Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN GAMES MONOPOLY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMP NEGERI 23 MATARAM NOVITA, RISKA; ISMAIL, M.; KURNIAWANSYAH, EDY; ZUBAIR, MUH
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i3.3312

Abstract

This study aims to assess the impact of implementing the Make A Match learning model based on Games Monopoly on student learning achievement in the Pancasila and Civic Education (PPKn) subjects at SMP Negeri 23 Mataram. This research uses a quantitative approach with a Nonequivalent Control Group Design which involves an equivalent control group. Class VIII was chosen as the population, where class VIII-A was used as the experimental group which applied the Make A Match learning model, while class VIII-B was the control group. The research sample was taken using the purposive random sampling method. Data was collected through a multiple choice test consisting of 17 questions which served to ensure validity, reliability, level of difficulty and distinguishing power. Data processing uses swimmer tests such as normality and homogeneity tests. The results of the swimmer's test were used in hypothesis testing using the Levene's t-test for equality of variances. The results show that the sig (2-taled) value is 0.002<0.05. This shows that the application of the Make A Match learning model based on Games Monopoly has a significant influence on the learning outcomes of class VIII students in Civics subjects at SMP Negeri 23 Mataram. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menilai dampak  dari penerapan model pembelajaran Make A Match dengan basis Games Monopoly terhadap pencapaian belajar siswa di mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMP Negeri 23 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan kelompok kontrol yang setara. Kelas VIII dipilih sebagai populasi, di mana kelas VIII-A digunakan sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Make A Match, sedangkan kelas VIII-B menjadi kelompok kontrol. Sampel penelitian diambil dengan metode purposive random sampling. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang terdiri dari 17 butir soal yang telah diverifikasi untuk memastikan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Pengolahan data menggunakan uji prasyarat seperti uji normalitas dan homogenitas. Hasul uji prasyarat tersebut digunakan dalam uji hipotesis dengan menggunakan uji-t levene’s test for equality of variances. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai sig (2-taled) sebesar 0,002<0.05. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Make A Match berbasis games monopoly memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VIII dalam mata pelajaran PPKn di SMP Negeri 23 Mataram.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAH THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII-B PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMPN 2 DONGGO LESI, OKTAVIANA; RISPAWATI, RISPAWATI; KURNIAWANSYAH, EDY; ISMAIL, M.
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i3.3313

Abstract

This research aims to improve PPKn learning outcomes for students in Grade VIII-B at SMPN 2 Donggo through the implementation of Think Pair Share learning model. This research utilizes classroom action research with data collection techniques using multiple choice tests and observation. Data analysis techniques by determining individual completeness, average score, and classical completeness. The research results showed that PPKn learning outcomes increased compared to the initial conditions (initial ability test). Cycle I classical completeness was 61.5%, Cycle II was 80%, and Cycle III was 92% of the previously determined 90% classical completeness. Thus, PPKn learning outcomes at SMPN 2 Donggo in Grade VIII-B have increased through the implementation of Think Pair Share learning model. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas VIII-B di SMPN 2 Donggo dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda dan observasi. Teknik analisis data dengan menentukan ketuntasan individu, nilai rata-rata, dan ketuntasan klasik. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasil belajar PPKn dari kondisi awal (tes kemampuan awal), siklus I ketuntasan klasik 61,5%, siklus II 80%, dan siklus III 92% dari 90% ketuntasan klasik yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, hasil belajar PPKn di SMPN 2 Donggo pada kelas VIII-B mengalami peningkatan dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share.
STRATEGI SEKOLAH MENGATASI PELANGGARAN TATA TERTIB SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SMAN 2 NARMADA JANNAH, SITI AISATUN; ZUBAIR, MUH.; KURNIAWANSYAH, EDY; MUSTARI , MOHAMMAD
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i3.3315

Abstract

School rules are an important part of the discipline component that students must obey. Violation of school discipline is a deviant behavior committed by students that is not in accordance with existing regulations. This study aims to determine the school's strategy to overcome violations of school rules in shaping the disciplinary character of students at SMAN 2 Narmada and the obstacles faced by schools to overcome violations of school rules in shaping the disciplinary character of students at SMAN 2 Narmada. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. Data collection was done by interview, observation, and documentation techniques. The results showed that the school's strategy to overcome violations of school rules in shaping the disciplinary character of students at SMAN 2 Narmada are (a) Preventive strategy: socializing to students, habituation, and activating extracurricular activities, (b) Repressive strategy: giving advice, giving sanctions/punishments and conducting supervision, (c) Curative strategy: coaching to students and summoning parents. As for the character of student discipline, namely (1) Internal factors, namely within students and facilities and infrastructure (2) External factors, namely the family environment, playmates and the living environment. ABSTRAKTata tertib sekolah merupakan bagian penting dari komponen disiplin yang wajib dipatuhi oleh siswa. Pelanggaran tata tertib sekolah merupakan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siwa tidak sesuai dengan atruran yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi sekolah mengatasi pelanggaran tata tertib sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMAN 2 Narmada dan kendala yang dihadapi sekolah mengatasi pelanggaran tata tertib sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMAN 2 Narmada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sekolah mengatasi pelanggaran tata tertib sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMAN 2 Narmada yakni (a) Strategi preventif: melakukan sosialisasi kepada siswa, pembiasaan, dan mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler, (b) Strategi represif: memberikan nasehat, pemberian sanksi/hukuman dan melakukan pengawasan, (c) Strategi kuratif: pembinaan kepada siswa dan pemanggilan orang tua. Adapun karakter disiplin siswa yakni (1) Faktor internal yaitu dalam diri siswa dan sarana dan prasarana (2) Faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga, teman bermain dan lingkungan tempat tinggal.
UPAYA GURU PPKn DALAM PENGUATAN KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SMPN 3 MATARAM APRIYANTI, WATUL ARDINA; YULIATIN, YULIATIN; HADI, SAMSUL; KURNIAWANSYAH, EDY
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i3.3391

Abstract

Strengthening Character Education (PPK) is crucial in facing the current global changes and developments. The existence of PPK can address various challenges encountered in the education sector. One of the key aspects reinforced in character education is discipline. Therefore, this research aims to identify the steps taken by Civics teachers to strengthen the discipline character of students at SMPN 3 Mataram. The study was conducted at SMPN 3 Mataram using a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation. The results indicate that the efforts made by Civics teachers to enhance the discipline character of students at SMPN 3 Mataram include (a) Teaching Modules: Integrating discipline for independent learning, (b) Introduction: Preparing students with prayers and rules, (c) Learning Models: A structured approach focused on responsibility, (d) Learning Media: Relevant for understanding discipline character, (e) Closing: Delivering moral messages and evaluations, (f) Attitude Assessment: Observations to foster discipline, (g) Teacher Role Models: Teacher discipline serves as an example for students. Factors influencing the efforts of Civics teachers include: (1) Internal Factors: (a) Teacher Competence: A highly competent teacher can serve as a role model for students, (b) Learning Readiness: Teachers must continuously update their knowledge and adapt, (c) Personal Discipline: The teacher's disciplined attitude supports students' discipline character; (2) External Factors: (a) Regular school policies and collaboration are essential for shaping student discipline, (b) The Role of Students: Active participation from students and positive interactions with teachers are key in supporting discipline, (c) School Rules: Student discipline improves through adherence to and enforcement of rules. ABSTRAKPenguatan Pendidikan Karakter (PPK) sangat penting dalam menghadapi perubahan dan perkembangan global saat ini. Keberadaan PPK mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Salah satu aspek yang diperkuat dalam pendidikan karakter adalah disiplin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang diambil oleh guru PPKn dalam memperkuat karakter disiplin siswa di SMPN 3 Mataram. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 3 Mataram dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru PPKn dalam memperkuat karakter disiplin siswa di SMPN 3 Mataram meliputi (a) Modul Ajar: Mengintegrasikan disiplin untuk belajar mandiri, (b) Pendahuluan: Mempersiapkan siswa dengan doa dan aturan, (c) Model Pembelajaran: Pendekatan terstruktur fokus pada tanggung jawab, (d) Media Pembelajaran: Relevan untuk memahami karakter disiplin, (e) Penutup: Menyampaikan pesan moral dan evaluasi, (f) Penilaian Sikap: Observasi untuk membina disiplin, (g) Teladan Guru: Disiplin guru menjadi contoh bagi siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya guru PPKn antara lain: (1) Faktor Internal: (a) Kompetensi Guru: Seorang guru yang memiliki kompetensi tinggi dapat menjadi teladan bagi siswa (b) Kesiapan Belajar: Guru harus terus memperbarui pengetahuan dan beradaptasi (c) Disiplin Pribadi: Sikap disiplin guru mendukung karakter disiplin siswa, (2) Faktor Eksternal: (a) Kebijakan sekolah yang teratur dan kolaborasi penting untuk membentuk disiplin siswa, (b) Peran Peserta Didik: Peran aktif siswa dan interaksi positif dengan guru kunci dalam mendukung disiplin, (c) Aturan Sekolah: Kedisiplinan siswa meningkat lewat kepatuhan dan penegakan aturan.
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Materi Norma Bagi Guru PPKn SMP di Kabupaten Lombok Utara Yuliatin, Yuliatin; Rispawati, Rispawati; Haslan, Muhammad Mabrur; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i2.5781

Abstract

Bahan ajar pada hakikatnya merupakan bahan/materi yang disiapkan oleh guru untuk kebutuhan pelaksanaan pembelajaran guna membangtu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki kemampuan dalam menyusun berbagai jenis bahan ajar, yang tidak sekedar beorientasi pada upaya membangun pengetahuan, melainkan pencapaian seluruh aspek tujuan pembelajaran, baik aspek sikap seperitual, sikap sosial, pengetahuan, dan juga keterampilan. Tekait hal tersebut guru PPKn SMP di Kabupaten Lombok Utara masih mengalami kesulitan. Bahan ajar yang disusun, khususnya terkait norma, lebih berorientasi pada penguasaan konsep, kurang memperhatikan aspek sikap dan keterampilan sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna dalam menyiapkan siswa sebagai warga masyarakat yang menghargai dan mentaati norma. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian sangat penting dan mendesak dilakukan dengan tujuan agar guru PPKn SMP di Kabupaten Lombok Utara dapat mengembangkan bahan ajar materi norma yang tidak sekedar membangun pengetahuan namun memberi dampak pada pembentukan sikap dan perilaku. Luaran kegiatan pengabdian ini meliputi luaran wajib dan luaran tambahan. Luaran wajib yaitu artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional ber-ISSN. Luaran tambahan yaitu pernyataan pemanfaatan hasil pengabdian oleh mitra. Pendekatan/metode yang diguanakan adalah pelatihan dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi dan diskusi (2) pendampingan, (3) evaluasi. Hasil pengabdian adalah tersusunya bahan ajar materi norma, meliputi: (1) modul ajar, (2) materi ajar, (3) LKPD, dan (4) media PowerPoint yang sesuai dengan kebutuhan pencapaian tujuan pembelajaran.
Penggunaan Aplikasi Kahoot Sebagai Media Pembelajaran PPKn Berbasis Teknologi (Pendampingan Pada Guru PPKn di SMPN 16 Mataram ) Rispawati, Rispawati; Haslan, Muhammad Mabrur; Kurniawansyah, Edy; Yuliatin, Yuliatin
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i2.5808

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali aspek Pendidikan. Dalam hal ini, guru ditutut memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi sebagai media dalam pembelajaran. Salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan guru sebagai media pembelajaran adalah aplikasi Kahoot. Aplikasi ini dapat menjadi pilihan media berbasis teknologi yang menarik karena dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun demikian di sisi lain, tidak semua guru PPKn memiliki kemampuan dalam menggunakan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran PPKn, termasuk di dalamnya adalah guru PPKn di SMPN 16 Mataram. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan sangatlah penting dan bermanfaat, yaitu dapat meningkatkan kemampuan guru PPKn di SMPN 16 Mataram dalam menggunakan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran berbasis teknologi. Luaran kegiatan pengabdian ini terdiri dari luaran wajib dan luaran tambahan. Luaran wajib yaitu artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional ber-ISSN, mengikuti seminar Pepadu yang diselenggarakan oleh LPPM. Luaran tambahan yaitu peryataan pemanfaatan hasil pengabdian oleh mitra. Pendekatan/metode yang diguanakan adalah pendampingan dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi dan diskusi (2) pendampingan, (3) evaluasi. Hasil pelaksanaan pengabdian adalah: (1) terkontruksinya pemahaman khalayak sasaran tentang konsep, Aplikasi Kahoot, manfaat Aplikasi Kahoot dalam pembelajaran, peralatan yang harus disediakan, serta langkah-langkah pemanfataan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran, (2) tersusunnya produk media pembelajaran PPKn SMP Kelas VII materi norma dengan menggunakan aplikasi Kahoot.
Sosialisasi Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di SMPN 4 Satap Batulanteh Sumbawa Rispawati, Rispawati; Mustari, Mohamad; Yuliatin, Yuliatin; Hadi, M. Samsul; Noviana, Hassa; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/0btmtf82

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan kondisi perkembangan yang luar biasa salah satunya adalah program literasi dan numeras yang diluncurkan oleh kemendikbudristek melalui kegiatan kampus mengajar. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan Numerasi adalah kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan dan simbol dalam matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. dengan karakteristik peserta didik abad 21 dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN SATAP Batulanteh Sumbawa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan baik dan telah terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kegiatan sosialiasasi ini diikuti oleh guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. Hal ini ditandai dengan guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa sudah memahami dan mengerti tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kemudian guru-guru tersebut membuat program yang dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswas, program tersebut seperti gerakan membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran pada setiap mata pelajaran sudah dilaksanakan oleh guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa dengan baik. Selain itu, hasil yang lainnya pada ini kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta serta komitmen kuat dari kepala sekolah dan guru untuk mengimplementasikan program-program yang telah dirumuskan khususnya yang berkhubungan dengan literasi dan numerasi siswa.
Analysis of the Implementation of Adaptive School-Based Management in the Independent Curriculum in West Lombok High Schools Mustari, Mohamad; Zubair, Muhammad; Kurniawansyah, Edy; Sumardi, Lalu
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2024): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i1.10819

Abstract

This study aims to analyze the implementation of adaptive School Based Management with an independent curriculum in the Schools Mobilizer Program (SMP) education unit. The research employed a descriptive method with a qualitative approach. The research location, namely, 3 high schools implementing the Schools Mobilizer Program (SMP) in West Lombok. The respondents were school principals by were given instruments focused on implementing the Independent Curriculum, SBM, and supporting stakeholders and the obstacles they face. The data sources for this research were secondary data and observation, with the data analysis technique used as qualitative descriptive analysis. The results of this research showed that SBM was still very relevant to the demands of the times and the needs of society, because SBM provides broad autonomy to schools to involve the community to take part in determining school policies. Schools were given independence in managing human resources and financial resources by allocating them according to needs and priorities according to the school's strategic plan and operational plan, as well as developing organizational cultural values based on local wisdom to encourage community participation in order to grow and develop organizational culture and quality culture and form students who have character through the application of the noble values of the community where the school was located in accordance with the independent learning platform.
TRANSFORMASI HASIL BELAJAR PPKN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STADIZALL Ramadhani, Tia; Herianto, Edy; Kurniawansyah, Edy
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.24716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran STADIZALL sebagai strategi inovatif di era Revolusi Industri 5.0. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih dengan purposive sampling, yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang telah melalui uji validitas, reliabilitas, daya beda, serta tingkat kesukaran. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat, meliputi uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan homogenitas (Levene’s test), kemudian dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan Independent T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 0,05 dengan rata-rata N-Gain kelas eksperimen (0,723) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (0,483). Temuan ini mengindikasikan bahwa model STADIZALL mampu mentransformasi hasil belajar siswa secara signifikan dengan meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Penerapan Model Pembelajaran Number Head Together dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VII C di SMPN 7 Mataram Aditya Saputra, Muhammad; Sumardi, Lalu; Kurniawansyah, Edy
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran Number Head Together dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas VII C di SMPN 7 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta Angket, dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII C di SMPN 7 Mataram. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang jelas pada penerapan model Number Head Together dan keaktifan belajar siswa di setiap siklus. Pada Siklus I, penerapan model mencapai 75% dengan keaktifan belajar sebesar 43%. Siklus II menunjukkan peningkatan, dengan penerapan model 83% dan keaktifan belajar 66%. Selanjutnya, pada Siklus III, penerapan model meningkat menjadi 91% dan keaktifan belajar siswa menjadi 82%. Terakhir, pada Siklus IV, penerapan model mencapai 100% dengan aktivitas belajar siswa meningkat hingga 93%. Hasil ini membuktikan bahwa model Number Head Together efektif dalam meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa. Oleh karena itu, model ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan partisipatif.
Co-Authors Aditya Saputra, Muhammad Adnin, Olyvia Agit Mirsya, M. Ahmad Fauzan Ainun, Muhammad Akbar, Risda Abad AL-QADRI, BAGDAWANSYAH Alambana, Bondan Muhammad Alqadri, Bagdawansyah Alqadri, Baqdawansyah Amanda, Baiq Citra Yuliantika Amrullah, Muh. Khozin Arif ANDINI, FIRDA APRIYANTI, WATUL ARDINA Arwita, Arwita Aulia, Annisa Aulya Wardani, Winda Azhari, Nabila Fatya Baihi, Baihi Basariah Basariah Basariah, Basariah Cahyani, Mega Dina Aulia diyat, baiq radya DZULHAKIM, DANU Edy Herianto Fitri, Raudatul Fitriani Fitriani Hadi, M. Samsul Haerunnisa, Siti Harianto, Edy Haslan, M. Mabrur Haslan, Muhammad Mabrur Hayati, Komala Mala Hidayat, Moh. Dimaz Prasetia Hidayat, Rullian Hudori, Ahmad Ismail Ismail Ismail, M ISNAINI, LISA SHOPIA Izzati, Nurul Jaelani, Zul Fiya Ayunia JANNAH, SITI AISATUN Jauhari, M Khairul Hafiz Jumrawati Kisnawati, Kisnawati kisnawatii, Kisnawati Laili, Manzilul Lesi, Oktaviana Liastamin, Anwar M. Ismail Maerani, Ahadiatun Misnawati Misnawati Mohammad Mustari, Mohammad Muhammad Zubair Munawwaroh, Wafiq Azizatun MUSTARI , MOHAMMAD Mustari, Mohamad Musyawwir, Abal Wahid Mutmainnah, Neneng Muzilawati, Muzilawati Ningsih, Ika Juwita Noviana, Hassa Novita, Riska NOVITASARI Nurhidayah, Cinta Nurmaizura, Dila Nurmayanti, Ayu Nurul, Nurul Istiqomah Nurwadahnia, Nurwadahnia Pandapotan Simaremare, Tohap Prihartini Prihartini Ramadhani, Tia Ramdhani, Rian Novia Ramlah Ramlah Riskika, Huda Rispawati, Rispawati Rizki, Beni Safitri, Ely Aulia Sahrul, Adhi Sakban Samsul Hadi Saputri, Nurmala Sawaludin, Sawaludin Sugeng Santoso Suhardiman, Arif Sumardi, Lalu Sumitro Suriyaningsih, Liza Lilik Ul Mizan, Wilandha Yasmin Ulfatunnisah, Ulfatunnisah Wibawa, Indah Safitri Yuliatin Yuliatin yuliatin Zubair, M Zubair, Muh Zubair, Muh.