Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kebijakan Peraturan Daerah Kota Bogor No 10 Tahun 2018 Tentang Kawasan Tanpa Rokok Hidayat, Muhammad Qopal; Hermawan, Denny; Apriliani, Afmi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i12.16370

Abstract

Merokok pada dasarnya sangat berbahaya bagi kesehatan. Fenomena dunia menunjukkan bahwa merokok mengakibat terpapar penyakit hingga meninggal dunia akibat masih banyaknya masyarakat yang merokok. Oleh karena itu pemerintah menghadirkan kebijakan salahsatunya Indonesia tentang Kawasan tanpa rokok. Pengimplementasian kebijakan tersebut salah satunya di Alun-Alun Kota Bogor. Kota Bogor membuat kebijakan yang tertuangkan didalam peraturan daerah nomor 10 tahun 2018 tentang kawasan tanpa rokok (KTR). Pada tahap survei peneliti menemukan masalah diantaranya kepatuhan masyarakat terhadap KTR masih rendah, kurangnya sosialisasi, pengawasan yang minim, sanksi yang kurang tegas, kurangnya fasilitas yang mendukung dan minimnya partisipasi masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan peraturan daerah nomor 10 tahun 2018 tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dalam perspektif implementor dalam studi kasus di alun-alun kota bogor, kendala-kendala dan upaya dalam mengatasi kendala mengenai kebijakan tersebut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Dengan jumlah populasi yakni 24 orang yang terdiri dari 2 unsur implementor. Teknik sampel yang digunakan yakni sampling jenuh dengan jumlah 24 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik studi kepustakaan, studi lapangan, wawancara, observasi, dan kuesioner yang berskala likert dengan didasari rumus WMS. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai total rata-rata sebesar 4,09, dengan kategori “Baik”. Nilai tersebut memiliki keberagaman nilai tertinggi yakni di Dimensi komunikasi antarorganisasi yang berperan dalam pelaksanaan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) memperoleh hasil yang sangat baik yakni 4,4. Dan nilai terendah di dimensi Sumber Daya, yang memperoleh skor 3,6 dan termasuk dalam kategori "baik." Nilai yang relatif. Kendala dalam impelementasi yakni dimensi sumber daya yang mempengaruhi salah satunya akibat terbatasnya fasilitas seperti papan informasi, dan belum menyediakan tempat khusus untuk merokok. Adapun upaya yang dilakukan oleh implementator yakni menambah penunjang fasilitas, dan menyelenggarakan rapat sidang diarea alun-alun sekaligus menegur dan mengedukasi masyarakat tentang KTR hal ini akan mempengaruhi salahsatunya pemahaman atau pola pikir dalam pengimplementasian kebijakan KTR.
Studi Literatur: Implementasi Kebijakan Program Kartu Prakerja dalam Mengatasi Masalah Pengangguran dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Mardiah, Dede; Renggani, Fira Putri; Paujiah, Nur Santi; Mulyawati, Lani; Nurjanah, Siti Resa; Hernawan, Denny; Apriliani, Afmi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20459

Abstract

Artikel ini membahas implementasi Program Kartu Prakerja sebagai upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama pasca-pandemi COVID-19. Dikenalkan pada Februari 2020, program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja dan mendorong peserta untuk mengikuti pelatihan yang sesuai dengan persyaratan industri. Meskipun terdapat laporan peningkatan keterampilan di kalangan peserta, tantangan signifikan tetap ada, termasuk kualitas pelatihan yang tidak selalu sesuai harapan dan relevansi keterampilan yang diajarkan. Penelitian ini menganalisis berbagai sumber yang dapat dipercaya menggunakan metodologi tinjauan Pustaka (studi literatur) dan mengevaluasi dampak program terhadap pengangguran. Hasil menunjukkan bahwa meskipun Program Kartu Prakerja memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterampilan SDM,  namun efektivitasnya masih terhambat oleh  komunikasi antar organisasi yang kurang optimal dan tujuan kebijakan yang belum sepenuhnya berhasil. Semoga artikel ini dapat memberikan pengetahuan untuk perbaikan kebijakan di masa mendatang.
Evaluasi Kebijakan Pengentasan Kemiskinan: Program Pemerintah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Armelita, Aulia; Andani, Herli; Ashfiya, Raudhatul; Afriyandi, Reihan; Nursahwa, Shifa; Hernawan, Denny; Apriliani, Afmi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengentasan kemiskinan melalui program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Program ini bertujuan untuk membantu keluarga miskin di desa, menjaga daya beli, dan mengurangi kemiskinan ekstrem. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis terhadap 38 sumber relevan, termasuk artikel ilmiah dan dokumen kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa meskipun BLT DD berhasil menurunkan angka kemiskinan serta memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi jangka pendek, evaluasi menunjukkan bahwa implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakakuratan data penerima dan birokrasi yang lambat, program ini tidak cukup efektif untuk mengatasi akar masalah kemiskinan struktural. Disarankan agar pemerintah melakukan perbaikan dalam pendataan, penyaluran, dan integrasi program dengan upaya pemberdayaan masyarakat, sehingga BLT DD dapat berfungsi sebagai pendorong kemandirian ekonomi jangka panjang bagi masyarakat desa.
Analisis Kinerja Pegawai Sub Bagian Perundingan Sektretariat DPRD Kota Bogor Rachmawati, Siti Hesti; Rahmawati, Rita; Apriliani, Afmi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai pada Sub Bagian Perundangan Sekretariat DPRD Kota Bogor dengan mengacu pada empat dimensi utama yang menjadi indikator kinerja, yaitu prestasi kerja, keahlian, perilaku, dan kepemimpinan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling, di mana seluruh pegawai pada Sub Bagian Perundangan Sekretariat DPRD Kota Bogor dijadikan sebagai responden penelitian. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh gambaran yang objektif dan menyeluruh mengenai efektivitas kinerja pegawai, berdasarkan data empiris yang dihimpun langsung dari seluruh populasi yang menjadi objek penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Weighted Mean Score (WMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai secara umum berada dalam kategori baik. Dimensi prestasi kerja dan perilaku menunjukkan capaian tertinggi, yang mencerminkan tingkat profesionalisme, kedisiplinan, serta tanggung jawab pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang menjadi kewenangannya. Sementara itu, dimensi keahlian dan kepemimpinan masih memerlukan perhatian lebih, khususnya dalam aspek kreativitas, penguasaan teknologi, inisiatif kerja, dan peran pimpinan sebagai motivator. Penelitian ini juga menemukan adanya beberapa hambatan kinerja, seperti keterbatasan pelatihan, penggunaan teknologi yang belum optimal, dan kecenderungan pegawai untuk bergantung pada arahan atasan. Upaya peningkatan telah dilakukan melalui pembagian tugas, pelatihan, serta arahan rutin dari pimpinan, namun efektivitasnya perlu terus dievaluasi agar peningkatan kinerja dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pengelolaan Kearsipan Berbasis Elektronik Setiyani, Melia Dewi Nur; Patridina, Ginung; Apriliani, Afmi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21476

Abstract

Transformasi digital saat ini menjadi hal yang sangat urgen dalam sistem pemerintahan guna meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan kemudahan akses informasi, termasuk dalam pegelolaan arsip digital. Namun pengelolaan arsip digital berbasis elektronik di DPRD Kota Bogor saat ini belum efektif, dan masih mengalami beberapa kendala seperti kapasitas penyimpanan terbatas, jaringan masih belum optimal dan jumlah sumber daya manusia terbatas dari segi kuantitas. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan kearsipan berbasis elektronik di DPRD Kota Bogor melalui implementasi aplikasi Simardi (Sistem Informasi Manajemen Arsip Digital). Metode ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui teknik sampling jenuh terhadap 10 responden pegawai bidang kearsipan. Instrumen penelitian disusun berdasarkan teori efektivitas dari Siagian, dengan dua dimensi utama: sumber daya manusia dan sarana prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas sistem Simardi tergolong baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,15. Dimensi sumber daya manusia memperoleh skor 4,10, sedangkan dimensi sarana prasarana mencapai 4,20. Sistem ini dinilai telah memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi kerja, keteraturan dokumen, dan percepatan layanan administrasi. Namun, penelitian juga mengungkapkan sejumlah tantangan seperti keterbatasan penguasaan teknis oleh pegawai, kurang optimalnya pemanfaatan fitur aplikasi, serta kendala infrastruktur jaringan dan kapasitas server. Rekomendasi penelitian ini adalah perlu adanya pelatihan teknis berkala, peningkatan infrastruktur digital, penyusunan pedoman teknis, serta evaluasi sistem secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan sistem kearsipan digital yang lebih optimal dan berkelanjutan di lingkungan pemerintahan.
Pengelolaan Sumber Daya dalam Program Pelatihan Kerja di Kota Bogor Bawamenewi, Venni Alfrianni; Rahmawati, Rita; Apriliani, Afmi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.21353

Abstract

Di Indonesia, tingkat pengangguran yang tinggi merupakan hambatan besar bagi kemajuan ekonomi dan sosial.  Untuk mengatasi masalah ini, UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor mengadakan program pelatihan kerja.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengelolaan sumber daya dalam program pelatihan kerja dengan mempertimbangkan keefektifan dan keberlanjutan.  Metode kuantitatif deskriptif digunakan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan penyelenggara, dan kuesioner. terhadap 29 peserta pelatihan Desain Grafis Muda. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Penilaian Rata-Rata Rata (WMS). Hasil penelitian menunjukkan data bahwa pengelolaan sumber daya termasuk dalam kategori "baik", dengan skor rata-rata 3,62. Namun, masih ada kendala yaitu kekurangan instruktur tetap, fasilitas yang sudah tua, kurangnya pengetahuan teknologi, dan kurangnya sosialisasi program kepada Masyarakat.  Oleh karena itu, untuk meningkatkan efisiensi pelatihan kerja, diperlukan perbaikan internal yang lebih sistematis dan kolaboratif.
KEMITRAAN PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN WISATA GEOPARK CILETUH-PALABUHAN RATU KABUPATEN SUKABUMI Apriliani, Afmi; Rahmawati, Rita; Azahari, Ratnasari
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2018): Administratie Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Model Kemitraan pemerintah dan wata (Public-Private Partnership) dalam pengembangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan rumusan teori Mário Franco; Cristina Estevão (2010) di mana disebutkan Konseptual model kemitraan publik-swasta pariwisata dalam pembangunan Pariwisata daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemitraan Pemerintah-Swasta dalam pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi dianggap baik. Sumberdaya termasuk informasi, sumber daya manusia, masih perlu ditingkatkan. Namun Dari Segi Sumber Daya, terutama dalam pengawasan dan pengelolaan geosite, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu cukup luas, perlu upaya untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sumber daya manusia dan OPD terlibat dalam pengembangan kawasan geopark cileuh-palabuhanratu. Selain itu, juga perlu meningkatkan sumber daya keuangan baik untuk pemeliharaan dan pengembangan, dan meningkatkan sumber daya informasi. Selain itu, perlu juga untuk memelihara dan meningkatkan kerja sama yang sudah ada sehingga dapat mempertahankan status Unesco Global Geopak dan berdampak pada pengembangan pariwisata di Kabupaten Sukabumi.
TATA KELOLA KOLABORATIF ANTARA KOMISI PEMILIHAN UMUM, BADAN PENGAWAS PEMILU, DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK 2024 Elfito, Fidya Arzita; Rahmawati, Rita; Apriliyani, Neng Virly; Wahyudin, Cecep; Purnamasari, Irma; Saprudin; Apriliani, Afmi; Ramdani, Faisal Tri; Hernawan, Denny
Jurnal Governansi Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Governansi Volume 12 Nomor 1, April 2026
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jgs.v12i1.19651

Abstract

The 2024 Simultaneous Regional Elections serve as a crucial momentum for the consolidation of democracy at the local level, including in Bogor Regency, one of the regions with the highest number of voters in West Java. Additionally, Bogor Regency is categorized as a medium-risk area in the Election Vulnerability Index according to Bawaslu reports, thus posing potential risks of horizontal conflict and technical challenges in the election process. This complexity requires collaborative governance across institutions to ensure a democratic, inclusive, and peaceful electoral process. This study aims to examine the forms, challenges, and efforts of collaboration among key actors such as the General Elections Commission (KPU), the Election Supervisory Board (Bawaslu), the National Unity and Politics Agency, the police, the media, and the community in organizing the Pilkada in Bogor Regency. A descriptive quantitative approach was employed, involving 145 respondents from institutions and the public using disproportionate stratified random sampling and simple random sampling techniques. Data were collected through observation, interviews, documentation, and Likert-scale questionnaires, and analyzed using the Weight Mean Score (WMS) method. The findings indicate that inter-agency collaboration has been running well, with an average score of 4.13 (institutional respondents) and 3.80 (community respondents). The dimensions of facilitative leadership and institutional design demonstrated the strongest performance, while the starting condition dimension was the weakest. These findings underscore the importance of strengthening initial capacity and developing clear collaborative Standard Operating Procedures (SOPs). The novelty of this research lies in the empirical application of the Collaborative Governance approach (Ansell & Gash, 2008) in the context of regional elections in a conflict-prone area, along with a structured analysis based on four main dimensions. This study implies the need for a sustainable collaboration system at every stage of the electoral process to establish a participatory, secure, and accountable government.
Collaborative Governance in the Development of Culinary MSMEs Oktavinia, Kikin; Pratidina, Ginung; Apriliani, Afmi; Mulyadi; Ali, Mohd Nor Syahizan
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 8 No. 1 (2026): Administratie: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3997/ajap.v8i1.22259

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in creating local products and driving regional economic growth. The Government of Bogor Regency promotes the development of local products, particularly in the culinary sector. However, its implementation faces complex challenges among stakeholders, making collaboration an effective solution. One such initiative is a partnership program between the Department of Cooperatives and MSMEs (DISKOPUKM) and PT Indomarco Prismatama, the operator of Indomaret. This study aims to examine how collaboration operates within this partnership program, as well as to identify the challenges and efforts during the collaborative process. A descriptive quantitative method was employed, involving 32 respondents consisting of DISKOPUKM employees and MSME partners of Indomaret. The samples were selected using saturated and purposive sampling techniques. Data were collected through questionnaires, observation, interviews, and literature review. The results indicate that collaborative governance has been effectively implemented, with all dimensions well applied, as reflected by an average score of 4.24 (employees) and 4.12 (MSMEs). The highest dimension for employees is Collaborative Dynamics, reflecting effective communication and coordination, while for MSMEs it is Collaborative Actions and Outcomes, indicating tangible benefits. The lowest dimensions Drivers (employees) and Collaborative Dynamics (MSMEs) suggest the presence of uncertainty, communication barriers, and capacity gaps.The main challenges identified include issues in communication and coordination, suboptimal leadership, dependency on certain actors, and inconsistency among MSMEs in maintaining partnerships. Therefore, strengthening communication and coordination, enhancing leadership in collaboration, and establishing regular monitoring and evaluation mechanisms on a monthly basis are necessary to ensure measurable and sustainable outcomes of the collaboration program.
Co-Authors Abraham Yazdi Martin Afriyandi, Reihan Agra Alfin Zulfa Agus Suarman Sudarsa Agustina M. Purnomo Agustina Multi Purnomo Aini Nurul Aini, Masliatul Aisy, Dalia Syareatul Alfin Zulfa, Agra Ali, Mohd Nor Syahizan Amalia, Neng Suci Andani, Herli Anggraeni, Mega Rizky Apriliani, Neng Virly Apriliyani, Neng Virly Armelita, Aulia Arti Hastuti Aryati, Siti Ashfiya, Raudhatul Azahari, Ratnasari Baidha, Nur Bawamenewi, Venni Alfrianni Chatarina Umbul Wahyuni Dede Syahrudin Denny Hermawan Denny Hernawan Denny Hernawan Denny Hernawan, Denny Desi Hasbiyah Devira, Nabila Fitri Dewi, Siti Murti Dio Pratama E Syahrudin Elfito, Fidya Arzita Euis Salbiah Faisal Tri Ramdani Febiantina, Elsya Aldha Fitri, Ainul Ghina Ginaldo, Kevin Ginung Pratidina Gotfridus Goris Seran Hanifan Harefa, Berkat Selamat Hidayat, Muhammad Qopal Ika Sartika Indradewa, Rhian Irma Purnamasari Irma Purnamasari Iwan Setiawan Jalaludin Assayuti, Muh Kevin Ginaldo Khaerunnisa M.Renaldi Mardiah, Dede Marezka Maria Fitriah Mirna Pratami Muhammad Husein Maruapey Muhammad Jalaludin Assayuti muhammad luthfie Muhammad Prayoga septiana Muhammad Syamsul ma’arif Muhammad tegar Purna bhakti MULYADI Mulyawati, Lani Mulyono, Imam Edy Munawaroh, Euis Munawwarah, Zahra Murni, Endang Sri Muthia Neng Virly Apriliyani Neni Nuraeni, Neni Nisrina Putri Ramadanti Novando Nurhazizah, Refina Nurjanah, Siti Resa Nurmas Hasanah Tanjung Nursahwa, Shifa Nursyahrani, Annisa Oktavinia, Kikin Pangestu, Bayu Sang Aji Patridina, Ginung Paujiah, Nur Santi Pratami, Mirna Purnamasari, Irma R. Akhmad Munjin R. Siti Pupu Fauziah R. Yuniar Anisa Ilyanawati Rachmawati, Siti Hesti Ramdani, Faisal Tri Ranbilal, Rio Renggani, Fira Putri Rita Rahmawati Rita Rahmawati Sa'diah, E.Halimatu Sa'diah, Halimatu Sabila, Zahra Yeza Saepudin Sahila, Alifa Nasywa Salopah Salsabila, Vidya Zahra Saprudin Sastrawan, Berry Seftiansyah, Ryan Seran, Muhammad Yusuf Goris Setiawan, Koesworo Setiyani, Melia Dewi Nur Siti Nurjanah Siti Wulandari Sonia Irli, Sosa Sugiawan Putri, Yunita Sultoni, Muhammad Rafli Therasari, Anita Tirtayasa Tri Ramdani, Faisal Ubaidilah, Asep Waahyudin, Cecep Wahyudin, Cecep Zulfa, Agra Alfin