Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Health Science

Gangguan Elektrolit pada Balita Penderita Diare; Sebuah Pendekatan Klinis: Electrolyte Disturbances among Children Under Five with Diarrhea; A Clinical Approach Susanti; Lilis; Zasqiah, Dela Namirah
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita di Indonesia dan merupakan penyebab kematian kedua tertinggi. Salah satu komplikasi utama dari diare adalah dehidrasi yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit, khususnya natrium, kalium, dan klorida. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kadar elektrolit (natrium, kalium, dan klorida) pada balita penderita diare. Methode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 41 balita penderita diare usia 0–5 tahun. Pemeriksaan kadar elektrolit dilakukan menggunakan alat elektrolit analyzer selama periode penelitian berlangsung. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (51,22%). Kadar natrium rendah ditemukan pada 53,66% balita, sedangkan 46,34% memiliki kadar natrium normal. Kadar kalium rendah ditemukan pada 26,83%, normal pada 70,73%, dan tinggi pada 2,44%. Kadar klorida rendah ditemukan pada 7,32%, normal pada 90,24%, dan tinggi pada 2,44%. Kesimpulan: Gangguan keseimbangan elektrolit, terutama hiponatremia dan hipokalemia, cukup sering ditemukan pada balita penderita diare. Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam kadar elektrolit berdasarkan jenis kelamin maupun usia. Pemeriksaan elektrolit perlu menjadi bagian penting dalam penanganan klinis diare pada balita.
Hubungan Usia dan Berat Badan terhadap Derajat Proteinuria pada Ibu Hamil dengan Hipertensi: Correlation between Age and Body Weight with the Degree of Proteinuria among Hypertensive Pregnant Women Thalib, Kiki Uniatri; Lilis
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada kehamilan, termasuk pre-eklampsia, merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal. Pemeriksaan protein urin dapat digunakan sebagai indikator adanya kerusakan ginjal akibat hipertensi pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik protein urin pada ibu hamil dengan hipertensi berdasarkan usia dan indeks massa tubuh (IMT). Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik total sampling. Sampel terdiri dari 32 ibu hamil trimester III dengan hipertensi. Pemeriksaan protein urin dilakukan menggunakan metode carik celup dengan pembacaan hasil menggunakan urine analyzer (Urit-50). Hasil: Dari 32 sampel urin yang diperiksa, ditemukan hasil protein urin negatif pada 18 orang (56,25%), positif 1 (+) pada 8 orang (25%), positif 2 (++) pada 3 orang (9,38%), dan positif 3 (+++) pada 3 orang (9,38%). Rata-rata usia responden adalah 32 tahun, sedangkan rata-rata IMT sebesar 30,65 kg/m² yang termasuk kategori obesitas. Kesimpulan: Mayoritas ibu hamil dengan hipertensi memiliki hasil pemeriksaan protein urin negatif, dengan sebagian kecil menunjukkan proteinuria positif. Rata-rata responden berada pada usia reproduktif dan memiliki IMT dalam kategori obesitas.