Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Asi Ekslusif dan ASI Non Eksklusif Terhadap Pertumbuhan Bayi 0-12 Bulan Di RS YARSI Jakarta dan Tinajuannya Menurut Pandangan Islam Dian Widianti Mukaromah; Elsye Souvriyanti; Firman Arifandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.305 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.511

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu, faktor genetik, faktor lingkungan, faktor internal, faktor postnatal, faktor prenatal, dan faktor nutrisi. Nutrisi terbaik bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya adalah ASI. Pemberian ASI eksklusif dari sejak lahir sampai usia 6 bulan direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF (WHO, 2020). Penelitian di Meksiko menunjukan bahwa 12,3% anak-anak berusia 6-35 bulan mengalami stunting disebabkan oleh kurangnya pemberian ASI. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui hubungan pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi usia 0-12 bulan dari pandangan kedokteran dan Islam. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu anak usia 0-12 bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Analisis data dilakukan secara analisis bivariat menggunakan alat bantu alat bantu program Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil menunjukan dari 51 anak bahwa anak yang mendapatkan ASI eksklusif yakni sebanyak 27 orang atau 52.9% dan hanya 24 orang atau 47.1% yang memberikan ASI non eksklusif. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan bermakna antara status gizi baik dan status gizi kurang dengan p value 0.03.
Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif dan ASI Non Eksklusif Terhadap Perkembangan Bayi 0-12 Bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta dan Tinjaunnya Menurut Pandangan Islam Hamida An-Nisa; Elsye Souvriyanti; Firman Arifandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.214 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.513

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir dan eksklusif untuk ASI yang diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan. Pada ASI terdapat kolostrum yang mengandung protein sistem kekebalan tubuh, yang membantu membunuh banyak bakteri, dan kaya akan antibody. ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kematian bayi. Pemberian ASI eksklusif wajib diberikan oleh ibu kepada bayi hingga bayi sudah mengenal Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu anak usia 0-12 bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Analisis data dilakukan secara analisis bivariat. Untuk mengolah data digunakan alat bantu program Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil menunjukan dari 50 anak bahwa anak yang memiliki perkembangan normal yakni sebanyak 44 orang (88%) dan 6 orang (12%) mengalami suspek perkembangan. Berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan nilai p pada motorik kasar 0.132 > 0.05, Bahasa 0.697 > 0.05, motorik halus 0.661 > 0.05 dan personal sosial 0.232 > 0.05 dan pada perkembangan anak secara menyeluruh nilai p adalah 1.000 dengan signifikansi p adalah <0,05. Hal ini menyatakan bahwa hipotesis ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dan ASI non eksklusif terhadap perkembangan bayi usia 0-12 bulan berdasarkan panjang badan dan berat badan di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dan ASI non ekslusif terhadap perkembangan motorik kasar, bahasa dan kognitif, motorik halus dan personal sosial pada bayi usia 0-12 bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta.
Analisa Kedudukan Pemberian Kesaksian Palsu Terhadap Proses Ilmu Forensik dan Tinjauannya Menurut Hukum Islam Alya Nabila; Ferryal Basbeth; Firman Arifandi
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 11 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i11.645

Abstract

Forensics means taking something to court. This term is commonly used in medicine. Is a scientific process (based on knowledge) in the analysis, collection and presentation of various evidence in the process related to litigation and collection, physical evidence found at the TKP (Case Incident) and then presented in court. False testimony is a statement given by a witness under oath where the contents of the statement contain a meaning that is not in accordance with the truth, in other words, the statement is a lie or fake. Statements whose content is false do not have to be entirely false, but only partially false. Giving false statements is a crime regulated in the provisions of Article 242 of the KUHP concerning perjury and false statements. The purpose of this research is to identify and analyze the position of false testimony in the process of forensic science. In Islam, giving false testimony enters into the sin of associating partners with Allah SWT because of the great harm it causes to society. This study uses a normative juridical method. The search used in this study was Google Scholar, the search application Publish or Perish, and Neliti. From the search results, 995 appropriate journals were obtained and 50 journals were reviewed. This research found that in order to provide a testimony, the witness must provide testimony under oath in accordance with the religion he adheres to, but if the witness continues to give false testimony in court, he is tantamount to breaking his oath and receiving punishment according to Article 242 of the KUHP. Witnesses who give oaths or false statements may have allegations of obstructing the trial process, so this is part of obstruction of justice or an attempt to obstruct the trial and deliberately giving false statements is strictly regulated in Article 242 of the Criminal Code (KUHP)
Hubungan antara Pengetahuan dan Personal Hygine dengan Scabies pada Santri Pesantren Baitul Qur’an, Depok dan Tinjauanya menurut Pandangan Islam Anita Rahmawati; Lilian Batubara; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol 1, No 6 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i6.3185

Abstract

Latar Belakang. Scabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. S. scabiei dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit. Penularan secara tidak langsung dapat melalui pakaian, selimut, handuk, dll. Penularan scabies dipengaruhi oleh  beberapa faktor antara lain; sanitasi yang buruk, dan kepadatan penduduk. Oleh karena itu scabies umumnya ditemukan di lingkungan dengan kepadatan penghuni dan kontak interpersonal yang tinggi seperti asrama, pondok pesantren, dan panti asuhan. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui antara hubungan pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian scabies pada santri Pesantren Baitul Quran, Depok. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Baitul Qur’an, Depok pada Agustus tahun 2022. Metode. Metode Analisa yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini ialah seluruh santri di Pondok Pesantren Baitul Qur’an, Depok yang berjumlah 231. Data ini diambil menggunakan data primer yaitu dengan menggunakan kuisioner dari responden. Hasil. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan personal hygiene terhadap kejadian scabies. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dijalankan, terdapat beberapa kesimpulan, yaitu: Angka kejadian scabies di Pesantren Baitul Qur’an, Depok sebanyak 61,5%. Tidak terdapat adanya hubungan antara pengetahuan dan personal hygiene terhadap kejadian scabies di Pondok Pesantren Baitul Qur’an, Depok. Dan secara khusus dalam Islam belum ada pembahasan mengenai faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan  scabies, tetapi jika dikaitkan dengan ikhtiar saat terkena penyakit scabies, maka ada baiknya apabila pasien dianjurkan berobat dan tetap menjaga kebersihan serta meningkatkan pengetahuan mengenai scabies. Selain itu, pasien juga harus selalu semangat ketika menghadapi musibah seperti penyakit dan yakin akan kesembuhan dari penyakit yang ia derita.
The Relationship Between Mother’s Knowledge About Nutrition Fulfillment And The Nutritional Status Of Children Aged 1-3 Years Old In Posyandu Melati RW 006 Kelurahan Palmeriam During COVID-19 Pandemic And The Review According To Islamic Perspective Vasha Annisa Hidayat; Rika Yuliwulandari; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol 1, No 6 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i6.3190

Abstract

Background: COVID-19 pandemic had an impact on activities in Posyandu. This has been proven by the decreased number of visits by the Posyandu cadres and the visitors. One of the activities that Posyandu held is nutrition services. Nutrition is various substances that are obtained from food and are important for metabolic processes. The nutritional status needs to get more attention from parents because malnutrition in childhood can cause permanent damage. The purpose of this study is to determine the relationship between mother’s knowledge about nutrition fulfillment and the nutritional status of children aged 1-3 years old in Posyandu Melati RW 006 Kelurahan Palmeriam during COVID-19 pandemic and the review according to Islamic perspective. Methods: This study uses an analytic correlational survey with cross-sectional approach as the methods. The method that was used to determine the sample in this study is total sampling with a total sample of 56 respondents. Data was collected by filling out questionnaires regarding nutritional fulfillment by mothers and weighing children aged 1-3 years old at Posyandu Melati RW 006 Kelurahan Palmeriam. Chi-Square test is used to analyze the data. Results:  The results showed that most of the mothers have good knowledge about nutritional fulfillment (55.4%) and most of the children have a good nutritional status (48.2%) and the p value: 0.037 is obtained in this test.Conclusion: There is a relationship between the mother’s knowledge about nutrition fulfilment and the nutritional status of children aged 1-3 years old in Posyandu Melati RW 006 Kelurahan Palmeriam during COVID-19 pandemic. 
Hubungan Pembelajaran Keterampilan Klinis Secara Online dengan Kelulusan OSCE Pada Mahasiswa Angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Serta Tinjauan Dalam Islam Fitria Nur Ain; Nunung Ainur Rahmah; Firman Arifandi; Aan Royhan
Junior Medical Journal Vol 1, No 5 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i5.3108

Abstract

Latar belakang: Keterampilan klinis adalah metode pembelajaran atau model pembelajaran untuk melatih pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor) melalui pemanfaatan fasilitas laboratorium yang dapat dilakukan secara online untuk mengurangi penyebaran penyakit COVID-19 yang dapat dinilai dengan Objective Structured Clinical Examination. Menurut pandangan islam, belajar merupakan sebuah kewajiban bagi setiap manusia, karena dengan media online manusia bisa meningkatkan kemampuan dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pembelajaran keterampilan klinis secara online, usia, dan jenis kelamin dengan kelulusan OSCE online dan offline serta tinjauan dalam Islam. Metode: Jenis penelitian berupa deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Kuesioner didistribusikan melalui google form. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 145 responden. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pembelajaran keterampilan klinis secara online, jenis kelamin, usia dengan kelulusan OSCE online dan offline pada Mahasiswa Angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pembelajaran keterampilan klinis secara online, usia dan jenis kelamin dengan kelulusan OSCE online serta offline.
The Relationship between Sleep Patterns and the Incidence of Dysmenorrhea in YARSI University Faculty of Medicine Students in 2020-2011 and the Review from an Islamic View fetricia catherina; Zakiyah Zakiyah; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol 1, No 6 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i6.3180

Abstract

Introduction: Dysmenorrhea is pain that is felt in the pelvic area due to menstruation and the production of prostaglandin substances. Dysmenorrhea is caused by many factors, one of which is sleep patterns. This study aims to find out whether there is a relationship between sleep patterns and the incidence of dysmenorrhea in YARSI University Medical Faculty Students Batch 2020-2021 and Reviews According to an Islamic View.Method: This type of research is correlational with a cross sectional approach and the method of determining the sample is purposive sampling. The sample in this study were YARSI University Medical Faculty Students Class of 2020-2021, a total of 97 students. Data collection was carried out using a questionnaire.Result: From the results of statistical analysis, it was found that 5 (5.2%) respondents with good sleep patterns experienced mild to moderate dysmenorrhea. While 92 (94.8%) of respondents with poor sleep patterns experienced mild dysmenorrhea as many as 46 (47.4%), moderate as many as 42 (43.3%) and severe as many as 4 (4.1%). The results of the Chi square test obtained a p value of 0.417 ( 0.05) which indicated that there was no significant relationship between sleep patterns and dysmenorrhea in YARSI University Faculty of Medicine Students class of 2020-2021.Conclusion: There is no significant relationship between sleep patterns and dysmenorrhea in YARSI University Faculty of Medicine Students class of 2020-2021. However, there is an increased risk of mild to moderate dysmenorrhea in respondents who have poor sleep quality.
The Relationship between Exclusive Breastfeeding and Non-Exclusive Breastfeeding on the Incidence of Acute Respiratory Infection in Children aged 0-24 Months at YARSI Hospital Jakarta and its review according to an Islamic perspective Shinta Aurellia Putri; Elsye Souvriyanti; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol 1, No 7 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i7.3218

Abstract

Acute respiratory infections are the most important cause of morbidity in children. Based on the results of the 2018 Riskesdas, the highest category of the population experiencing ISPA was in the age range of 1-4 years (25.8%). The prevalence of ISPA according to the population age group 0 to 11 months was (9.4%). One of the factors that influence the incidence of ARI is the history of breastfeeding. Data obtained from the DKI Jakarta Province Health Profile shows that the coverage of exclusive breastfeeding in 2016 was 48.1% and decreased to 46.60% in 2017 with Central Jakarta City as the region with the lowest percentage of exclusive breastfeeding. The community needs to know the important role of exclusive breastfeeding both from a health perspective and from an Islamic point of view. This research is an analytic observational study using a cross-sectional design conducted on children aged 0-24 months at YARSI Hospital, Jakarta. After conducting a review based on the history of breastfeeding, the results of the Chi Square Test p 0.031 indicated that there was a relationship between exclusive breastfeeding and non-exclusive breastfeeding on the incidence of ARI in children aged 0-24 months at YARSI Hospital, Jakarta. Most mothers give exclusive breastfeeding which is in accordance with Islamic recommendations.
Public Awareness of Intestine Protozoa Risk Factors in Koncang Village Pandeglang Banten and Its Review According to Islam Muhammad Hafizh Al-Fatah Imanov; Ambar Hardjanti; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3270

Abstract

Introduction: Intestinal protozoa are widely distributed throughout the world, especially in tropical countries with poor sanitation. WHO estimates that around 3.5 billion world population, especially children, are infected with various types of intestinal parasites, and as many as 450 million of them fall ill. Indonesia has a relatively high prevalence with incidence rates of intestinal protozoa reaching 10-18%. The purpose of this study was to determine public awareness of the risk factors for diseases caused by intestinal protozoa in the Pandeglang community in Koncang Village.Method: This research is descriptive quantitative with cross sectional approach. The population in this study were the people of Koncang Village, Pandeglang Regency, totaling 49 people. The type of data is primary data using a previously prepared questionnaire. The technique used in data analysis is the chi-square test.Result: The results showed that the level of public knowledge about intestinal protozoa disease was not good, the level of community attitude was good, the level of community behavior was good. Based on the results of statistical tests, there is a relationship between knowledge and behavior towards intestinal protozoa disease in the people of Koncang Village, Pandeglang Regency, with a p-value of 0.019 (p-value 0.05). There is no relationship between attitudes and behavior in the people of Koncang Village, Pandeglang Regency, with a p-value of 0.906 (p-value 0.05).Conclusion: There is a statistically significant relationship between knowledge and behavior towards intestinal protozoa disease. There was no statistically significant relationship between attitudes and behavior towards intestinal protozoa disease.
The Influence of Anxiety Levels Facing Medical Exams to Urinary Incontinence in YARSI University Medical Students Class of 2019 and 2020, and A Review Through Islamic Perspectives Muhammad Achmad Yani; Nunung Ainur Rahmah; Citra Fitri Agustina; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol 1, No 7 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i7.3206

Abstract

Background: Urinary incontinence is the involuntary excretion of urine at any given condition. Medical exams experienced by medical students could induce anxiety, which could lead to urinary incontinence. Through an Islamic viewpoint, individuals suffering from urinary incontinence are constantly unclean and require certain ways to practice worship. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and age; anxiety levels and gender; the correlation between anxiety levels and urinary incontinence; identifying anxiety levels; and the severity of urinary incontinence symptoms within YARSI University Medical Students Class of 2019 and 2020, as well as how to pray and ablute for individuals with urinary incontinence.Method: This study is qualitative research done as an analytical observational study with cross-sectional study design. The research instrument used the Urogenital Distress Inventory questionnaire (UDI-6) and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The research was conducted on YARSI University Medical Students Class of 2019 and 2020 with a sample size of 209 participants. Data analysis utilized Kruskal Wallis, Kolmogorov-Smirnov, and Spearman Correlation statistical tests.Results: The level of anxiety experienced by most students is a mild level of anxiety. The highest severity of urinary incontinence symptoms was experienced by students with moderate to severe anxiety levels. No significant relationship was found between age and gender with anxiety levels. There is a positive correlation with moderate strength between the level of anxiety and urinary incontinence.Conclusion: No relationship was found between anxiety levels facing medical exams with age nor gender and a positive correlation with moderate strength was found between anxiety levels medical exams and urinary incontinence within YARSI University Medical Students Class of 2019 and 2020.
Co-Authors -, Faiq Syafriansyah Aan Royhan Afif Aziz Firdausy Agisni Kartika Rachmadini Alisa Fidelia Putri Almaudoody, Daffa Naufal Hamid Alya Nabila Alyaa Shabrina Arifin Amara Aurelia Ambar Hardjanti Amelia Kresna An-Nisa, Hamida Ananda Fatimah Ramadhani Anandra Julitiana Andi Dewitya Andini Anita Rahmawati Annisa Amelia Annisa Fitri Ramadhany Annisa Winahyu Anjani Ardi, Raihan Ardini, Putri Arista, Kesya Nabila Arsyad Arsyad Aryenti Astiningtyas, Widya Ayu Aulia Najmi Yatrib Ul Firdaus Aulia Rahma Isnaeni Ayu Andriani, Ayu Azzahir, Raihan Rahmat Bambang Poerwantoro Bambang Poerwantoro Batubara, Lilian Belia, Citra Berliannissa Diva Irvadianis Budiman, Reval Setya Aji Chandra, Natasya Citra Fitri Agustina Damayanti, Ndaru Andri Dani Mulya Arrafi Daud Trisanto Dela Riyanti Deria Zahra Fatihah Desica Destya Putri Dewi, Intan Keumala Dian Widianti Mukaromah Dianti, Sry Vhina Dina Yustisi Yurista Dinda Mulya Arrifa Donanti, Elita Edi Prasetyo Edward Syam Edward Syam Eko Purwanto Eko Purwanto Elita Donanti Elita Donanti Elsye Souvriyanti Elsye Souvriyanti Elsye Souvriyanti Elsye Souvriyanti, Elsye Elza Rakhma Octaviaini Permana Endah Purnamasari Endah Purnamasari Endah Purnamasari Endang Purwaningsih Endy Muhammad Astiwara Eri Dian Erlina Wijayanti Faizar, Fathia Azzahra Fakhri Faadillah Djashar Fakhria Mutia fanni tasya rahma Fasli Jalal Fasli Jalal Ferlianti, Rika Ferryal Basbeth Ferryal Basbeth Ferryal Basbeth fetricia catherina Firdaus, Fiqri Nurul Firza Azaria Syerin Firza Yoviono Fitri Amelia Fitria Nur Ain Fitria Rahma Ghozy Akbar Halida, Ezayffa Hizfar Hamida An-Nisa Hanifah Azzahra Hedansa Hasanatul Fitriani Hasibuan, Faizal Drissa Helena Khairunnisa, Diandra Hermi, Permata Hesty Juni Tambuati Subing Hidayah, Adira Hayyu Putri Ida Ratna Nurhidayati Igor Ramirez Indah Pramesti Intan Keumala Dewi Jiwandani, Rizka Zahra Jovanly Jovanly Juniarti Karina Dewi Karina Dewi, Karina Karina Nurul Syifa Gita Shafira Kartika Rachmadini, Agisni Kenconoviyati Keumala Dewi, Intan Kresna, Amelia La Rizky Santun Putri Laginta Revilosa Zilmi Lilian Batubara Lilian Batubara Linda Armelia Linda Weni Maharsih, Eri Dian Marsiati, Himmi Maudina Mahlani Mazaya Azzahra Muhammad Achmad Yani Muhammad Arsyad Muhammad Hafizh Al-Fatah Imanov Muhammad Hariyadi Muhammad Kholik Sanaba Nabiilah Ayu Anisah Nabila Ghufraeni Rona Raharjo Nabilah Suri, Sakina Nabilla Rizqina Rachmaputri Natasya Chandra Noor Achmad Nunung Ainur Rahmah Nur Asiah Nurhidayati, Ida Ratna Nurmarida Asriani, Salfa Nurpanji, Farrahanim Pyka Nurwijayanti Pramesti, Indah Pratami Adityaningsari Pratami Adityaningsari Pratami Adityaningsari Pratami Adityaningsari putri, firda amanda Putri, Rafischa Qomariyah Qomariyah Qomariyah Qomariyah Rahmawati, Kus Fanisa Rahmi, Hastuti Ramadhan, Rayhan Ramirez, Igor Ratu Rohmah Januba rein, virjinea hawani Restie Abeputri Restu Syamsul Hadi Rifal Hendri Hermawan Rifqatussa’adah, Rifqatussa’adah Rika Ferlianti Rika Yuliwulandari Rika Yuliwulandari Risdawati Djohan Riyani, Anggita Yayang robbi, dzikri robbi Rostiana, Ajeng Nita Sahira Nabila Azahra Saleh, Muhammad Fathurrahman Salfa Nurmarida Asriani Salsabila Dinda Aulia Salwa Sabia Fitriani Samsul Mustofa Samudra, Galih Jati Bintang Sandrina Shera Monifa Sari, Siti Maulidya Sendy Shafakarina Erizal Setyo Mahanani Shinta Aurellia Putri Shintya Nabilla Trianti Siti Nur Riani Soraya, Aulia Ramadhani Sri Hastuti Andayani Sri Wahyu Herlinawati Sri Wuryanti Taslim, Siti Ghadira Inayah Titiek Djannatun TITIEK DJANNATUN Titiek Djannatun Vasha Annisa Hidayat Wan Nedra Wening Sari Widianti Mukaromah, Dian Wijayanti, Erlina Yoviono, Firza Yurika Sandra Zakiyah Zakiyah Zuhdi, Akram Ushaim