Claim Missing Document
Check
Articles

Comparison of Composite Quality from PP Plastic with Recycled HDPE Through The Screw Extruder Process Zulnazri, Z; Atmaja, W; Maliki, S; Muarif, A; Noviansyah, F; Ramadhan, C
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.685 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v1i2.123

Abstract

This study examines the composite quality of PP and HDPE plastic waste materials using Microfiber Oil palm empty fruit bunches (OPEFB) as filler, the fiber used is 90 µm. The ratio of matrix: filler used is 60:40 and 70:30 for each type of PP and HDPE polymer. The method used is a melt blending screw extruder, where plastic and fiber materials are dissolved with a compatibilizer and then melt blended in an extruder by providing temperatures of 160 and 170 oC. Tensile tests showed the strength of the PP composite with a filler ratio of 60:40 and 70:30, respectively, of 313.25 N and 336.35 N, while the HDPE composite with a filler ratio of 60:40 and 70:30, respectively are 392.93 N and 187.90 N. The maximum force required to break HDPE composites reaches 21.10 Mpa while for PP composites it reaches 18.56 Mpa. From the morphology of the PP and HDPE composite samples, the overall surface structure of HDPE looks regular with a width from 1 to 13.5 mm. The PP composite shows a uniform and regularly arranged surface structure and the bond between the fibers and the filler looks more compatible but the surface pores are rougher. Heat resistance can be seen from the melting point of PP composites which can reach 163.81oC while HDPE composites only reach 134.21oC.
KAJIAN AWAL EFEK PENGGUNAAN ASAP CAIR DAN KADAR BELERANG TERHADAP MUTU SALEP KULIT SEBAGAI ANTIFUNGI Desriani, Chintiara; Sulhatun, Sulhatun; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9130

Abstract

Asap cair (Bahasa Inggris: wood vinegar, liquid smoke) merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan asap cair tempurung kemiri sebagai antibiotik dan antifungi untuk salep kulit. Metode yang dipakai yaitu metode pengadukan, yang dilakukan dengan cara mencampurkan semua bahan hingga homogen.
Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Waktu Pemasakan Pada Proses Pembuatan Pulp dari Limbah Bonggol Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Mahdayani Sinaga, Citra Puspita; Bahri, Syamsul; Zulnazri, Zulnazri; Ginting, Zainuddin; Dewi, Rozanna; Yani, Firda Tirta
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.14935

Abstract

Pulp adalah serat yang berbentuk bubur kertas yang dipergunakan dalam membuat lembaran kertas. Bahan dasar untuk penelitian ini adalah limbah bonggol jagung manis Zea Mays Saccharata Sturt, yang digunakan untuk menghasilkan pulp. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana persen NaOH dan waktu pemasakan (menit) berdampak pada kualitas produk pulp. Untuk menghasilkan pulp, jumlah selulosa di atas dari 40% sementara jumlah lignin di bawah dari 18%. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menganalisa pengaruh konsentrasi NaOH serta waktu pemasakan. Pada penelitian ini memiliki variabel bebas yaitu konsentrasi NaOH 4%, 6%, dan 8% serta waktu pemasakan 40 menit, 50 menit, 60 menit, 70 menit, dan 80 menit pada proses delignifikasi dengan proses soda. Hasil terbaik dari penelitian ini adalah konsentrasi NaOH 8% dengan waktu pemasakan 80 menit, yaitu 58%, dan kadar lignin terendah adalah 2%. Kadar air bonggol jagung manis (Zea Mays Saccharata Sturt) berkisar antara 2,22% dan 6,08%.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT NANAS MENJADI BIOETANOL DENGAN MENGGUNAKAN RAGI (SACCHAROMYCES CEREVISIAE) Rahmi, Delfi; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Sylvia, Novi; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9796

Abstract

Bioetanol pada dasarnya adalah etanol atau senyawa alkohol yang diperoleh melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme. Pembuatan bioetanol dapat dilakukan terhadap tanaman berpati atau yang mengandung karbohidrat, glukosa dan selulosa. Salah satunya adalah kulit nanas. Penggunaan kulit nanas dapat menambah ragam bahan dasar pembuatan bioetanol yang ekonomis dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat bioetanol dari kulit buah nanas dengan variasi dari penambahan massa Saccharomyces cereviceae dan waktu fermentasi. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, tetapi dengan menggunakan variasi berat urea dan NPK yang berbeda, sedangkan pada penelitian ini mengggunakan variasi berat urea yang berbeda akan tetapi berat NPK yang sama. Metode penelitian menggunakan cara fermentasi dan distilasi dengan variasi waktu fermentasi 3, 6, 9 dan 12 hari. Hasil dari penelitian ini didapatkan yield bioetanol tertinggi 3,398%, densitas bioetanol tertinggi 0,8276 gr/ml, viskositas tertinggi adalah 1,12 cP dan uji gas chromatography (GC) adalah 38,492% pada waktu fermentasi 9 hari.
Pengaruh Konsentrasi Aktivator HCl dan Ukuran Partikel Terhadap Kemampuan Daya Serap Karbon Aktif Dari Ampas Bubuk Kopi Lestari, Juli; Zulnazri, Zulnazri; Nurlaila, Rizka; Faisal, Faisal; Fibarzi, Wiza Ulfa; Fitri, Safira
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15184

Abstract

Jenis aktivator memengaruhi luas permukaan pori dan volume karbon aktif yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, ampas kopi di karbonisasi selama 60 menit pada suhu 500 °C, dan kemudian proses aktivasi kimiawi menggunakan HCl berlangsung selama 48 jam. Dari penelitian sebelumnya maka penelitian ini dilakukan dengan aktivator HCl 0,5 M, 1 M, 1,5 M, dan 2 M digunakan untuk membandingkan tingkat serapan iodium terbaik. Pada sampel ini dilakukan uji kadar air, abu, zat mudah menguap, serapan iodium, dan SEM. Hasilnya menunjukkan kadar air 0,050 hingga 0,735%, kadar abu 0,539 hingga 1,436%, dan kadar zat mudah menguap 0,373 hingga 1,053%. Serapan iodium adalah 548,25 hingga 860,44 mg/g. Hasil uji SEM karbon aktif dengan aktivator asam klorida (HCl) menunjukkan permukaan berwarna gelap. Pada hasil uji SEM, objek yang lebih gelap mewakili kedalaman permukaan objek. Semakin gelap gambar permukaan, maka semakin dalam pula sasarannya, sehingga ketika terdapat sampah, masih ada ruang di pori-pori untuk menyerap lebih banyak sampah.
Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami dari Ekstrak Kulit Buah Manggis Terhadap Laju Korosi Baja ST 41 Elviana, Suci; Ibrahim, Ishak; Muarif, Agam; Zulnazri, Zulnazri; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15200

Abstract

Korosi adalah sebuah proses pengkaratan, korosi sering terjadi pada logam yang mengalami proses penurunan mutu terhadap fungsinya yang disebabkan karena lingkungan yang korosif baik itu berupa udara, air maupun lainnya. Penanganan masalah korosi dapat dilakukan dengan menambahkan inhibitor korosi dari ekstrak kulit buah manggis yang mengandung tanin dan dapat membentuk senyawa komplek dengan besi lll oksida pada permukaan logam. Inhibitor korosi merupakan suatu zat yang jika ditambahkan kedalam suatu lingkungan, dapat menurunkan laju korosi terhadap suatu logam. Pengaruh penambahan inhibitor alami dari ekstrak kulit buah manggis terhadap laju korosi pada baja ST 41 dilakukan pada penelitian di Laboratorium dengan menggunakan metode perendaman. Media korosif yang digunakan dalam penelitian adalah HCl 0,5 M yang telah ditambahkan inhibitor. Perendaman dilakukan dalam interval waktu 6 hari, 9 hari, 12 hari dan 15 hari dengan konsentrasi inhibitor 0,12 gr/ml, 0,14 gr/ml, 0,18 gr/ml, 0,24 gr/ml dan 0,36 gr/ml. Laju korosi dihitung dengan menggunakan metode weight loss, hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan terjadinya korosi sumuran dipermukaan logam, Besarnya laju korosi dinyatakan sebagai besarnya kehilangan berat benda uji per satuan luas permukaan per satuan waktu perendaman. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa laju korosi pada baja karbon rendah dalam lingkungan asam klorida menurun secara signifikan seiring meningkatnya konsentrasi inhibitor dan lamanya waktu perendaman. Penurunan ini terjadi karena adanya pembentukan lapisan pasif protektif pada permukaan plat baja, sehingga melindungi plat baja dari serangan korosi. Laju korosi terendah dan efisiensi inhibisi tertinggi diperoleh pada perendaman 15 hari dengan konsentrasi 0,36 gr/ml yaitu 19,713 mpy dan 57,22%.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT PISANG RAJA MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE DENGAN METODE HIDROLISIS DAN FERMENTASI putri, intan nanda; Zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Dewi, Rozanna; sylvia, novi; Authar, Mhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14942

Abstract

Bioetanol merupakan cairan yang dibuat setelah karbohidrat (pati) difermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme. Karbohidrat ini diekstraksi dari kulit pisang raja. Penelitian diperoleh melalui hidrolisis, distilasi asam klorida. Dalam proses pertama , konsentrasi ragi 5%, 10%, 15% dan waktu fermentasi 3, hingga 9 hari. Dalam proses kedua, konsentrasi ragi 5%, 10%, 15% dengan waktu fermentasi 3 hingga 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield dan densitas tertinggi terjadi pada konsentrasi ragi yang paling tinggi, yaitu pada konsentrasi ragi yang paling tinggi pada konsentrasi ragi 15% dengan waktu fermentasi 9 hari sebesar 5,7873% dan 3,9046 gr/ml, dan kadar bioetanol tertinggi pada konsentrasi ragi 15% dengan waktu fermentasi 9 hari sebesar 3,9046 gr/ml. sebesar 1,5085%. Nilai densitas bioetanol yang diperoleh memenuhi (SNI). Selain itu, uji GC-MS menunjukkan bahwa sampel uji memiliki kandungan senyawa samping serta etanol
PEMBUATAN GLUKOSA DARI AMPAS TEBU DENGAN PROSES HIDROLISIS Pane, Nurul Anisa; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Sulhatun, Sulhatun; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.7955

Abstract

Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat dari campurannya dengan menggunakan pelarut. Hidrolisis adalah reaksi kimia dimana air digunakan untuk memecah ikatan suatu zat tertentu. Adapun komposisi kandungan dari ampas tebu yaitu abu, lignin, pentosan, sari, selulosa, dan SiO2. Proses pengukuran glukosa pada ampas tebu dilakukan dengan metode hidrolisis langsung dan hidrolisis tak langsung menggunakan NaOH 6% dan H2SO4 dengan variasi konsentrasi 0 M, 0,05 M, 0,1 M, 0,2 M dan 0,3 M. Hasil kadar glukosa dari ampas tebu melalui proses hidrolisis langsung dengan konsentrasi H2SO4 0 M didapatkan 0,2%, konsentrasi 0,05 M sebesar 0,8%,  konsentrasi 0,1 M sebesar 1,1%, konsentrasi 0,2 M sebesar 2,2%. dan konsentrasi 0,3 M sebesar 4,2%. Hasil kadar glukosa dari ampas tebu melalui proses hidrolisis tidak langsung dengan konsentrasi H2SO4 0 M didapatkan sebesar 0 %, konsentrasi 0,05 M sebesar 0,4%,  konsentrasi 0,1 M sebesar 1%, konsentrasi 0,2 M sebesar 2%. dan konsentrasi 0,3 M sebesar 3,2%. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa kadar yield selulosa dari ampas tebu hasil proses ekstraksi menggunakan NaOH 6% didapat sebesar 38,84%. Hasil uji FT-IR selulosa dari ampas tebu didapatkan bilangan  gelombang tinggi yaitu didaerah pita 3333cm-1 dan bilangan gelombang rendah yaitu didaerah pita 1028 cm-1. Kadar glukosa tertinggi dihasilkan melalui proses hidrolisis langsung dengan konsentrasi H2SO4 0,3 M yaitu 4,2%. Semakin tinggi konsentrasi H2SO4 yang digunakan maka semakin tinggi pula kadar glukosa yang dihasilkan. 
ANALISA PENGARUH KONSENTRASI DELIGNIFIKASI DENGAN PELARUT ETHANOL PADA GULA REDUKSI DARI KULIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora L.) Ardiansyah, Zul Fadly; Azhari, Azhari; Bahri, Syamsul; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.17353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekspolari potensi kulit kopi robusta sebagai sumber gula reduksi. Kulit kopi, sering dianggap sebagai limbah dalam industry kopi, mengandung beberapa senyawa bioaktif termasuk gula reduksi seperti glukosa dan fruktosa. Proses penghilangan lignin dilakukan dengan proses organosolv menggunakan pelarut ethanol dan proses extraksinya dengan hidrolisa asam menggunakan katalis asam sulfat. uji metode luff shcrool untuk menghitung berapa jumlah gula reduksi yang terkandung di kulit kopi Robusta,Dimana Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya oleh Suryati Dkk, 2021 dengan judul Pembuatan Gula Reduksi Dari Kulit Kopi Arabika Dengan Proses Organosolv Menggunakan Pelarut Ethanol yang membedakan adalah bahan utama kulit kopi. Hasil menunjukkan bahwa kandungan gula tertinggi terdapat pada konsentrasi 40%, waktu delignifikasi 2 jam dengan kadar gula reduksi yang dihasilkan 23,311%. Untuk gula reduksi terendah terdapat padakonsentrasi 20%, 1 jam dengan kadar gula reduksi yang dihasilkan 20,816%. Untuk kadar yield terbesar  terdapat pada konsentrasi 40%  waktu delignifikasi 2 jam dengan kadar yang yield yang dihasilkan sebesar 40,87%. Kadar terendah untuk yield pada percobaan ini pada konsentrasi 20% selama 1 jam dengan kadar yield sebanyak 40,78%. Dari percobaan diatas dapat diketahui makin lama waktu penghilaangan lignin, maka makin besar pula kadar gulanya, hal ini terjadi karna lignin akan tergradasi dan selulosa akan berubah menjadi gula reduksi.ANALISA PENGARUH KONSENTRASI DELIGNIFIKASI DENGAN PELARUT ETHANOL PADA GULA REDUKSI DARI KULIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora L.)
PENGARUH KONSENTRASI NaOH PADA PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM FOIL DAN KALENG BEKAS jannah, raudhatul; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Zulnazri, Zulnazri; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.15038

Abstract

Dalam pengolahan air limbah, tawas digunakan sebagai flokulan karena sangat baik untuk mengendapkan partikel tersuspensi baik koloid maupun suspensi. Sebaliknya, tawas juga bermanfaat saat digunakan untuk menjernihkan air dan menjaga makanan tetap segar. Sebelumnya, penelitian ini telah menggunakan pelarut KOH untuk melebur kertas aluminium dan kaleng pocari sweat. Dalam penelitian ini, pelarut NaOH digunakan untuk melebur kertas aluminium dan kaleng pocari sweat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi NaOH dalam jumlah tawas yang dibuat dari kertas aluminium dan kaleng pocari sweat. Dalam penelitian ini, NaOH digunakan dengan konsentrasi 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, dan 30 % larutan H2SO4 6M untuk memperoleh tawas. Kemudian oven dengan suhu 70„ƒ selama 1 jam. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan pelarut KOH, maka dari itu di penelitian kali ini menggunakan pelarut NaOH. Tawas yang dihasilkan dihitung % yield, kelarutan dalam air. Dari hasil yang diperoleh % yield pada aluminium foil  konsentrasi 20 % sebesar 17,97 gr, konsentrasi 25 %  sebesar 19,33 gr, konsentrasi 30 % sebesar 39,10 gr, konsentrasi 35 % sebesar 44,02 gr dan konsentrasi 40 % sebesar 46,24 gr. Sedangkan pada kaleng pocari sweat % yield konsentrasi 20 % sebesar 12,27 gr, konsentrasi 25 % sebesar 12,93 gr, konsentrasi 30 % sebesar 14,59 gr, konsentrasi 35 % sebesar 30,03 gr dan konsentrasi 40 % sebesar 31,16 gr. Bagian tak larut dalam air pada aluminium foil paling tinggi pada 35 % sebesar 0,36 gr, sedangkan bagian tak larut dalam air pada kaleng pocari sweat paling tinggi pada konsentrasi 20 % sebesar 0,36 gr. Hasil menunjukkan bahwa melarutkan aluminium foil dan kaleng bekas lebih cepat dengan peningkatan konsentrasi yang digunakan, tetapi peningkatan konsentrasi ini harus disertai dengan peningkatan kadar H2SO4 agar proses pembentukan tawas lebih mudah dan lebih cepat.
Co-Authors . Suryati . Wusnah Achmad Roesyadi Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Setiawan Adli, Muhammad Fathur Adriyan Jondra Agam Muarif Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Kamal Arifin Ainun, Sarifah Alfathan Anshori Almia Permata Putri Amalia, Nabila Amalia, Nabuia Andrie Kurniawan Indra Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Annisa Ramadina Arafah, Sadinda Ardiansyah, Zul Fadly Arif Maulana Arnawan Hasibuan Ashari, Muhammad Rayhan Atmaja, W Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari B. WIRJOSENTONO Baihaqi Baihaqi Binawati Ginting Desma Rina Desriani, Chintiara Dewi Lestari Dian, Hadyan Dinda Humaira Dwi Pratiwi Eddy Kurniawan Eka Safitri Eki Supratiwi Elviana, Suci Eni Suryani Evi Maulida Ezwarsyah Ezwarsyah Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faturrahman, Muhammad Fibarzi, Wiza Ulfa Fika Anjana Firda, Hanisyah Firman Maulana, Firman Fitri, Safira HALIMATUD DAHLIANA Hasbullah, Siti Aishah Hendi Setiawan Hijiriani, Awi Anugrah Holila, Manna Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Iqbal Kamar Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Jain, Vishal Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati Julinawati Kamar, Iqbal Khairi Suhud Khairul Anshar Khan, Naseer A. Lamkaruna Rizki Lestari, Juli Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim M Haikal Af M Sayuti M syarief Hidayatullah M. Asyabul Zikki Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Mahfuddara Mahfuddara Maizuar Maizuar Maizuar, M Maliki, S Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Muammar Khadafi Muarif, A Muhammad Daud Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, M Muhammad, Muhammad Muliadi Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Mutiara Pujana Pujana Nabila Adhani Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Novi Sylvia Noviansyah, F Nur Aisyah Nur Annisa Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nursakinah Nursakinah Nurul Islami, Nurul Pane, Nurul Anisa Purwoko, Agus Putra, Reza Putri, Almia Permata Putri, Anggieta Putri putri, intan nanda Rafika Rafika Rahma Daniati Rahmi, Delfi Raihan Putri Ramadani, Fikri Fadli Ramadhan, C Ramadhana, Maqfirah Ratna Sari Raudhatul Jannah Raudhatul Ulfa Razi, Ar Retnowulan, Sri Rahayu Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila Rizzki Andira Rozanna Dewi Sagir Alva Salim, Muhammad Alfis Samsul Bahri SARAGIH, SINTA DEWI Seli Novianna Brutu Sinta Morina siti hardiana daulay Sri Dea Varissa Sri Rahayu Retnowulan Sry Rahmadani Sry Wahyuni Damanik Subhan A Gani Sulastri Sulastri Sulhatun Sulhatun Suryani, Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafrizal Fonna Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Ulfa, Raudhatul Waizul Fahri Purba Wawan Atmaja Willy W Yani, Firda Tirta Yaqinnas, Haqqul Yopi Aji Akbar Yulisda, Desvina Zahrani, Amilia Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting