Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementasi Sosialisasi Bangunan Tahan Gempa dan Sumur Resapan dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Sitepu, Arif Rahman Hakim; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Maini, Miskar; Novalina, Winny; Rahma, Siti; Marina, Bernaditha Catur; Susanti, Junita Eka; Apriwelni, Siska; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Perwitasari, Dian; Utami, Erdina Tyagita; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.462

Abstract

Kegiatan sosialisasi bangunan tahan gempa dan sumur resapan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa di Desa Gedung Harapan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait mitigasi bencana dan konservasi air. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan materi, dan pelaksanaan kegiatan. Tahap persiapan meliputi survei kondisi lingkungan serta kebutuhan informasi warga. Selanjutnya, tahap pengumpulan materi menghasilkan media edukasi yang disusun dari literatur akademik dan pengalaman praktisi. Pada tahap pelaksanaan, digunakan metode interaktif berupa presentasi, diskusi kelompok, simulasi sederhana, dan demonstrasi pembuatan sumur resapan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan bangunan tahan gempa dan pemanfaatan sumur resapan. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan warga desa. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berperan dalam transfer pengetahuan, tetapi juga dalam membangun ketahanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Efektivitas Edukasi Pemahaman dan Kepatuhan Pengemudi Muda terhadap Marka dan Rambu Lalu Lintas (Studi Kasus SMAN 2 Bandar Lampung) Marina, Bernaditha Catur; Michael, Michael; Prayogi, Galih Rio; Tambunan, Hermon Frederik; Khanza, Ayu Kamila; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Pamursari, Nurmagita; Sari, Nurwanda; Setyaji, Arif; Maulidina, Siti; Febriyadi, Febriyadi; Yulianto, Andry; Muttaqin, M Al Ghifary Jundana; Alnikaromah, Sovi; Rochmani, Evi Malyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.830

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menganalisis efektivitas program edukasi keselamatan berkendara berbasis sekolah terhadap pemahaman dan kepatuhan siswa SMAN 2 Bandar Lampung terhadap rambu dan marka lalu lintas. Kegiatan dilakukan dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan siswa sebagai pengemudi muda. Instrumen berupa kuesioner pilihan ganda untuk mengukur pemahaman rambu-marka serta skala likert untuk mengukur kepatuhan berlalu lintas. Program edukasi dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi kasus, dan simulasi sederhana, diikuti posttest pada akhir kegiatan. Output dari kegiatan ini adalah media edukasi keselamatan berkendara, berupa booklet, modul, flyer, dan rambu. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nyata skor pemahaman rambu dan marka lalu lintas dari kategori “cukup” saat pretest (70,16 untuk rambu dan 70,20 untuk marka) menuju “baik” saat posttest (83,92 untuk rambu dan 83,90 untuk marka). Uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik (p<0,05). Persentase siswa pada kategori tinggi terhadap rambu dan marka- seperti kepatuhan garis henti, larangan melawan arus, dan penggunaan helm standar, juga meningkat secara bermakna. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi keselamatan berkendara berbasis sekolah efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pengemudi muda terhadap rambu dan marka lalu lintas, serta berpotensi diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam program sekolah.
Bantuan Teknis Desain Konstruksi Beton Non-Struktural Berbasis Pemanfaatan Limbah Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant untuk Mendukung Infrastruktur Berkelanjutan Ribowo, Anggarani Budi; Maini, Miskar; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Novalina, Winny; Rahma, Siti; Marina, Bernaditha Catur; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Apriwelni, Siska; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Sari, Dian Perwita; Utami, Erdina Tyagita; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1233

Abstract

Industri konstruksi seperti batching plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) menghasilkan limbah berupa sisa beton mengeras, slurry pencucian mixer, agregat terkontaminasi semen, serta residu aspal halus yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung penerapan infrastruktur berkelanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah konstruksi sebagai bahan baku alternatif beton non-struktural. Program dilaksanakan melalui tahapan identifikasi jenis dan volume limbah (±1–2 ton per minggu), pengolahan awal (pengeringan, penghancuran, dan pengayakan), perancangan komposisi campuran (mix design), pencetakan produk, curing selama 28 hari, serta pengujian kuat tekan dan daya serap air. Hasil perancangan menghasilkan batako berdimensi 40 × 20 × 10 cm, paving block 20 × 10 × 6 cm, serta saluran beton pracetak dengan lebar 40–85 cm dan tinggi 45–60 cm. Secara teknis, agregat limbah batching plant efektif sebagai substitusi parsial agregat alami, sedangkan residu AMP berfungsi sebagai filler yang meningkatkan kepadatan dan menurunkan porositas beton. Produk yang dihasilkan memenuhi kriteria mutu beton non-struktural untuk aplikasi pagar, perkerasan pejalan kaki, dan saluran drainase kawasan industri skala kecil–menengah maupun saluran irigasi. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan timbulan limbah, efisiensi biaya material, serta penguatan prinsip ekonomi sirkular dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
The Evaluasi Kinerja Rutting Campuran Aspal PG76 Menggunakan Filler Zeolit Alam Bernaditha Catur Marina; Hermon Frederik Tambunan; Yohana Westi Lumban Tobing; Boy Hasiholan Sipayung
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1328

Abstract

Abstrak   Kerusakan alur (rutting) pada perkerasan aspal di wilayah tropis dipercepat oleh temperatur tinggi dan beban lalu lintas berulang. Studi ini mengevaluasi ketahanan rutting campuran AC-WC dengan filler zeolit alam pada dua jenis pengikat, aspal konvensional Pen 60/70 dan aspal termodifikasi polimer PG76. Uji Marshall digunakan untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) dan kadar zeolit optimum pada substitusi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, termasuk parameter volumetrik dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Kinerja rutting diuji menggunakan wheel tracking machine pada 25oC, 45oC, dan 60oC. KAO diperoleh 6,575% untuk Pen 60/70 dan 6,475% untuk PG76, dengan kadar zeolit optimum berturut-turut 25% dan 50%. Pada temperatur tinggi, campuran PG76 menunjukkan deformasi lebih rendah dan stabilitas dinamis lebih tinggi dibanding Pen 60/70. Ketahanan rutting terbaik dicapai oleh PG76 dengan 50% zeolit sebesar 1431,82 lintasan/mm, lebih tinggi daripada Pen 60/70 dengan 25% zeolit sebesar 828,95 lintasan/mm.   Kata Kunci: Rutting (Alur), Volumetrik, Zeolit Alam, PG76, Wheel Tracking Machine     Abstract   Rutting in tropical asphalt pavements is accelerated by high temperatures and repeated traffic loading. Therefore, improving filler selection and binder modification is critical for durability. This study evaluates the rutting resistance of AC-WC mixtures using natural zeolite filler with two binders: conventional Pen 60/70 and polymer-modified PG76. Marshall testing determined the Optimum Asphalt Content (OAC) and optimum zeolite dosage at 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%, along with volumetric properties and the Retained Strength Index (RSI). Rutting performance was assessed using a wheel-tracking machine at 25 °C, 45 °C, and 60 °C to assess temperature susceptibility. The OACs were 6,575% (Pen 60/70) and 6,475% (PG76), with optimum zeolite contents of 25% and 50%, respectively. At elevated temperatures, PG76 mixtures showed lower permanent deformation and higher dynamic stability than Pen 60/70. The best performance was PG76 with 50% zeolite: 1431,82 passes/mm, compared with 828,95 passes/mm for Pen 60/70 with 25% zeolite.   Keywords: Rutting, Volumetrik, Zeolite, PG76, Wheel Tracking Machin
The Evaluasi Kinerja Rutting Campuran Aspal PG76 Menggunakan Filler Zeolit Alam Bernaditha Catur Marina; Hermon Frederik Tambunan; Yohana Westi Lumban Tobing; Boy Hasiholan Sipayung
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1328

Abstract

Abstrak   Kerusakan alur (rutting) pada perkerasan aspal di wilayah tropis dipercepat oleh temperatur tinggi dan beban lalu lintas berulang. Studi ini mengevaluasi ketahanan rutting campuran AC-WC dengan filler zeolit alam pada dua jenis pengikat, aspal konvensional Pen 60/70 dan aspal termodifikasi polimer PG76. Uji Marshall digunakan untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) dan kadar zeolit optimum pada substitusi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, termasuk parameter volumetrik dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Kinerja rutting diuji menggunakan wheel tracking machine pada 25oC, 45oC, dan 60oC. KAO diperoleh 6,575% untuk Pen 60/70 dan 6,475% untuk PG76, dengan kadar zeolit optimum berturut-turut 25% dan 50%. Pada temperatur tinggi, campuran PG76 menunjukkan deformasi lebih rendah dan stabilitas dinamis lebih tinggi dibanding Pen 60/70. Ketahanan rutting terbaik dicapai oleh PG76 dengan 50% zeolit sebesar 1431,82 lintasan/mm, lebih tinggi daripada Pen 60/70 dengan 25% zeolit sebesar 828,95 lintasan/mm.   Kata Kunci: Rutting (Alur), Volumetrik, Zeolit Alam, PG76, Wheel Tracking Machine     Abstract   Rutting in tropical asphalt pavements is accelerated by high temperatures and repeated traffic loading. Therefore, improving filler selection and binder modification is critical for durability. This study evaluates the rutting resistance of AC-WC mixtures using natural zeolite filler with two binders: conventional Pen 60/70 and polymer-modified PG76. Marshall testing determined the Optimum Asphalt Content (OAC) and optimum zeolite dosage at 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%, along with volumetric properties and the Retained Strength Index (RSI). Rutting performance was assessed using a wheel-tracking machine at 25 °C, 45 °C, and 60 °C to assess temperature susceptibility. The OACs were 6,575% (Pen 60/70) and 6,475% (PG76), with optimum zeolite contents of 25% and 50%, respectively. At elevated temperatures, PG76 mixtures showed lower permanent deformation and higher dynamic stability than Pen 60/70. The best performance was PG76 with 50% zeolite: 1431,82 passes/mm, compared with 828,95 passes/mm for Pen 60/70 with 25% zeolite.   Keywords: Rutting, Volumetrik, Zeolite, PG76, Wheel Tracking Machin
The Evaluasi Kinerja Campuran Aspal RAP 100% Menggunakan Waste Engine Oil Sebagai Bahan Peremaja dan GGBFS Sebagai Filler Hermon Frederik Tambunan; Bernaditha Catur Marina; Muhammad Delfi Mulia Rachman Hasibuan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1374

Abstract

Abstrak   Penggunaan 100% Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) pada campuran aspal panas menawarkan potensi besar dalam penghematan material dan pengurangan dampak lingkungan, namun terhambat oleh penuaan binder yang meningkatkan kekakuan dan kerentanan terhadap retak. Kajian kombinasi bahan peremaja berbasis limbah dengan filler industri pada campuran 100% RAP masih sangat terbatas. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh sinergis Waste Engine Oil (WEO) sebagai peremaja dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, serta Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai filler dengan variasi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap kinerja campuran 100% RAP. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall (ASTM D6927) dan Indirect Tensile Strength/ITS (ASTM D6931) pada 99 sampel. Hasil menunjukkan WEO meningkatkan fleksibilitas campuran, sedangkan GGBFS meningkatkan stabilitas dan Marshall Quotient (MQ). Nilai VIM menurun seiring penambahan WEO dan GGBFS, sementara VMA memenuhi batas standar. Kinerja optimum dicapai dengan kombinasi 10% WEO dan 100% GGBFS dengan stabilitas 704,90 kg, MQ 321,73 kg/mm, flow 2,4 mm, dan ITS 716,32 kPa, meningkat 44,8% dibandingkan dengan campuran tanpa GGBFS.   Kata kunci: RAP, WEO, GGBFS, Uji Marshall, Peremaja, Volumetrik, ITS   Abstract   The use of 100% Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) in hot-mix asphalt offers significant potential for material conservation and environmental sustainability, yet is constrained by binder ageing that increases brittleness and susceptibility to cracking. Studies on combined waste-based rejuvenators and industrial by-product fillers in100% RAP mixtures remain limited. This study evaluates the synergistic effect of Waste Engine Oil (WEO) as a rejuvenator at dosages of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%, and Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) as a filler at subsitution levels of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% RAP mixture performance. Tests were conducted using the Marshall method (ASTM D6927) and indirect tensile strength/ITS (ASTM D6931) on 99 specimens. WEO increased mix flexibility indicated by higher flow values, while GGBFS improved stability and Marshall Quotient (MQ). VIM decreased as WEO and GGBFS content increased, while VMA met the standard thresholds. Optimum performance was obtained at 10% WEO and 100% GGBFS, yielding stability of 704.90 kg, MQ of 321.73 kg/mm, a flow of 2.4 mm, and an ITS of 716.32 kPa, a 44,8% improvement over the mixture without GGBFS. Keywords: RAP, WEO, GGBFS, Marshall test, Rejuvenator, Volumetric, ITS
EFEKTIVITAS ASPAL EMULSI METODE CAMPURAN DINGIN PADA LAPISAN LASTON AC-BASE: EFEKTIVITAS ASPAL EMULSI METODE CAMPURAN DINGIN PADA LAPISAN LASTON AC-BASE Hermon Frederik Tambunan; Yohanes Martono; Bernaditha Catur Marina; Kerri Dwiky Iswara; Muhammad Abi Berkah Nadi; Elian Zhafira; Raden Gunawan
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): STATIKA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i1.575

Abstract

Perancangan campuran aspal panas merupakan metode pencampuran umum yang diterpakan dalam pelaksanaan lapis perkerasan jalan. Tantangan suhu yang harus memenuhi spesifikasi teknis menjadi perhatian saat penghamparan. Penggunaan aspal emulsi untuk campuran spal dingin diharapkan mmpu menjadi solusi. Studi ini dilakukan untuk melihat efektifitas dari penggunaan aspal emulsi campuran dingin dibandingkan dengan aspal campuran panas pada jenis perkerasan Laston AC-Base. Hasil penelitian penelitian menunjukkan dengan campuran aspal emulsi sebesar KAE 7,3% memiliki nilai stabilitas mencapai 2.635 kg, namun memiliki angka flow sebesar 1,78 mm. Angka ini menunjukkan bahwa hasil campuran aspal dengan menggunakan aspal emulsi campuran dingin memiliki tingkat kelelehan plastis yang masih dibawah ambang batas minimal sebesar 3 mm.
STRATEGI PEMELIHARAAN PERKERASAN DIDASARKAN PADA PENDEKATAN PCI DAN IRI SERTA MENENTUKAN BIAYA SIKLUS HIDUP (STUDI KASUS: JALAN PANGERAN TIRTAYASA, BANDAR LAMPUNG): STRATEGI PEMELIHARAAN PERKERASAN DIDASARKAN PADA PENDEKATAN PCI DAN IRI SERTA MENENTUKAN BIAYA SIKLUS HIDUP Hermon Frederik Tambunan; Wardiman Yosef Gultom; Bernaditha Catur Marina
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Statika: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan moda trasnportasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Pentingnya peran jalan tersebut berarti layanan infrastruktur jalan harus selalu dalam kondisi yang mantap. Tetapi penyediaan layanan infrastruktur jalan dengan kondisi yang baik memiliki beberapa kendala, salah satunya karena adanya keterbatasan keuangan untuk melakukan kegiatan pemeliharaan dan peningkatan jalan. Oleh karena diperlukan strategi agar alokasi dana untuk tindakan pemeliharaan dan perbaikan jalan lebih baik. Penelitian ini menggunakan Pavement Condition Index dan Analisis Biaya Siklus Hidup untuk memberikan usulan strategi pemeliharaan jalan. PCI untuk menilai kondisi jalan dan Analisis Biaya Siklus Hidup untuk mendapatkan nilai ekonomis yang diinginkan. Studi Kasus terletak di Jalan Pangeran Tirtayasa Bandar Lampung, yang setelah dilakukan perhitungan PCI didapatkan nilai 47,04 atau kondisi sedang untuk keseluruhan ruas jalan. Setelah dilakukan homogenesis segmen atau menyatukan beberapa segmen dengan kondisi yang sama, tehitung ada 13 segmen dengan kondisi rusak berat sehingga perlu dilakukan rekonstruksi pada segmen-segmen tersebut. Oleh karena itu diusulkan 2 alternatif skenario penanganan pada segmen jalan yang membutuhkan rekonstruksi, yaitu alternatif 1, alternatif 2
The Evaluasi Kinerja Campuran Aspal RAP 100% Menggunakan Waste Engine Oil Sebagai Bahan Peremaja dan GGBFS Sebagai Filler Hermon Frederik Tambunan; Bernaditha Catur Marina; Muhammad Delfi Mulia Rachman Hasibuan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1374

Abstract

Abstrak   Penggunaan 100% Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) pada campuran aspal panas menawarkan potensi besar dalam penghematan material dan pengurangan dampak lingkungan, namun terhambat oleh penuaan binder yang meningkatkan kekakuan dan kerentanan terhadap retak. Kajian kombinasi bahan peremaja berbasis limbah dengan filler industri pada campuran 100% RAP masih sangat terbatas. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh sinergis Waste Engine Oil (WEO) sebagai peremaja dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, serta Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai filler dengan variasi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap kinerja campuran 100% RAP. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall (ASTM D6927) dan Indirect Tensile Strength/ITS (ASTM D6931) pada 99 sampel. Hasil menunjukkan WEO meningkatkan fleksibilitas campuran, sedangkan GGBFS meningkatkan stabilitas dan Marshall Quotient (MQ). Nilai VIM menurun seiring penambahan WEO dan GGBFS, sementara VMA memenuhi batas standar. Kinerja optimum dicapai dengan kombinasi 10% WEO dan 100% GGBFS dengan stabilitas 704,90 kg, MQ 321,73 kg/mm, flow 2,4 mm, dan ITS 716,32 kPa, meningkat 44,8% dibandingkan dengan campuran tanpa GGBFS.   Kata kunci: RAP, WEO, GGBFS, Uji Marshall, Peremaja, Volumetrik, ITS   Abstract   The use of 100% Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) in hot-mix asphalt offers significant potential for material conservation and environmental sustainability, yet is constrained by binder ageing that increases brittleness and susceptibility to cracking. Studies on combined waste-based rejuvenators and industrial by-product fillers in100% RAP mixtures remain limited. This study evaluates the synergistic effect of Waste Engine Oil (WEO) as a rejuvenator at dosages of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%, and Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) as a filler at subsitution levels of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% RAP mixture performance. Tests were conducted using the Marshall method (ASTM D6927) and indirect tensile strength/ITS (ASTM D6931) on 99 specimens. WEO increased mix flexibility indicated by higher flow values, while GGBFS improved stability and Marshall Quotient (MQ). VIM decreased as WEO and GGBFS content increased, while VMA met the standard thresholds. Optimum performance was obtained at 10% WEO and 100% GGBFS, yielding stability of 704.90 kg, MQ of 321.73 kg/mm, a flow of 2.4 mm, and an ITS of 716.32 kPa, a 44,8% improvement over the mixture without GGBFS. Keywords: RAP, WEO, GGBFS, Marshall test, Rejuvenator, Volumetric, ITS