Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DI RW. 01 KELURAHAN SUKAPURA TERKAIT BALITA GIZI KURANG DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM Samudra, Galih Jati Bintang; Marsiati, Himmi; Arifandi, Firman; Wuryanti, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24329

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu masalah yang masih banyak terjadi dikalangan masyarakat Indonesia. Sukapura adalah kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan peneliti, terdapat lokasi yang cenderung kumuh dan memiliki tempat tinggal yang cukup padat, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan khususnya bagi balita. Untuk menganalisis tingkat pengetahuan orang tua dan status sosial ekonomi terkait balita gizi kurang di Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan data primer dan sekunder. Sampel penelitian adalah orang tua yang memiliki balita berumur 1-59 bulan, dengan ukuran sampel minimal 55 orang. Proses pengumpulan data melalui kertas kuesioner, yang bisa diisi oleh responden. Kemudian data akan dikumpulkan dan diukur secara kuantitatif, menggunakan skala ukur rasio Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan status gizi pada balita dengan P-value = 0,001. Sedangkan untuk hubungan status sosial ekonomi dengan status gizi pada balita tidak terdapat hubungan yang signifikan, didapatkan P-value = 0,909. Studi  tersebut  menyimpulkan  bahwa  tingkat  pengetahuan berperan penting untuk mengetahui gizi pada balita, sedangkan status sosial ekonomi tidak berpengaruh signifikan dengan gizi pada balita. Dari perspektif Islam, sebagai orang tua sudah sepatutnya memiliki pengetahuan untuk memenuhi gizi anak dan dapat memberikan apa yang dibutuhkan oleh anaknya.
Analysis of the Digital Readiness Map for Organisational Zakat Management in Optimising Fundraising Efforts: Best Practices from Indonesia Yurista, Dina Yustisi; Mahanani, Setyo; Arifandi, Firman; Riyani, Anggita Yayang; Achmad, Noor
Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Vol 8, No 2 (2025): Vol. 8, No. 2, April 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jua.v8i2.42325

Abstract

In the era of rapid technological advancement, zakat management organisations (OPZ) encounter both opportunities and challenges in optimising digital transformation to enhance the efficiency, transparency, and reach of zakat fund collection. This study aims to assess the digital readiness level of OPZ in Central Java, Indonesia, through the development and application of the Digital Zakat Readiness Index (IKDZ), a quantitative instrument that evaluates four key dimensions: digital infrastructure, utilisation of digital tools, digital ecosystem and culture, and human resource capabilities. Employing a mixed-methods approach that combines quantitative calculations with qualitative assessment, data were collected from ten OPZs using structured questionnaires. The findings reveal an average IKDZ score of 0.619, categorising OPZs within the “technology development readiness” classification; however, disparities persist, particularly regarding the quality and availability of human resources. The study also incorporates an Islamic legal (fiqh) perspective, confirming that digitalisation is permissible (mubah) as a means to support the benefits and objectives of zakat in alignment with maqashid sharia. This research provides a strategic contribution for zakat institutions to enhance their digital capabilities, align technology use with sharia principles, and foster inclusive digital ecosystems for effective zakat management. Further research is recommended to broaden the regional scope and investigate the relationship between levels of digitalisation and zakat fundraising performance.
Perbandingan Kadar Pati Pada Beras Hitam Dibandingkan Dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida Yoviono, Firza; Sandra, Yurika; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 11 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i11.468

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease that causes elevated blood sugar levels. This may be due to excessive carbohydrate intake. Carbohydrates are an important part of the human diet. Carbohydrates not only meet the basic needs of the body, but are also the body's main source of energy, and the most widely consumed carbohydrate in Indonesia is starch or rice starch. There are many types of rice such as white rice and black rice. This study aims to compare the starch content of white black rice and use the iodide test to determine the best type. White rice (Oryza Sativa L. Indica) and black rice (Oryza Sativa L. Indica)) were used for descriptive analysis, and iodide was used to test the sensitivity of these samples). Starch content test. Data were analyzed using t-test to compare the starch content of white rice and black rice. The results showed that the starch content of white rice was 24.47 mg/100 mg (24.47%), while the starch content of black rice was 16.94 mg/100 mg (16.94%). The statistical t test then gave a p value <0.05. This shows that the starch content of white rice and brown rice is significantly different. The results showed that white rice has a higher starch content than black rice.
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Shirataki Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida Nurmarida Asriani, Salfa; Sandra, Yurika; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.485

Abstract

Obesitas adalah keadaan peningkatan berat badan akibat adanya penimbunan lemak tubuh yang berlebihan yang erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, salah satu sumber karbohidrat yaitu beras, beras putih merupakan makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Selain beras putih beras shirataki dapat menjadi alternatif lain bagi individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Untuk menentukan jenis beras yang terbaik maka penelitian ini dibuat untuk mengetahui perbandingan kadar pati pada beras shirataki dibandingkan dengan beras putih menggunakan uji iodida. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan kelompok sampel yaitu beras putih dan beras shirataki yang diperoleh dari beras yang tersedia di pasaran kemudian sampel ini diuji kadar patinya dengan Iodida. Data dianalisis dengan uji T untuk melihat perbandingan kadar pati pada beras shirataki dan putih. Hasil penelitian menunjukkan kadar pati pada beras shirataki sebesar 3,79 gr/100 gr (3,79%), lebih rendah daripada kadar pati pada beras putih sebesar 24,47 gr/100 gr (24,47%). Kemudian hasil uji T didapatkan nilai p<0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara kadar pati pada beras shirataki dan beras putih. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar pati pada beras shirataki lebih rendah dibandingkan dengan beras putih.
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida Chandra, Natasya; Sandra, Yurika; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.488

Abstract

Kasus global menyatakan Diabetes bukan hanya penyebab kematian dini di seluruh dunia, tetapi juga penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Beras (Oryza sativa) merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk di Indonesia, bahkan sebagian penduduk dunia, karena mudah dikonsumsi dan nilai energinya yang cukup tinggi. Jenis beras bermacam-macam salah satunya beras putih dan beras coklat. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui menggunakan Uji Iodida untuk membandingkan Kandungan Pati pada Beras Merah dan Beras Putih untuk menentukan jenis beras yang baik untuk dikonsumsi pengidap  penyakit diabetes. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan kelompok sampel yaitu beras putih (Oryza sativa L) dan beras coklat yang diperoleh dari beras yang tersedia dipasaran, kemudian sampel ini diuji kadar patinya dengan uji Iodida. Data dianalisis dengan menggunakan uji T untuk melihat perbandingan kadar pati pada beras coklat dan putih. Hasil penelitian menunjukkaan kadar pati pada beras coklat sebesar 22,58 mg/100 mg beras (22,58 %), lebih rendah daripada kadar pati beras putih sebesar 24,47 mg/100mg beras (24,47%) Pada hasil uji T didapatkan nilai p <0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan hasil pada beras coklat dan beras putih. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar pati pada beras coklat lebih rendah dibandingkan dengan beras putih.
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida Ramirez, Igor; Sandra, Yurika; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.489

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan  peningkatan kadar glukosa di dalam darah, erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia. Salah satu sumber karbohidrat yaitu beras. Beras merupakan makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Jenis beras bermacam-macam salah satunya beras putih dan beras merah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar pati pada beras merah dibandingkan dengan beras putih menggunakan uji iodida untuk menentukan jenis beras yang terbaik. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan kelompok sampel yaitu beras putih (Oryza sativa L) dan beras merah (Oryza nivara) yang diperoleh dari beras yang tersedia dipasaran, kemudian sampel ini di uji kadar patinya menggunakan uji Iodida. Data dianalisis dengan menggunakan uji T untuk melihat perbandingan kadar pati pada beras merah dan putih. Hasil penelitian menunjukkaan kadar pati pada beras merah sebesar 18,47gr/100gr (18,47%)  lebih rendah daripada kadar pati beras putih sebesar 24,47gr/100gr (24,47%). Kemudian hasil uji statistik t test didapatkan nilai p<0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar pati pada beras merah dan beras putih. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar pati pada beras merah lebih rendah dibandingkan dengan beras putih.
Hipnoterapi dalam Praktik Dokter Menurut Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Praktik Kedokteran dan Tinjauannya Menurut Islam Pramesti, Indah; Poerwantoro, Bambang; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.506

Abstract

Hipnoterapi adalah salah satu bentuk psikoterapi dalam psikiatri. Namun, hipnoterapi juga dapat digunakan pada pasien non-psikotik. Model pengobatan ini dapat dikombinasikan dengan jenis pengobatan lainnya. Banyak dokter, terutama ahli bedah dan ahli anestesi, terlatih dalam hipnoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh hipnoterapi dalam praktik klinis di Indonesia menurut Undang Undang Kesehatan dan Praktik Kedokteran beserta pengaruh hipnoterapi dalam praktik klinis di Negara lain.  Dalam agama Islam, hipnoterapi sebagai mediator pengobatan hukumnya mengikuti hukum tujuannya yaitu sunnah ataupun mubah. Penelitian ini dilakukan dengan metode Literature Review.Pencarian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct. Jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi 9 jurnal dari Indonesia dan 8 jurnal dari negara lain.  Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa hipnoterapi mempunyai pengaruh terhadap permasalahan yang dialami pasien terutama permasalahan medis baik di Indonesia maupun negara lain, seperti halnya dalam mengurangi rasa nyeri (Kanker, dismenore, dan IBS (Irritable Bowel Syndrome)), kecemasan, dan gangguan tidur. Hipnoterapi mampu dalam mengurangi rasa nyeri, gejala, kecemasan, dan mengatasi gangguan tidur sehingga dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terapi suportif yang setara dengan pengobatan medis lainnya
Terapi Hiperbarik Sebagai “Penunda” Penuaan Kulit Ditinjau dari Kedokteran dan Islam Kartika Rachmadini, Agisni; Poerwantoro, Bambang; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.509

Abstract

Pendahuluan: Penuaan merupakan suatu proses degeneratif yang melibatkan semua organ, salah satunya melibatkan kulit, suatu proses menghilangnya kemampuan suatu jaringan secara perlahan untuk memperbaiki dan mempertahankan struktur serta fungsi secara normal atau fisiologis. Tentunya setiap orang menginginkan agar kulitnya selalu dalam keadaan baik dengan menunda penuaan. Salah satu metode untuk menunda penuaan pada kulit yaitu menggunakan terapi oksigen hiperbarik atau Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT). HBOT merupakan suatu terapi yang dilakukan dengan memberikan 100% oksigen bertekanan kepada pasien. Terdapat beberapa penelitian yang mengatakan bahwa perawatan HBOT pada lansia yang sehat dapat menghentikan penuaan sel darah dan membalikkan proses penuaan. Namun, hingga saat ini HBOT masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. HR. Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa perubahan bentuk tubuh itu dilarang. Namun, terdapat salah satu ulama yang berpendapat jika tujuan untuk mempercantik dan merawat diri itu sebenarnya diperbolehkan tanpa mengubah apa pun. Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah literature review dengan metode yang digunakan literature review. Hasil: HBOT terbukti dapat memberikan dampak positif terhadap penuaan yang signifikan bagi manusia. Berbagai manfaat HBOT antara lain meningkatkan angiogenesis, bersifat imunomodulator, meningkatkan aktivitas antioksidan, penekanan penuaan seluler, regulasi sel induk dan peremajaan kulit. Sehingga, menjadikan HBOT berpengaruh secara signifikan terhadap kulit. Kesimpulan: HBOT mampu untuk menunda penuaan pada kulit. Namun perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap penggunaan HBOT untuk menunda penuaan karena di khawatirkan adanya efek samping yang buruk jika HBOT digunakan secara terus menerus. Di samping itu, dalam dunia kedokteran Islam belum adanya pengkajian mengenai halal atau haramnya penggunaan HBOT untuk menunda penuaan
Pengaruh Pemberian Asi Ekslusif dan ASI Non Eksklusif Terhadap Pertumbuhan Bayi 0-12 Bulan Di RS YARSI Jakarta dan Tinajuannya Menurut Pandangan Islam Widianti Mukaromah, Dian; Souvriyanti, Elsye; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.511

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu, faktor genetik, faktor lingkungan, faktor internal, faktor postnatal, faktor prenatal, dan faktor nutrisi. Nutrisi terbaik bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya adalah ASI. Pemberian ASI eksklusif dari sejak lahir sampai usia 6 bulan direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF (WHO, 2020). Penelitian di Meksiko menunjukan bahwa 12,3% anak-anak berusia 6-35 bulan mengalami stunting disebabkan oleh kurangnya pemberian ASI. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui hubungan pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi usia 0-12 bulan dari pandangan kedokteran dan Islam. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu anak usia 0-12 bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Analisis data dilakukan secara analisis bivariat menggunakan alat bantu alat bantu program Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil menunjukan dari 51 anak bahwa anak yang mendapatkan ASI eksklusif yakni sebanyak 27 orang atau 52.9% dan hanya 24 orang atau 47.1% yang memberikan ASI non eksklusif. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan bermakna antara status gizi baik dan status gizi kurang dengan p value 0.03.
Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif dan ASI Non Eksklusif Terhadap Perkembangan Bayi 0-12 Bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta dan Tinjaunnya Menurut Pandangan Islam An-Nisa, Hamida; Souvriyanti, Elsye; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.513

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir dan eksklusif untuk ASI yang diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan. Pada ASI terdapat kolostrum yang mengandung protein sistem kekebalan tubuh, yang membantu membunuh banyak bakteri, dan kaya akan antibody. ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kematian bayi. Pemberian ASI eksklusif wajib diberikan oleh ibu kepada bayi hingga bayi sudah mengenal Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu anak usia 0-12 bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Analisis data dilakukan secara analisis bivariat. Untuk mengolah data digunakan alat bantu program Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil menunjukan dari 50 anak bahwa anak yang memiliki perkembangan normal yakni sebanyak 44 orang (88%) dan 6 orang (12%) mengalami suspek perkembangan. Berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan nilai p pada motorik kasar 0.132 > 0.05, Bahasa 0.697 > 0.05, motorik halus 0.661 > 0.05 dan personal sosial 0.232 > 0.05 dan pada perkembangan anak secara menyeluruh nilai p adalah 1.000 dengan signifikansi p adalah <0,05. Hal ini menyatakan bahwa hipotesis ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dan ASI non eksklusif terhadap perkembangan bayi usia 0-12 bulan berdasarkan panjang badan dan berat badan di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dan ASI non ekslusif terhadap perkembangan motorik kasar, bahasa dan kognitif, motorik halus dan personal sosial pada bayi usia 0-12 bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta.
Co-Authors -, Faiq Syafriansyah Aan Royhan Almaudoody, Daffa Naufal Hamid An-Nisa, Hamida Ardi, Raihan Ardini, Putri Aryenti Astiningtyas, Widya Ayu Ayu Andriani, Ayu Azzahir, Raihan Rahmat Bambang Poerwantoro Batubara, Lilian Belia, Citra Berliannissa Diva Irvadianis Budiman, Reval Setya Aji Chandra, Natasya Citra Fitri Agustina, Citra Fitri Damayanti, Ndaru Andri Deria Zahra Fatihah Dewi, Intan Keumala Dina Yustisi Yurista Donanti, Elita Edward Syam Elsye Souvriyanti, Elsye Endah Purnamasari Endang Purwaningsih Endy Muhammad Astiwara Evans, Gunterus Faizar, Fathia Azzahra Ferlianti, Rika Firdaus, Fiqri Nurul Halida, Ezayffa Hizfar Hardjanti, Ambar Hasibuan, Faizal Drissa Helena Khairunnisa, Diandra Hermi, Permata Hidayah, Adira Hayyu Putri Jovanly, Jovanly Karina Dewi, Karina Karina Nurul Syifa Gita Shafira Kartika Rachmadini, Agisni Kenconoviyati Keumala Dewi, Intan Kresna, Amelia Laginta Revilosa Zilmi Linda Armelia Linda Weni Maharsih, Eri Dian Marsiati, Himmi Nabiilah Ayu Anisah Noor Achmad Nunung Ainur Rahmah Nurhidayati, Ida Ratna Nurmarida Asriani, Salfa Nurwijayanti Pramesti, Indah Putri, Rafischa Rahmi, Hastuti Ramadhan, Rayhan Ramirez, Igor rein, virjinea hawani Riani, Siti Nur Riyani, Anggita Yayang robbi, dzikri robbi Rostiana, Ajeng Nita Saleh, Muhammad Fathurrahman Samudra, Galih Jati Bintang Setyo Mahanani Soraya, Aulia Ramadhani Sri Wuryanti Subing, Hesty Juni Tambuati TITIEK DJANNATUN Widianti Mukaromah, Dian Wijayanti, Erlina Yoviono, Firza Yurika Sandra Zuhdi, Akram Ushaim