Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Optimalisasi Pembuatan Rajangan Empon-Empon di Kelompok Tani Suroloyo I, Kecamatan Bandar, Pacitan Fea Prihapsara; Okid Parama Astirin; Endang Siti Rahayu; Anif Nur Artanti
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Desa Bandar menanam empon-empon seperti kunyit, jahe dan temu-temuan sebagai komoditas utama. Namun penjualannya selama ini langsung ke tengkulak tanpa pengolahan pasca panen. Program Pengabdian kepada Masyarakat dari Tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret (PPLH UNS) dengan Mitra Kelompok Petani Suroloyo I ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk empon-empon dengan optimalisasi pengolahan pasca panen.  Mitra Kelompok Tani Suroloyo I memiliki permasalahan diantaranya: 1) ketergantungan tengkulak untuk penjualan produk curahnya; 2) belum memiliki teknologi pasca panen; dan 3) tidak ada manajemen usaha yang benar. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini  adalah pengolahan pasca panen yaitu optimalisasi pembuatan rajangan empon-empon dengan menggunakan alat perajang dan pengering. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sosialisasi kegiatan pengabdian, pelatihan dan penerapan penggunaan mesin perajang dan pengering, serta evaluasi kegiatan.  Terdapat peningkatan pendapatan petani sebesar yang cukup signifikan melalui pengolahan produk  menjadi rajangan kering dari pada langsung dijual dalam kondisi basah.Kata Kunci: empon-empon, kelompok tani, rajangan, teknologi pasca panenAbstract Most of the people in Bandar Village grow empon-empon such as turmeric, ginger and temu-finds as their main commodities. However, sales so far have been direct to middlemen without post-harvest processing. The Community Service Program of  Universtas Sebelas Maret Environmental Research Center Team (PPLH UNS) with Suroloyo I Farmer Group Partners aims to increase the sale value of empon-empon products by optimizing post-harvest processing. Suroloyo I Farmers Group Partners have problems including: 1) dependence of middlemen for the sale of their bulk products; 2) do not have post harvest technology; and 3) there is no proper business management. The solution offered in this activity is post-harvest processing, namely optimizing the making of empon-empon slices using a chopper and dryer. Activities that have been carried out are socialization of community service activities, training and application of the use of chopper and dryer machines, and evaluation of activities. There is a significant increase in farmers' income through processing the product into dry chunks instead of selling it directly in wet conditions.Keywords: empon-empon, farmer groups, chopped, post harvest technology
Environmental education to build school members’ character Hana Naqiyya Nada; Rhina Uchyani Fajarningsih; Okid Parama Astirin
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v7i1.14283

Abstract

Environmental education provides opportunities to instill character education for adolescents in globalization era. However, positive effects of environmental education on character building are rarely studied. This study aimed at analyzing the effect of environmental education on character building of school members. This study used descriptive qualitative method with purposive sampling technique. SJHS 1 Wajak and SJHS 1 Gondanglegi, Malang-East Java were selected as research locations as they were Adiwiyata schools. The data were collected through observation, interview, and documentation techniques. The results showed that environmental education had affected student character building. Various activities and existing regulations affect student characters, such as honest, self-confidence, responsibility, discipline, caring for fellow human beings, caring about nature, courage, religion, and creativity. Habituation and modeling are strategies used in constructing characters. Therefore, environmental education is recommended to be implemented in various schools as an effort to improve the character of school members.
EKOGENOTOKSISITAS LIMBAH CAIR BATIK DAN EFEK ANTIMUTAGENIK Lemna minor TERHADAP ERITROSIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Erma Musbita Tyastuti; Okid Parama Astirin; Sunarto Sunarto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i2.2490

Abstract

Limbah cair batik di Solo sebagian besar dibuang langsung ke perairan tanpa diolah terlebih dahulu dan menyebabkan pencemaran air. Kandungan logam berat di dalam limbah cair batik dapat memicu efek genotoksik seperti pembentukan mikronukleus. Lemna minor berpotensi sebagai antimutagen dan mencegah pembentukan mikronukleus karena mengandung senyawa aktif seperti karoten dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekogenotoksisitas limbah cair batik dan efek antimutagenik Lemna minor terhadap eritrosit ikan nila. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi UMS dengan pemaparan limbah cair batik 0ppm/L, 2500 ppm/L, 5000 ppm/L dan 7500 ppm/L terhadap 2 kelompok ikan nila dengan diet pelet dan Lemna minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan limbah cair batik memicu pembentukan mikronukleus dengan frekwensi tertinggi pada konsentrasi paparan 7500 ppm/L. Lemna minor juga terbukti memiliki potensi antimutagenik karena mampu menekan frekwensi mikronukleus lebih rendah dibandingkan diet pelet.
Peningkatan Kualitas Dan Kuantitas Produk Umkm Sari Buah Jeruk Sebagai Minuman Imunostimulan Alami Untuk Menarik Daya Beli Masyarakat di Masa Pandemi Tetri Widiyani; Okid Parama Astirin; Elisa Herawati; Shanti Listyawati; Agung Budiharjo
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.16

Abstract

Abstract The COVID-19 pandemic is not over yet. One way to fight COVID-19 is to increase the body's immunity by consuming various vitamins which have function as an immunostimulant. One of them is vitamin C which is found in many fresh fruits. This opens up the opportunities for people in the informal sector to provide immunostimulants drinks. The Small Medium Enterprise (SME that produce fresh orange juice are considered prospective during this pandemic. However, in reality, their consumers has actually decreased, as experienced by SME Kishi Sari Jeruk Segar in the Surakarta City. This SME also faces several problems, i.e: seasonal stock of oranges so that the cost of supply of raw materials is unstable and juice drink products are not durable. Our community service team helped this SME in 2 aspects. In the production aspect, a refrigerator was provided to store raw fruit materials so that they do not damage quickly and to produce frozen juice. Meanwhile, in the marketing aspect, we designed a nutritional information facts information of the orange juice especially on immunostimulant content. This is expected to increase the MSE product attractiveness. Abstrak Saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir. Salah satu cara melawan COVID-19 adalah meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi vitamin. Jenis vitamin yang terbukti berfungsi sebagai imunostimulan adalah vitamin C. Vitamin C banyak terkandung dalam buah segar seperti jeruk. Hal ini membuka peluang usaha bagi masyarakat di sektor informal untuk menyediakan imunostimulan dalam bentuk minuman. UMKM sari buah jeruk dipandang prospektif di masa pandemi ini. Namun kenyataanya jumlah pembeli produk UMKM sari buah jeruk justru mengalami penurunan seperti yang dialami oleh UMKM Kishi Sari Jeruk Segar di kota Surakarta. UMKM ini juga menghadapi beberapa permasalahan lain berupa stok bahan baku buah jeruk yang bersifat musiman sehingga cost supply bahan baku tidak stabil serta produk minuman sari buah jeruk yang bersifat tidak tahan lama. Usaha yang telah dilakukan oleh tim pengabdian kami meliputi 2 aspek. Pada aspek produksi diberikan almari es untuk menyimpan bahan baku buah agar tidak cepat busuk dan memproduksi sari buah jeruk frozen/beku. Solusi ini akan menjamin harga jual produk yang stabil serta produk yang memiliki daya tahan penyimpanan yang lebih panjang. Sedangkan pada aspek pemasaran dilakukan pencantuman informasi mengenai kandungan nutrisi yang berkhasiat sebagai imunostimulan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik produk UMKM.
Inovasi Tepung Premiks Pancake Mocaf Instan dan Pancake ”Gama Pantelo” di Dusun Gebang, Desa Kemiri, Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul Novia Nur Aini; Refika Melina Putri; Sarmin Sarmin; Irkham Widiyono; Soedarmanto Indarjulianto; Wisnu Nurcahyo; Claude Mona Airin; Okid Parama Astirin; Suparni Setyowati Rahayu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202053.320

Abstract

INNOVATION OF INSTANT MOCAF PANCAKE PREMIX FLOUR AND PANCAKE OF “GAMA PANTELO” IN GEBANG HAMLET, KEMIRI VILLAGE, TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL REGENCY. The purpose of this activity is to empower the Gebang hamlet farmer women's group, Kemiri village, Tanjungsari District Gunungkidul Regency in optimizing mocaf products so that they have time keep the old and not undergo physical and chemical changes, practical and easy to process in the form of Instant Mocaf Flour Pancake Mocaf “Gama pantelo” as a snack or dessert that can be eaten at any time. The method of activity is done by demonstration and hands-on practice. “Gama Pantelo” Instant Premix Pancake Flour is made by pouring mocaf flour, refined sugar, baking powder, milk powder, and vanilli in a basin by passing it on a sieve to get a homogeneous powder size, then stirring it evenly and then mixing the instant mocaf pancake flour in aluminum foil zipperlock packaging. Pancakes are made with instant premix mocaf pancakes mixed with 1 egg and 180 ml of water then stirred evenly using a mixer. Furthermore, after mixing evenly, the dough is cooked on a small teflon that has been previously smeared with a little oil / butter, then baked until a little cavities arise on the surface of the dough and then the dough is turned over and baked until the pancakes turn golden brown. After that it is appointed and can be served. This activity succeeded in arousing the motivation of farmer women's groups in making variations of cassava preparations.
Adiwiyata (Green School) Program Optimization Strategy in Malang Regency to Realize Environmentally Friendly School Citizens Hana Naqiyya Nada; Rhina Uchyani Fajarningsih; Okid Parama Astirin
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 2 No. 2 (2021): March
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v2i2.83

Abstract

Globalization encourages rampant development by exploiting natural resources on a large scale. Adiwiyata program is a manifestation of environmental education to raise awareness and concern about the environment. However, the number of Adiwiyata schools is still small, and its implementation has met challenges and obstacles. The research aims to formulate a development strategy for the Adiwiyata program to run optimally and achieve the goals. The research was conducted in Adiwiyata elementary school, junior high, and high school level in Malang regency consisting of Adiwiyata Award school (National or Independent) and Adiwiyata non-Award (District or Province).The study used a qualitative descriptive method with IFAS and EFAS matrices, and then a SWOT and QSPM analysis was performed. The results revealed that Adiwiyata program implementation in Malang Regency was carried out quite well. Several supporting factors and obstacles came from inside and outside the school. The planning and growth strategies were formulated for the Adiwiyata non-awarded schools in quadrant II (2.24; -0.08), while the rewarded Adiwiyata schools were in quadrant I (2.35; 2.88) with alternative development and sustainability strategies. The strategy formulation results are expected to be used as a reference in the development of the Adiwiyata program in Malang Regency.
Praktek Dasar Kultur Jaringan Mamalia untuk Meningkatkan Wawasan Bioteknologi Di Man 2 Surakarta Elisa Herawati; Okid Parama Astirin; Agung Budiharjo; Shanti Listyawati; Tetri Widiyani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.747 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.853

Abstract

Teknik kultur jaringan mamalia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bioteknologi modern yang diaplikasikan secara luas di lingkup biologi, kedokteran, dan farmasi. Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta, siswa jurusan IPA mendapatkan pengenalan bioteknologi secara teori di dalam mata pelajaran biologi, termasuk mengenai sejarah perkembangan dan aplikasi kultur jaringan. Karena kendala fasilitas dan sumber daya manusia yang terbatas, pembelajaran konsep-konsep kultur jaringan tidak pernah diimbangi dengan pengalaman praktek di laboratorium. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah: (i) meningkatkan wawasan umum mengenai bioteknologi, (ii) membantu pemahaman mengenai kultur jaringan mamalia yang tercakup dalam materi pembelajaran di sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan adalah teori dan praktek di laboratorium Prodi Biologi UNS. Materi kultur jaringan difokuskan pada pengetahuan mengenai teknik aseptis, isolasi sel dari jaringan kulit, pemeliharaan kultur sel, dan pengamatan morfologi sel dengan mikroskop. Adapun selama KLB corona, praktek pengamatan jaringan hewan awetan dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing menggunakan mikroskop kertas (foldscope). Dengan demikian, tiap siswa yang saat ini melaksanakan pembelajaran jarak jauh tetap mendapatkan kesempatan untuk praktikum. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tingkat pemahaman mengenai kultur sel dan jaringan yang lebih menyeluruh, serta pengalaman belajar yang lebih bervariasi untuk mengisi kekurangan pembelajaran jarak jauh yang minim praktek.
Transformasi Penjualan Digital Produk Jamu dan Obat Tradisional pada UKM Jamu di Kabupaten Sukoharjo Anif Nur Artanti; Fea Prihapsara; Esti Suryani; Muhammad Hatta Rahmatul Kholiq; Okid Parama Astirin; Endang Siti Rahayu
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.9033

Abstract

Dampak pandemi COVID-19 telah menurunkan pendapatan beberapa industri jamu di Kabupaten Sukoharjo. Industri jamu terkendala dalam proses produksi dan penjualan produknya. Cara pemasaran berubah, terutama saat diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM Darurat). Salah satu cara alternatif untuk meningkatkan kapasitas penjualan adalah melalui pemasaran digital online yang berfokus pada pemasaran digital melalui website yang digunakan sebagai e-commerce, media sosial, mesin pencari, dan membentuk tim reseller untuk menjual produknya. Di masa pandemi, industri jamu harus cepat beradaptasi seiring dengan PPKM Darurat, karena hal ini akan mengubah tren perilaku konsumen dalam membeli produk jamu. Salah satu industri jamu yang menjadi mitra proyek ini adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) Ching Lung. Melalui transformasi digital ini dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh UKM Ching Lung saat ini. Selain itu, dengan meningkatkan kreativitas model penjualan produk, UKM dapat bertahan dengan melakukan diversifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan di masa pandemi COVID-19. Bekerjasama dengan UKM Jamu Ching Lung, dibuatlah website online yang dirancang dengan konsep toko online untuk meningkatkan penjualan jamu dan obat tradisional di Kabupaten Sukoharjo. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu UKM untuk memasarkan produknya agar dapat dikenal oleh masyarakat luas.
Aplikasi Mesin Pencuci dan Rotary Dryer untuk Peningkatan Nilai Tambah Produk Empon-Empon di Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Pacitan Fea Prihapsara; Okid Parama Astirin; Endang Siti Rahayu; Anif Nur Artanti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.527 KB) | DOI: 10.30653/002.202273.302

Abstract

APLICATION OF WASHING MACHINE AND ROTARY DRYER FOR INCREASING ADDED VALUE VALUE OF EMPON-EMPON IN BANDAR VILLAGE, BANDAR DISTRICT, PACITAN. Bandar Village is located in Bandar District, Pacitan Regency. The economy of the people in Bandar Village is supported by traditional medicinal plants, especially empon-empon as the main commodity. Most of the farmers in Bandar Village are small farmers who depend on selling their crops to middlemen. The middlemen argue that prices at the farm level are low because the empon-empon is still dirty. The aim of this project is to carry out post-harvest processing activities by applying of washing machine and rotary dryer to increase the added value of the empon-empon products. Washing machine can clean it from dirt while rotary dryer can reduce the water content thereby increasing the yield of the active ingredients of empon-empon. Currently, both machines can function properly. This transfer of technology is very helpful for farmers in processing their harvested products on a large scale and they can sell them at higher prices. Kelompok Tani Suroloyo I as a partner actively participated in this project from post-harvest processing to marketing. This project is carried out on an ongoing basis in collaboration between Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret Team (PPLH UNS) and Kelompok Tani Suroloyo I.
Characterization of Collagen Hydrolysate Gel from Mackerel Scad Skin (Decapterus macarellus) Elisa Herawati; Rizki Sandhi Titisari; Okid Parama Astirin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.3983

Abstract

The skin of mackerel scad (Decapterus macarellus) is a novel source of marine bioactive collagen hydrolysate that has the potential to improve skin health. Collagen hydrolysate represent the major constituent in cosmetic industry because of its excellent moisturizing properties and multiple health benefits. The purpose of this study is to investigate the application of mackerel collagen hydrolysate (mackerel CH) as a component of cosmetic gel preparations by examining the gel’s physical and chemical properties which include viscosity, spreadability, adhesiveness, gel strength, gel texture, pH, and organoleptic. Evaluation of physicochemical properties is necessary to ensure that the quality and safety of the gel preparation meets the intended specifications. The formulation of the mackerel CH resulted in a gel with higher viscosity and spreadability compared to the standard national guideline (SNI). The gel exhibited favorable adhesiveness and pH levels, indicating its potential to efficiently deliver active substances to the skin without causing any irritation. The results indicated that the gel had a soft consistency in terms of gel strength and texture. Organoleptic assessment described the gel as having a clear, yellowish appearance with a subtle fishy aroma. Future studies should focus on further optimizing the formulation. Additionally, it is recommended to assess the efficacy of this gel in addressing medication-related issues using an animal model
Co-Authors Abdurrahman, Zakaria Husein Abelita Kusbianto Adi Prayitno Adi Ratriyanto Agreianti Puspitasari AGUNG HIDAYAT Agung Budiharjo Agung Budiharjo Agung Budiharjo Agus Kuntjoro AHMAD DWI SETYAWAN Ahmad Pramono Ahsanu Nadia Azka Nazhara Aidila Kanaya Putri Ainul Alim Aisah Nurul Aulia Rahma Aisyah Salsabila AMRITA YULI ASTUTI Anggie Rahmatul Azizah Anif Nur Artanti Anif Nur Artanti, Anif Nur Annisa Latifah Qolbiyanti Anti Mayastuti Anti Mayastuti Anugrah Adiastuti Argyo Demartoto ARI PITOYO ARI SUSILOWATI Ari Prasetyo Ari Prasetyo Ari Prasetyo Ari Prasetyo Aris Budi Prasetyo Aris Budi Prasetyo ARTINI PANGASTUTI AULIA NUR RAHMAWATI Ayu Intan Sari Bhisma Murti Bita Lestari Claude Mona Airin DIAGAL WISNU PAMUNGKAS Diah Apriani Atika Sari Diah Apriani Atika Sari Dimas Rahardian AJi Muhammad Dinda Lorensa Valentina Dwi Haryatmi Dwi Kurniawati Dzakiy Pradana, Defasta EDI PRIYONO EDWI MAHAJOENO Elisa Herawati ELISA HERAWATI Elisa Herawati Elisa Herawati Elvi Litcia Endang Siti Rahayu Erma Musbita Tyastuti Esti Suryani Evi Gravitiani Evi Rofiah Adaliyah FETRIA WIDIYANTI Fetria Widiyanti Fetria Widiyanti Frans Rudolof Mender Galuh Ahmad Pamungkas HADI WIWIT HENDRO CAHYONO Hamim Al Hakam Hana Naqiyya Nada Hana Naqiyya Nada Hardiman Faramit Sanaba Hilmi Nabila, Talitha I Ketut Suada Ial Ramadhan Ika Sumiyarsi Sukamto Ika Sumiyarsi Sukamto Intan Sari, Ayu Iqbal Ramadhan, Musyaffa Irkham Widiyono Joko Riyanto Joko Riyanto Juminah Juminah Juminah Nasri LINTAL MUNA Lutfia Hermawati Putri M. ARIF ROMADLON M. Didit Gozali Mahesta Lulu’ Nur Azizah MAQQITA TUNJUNG SARI MARTI HARINI MARTI HARINI Mifta Yolanda Izzati Muhamad Dwi Septiyanto Muhammad Fahturrohman Zuhdi Muhammad Hatta Rahmatul Kholiq Munzir Munzir Nabila Zaky Aqilah Nadira Adhelya Putri Najwa Luthfiah Khanza Nestri Handayani Nila Ari Rachmawati Nirmalani Muzdalifah NITA ETIKAWATI NOOR SOESANTI HANDAJANI Novia Nur Aini Nugrahenni NUGROHO ANDI PURNOMO Pinkan Olivia Marchivanalia PRABANG SETYONO Prihapsara, Fea Putri Ananda Merito Limbong Qoulan Syakara Anwar RADEN WISNU NURCAHYO Radhiva Pandhu Bhaskoro Aji Rahayu, Ria Muji Ramadani Br Surbakti Ramdhani Adrian Saputra Saputra Rania Dita Kris Sucahyo Ratih Puspita Febrinasari Refika Melina Putri Revi Gama Hatta Novika Rhina Uchyani Fajarningsih Rhina Uchyani Fajarningsih Risqiana Eka Wardani Rizki Sandhi Titisari Ruben Dharmawan Ryza Dian Pratiwi S Nugraha Sabaria Sabaria Sabila Wardatussa'adah, Hilya Sarmin Sarmin Sesilia Novita Ardelie SETIA BETARIA ARITONANG Setyo Sri Rahardjo Shanti Listyawati Shanti Listyawati SHANTI LISTYAWATI Sholichah Rohmani Soedarmanto Indarjulianto Soerya Dewi Marliyana Sri Mulyani SUGIYARTO SUGIYARTO Sugiyarto Sugiyarto Suhartono, Suhartono Sunarto Sunarto Suparni Setyowati Rahayu SURATMAN SURATMAN SUTARNO SUTARNO SUTARNO SUTARNO SUTIMAN BAMBANG SUMITRO Syamsul Hadi Syamsul Hadi Syamsul Hadi Syamsul Hadi SYARIFA ZAHRAH Tetri Widiyani Tetri Widiyani Tetri Widiyani TETRI WIDIYANI VIRA SAAMIA Vitri Widyaningsih Wahyudi Wahyudi WAWAN BUNTARAN WIDYA MEGA RAHMAWATI WIDYA MEGA RAHMAWATI Widya Mega Rahmawati widyantoro, satrio Winarni - Wisnu Nurcahyo Zakaria Husein Abdurrahman