Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Information Technology Education Journal

Pengembangan E-Modul Academic Culture Orientation Sebagai Bahan Ajar Program Pengenalan Lingkungan Kampus Pada Mahasiswa Baru Lamada, Mustari; Anandari Sulaiman, Dwi Rezky; Nur, Elvira
Information Technology Education Journal Vol. 3, No. 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan keefektifan Pengembangan E-Modul Academic Culture Orientation Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D (Research and Development), rancangan pengembangannya menggunakan model 4-D. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Komputer yang telah mengikuti Academic Culture Orientation. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui lembar uji validasi, angket respon mahasiswa, dan instrumen penilaian hasil penggunaan e-modul. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e- modul Academic Culture Orientation Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, berada pada nilai persentase 96% dengan kategori sangat valid. E-Modul Academic Culture Orientation dinyatakan praktis dari hasil analisis respon mahasiswa dengan nilai persentase 90% dengan kategori sangat praktis. E-Modul Academic Culture Orientation dinyatakan efektif karena ditinjau dari hasil penggunaan mahasiswa mencapai ketuntasan 97% dengan kategori sangat baik sehingga dinyatakan efektif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan E-Modul Academic Culture Orientation dapat diterima untuk digunakan sebagai media dalam pelaksanaan Academic Culture Orientation Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.  
Studi Kasus: Risiko Psikologis Penggunaan Fintech Lending pada Mahasiswa Ridwan Daud Mahande; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Retyana Wahrini
Information Technology Education Journal Vol. 3, No. 3, September (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v3i3.5906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa dalam menggunakan layanan fintech lending serta dampak psikologis yang ditimbulkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Berdasarkan wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa, ditemukan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga, kemudahan akses, rekomendasi teman, dan kebutuhan mendesak menjadi pendorong utama penggunaan pinjaman online. Selain itu, dorongan konsumtif dan promosi dari platform fintech juga berkontribusi pada keputusan mereka. Dampak psikologis yang signifikan meliputi kecemasan, stres, dan tekanan mental akibat keterlambatan pembayaran atau ancaman dari debt collector. Perasaan malu dan bersalah juga muncul ketika keluarga atau teman mengetahui penggunaan pinjaman tersebut. Kondisi ini memengaruhi performa akademik mahasiswa, seperti menurunnya konsentrasi belajar dan penundaan penyelesaian tugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan yang rendah dan aksesibilitas fintech yang tinggi membuat mahasiswa rentan terhadap risiko psikologis dan finansial. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan edukasi keuangan di kalangan mahasiswa serta memperkuat perlindungan konsumen dalam layanan fintech. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi strategi koping mahasiswa dalam menghadapi tekanan finansial dan dampak jangka panjang dari penggunaan fintech lending terhadap dampak psikologis yang dirasakan.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Program Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan Mandiri Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer UNM untuk Mitra Sekolah dengan Model CIPP Nurul Mukhlisah Abdal; Irwansyah Suwahyu; Dwi Rezky Anandari Sulaiman
Information Technology Education Journal Volume 1, Issue 2, Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.185 KB) | DOI: 10.59562/intec.v1i2.234

Abstract

Dalam rangka memenuhi tuntutan dan kebutuhan akan link and match dengan dunia usaha dan industri, serta pengembangan keilmuan, Perguruan Tinggi dituntut agar dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Pelaksanaan MBKM tentu saja berhubungan dengan pengembangan kurikulum adaptif dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan dan kebutuhan zaman. Untuk mengevaluasi kegiatan Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan (AMSP) Mandiri yang diprakarsai oleh Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, peneliti merasa perlu mengevaluasi program tersebut guna mengukur efektivitas program. Instrumen ini digunakan untuk. mengetahui tingkat efektivitas capaian sasaran program AMSP Mandiri Prodi PTIK. Salah satu program evaluasi yang dapat digunakan dalam pembuatan model instrumen evalusi program adalah CIPP (Contex, Input, Process, Product). Uji coba dilakukan melalui tiga jenis pengujian, yaitu (1) Uji ahli; (2) Uji terbatas dilakukan terhadap kelompok kecil sebagai pengguna produk; dan (3) Uji-lapangan (field Testing). Setelah melalui ketiga jenis pengujian tersebut, hasil bahwa instrumen program AMSP Mandiri Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar untuk mitra menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel.
The Impact of ChatGPT Dependence and Inert Thinking on Students' Academic Task Completion Wahyuni Edsa Safira; Udin Sidik Sidin; Dwi Rezky Anandari Sulaiman
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.9922

Abstract

The increasing use of Artificial Intelligence (AI), particularly ChatGPT, among students has raised concerns about the emergence of inert thinking (passive thinking) and overreliance on technology in completing academic tasks. Guided by Inert Knowledge Theory and Dual Process Theory, this study analyzes the relationship between inert thinking and ChatGPT dependence on academic task completion among Informatics and Computer Engineering students at Makassar State University. Using a quantitative survey method, data were collected from 225 respondents through a snowball sampling technique and analyzed using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) approach. The findings reveal that passive thinking significantly reduces students’ ability to complete academic tasks, while dependence on ChatGPT strongly increases inert thinking. However, ChatGPT dependence itself does not directly enhance task completion. These results indicate that excessive reliance on AI tools tends to weaken reflective and critical thinking processes, limiting students’ self-regulated learning. This study highlights the importance of responsible AI use in higher education to maintain cognitive engagement and academic integrity. Educators and policymakers should develop strategies and digital literacy programs that encourage reflective learning and critical evaluation, ensuring AI serves as a supportive tool, not a substitute for human thinking
Students’ Perceptions of Lecturers’ TPACK Competence in Digital Project-Based Learning Mustari S. Lamada; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Shabrina Syntha Dewi; Aulyah Zakilah Ifani
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.10479

Abstract

The acceleration of digital transformation in higher education requires lecturers to demonstrate strong Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK), especially when implementing Project-Based Learning (PjBL). However, limited empirical evidence exists on how students perceive lecturers’ digital-integrative competence within project-based contexts in Southeast Asia. This study aims to examine students’ perceptions of lecturers’ TPACK competence in integrating digital technology within PjBL settings. Using a quantitative survey design, data were collected from 42 engineering students at Universitas Negeri Makassar. Descriptive statistics and Spearman correlation analyses were conducted across seven TPACK dimensions. Results revealed that students rated lecturers’ TPACK competence from moderate to high, with the strongest correlation between Pedagogical Content Knowledge (PCK) and overall TPACK (rₛ = 0.809, p < 0.001). This finding underscores the importance of combining pedagogical and content expertise to enhance digital instruction. The study implies that institutional training focused on pedagogical–technological integration may further strengthen lecturers’ digital teaching performance.
Assessing Teaching Factory Implementation through Students’ Perceptions: A CIPP Model Approach Sanatang; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Ninik Rahayu Ashadi; Muh. Ihsan Zulfikar
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 4, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i4.10530

Abstract

This study aims to assess the implementation of the Teaching Factory (TeFa) program through students’ perceptions using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The evaluation focused solely on students’ viewpoints as direct beneficiaries of production-based vocational learning, excluding teachers’ and industry partners’ perspectives. A quantitative survey method was employed, involving 70 students from SMKN 10 Makassar, who completed a 12-item questionnaire with high internal reliability (Cronbach’s α = 0.894). Data were analyzed descriptively and through Spearman’s rank correlation to examine the relationships among the CIPP dimensions. The results indicate that students’ perceptions of TeFa implementation were within the “fair to good” range: Context (47.14% fair, 28.57% good, 24.29% very good), Input (41.43% fair, 38.57% good, 18.57% very good), Process (40% fair, 42.86% good, 14.29% very good), and Product (40% fair, 30% good, 24.29% very good). All dimensions showed positive and significant correlations (ρ = 0.619–0.794, p < 0.001), with the strongest relationship between Process and Product (ρ = 0.794), indicating that better learning processes are closely linked to improved learning outcomes. In conclusion, the Teaching Factory program is perceived as moderately effective by students. Improvement efforts should prioritize the Input dimension such as facilities, learning materials, and industrial engagement—and strengthen the Process dimension through enhanced mentoring and integration of production activities. Future research should involve teachers and industry partners to provide a more comprehensive CIPP-based evaluation.