Claim Missing Document
Check
Articles

Eksistensi Perkawinan Adat di Tengah Pengaruh Hukum Nasional: Studi Perbandingan di Beberapa Daerah Indonesia Wiwit Juliana Sari; Yeti Kurniati; Eko Susanto Tejo
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 2 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i2.3304

Abstract

Hukum perkawinan adat di Indonesia masih memiliki eksistensi yang signifikan, meskipun berada di bawah tekanan unifikasi hukum nasional melalui Undang-Undang Perkawinan. Ketegangan antara hukum adat yang bersifat lokal dan fleksibel dengan hukum nasional yang lebih universal menciptakan dinamika yang kompleks, terutama dalam konteks adaptasi dan resistensi masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif-empiris, di mana data sekunder diperoleh melalui studi literatur peraturan perundang-undangan dan penelitian terdahulu, sementara data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaku hukum adat dan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum perkawinan adat tetap dipertahankan oleh masyarakat adat, terutama di Bali, Sumatera Barat, dan Kalimantan, meskipun di beberapa aspek terdapat penyesuaian terhadap aturan hukum nasional, seperti dalam pencatatan perkawinan dan perlindungan hak-hak perempuan. Di sisi lain, ditemukan adanya resistensi di beberapa daerah ketika hukum nasional dianggap bertentangan dengan norma adat yang sudah lama berlaku. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan hukum yang lebih inklusif dan responsif terhadap pluralisme hukum di Indonesia, yang dapat mengakomodasi keberagaman tradisi lokal tanpa mengorbankan prinsip-prinsip keadilan sosial yang dijamin oleh hukum nasional.
Implications of the Job Creation Law for the Protection of Labor Rights in Indonesia Yeti Kurniati
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 20 No. 1 (2021): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v20i1.3339

Abstract

The Job Creation Law is one of the structural reform policies that have been implemented by the Indonesian government with the aim of improving the investment climate and expanding employment opportunities. Despite its positive aims, the law has also generated debate and controversy regarding the resulting implications for labor rights. This study aims to analyze the impact that the Job Creation Law has had on the protection of labor rights in Indonesia. This research uses a normative juridical method with a statutory approach. In addition, this research also includes monitoring changes in policies, company practices, and workers' attitudes towards the implementation of the Job Creation Law. The results of the research show that the work copyright law has been rejected by various community clusters with the view that it does not provide adequate benefits and protection for Indonesian workers or laborers. Some of the implications of this law for the protection of workers' rights in Indonesia based on Article 81 chapter IV of the Job Copyright Law which discusses employment are the abolition of several provisions regarding severance pay, ease of entry of foreign workers, abolition of the maximum limit for contract workers, and abolition of the system City/District Minimum Wage. 
Ethics and Professional Discipline Education in Specialist Medical Education Yeti Kurniati; Nelawati Nelawati; Erika Srie Mustika; Rezky Muliamarta; Mikael Irfan Limbong; Muhammad Dwi Yuliandy
Global Education Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.1417

Abstract

Healthcare services are inherently fraught with potential ethical dilemmas and violations of professional discipline, particularly in medical practice involving resident physicians. Resident physicians, while still in their education, perform medical procedures and have ethical and professional responsibilities to patients, colleagues, and institutions. This study aims to examine the regulation of professional ethics for resident physicians based on the Indonesian Code of Medical Ethics (KODEKI) and Minister of Health Regulation Number 3 of 2025, and to analyze the mechanisms for resolving violations of the code of ethics for resident physicians based on these two instruments. The research method used is normative legal research with a statutory and conceptual approach, through a deductive analysis of primary and secondary legal materials. The results indicate that KODEKI functions as an ethical norm that emphasizes the moral values, professionalism, and integrity of physicians, with an enforcement mechanism through the Medical Ethics Honorary Council (MKEK). Meanwhile, Minister of Health Regulation Number 3 of 2025 is an administrative norm that regulates the enforcement of professional discipline through the Professional Discipline Council (MDP) with structured administrative sanctions. Therefore, a comprehensive understanding and consistent implementation are necessary to ensure that the enforcement of professional ethics and discipline for resident physicians is fair, proportional, and in line with the principles of medical education and patient safety.
Etika Profesi Tenaga Kesehatan dalam Perspektif Hukum Nanik Widihastuti; Rano Budi; Ajat Sudrajat; Roy Apon; Yeti Kurniati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika profesi tenaga kesehatan dalam perspektif hukum, khususnya terkait pelaksanaan tugas profesional, bentuk pelindungan hukum, serta konsekuensi atas pelanggaran etik dan disiplin profesi. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, peraturan pelaksana, kode etik profesi, serta literatur hukum dan etika kesehatan yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika profesi kesehatan merupakan pedoman moral yang mengikat setiap tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan berlandaskan prinsip otonomi, beneficence, non-maleficence, dan justice, serta menjunjung tinggi kerahasiaan, kejujuran, integritas, dan loyalitas profesional. Dalam perspektif hukum, tenaga kesehatan memperoleh pelindungan sepanjang melaksanakan tugas sesuai standar profesi, standar pelayanan, standar prosedur operasional, dan kode etik. Pelanggaran etik tidak selalu identik dengan pelanggaran hukum, namun keduanya memiliki mekanisme penegakan tersendiri melalui Majelis Kehormatan Etik dan Majelis Disiplin dengan sanksi yang bervariasi mulai dari pembinaan hingga pencabutan izin praktik, bergantung pada tingkat pelanggaran dan dampaknya terhadap pasien, profesi, serta kepentingan umum. Dengan demikian, sinergi antara norma etik dan norma hukum menjadi instrumen penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan, melindungi pasien, serta menjaga martabat dan kepercayaan publik terhadap profesi tenaga kesehatan.
Precarious Work and Legal Protection: Insights into the Implementation of Labor Standards Kurniati, Yeti; Julianasari, Wiwit
Khazanah Hukum Vol. 8 No. 1 (2026): Khazanah Hukum
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kh.v8i1.54249

Abstract

The development of industrial relations in Indonesia demonstrates a structural shift toward the dominance of informal and precarious employment, characterized by fixed-term employment contracts (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/PKWT) and outsourcing arrangements that often weaken legal protection and social security coverage. This study examines the gap between normative labor regulations and the practical implementation of legal protection for precarious workers in Indonesia. Rather than employing an empirical field-based method, the research adopts a qualitative socio-legal doctrinal approach, analyzing primary legal materials, including Law No. 13 of 2003 on Manpower, Law No. 11 of 2020 on Job Creation and its implementing regulations, Constitutional Court decisions, and relevant ministerial regulations as well as secondary legal literature and policy documents. The unit of analysis focuses on the regulation and governance of fixed-term contracts and outsourcing arrangements in the post–Job Creation reform period. The findings reveal three central themes. First, regulatory reforms aimed at increasing labor market flexibility have expanded the scope of fixed-term and outsourced work, thereby intensifying employment insecurity and blurring employment status. Second, although labor standards are formally regulated, substantive protection remains limited due to ambiguities in employment classification and weak enforcement mechanisms. Third, institutional constraints in labor inspection and dispute resolution mechanisms contribute to a predominantly reactive and fragmented enforcement pattern. These dynamics reflect structurally unequal industrial relations, where workers’ bargaining power remains limited and access to effective remedies is uneven. The study concludes that legal protection for precarious workers in Indonesia remains structurally constrained despite formal regulatory guarantees. To enhance effectiveness, the paper recommends strengthening labor inspection institutions, clarifying the legal boundaries of fixed-term and outsourcing arrangements, expanding access to legal aid and collective representation, and rebalancing labor policy to ensure that flexibility does not undermine fundamental labor rights.
Enforcement of the Advocate's Code of Ethics among Fellow Law Enforcers (Catur Wangsa) Yeti Kurniati; Jhon Asron Purba; Rusdi Rusdi; Roni Eka Putra
Journal of Social Research Vol. 5 No. 4 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i4.3096

Abstract

This research examines the enforcement of the Advocate's Code of Ethics among fellow law enforcers in Indonesia, particularly in relation to the interactions between advocates, police officers, prosecutors, and judges within the criminal justice system. The study aims to analyze how violations of the Advocate's Code of Ethics affect the judicial process and to assess the effectiveness of existing enforcement mechanisms. A qualitative normative legal research approach was employed, focusing on secondary legal materials such as legislation, court decisions, and professional ethical guidelines. Data were collected through library research, drawing on legal documents and codes of ethics to examine the relationship between advocates and other law enforcement professionals within the Catur Wangsa framework. The findings indicate that breaches of professional ethics such as contemptuous conduct toward law enforcement officers or undue judicial influence adversely affect the integrity of the legal system. Such violations are subject to sanctions ranging from formal warnings to temporary suspension and, in severe cases, permanent dismissal from the professional organization. The study underscores the need for strengthened enforcement of the Advocate's Code of Ethics to uphold the fairness and transparency of the judicial process. This research offers significant insights into how the legal profession can cultivate greater accountability and mutual respect among law enforcement institutions, thereby contributing to a more equitable legal system in Indonesia.
Penegakan hukum dan upaya pencegahan tindak pidana judi online yang dilakukan pelaku anak oleh Kepolisian Polres Pangandaran dikaitkan dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 2024 tentang informasi dan transaksi elektronik (Studi kasus: Pangandaran) Bayu Syaripudien; Yeti Kurniati; Dani Durahman
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 4 (2025): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i4.1777

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari maraknya keterlibatan anak di bawah umur dalam praktik judi online, yang semestinya menjadi generasi penerus bangsa namun justru terjerumus dalam tindak pidana karena faktor ekonomi dan pengaruh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum dan upaya pencegahan tindak pidana judi online yang dilakukan oleh pelaku anak oleh Kepolisian Resor Pangandaran, dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara, serta penelusuran dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum terhadap pelaku anak telah dilakukan sesuai dengan ketentuan Pasal 45 UU No. 1 Tahun 2024, namun implementasinya belum optimal karena kurangnya pengawasan dan kesadaran orang tua terhadap aktivitas anak di dunia digital. Upaya pencegahan yang dilakukan kepolisian masih terbatas pada penyuluhan di sekolah tanpa melibatkan peran aktif masyarakat luas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pihak kepolisian, lembaga pendidikan, orang tua, dan tokoh masyarakat dalam membangun kesadaran hukum serta literasi digital bagi anak.
Evaluasi implementasi dan implikasi hukum transformasi Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat terhadap pembangunan ekonomi daerah pasca Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan Aep Hendar Cahyad; Yeti Kurniati; Hernawati Hernawati
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 4 (2025): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i4.1790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi dan implikasi hukum perubahan nomenklatur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Dengan menggunakan metode penelitian hukum deskriptif-analitis dan studi kasus di Kabupaten Bandung serta wilayah sekitarnya, penelitian ini menganalisis proses transformasi regulasi, dampaknya terhadap regulasi daerah, dan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, publikasi OJK, LPS, BPS, serta laporan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nomenklatur BPR membawa konsekuensi hukum signifikan, terutama pada kewajiban penyesuaian dokumen hukum, sinkronisasi regulasi daerah, dan peningkatan tata kelola. Secara ekonomi, transformasi ini berpotensi memperkuat peran BPR dalam pembiayaan UMKM dan inklusi keuangan di daerah, meskipun masih terdapat keterbatasan data dan kesiapan kelembagaan di tingkat lokal. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan otoritas keuangan dalam mengawal transformasi BPR agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Penyelesaian sengketa medis antara dokter dan pasien akibat dugaan malpraktik menurut UU No. 17 Tahun 2023 tentang kesehatan Ery Rachma Firsanti; Yeti Kurniati; Hernawati Hernawati
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 4 (2025): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i4.1984

Abstract

Setiap tahun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sekitar 210 kasus dugaan malpraktik medis di Indonesia yang melibatkan dokter umum maupun spesialis. Kasus-kasus tersebut berdampak pada reputasi tenaga medis dan citra rumah sakit, terutama jika berujung pada proses hukum perdata atau pidana. Di Kota Bekasi dan sekitarnya, sejumlah kasus serupa umumnya diselesaikan melalui jalur mediasi, meskipun sebagian berlanjut ke ranah hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis dua kasus persengketaan dugaan malpraktik medis oleh dokter dan perawat di salah satu rumah sakit di Kota Bekasi pada tahun 2024–2025. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode yuridis normatif melalui studi kepustakaan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa terkait tindakan pencabutan gigi oleh dokter spesialis bedah mulut dan pemasangan venflon infus oleh tim medis pada pasien anak diselesaikan secara damai melalui mediasi. Kesepakatan perdamaian tercapai tanpa melanjutkan ke jalur perdata maupun pidana. Proses ini sejalan dengan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menekankan penyelesaian sengketa medis melalui mediasi. Penelitian ini menegaskan bahwa penyelesaian nonlitigasi lebih efektif menjaga hubungan baik antara pasien dan tenaga medis serta mengurangi dampak hukum dan psikologis bagi kedua pihak.
Ethics and Professional Responsibilities of Judges in Carrying Out Duties in Law Enforcement Yeti Kurniati; Yuninda Dwi Kartika; Yoga Gustiadi; Gede Indra Udayana; Andhika Nugraha Bhakti Agung
Rechtsvinding Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.1551

Abstract

The Judicial Code of Ethics serves as the ethical principles of judges, serving as the basis or guideline for every decision-making process in legal cases before them, as law enforcement officers, and in addressing the challenges of legal issues and legal developments. The purpose of this article is to provide the wider public with knowledge and understanding regarding ethics as a guideline and the challenges faced by judges in examining, adjudicating, and deciding legal cases. This article was written using literature and secondary data. The approach used in this research is the statutory approach. Judges are functional and state officials authorized to examine, adjudicate, and decide legal cases fairly and based on the law. Judges are responsible for interpreting and applying applicable law to cases before them and ensuring that justice and truth are achieved. The Judicial Code of Ethics is a written rule or code of conduct that judges must adhere to in carrying out their duties to ensure integrity, fairness, and public trust in the judicial institution. The Code of Ethics for the Judges' Professionalism contains the obligation and requirement to carry out their profession responsibly for the results and impacts of their actions and to refrain from violating the rights of others. The Code of Ethics is not law, but rather a norm that serves as a benchmark for legal professionals in upholding the authority of the law with humanity and justice. (Drs. H. Wildan Suyuthi Mustofa, "Judge's Code of Ethics," p. 52, Publisher: Jakarta, Kencana Prenada Media 2013.) The Code of Ethics for Judges is regulated by Joint Decrees of the Chief Justice of the Supreme Court of the Republic of Indonesia and the Chairman of the Judicial Commission of the Republic of Indonesia Number 047/KMA/SKB/IV/2009 and 02/SKB/P.KY/IV/2009 concerning the Code of Ethics and Guidelines for Judges' Conduct. However, in their role as legal advocates, judges often face various ethical dilemmas in making legal decisions. These dilemmas can influence the decision-making process and the final outcome of a case. As a legal advocate, a judge is often faced with various ethical dilemmas in making decisions that ultimately resolve issues. Judges are often faced with situations where the strict application of the law does not always align with the principles of justice. This helps prevent arbitrary action and ensures that the law is applied consistently.
Co-Authors Abda Abda Abdul Rahim Ade Rizki Saputra Aep Hendar Cahyad Aep Suhendi AGUS AGUS Agus Awaludin Ahmad Fatoni Ahmad Nada Kusnendar Ajat Sudrajat Alfie, Dhea Andhika Nugraha Bhakti Agung Andrian Yogaparanatha, Andrian Yogaparanatha Anna Pratiwi Awan Setiawan Azhar, Muhamad Chairul Bayu SHW Bayu Syaripudien Binner Habeahan Bubun Bunyamin Bunyamin, Bubun Cahyadi, David Dainsyah, Dainsyah Dani Durahman Darmajaya, Boyke David Cahyadi David Cahyadi, David Cahyadi Deni Sopiyan Dewi, Dian Amalia Dhanang Widijawan Dhanang Widijawan Dhea Alfie Doni Doni Hanafi, Doni Hanafi Eddy Setiawan, Eddy Setiawan Edy Santoso Edy Santoso, Edy Santoso Eka Priyanto Eko Susanto Tejo Erid Gauri Putra Erika Srie Mustika Ery Firsanti Ery Rachma Firsanti Eti Haryati Fachri Rizky Fadillah Fajar Eryanto Septiawan Faris Fajharika Yusmar Feri irawan Firdaus Arifin, Firdaus Firdaus, Muhammad Raihan Gandana, Aan Tirta Gede Indra Udayana Giovani Anggasta Pratiwi Lambouw Gunati, Mira Hadi Prasetyo Utomo Haikal Mubarak Hana Krisnamurti Harry Rusman HARYATI, ETI Haryono, Tri Agus Haspada, Deny Hassanah, Nurul Hedi Ceril Saedi Hendrayana, Agus Hernawati Hernawati Hernawati Hernawati Hernawati Hernawati RAS Hernawati RAS Hodijatussolihah Hodijatussolihah Ichsan, Anas Putra Ivan Iskandar Jhon Asron Purba Julianasari, Wiwit Juliawati, Kania Kamil Razak Karsa Sitorus, Ruari Prasetia Kumara, Teguh Kushendar, Deden Hadi Kustiara, Imaniar Lambouw, Giovani Anggasta Pratiwi Lidya Nivisa Yusuf M. RIFKI M. Riksa Fritansya Gumilar Maarif, Ihsanul Manurung, Agustinus Mega Rahayu Mijan Mikael Irfan Limbong Miliyandra Mira Gunati Muhammad Dwi Yuliandy Muhammad Fauzan, Muhammad Fauzan Muhammad Raihan Firdaus Muhammad Taufik Hidayah Munandar, Muhammad Akbar Ramadhan Munb, Munib Munggardijaya, Awang Munib Munb Murbani, Anastasia Wahyu Nanik Widihastuti Nelawati Nelawati Nurdiansyah, Lucky Alfian Nursyamsu, M. Rizqi Anshori Panuluh, Nisaa'i Ramilinia Paulana Christian Suryawin Permana, Diki Permana, Yedi Widya Pranadita, Nugraha Prasetia Randiana Priyanto, Eka Putra Pratama Putra, Erid Gauri Rahelia, Rahelia Rahmat, Riris Risnayanti Randiana, Prasetia Rano Budi RAS, Hj. Hernawati Razak, A. Kamil Rezky Muliamarta Ricardo Farida, James Ricky Gunawan, Ricky Riris Risnayanti Rahmat Robi Assadul Bahri Roni Eka Putra Rosidah Rosidah Roy Apon Rusdi Rusdi Ryan Faisal Ryan Gunawan, Ryan Saedi, Hedi Ceril Santoso, Joyo Saputra, Ade Rizki Sari, Lucky Nurlita Sari, Wiwit Juliana Sepriana, Gesta Dwi SHW, Bayu Sidiq, Yudha Permana Siti Anah Kunyanti Siti Handayani Herdiyanti Siti Handayani Herdiyanti Siti Maryati sri dwiyanti Suryawin, Paulana Christian Susanti, Rini Ayu Tejo, Eko Susanto Thariq Muslim Tji Natalia Budiman Tommy Prasetyo Tri Agus Haryono Wahyu Suwardi, Andi Wartawan, W. Wijaya, Dion Untung Wiwit Juliana Sari Wiwit Juliana Sari Wiwit Juliana Sari Yeti Rohayati Yofy Syarkani Yoga Gustiadi Yuliarpan, Pipit Yuninda Dwi Kartika