Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Perbedaan Pengetahuan dan Sikap tentang Kontrasepsi Modern pada Wanita Usia Subur setelah Dilakukan Konseling Terstruktur Herlina Simanjutak; Anita Deborah Anwar; Bony Wiem Lestari; Farid Husin; Tita Husnitawati Madjid; Indun Lestari Setiono
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 4 (2015): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.782 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i4.43

Abstract

Unmet need keluarga berencana (KB) masih tinggi di negara berkembang termasuk di Indonesia. Faktor-faktor yang berhubungan dengan unmet need adalah sosiodemografi, rendahnya pengetahuan dan sikap negatif. Konseling kontrasepsi yang dilakukan secara terstruktur dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap penggunaan kontrasepsi modern.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan peningkatan pengetahuan dan sikap pada wanita usia subur (WUS) unmet need setelah diberi konseling terstruktur.Penelitian ini menggunakan randomized pretest-posttest measurement designwith control group. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified random sampling pada 96 responden di kecamatan Lembang. Sampel yang terpilih dikelompokkan secara acak sederhana sehingga didapatkan 48 orang untuk kelompok perlakuan dan 48 orang untuk kelompok kontrol.Kelompok perlakuan diberi konseling secara terstruktur sedangkan kelompok kontrol diberi konseling standar.Perbedaan peningkatan pengetahuan dan sikap pada kelompok perlakuan dan kontrol diuji dengan uji Mann-Whitney.Hasil dinyatakan dalam p-value dan interval kepercayaan 95%.Hasil penelitianpada kelompok perlakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 14 menjadi 17 (p<0,05). Selain itu terdapat peningkatan skor sikap dari 70 menjadi 79 (p<0,05). Perbedaanselisih persentase kenaikan pengetahuan dan sikap setelah dilakukan konseling terstruktur antara kelompok perlakuan dan kontroldengan median pengetahuan  20 dan 7,41 (<0,05) dan median sikap   11,52  dan 3,25 (p <0,05). Simpulan penelitian ini, peningkatan pengetahuan dan sikap pada kelompok konseling terstruktur lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok konseling standar.
Evaluasi Keterampilan Bidan dalam Pengelolaan Persalinan dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) (Studi tentang Pemantauan Intrapartum dan Resusitasi BBLR) Lisnawati Lisnawati; Hadyana Sukandar; Ruswana Anwar; Farid Husin; Dadang Syarif Effendi; Anita Deborah Anwar
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 3 (2015): September
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.011 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i3.29

Abstract

Kematian neonatal dini adalah sekitar 80% dari semua kematian neonatal dan penyebab tertinggiadalah BBLR. Peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan bidan, merupakan upaya dalammenurunkan angka kematian bayi. Banyaknya persalinan spontan dengan usia kehamilan prematuryang ditolong oleh bidan menjadi dasar perlunya peningkatan keterampilan mengenai BBLR.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan bidan dalam pengelolaan persalinan denganBBLR dalam pemantauan intrapartum dan resusitasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif denganmenggunakan teknik kuantitatif dan kualititaif. Pada teknik kuantitatif, variabel keterampilan bidandalam pemantauan intrapartum (kala I fase aktif) dinilai menggunakan daftar tilik kepada 20 orangbidan di ruang bersalin yang pernah mendapatkan minimal 1 kasus persalinan dengan BBLR. Evaluasiketerampilan bidan dalam resusitasi BBLR dilakukan oleh lembaga profesional neonatologi yaituLanterna Indonesia. Pada penelitian kualitatif, dilakukan wawancara pada bidan di ruang bersalin danmanager rumah sakit terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan tidak terampil dalampemantauan intrapartum dan resusitasi BBLR. Nilai rata-rata keterampilan bidan dalam melakukantindakan pemantauan intrapartum adalah 70,3% (nilai tertinggi 81,25% dan terendah 62,25%), dannilai rata-rata keterampilan bidan dalam resusitasi BBLR adalah 42,25% (nilai tertinggi 70% danterendah 20%). Bidan mengetahui bahwa persalinan BBLR bukan kewenangan bidan, selama inipenatalaksanaan persalinan dengan BBLR adalah melalui advis dokter, namun bidan merasa belumkompeten dan belum percaya diri dalam memberikan asuhan pada pengelolaan persalinan denganBBLR. Penelitian ini menunjukkan keterampilan bidan dalam pemantauan intrapartum dan resusitasipada kasus BBLR belum cukup baik untuk dapat menurunkan angka kematian akibat BBLR.
Peran penerapan Asuhan Neonatus Terintegrasi Terhadap Motivasi dan Kompetensi Mahasiswa serta Kepuasan Pasien di Praktik Klinik Kebidanan Alfiah Rahmawati; Nanan Sekarwana; Achadiyani Achadiyani; Farid Husin; Anita Deborah Anwar; Meita Dhamayanti; Ishak Abdulhak
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 4 (2015): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.783 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i4.72

Abstract

Model pembelajaran asuhan neonatus yang mengintegrasikan kebutuhan masyarakat dan pengintegrasian softskill sudah terbukti dapat meningkatkan kompetensi pada pembelajaran dikelas. Mencapai kompetensi tersebut, maka dilakukan pembelajaran di kelas dan di laboratorium, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lahan praktik. Sehingga diharapkan asuhan yang diberikan dapat meningkatkan kepuasan pasien, penggunaan asuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas asuhan. Tujuan penelitian ini antara lain menganalisis perbedaan motivasi mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran asuhan neonatus terintegrasi pada praktik klinik kebidanan, menganalisis perbedaan kompetensi mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran asuhan neonatus terintegrasi pada praktik klinik kebidanan, menganalisis hubungan motivasi dengan kompetensi mahasiswa pada praktik klinik kebidanan, dan menganalisis peran kompetensi mahasiswa terhadap kepuasan pasien pada praktik klinik kebidanan. Penelitian ini merupakan studi kuasi eksperimental dengan one group pre test - post test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa D III Kebidanan semester IV  Universitas Sebelas Maret dan pasien yang mendapat asuhan neonatus. Rancangan analisisnya menggunakan uji T berpasangan dan uji multivariat menggunakan regresi linier dengan bantuan SPSS. Motivasi mahasiswa setelah penerapan model pembelajaran asuhan neonatus terintegrasi berbeda secara bermakna (nilai p < 0,05) dengan peningkatan 40,48%, kompetensi (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) setelah penerapan model pembelajaran asuhan neonatus terintegrasi berbeda secara bermakna (nilai p < 0,05) dengan masing-masing prosentase peningkatan adalah kompetensi 36,68%, pengetahuan 30,58, sikap 43,02, keterampilan 42,12. Tidak terdapat hubungan motivasi dengan kompetensi mahasiswa dengan nilai p>0,05. Terdapat peran kompetensi mahasiswa terhadap kepuasan pasien pada praktik klinik kebidanan secara bermakna (nilai p < 0,05). Simpulan penelitian ini terdapat perbedaan motivasi dan kompetensi sebelum dan sesudah penerapan model asuhan neonatus terintegrasi, terdapat peran kompetensi mahasiswa terhadap kepuasan pasien pada praktik klinik kebidanan.
Analisis Faktor yang memengaruhi Unmet Need Wanita Usia Subur dengan Status HIV Positif di Kota Bandung Sophia Sophia; Anita Deborah Anwar; Bony Wiem Lestari; Farid Husin; Tita Husnitawati Madjid; Rovina Ruslami
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 4 (2015): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.258 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i4.68

Abstract

Saat ini di negara berkembang, jutaan wanita usia subur (WUS) dengan HIV positif tidak menggunakan kontrasepsi untuk menunda atau mengakhiri kehamilan padahal pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan pada WUS  dengan HIV positif sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak,  dan mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap unmet need pada WUS dengan status HIV positif. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling. Penelitian dilakukan di Klinik Mawar Kota Bandung pada bulan Maret-Juni 2015. Sampel berjumlah 130 orang  WUS dengan HIV positif yang datang ke Klinik Mawar. Data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang berisi data karakteristik responden, dukungan suami, pengetahuan tentang HIV dan KB. Data dianalisis dengan uji chi kuadrat dan regresi logistik ganda untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap unmet need. Hasil dinyatakan dalam odds ratio dengan interval kepercayaan  95%. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa keinginan mempunyai anak dengan POR= 2,67 (IK 95%:1,034−6,891), dukungan suami dengan POR= 7,803 (IK 95%: 2,037−29,884) berpengaruh terhadap unmet need dan status HIV suami dengan POR= 0,168 (IK 95%:0,064−0,44) berpengaruh lebih rendah untuk terjadi unmet need. Dukungan suami merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap unmet need dimana WUS dengan HIV positif yang tidak mendapat dukungan suami 7,8 kali lebih besar terjadi unmet need dibandingkan WUS yang mendapat dukungan suami. Simpulan penelitian ini adalah keinginan mempunyai anak, dukungan suami, dan status HIV suami berpengaruh terhadap unmet need pada WUS dengan  HIV positif. Peran suami merupakan faktor penting pada unmet need sehingga untuk menurunkan angka unmet need pada WUS dengan HIV positif perlu disarankan untuk dilakukan konseling KB berpasangan (partner counseling).
Analisis Pengaruh Faktor Individu dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Bidan Desa di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua Erni Mayor; Ponpon S Idjradinata; Arief S Kartasasmita; Farid Husin; Anita Deborah Anwar; Vita Murniati Tarawan
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.57

Abstract

Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB) di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya. Bidan sebagai ujung tombak pemberi layanan kesehatan di masyarakat memiliki posisi penting dan strategis untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, jika ditunjang dengan kinerja yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor individu (usia, pendidikan, lama kerja, suku, asal institusi, motivasi serta pelatihan) dan lingkungan kerja(lokasi tempat tinggal bidan, sarana, akses imbalan, keamanan lingkungan dan budaya) terhadap kinerja bidan desa. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan potong silang terhadap 47 bidan desa yang tersebar di seluruh Puskesmas (17 Puskesmas) Kabupaten Biak Numfor-Papua dari bulan Maret sampai Mei 2014. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji regresi linier multivariabel dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan hanya faktor motivasi dan sarana yang berpengaruh terhadap kinerja bidan (p<0,05) dan faktor motivasi berpengaruh paling kuat. Pengaruh faktor motivasi dan sarana terhadap kinerja bidan desa sebesar 29,7%, menunjukkan masih ada pengaruh yang paling besar pada faktor lain (70,3%) yang tidak diteliti dalam penelitian ini.  
Upaya Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Praktik Asuhan Persalinan melalui Model Pembelajaran Praktik Klinik Kebidanan Anita Megawati Fajrin; Farid Husin; Anita Deborah Anwar; Johanes Cornelius Mose; Firman Fuad Wirakusumah; Ishak Nurihsan
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 3, No 1 (2016): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.656 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v3i1.62

Abstract

Praktik klinik merupakan bagian penting dari proses pendidikan kebidanan. Sistem praktik klinik kebidanan yang selama ini berjalan masih menuai banyak permasalahan sehingga berdampak pada kompetensi lulusan bidan. Berbagai permasalahan yang ditemui selama praktik klinik tidak mampu diatasi dengan baik, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi, salah satunya adalah model pembelajaran praktik klinik yang kurang terstuktur yang berdampak pada rendahnya kualitas pengalaman klinik yang dimiliki oleh mahasiswa dan pada akhirnya berdampak pada kompetensi lulusan. Model pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah model experiential learning yang dikembangkan oleh Kolb dengan menggunakan metode bedside teaching. Model pembelajaran ini akan memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman klinik sesuai dengan tahap perkembangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran praktik klinik terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa dalam memberikan asuhan persalinan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi experimental pre-posttest design with nonequivalent control groups. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa D-III Kebidanan yang telah lulus mata kuliah asuhan persalinan. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol adalah mahasiswa yang melakukan praktik klinik di RSUD Soreang sejumlah 26 orang, sedangkan kelompok perlakuan adalah mahasiswa yang melakukan praktik di RSUD Majalaya sejumlah 27 orang. Analisis yang digunakan adalah uji T tidak berpasangan, Mann Whitney, Chi-square, dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran meningkatkan kompetensi mahasiswa sebesar 40,7% dengan OR 17,2 (IK 95% 2-146). Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran praktik klinik berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi asuhan persalinan mahasiswa. 
Hubungan Peringkat Akreditasi Institusi Pendidikan Diploma III Kebidanan dengan Hasil Uji Coba Uji Kompetensi Bidan Periode Juli 2013 Ani Kusumastuti; Tri Hanggono Achmad; Tina Dewi Judistiani; Dany Hilmanto; Anita Deborah Anwar; Sari Puspa Dewi
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 2 (2015): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.844 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i2.41

Abstract

Penjaminan mutu institusi pendidikan dilakukan melalui akreditasi institusi, sedangkan kualitas lulusan salah satunya dilakukan melalui uji kompetensi. Peringkat akreditasi yang baik akan menghasilkan uji kompetensi yang baik, namun berdasarkan hasil uji coba uji kompetensi bidan tahun 2012 didapatkan rerata nilai peserta dari institusi terakreditasi B memiliki nilai yang lebih rendah dari institusi yang terakreditasi C. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan nilai berdasarkan peringkat akreditasi dan hubungan peringkat akreditasi dengan nilai uji coba uji kompetensi. Penelitian dilakukan dengan  analitik cross sectional menggunakan seluruh data peserta uji coba uji kompetensi bidan periode Juli 2013 dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Data dianalisis dengan Kruskal-Wallis, Post Hoc Mann Whitney, dan Somers’d. Perbedaan nilai didapatkan pada semua kelompok akreditasi institusi (p<0,001) dengan nilai median (minimal−maksimal) 61,67 (19,44−78,33) akreditasi A, 54,44 (1,11−77,78) akreditasi B, dan 49,44 (2,78−80,00) akreditasi C (p<0,001). Hubungan yang lemah antara peringkat akreditasi institusi pendidikan dengan nilai uji coba uji kompetensi (p<0,001), baik dibandingkan dengan nilai median (r=0,22) maupun nilai batas lulus (r=0,23). Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nilai uji coba uji kompetensi berdasarkan peringkat akreditasi dan adanya hubungan antara peringkat akreditasi institusi dengan hasil uji coba uji kompetensi bidan. Semakin baik peringkat akreditasi institusi maka semakin baik pula hasil uji coba uji kompetensi yang didapatkan
Hubungan Karakteristik Maternal dan Luaran Neonatus Kasus Ketuban Pecah Dini di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung: Studi Kasus-Kontrol Rachmayanti Nur; Anita Deborah Anwar; Johannes Cornelius Mose
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.392

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketuban pecah dini (KPD) dengan karakteristik ibu dan luaran neonatal di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2019.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control. Subjek penelitian adalah seluruh kasus persalinan pervaginam dan seksio sesarea tahun 2019 di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.Hasil: Pada penelitian ini diperoleh subjek sebanyak 60 wanita yang terdiri dari 30 wanita dengan KPD dan 30 wanita tanpa KPD. Subjek penelitian sebagian besar dari kelompok usia 20-35 tahun. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari usia ibu antara kelompok KPD dan kelompok kontrol (P = 0,774). Kelompok KPD memiliki proporsi wanita primipara yang lebih tinggi secara signifikan (70%), dibandingkan dengan kelompok kontrol (36,67%), dengan P = 0,010. Kelompok KPD memiliki proporsi kehamilan prematur lebih tinggi (63,33%), dibandingkan dengan kelompok kontrol (40%), tetapi tidak signifikan (p = 0,071). Ditemukan juga bahwa kelompok KPD sebagian besar (66,67%) berpendidikan rendah (SMP sederajat atau lebih rendah) dibandingkan dengan kelompok kontrol (36,67%) dengan P = 0,007.Kesimpulan: Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa status primipara dan tingkat pendidikan yang rendah berhubungan dengan kejadian KPD. Selain itu, KPD juga dikaitkan dengan jenis kelamin bayi laki-laki, berat badan lahir rendah, dan skor APGAR yang rendah.Maternal Characteristics and Neonatal Outcomes of Premature Rupture of Membranes Cases in a Tertiary Hospital in West Java: A Case-Control StudyAbstractObjective: This study aims to find an association between premature rupture of membranes (PROM) with maternal characteristics and neonatal outcomes in a tertiary hospital in West Java, Indonesia in 2019. Methods: This research is an analytic observational study with a case control design. The subjects were all cases of vaginal delivery and cesarean section in 2019 at a tertiary hospital in West Java, Indonesia.Results: In this study, a sample of 60 subjects was obtained, consisting of 30 subjects with PROM and 30 subjects without PROM. Subjects were mostly from the age group of 20-35 years. There was no significant difference of the maternal age between PROM and control groups (p-value = 0.774). The PROM group has a significantly higher incidence of primiparous women (70%), compared to the control group (36.67%), with a p-value of 0.010. The PROM group has a higher percentage of preterm gestation (63.33%), compared with the control group (40%), but was not significant (p = 0.071). It was also found that the PROM group were mostly (66,67%) from the lower level of education (middle school or lower) compared with the control group (36,67%) with a p-value of 0.007.Conclusion: The findings in this study showed that primiparity and low education levels are associated with the incidence of PROM. In addition, PROM is also associated with male newborn, low birth weight, and low APGAR scores.Key words: Neonatal outcomes, premature rupture of membranes.
Implementasi Pelayanan Antenatal dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Menurunkan Kecemasan Melalui Tele-edukasi dan Booklet pada Ibu Hamil Aprilia, Rizka; Anwar, Anita Deborah; Gamayani, Uni
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i1.3517

Abstract

Introduction: The increased anxiety of pregnant women in the era of the COVID-19 pandemic is due to a lack of knowledge. Increased knowledge of pregnant women can be provided through education using booklets and tele-education media. Purpose: This study aims to determine the difference in improving the knowledge and anxiety of pregnant women through the provision of Tele-education and booklets during the COVID-19 pandemic. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach with a control group design. The number of samples used was 30 respondents in the tele-education group and 30 respondents in the booklet group, with consecutive sampling techniques. Knowledge was measured using a questionnaire with right or wrong answer choices, while anxiety was measured using the Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS) questionnaire. Both of these questionnaires have good validity and reliability. The Whitney test analyzed data. Results: The study found the use of tele-education media (p=0.0001) and booklets (p=0.015) had an effect on increasing the knowledge of pregnant women. The use of booklet media is more effective (rank mean = 36.77) than Tele-education media (rank mean = 24.23) to increase knowledge in pregnant women (p=0.004). Anxiety of pregnant women can be reduced using tele-education media (p=0.007) and booklet media during the COVID-19 pandemic (p=0.015). There is no difference (more effective) in the use of Tele-education media and booklets on reducing anxiety of pregnant women (p=0.195). Conclusion: Tele-education can be utilized as an alternative antenatal service during and after the COVID-19 pandemic to increase knowledge and other services for pregnant women and health workers. Latar Belakang: Peningkatan kecemasan ibu hamil pada era pandemi COVID-19 disebabkan kurangnya pengetahuan. Peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dapat diberikan melalui edukasi menggunakan media booklet dan Tele-edukasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas peningkatan perbaikan pengetahuan dan kecemasan ibu hamil melalui pemberian Tele-edukasi dan booklet saat pandemi COVID-19. Metode: penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 responden pada kelompok Tele-edukasi dan 30 responden pada kelompok booklet, dengan teknik consecutive sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuisioner dengan pilihan jawaban benar atau salah, sedangkan kecemasan diukur menggunakan kuisoner Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS). Kedua kuisioner ini memiliki validitas dan reabilitas yang baik. Data dianalisis dengan uji Mann whitney. Hasil: Studi menemukan penggunaan media tele-edukasi (p=0,0001) dan booklet (p=0,015) berpengaruh terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil. Penggunaan media booklet lebih efektif (rank mean = 36.77) dibandingkan media Tele-edukasi (rank mean = 24.23) terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu hamil (p=0,004). Kecemasan ibu hamil dapat diturunkan menggunakan media tele-edukasi (p=0,007) dan media booklet pada masa pandemic COVID-19 (p=0,015). Tidak tidak ada perbedaan (lebih efektif) penggunaan media Tele-edukasi dan booklet terhadap penurunan kecemasan ibu hamil (p=0,195). Simpulan: Tele-edukasi dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pelayanan antenatal baik pada masa pandemi maupun pasca pandemic COVID-19 untuk meningkatkan pengetahuan maupun layanan lainnya untuk ibu hamil bagi tenaga Kesehatan.
Penurunan Keluhan Nyeri Pinggang Pada Ibu Hamil menggunakan M-Health Di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Linda Rofiasari; Anita Deborah Anwar; Vita Muniarti Tarawan; Herry Herman; Johanes Cornelius Mose; Ahmad Rizal
Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 2 (2020): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v3i2.65

Abstract

Nyeri pinggang merupakan keluhan yang sering terjadi dalam kehamilan. Strategi alternatif yaitu Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) sebagai panduan penanganan yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan ASIH terhadap penurunan keluhan nyeri pinggang Metode penelitian ini secara kuantitatif dengan studi true experiment dengan teknik pre-post test with control group design terhadap 62 ibu hamil pada kedua kelompok penggunaan ASIH dan metode konvensional (Buku KIA dan Konseling Bidan). Analisis data adalah Chi square. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok ASIH terdapat 19 orang (61,3 %) mengalami penurunan skor nyeri dari 31 responden, sedangkan pada kelompok non ASIH dari 31 orang hanya 11 orang (35,5 %) mengalami penurunan skor nyeri. Hasil analisis statistik uji Chi-kuadrat diperoleh nilai p=0,042 (p<0,05) yang bermakna dengan hasil NNT bahwa diperlukan 4 orang yang diberikan ASIH diharapkan menurunkan keluhan nyeri pinggang pada 1 orang. Simpulan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penerapan ASIH terhadap penurunan keluhan nyeri pinggang
Co-Authors Achadiyani Achmad Arifin Ahmad Rizal Alfiah Rahmawati Ambrosius Purba Amillia Siddiq, Amillia Ani Kusumastuti Anita Megawati Fajrin Arief S. Kartasasmita Atie Rachmiatie Aziz, M. Alamsyah Bainuan, Lina Darmayanti Benny Hasan Purwara Bony Wiem Lestari Bony Wiem Lestari Bony Wiem Lestari Bony Wiem Lestari, Bony Wiem Budi Handono Dadang Syarif Effendi Dany Hilmanto Deni K Sunjaya Dian Tjahyadi Erni Mayor Faizal Arif Caropeboka Farid Husin Farid Husin Firman Fuad Wirakusumah Fitria Prabandari Hadyana Sukandar Hanom Husni Syam Harefa, Umy Darni Hartiningsih6, Siti Sugih Herawati, Yanti Herlina Simanjutak Herman Susanto Herry Garna Herry Herman Hidayat Wijayanegara Husin, Farid Indah Yulika Indun Lestari Setiono Irene Leha Ishak Abdulhak Ishak Nurihsan Jernihati Krisniat Harefa Johanes C Mose Johanes Cornelius Mose Johannes Cornelius Mose Julaecha Julaecha Jusuf S. Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Leri Septiani Lestari, Lara Santi Indah Linda Rofiasari Lisnawati Lisnawati M. Rizkar Arev Sukarsa Meita Dhamayanti Mira Dyani Dewi Muhammad Nurhalim Shahib Nanan Sekarwana nashriva, Ita Pangaribuan, Roma Berlian Ponpon S Idjradinata Ponpon S Idjradinata R. M. Sonny Sasotya Rachmat Zulkarnain Rachmayanti Nur Raden Tina Dewi Judistiani Rikki Fitriyadi Afandi Rizka Aprilia, Rizka Rochmawati Rochmawati Rovina Ruslami, Rovina Rowawi, Roni Ruswana Anwar Sadawa, Helena Mariani Sari Puspa Dewi Sasotya, RM Sonny Setyorini Irianti Simanjuntak, Herlina Sofie R. Krisnadi Sophia Sophia Sophia Sophia Sophia, Sophia Suardi, Achmad Sugiyono, Iis Supriyatin, Dedeh Suryani Suryani Susiarno, Hadi Sutisna, Ma’mun Tania Novi Tita Husnitawati Madjid Tono Djuwantono Tri Hanggono Achmad Uni Gamayani, Uni Veronica, Yustitio Nora Vita Muniarti Tarawan Vita Murniati Tarawan Widjadjakusumah, Tony Wiryawan Permadi Zulvayanti Zulvayanti