Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Money Politic dalam Pemilu Indonesia Perspektif Fikih Siyasah Syauqi; Kurniati; Hisbullah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4917

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik money politic dalam pemilu Indonesia dari perspektif fikih siyasah dengan menelaah implikasi hukum, etika, dan moral terhadap integritas demokrasi. Money politic—terutama praktik serangan fajar—merupakan problem serius dalam penyelenggaraan pemilu meskipun telah dilarang secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui konsep internalisasi larangan money politic menjadi perilaku pemilih, (2) menganalisis mekanisme penguatan kesadaran anti–money politic, dan (3) menjelaskan peran nilai takwa sebagai faktor pembentuk konsistensi pemilih dalam menolak politik transaksional. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan dengan pendekatan normatif-syar’i, menggunakan sumber primer berupa ayat Al-Qur’an dan hadis tentang larangan risywah, serta sumber sekunder berupa literatur fikih siyasah, buku-buku hukum Islam, jurnal ilmiah, dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa money politic adalah bentuk risywah yang merusak legitimasi kepemimpinan dalam perspektif siyasah dusturiyah. Internalisasi larangan tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan politik berbasis nilai Islam, pembudayaan sikap anti-suap, serta dakwah yang menekankan pentingnya memilih pemimpin berintegritas. Nilai takwa berfungsi sebagai kontrol moral internal yang mendorong umat Islam untuk menolak politik uang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberantasan money politic harus ditempuh melalui penegakan hukum, transparansi digital, dan pembinaan moral-spiritual agar pemilu berjalan selaras dengan prinsip etika politik dalam Islam.
Implementasi Pasal 7 Peraturan Daerah Kabupaten Takalar Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengelolaan Sampah Perspektif Siyasah Syar'iyyah Alim Muharram; Hisbullah; Zakirah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5002

Abstract

Pengelolaan sampah telah menjadi isu lingkungan yang krusial di banyak daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Takalar. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pasal 7 Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang pengelolaan sampah di Kabupaten Takalar dari perspektif siyasah syar'iyyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis, sosiologis, dan teologis-normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan telah mengimplementasikan peraturan tersebut melalui program kerja, jasa pengangkutan sampah, pengelolaan TPA, dan promosi konsep 3R. Implementasinya sesuai dengan Pasal 7 namun belum optimal karena keterbatasan fasilitas dan penegakan hukum yang tidak konsisten. Dari sudut pandang siyasah syar'iyyah, kebijakan tersebut mencerminkan manfaat bagi masyarakat (maslahah), meskipun potensi kerusakan lingkungan (mafsadah) masih ada. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Peraturan Daerah, Kebijakan Publik, Siyasah Syar'iyyah.    ABSTRAK  Pengelolaan sampah telah menjadi salah satu isu lingkungan yang penting di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Takalar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pasal 7 Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang pengelolaan sampah di Kabupaten Takalar dalam perspektif siyasah syar'iyyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis, sosiologis, dan teologis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan telah melaksanakan peraturan tersebut melalui program kerja, layanan transportasi sampah, pengelolaan tempat penyimpanan akhir, serta penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kebijakan penerapannya telah sesuai dengan ketentuan Pasal 7, namun belum berjalan optimal karena keterbatasan fasilitas dan penegakan hukum yang belum konsisten. Perspektif siyasah sayr'iyyah menunjukkan bahwan kebijakan tersebut mencerminkan kemaslahatan (maslahah), meskipun masih terdapat potensi kerusakan lingkungan (Mafsadah).
EFEKTIVITAS SENYAWA ANTIOKSIDAN JAHE DALAM MENGHAMBAT OKSIDASI MINYAK JELANTAH Sofyana Juned; Yana Syamsuddin; Hisbullah; Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.27542

Abstract

The repeated use of cooking oil during frying causes oxidation and thermal degradation that reduce oil quality and produce harmful compounds. The utilization of natural antioxidants has become an alternative approach to improve the quality of waste cooking oil. Ginger (Zingiber officinale) contains phenolic compounds with strong antioxidant activity that can inhibit lipid oxidation. This study aimed to evaluate the effectiveness of ginger extract in improving the physicochemical quality of waste cooking oil at different temperatures and extract ratios. The research used two waste cooking oil samples treated with ginger extract at ratios of 1:6, 2:6, and 3:6 under temperatures of 30°C, 50°C, and 70°C. Oil quality was analyzed based on acid value, peroxide value, iodine value, and saponification value according to Indonesian National Standards (BSNI). The results showed that ginger extract significantly improved oil quality by reducing acid value, peroxide value, and saponification value, while increasing iodine value. The optimum condition was obtained at 30°C with a ginger-to-oil ratio of 3:6. Under this condition, peroxide values decreased to 1.6 and 3.2, while iodine values increased, indicating improved oxidative stability. The antioxidant activity of ginger was associated with phenolic compounds such as gingerol, shogaol, and zingerone which inhibited lipid oxidation reactions.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PELATIHAN KEPRAMUKAAN BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA TINGKAT PENGGALANG DI SD IT AL BASHIRAH KOTA PALOPO Inna, Mudma; Hisbullah; Arwan Wiratman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64289

Abstract

This study aims to develop a contextual approach-based Scout training kit for the Penggalang (Junior Scout) level at SD IT Al Bashirah, Palopo City, and to determine its validity and practicality. The study employs the Research and Development (R&D) method using the 4D development model, comprising the define, design, develop, and disseminate stages. The research subjects consisted of Scout leaders and Penggalang-level students, while the research object was the contextual approach-based Scout training kit. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, and subsequently analyzed both qualitatively and quantitatively. The results indicate that Scout activities lacked training materials that were systematically organized and aligned with student needs. The developed kit includes training objectives, content, practical activities, student worksheets, educational games, reflection exercises, and guidelines for leaders. Validation results from design, content, and language experts yielded scores of 75% (valid), 97.5% (highly valid), and 90% (highly valid), respectively. Practicality test results showed a 93.75% response rate from leaders and 94% from students, both falling into the "highly practical" category. Based on these findings, the contextual approach-based Scout training kit is deemed valid and highly practical, making it suitable for use as a guideline for conducting Scout activities at the Penggalang level.