Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERANCANGAN 2D ANIMATE DALAM FILM ANIMASI BERJUDUL “TURNING POINT” TENTANG DAMPAK POSITIF DARI FENOMENA FOMO OLAHRAGA LARI Benly Ridwan; Arief Budiman; Muhammad Adharamadinka
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan fisik masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong rendah, di mana sebagian besartermasuk dalam kategori tidak bugar. Namun, situasi ini mulai berubah setelah munculnya fenomenaFear of Missing Out, atau FOMO. Dalam konteks olahraga, FOMO ternyata memberikan dampakpositif, seperti meningkatkan semangat untuk berolahraga di kalangan usia 18 hingga 25 tahun danmendorong seseorang untuk mencoba aktivitas fisik baru, misalnya lari. Penelitian ini akan membuatsebuah animasi pendek yang menggambarkan dampak positif dari FOMO sebagai cerita utamanya.Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan edukasi sekaligus inspirasi bagi orang-orang yang sedangdalam usia produktif untuk mulai mengubah gaya hidup yang kurang aktif menjadi gaya hidup lebihsehat, dengan memanfaatkan adanya fenomena FOMO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi literatur. Data dianalisissecara deskriptif untuk mengetahui pola perilaku seseorang terkait FOMO dalam olahraga sertaefektivitas animasi sebagai media dalam mengubah persepsi mereka. Hasil penelitian menunjukkanbahwa media sosial memiliki peran penting dalam membentuk tren lari berbasis FOMO. Selain itu,penelitian juga menemukan bahwa pemahaman tentang audiens target, penggunaan cerita yangmenarik dan padat, serta teknik visualisasi animasi yang tepat sangat penting dalam membuat filmanimasi sebagai media edukasi mengenai fenomena FOMO dalam olahraga lari.Kata Kunci: FOMO, olahraga lari, animasi, media edukasi, dewasa awal
PERANCANGAN ANIMATING ANIMASI 2D “CAKRAWALA” SEBAGAI MEDIA INFORMASI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL POSTPARTUM BLUES Misella Anandita Savira; Arief Budiman; Tiara Radinska Deanda
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pospartum Blues merupakan tahap pertama dalam gangguan kesehatan mental wanitapasca melahirkan yang memicu terjadinya perasaan tak nyaman bagi sang ibu akibatpengaruh perubahan mood, hormon, lingkungan, dan bisa juga bayi yang dilahirkannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perancangan animasi, khususnyadi tahap animating sebagai media informasi mengenai gangguan mental pada wanitasetelah melahirkan tepatnya pada tahap Postpartum blues, agar dapat meminimalisirkemungkinan terburuk yang akan terjadi akibat gangguan mental ini. Sehingga dengananimasi yang dikemas dengan teknik yang tepat diharapkan bisa menjadi sarana informasiuntuk disebarluaskan ke ranah masyarakat umum demi menumbuhkan rasa simpati.Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melaluiwawancara, observasi, dan kajian pustaka. Analisis data dilakukan dengan pendekatankualitatif yang diusulkan oleh Moleong, dengan pengolahan data dilakukan secaraberkelanjutan hingga mencapai kejenuhan. Penelitian ini akan berupa pemahamantentang penggarapan animasi 2D dengan teknik frame-to-frame dan motion graphic yangmengaplikasikan 12 prinsip Animasi. Penggarapan ini diharapkan dapat berguna untukpenyampaian pesan awareness di setiap tekniknya.Kata kunci: Animasi, Animate, Mental, Depresi Pasca Melahirkan, Hamil, Postpartum,Baby Blues
PERANCANGAN BACKGROUND 3D DALAM FILM ANIMASI BERJUDUL “TURNING POINT” TENTANG DAMPAK POSITIF DARI FENOMENA FOMO OLAHRAGA LARI Umar Jawad Mushoddiq; Arief Budiman; Muhammad Adharamadinka
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kebugaran masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, dengan mayoritas beradadalam kategori tidak bugar. Namun di tengah kondisi tersebut, fenomena Fear of Missing Out ( FOMO)justru muncul sebagai pemicu positif dalam membentuk kebiasaan olahraga, terutama di kalanganusia produktif 18-25 tahun. Media sosial memainkan peran besar dalam menyebarkan tren olahraga,khususnya lari, yang memicu motivasi audiens muda untuk ikut serta agar tidak tertinggal secarasosial. Penelitian ini merancang sebuah film animasi pendek yang mengangkat fenomena FOMOolahraga sebagai narasi utama, dengan pendekatan visual yang komunikatif dan background yangrepresentatif. Animasi dipilih sebagai media karena kemampuannya menyampaikan pesan komplekssecara ringan dan efektif kepada target audiens muda. Perancangan ini bertujuan untukmengedukasi sekaligus menginspirasi generasi muda agar mulai menerapkan gaya hidup aktif dansehatmelalui pengaruh sosial yang positif.Kata Kunci: FOMO, olahraga lari, animasi, gaya hidup sehat, background 3D, generasi muda.
PERANCANGAN BACKGROUND ANIMASI 2D “CAKRAWALA” SEBAGAI MEDIA INFORMASI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL POSTPARTUM BLUES Sophie Aisya Cahyadin; Arief Budiman; Tiara Radinska Deanda
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan Psikologis pada Ibu pasca melahirkan Postpartum Blues merupakan hal yangawam terjadi pada ibu pasca melahirkan, didorong dengan berbagai faktor seperti adaptasikehidupan baru sebagai ibu hingga perubahan hormon pasca melahirkan. Namun, bila tidakditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi Depresi Pasca Melahirkan dan dalamkondisi terburuk menjadi Psikosis Pasca Melahirkan. Postpartum blues terjadi karena beberapamacam faktor, salah satunya yaitu kurangnya dukungan dari lingkaran sosial ibu seperti dari suamidan keluarga, juga ketidaksiapan menghadapi adaptasi ke kehidupan sebagai orang tua. Olehkarena itu, dibutuhkan media informasi bagi perempuan berusia 18-27 tahun yang memilikirencana untuk memiliki anak, berbasis dari data yang telah dianalisis untuk dijadikan sebuah acuandalam perancangan Background dalam film Animasi 2D. Animasi 2D memiliki kemampuan untukmenciptakan visual yang imajinatif dan dapat menghibur sekaligus memberikan informasi kepadakhalayak mengenai gejala dan dampak postpartum blues. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif, dengan pengumpulan data metode observasi, wawancara, dan studi pustaka.Penelitian ini diharapkan dapat membantu peneliti sebagai background artist dalam perancanganbackground yang dapat mendukung visual animasi 2D bertemakan Postpartum blues.Kata Kunci: Postpartum Blues, Animasi 2D, Background Artist
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER ANIMASI 2D “CAKRAWALA” SEBAGAI MEDIA INFORMASI GEJALA POSTPARTUM BLUES Hasna Naila Martya Putri; Arief Budiman; Tiara Radinska Deanda
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya media informasi mengenai kondisi mental ibu pasca melahirkan dapat meningkatkan risikoterjadinya gangguan mental seperti postpartum blues, postpartum depression, hingga postpartum psychosis. Kondisiini dipicu oleh kombinasi faktor seperti perubahan hormonal, lingkungan yang kurang suportif, tekanan ekonomi, danstres emosional. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan desain dari karakter yang mengalami tekanan mentalakibat gangguan postpartum, khususnya melalui fenomena postpartum blues. Melalui perancangan ini, ciri-cirikarakter yang mengalami gejala tersebut dianalisis untuk menginformasikan pengalaman mengenai depresi pascamelahirkan postpartum blues dan orang sekitar yang berpengaruh. Hasil perancangan menunjukkan bahwa desainkarakter yang realistis, didukung oleh narasi emosional serta teknik animasi 2D yang tepat, mampu meningkatkanempati serta kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami dan menangani gangguan postpartum blues. Dengandemikian, media visual seperti animasi dapat menjadi alat komunikasi yang efektif dalam menyampaikan isukesehatan mental ibu kepada khalayak luas secara menyentuh dan informatif. Harapannya, media ini juga dapatmembuka ruang diskusi yang lebih terbuka mengenai pentingnya dukungan mental bagi ibu.Kata kunci: animasi 2D, desain karakter, melahirkan, media informasi, postpartum blues.
IMPLEMENTASI SISTEM INVENTARIS BARANG MENGGUNAKAN QR CODE BERBASIS WEBSITE PADA PT SELAHONJE JAYA ABADI BEKASI Arief Budiman; Indah Ariyati
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 1 (2026): JSRD, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i1.1527

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, kebutuhan akan sistem pengelolaan aset yang cepat, akurat, dan terintegrasi menjadi semakin penting bagi perusahaan. PT Selahonje Jaya Abadi Bekasi masih menghadapi kendala dalam pencatatan dan pelacakan aset yang belum efisien, sehingga menyulitkan proses audit, pemeliharaan, serta pemantauan kondisi dan lokasi perangkat. Ketiadaan sistem terpusat juga berdampak pada lambatnya proses pelaporan dan minimnya transparansi dalam pengelolaan aset IT. Penelitian ini mengimplementasikan Sistem Inventaris Barang Berbasis Web yang terintegrasi dengan QR Code sebagai identitas unik untuk setiap aset. Sistem ini memungkinkan proses input, pembaruan, dan pencarian data dilakukan secara fleksibel dari berbagai lokasi. Melalui pemindaian QR Code, pengguna dapat mengakses informasi lengkap seperti nama perangkat, lokasi penempatan, kondisi terkini, hingga riwayat penggunaan. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Rational Unified Process, yaitu metode pengembangan perangkat lunak yang bersifat iteratif dan incremental serta berorientasi objek. Rational Unified Process, menekankan pada perancangan arsitektur sistem yang kuat dan pengelolaan risiko sejak tahap awal pengembangan. Proses pengembangan dibagi ke dalam empat fase utama, yaitu Inception, Elaboration, Construction, dan Transition. Setiap fase memiliki fokus dan tujuan yang jelas, mulai dari identifikasi kebutuhan dan analisis risiko, perancangan sistem, pembangunan aplikasi, hingga implementasi dan pengujian sistem secara menyeluruh. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan aset IT di PT Selahonje Jaya Abadi Bekasi. Sistem juga mempercepat proses monitoring, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.
Protokol SPIKES Sebagai Model Komunikasi Kesehatan dalam Penyampaian Informasi Klinis Kepada Pasien di Praktek Kedokteran Gigi Hafib Adifaizal; Arief Budiman; Mohamad Yusup Nurjaman; Ike Junita Triwardhani
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v4i2.1614

Abstract

Health communication plays a crucial role in dental practice, particularly in conveying sensitive clinical information or bad news. Barriers to communication can increase patient anxiety, decrease adherence to therapy, and impact the quality of healthcare services. The SPIKES protocol presents a six-stage, systematic and empathetic communication model for conveying clinical information. This study aims to analyze the implementation of the SPIKES protocol as a health communication model in dental practice. The study used a systematic literature review method with data sources from the Scopus, PubMed, and Web of Science databases for the period 2020–2025. Article selection was carried out using the PRISMA approach based on inclusion and exclusion criteria. The results of the study indicate that the implementation of the SPIKES protocol can improve the clarity of information delivery, strengthen the relationship between healthcare professionals and patients, and reduce patient anxiety. In addition, the empathetic approach in SPIKES contributes to increased patient satisfaction and adherence to treatment plans. In conclusion, the implementation of the SPIKES protocol can support the improvement of the quality of clinical communication in dental practice through the delivery of targeted, humanistic, and patient-centered information.
PENGARUH SUPERVISI, MONITORING, EVALUASI PELAPORAN (SMEP) TERHADAP EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM TP PKK DI KABUPATEN OKU Arief Budiman; Yunita Sari; Rini Efrianti
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 1 (2026): Edisi Januari - April 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i1.6990

Abstract

Family Welfare Empowerment (PKK) is an organization that involves the participation of women and men in efforts to realize prosperous families. Supervision, Monitoring, and Evaluation of Reporting (SMEP) in the PKK's core programs is one effort aimed at ensuring the smooth and orderly administration of the PKK at the village level. The research results indicate that supervision, evaluation, and reporting (SMEP) simultaneously influence the effectiveness of the implementation of PKK programs in OKU Regency. Monitoring, however, has no effect on the effectiveness of PKK programs in OKU Regency. Supervision (X1), Monitoring (X2), and Evaluation and Reporting (SMEP) have a partial effect, while the remaining 17% is influenced or explained by other variables not included in this research model.
Laporan Pengabdian Masyarakat Edukasi Ansietas pada Ibu Hamil dan Ibu Balita di Posyandu Loa Bakung Samarinda Richa Cahya Setyowati; Shabrina Safitri; Devi Clarisa Amanda; Imellia Harmoni Syahputri; Jihan Aqilah; Fatir Bayu Pratama; Nurjanah Nurjanah; Arief Budiman
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei :Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v4i2.2445

Abstract

The mental health of pregnant women and mothers with toddlers is an important aspect that requires serious attention because physical, psychological, hormonal, and social changes may trigger the emergence of anxiety. Poorly managed anxiety may lead to negative impacts on maternal health, fetal conditions, and child growth and development. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of pregnant women and mothers with toddlers regarding anxiety, its signs and symptoms, potential impacts, and simple strategies for managing anxiety. The activity was conducted at Posyandu Loa Bakung Samarinda on April 17, 2026, targeting pregnant women and mothers with toddlers. The methods employed included health education sessions, discussions and question-and-answer activities, demonstrations of deep breathing relaxation techniques, and the distribution of educational media in the form of leaflets and posters. Evaluation was carried out verbally to assess participants’ level of understanding after the activity. The results demonstrated that most participants were able to understand the concept of anxiety, identify its signs and symptoms, comprehend its effects on maternal and child health, and practice simple techniques to reduce anxiety. Furthermore, the activity increased participants’ awareness of the importance of maintaining mental health during pregnancy and child-rearing periods. Therefore, mental health education through posyandu activities can serve as a promotive and preventive effort to improve the quality of maternal and child health within the community.
Apakah Intellectual Capital Meningkatkan Profitabilitas? Bukti Empiris dari Berbagai Sektor di Indonesia Rohmat Mahfuddin; Arief Budiman; Muis Murtadho; Yulia Setyarini
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 2 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intellectual capital (IC) terhadap profitabilitas perusahaan di Indonesia. Menggunakan 2.105 observasi perusahaan-tahun dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2020–2024, penelitian ini mengukur IC menggunakan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) beserta komponennya. Menggunakan Ordinary Least Squares (OLS) dan mengendalikan efek tahun dan industry, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa IC berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan. Ketiga komponen IC, yaitu HCE, SCE, dan CEE, juga berkontribusi positif terhadap profitabilitas, dengan SCE sebagai komponen yang dominan. Analisis tambahan mengungkap bahwa pengaruh IC bersifat heterogen dan cenderung lebih kuat pada sektor-sektor yang bergantung pada pengetahuan dan aset tidak berwujud, seperti pada perusahaan yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), perusahaan berteknologi rendah dan perusahaan berukuran besar. Temuan ini memperluas literatur IC dan Resource-Based View dengan menyediakan bukti empiris lintas sektor dari konteks negara berkembang sekaligus menegaskan pentingnya investasi pada sumber daya manusia, infrastruktur organisasi, dan pengelolaan modal yang efisien sebagai strategi untuk meningkatkan profitabilitas dan mempertahankan keunggulan kompetitif berbasis pengetahuan.