Juanarzah Cittra Juniarni Dea Ananda Dwi Noviani Dzikri, Ananda Erwin Gunawan Firdausi Ramadhani, Firdausi Hajairin Hatta, Herman Heni Wahyuni Hera Nazwa Putri Herlina Usman Hilmin Hudaa, Syihaabul Idu, Cicirosnita J. Iftitah Wira Sarwa Iis Mutmaisah ILHAM Indah Purwandari, Ratri Indra Adiyansyah Irzam Ismi Nur Faizah Jeanita Fasya Melivia Jihan Mutia Kartikasari Kasman, Suf Khalisah Rahmadiyana Khoiriyyah Khoirunnisa, Naya Nurlaila Kojin Laeliyah Kodriatul Fadillah Laila, Nur Rizka Lailan Khadijah Lastri Mei Winarni Lestrai, Nadila Ristri Puji Lulu Eka Nanda Mahmudi, Muh. Alpan Rasyid Maknun Qolbiani Makyun Subuki Meilinda Anisa Dewi Mella Sari Dwi Astuti Miftachul indriani Mochamad Ziyad Zulkarnaen Mohamad Jalal Hambali Monita Sholeha Muh. Haris Zubaidillah Muyasaroh Nelita Indah Islami Neni Alfidah Nor Azidah Nor Khairiyah Noviani, Dwi Nuraini, Sinta Nuril Pitriyati Nurlia Hanum Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan Nurul Aspia Paizaluddin Rahman, Saifur Ramadhania, Fajria Laila Resi Ratna Suminar Rohani, Tri Sahira, Emilia Sandalayuk, Marselia Santosa Septika Yani Veronica SITI LATIFAH Sri Elyani Susanti, Hera Suwignyo Syawalia, Ely Tri Meiningsih Utami, Aulia Asri Yeni Marthalena Yuniarti, Dwi Yuniza Mulditasari Yusuf, Nirmala Zakhira, Dina