Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengisian Jabatan Esselon IV Komisi Pemilihan Umum Kota Padang Andika, Rhoma; Putera, Roni Ekha; Indraddin
Jurnal Niara Vol. 15 No. 2 (2022): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.517 KB) | DOI: 10.31849/niara.v15i2.8839

Abstract

Dalam pengisian jabatan yang baik, harusnya berpedoman kepada Undang-undang serta peraturan lainnya, agar diperoleh pejabat yang sesuai dan mampu melaksanakan tugas jabatan yang dipangkunya dengan baik. Penerapan prinsip pengisian jabatan dilakukan dengan melakukan analisis jabatan terhadap kebutuhan organisasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data untuk penelitian ini adalah data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dengan informan. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.. Penelitian ini bertujuan melihat dan menganalisis proses pengisian jabatan esselon IV di KPU Kota Padang yang pernah dilaksanakan Tahun 2016 apakah sudah mengacu ke pada Undang-undang dan PKPU Nomor 2 Tahun 2012 tentang pola karir ASN KPU yang menjadi pedoman bagi Sekretariat KPU dalam pengisian jabatan structural. Hasil temuan penelitian adalah belum terpenuhi empat aspek pengisian jabatan, diantaranya beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam pelaksanaan nya antara lain Job at every level, The best candidate, Open to all, Systematic, transparent and challengeable. Dalam pelaksanaannya, belum transparan, terbuka, dan masih melibatkan unsure kedekatan berdasarkan latar belakang organisasi dan pertemanan yang berakibat penilaian ASN bersifat subjektif. Kata Kunci : Analisis jabatan, PNS organik, transparansi, kualifikasi, kompetensi
Dampak Re-Branding Image Makanan Tradisional Pada Restoran Sate Manang Kabau Terhadap Persepsi Masyakakat Kota Padang Muhammad Ifdhaly; Indraddin; Azwar
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/qm4n7189

Abstract

Dampak re-branding image makanan tradisional pada restoran Sate Manang Kabau terhadap persepsi masyarakat Kota Padang merupakan topik yang relevan dalam konteks pengembangan industri kuliner dan pelestarian budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi re-branding yang diterapkan oleh restoran Sate Manang Kabau dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap makanan tradisional yang disajikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan survei terhadap pengunjung restoran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa re-branding yang dilakukan oleh restoran tidak hanya berhasil menarik perhatian konsumen baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian makanan tradisional. Penelitian ini menyoroti beberapa aspek penting dari re-branding, termasuk desain interior restoran, pemasaran digital, serta pengenalan menu yang inovatif namun tetap mempertahankan cita rasa asli. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat Kota Padang mulai melihat Sate Manang Kabau tidak hanya sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan budaya lokal. Hal ini sejalan dengan teori bahwa re-branding yang efektif dapat mengubah persepsi masyarakat dan meningkatkan nilai suatu produk atau layanan. Penelitian ini menegaskan bahwa re-branding image makanan tradisional di restoran Sate Manang Kabau telah memberikan dampak positif terhadap persepsi masyarakat. Dengan strategi yang tepat, restoran ini berhasil menciptakan citra yang kuat dan relevan, yang pada gilirannya berkontribusi pada pelestarian makanan tradisional di tengah arus modernisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku industri kuliner lainnya dalam menerapkan strategi re-branding yang efektif
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Komunitas Nagari Deska, Yola; Indraddin; Azwar
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/yh2m6a17

Abstract

Pariwisata berbasis masyarakat telah menjadi pendekatan penting dalam pembangunan daerah pedesaan di Indonesia, memberikan alternatif ekonomi sambil melestarikan budaya dan lingkungan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Nagari Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dengan fokus pada objek wisata Kapalo Banda. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola objek wisata dan perangkat pemerintahan Nagari, observasi lapangan, serta pengumpulan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan yang diterapkan meliputi: (1) peningkatan kapasitas masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang menjadi ujung tombak pengelolaan wisata, didukung program pelatihan berkelanjutan; (2) pengembangan ekonomi lokal melalui diversifikasi usaha pendukung pariwisata yang melibatkan berbagai komponen masyarakat; dan (3) penguatan kelembagaan melalui struktur organisasi yang jelas, Peraturan Nagari sebagai payung hukum, serta kemitraan strategis. Model pengelolaan kolaboratif yang mengintegrasikan kearifan lokal "Alam Takambang Jadi Guru" dengan inovasi modern telah berhasil mentransformasi saluran irigasi menjadi destinasi wisata berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, mengurangi urbanisasi, dan mendorong praktik tata kelola yang baik
Model Of Traditional Land Arrangement In Sungayang Village, Tanah Datar Regency, West Sumatra indraddin; Azwar; Rahmaini , Indah Sari; Anggraini , Retno
Jurnal Sosial Terapan Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Sosial Terapan, Volume 3 No.1 April 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstr.3.1.53-63

Abstract

The arrangement of ulayat land in the village is important because it is useful for maintaining the existence of the ulayat land and can also improve the economy and welfare of the village community itself. So the purpose of this study is to develop a model for the arrangement of ulayat land in the village of Sungayang, Tanah Datar Regency, West Sumatra. The study used a qualitative approach by adopting qualitative data collection methods and PRA techniques. Anthony Giddens' structuration theory was used as a research guide. The arrangement of ulayat land cannot only be done with formal rules for land arrangement and registration, but it requires the involvement of local wisdom and local institutions. The initial step needs to be carried out by socializing all elements in the village community such as niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang and village youth. Socialization will build an agreement in land arrangement. After the agreement is established, the determination of the subject, land object, measurement, land registration, HPL management and land arrangement are carried out. Utilization of ulayat land requires SOP and innovation in increasing yields. Increasing the yield of ulayat land is possible with the issuance of HPL, because it can be collaborated with third parties based on the HPL owned. However, utilization to improve community welfare is the main choice to make the community a business partner in utilizing ulayat land in the village. The role of the village government and the Village Customary Council (customary law community) is very much needed to achieve the goal of utilizing ulayat land in the village.
Development of Village Industry Through an Integrated Information System in Nagari Simarasok, Baso Agam District Abbas, Ardi; Alfitri, Alfitri; Indraddin, Indraddin
Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi Vol. 4 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69989/9gext216

Abstract

The problems of Simarasok UMKM were identified: (1). The products have not been maximized due to marketing weaknesses, capital, and the purchasing power of woven/songket products tends to decrease, (2). Embroidery UMKM are part-time livelihoods for unmarried women and housewives, (3). There is no group of innovative skilled workers, (4). Marketing strategies are more on personal relationships, close proximity and less online sales, (5). Product quality/quantity can be improved, but constrained by external internal factors. The research used qualitative techniques and descriptive analysis; informants were collected by purposive sampling. Data findings, there are specialties of UMKM: 1). The embroidery industry has developed and is carried out by almost half of the female population, 2). Sugarcane and tobacco processing industry, conducted by men. There is a difference between the type of industry and the gender of the actors, which is not interchangeable. 3). Based on scale, the industries are small. Interestingly, UMKM development is carried out through an integrated information system. Although located in rural areas, Nagari Simarasok has utilized spatial technology as an integrated information system in mapping the condition of its UMKM. In this Nagari, a complete map with specifications such as maps of industrial asset ownership, maps of agricultural land potential, maps of economic potential and maps of natural resource potential can be accessed. With the completeness of the map, access to buyers, consumers and or other parties can more easily access it.  This Nagari breakthrough has not even existed in urban villages in the city center.
Kendala Program Zakat Community Development BAZNAS Dalam Pengentasan Kemiskinan di Nagari Balai Baiak Malai III Koto Haziratul Hidayati; Indraddin; Bob Alfiandi
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 9 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i9.8141

Abstract

Zakat is a philanthropic instrument that plays a role in poverty alleviation, one of which is through the Zakat Community Development (ZCD) Program managed by BAZNAS. This program aims to improve community welfare through village community empowerment and has been successful in several areas. However, in Nagari Balai Baiak Malai III Koto, the ZCD program has not shown the expected results. The target group is still classified as poor families, even the poverty rate has increased after the program runs.. So this research aims to identify the obstacles faced in poverty alleviation in nagari balai baiak malai iii koto. The research method used is a qualitative method with a case study type. The results of this study found that structural, institutional, socio-cultural, and political participation weaknesses are the main factors that hinder the success of the program. To improve the effectiveness of the program, synergy between BAZNAS and local government, community capacity building, local institutional strengthening, and transparency in the management of zakat funds are needed. With a more integrated approach, the program is expected to run more sustainably and have a positive impact in alleviating poverty. Keywords: Constraints, Philanthropy, Poverty Alleviation, Zakat Community Development
RANCANG BANGUN DAN EVALUASI AWAL SISTEM DIGITAL LAYANAN HUNIAN KAMPUS BERBASIS WEB DALAM MENDUKUNG EFISIENSI OPERASIONAL DAN KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN Haryanti Yanti; Sri Mitrawati; Indraddin Indraddin; Reno Novita Sari
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.1948

Abstract

Objective: This study aims to design and conduct an initial evaluation of a web-based digital campus residential service system at Andalas Residence, Universitas Andalas, as part of efforts to improve operational efficiency and educational support service quality in higher education. Methods: This applied research used a mixed-methods approach. Qualitative data were collected through in-depth interviews and observations to identify service problems, while quantitative data were obtained through a resident satisfaction questionnaire using a five-point Likert scale (n=100) as baseline data prior to system implementation. Results: The main problems in campus residential services were low responsiveness (mean=2,7) and reliability (mean=2,9), caused by non-integrated manual systems. A web-based digital residential service system was developed integrating residential administration, real-time complaint reporting, facility monitoring, and an operational dashboard for management. Functional testing shows that the system performs all main functions according to operational requirements. Novelty: The novelty of this study lies in evaluating an integrated digital campus residential service system from the perspective of educational support service management rather than solely from a technical information systems perspective.
Dinamika Sosial Elit Lokal Dalam Transformasi Pertanian Humaidi Humaidi; Asdi Agustar; Ira Wahyuni Syarfi; Indraddin Indraddin
Baselang Vol 6, No 1: APRIL 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v6i1.304

Abstract

Transformasi pertanian merupakan proses perubahan struktural yang tidak hanya mencakup modernisasi produksi dan adopsi teknologi, tetapi juga melibatkan restrukturisasi hubungan sosial, kelembagaan, dan distribusi kekuasaan di pedesaan. Meskipun berbagai studi telah menyoroti dimensi teknis transformasi pertanian, kajian mengenai peran sosial elit lokal dalam proses tersebut masih relatif terbatas dan terfragmentasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis dinamika sosial elit lokal dalam transformasi pertanian melalui pendekatan systematic literature review terhadap publikasi akademik periode 2018–2025.            Hasil kajian menunjukkan bahwa elit lokal memiliki peran ganda yang bersifat ambivalen. Dalam konteks kelembagaan yang partisipatif, elit dapat berfungsi sebagai agen perubahan yang mempercepat difusi inovasi, memperluas akses pasar, dan memperkuat organisasi petani. Namun dalam struktur kekuasaan yang eksklusif, elit berpotensi melakukan penguasaan sumber daya (elite capture) yang memperkuat ketimpangan sosial dan menghambat inklusivitas pembangunan pertanian. Faktor budaya lokal, konfigurasi politik desa, distribusi modal sosial, serta relasi kekuasaan menjadi variabel kunci yang menentukan arah dan dampak transformasi tersebut.            Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola sosial dan distribusi kekuasaan di tingkat lokal. Pemahaman yang lebih mendalam terhadap struktur sosial elit lokal menjadi prasyarat penting dalam merancang kebijakan pertanian yang inklusif dan berkeadilan.
PERAN ELIT LOKAL DALAM TRANSFORMASI PERTANIAN PADA MASYARAKAT MATRILINEAL DAN EKS-TRANSMIGRASI PATRILINEAL DI KABUPATEN DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT Humaidi; Asdi Agustar; Ira Wahyuni Syarfi; Indraddin
Jurnal Silva Samalas Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pertanian menunjukan dinamika yang berbeda antara masyarakat matrilineal dan eks-transmigrasi patrilineal di Kabupaten Dharmasraya. Penjelasan mengenai bagaimana elit lokal dalam menjalankan perannya dalam konteks dua sistem budaya yang berbeda belum memadai. Keterbatasan kajian ini menimbulkan kesenjangan pengetahun tentang hubungan antara kepemimpinan lokal, struktur sosial dan transformasi pertanian di pedesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran elit lokal dalam transformasi pertanian pada masyarakat matrilineal dan eks-transmigrasi patrilineal di Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dokumentasi dan triangulasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat Dinas Pertanian, elit lokal, penyuluh pertanian lapangan, ketua kelompok tani dan petani. Analisa data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran elit lokal dalam transformasi pertanian pada dua komunitas memiliki karakteristik yang berbeda. Pada masyarakat matrilineal, transformasi pertanian didominasi oleh aktor eksternal yakni penyuluh pertanian lapangan, sementara keberadaan elit lokal lebih pada fungsi mediator administratif. Sebaliknya pada eks-transmigrasi patrilineal, elit lokal memiliki posisi yang dominan sebagai pengarah, mediator, pengontrol dan agen perubahan dalam transformasi pertanian. Dapat disimpulkan bahwa percepatan transformasi pertanian, peningkatan kapasitas kelembagaan petani dan perubahan orientasi pertanian dari subsisten menuju komersial sangat dipengaruhi oleh keaktifan keterlibatan elit lokal.
TRANSFORMASI PEMBANGUNAN PERTANIAN: DINAMIKA STRUKTURAL, TANTANGAN, DAN ARAH KEBIJAKAN DI NEGARA BERKEMBANG Humaidi Humaidi; Asdi Agustar; Ira Wahyuni Syarfi; Indraddin Indraddin
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.1989

Abstract

Transformasi pembangunan pertanian merupakan proses perubahan struktural yang ditandai dengan pergeseran peran sektor pertanian dari sektor tradisional berbasis tenaga kerja menuju sistem agribisnis modern yang terintegrasi dengan industri dan pasar global. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika transformasi pembangunan pertanian, faktor pendorong, serta implikasinya terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap berbagai teori dan studi empiris terkait transformasi struktural dan modernisasi pertanian. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi pertanian dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, kebijakan publik, investasi infrastruktur, akses pasar, dan perubahan demografi pedesaan. Namun, ketimpangan akses sumber daya, rendahnya kualitas SDM, dan fragmentasi lahan menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan pertanian perlu diarahkan pada penguatan kelembagaan petani, hilirisasi produk, digitalisasi pertanian, dan pembangunan berbasis kawasan agribisnis berkelanjutan.