Articles
HUBUNGAN ANTARA KADAR ASAM URAT DENGAN RISIKO OSTEOARTHRITIS KNEE PADA LANSIA DI PUSKESMAS MULYOREJO KOTA MALANG
Hapsari, Dewi;
Rahmanto, Safun;
Prastowo, Bayu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26997
Meningkatnya angka kejadian penyakit asam urat tidak hanya terjadi di negara-negara maju saja, namun juga terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Hiperurisemia disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam tubuh akibat produksi asam urat yang berlebihan atau terhambatnya ekskresi asam urat melalui urin dari ginjal. Jika kadar asam urat dalam tubuh terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan terbentuknya kristal asam urat di sendi yang pada akhirnya dapat menyebabkan osteoarthritis (OA) pada lutut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara kadar asam urat dengan risiko osteoarthritis knee pada lansia di puskesmas mulyorejo kota malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observational analitik dengan metode cross sectional study. Responden dalam penelitian ini berjumlah 43 yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Berdasarkan uji korelasi pearson didapatkan hasil p<0,012 (p<0,05) yang bermakna bahwa terdapat hubungan antara kadar asam urat dengan risiko osteoarthritis knee. Nilai koefisien sebesar 0,427 dengan keeratan hubungan berkategori sedang. Semakin tinggi kadar asam urat maka semakin tinggi risiko osteoarthritis knee pada lansia
Edukasi Mobilisasi Dengan Gangguan Muskuloskeletal Pada Penjahit Konveksi CV. Lucky Jaya di Desa Pedurungan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah
Oktaviani, Nabila Windu;
Rahmanto, Safun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JPMI - Agustus 2024
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.2699
Gangguan muskuloskeletal atau Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah kondisi gangguan pada tubuh yang mempengaruhi otot, syaraf, pembuluh darah, sendi dan tendon. Postur dan posisi tubuh saat bekerja, beban kerja, frekuensi kerja, dan durasi kerja yang lama dapat menyebabkan gangguan musculoskeletal terutama pada penjahit konveksi. Penjahit rentan mengalami gangguan muskuloskeletal dikarenakan pada saat bekerja postur dan posisi tubuh statis serta gerakan berulang-ulang dalam waktu lama. Peran fisioterapi untuk mengatasi gangguan musculoskeletal pada penjahit dengan memberikan edukasi mobilisasi. Kegiatan edukasi mobilisasi dengan gangguan musculoskeletal pada penjahit konveksi menggunakan metode diskusi interaktif atau penyuluhan menggunakan media leaflet dan demonstrasi atau penerapan bersama untuk stretching. Sebelum memulai penyuluhan peneliti melakukan pengisian kuisioner atau pre-test kepada pekerja dan sesudah pemberian penyuluhan akan dilakukan post-test. Hasil penyuluhan yang diperoleh berdasarkan pre-test dan post-test terdapat peningkatan 100% pada pemahaman materi edukasi mobilisasi dengan gangguan muskuloskeletal pada penjahit.
Penyuluhan Fisioterapi Low Back Pain pada Pekerja Industri Keripik Sanan Kota Malang
Ardiansyah, Niko;
Rahmanto, Safun;
Rahmawati, Yuli
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 (2023): IJPM - Desember 2023
Publisher : CV Firmos
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54082/ijpm.156
Semakin berkembangnya kota di Indonesia pasti akan terjadi pertumbuhan dalam bidang Industri yang akan membawa akibat kurang baik bagi pekerjannya. Seperti halnya, Industri Keripik Tempe Sanan Kota Malang yang rata-rata terdapat resiko nyeri punggung bawah. Permasalahan ini diakibatkan posisi dalam bekerja, seperti seringnya mendorong, mengangkat dan bawa barang berat, seringkali bungkuk, duduk atau berdiri dalam durasi lama serta postur tubuh tidak ergonomis saat bekerja. Kegiatan penyuluhan fisioterapi terkait low back pain pada pekerja upaya untuk mengedukasi pekerja terkait low back pain terutama tentang definisi, tanda gejala, penyebab, pencegahan, dan terapi latihan low back pain secara mandiri setelah bekerja untuk mengurangi gejala yang diderita. Kegiatan dalam penyuluhan ini dengan PPT (Power Point) sebagai media, kemudian pemberian pretest post test dan terakhir pembagian leaflet berisi materi penyuluhan kepada pekerja. Kegiatan penyuluhan low back pain di Industri Keripik Tempe Sanan Kota Malang berjalan lancar, respon yang baik, penuh semangat. Hasil post-test menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil pada pretest sehingga Terdapat pengetahuan yang meningkat kepada para pekerja yang menunjukkan para pekerja memiliki pengetahuan dan wawasan terkait pencegahan dan penanganan secara mandiri setelah bekerja.
EFEKTIVITAS LATIHAN LADDER DRILL DAN CORE STABILITY TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN SISWA SSB KARLOS MALANG
RIvaldi, Muhammad;
Irawan, Dimas Sondang;
Rahmanto, Safun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27576
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan ladder drill dan core stability terhadap kelincahan pemain SSB Karlos Malang. Metode yang digunakan penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan metode two group pre dan post test yang dilaksanakan sebanyak 8 kali selama satu bulan. Subjek penelitian siswa SSB Karlos Malang. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah T-test agility untuk mengukur kelincahan pemain. Analisa data yang digunakan yaitu uji normalitas menggunakan shapiro wilk, uji hipotesa menggunakan uji paired T test dan wilcoxon serta uji perbandingan menggunakan independent t test dengan nilai signifikan < 0,05, berdasarkan hasil uji hipotesa dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas dari pemberian latihan Ladder Drill dan Core Stability Exercise terhadap peningkatan kelincahan siswa SSB Karlos Malang.
HUBUNGAN SYMMETRICAL HAMSTRING FLEXIBILITY DENGAN KECEPATAN BERLARI PEMAIN FUTSAL FIA UB
Raihan Anwar, Mohamad Iqbal;
Irawan, Dimas Sondang;
Rahmanto, Safun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29690
Symmetrical hamstring flexibility merupakan kesimetrisan atau kesamaan antara fleksibilitas otot hamstring kanan dan kiri. simetris merupakan kesamaan antara objek kanan dan kiri yang seimbang. Pada saat berlari otot hamstring bekerja secara konsentrik dan eksentrik secara maksimal, sehingga seseorang jika mempunyai fleksibilitas otot hamstring yang baik antara kanan dan kiri akan membantu proses berlari dengan mendapatkan kecepatan optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan symmetrical hamstring flexibility dengan kecepatan berlari pada pemain futsal FIA UB. Penelitian ini menggunakan observasional kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini menggunakan konsep korelasi antara Symmetrical Hamstring Flexibility dan kecepatan berlari pada pemain futsal FIA UB. Variabel Symmetrical Hamstring Flexibility dengan variabel kecepatan berlari diukur dan diambil data secara bersamaan dalam satu waktu. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah pemain futsal FIA UB yang berjumlah 24 orang. Variabel Symmetrical Hamstring Flexibility diukur menggunakan alat ukur Active Knee Extension (AKE), sedangkan variabel kecepatan berlari diukur menggunakan tes sprint 30 meter. hasil penelitian ini sejumlah 19 responden (79%) kategori usia dibawah 20 tahun. Nilai IMT sejumlah 22 responden (92%) kategori IMT normal. Nilai sprint sejumlah 20 responden (50%) dengan kategori sedang. Hasil dari uji pearson correlation dengan nilai (0,370)>(0,05) dan nilai signifikan (0,075)>(0,01). Berdasarkan hasil uji pearson correlation didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan symmetrical hamstring flexibility dengan kecepatan berlari pada pemain futsal FIA UB.
The Relationship Between Sitting Duration And Flexibility Hamstring Muscle In Employees At RSUD Ngimbang
Wibowo, Hardianto;
Rahmanto, Safun;
Lubis, Zidni
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35451/jkf.v6i1.1712
Some employees at Ngimbang Hospital work activities are carried out in a sitting position for a long duration and almost done every day, especially for office administration employees. This will pose a risk of musculoskeletal disorders, especially hamstring muscle flexibility. A decrease in muscle flexibility will affect body fitness which can affect the work productivity of these employees. This study aims to determine the relationship between sitting duration and hamstring muscle flexibility. This study used a Cross Sectional Study research design involving 32 employee samples. Sitting duration is the independent variable while the dependent variable is hamstring muscle flexibility. The results of the normality test using the Shapiro-wilk test showed that the sitting duration variable was worth 0.000 and the hamstring muscle flexibility variable was worth 0.799, meaning that there was one variable that was not normally distributed, while the correlation test using Spearman obtained a value of 0.000 (<0.05). It is concluded that there is a relationship between sitting duration and hamstring muscle flexibility in employees at Ngimbang Hospital. The longer the duration of sitting, the more hamstring muscle flexibility decreases.
EDUKASI SENAM HIPERTENSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI DI PUSKESMAS KENDALSARI
Putri, Sania;
Rahmanto, Safun;
Suharto, Bonita
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 05 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, yaitu suatu keadaan medis yang mana tekanan darah yang ada di arteri mengalami peningkatan. Adanya kenaikan tersebut membuat jantung melakukan kerja lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh . Tanda dan gejala yang muncul meliputi sakit kepala, pusing, sesak napas, dan nyeri dada. Tujuan : Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengurangi keluhan terkait hipertensi melalui penyuluhan senam hipertensi di Puskesmas Kendalsari. Metode: Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan media leaflet dan sesi tanya jawab. Melalui leaflet, peserta mendapatkan informasi mengenai pengertian hipertensi, pentingnya pengendalian tekanan darah, dan manfaat senam hipertensi. Sesi tanya jawab memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan keluhan yang dialami serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang senam hipertensi sebagai salah satu cara penanganan. Kegiatan ini melibatkan 20 orang di Puskesmas Kendalsari. Hasil kegiatannya menampilkan kenaikan signifikan pada ilmu yang dimiliki peserta perihal hipertensi beserta senam hipertensi, dengan pengukurannya dilakukan lewat kuesioner yang berwujud pretest beserta post test. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan melalui media leaflet beserta memberi tanya jawab efektif meningkatkan pemahaman terkait hipertensi, sehingga senam hipertensi dapat menjadi intervensi yang bermanfaat dalam pengelolaan hipertensi di masyarakat.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Osteoarthritis KNEE di RSM Ahmad Dahlan Kediri
Luthfiah, Nuraini;
Rahmanto, Safun;
Kirana, Wahda
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 08 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/comserva.v3i08.1084
Latar belakang: Lansia sering mengalami tanda tanda degeneratif khususnya pada daerah lutut. Penyakit ini dinamakan osteoarthritis. Osteoarthritis merupakan penyakit degenerative yang menyerang pada persendian lutut sehingga mengakibatkan keterbatasan aktivitas. Mayoritas penyakit ini dialami oleh perempuan khususnya lansia. Hal ini disebabkan karena aktivitas berulang-ulang dan aktivitas berat. Salah satu teknik terapi menggunakan short wave diathermy (SWD) dan quadriceps exersice yang bertujuan mengurangi nyeri dan meningkatkan kekuatan otot pada lutut. Tujuan: memberikan layanan terapi pada kasus osteoarthritis knee di RSM Ahmad Dahlan Kediri. Metode: metode penatalaksanaan ini menggunakan short wave diathermy (SWD) dan quadriceps exersice. Hasil: terdapat penurunan ambang nyeri pada daerah lutut dan terdapat peningkatan kemampuan fungsional. Kesimpulan: pada penatalaksanaan fisioterapi dengan kasus osteoarthritis genu dextra menggunakan short wave diathermy (SWD) dan quadriceps exersice terdapat penurunan nyeri pada daerah lutut dan terdapat peningkatan kemampuan fungsional.
STUDI KASUS: PROGRAM FISIOTERAPI PADA KONDISI SPONDYLOLISTHESIS
Nur Safitri Hazanah;
Safun Rahmanto;
Aprilia Nur Fitrianti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64094/4gbprp23
Spondylolisthesis didefinisikan sebagai translasi anterior satu segmen vertebra daripada vertebra lainnya. Dalam keadaan fisiologis normal, facet joint, diskus intervertebralis, struktur ligament anterior dan posterior, serta otot pembungkus mempertahankan kesejajaran vertebra. Pada pasien dengan spondylolisthesis bisa disertai ataupun tidak disertai spondilosis yang dapat mengakibatkan defisit neurologis progresif dan radikulopati yang tinggi akibat kompresi akar saraf. Pada regio lumbal, gangguan nyeri mengakibatkan kekakuan terhadap otot paravertebra lumbal maka dari itu akan muncul ketidakseimbangan diantara otot paravertebra dan core muscle dalam menjaga tulang belakang mengakibatkan terganggunya aktivitas fungsional dan penurunan mobilitas lumbal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian lumbar stabilization exercise dan william flexion exercise terhadap intensitas nyeri, kekuatan otot dan kemampuan fungsional pada pasien dengan kasus Spondylolisthesis Posterior Verterbra Lumbal 5 Grade I. Intervensi diberikan selama 6 kali pertemuan berupa latihan supine twisted stretch, pigeon supine stretch, single and double knee to chest serta bridging. Pasien yaitu Ny. R usia 42 tahun di RS Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei tahun 2024. Hasil dari intervensi yang diberikan terjadi penurunan tingkat intensitas nyeri, peningkatan kekuatan otot extremitas bawah, serta penurunan tingkat disabilitas aktivitas fungsional yang diukur dengan kuisioner Oswestry Disability Index (ODI).
Kegiatan Penyuluhan Fisioterapi Tentang Low Back Pain Pada Kelompok Pekerja Hotel di Hotel Ascent Premiere Kota Malang
Salwa, Vasya Mutia;
Rahmanto, Safun;
Rakhmad Rosadi;
Indah Ningtiyas Hidayanti
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53860/losari.v5i2.139
Musculoskeletal disorders (MSDs) are one of the most serious health risks related to work. Industrial workers such as hotel workers are at risk of experiencing musculoskeletal disorders such as LBP. Preliminary studies conducted at the Ascent Premiere Hotel in Malang City found that workers had LBP complaints. So this counseling activity aims to provide education to hotel workers about LBP and how to do exercise therapy independently at home to reduce perceived complaints. This community service activity was carried out using a method in the form of health education regarding LBP to hotel workers using power point media and leaflets. After delivering the material, a demonstration of exercise therapy was carried out with the workers and a question and answer discussion session. This counseling activity runs smoothly and can increase the knowledge of hotel workers about LBP.