Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI NaOH TERHADAP KUALITAS SABUN TRANSPARAN AROMATERAPI ROSEMARY BERBASISI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN OLIVE OIL Ainun, Sarifah; Sylvia, Novi; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.15280

Abstract

Sabun merupakan kebutuhan sekunder yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membersihkan kotoran. Sabun transparan dihasilkan melalui reaksi saponifikasi antara trigliserida yang berasal dari asam lemak pada minyak dengan basa alkali, khususnya Natrium Hidroksida. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah fokus pada penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Olive Oil sebagai bahan dasar, serta penerapan aroma terapi rosemary dalam sabun transparan. Penelitian ini menggunakan metode saponifikasi dengan hot process, yang melibatkan pemanasan dalam prosesnya. Fokus penelitian adalah untuk memahami dampak variasi NaOH dan rasio minyak VCO dan olive oil terhadap kualitas sabun transparan aromaterapi. Rasio VCO:olive oil yang digunakan adalah 1:1; 3:1; 5:1, sedangkan larutan NaOH divariasikan antara 20 ml, 25 ml, dan 30 ml. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variasi NaOH meningkatkan pH, kadar air, alkali bebas, dan kadar klorida, sementara menurunkan kadar asam lemak bebas. Selanjutnya, peningkatan rasio minyak VCO terhadap olive oil meningkatkan nilai pH, alkali bebas, dan mengurangi kadar asam lemak bebas pada sabun transparan aromaterapi. Sabun padat yang memenuhi standar SNI 3532:2016 ditemukan dengan variasi NaOH 20 ml dan 25 ml, serta rasio minyak 1:1; 3:1; 5:1.
Modification of Recycled HDPE Composite with OPEFB Microfibers Through the Melt Blend Extruder Process Zulnazri Zulnazri; Rozanna Dewi; Agam Muarif; Ahmad Fikri
The International Conference on Education, Social Sciences and Technology (ICESST) Vol. 3 No. 2 (2024): The International Conference on Education, Social Sciences and Technology
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/icesst.v3i2.494

Abstract

This study describes the manufacture of modified composites from recycled HDPE plastic waste and TKKS fibers. The comparison of matrix composition with TKKS fibers used is (70:30); (80:20) and (90:10) %. The mixing process of HDPE with OPEFB was carried out using the melt blending method and extruded to obtain composite pellets. Composite characterization obtained high tensile strength in HDPE composites: OPEFB ratio (70:30) % of 36.50 Mpa, while the tensile strength of HDPE: OPEFB ratio (80:20) and HDPE: OPEFB ratio (90:10) % were obtained respectively 23.50 MPa and 26.50 MPa. The results of the surface structure test with SEM showed that there was a bond between the HDPE matrix and TKKS fibers which was marked by a brittle fracture shape on the surface of the composite and the fibers were not uniformly broken. The impact test results of HDPE composite: OPEFB ratio (80:20) % have a high impact value of 0.363168 Joules. The FT-IR test results show deformation of C-H vibrations and pyranose C-O-C which are typical of OPEFB at wave numbers 1070.49 & 1151.50 cm- and intermolecular O-H bending in TKKS at wave numbers 3672.47 cm-. The TGA test results of HDPE composite: OPEFB ratio (70:30) and HDPE: TKKS (80:20) obtained degradation temperature values (Te) of 535.57ᴼC and 529.74ᴼC, respectively.
Effect of Gondorukem (Arpus) Adhesive Composition on Organic Waste-Based Briquettes using Biodrying Technology Ridwandi; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Sylvia, Novi; Riza, Medyan
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol8.iss1.art1

Abstract

Briquettes are an alternative to coal, wood, and fossil fuels. Briquettes can be made with simple, inexpensive materials. The adhesive is gondorukem (arpus), which is easy to find. Making briquettes involves preparing raw materials, mixing adhesives with organic waste, and testing the finished product. The adhesive variations used were 5, 10, 15, 20 and 25%. Briquettes made with 5% gondorukem (arpus) adhesive had the lowest ash content. Briquettes with 25% gondorukem (arpus) had the highest ash content at 8.31%. Adhesives affect ash content. Moisture content analysis obtained with a value of 9.49% to 10.30%, the value is stable. The volatile content is 3.41-4.66%, which meets the SNI 01-6235 2000 standard. Calorimetry, all samples except 5% adhesive meet SNI 01-6235 2000 with minimum 5000 Cal/g (20934 J/g). Briquettes had density values of 0.0034176-0.004359 g/cm³, affecting energy content and combustion. Bound carbon analysis showed that all samples met the standard value of SNI 4931-2010. The burning rate of organic waste-based briquettes with different adhesives is 27 to 39 minutes, with a weight of 3.108 to 4.753 g/min. Briquettes take 66-111 seconds to ignite. SEM analysis shows rod-shaped substances, indicating organic waste and adhesives. The fibers visible are from the organic waste.
SINTESIS ASAM OKSALAT DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) DENGAN METODE OKSIDASI ASAM NITRAT (HNO3) Zulnazri, Zulnazri; Kamar, Iqbal; Holila, Manna; Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.15143

Abstract

Buah pisang kepok (Musa Paradisiaca), yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, seringkali hanya dimanfaatkan bagian daging buahnya oleh masyarakat. Kulitnya seringkali dianggap limbah dan digunakan sebagai pakan ternak. Namun, berdasarkan kandungannya, kulit pisang kepok memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam produksi asam oksalat. Kulit pisang kepok mengandung 15,36% lignin dan 60-65% selulosa. Asam oksalat adalah senyawa kristal tidak berwarna yang larut dalam air dengan rumus C2H2O4. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, metode oksidasi dengan asam nitrat telah digunakan untuk menghasilkan asam oksalat dari bahan baku lain, seperti batang rami, yang menghasilkan hasil sekitar 25,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsentrasi asam nitrat dan waktu oksidasi pada kulit pisang kepok berdampak pada jumlah asam oksalat yang dihasilkan dan kualitas yang dihasilkan. Konsentrasi asam nitrat dan waktu pemanasan adalah faktor utama dalam proses oksidasi yang digunakan dalam metodologi penelitian. Variabel independen termasuk konsentrasi asam nitrat (3M, 4M, dan 5M) dan waktu oksidasi (60, 70, dan 80 menit) pada 75°C. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan limbah kulit durian, maka dari itu di penelitian kali ini menggunakan bahan yang disebutkan. Konsentrasi asam nitrat dikaitkan dengan tingkat produksi asam oksalat yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air setelah pengeringan sebesar 12,8%, sementara kadar asam oksalat, yang diukur dengan metode titrasi permanganometri, mencapai nilai tertinggi sekitar 96%. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal dicapai selama 60 menit dengan konsentrasi HNO3 sebesar 5M, yang menghasilkan hasil 8,712%.
PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR EKSTRAK DAUN JAMBU BOL (Syzigium Malaccense) TERHADAP LAJU KOROSI PADA BAJA SS400 DALAM MEDIA H2SO4 Hijiriani, Awi Anugrah; Ibrahim, Ishak; Kurniawan, Eddy; Bahri, Syamsul; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.16493

Abstract

Peristiwa erosi dilandasi oleh bentuk-bentuk elektrokimia, yaitu (perubahan/reaksi kimia) yang meliputi kedekatan energi. Bagian tertentu dari baja bertindak sebagai poros negatif (anoda oksidasi negatif), sedangkan bagian lainnya bertindak sebagai poros positif (katoda pengurangan positif).. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa positif tanin dalam daun jambu bol, menganalisa kehilangan berat, menganalisa laju korosi, menganalisa efisiensi inhibisi ekstrak daun jambu bol serta menganalisa Scanning Electron Microscopy pada baja ss400 adanya dan tanpa inhibitor. Penelitian ini dilakukan di Teknik Kimia, Universitas Malikussaleh, dengan metode ekperimental laboratorium. Pada penelitian sebelumnya melakukan variasi konsentrasi inhibitor dan waktu perendaman baja, dipenelitian ini melakukan variasi perbedaan konsentrasi media korosif serta variasi konsentrasi inhibitor. Diperoleh hasil analisa kehilangan berat  tertinggi pada baja konsentrasi inhibitor 0 gr/L dalam konsentrasi asam sulfat 4 M sebesar 4,958 gram dan nilai terendah pada baja dengan konsentrasi inhibitor 125 gr/L dalam media korosif 2 M sebesar 3,711 gram. Diperoleh  nilai laju korosi terendah terdapat pada baja konsentrasi inhibitor 125 gr/L pada media korosif 2M dengan nilai laju korosi sebesar 494,1696 mpy dan nilai laju korosi tertinggi terdapat pada baja konsentrasi inhibitor 0 gr/L pada media korosif 6M dengan nilai laju korosi sebesar511,2145 mpy. Diperoleh efisiensi inhibisi tertinggi terdapat pada baja dengan konsentrasi inhibitor 125 gr/L didalam media korosif  3M dengan nilai efisiensi inhibitor sebesar 29,56%. Semakin pekat konsentrasi inhibitor maka semakin menurun nilai kehilangan berat dan nilai laju korosi.Kata Kunci : Efisiensi Inhibisi, Inhibitor, Kehilangan Berat, Konsentrasi, Korosi, dan Laju Korosi
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BERBAHAN PEKTIN PISANG DAN PLASTICIZER GLISERIN Nurlaila, Rizka; Ramadhana, Maqfirah; Ulfa, Raudhatul; Hakim, Lukman; Zulnazri, Zulnazri; Retnowulan, Sri Rahayu
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.16864

Abstract

Saat ini, banyak kemasan yang dapat dimakan, yang dikenal sebagai edible film, telah dibuat bersamaan dengan makanan yang ditutupinya. Zat tipis yang disebut Edible Film digunakan untuk menutupi atau membungkus makanan dan obat-obatan sehingga memiliki masa simpan yang lebih lama dan dapat dimakan bersama atau dipisahkan sebelum dikonsumsi. Untuk memastikan kualitas Edible Film sesuai dengan Standar Industri Jepang (JIS), penelitian ini akan menyelidiki dampak penambahan gliserin (2 ml, 4 ml, 6 ml, dan 8 ml) pada bahan baku Edible Film, yaitu pektin pisang (1 gr, 2 gr, 3 gr, dan 4 gr). Pengujian kadar FTIR dan metoksil dalam pektin pisang merupakan langkah pertama dalam proses tersebut. Setelah itu, Edible Film dibuat dan variabel dependen kadar air, ketebalan, swelling, kekuatan tarik, dan perpanjangan diperiksa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kadar air, ketebalan, swelling, kekuatan tarik, dan perpanjangan Edible Film yang terbuat dari pektin pisang dan Plasticizer gliserin bervariasi berdasarkan standar. Namun pada pengujian swelling terdapat beberapa sampel yang tidak memenuhi standar JIS yaitu sampel 1;2, 2;2, 3;2, 4;2, dan 4;4. Sedangkan pada pektin pisang sebanyak 2 gr dan gliserin sebanyak 8 ml, dimana kadar air sebesar 0,2386%, swelling sebesar 4,09593%, tebal sebesar 0,04 mm, kuat tarik sebesar 0,07 MPa, dan perpanjangan sebesar 138% diperoleh hasil penelitian terbaik.
PEMBUATAN BRIKET DARI CAMPURAN CANGKANG BIJI KARET DAN LIMBAH PADAT KELAPA MUDA DENGAN VARIASI PEREKAT TAPIOKA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF SARAGIH, SINTA DEWI; Zulnazri, Zulnazri; ZA, Nasrul; Faisal, Faisal; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.18987

Abstract

Biomassa merupakan salah satu dari sekian banyak sumber energi alternatif yang ada di Indonesia. Briket dibuat dengan cara mengolah arang tempurung kelapa menjadi arang dan dipres atau dibentuk menggunakan mesin. Penelitian sebelumnya telah menggunakan briket arang dari cangkang biji karet sebagai energi terbarukan. Penelitian ini menggunakan variasi cangkang karet dan limbah padat kelapa muda yang divariasikan dengan beberapa konsentrasi perekat tepung tapioka untuk memenuhi standar SNI. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pengaruh rasio campuran antara cangkang biji karet dan arang limbah padat kelapa muda mempengaruhi kualitas briket, mengkaji bagaimana pengaruh % bahan perekat mempengaruhi kualitas briket, mengetahui standar pembuatan briket guna mengetahui kualitas terbaik dari briket yang dihasilkan dengan melakukan beberapa uji. Metode pirolisis digunakan untuk membuat briket arang untuk mengubah bahan baku dari zat organik menjadi karbon. Studi ini melakukan uji proximate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bahan cangkang biji karet dengan limbah padat kelapa muda 75:25 dengan konsentrasi 10% perekat memberikan kualitas briket arang terbaik yang memiliki karakteristik: kadar air 3,728%, kadar abu 6,861%, volatile matter 13,807%, fixed carbon 75,604% dan nilai kalor sebesar 7.152 cal/g. Melihat dari hasil penelitian ini memiliki karakteristik yang bagus dan tidak mudah hancur serta tidak bejamur bila disimpan. Pemilihan limbah padat kelapa muda kurang tepat jika dijadikan bahan dalam pembuatan briket dan tepung tapioka dapat dimanfaatkan sebagai bahan perekat pada pembuatan briket, karena penggunaan tepung tapioka sebagai perekat tebukti dapat meningkatkan kualitas briket yang dihasilkan.
PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citifolia L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN DARI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin coconut oil) Ilhami, Gita Ayu; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19216

Abstract

Sabun adalah kebutuhan sekunder yang banyak digunakan setiap untuk membersihkan kotoran. Sabun transparan dibuat oleh reaksi saponifikasi antara trigliserida dari asam lemak minyak dan basa alkali (Natrium Hidroksida). Penelitian ini menggunakan metode saponifikasi dengan proses panas, di mana pemanasan dilakukan. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah berbeda karena menggunakan konsentrasi NaOH 25% dengan variasi 15 ml, 20 ml, 25 ml, dan 30 ml untuk membandingkan hasil sabun transparan yang terbaik. Penelitian ini juga mengeksplorasi ekstra buah mengkudu (Morinda citifolia L.) Digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sabun  minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) yang transfaran dengan variasi larutan NaOH yang sama. Hasil penelitian menunjukkan kadar air antara 13,44% hingga 16,62%, pH antara 9,32% hingga 10,05%, asam lemak bebas antara 1,23% hingga 3,35%, alkali bebas antara 2,1% hingga 2,0%, dan uji antibakteri antara 14,0% hingga 7%. Peningkatan variasi NaOH yang digunakan berdampak pada peningkatan pH, kadar air, dan asam lemak bebas, serta penurunan kadar anti bakteri dan alkali bebas.
PEMBUATAN PLASTIK DEGRADABLE DARI SELULOSA BATANG ECENG GONDOK ( EICHHORNIA CRASSIPES ) DENGAN PENAMBAHAN POLY LACTIC ACID (PLA) Melan Amanah, Ananda; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Meriatna, Meriatna; Faisal, Faisal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.19818

Abstract

Plastik mudah terurai yang berasal dari bahan baku alami disebut plastik degradable.  adalah bahan baku. Karena sifatnya yang dapat didegradasi, mudah diproses, murah, dan mudah diperoleh, selulosa digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bioplastik. Polylactic Acid (PLA) dapat ditambahkan ke plastik yang dapat didegradasi secara alami untuk meningkatkan sifat termal. PLA (Polylactic Acid) juga dapat terdegradasi secara alami di dalam tubuh tanpa menyebabkan kerusakan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya,  yang belum pernah dilakukan adalah plastik yang dapat terdegradasi ini dibuat dengan bahan dasar selulosa dan ditambahkan bahan penguat polylactic acid (PLA). Pada penelitian ini diperoleh hasil biodegradability terbaik yaitu variasi massa PLA (Polylactic Acid) 3 gram dan massa selulosa 3,5 gram, kemudian uji derajat swelling diperoleh hasil yang terbaik pada yaitu variasi massa PLA (Polylactic Acid) 3 gram dan massa pati 3,5 gram, dimana % penyerapannya sebesar 10 ,53%, dan hasil analisa TGA, titik lelehnya dimulai pada suhu sebesar 367,61°C sampai 401,17°C. 
PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL Nurdiah, Ika; Mulyawan, Rizka; Dewi, Rozanna; ., Zulnazri; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20569

Abstract

Proses pengolahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam penelitian ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan pengolahannya menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. Kemudian menghasilkan bioetanol dengan variasi volume 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. Secara berurutan disebut juga 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol masing-masing disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara periode fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol Proses perubahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam karya ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan untuk berubah menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. kemudian memproduksi bioetanol dengan mulai varian 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. masing-masing 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% masing-masing selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara waktu fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol
Co-Authors . Suryati . Wusnah Achmad Roesyadi Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Setiawan Adli, Muhammad Fathur Adriyan Jondra Agam Muarif Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Kamal Arifin Ainun, Sarifah Alfathan Anshori Almia Permata Putri Amalia, Nabila Amalia, Nabuia Andrie Kurniawan Indra Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Annisa Ramadina Arafah, Sadinda Ardiansyah, Zul Fadly Arif Maulana Arnawan Hasibuan Ashari, Muhammad Rayhan Atmaja, W Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari B. WIRJOSENTONO Baihaqi Baihaqi Binawati Ginting Desma Rina Desriani, Chintiara Dewi Lestari Dian, Hadyan Dinda Humaira Dwi Pratiwi Eddy Kurniawan Eka Safitri Eki Supratiwi Elviana, Suci Eni Suryani Evi Maulida Ezwarsyah Ezwarsyah Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faturrahman, Muhammad Fibarzi, Wiza Ulfa Fika Anjana Firda, Hanisyah Firman Maulana, Firman Fitri, Safira HALIMATUD DAHLIANA Hasbullah, Siti Aishah Hendi Setiawan Hijiriani, Awi Anugrah Holila, Manna Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Iqbal Kamar Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Jain, Vishal Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati Julinawati Kamar, Iqbal Khairi Suhud Khairul Anshar Khan, Naseer A. Lamkaruna Rizki Lestari, Juli Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim M Haikal Af M Sayuti M syarief Hidayatullah M. Asyabul Zikki Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Mahfuddara Mahfuddara Maizuar Maizuar Maizuar, M Maliki, S Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Muammar Khadafi Muarif, A Muhammad Daud Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, M Muhammad, Muhammad Muliadi Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Mutiara Pujana Pujana Nabila Adhani Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Novi Sylvia Noviansyah, F Nur Aisyah Nur Annisa Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nursakinah Nursakinah Nurul Islami, Nurul Pane, Nurul Anisa Purwoko, Agus Putra, Reza Putri, Almia Permata Putri, Anggieta Putri putri, intan nanda Rafika Rafika Rahma Daniati Rahmi, Delfi Raihan Putri Ramadani, Fikri Fadli Ramadhan, C Ramadhana, Maqfirah Ratna Sari Raudhatul Jannah Raudhatul Ulfa Razi, Ar Retnowulan, Sri Rahayu Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila Rizzki Andira Rozanna Dewi Sagir Alva Salim, Muhammad Alfis Samsul Bahri SARAGIH, SINTA DEWI Seli Novianna Brutu Sinta Morina siti hardiana daulay Sri Dea Varissa Sri Rahayu Retnowulan Sry Rahmadani Sry Wahyuni Damanik Subhan A Gani Sulastri Sulastri Sulhatun Sulhatun Suryani, Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafrizal Fonna Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Ulfa, Raudhatul Waizul Fahri Purba Wawan Atmaja Willy W Yani, Firda Tirta Yaqinnas, Haqqul Yopi Aji Akbar Yulisda, Desvina Zahrani, Amilia Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting