Claim Missing Document
Check
Articles

Efficiency Of Hydrogen Production From Sea Water Using The Electrolysis Process With Solar Energy Photovoltaic Systems Fadhli, Fadhli; Hakim, Lukman; Setiawan, Adi; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Daud, Muhammad; Sari, Ratna
Jurnal Polimesin Vol 22, No 1 (2024): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i1.4824

Abstract

Hydrogen is a future alternative energy source, offering environmental friendliness and renewable properties that can potentially replace fossil fuels. Despite the potential, its synthesis typically requires high energy and costs, posing a constraint on mass production due to low efficiency. Therefore, this study aims to develop hydrogen production technology from seawater using the electrolysis process with solar energy from photovoltaic systems as energy source. The experiments were carried out with different voltages of 10, 15, 20, and 25 volts, using electrode materials made of titanium in mesh and plate shapes. Seawater served as the electrolyte, and it was supplemented with 0.1 molNaOH and 0.1 mol H2SO4. The results showed that the applied voltage had a positive correlation with hydrogen production rate, while the electrolysis process time had no significant effect. In addition, the use of NaOH catalyst with mesh-shaped titanium electrode could yield efficiency of hydrogen production flow rate of 2.06% or 52 ml/minute. This outcome was better compared to the electrolysis of seawater electrolyte with and without H2SO4 catalyst, which yielded values of 1.84% or 30.1 ml/minute and 1.42% or 28.9 ml/minute, respectively.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PULP Putri, Anggieta Putri; Bahri, Syamsul; Zulnazri, Zulnazri; ZA, Nasrul; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12319

Abstract

Pulp merupakan bubur kertas yang akan dijadikan lembaran kertas. Pembuatan pulp pada penelitian ini menggunakan bahan baku berupa eceng gondok (Eichhornia Crassipes). Penelitian mengenai Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Bahan Baku Pulp ini sudah pernah dilakukan sebelumnya diantaranya, menurut penelitian Roni Tulak Dkk (2022) yang berjudul Pengaruh Waktu Pemanasan Dan Konsentrasi Larutan Pemasak Terhadap Kualitas Pulp Dari Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes). Untuk menghasilkan pulp harus diperhatikan kadar selulosa lebih dari 40%, dan kadar lignin kurang dari 25%. Penelitian ini membandingkan antara proses soda dengan proses sulfit, dengan menggunakan larutan NaOH 3%, 5%, 7% dan 9% dan larutan H2SO4 3%, 5%, 7%, dan 9% sebagai pelarut pada proses delignifikasi. Sementara hasil yang diperoleh dari penelitian ini larutan NaOH memiliki hasil terbaik dibandingkan dengan larutan H2SO4 dalam proses delignifikasi. Karena NaOH pada konsentrasi 9% diperoleh kadar selulosa tertinggi sebesar 57%, dan memiliki kadar lignin yaitu 10%, serta yield yang diperoleh berkisar antara 53% hingga 69%. Sedangkan larutan H2SO4 hanya mampu memperoleh selulosa tertinggi pada konsentrasi 9% dengan selulosa sebesar 52%, dengan kadar lignin sebesar 12%, tetapi pada hasil perolehan yield memiliki hasil terbesar yaitu 65% sampai 72%. Pulp dari kadar air eceng gondok (Eichhornia Crassipes) memiliki sebanyak 14% hingga 16% dan belum memenuhi standard dalam pembuatan pulp.
PEMANFAATAN LIDAH BUAYA SEBAGAI KOAGULAN PADA PENJERNIHAN AIR Maulana, Firman; Azhari, Azhari; Ishak, Ishak; Zulnazri, Zulnazri; Sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13266

Abstract

Koagulan adalah suatu material yang digunakan untuk mengikat partikel atau kotoran dalam air yang selanjutnya menjadi flokulan yang mengubah partikel tersebut terikat menjadi gumpalan dan mempunyai berbeda ukuran untuk mengendap. Penelitian ini bertujuan meneliti lidah buaya mampu menjadi biokoagulan, melihat pengaruh waktu reaksi dan karakteristik koagulan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan variasi dosis koagulan dengan 0,2 ml, 0,4 ml dan 0,6 ml serta lama pengadukan yaitu 30, 45 dan 60 menit, dengan kecepatan pengadukan 30 rpm. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan mengggunakan lidah buaya sebagai koagulan pada penjernihan air. Air yang dimaksudkan untuk sanitasi dan higiene harus tersedia memenuhi kebutuhan kesehatan yang meliputi kebutuhan fisik, biologis dan kimia. Hasil yang diperoleh dari pengukuran pH, kekeruhan, kesadahan, suhu dan warna terbaik yaitu pada dosis 0,6 ml dengan lama pengadukan 60 menit.  Nilai pH terbaik dari 7,8 menjadi 6,6. Nilai kekeruhan air yang terbaik dari 154,62 menjadi 42,894. Nilai kesadahan air dari 3,7548 ppm menjadi 0,2058 ppm. Suhu tidak ada perubahan dikarenakan tidak ada reaksi kimia yang cepat berlangsung, dan warna air berubah dari 178 menjadi 46.  Sehingga dari semua hasil yang didapat pada penelitian diketahui bahwasanya variasi jumlah dosis gel lidah buaya yang digunakan dan lama pengadukan mempengaruhi hasil kadar koagulan yang dihasilkan. Semakin banyak massa yang digunakan maka semakin baik pH, kekeruhan, kesadahan, suhu dan warna yang dihasilkan.
Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing dengan Bio Katalis Bacillus subtilis Suryani, Eni; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Meriatna, Meriatna; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13713

Abstract

Limbah kotoran ternak bisa digunakan sebagai pupuk hal ini disebabkan mengandung unsur hara misalnya nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) yang penting bagi tanaman dan kesuburan tanah. Suatu kotoran hewani yang dipergunakan sebagai pupuk ialah kotoran kambing. Dalam penelitian ini dikaji pengaruh bioaktivator Bacillus subtilis terhadap kandungan nitrogen (N), phospor(P), kalium (K), rasio C/N dan kadar air pada pupuk yang telah dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan Effective Microorganism (EM4) sebagai biaktivator dengan waktu 2-12 minggu. Pada penelitian ini digunakan Bacillus subtilis sebagai biaktivator dengan konsentrasi 50 ml pada waktu 7, 14 dan 21 hari pada proses pembuatan pupuk organik padat. Hasil analisa dibandingkan dengan SNI 7763:2018. Analisa pupuk kandang dilakukan pada hari ke 7, 14 dan 21. Hasil analisa pupuk dengan menggunakan bio katalis Bacillus subtilis lebih efisien dan membutuhkan waktu pengomposan yang singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bacillus subtilis 50 ml dengan waktu 7 hari dimana kandungan Nitrogen 2.55%, Phospor 2.37%, Kalium 4.10%, Rasio C/N 15.43, dan kadar air 23.23%. Dengan diperolehnya hasil uji tersebut, maka pupuk kandang sudah sesuai SNI dan layak untuk digunakan pada tanaman.
PEMBUATAN BIOSORBEN DARI BIJI PEPAYA DENGAN AKTIVATOR NAOH UNTUK PENYERAPAN RHODAMINE B Aisyah, Nur; Mulyawan, Rizka; Hakim, Lukman; Suryati, Suryati; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.14184

Abstract

Eksperimen pada kali ini mencari bagaimana dampak konsentrasi dari suatu zat pengaktivasi dan waktu pengeringan terhadap luas permukaan juga terhadap daya serap biosorben terhadap Rhodamin B. Tahap proses penelitian ini dimulai dengan preparasi bahan baku, aktivasi, pemanasan dan analisa. Senyawa untuk aktivasi biosorben menggunakan NaOH konsentrasi yang divariasikan dan dengan variasi pengeringan 80, 110, 140, dan 170 menit. Untuk analisa luas permukaan menggunakan metilen biru. Sedangkan  analisa daya serap menggunakan Rhodamin B yang diukur dengan Spektrofotometer Uv-Vis. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya adalah konsentrasi aktivator dan waktu pengeringan pada biosorben. Bilangan iodin terbaik didapat sebesar 448,46 mg/g. Luas permukaan tertinggi didapat sebanyak 28 x 10-7 m2/g. Daya serap biosorben terhadap metilen biru dan Rhodamin B tertinggi adalah 0,089% dan 0,65% pada konsentrasi NaOH 15% dengan waktu pemanasan 170 menit. Semakin tinggi konsentrasi maka permukaan dari biosorben semakin tipis dan mudah rapuh, yang menyebabkan sebagian pori dari biosorben rusak .
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT NANAS SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL MENGGUNAKAN RAGI Saccharomyces Cereviceace Salim, Muhammad Alfis; Zulnazri, Zulnazri; Azhari, Azhari; ZA, Nasrul; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.14654

Abstract

Bioetanol yakni bahan bakar pengganti dari proses fermentasi gula sebagai sumber karbohidrat dengan pemberian mikroba. Kulit nanas adalah bahan baku yang cukup berpotensi untuk dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan kadar bioetanol dari kulit nanas, kemudian mengoptimasi proses fermentasi kulit nanas dan kadar bioetanol terhadap konsentrasi ragi dan variasi waktu fermentasi. Penelitian ini mengaplikasikan hidrolisis fermentasi dan distilasi menggunakan katalis asam klorida (HCl) dengan variasi pemberian ragi 4, 8, 10 dan 12 gram serta lama fermentasi 2, 3, 4 dan 5 hari. Pada penelitian ini dilakukan pengujian densitas, viskositas dan komposisi senyawa etanol dengan GC. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menggunakan variasi konsentrasi ragi 4, 8, 10 dan 12 gram dan lama fermentasi 2, 3, 4 dan 5 hari. Hasil terbaik  di penelitian ini ditunjukkan pada variasi penggunaan ragi 12 gram dan lama waktu fermentasi 5 hari dengan hasil densitas 0,892 gr/ml dan viskositas 0,0829 cP. Analisa kandungan bioetanol menggunakan GC menunjukkan bahwa hasil yang didapat memiliki kandungan etanol.
PENGOLAHAN LIMBAH KERTAS SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN OBAT NYAMUK BAKAR DENGAN PENAMBAHAN BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon Nardus L.) Adli, Muhammad Fathur; Sylvia, Novy; Masrullita, Masrullita; Nurlaila, Rizka; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14898

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan kembali sisa kertas yang tidak terpakai lagi menjadi sebuah produk yaitu obat nyamuk bakar dan untuk mengkaji pengaruh perbandingan volume bubur limbah kertas HVS dengan volume batang serai terhadap pembuatan obat nyamuk bakar. Penelitian ini menggunakan metode sederhana dengan variabel bebas  limbah bubur kertas HVS 65 gr, 70 gr, 75 gr, 80 gr dan batang serai wangi 20 gr, 25 gr, 30gr, 35 gr dengan jumlah perekat tepung tapioka 20 gr. Penelitian pembuatan obat nyamuk bakar ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan sebelumnya adalah kandungan bahan baku yang digunakan yaitu bahan baku limbah HVS dan batang serai wangi dengan penambahan perekat tepung tapioka sebagai bahan baku dalam pembuatan dalam penelitian obat nyamuk bakar. Hasil yang didapatkan yaitu dari uji Resistance Index (SRI) menghasilkan produk obat nyamuk bakar yang memiliki ketahanan atau tidak mudah patah saat dijatuhkan dari ketinggian 1 meter. Berat satuan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan memiliki berat persatuan berkisar 12,2-14,7 gr. Sedangkan perlakuan 60 gr (20 gr, 25 gr, 30 gr, 35 gr) belum memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan masing-masing sebesar 10-11,3 gr. Kadar air produk telah memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan memiliki kadar air sebesar 1 % sampai 3,5 %. Lama bakar produk telah memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan memiliki waktu terbakar selama 7 jam 5 menit - 7 jam 41 menit. Keutuhan produk dengan telah memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang utuh atau tidak mudah patah. Kesimpulan yang di dapat pengaruh perbandingan antara volume bubur limbah kertas, serai wangi dan perekat sangat mempengaruhi terhadap produk yang dihasilkan yang memenuhi standar industri indonesia (SII). 
PENGARUH JUMLAH MASSA KEMIRI DAN WAKTU PROSES TERHADAP KUALITAS MINYAK KEMIRI DENGAN PROSES RENDERING Muliadi, Muliadi; Sulhatun, Sulhatun; Zulnazri, Zulnazri; Kurniawan, Eddy; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.15050

Abstract

Minyak kemiri dibuat dengan menggunakan teknik memasak. Penelitian ini menggunakan beberapa faktor, lebih spesifiknya faktor layak pada penelitian ini menggunakan biji kemiri sebanyak 500 gram. Faktor bebas dalam pengujian ini meliputi musim memasak 50 menit, 70 menit, satu setengah jam, dan faktor penentu meliputi Densitas, Viskositas, dan pengujian (GCMS). Tujuan dari Pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pemasakan buah kemiri dan massa kemiri terhadap sifat minyak yang dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan jumlah kemiri yang berbeda dan analisa viskositas. Hasil eksplorasi menunjukkan kekentalan minyak kemiri terbaik adalah 0,83 g/cm3 pada waktu 70 menit dan konsistensi terbaik adalah 0,72 mPa.s pada massa kemiri 400 gr. Hasil pengujian GCMS menunjukkan bahwa zat yang terdapat pada contoh yang dibedah mempunyai bilangan korosif yang paling rendah yaitu metil ester (3,75%) sedangkan minyak dengan bilangan korosif yang lebih tinggi adalah sikloheksalosan dodekametil. Asam lemak jenuh seperti metil ester, asam miristat, asam oleat, asam linoleat, asam palmitat, asam stearat, asam arakidonat, dan trigliserida mendominasi kandungan sampel yang dianalisis pada uji komposisi (GC-MS).
PENGARUH PENAMBAHAN OKSIDATOR KMnO4 PADA PEMBUATAN BRIKET CAMPURAN BATUBARA ACEH BARAT DAN SERBUK KAYU sari, niken sekar; Bahri, Syamsul -; Ginting, Zainuddin -; -, Jalaluddin -; -, Zulnazri -
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif padat dari bahan organik. Bahan baku pembuatan briket yang mempunyai nilai kalor yang tinggi yaitu diperoleh dari limbah peternakan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi briket dari batubara Aceh dan serbuk kayu dengan menggunakan tambahan oksidator KMnO4 0,1N. Proses penelitian mencakup penyiapan bahan baku, karbonisasi serbuk kayu dengan suhu 400oC, pembuatan perekat dengan penambahan oksidator KMnO4 0,1N, serta pembuatan briket dengan variasi campuran bahan baku batubara dan arang serbuk kayu (0:100, 25:75, 50:50, 75:25 dan 100:0) serta variasi oksidator KMnO4 0,1N (4%, 5% dan 6%). Analisis karakteristik briket dilakukan berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, volatile matter, karbon terikat, laju pembakaran dan nilai kalor. Dari hasil penelitian pengaruh penambahan oksidator oksidator KMnO4 pada pembuatan briket campuran batubara Aceh Barat dan serbuk kayu, hasil terbaik yang didapat pada pembuatan briket didapatkan pada perbandingan 50 gram batubara : 50 gram serbuk kayu dengan variasi oksidator KMnO4 4% dengan nilai kalor 5668,688 Kal/gr, kadar air 0,477%, kadar abu 2,571%., kadar volatile matter 3,0085%, kadar karbon 93,845% dan laju pembakaran 0,131 gr/meni. Briket yang dihasilkan memiliki kadar air, kadar abu, volatile matter, kadar karbon, laju pembakaran dan nilai kalor yang telah memenuhi standar briket menurut Standar Nasional Indonesia (SNI).  
PENINGKATAN DERAJAT DEASETILASI PADA KITOSAN DARI LIMBAH TULANG SOTONG (SEPIA OFFICINALIS) DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI Reci Anggraini; Zulnazri; Rozanna Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.22857

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer alami yang banyak dimanfaatkan di berbagai bidang, termasuk industri farmasi, karena sifat-sifatnya yang biokompatibel, biodegradable, dan memiliki aktivitas biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum dicapai pada suhu 130°C dan waktu reaksi 80 menit. Pada parameter ini, kitosan yang dihasilkan memiliki derajat deasetilasi sebesar 75%, rendemen sebesar 80%, kadar udara 0,85%, dan kadar abu 0,95%.Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa kitosan yang diperoleh telah memenuhi standar kualitas untuk aplikasi teknis dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam berbagai penggunaan industri.
Co-Authors -, Jalaluddin - . Suryati . Wusnah Abiyyu Rakha Athaya Achmad Roesyadi Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Setiawan Adli, Muhammad Fathur Adriyan Jondra Agam Muarif Agam Muarif Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Kamal Arifin Ainun, Sarifah Alfathan Anshori Alfian Mahendra Almia Permata Putri Almia Permata Putri Amalia, Nabila Amalia, Nabuia Andrie Kurniawan Indra Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Annisa Ramadina Arafah, Sadinda Ardiansyah, Zul Fadly Arif Maulana Arnawan Hasibuan Ashari, Muhammad Rayhan Atmaja, W Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari B. WIRJOSENTONO Bahri, Syamsul - Baihaqi Baihaqi Binawati Ginting Budhi Santri Kusuma Desma Rina Desriani, Chintiara Dewi Lestari Dian, Hadyan Diana Khairani Sofyan Dinda Humaira Dwi Pratiwi Eddy Kurniawan Eddy Kurniawan Eddy Kurniawan Eddy Kurniawan Eka Safitri Eki Supratiwi Elviana, Suci Eni Suryani Ersa, Nanda Savira Evi Maulida Ezwarsyah Ezwarsyah Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Fahrizal Nasution Faisal Faisal Faisal Fasdarsyah Fasdarsyah Febi Anriani Fibarzi, Wiza Ulfa Fika Anjana Fikri Hasfita Fikri Hasfita Firda Tirta Yani Firda Tirta Yani Firda, Hanisyah Firman Maulana, Firman Fitri, Safira Fitriani Gebrina Rizki Ginting, Zainuddin - HALIMATUD DAHLIANA Hannisyah Firda Hasbullah, Siti Aishah Hendi Setiawan Herman Fithra Hijiriani, Awi Anugrah Holila, Manna Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Indri Dwi Lamsari Tarmizi Iqbal Kamar Iqbal Kamar Iqbal Kamar Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Jain, Vishal Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati Julinawati Kamar, Iqbal Khairi Suhud Khairul Anshar Khan, Naseer A. Lamkaruna Rizki Ledy Mahara Ginting Leni Maulinda Leni Maulinda Leni Maulinda Lestari, Juli Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim M Haikal Af M Sayuti M syarief Hidayatullah M. Asyabul Zikki Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Mahfuddara Mahfuddara Maizuar Maizuar Maizuar, M Maliki, S Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulida Yani Siregar Mawaddah Mawaddah Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Meriatna Mhd Aidil Anwar Mira Amanda Muammar Khadafi Muarif, A Muhammad Daud Muhammad Faturrahman Muhammad Fauzan Muhammad Harsya Al Kafi Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, M Muliadi Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Mutiara Pujana Pujana Nabila Adhani Narul ZA Naseer A. Khan nashrun habib Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nia Novi Sylvia Novi Sylvia Novi Sylvia Novi Sylvia Noviansyah, F Nur Annisa Nura Usrina Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nursakinah Nursakinah Nurul Islami, Nurul Pane, Nurul Anisa Purwoko, Agus Putra, Reza Putri, Almia Permata Putri, Anggieta Putri putri, intan nanda Rafika Rafika Rahma Daniati Rahmi, Delfi Raihan Putri Ramadani, Fikri Fadli Ramadhan, C Ramadhana, Maqfirah Ratna Sari Raudhatul Jannah Raudhatul Ulfa Raudhatul Ulfa Raudhatul Ulfa Razi, Ar Reci Anggraini Retnowulan, Sri Rahayu Rica Valensia Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila Rizzki Andira Rozanna Dewi Rozanna Dewi Rozanna Dewi Rozanna Dewi Rozanna Dewi Rozanna Dewi S. Syafi’ie Sagir Alva Salim, Muhammad Alfis Samsul Bahri SARAGIH, SINTA DEWI sari, niken sekar Seli Novianna Brutu Sinta Morina siti hardiana daulay Siti Khairunnisa Tambunan Sri Dea Varissa Sri Rahayu Retnowulan Sry Rahmadani Sry Wahyuni Damanik Subhan A Gani Sulastri Sulastri Sulhatun Sulhatun Suryani, Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafrizal Fonna Syaiful Maliki Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Taruna Heza Rifqi Ulfa, Raudhatul Vishal Jain Waizul Fahri Purba Wawan Atmaja Willy W Wusnah Yani, Firda Tirta Yaqinnas, Haqqul Yopi Aji Akbar Yulisda, Desvina Zahrani, Amilia Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting Zara Yunizar Zetta Fazira Zulmiardi, Zulmiardi