Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penyuluhan DAGUSIBU Obat Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat di Desa Kutakarang – Cibitung, Kabupaten Pandeglang Eka Yulli Kartika; Arini Khaerunnisa; Dhyneu Dwi Jayanti; Eneng Elda Ernawati; Candra Junaedi; Dimas Danang Indriatmoko; Tarso Rudiana; Cory Novi; Agus Setiawan; Dwi Marwati Juli Siswanti; Gina Siti Nurhayati; Hadi Susilo; Swastika Oktavia
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.662

Abstract

Swamedikasi (pengobatan sendiri) meningkat dikalangan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di Desa Kutakarang, Cibitung Kabupaten Pandeglang. Hal ini perlu diimbangi dengan pengetahuan cara mengelola obat dengan baik dan benar agarr obat dapat memberikan efek terapeutik yang diharapkan dan menghindari kesalahan dalam penggunaan dan pengelolaan obat. DAGUSIBU adalah dapat, guna, simpan dan buang obat dengan benar merupakan salah satu upaya peningkatan penggunaan obat bagi masyarakat yang diselenggarakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga kefarmasian. Pelayanan kesehatan yang dapat diberikan tenaga kefarmasian kepada masyarakat yakni kegiatan pemberian informasi tentang penggunaan dan penyimpanan sediaan farmasi dan alat kesehatan. Tujuan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat dalam memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat, serta memahami cara mengkonsumsi obat dengan baik dan benar. Metode yang digunakan adalah presentasi dan penyulihan. Peserta kegiatan sosialisasi tentang DAGUSIBU berjumlah 54 peserta. Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya. Harapan setelah Pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu peserta dapat lebih memahami dalam mengkonsumsi dan mengelola obat dengan baik dan benar. Self-medication is increasing among the community, including the people in Kutakarang Village, Cibitung, Pandeglang Regency. This needs to be balanced with knowledge of how to administer drugs properly and correctly so that drugs can provide the expected therapeutic effect and avoid errors in drug use and management. DAGUSIBU is getting, using, storing and disposing of drugs properly is one of the efforts to increase the use of drugs for the community which is organized through health service activities by pharmacists. Health services that can be provided by pharmacists to the community are the activities of providing information about the use and storage of pharmaceutical preparations and medical devices. The purpose of this service was to increase public knowledge in understanding how to obtain, use, store and dispose of drugs, and understand how to take drugs properly and correctly. The method used is presentation and lecture. Socialization activities about DAGUSIBU went well. There were 54 participants in this activity. The participants who attended were very enthusiastic in listening to explanations and actively asked questions regarding the use of drugs and their treatment. The hope after this Community Service is that participants can have a better understanding of consuming and managing drugs properly and correctly.
The Effect of Use of Local Organic Microorganism Fertilizers on Rice Media, Banana Sticks, And Tongol Fish on The Growth of Arabika Coffee Plants (Coffea arabica L.) in The Gunung Karang Garden, Pandeglang District Suyamto, Suyamto; Hujaji, M.; Susilo, Hadi; Oktavia, Swastika; Mu'jijah, Mu'jijah
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2024.131.251-258

Abstract

Arabica coffee plants (Coffea arabica L.) are plantation commodities with high economic value. Efforts that can be made in farming without using chemicals that will damage the environment is by utilizing local microorganisms (MOL). For farmers who demand the use of cheap and practical fertilizers, they can be directed to use local microorganism organic fertilizers made from rice, banana stems, and tuna. This study aims to determine the effect of using local microorganism organic fertilizers made from rice, banana stems, and tuna on the growth of C. arabica plants. The type of research to be carried out is experimental research. This research method uses a Completely Randomized Factorial Design (CRFD) consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor is the source material consisting of 3 levels, namely: M1 = stale rice, M2 = banana stem, and M3 = tuna. The second factor is the fermentation period consisting of: H1 = 2 weeks fermentation and H2 = 4 weeks fermentation. The measured parameters of C. arabica plants are height, number of leaves, and stem diameter. The results showed that rice, banana stem, and tuna can be made into MOL fertilizers. The use of MOL organic fertilizers (stale rice, banana stem, and tuna) affects the growth of C. arabica, which can be seen from the parameters of plant height, number of leaves, and stem diameter. M3H2 MOL organic fertilizer (tuna fermented for 4 weeks) provides optimal growth of C. arabica in terms of plant height, number of leaves, and stem diameter.
MULTIPLIKASI TUNAS DAN INDUKSI PERAKARAN TANAMAN NILAM Rezaldi, Firman; Abdilah, Nurullah Asep; Mu’jijah, Mu’jijah; Susilo, Hadi; Suyamto, Suyamto; Setiawan, Usman; Oktavia, Swastika
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol 4 No 1 (2022): Januari : Jurnal Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jipp.v4i1.157

Abstract

Penelitian mengenai multiplikasi tunas dan induksi perakaran tanaman nilam (Pogestemon cablin Benth) secara in vitro pada medium MS telah dilakukan pada bulan Juni sampai Desember 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi NAA dan BAP terbaik dalam multiplikasi tunas nilam dan konsentrasi NAA terbaik dalam induksi perakaran nilam. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pada tahap multiplikasi tunas digunakan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh (zpt) BAP yang terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0 ppm, 0,5 ppm, 1,5 ppm, dan 2 ppm. Faktor yang kedua adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh (zpt) NAA yang terdiri dari 3 taraf konsentrasi yaitu 0 ppm, 0,5 ppm, dan 1,5 ppm. Pada tahap multiplikasi tunas parameter yang diamati adalah jumlah tunas, dan tinggi tunas, sedangkan pada tahap induksi perakaran parameter yang diamati adalah jumlah akar, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kombinasi konsentrasi NAA dan BAP yang terbaik dalam menghasilkan jumlah tunas nilam yaitu kombinasi, NAA 0 ppm + BAP 2 ppm, menghasilkan 11 tunas, untuk tinggi tunas terdapat kombinasi konsentrasi NAA dan BAP yang terbaik, yaitu konsentrasi NAA 0 ppm + BAP 0,5 ppm, menghasilkan tinggi tunas 3,13 cm. Konsentrasi NAA tunggal dengan konsentrasi 1,5 ppm merupakan konsentrasi NAA tunggal yang terbaik dalam menghasilkan jumlah akar dan mempengaruhi panjang akar. Pada konsentrasi 1,5 ppm menghasilkan jumlah akar sebanyak 7 buah, dan panjang akar 2,3 cm.
Determinan Perilaku Pola Asuh Ibu yang Mempunyai Anak Stunting di Kecamatan Subang Tahun 2019 Arif, Hamid; Susilo, Hadi; Samingan, Samingan
Pustaka Kesehatan Vol 11 No 3 (2023): Volume 11 No.3, 2023
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pk.v11i3.27282

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1000 days of birth. The percentage of children stunting in Subang Regency in 2018 reached 3,741, and in Subang, the sub-districts had 104 children. The aim of the study was to determine the factors that influence the behavior of mothers who have stunted children in Subang sub-districts in 2019. This research used the cross-sectional with a quantitative approach using 104 mothers of stunted children under five in Subang sub-district. Data collection using questionnaires carried out during April-June 2019 in the working area of the Sukarahayu and Cikalapa Health Centers Data were analyzed by univariate, bivariate (Pearson chi-square) method and multivariate analysis (regression logistic). The results of the bivariate analysis showed no relationship between age, income, culture, health facilities, health service access and caring behaviour p=0,58; 0,79; 0,29; 0,57; 0,65) dan OR=1,06; 1,20; 1,67; 1,37; 0,80, and there was a relationship between education, knowledge, attitude, sanitation, health workers and behavior (p=0,04; 0,00; 0,02; 0,02; 0,03) dan OR=2,45; 3,60; 2,71; 2,08; 2,64. In conclusion, statistically, knowledge with a p-value of 0.00 OR 95% CI=2.836 (1,411-5,702) is the dominant factor associated with maternal caring behavior after being controlled by attitude and belief.
Optimalisasi Kompetensi Juru Sembelih Halal (JULEHA) Mendukung Implementasi Wajib Halal Oktober 2024 di Kabupaten Pandeglang Susilo, Hadi; Hidayat, Deden; Abdillah, Nurullah Asep; Rahmadanti, Aulia; Rahmawati, Dania; Maulani, Tuti Rostianti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.1129

Abstract

Kesadaran masyarakat untuk kebutuhan produk halal sangat meningkat. Masyarakat Pandeglang adalah Masyarakat yang mementingkan konsumsi produk halal, khususnya untuk produk olahan hewani. Maka diperlukan pelatihan para juru sembelih halal yang bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja terlatih dalam pemotongan hewan halal sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pelatihan ini menggunakan metode berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang menjamin bahwa para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan regulasi dan kebutuhan industri. Selain itu, pelatihan ini juga dilengkapi dengan praktek penyembelihan langsung, di mana peserta dapat menerapkan teori yang telah dipelajari dalam situasi nyata. Melalui metode gabungan antara teori berbasis SKKNI dan praktik lapangan, pelatihan ini berhasil menghasilkan juru sembelih halal yang kompeten, tersertifikasi, dan mampu memenuhi kebutuhan akan pemotongan hewan yang sesuai dengan syariat Islam dan standar kesehatan hewan. Program ini diharapkan dapat mendukung industri penyediaan daging halal dan meningkatkan kualitas juru sembelih di Indonesia, sehingga menciptakan kepercayaan publik terhadap kehalalan dan keamanan produk daging. Public awareness of the need for halal products is increasing. The Pandeglang community is a community that prioritizes the consumption of halal products, especially processed animal products. For this reason, training for halal slaughterers is required, a program that aims to create trained workers in halal animal slaughter in accordance with established standards. This training uses a method based on the Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI), which ensures that participants acquire knowledge and skills in accordance with industry regulations and needs. Apart from that, this training is also equipped with direct slaughter practice, where participants can apply the theory they have learned in real situations. Using a combined method of SKKNI-based theory and field practice, this training succeeded in producing halal slaughterers who are competent, certified, and able to meet the need for slaughtering animals in accordance with Islamic law and animal health standards. This program is expected to support the halal meat supply industry and improve the quality of slaughterers in Indonesia, thereby creating public confidence in the halal and safety of meat products.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Bedak Tabur Ekstrak Etanol Daun Kapuk Randu (Ceiba Pentandra(L.) Gaertn.) Yuningsih, Yuningsih; Susilo, Hadi; Yusransyah, Yusransyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v2i2.34

Abstract

Bedak merupakan jenis kosmetikyang digunakan untuk pemakaian luar pada kulit wajah dan tubuh. Pada umumnya bedak digunakan untuk berbagai aplikasi, antara lain pada kulit wajah yang terlihat kusam sehingga terlihat lebih berseri, untuk menyamarkan kulit wajah yang berjerawat dan berlubang, untuk menutupi flek-flek hitam pada wajah, menghaluskan, meratakan, dan mengurangi penampakan garis halus dan pori-pori wajah, dan meratakan warna kulit. Daun kapuk randu hanya digunakan sebagai tanaman atau obat herbal tanpa diolah terlebihdahulu. Untuk meningkatkan nilai ekonominya, pengolahan dapat dilakukan dengan dijadikan produk seperti bedak tabur. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui formulasi dan uji stabilitas fisik bedak tabur ekstrak etanol daun kapuk randu (Ceiba pentandra(L.) Gaertn.).Formulasi bedak terdiri dari talk, zinc stearat, zinc oksida,kalsium karbonat, kaolin dan penambahan ekstrak etanol daun kapuk randu dengankonsentrasi 0%; 5%; 10%; dan 20 %. Evaluasi stabilitas bedak tabur meliputi organoleptik, homogenitas, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kapuk randu (C.pentandra(L.) Gaertn.)dapat diformulasikan menjadi bedak tabur. Hasil uji stabilitas fisik menunjukkan bahwa bedak tabur ekstrak etanol daun kapuk randu (C.pentandra(L.) Gaertn.) memiliki stabilitas yang baik baik dari segi organoleptik dan homogenitas Kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada daun kapuk randu (C.pentandra(L.) Gaertn.) adalah flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid.
Sosialisasi Sertifikasi Produk Halal bagi Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Desa Kramatmanik Kecamatan Angsana Wardah, Neli Nailul; Susilo, Hadi; Hudaya, Dadan Ahmad; Yuniarsih, Eko; Trisnawati, Desi; Yunita, Ayu Mira; Rizky, Robby; Setiyowati, Sri; Susanti, Ervi Nurafliyan; Sugiarto, Agung; Suryandani, Hendy; Indriati, Marlinda; Jubaedah, Dedeh; Maftuhah, Imat; Yumsinah, Siti; Nuryati, Nuryati; Muslim, M.; Susilawati, Susilawati; Wibowo, Andrianto Heri
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1162

Abstract

Sosialisasi produk halal bagi pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Desa Kramatmanik Kecamatan Angsana merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap standar halal. Dengan meningkatnya permintaan produk halal di pasar global dan nasional, serta pentingnya memastikan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar syariah. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pelaku usaha tentang proses sertifikasi halal, sehingga produk mereka dapat beraing dipsar yang luas. Metode pelaksanaan ini meliputi, penyuluhan dan pendampingan kepada pelaku usaha yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelaku usaha tentang pentingnya sertifikasi halal dan membantu meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usaha memenuhi standar halal, sehingga sosialisasi produk halal dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas produk pangan dan kesejahteraan masyarakat Desa Kramatmanik Kecamatan Angsana. Kegiatan sosialisasi ini juga dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadapt standar halal. Halal product socialization for home-based food industry entrepreneurs in Kramatmanik Village, Angsana District, is a crucial effort to increase awareness and compliance with halal standards. The background of this activity is the growing demand for halal products in the global and national markets, as well as the importance of ensuring that food products consumed by the community meet Sharia standards. The purpose of this socialization is to provide knowledge and skills to entrepreneurs about the halal certification process, so that their products can compete in a wider market. The implementation method includes counseling, training, and direct assistance to entrepreneurs. The results show that halal product socialization can increase entrepreneurs' awareness and understanding of the importance of halal certification. Additionally, this activity also helps improve entrepreneurs' capacity in managing and developing businesses that meet halal standards. Thus, halal product socialization can contribute to improving the quality of food products and the welfare of the Kramatmanik Village community. This activity can also serve as an example for other villages in increasing awareness and compliance with halal standards.
PERSEPSI PELAJAR TERHADAP MAKANAN DAN MINUMAN HALAL DI PROPINSI LAMPUNG Sari, Ruly Nadian; Umurohmi, Ulfah; Susilo, Hadi
International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/ijma.202442.104

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pelajar terhadap makanan dan minuman halal di propinsi Lampung. Data dikumpulkan melalui survei yang melibatkan pelajar dari berbagai tingkat satuan pendidikan muali dari Sekolah Dasar (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP/ MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA/MA/SMK). Penelitian ini mencakup pertanyaan tentang pengetahuan pelajar tentang konsep halal, sertifikasi halal dan kesadaran dalam mengkonsumsi makanan dan minuman halal. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online menggunakan google form. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 410 pelajar SD/MI sebanyak 91 orang, SMP/ MTs sebanyak 105 orang dan SMA/SMK/MA sebanyak 205 orang yang tersebar di seluruh propinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi awal pelajar yang berkaitan dengan produk yang bersertifikasi halal adalah produk yang berkualitas. Jawaban yang diperoleh dari responden yaitu sebanyak 54.8% responden menjawab sangat setuju, 36.8% responden menjawab setuju, 7.7% responden menjawab netral dan 0.3% responden menjawab tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa Sebagian besar pelajar terlah memiliki persepsi yang baik bahwa produk bersertifikasi halal adalah produk yang terlah terjamin memiliki kualitas yang baik. Namun pada kesadaran pelajar untuk tidak membeli bahan makan asing yang mencurigakan kehalalannya diperoleh respon sebanyak 46.6% responden menjawab sangat setuju, 42.1% responden menjawab setuju, sebanyak 8.9% responden menjawab netral, sebanyak 1.7% responden menjawab tidak setuju dan sebanyak 0.7% responden menjawab sangat tidak setuju.
The Potential of Frass BSF as an Organic Fertilizer for Making Sustainable Agriculture a Reality Susilo, Hadi; Nurmayulis, Nurmayulis; Syahbana, Mohammad Ana; Sodiq, Abdul Hasyim
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6782

Abstract

Organic fertilizers have an important role in increasing plant growth and productivity. Currently, chemical fertilizers are considered is felt to be increasingly expensive, and rare, and can cause agricultural land to become unhealthy, and the production costs of agricultural crops to become large. One of the organic fertilizers that can be used as a new choice is organic fertilizer from Frass BSF, with several advantages, namely that the raw material is organic waste, which is abundant, easy to obtain, and cheap. This research method uses literature studies from online databases by collecting all information that explains BSF frass. The research results show the nutritional content of frass, the use of BSF frass, the role of frass as an organic fertilizer in increasing growth and productivity, as well as evaluating the effectiveness and application of frass on various types of agriculture plants.
Limbah Fermentasi Kombucha Bunga Telang Sebagai Produk Bioteknologi Berupa Pupuk Cair Organik Dalam Menunjang Pertumbuhan Seledri Rezaldi, Firman; Kartina, Kartina; Susiyanti, Susiyanti; Maritha, Vevi; Susilo, Hadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 9 No 2 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/e-jbst.v9i2.557

Abstract

Fertilizers produced from a mixture of materials that are easily decomposed, easily improve the physical, chemical and biological properties of the soil because they contain nutrients as an effort to increase plant growth are known as organic liquid fertilizers. The purpose of this study was to determine the potential of organic liquid fertilizer derived from the waste of butterfly pea kombucha fermentation combined with EM4 on the growth of celery plants. The research design includes T1, namely without treatment. T2 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 1 mL/L of EM4. T3 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 3 mL/L of EM4. T4 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 5 mL/L of EM4. The parameters of this study include plant height and number of leaves. The results of this study proved that kombucha fermented telang flower waste combined with EM4 correlated positively in supporting the growth parameters of celery plants, both plant height and number of celery plant leaves. The conclusion from this research is that the 5 mL/L treatment of 5 mL/L kombucha fermentation waste is the best treatment to support the research parameters, namely growth data on the average plant height and the number of leaves of celery plants.
Co-Authors , Triadiati A Suhaemi AA Sudharmawan, AA Abdilah, Nurullah Asep Abdul Hasyim Sodiq, Abdul Hasyim Agung Sugiarto Agus Setiawan Ai Widiyawati Aji Sukoco Ali Farkhan Tsani Andrianto Heri Wibowo Arif, Hamid Arini Khaerunnisa Asahedi Umoro Ayu Mira Yunita Candra Junaedi Cory Novi Dedeh Jubaedah Dhyneu Dwi Jayantie Dian Noverita Widyaningrum Dimas Danang Indriatmoko Dwi Marwati Juli Siswanti Dwi Susilaningsih DWI SUSILANINGSIH Eka Yulli Kartika Eneng Elda Ernawati Faizal Andri Fajrin Noviyanto Fredrick Onyango Ochieng Gina Siti Nurhayati Hani Susanti Hani Susanti, Hani Herlina Siti Nurantika Hidayat, Deden Hudaya, Dadan Ahmad Hujaji, M. I Nengah Swastika Imat Maftuhah Indriati, Marlinda irdaus, Ahmad F irfan mujahidin Kartina Kartina Kiki Rizki Amelia Kurnia, Nia Marlina Lia Amelia Pertiwi M Nasrun Hakim M. Muslim Maritha, Vevi Marlinda Indriati Merdiana Indah Saputri Mu'jijah Mu'jijah Mu'jijah, Mu'jijah Mu’jijah, Mu’jijah Neli Nailul Wardah NISA RACHMANIA MUBARIK Nurafliyan Susanti, Ervi Nurmayulis Nuryati Nuryati Ochieng, Fredrick Onyango Rahmadanti, Aulia Rahmawati, Dania Ratna Fitry Yenny Renni Dwi Saputri Riki Rikardo Riki Rikardo Rizky, Robby Roihwan Roihwan Rosmawaty Peranginangin Roudotussaadah Roudotussaadah Rt Inu Rahayu S, Dwi Marwati Juli Sari, Ruly Nadian Sibawi Sibawi, Sibawi Siti Nuriyah Siti Yumsinah Sri Setiyowati sudanto sudanto Suryandani, Hendy Suryanti Suryanti Susilawati, Susilawati Susiyanti, Susiyanti Suyamto Suyamto Suyamto Swastika Oktavia Swastika, I Nengah Syahbana, Mohammad Ana Tarso Rudiana, Tarso Taufich Hilman, Taufich Trisnawati, Desi Tuti Rostianti Maulani Umoro, Asahedi Umurohmi, Ulfah Usman Setiawan UTUT WIDYASTUTI UTUT WIDYASTUTI Widyaningrum, Dian Noverita Yelfi Yelfi Yuniarsih, Eko Yuningsih Yuningsih Yusransyah, Yusransyah