Claim Missing Document
Check
Articles

Kesembuhan Skin Flap H-Plasty dan Linear Closure untuk Penutupan Luka Area Lateral Thoraks Erwin Erwin; Deni Noviana; Gunanti Gunanti; I Gusti Agung Ngurah Arphan Eka Putra
Jurnal Sain Veteriner Vol 34, No 2 (2016): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6815.375 KB) | DOI: 10.22146/jsv.27559

Abstract

Skin flap is one of the techniques use for large wound closure. This study were aimed to determine the rate of cure of skin flap H-plasty and linear closure based on subjective and objective clinical observation. Six male local cats at 1-2 years old, weighing 3-4 kg, were divided into two treatment groups. All cats were made 3 x 3 cm wound in the thoracic area for skin graft. Thoracic defects were treated with skin flap techniques H-plasty (group I) and linear closure (group II). Subjective observations was performed on days 3, 6, 9 and 12 after skin flap which was covering skin discoloration, pain response, time hair growth as well a bleeding tests that performed on the 18th day after the skin flap. Objective observation was made on day 18 by administration of 0.9% NaCland observed the absorption time, while the onset of drug effect was noticed by pupillary reflex observation after 0.2 ml adrenaline injection under the skin flap. The observation on day 9 showed that skin flap linear closure wasbetter than skin flap H-plasty, which was characterized by similar skin color with surrounding skin, reduced pain response and rapid hair growth. Bleeding blood test was showed a glowing red colored and immediately came outafter incision in both groups. The absorption time of 0.9% NaCl and the effects of adrenaline were faster in thegroup skin flap linear closure. Skin flap H-plasty and linear closure techniques can be applied to repair woundsin the thoracic area of cat skin, however, the linear closure flap of skin was healing faster than skin flap H-plasty.
Profil hematologi pada kucing lokal selama proses kesembuhan skin flaps H-plasty dan linear closure Hastjarjo Fleuryantari; Deni Noviana; . Gunanti; . Erwin
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.741 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.2.35-36

Abstract

Skin flaps merupakan salah satu prosedur bedah rekonstruksi untuk penutupan luka. Tujuan penelitian ini adalah melihat profil hematologi selama proses kesembuhan luka menggunakan teknik skin flaps H˗plasty dan linear closure pada kucing (Felis catus). Pembuatan luka dengan luas 2x2 cm dilakukan pada daerah toraks 6 kucing lokal jantan sehat yang dibagi dalam dua kelompok teknik penutupan luka, skin flaps H-plasty dan linear closure. Pengambilan darah sebanyak 1 ml dilakukan secara aseptis pada vena saphena pada hari ke˗0 pra operasi, hari ke˗3, 6, 9, dan 12 pascaoperasi. Parameter pengamatan pada nilai sel darah merah (SDM), hemoglobin (Hb), hematokrit (Hct), Mean Corpuscular Volume (MCV), Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) dan trombosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata SDM, hemoglobin, hematokrit, MCHC, dan trombosit tidak terjadi perbedaan yang signifikan (P>0.05) antar kelompok perlakuan H-plasty dengan linear closure. Parameter MCV dan MCH menunjukkan perbedaan signifikan (P<0.05) antar kelompok perlakuan. Pengamatan rata-rata SDM, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC dan trombosit menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0.05) diantara hari pengamatan. Kedua teknik skin flaps menunjukkan nilai rata˗rata profil hematologi yang fisiologis selama proses kesembuhan luka.
Profil gas darah anak babi (Sus scrofa) setelah induksi sepsis dan resusitasi cairan Ega Iftahul Rizky; Rismala Dewi; . Gunanti; Riki Siswandi; Dwi Utari Rahmiati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.477 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.2.31-32

Abstract

Sepsis merupakan respon sistemik yang disebabkan oleh infeksi. Mortalitas sepsis dapat mencapai 30% meskipun telah dilakukan perawatan intensif. Renjatan sepsis adalah sepsis yang disertai dengan gangguan pada organ kardiovaskular dan respirasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi parameter gas darah setelah induksi sepsis dan resusitasi cairan. Sebanyak 10 ekor anak babi dengan berat badan 10-13 kg dan umur 2-3 bulan dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok pertama diresusitasikan dengan cairan koloid modifikasi gelatin 4% (MFG 4%) sedangkan kelompok dua diresusitasikan dengan cairan kristaloid ringer asetat malat (RAM). Lipopolisakarida E. coli sebanyak 50 ug/kg berat badan diberikan dengan rute intravena untuk menginduksi terjadinya sepsis. Induksi sepsis menyebabkan penurunan pH dan PaO2, serta peningkatan PaCO2 dan laktat secara nyata (p<0.05). Resusitasi cairan dilakukan setelah renjatan sepsis. Resusitasi dengan cairan koloid dapat mengembalikan nilai PaCO2 dan PaO2 mendekati normal, serta menekan edema paru. Resusitasi dengan cairan koloid dinilai lebih baik karena dapat meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat renjatan sepsis.
Indeks Eritrosit Anak Babi (Sus scrofa) yang Diinduksi Sepsis Pascaresusitasi Cairan Muhammad Abhi Purnomosidi; Rismala Dewi; . Gunanti; Riki Siswandi; Dwi Utari Rahmiati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 1 No. 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.481 KB) | DOI: 10.29244/avl.1.2.21-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks eritrosit (jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin, hematokrit, VER, HER, KHER) pada anak babi (Sus scrofa) setelah diinduksi sepsis dan diresusitasi oleh cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) atau kristaloid (ringer asetat malat). Sepuluh ekor anak babi berumur 2-3 bulan dengan berat badan 8-13 kg dibagi menjadi dua kelompok. Induksi sepsis dilakukan dengan injeksi endotoksin Eschericia coli melalui rute intravena hingga terjadi renjatan sepsis. Resusitasi cairan dilakukan pada saat renjatan sepsis terjadi melalui rute intravena. Kelompok pertama menerima resusitasi cairan menggunakan modified fluid gelatin 4% (MFG 4%) dan pada kelompok yang kedua menerima resusitasi cairan menggunakan cairan ringer asetat malat (RAM). Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat setelah anestesi, saat sepsis, dan 3 jam setelah resusitasi cairan. Hasil evaluasi nilai indeks eritrosit menunjukkan bahwa hewan mengalami anemia makrositik regeneratif. Kondisi sepsis dan resusitasi cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) maupun cairan kristaloid (ringer asetat malat) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai indeks eritrosit.
Kuantifikasi opasitas hasil radiografi mesin radiografi analog Dwi Utari Rahmiati; Gunanti Gunanti; Riki Siswandi; Mokhamad Fakhrul Ulum
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.2.37-38

Abstract

Citra radiografi suatu objek yang diperoleh dari mesin x-ray analog adalah berupa film yang telah tercetak sebagai suatu gambar dengan gradasi warna hitam, abu dan putih yang disebut sebagai opasitas. Penilaian perubahan opasitas pada film hasil radiografi analog dilakukan dengan bantuan lampu illuminator untuk menampilkan citra dari objek. Identifikasi perubahan opasitas suatu objek dilakukan oleh dokter hewan secara kualitatif dan bersifat sangat subjektif. Tulisan ini menyajikan teknik kuantifikasi sederhana dalam menilai opasitas citra radiografi analog menjadi hasil yang lebih objektif untuk mengurangi subjektifitas. Film radiografi analog yang telah diperoleh selanjutnya diubah menjadi digital secara fotografi menggunakan kamera digital yang ada pada ponsel genggam. Fotografi citra dilakukan di ruangan gelap dengan bantuan lampu illuminator. Foto kemudian dipindahkan ke perangkat komputer untuk diolah dengan perangkat lunak ImageJ. Nilai opasitas suatu area terpilih ditentukan oleh densitas objek berupa gray value pada setiap pixel dalam rentang angka 0-255. Nilai nol untuk citra paling gelap berwarna hitam sebagai radiolucent, sedangkan nilai 255 untuk citra paling terang berwarna putih sebagai radiopaque.
Batu kandung kemih pada iguana hijau (Iguana iguana) Gunanti Soeyono; Melpa Susanti Purba; Rahul Ajie Saksena; Martapuri Rani Wijaya; Ainul Khadija Saleema; Laras Weningtyas
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 3 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.494 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.3.45-46

Abstract

Seekor iguana hijau (Iguana iguana) betina berumur 8 bulan dengan berat badan 470 g. Pemilik mengeluhkan adanya massa yang besar dan keras di dalam abdomen sejak kecil dan membesar seiring bertambahnya usia. Tidak terdapat perubahan pada pola tingkah laku, nafsu makan, defekasi serta sekresi cairan urin dan urat pada iguana selama pemeliharaan. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosa radiologi (radiografi dan ultrasonografi) dilakukan. Hasil pemeriksaan radiografi terlihat adanya massa radiopaque berbentuk bulat di organ vesika urinaria. Berdasarkan hasil USG terlihat adanya massa hiperekhoik dengan bayangan akustik pada vesika urinaria. Berdasarkan hasil diagnosa penunjang di atas, iguana di diagnosa mengalami urolithiasis atau batu kandung kemih (bladder stone) dengan prognosa fausta. Iguana diterapi dengan pembedahan cystotomy untuk mengambil bladder stone. Lima hari pasca-cystotomy nafsu makan iguana sudah membaik, defekasi serta sekresi urin dan urat terpantau normal.
Mastektomi pada kambing peranakan etawa (Capra aegagrus hircus) Gunanti Soeyono; Sus Derthi Widhyari; Selma Laily Nur Afifah; Shavrillia Inovanny Angesti; Intan Khoirunnisa; Irda Khaeriyah; Riana Nurul Maulani; Beata LYL Ayu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.378 KB) | DOI: 10.29244/avl.4.2.29-30

Abstract

Kambing betina peranakan etawa berumur 3 tahun diperiksa dengan gejala ada pembesaran di kelenjar mamaria. Anamnesis kambing sudah beranak 5 kali, setiap beranak 1-2 ekor dan anaknya selalu mati. Air susu induk tidak keluar walaupun terlihat ada pembesaran kelenjar mamaria. Pemeriksaan klinis menunjukkan ada pembesaran salah satu kelenjar mamaria. Diagnosis kambing tersebut menderita tumor mamaria. Hasil pemeriksaan laboratorium sebelum operasi menunjukkan gambaran hematologi masih dalam keadaan normal meskipun Hb normal rendah dan platelet rendah. Setelah operasi menunjukkan peningkatan neutrophil, monosit, dan kadar hemoglobin. Operasi masektomi berhasil dengan baik dan kondisi hewan setelah operasi memperlihatkan nafsu makan dan minum baik. Terjadi peningkatan gambaran RBC dan Hb sehingga kambing dilanjutkan perawatan sampai pulih kembal
IDENTIFIKASI GOLONGAN DARAH DAN KEMUNGKINAN HUBUNGANNYA DENGAN WARNA RAMBUT PADA KUCING DOMESTIK INDONESIA (Felis familiaris) Gunanti g; Dwi Endrawati; Helny Rosita Supriadi; Riki Siswandi; Srihadi Agungpriyono
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 1 (2013): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.614 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i1.571

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi penyebaran golongan darah A, B, dan AB dan mengetahui kemungkinan hubungan antara golongan darah dengan kemunculan pola warna rambut pada kucing domestik di Indonesia. Pada penelitian ini digunakan 50 ekor kucing domestik yang berasal dari daerah Bogor dan Bekasi. Pemeriksaan golongan darah kucing dilakukan dengan identifikasi golongan darah dengan kit antibodi monoklonal Shigeta(Jepang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kucing domestik yang diteliti bergolongan darah A dan tidak diperoleh tanda-tanda adanya hubungan antara golongan darah dengan warna rambut. Terdapat sembilan kemunculan warna rambut yang terdiri atas warna tunggal, kombinasi dua warna, dan kombinasi tiga warna.
ULTRASOUND IMAGING OF THE SPLEEN, STOMACH, LIVER, KIDNEYS, BLADDER, AND PROSTATE IN PIGLETS (Sus scrofa domestica) Gunanti Gunanti; Carina Khairunnisa; Fadhilah Nur Annisa; Elok Budi Retnani; Akhmad Arif Amin; Dwi Utari Rahmiati
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 15, No 4 (2021): December
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.276 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v15i4.21784

Abstract

This study aims to describe ultrasonographic imaging of the spleen, stomach, liver, kidney, bladder, and prostate in piglets (Sus scrofa domestica). Ultrasonography was performed on six male piglets aged 1 month with a body weight of 4-8 kg. Ultrasonography of the spleen, stomach, liver, urinary bladder, and prostate was observed in the dorsal-recumbency position, and the kidney was observed in the lateral-recumbency position. The ultrasound examination used the Chison EBit 60, which is a linear type transducer with a frequency of 9 MHz, transverse and sagittal positions, and a gain of about 55-80. Ultrasonography of the spleen showed that the shape of the spleen head varied in each individual. The results of gastric ultrasonography showed the gastric lining clearly and the similarity of the position, shape, structure, echogenicity, and size of the stomach. The results of liver ultrasonography showed that the echogenicity of the liver tended to be hyperechoic, the kidneys were hyperechoic, and the bladder was hypoechoic due to the use of improper gain. The average length of the right kidney was 4.73±0.50 cm and the left kidney was 4.08±0.26 cm. The bladder wall thickness was 1.3±0.31 mm. Imaging of the bladder showed changes in wall size and echogenicity. Prostate ultrasound results obtained an average length of 2.68±0.45 cm, width 1.69±0.35 cm. The results of this study can be used as a reference for normal data on organ position, organ structure, and organ echogenicity of the spleen, stomach, liver, kidney, bladder, and prostate in piglets.
DIAGNOSTIC IMAGING AND ENDOSCOPY OF THE SCHNAUZER DOG WITH UPPER GASTROINTESTINAL TRACT DISORDERS Deni Noviana; Kholis Afidatunnisa; Annisa Rofiqoh Syafikriatillah; M. Fakhrul Ulum; Gunanti Gunanti; Siti Zaenab
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 1 (2017): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.522 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i1.5446

Abstract

The aim of this study was to describe the role of diagnostic imaging and endoscopy to define the diagnose of the upper gastrointestinal tract disorder of the Schnauzer. The information from the owner stated that the dog has been vomiting for a year, sometimes containing blood. There might also be a possibility that it had eaten a corpus alienum. This case study covered physical examination, hematology and blood chemical analysis, diagnostic imaging radiography and ultrasonography as well as endoscopy performed. Physical examination showed weight loss and anorexia. Hematology and blood chemical analysis showed an increase in hemoglobin, hematocrit, lymphocyte, ureum, creatinine, alanine aminotransferase (ALT), and alkaline phosphatase (ALP) values. Abdominal radiograph showed no abnormality in the abdominal organs. Abdominal ultrasonography showed a hiperechoic elongated mass attached on the stomach mucosal surface which forms an acoustic shadowing at the ventral.  Endoscopy showed pathological lesions that is inconsistency of stomach mucosa surface, foamy fluid in the stomach, ulcers and erosion of the stomach mucosal surface. Based on the diagnostic imaging and endoscopy performed, the animal was clearly diagnosed with chronic gastritis accompanied by stomach ulcer and erosion.
Co-Authors . Erwin Afidatunnisa, Kholis Afifa, Selma Afiqah Binti Abd Latif Agik Suprayogi Agus Hadi Santosa Wargadipura Agus Wijaya Ahmad Arif Amin Ainul Khadija Saleema Ali Iskandar Zulkarnain, Ali Iskandar Amelia Putri, Yusika Amin, Ahmad Arif Amir S. Madjid, Amir S. Angesti, Shavrillia Anhu Raja Anita Esfandiari Anita Rahmayanti Annisa Rofiqoh Syafikriatillah Annisa, Fadhilah Nur Annita Vury Nurjunitar Antonius H. Pudjiadi Ardi Sandriya Arni Fitri Bambang Pontjo Priosoeryanto Bambang Supriyatno Basrul Hanafi Beata LYL Ayu Bensa, Matilde Surtini Budianto Panjaitan budianto panjaitan Carina Khairunnisa D Ardiansyah D U Rahmiati Damiana Rita Ekastuti Deni Noviana Deny Setyo Wibowo Devi Paramitha Dina Zuhdina Rahman Dwi Endrawati Dwi Endrawati Dwi Gustiono Dwi Utari Rahmiati E Fitriana Ega Iftahul Rizky Ekowati Handharyani Elok Budi Retnani Elvira Adyaputri Erwin Erwin Erwin Erwin Erwin Erwin Eva Harlina Fadeli Bermani Fadhilah Nur Annisa Febryanto, Agung Fitri, Arni Diana Galih Satria Kusumanto Harits Abdullah Munir Hastjarjo Fleuryantari Hayati, Najma Helny Rosita Supriadi Helny Rosita Supriadi Helny Rosita Supriadi Heryudianto Vibowo Himah Nuradilah I Gusti Agung Ngurah Arphan Eka Putra I Gusti Ngurah Sudisma IETJE WIENTARSIH Iman, Bintang Nurul Intan Khoirunnisa Irda Khaeriyah Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Jessica Anggun Safitri Kasim, Salamah Khairunnisa, Carina Kholis Afidatunnisa Ki Agus Dahlan Kiagus Dahlan Kiagus Dahlan Kiagus Dahlan Laras Weningtyas Lijar Pastilah Lina Noviyanti Sutardi Liza Oktafani M. Fakhrul Ulum M.Luqman Hakim Martapuri Rani Wijaya Masaji Washio Maulana, M Ridha Melpa Susanti Purba Melpa Susanti Purba Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Abhi Purnomosidi Muhammad Fajrul Falah Muhammad Kamal Muhammad Redha Anshari Munar Lubis Murtiningrum, Fitria Senja Nabila Latifa Hafizsha Nadya Amanda Putri Najma Hayati Ni Rai Fertilini Hanira Jelantik Nindya Dwi Utami Nur Fitri Utami Nuzula Ramadian Peter Ian Limas Prastiwi, Nurul Anjar Rachmi Ridho Raden Mohamad Herdian Bhakti Raden Roro Soesatyoratih Rahmi, Riska Asria Sa'adatur Rahul Ajie Saksena Ramadian, Nuzula Ravi, Sugganya Retno Wulansari Riana Nurul Maulani Riki Siswandi Riski Rostantinata Rismala Dewi Sardimi, Sardimi Selma Afifa Selma Laily Nur Afifa Selma Laily Nur Afifah Septi Nurcholida Sari Shavrillia Angesti Shavrillia Inovanny Angesti Shayrilia Ivanovanny Angesti Sitaria Siallagan Siti Zaenab Siti Zaenab Sri Rezeki Srihadi Agungpriyono Subangkit, Mawar Sugganya Ravi Suparmin, Yuliani Surawan, Surawan Sus Derthi Widhyari Sus Derthi Widyari Syafikriatillah, Annisa Rofiqoh TATI NURHAYATI Tri Isyani Tungga Dewi Tytha Nadhifa Winarto Ulum, M. Fakhrul Viyata Pratiwi Risky Yuliani Suparmin Zultinur Muttaqin