Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Julo-Julo dalam Meningkatkan Ekonomi Pedagang Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan Replita, Replita; Effendi, Nursyirwan; Ophiyandri, Taufika; Miko, Alfan; Hardana, Ali
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i2.25795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengembangan Julo-Julo dalam meningkatkan ekonomi pedagang di Pasar Sangkumpal Bonang, Kota Padangsidimpuan. Julo-Julo merupakan sebuah inovasi platform digital yang dirancang untuk membantu pedagang pasar tradisional dalam pemasaran, transaksi, dan manajemen operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 50 pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Julo-Julo memberikan dampak positif yang signifikan, di antaranya: (1) peningkatan pendapatan pedagang sebesar 83,33%, (2) kepuasan pedagang yang tinggi, terutama dalam hal pemasaran digital dan efisiensi transaksi, (3) peningkatan jumlah konsumen sebesar 100%, dengan kontribusi besar dari konsumen online, serta (4) faktor utama peningkatan pendapatan adalah pemasaran digital dan transaksi digital. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti kurangnya literasi digital dan ketersediaan jaringan internet yang tidak stabil
Kajian Revitalisasi Aspek Sosial Pasar Nagari Padang Lua Alfan Miko; Indraddin Indraddin; Ilham Havivi
Jurnal Sosiologi Andalas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsa.9.2.158-169.2023

Abstract

This article explores the study of market revitalization that needs to be carried out to analyze the socio-cultural and socio-economic aspects of the Padang Lua Nagari market. This study uses qualitative research methods with a case study type. This study was analyzed using the concept of revitalization used by Gouillart and Kelly in Santoso, namely organizational change aimed at spurring corporate growth by aligning the organization with its environment. As a result of this research, it is necessary to revitalize the market. The physical market may not be difficult due to the advancement of development technology today, but what is difficult is to make the market better and not cause conflict between the relevant stakeholders. The conclusion of this research is to accommodate the revitalizing of the market, an in-depth study of aspects of spatial planning so that a quality and beneficial market for the community can realized.
IMPLEMENTATION ANALYSIS OF THE NO SMOKING AREA POLICY: BRIDGING THE GAP BETWEEN NORMATIVE GOALS AND FIELD REALITIES IN URBAN AND RURAL CONTEXTS Iqbal, Wira; Miko, Alfan; Nurti, Yevita; Koeswara, Hendri
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 6 No. 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/qawwam.v6i1.467

Abstract

The No Smoking Area (KTR) policy is one of the efforts to control the health effects of exposure to cigarette smoke. Its implementation shows a gap between normative goals and reality in the field. Implementation disparities between urban and rural areas indicate that the local context plays an important role in the effectiveness of the policy. This study aims to evaluate the effectiveness of KTR implementation in Indonesia through a Systematic Literature Review approach with a focus on comparison between urban and rural contexts. The review procedure was conducted based on the PRISMA protocol by screening scientific literature from the Scopus database. KTR implementation faces multidimensional challenges ranging from weak cross-sectoral supervision and coordination, low public awareness, and social resistance to regulations. Compliance is higher in health facilities, but still low in other public spaces, especially in areas with limited institutional capacity. This paper emphasizes the importance of a policy implementation approach that is adaptive to local characteristics and actively involves community actors. This paper also offers practical implications for strengthening KTR policy governance in a more participatory and sustainable manner to support public health development goals.
Implementasi Program Bina Keluarga Lansia (BKL) Di Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Kota Padang Filka Khairu Pratama,; Maihasni; Alfan Miko
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zzkj3r95

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan demografis yang dihadapi Indonesia terkait penuaan populasi, yang diperkirakan akan meningkat signifikan dari 25 juta lansia pada tahun 2019 menjadi 80 juta pada tahun 2050. Dengan meningkatnya persentase lansia, terdapat kebutuhan mendesak untuk memperkuat kebijakan kesehatan dan sosial yang mendukung kesejahteraan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi interaksi antara agen, seperti penyuluh dan kader Bina Keluarga Lansia (BKL), dengan struktur yang ada dalam mendukung implementasi program BKL di Kota Padang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, melibatkan informan pelaku dan pengamat untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang mencakup kodifikasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai efektivitas program BKL dan tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih baik dalam mendukung populasi lansia yang terus berkembang, meskipun program BKL telah dilaksanakan, masih terdapat kendala dalam partisipasi masyarakat dan pemahaman tentang manfaat program. Keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung lansia sangat penting untuk keberhasilan program ini. Kesimpulannya, sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program BKL dan memastikan kesejahteraan lansia yang berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan sosialisasi dan edukasi mengenai program BKL untuk mendorong partisipasi aktif dari semua pihak terkai
Komunikasi pimpinan dalam meningkatkan motivasi performa guru di pondok pesantren prof. dr. hamka Maninjau Agustin, Sonia; Chatra, Emeraldy; Miko, Alfan
Education and Social Sciences Review Vol. 6 No. 1 (2025): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr544600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi pimpinan dalam meningkatkan motivasi dan performa guru di Pondok Pesantren Prof. Dr. Hamka Maninjau, serta mengidentifikasi dampak hambatan komunikasi terhadap motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang mencakup pimpinan pondok pesantren, guru senior, serta guru junior, guna memperoleh perspektif yang beragam dan representatif. Objek penelitian meliputi gaya komunikasi pimpinan, bentuk apresiasi yang diberikan, serta kendala komunikasi yang dihadapi dalam lingkungan kerja. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pimpinan yang efektif mencakup aspek komunikasi pemahaman, perubahan sikap, hubungan sosial dan tindakan. Hambatan utama adalah kurangnya intensitas komunikais langsung dengan pimpinan,  minimnya keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan, penugasan diluar bidang kemampuan guru serta reward yang tidak sesuai ekspektasi guru. Analisis menunjukkan bahwa komunikasi yang baik dapat meningkatkan motivasi guru, sementara komunikasi yang kurang efektif justru menurunkan semangat kerja. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan komunikasi pimpinan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.
Pengaruh Modal Sosial dan Modal Insani terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah di Kota Padang Lawas Utara Replita; Effendi, Nursyirwan; Ophiyandri, Taufika; Miko, Alfan; Hardana, Ali
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 5 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i5.24605

Abstract

Industri makanan dan minuman di Padang Lawas Utara membutuhkan banyak tenaga kerja. Perusahaan menggunakan tenaga kerja sebagai modal sosial dan insani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara deskriptif, menganalisis pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM makanan dan minuman di Kota Padang Lawas Utara, dan kemudian membuat rekomendasi untuk meningkatkan kinerja UKM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk analisis nilai kinerja (IPA), diagram batang ikan, dan analisis rumus struktural (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa. Akibatnya, disarankan untuk meningkatkan kinerja UKM melalui kegiatan pendukung, seperti membangun sistem pengendalian mutu dan standar pelaksanaan produksi, memperbaiki fasilitas yang dimiliki UKM, dan berpartisipasi dalam pelatihan yang meningkatkan kemampuan karyawan UKM.
Bantuan Ekonomi Pedagang Masyarakat Kota Padangsidimpuan dengan Adanya Julo-Julo Replita, Replita; Effendi, Nursyirwan; Ophiyandri, Taufika; Miko, Alfan
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i1.25554

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pertukaran sosial dalam kegiatan Julo-Julo dan bagaimana pertukaran sosial berfungsi dalam hal ekonomi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Teori resiprositas adalah teori yang digunakan dalam penelitian ini. Menurut informasi yang dikumpulkan dari pertukaran sosial Julo-Julo di Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan, bahan-bahan pernikahan dan hajatan yang digunakan oleh anggota Julo-Julo untuk acara pernikahan dan hajatan dikumpulkan oleh ketua pengurus Julo-Julo. Metode Julo-Julo menggunakan bahan pokok sesuai dengan kriteria, di mana kriteria tersebut adalah anggota Julo-Julo yang paling penting, yaitu untuk memenuhi kebutuhan materi. Dalam masyarakat, ada dua jenis pertukaran: resiprositas sebanding dan resiprositas umum. Fungsi pertukaran Julo-Julo bagi masyarakat di Pasar Sangkumpal Kota Padangsidimpuan adalah untuk mengatasi masalah yang terkait dengan mengadakan acara pernikahan dan hajatan, seperti kekurangan modal uang, kekurangan tenaga kerja rewang, dan kekurangan sarana dan prasarana
Hiperrealitas dalam Penggunaan Smartphone pada Kalangan Remaja Febby Fitriani; Alfan Miko; Maihasni
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 10 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i10.5012

Abstract

Smartphones provide various instant messenger and social media applications that can facilitate communication and information. However, behind these benefits, hyperreality is currently occurring and there are many consequences that arise. Therefore, the main problem is How is hyperreality in smartphone use among teenagers. The purpose of this study is to determine the form of hyperreality and the consequences of smartphone use through instant messenger and social media among teenagers.This study uses a qualitative method. The data collection process is carried out using observation and in-depth interview techniques. In analyzing the data, the researcher uses qualitative analysis techniques. The theory used in this study is the theory of hyperreality proposed by Jean Baudrillard.The results of this research show that there are several forms of hyperreality of smartphone use via instant messenger and social media among teenagers which are seen through two Baudrillard concepts, namely simulation and simulacra. The simulation found is living in a digital simulation, acronyms and emoticons lose their reference and are obsessed with making friends in cyberspace. The simulacra found are blurring self-identity, changing use values to sign values, blurring the real world, chasing instant popularity, displaying falsehoods. Meanwhile, there are two consequences of smartphone use among teenagers. First, positive consequences, namely earning income and improving academic achievement. Second, negative consequences, namely reducing academic achievement, changing adolescent behavior, wasteful and uncertain time.
Adaptasi Masyarakat Nagari Lubuk Alung Terhadap Pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Satifa, Oriza; Alfitri; Miko, Alfan
Jurnal Administrasi Publik dan Pemerintahan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Administrasi Publik dan Pemerintahan
Publisher : LPPM STISIP IMAM BONJOL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55850/simbol.v4i2.185

Abstract

Banyak aspek kehidupan masyarakat, terutama di Nagari Lubuk Alung, sangat dipengaruhi oleh pengembangan infrastruktur jalan tol. Menganalisis apa dan bagaimana komunitas menyesuaikan diri dengan lingkungan baru setelah akuisisi lahan adalah tujuan dari studi ini. Studi ini melihat dampak, faktor sosial, dan ekonomi yang harus dihadapi oleh masyarakat setelah pembelian tanah. Di Nagari Lubuk Alung, yang terkena dampak pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin, penelitian ini dilakukan dengan metodologi kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adaptasi masyarakat setelah akuisisi lahan meliputi modifikasi penggunaan dana kompensasi untuk tujuan produktif dan konsumtif, penyesuaian terhadap dampak polusi debu, dan pemeliharaan hubungan integrasi komunitas. Temuan studi ini menunjukkan bahwa masyarakat Nagari LubukAlung menggunakan uang kompensasi dengan berbagai cara, baik untuk tujuan produktif maupun konsumtif. Selain itu, mereka telah berhasil menjaga integrasi sosial komunitas, yang tidak mengalami perubahan signifikan dari awal proses akuisisi lahan hingga setelah selesai. Selain itu, komunitas khawatir tentang kemungkinan dampak pembukaan jalan tol, terutama yang terkait dengan nilai tanah dan keberlanjutan ekonomi lokal. Untuk mempromosikan keberlanjutan sosial dan lingkungan di daerah tersebut, diperlukan strategi komprehensif yang menekankan baik pengembangan infrastruktur maupun mitigasi dampak.
The Role of Traditional Markets in Improving Community Economy According To Perspective Islamic Economics Replita, R; Effendi, Nursyirwan; Ophiyandri, Taufika; Miko, Alfan; Hardana, Ali
Atestasi : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/atestasi.v7i2.933

Abstract

Sangkumpal Bonang is a traditional market as well as an economic development creative, which is specifically characterized by Islamic economic practices. Economic system Islam is an economic system that is oriented to rahmatan lil natural. In Economics in Islam, the goal of business is not always to seek profit (material value), but it must remain so plays an important role in obtaining and providing benefits non-material benefits, both for the businessperson himself and the environment broader, such as creating an atmosphere of brotherhood and social awareness and etc. Looking at the background of the problem, a question arises, what is the role of Umbrella in improving the community's economy as well suitability in the Islamic Economic Perspective. The aim to be achieved in this research is to find out the extent of the role of the Payungi Market in improving the community's economy North Padangsidimpuan District, Metro City Center, and how Islamic economic review of market traders. Type of research the author uses field research which is descriptive in nature qualitative, the data sources used are primary and secondary data sources, while data collection techniques use interviews, observation, and documentation. Interviews were conducted with market heads, market initiators, and local people who also act as traders in the market. Observation observing the existing conditions in Payungi and around the market, and documentation used to support the data that researchers obtain in the field. The findings of this research are that the Sangkumpal Bonang Market has potential in improving the economy of the people of North Padangsidimpuan District North Padangsidimpuan City from the field of creativity and economic skills in society. Wrong the other is the business units that are being developed, such as game rides, photo spots, traditional games and others. This means that sangkumpal bonang has value more in the field of improving the economy, especially the market, it is hoped that this will be possibly become a benchmark for the emergence of markets that have more potential for improvement community economy which is of course in accordance with Islamic economics.