Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship between Knowledge and Premaretal Sex Attitudes in Adolescents in Kalipuro 3 Public Middle School Hanien Firmansyah; Ayik Mirayanti Mandagi
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.267

Abstract

The variables in this study are knowledge and premarital sex attitudes. Measurement of knowledge and attitudes is done by distributing questionnaires filled in by each student. Respondents of this study were all students totaling 84 students. Analysis of the data in this study using univariate analysis to see the description of respondents and bivariate analysis to see the relationship between knowledge variables with premarital sex attitudes. The results showed that the majority of respondents had poor knowledge of 39.3%. The attitude variable shows that the majority of respondents have a bad attitude towards premarital sex which is equal to 56%. A bad attitude is someone's attitude that leads to premarital sex. Bivariate analysis in this study shows the value of p <α (α = 0.05; CI = 95%) which means that there is a relationship between knowledge with premarital sex attitudes in adolescents
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN UANG SAKU DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWA BARUPERGURUAN TINGGI NEGERI DI BANYUWANGI: Relationship Of Gender And Package With The Depression Level Of New Students Of The Airlangga University PSDKU In Banyuwangi Bagas Aidi; Ajeng Febriyanti R; Meirna Mega R; Ayik Mirayanti Mandagi
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 3 No. 1 (2020): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v3i1.45

Abstract

ABSTRACTDepression is a disease characterized by prolonged sadness and loss of interest in activities that we normally do happily. A freshman is someone who is moving towards personal maturity and is still in transition, freshmen are very susceptible to increased depression. The purpose of this study was to analyze the relation between gender and pocket money with depression levels. This research was an analytical study used a cross sectional study. The data was collected online by distributing the questionnaire link to 110 students. The results of this study was indicate that the largest number of students were women, the maximum amount of pocket money among students was Rp. 500,000 - Rp. 1,000,000. minimum> Rp. 1,000,000.00. Based on the results of statistical tests used the Chi-square test data obtained ρ = 0.068. The value of ρ obtained was more than 0.05, meaning that there was no relationship between pocket money and the level of depression. Between sex and the level of depression, the data obtained ρ = 0.091, the value of ρ obtained was greater than 0.05, meaning that there was no significant relationship between gender and depression levels in new students. The conclusion ofthis study is that there was no significant relationship between gender and the level of depression in freshmen. There was no significant relationship between the allowance factor and the level of depression in new students.Keywords: New Students, Depression, Gender, Allowance. ABSTRAKDepresi adalah penyakit yang ditandai dengan kesedihan yang berkepanjangan dan hilangnya minat pada aktivitas yang biasanya kita lakukan dengan bahagia. Mahasiswa baru adalah seseorang yang bergerak menuju kedewasaan pribadi dan masih dalam masa transisi, mahasiswa baru sangat rentan terhadap peningkatan depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dan uang saku dengan tingkat depresi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menyebarkan link kuisioner kepada 110 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa terbanyak adalah perempuan, jumlah uang saku maksimum diantara mahasiswa adalah Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000. minimal> Rp. 1.000.000,00. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square diperoleh data ρ = 0,068. Nilai ρ yang diperoleh lebih dari 0,05 artinya tidak ada hubungan antara uang saku dengan tingkat depresi. Antara jenis kelamin dengan tingkat depresi diperoleh data ρ =0,091, nilai ρ yang diperoleh lebih besar dari 0,05 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat depresi pada mahasiswa baru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat depresi pada mahasiswa baru. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor uang saku dengan tingkat depresi pada mahasiswa baru.Kata Kunci: Mahasiswa Baru, Depresi, Jenis kelamin, Uang Saku.
NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA UNAIR ( STUDI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FKM PSDKU UNIVERSITAS AIRLANGGA DI BANYUWANGI): Nomophobia in UNAIR Students (Study on Final Level Students of FKM PSDKU University Airlangga in Banyuwangi) Iftitah Amalia Rahmadani; Ayik Mirayanti Mandagi
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 3 No. 2 (2021): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v3i2.53

Abstract

ABSTRACTSmartphone is one of the telecommunication equipment, nowadays has become a must-have for everyone. Unfortunately, people do not realize that smartphone use have a negative impact in the form of nomophobia. Nomophobia is a person's anxiety if they cannot access their smartphone. College students are a group that can also be affected by nomophobia. This study aimed to find out the picture of nomophobia in final level students of FKM PSDKU Universitas Airlangga in Banyuwangi. The population used weres 41 people. The research design used descriptive quantitative studies with a cross sectional approach. The research was conducted by providing google form related to Nomophobia Questionnaire (NMP-Q). The results showed that students with the number of 4 people (9.76%) have mild nomophobia and 37 people (90.24%) have moderate nomophobia. The conclusion of the results obtained that all college students of the final level of FKM PSDKU Universitas Airlangga in Banyuwangi experienced nomophobia. It is recommended for students to increase physical activity and social interaction and set a daily schedule of activities in order to do more activities without using a smartphone.Keywords: Nomophobia, Smartphone, Final Students ABSTRAKPonsel pintar sebagai salah satu alat telekomunikasi, saat ini telah menjadi barang wajib untuk dimiliki setiap orang. Sayangnya manusia tidak menyadari bahwa penggunaan ponsel pintar memiliki dampak negatif berupa nomophobia. Nomophobia merupakan suatu kecemasan seseorang apabila tidak dapat mengakses ponsel pintarnya. Mahasiswa merupakan suatu kalangan yang juga bisa terdampak nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nomophobia pada mahasiswa tingkat akhir FKM PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi. Jumlah populasi yang digunakan adalah sejumlah 41 orang. Desain penelitian menggunakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dengan memberikan google form terkait Nomophobia Questionnaire (NMP-Q). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan jumlah 4 orang (9,76%) mengalami nomophobia ringan dan 37 orang (90,24%) mengalami nomophobia sedang. Kesimpulan dari hasil yang didapatkan bahwa seluruh mahasiswa tingkat akhir FKM PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi mengalami nomophobia. Disarankan terhadap mahasiswa untuk memperbanyak aktivitas fisik dan interaksi sosial serta mengatur jadwal kegiatan harian agar dapat lebih melakukan aktivitas tanpa menggunakan ponsel pintar.Kata Kunci: Nomophobia, Ponsel pintar, Mahasiswa tingkat akhir.
KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA MENURUT DUKUNGAN SOSIAL DI KABUPATEN JEMBER: Depression Incidence in Adolescents According to Social Support in Jember Regency Adi Zayd Bintang; Ayik Mirayanti Mandagi
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 3 No. 2 (2021): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v3i2.55

Abstract

ABSTRACTDepression is a mental health problem that mostly occurs during adolescence. Physical, cognitive and emotional changes experienced during adolescence can cause stress. The prevalence of depression in adolescence has a very high increase compared to the age of children and adults. The main factor in being able to cure depression in adolescents is social support (Depkes, 2007). This study aims to identify depressive symptoms in adolescents and to find out the relationship between social support factors and depression incidence. This research is a quantitative research, with the type of observational analytic research with a cross sectional approach involving students at SMA XY in Jember Regency in May 2020. The analytical method uses the Chi Square test to see the relationship between independent and dependent variables with a significance level of α ≤ 0, 05. Data collection tool using google form. Determination of respondents by random sampling with a total of 158 respondents. The results of this study indicate that the distribution of women is 76.58% more than that of men. Based on the distribution of social support, 56.96% received good social support, while based on the incidence of depression, 54.43% did not experience depression. From the statistical test, the significance value of <0.05 indicates that there is a relationship between social support factors and the incidence of depression. Social support plays an effective role in overcoming depression experienced by adolescents.Keywords: Depression, Teens, social support. ABSTRAKDepresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sebagian besar terjadi pada masa remaja. Perubahan fisik, kognitif dan emosional yang dialami pada masa remaja dapat menimbulkan stress. Prevalensi depresi pada usia remaja memiliki peningkatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan usia anak-anak dan usia dewasa. Faktor utama untuk dapat menyembuhkan depresi pada remaja yaitu dukungan sosial (Depkes, 2007). Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi gejala depresi pada remaja dan mengetahui mengenai Hubungan Faktor Dukungan Sosial dengan Kejadian Depresi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan siswa di SMA XY di Kabupaten Jember pada Bulan Mei tahun 2020. Metode analisis menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan variabel independen dan dependen dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Alat pengumpulan data menggunakan google form. Penentuan responden secara random sampling dengan jumlah 158 reponden. Hasil penelitian ini menunjukan distribusi perempuan 76,58% lebih banyak daripada laki-laki, berdasarkan distribusi dukungan sosial sebesar 56,96% mendapatkan dukungan sosial yang baik, sedangkan berdasarkan kejadian depresi sebesar 54,43% tidak mengalami depresi. Dari uji statistik nilai signifikansi sebesar < 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor dukungan sosial dengan kejadian depresi. Dukungan sosial berperan efektif dalam mengatasi depresi yang dialami remaja.Kata Kunci: Depresi, Remaja, Dukungan Sosial.
PORTRAYAL OF DISMENORRHEA BASED ON MENARCHE AGE, STRESS, AND EATING CONSUMPTION OF STUDENTS IN SCHOOL OF HEALTH AND LIFE SCIENCES: A CROSS-SECTIONAL STUDY Mifaidah Kusumawati; Syahrul Ramadhan; Ayik Mirayanti Mandagi; Mohammad Zainal Fatah
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 6 No. 1 (2023): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v6i1.122

Abstract

Background: Factors that can influence of dysmenorrhea are menarche age, stress, consuming fast food, alcohol, and smoking. Purpose: Analysing the strong relationship between the incidence of primary dysmenorrhea and menarche age, stress, and food consumption of School of Health and Life Sciences, Universitas Airlangga students. Methods: This is cross-sectional study of 51 respondents with independent variables menarche age, stress level, and food consumption pattern, and dependent variable was primary dysmenorrhea. Data analysis used a statistical test the strength of the relationship by looking at the contingency coefficient (c). Results: Most of the female students experienced dysmenorrhea in the mild and moderate pain category was 23 people (43.4%), menarche age of 11-13 years was 45 people (84.9%), normal stress was 17 people (32.1%), unhealthy eating patterns was 31 people (58.5%). There was a weak relationship between menarche age and primary dysmenorrhea (c=0.105), a moderate relationship between stress and primary dysmenorrhea (c=0.495) and a weak relationship between food consumption patterns and primary dysmenorrhea (c=0.347). Conclusion: Female students had primary dysmenorrhea in the mild and moderate pain categories, stress levels were in the normal category, and food consumption patterns were in the poor category. The most related factor was the stress factor. Abstrak Latar Belakang: Faktor-faktor yang dapat memengaruhi terjadinya dismenorea antara lain usia menarche, stres, mengonsumsi makanan cepat saji, mengonsumsi alkohol, dan merokok. Tujuan: Menganalisis kuat hubungan kejadian faktor dismenorea primer dengan usia menarche, stres, dan konsumsi makan mahasiswi Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam Universitas Airlangga. Metode: Ini adalah studi cross-sectional pada 51 responden dengan variabel independen yaitu usia menarche, tingkat stres, dan pola konsumsi makanan, dan variabel dependen yaitu dismenorea primer. Analisis data menggunakan uji statistik kuat hubungan dengan melihat koefisien kontingensi (c). Hasil: Mayoritas mahasiswi mengalami dismenorea pada kategori nyeri ringan dan sedang sebanyak 23 (43,4%), usia menarche 11-13 tahun sebanyak 45 (84,9%), stres normal sebanyak 17 (32,1%), pola konsumsi makan tidak baik sebanyak 31 (58,5%). Terdapat hubungan lemah usia menarche dengan dismenorea primer (c=0,105), hubungan yang sedang tingkat stress dengan dismenorea primer (c=0,495) dan hubungan lemah pola konsumsi makan dengan dismenorea primer (c=0,347). Kesimpulan: Mahasiswi memiliki dismenorea primer pada kategori nyeri ringan dan sedang, tingkat stres terdapat pada kategori normal, pola konsumsi makan pada kategori tidak baik. Faktor yang paling berhubungan yaitu faktor stress.
Initiation of Women United to Reduce the Suffering of HIV/AIDS (Persatuan Diva) at Public Health Center of Sempu, Banyuwangi District Mandagi, Ayik Mirayanti; Oktavadhan, Mohamad Devan Tri; Prayogi, Ahmad Rido'i Yuda; Anggraeny, Syafira Kurnia; Cahyani, Nurlailia Resa
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): May 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v9i1.1934

Abstract

Diva Association is a program initiation that is a pioneer in preventing and controlling HIV/AIDS in women. This activity was carried out in two meetings, where the first meeting focused on mental empowerment regarding endurance and strength to face stigma and the second meeting discussed training on starting a business and marketing products through empowering MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises). The results of this community service activity show positive changes in the participants as evidenced by the increased knowledge and understanding of the participants regarding the material provided. This program has high sustainability in the form of mental and physical resilience in fighting negative stigma and discrimination as well as increasing productivity and skills to start a business as a source of income
LITERATURE REVIEW: THE IMPACT OF WORK STRESS, WORKLOAD, AND WORK ENVIRONMENT ON EMPLOYEE’S TURNOVER INTENTION IN INDONESIA Khoir, Oktario Dinansa; Dwiyanti, Endang; Mandagi, Ayik Mirayanti; Alfayad, Afan
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 7 No. 1 (2024): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v7i1.179

Abstract

Background: Employee turnover intention is a significant challenge for organizations, impacting productivity and operational costs. Understanding its contributing factors is crucial for effective human resource management. Purpose: To analyze the influence of work stress, workload, and work environment on employee turnover intention across various sectors in Indonesia. Methods: A systematic review of research articles published between 2020 and 2022 was conducted using the PRISMA-P approach. Literature research was performed through electronic databases using predefined keywords. Results: Work stress and workload generally showed significant positive effects on turnover intention (p < 0.05 in most studies). Work environment typically demonstrated a significant negative effect (p < 0.05), with one exception. Simultaneous analysis revealed substantial contributions of these factors to turnover intention, with an explained variance reaching up to 75.2%. One study found a non-significant negative relationship between work stress and turnover intention, highlighting the complexity of these relationships. Conclusion: Work stress, workload, and work environment significantly influence employee turnover intention, though effects may vary across contexts. A comprehensive approach in human resource management, focusing on these factors, is crucial for enhancing employee retention and organizational productivity. Abstrak Latar belakang: Turnover intention karyawan merupakan tantangan signifikan bagi organisasi, berdampak pada produktivitas dan biaya operasional. Memahami faktor-faktor yang berkontribusi sangat penting untuk manajemen sumber daya manusia yang efektif. Tujuan: Menganalisis pengaruh stres kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap turnover intention karyawan di berbagai sektor di Indonesia. Metode: Tinjauan sistematis terhadap enam artikel penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2020 dan 2022 dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA-P. Pencarian literatur dilaksanakan melalui basis data elektronik menggunakan kata kunci yang telah ditentukan. Hasil: Stres kerja dan beban kerja umumnya menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap turnover intention (p < 0,05 pada sebagian besar studi). Lingkungan kerja biasanya menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan (p < 0,05), dengan satu pengecualian. Analisis simultan mengungkapkan kontribusi substansial dari faktor-faktor ini terhadap turnover intention, dengan varians yang dijelaskan mencapai 75,2%. Satu studi menemukan hubungan negatif yang tidak signifikan antara stres kerja dan turnover intention, menunjukkan kompleksitas hubungan ini. Kesimpulan: Stres kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja secara signifikan mempengaruhi turnover intention karyawan, meskipun efeknya dapat bervariasi antar konteks. Pendekatan komprehensif dalam manajemen SDM yang berfokus pada faktor-faktor ini sangat penting untuk meningkatkan retensi karyawan dan produktivitas organisasi.
LITERATURE REVIEW: THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS AND EMOTIONAL EATING AMONG UNIVERSITY STUDENTS IN INDONESIA Putri, Citta Nabila Rafida; Mandagi, Ayik Mirayanti
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 7 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v7i2.228

Abstract

Background: The prevalence of emotional mental disorders in adulthood has been increasing annually, with stress identified as a significant risk factor. Purpose: This study aims to investigate the correlation between stress and emotional eating among Indonesian university students. Methods: A systematic literature review was conducted using the PRISMA-P framework, analyzing relevant international and national articles from the Google Scholar database. Results: College students who experience stress have been shown to engage in emotional eating. Furthermore, emotional eating has been demonstrated to heighten the probability of obesity. Conclusion: The study confirms a significant correlation between stress levels and emotional eating behaviors among college students. Abstrak Latar belakang: Prevalensi gangguan mental emosional pada usia dewasa meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu risiko terbesar penyebab gangguan mental adalah stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres dengan emotional eating pada mahasiswa di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review artikel internasional dan nasional tentang hubungan stres dengan emotional eating pada mahasiswa di Indonesia yang dipublikasikan pada database Google Scholar yang menggunakan metode PRISMA-. Hasil: Mahasiswa yang mengalami stres cenderung mengalami emotional eating. Selain itu, emotional eating berdampak pada peningkatan resiko obesitas. Kesimpulan: Stres pada mahasiswa berhubungan dengan perilaku emotional eating.
Implementasi Bank Sampah Jelun (BSJ) sebagai Alternatif Solusi Permasalahan Sampah Desa Jelun Banyuwangi Wardani, Intan Ayu Kusuma; Pangestu, Bintang Aji; Putri, Rahmasuciani; Mandagi, Ayik Mirayanti; Puspikawati, Septa Indra
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.5833

Abstract

Permasalahan yang selalu berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia ialah sampah. Semakin banyak barang yang dikonsumsi oleh masyarakat maka akan semakin meningkatkan volume sampah. Belum adanya kebijakan khusus yang tegas terhadap sampah, sistem dari Tempat Pembuangan Akhir yang kurang memadai, kurangnya kesadaran masyarakat dalam meminimalkan jumlah sampah ialah permasalahan yang terjadi di Indonesia. Desa Jelun merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banyuwangi dengan masalah sampah yang tergolong masih tinggi dan belum mendapatkan pemecahan masalah yang sesuai. Maka dari itu perlu dilakukan sebuah upaya kegiatan dengan tujuan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat dalam hal pengelolaan sampah. Dimana dalam hal ini dibentuklah program pemberdayaan masyarakat berupa Bank Sampah melalui adanya serangkaian sosialisasi dan pelatihan. Setelah Bank Sampah dijalankan, hasil yang dapat diperoleh dari pengabdian masyarakat ini ialah kemandirian masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sampah dengan peningkatan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan pengelolaan sampah di wilayahnya serta dapat memberikan keuntungan secara finansial untuk keluarganya.
Gambaran Perilaku Membuang Sampah di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi ana, Risti; Mandagi, Ayik Mirayanti
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.152-158

Abstract

Background: As many as 63.3% of 120 people have a bad attitude towards waste management. Poor attitude regarding waste management triggers the behavior of littering which will cause many diseases and pollute the environment. Perceptions and behaviors in littering are evidence that environmental care behavior in the community is still relatively low. Therefore, the purpose of this study is to identify behavioral descriptions that influence people's habits of littering. Objectives: The purpose of the study is to identify a description of behavior that affects people's habits of littering Methods: This research is a descriptive study with a quantitative approach. This research was conducted on all communities in village X. Respondents in the study were 120 people in village X. The data collection method was carried out by in-depth interviews. The research design used was cross sectional Results: : The results show that the level of public education is still relatively low at 65.8%, the next factor is the level of knowledge about waste is classified as good at 43.3%, and the last factor is the attitude of the community regarding waste and waste processing is classified as not good at 63.3%. Conclusions: The cause of the behavior of disposing of waste in the community in Licin District, Banyuwangi Regency is caused by the low level of public education, knowledge and attitudes regarding waste management are also still relatively low and public awareness of the environment is still low
Co-Authors Abdul Rohim Tualeka Acknes Leonita Adi Zayd Bintang Afan Alfayad Ahmad Rido&#039;i Yuda Prayogi Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Ahmad Ridoi Yuda Prayogi Ahmad Rido’i uda Prayogi Ahmad Rido‚Äôi uda Prayogi Ahsan Ahsan Ajeng Febrianti Rahayu Ajeng Febriyanti R Aji, Pramudya Santoso Alfayad, Afan Amalia Layina Ulfa Amira Dhisa Fakhira ana, Risti Anggraeny, Syafira Kurnia Arini Banowati Azalia Adnin Arini Khoirunnisa Ary Kusmita Astutik, Erni Aulia Seftya Wardhani Ayu Fitri Lestari Bagas Aidi Bagas Aidi Bara Bangun Ningharto Bian Shabri Putri Irwanto Cahyani, Nurlailia Resa Denny Ardyanto Desi Natalia Marpaung Devi Safira Damayanti Dewi Firdanis Dewi, Desak Made Sintha Kurnia Diana Agustina Dians anto Prayoga Diansanto Prayoga Eko Wahyu Widodo Endang Dwiyanti Eqia Arum Azzahro Era Samudra Hambin Evy Tri Pratiwi Faisal Fikri Fakhira, Amira Dhisa Fatah, Mohammad Zainal Febry Rahma Maryani Fiko Ainun Nur Aisyiyah Firmansyah, Januar Galuh Sekar Anggraeni Gaviota, Anandya Ayunda Haditanojo , Wiyanto Hairi, Farizah Mohd Hamonangan, Jonathan Mark Hanien Firmansyah Hariyani, Rizky Putri Hayuningtuti, Faradila Nur Eka Nanda Herlambang Yahya Yudhistira Hilmin, Siti Nur Hodimatum Mahiroh Iftitah Amalia Rahmadani Ilmi, Muhammad Harisul Indri H Susilowati Ira Nurmala Iriyanti, Yudha Nur Iswana Zahraa Hidayati Itsna Faizah Ulfa Izzato Millati Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Juliana Jalaludin Kayla Juwita Qalbu Latifa Khoir, Oktario Dinansa Lailia Wahyuliana Lailiyah , Syifa'ul Lailiyah, Syifa'ul Leonita, Acknes Lestari, Ayu Fitri Lidya, Lidya Isnaini Nuriyah Lilis Sulistyorini Lina Setiawati Lucia Yovita Hendrati Mahiroh, Hodimatum Mawaddah, Dyah Wardana Harum Meirna Mega R Meirna Mega Rizki Melinia Dwi Tanti Mifaidah Kusumawati Moh. Basri Nabila Khusna Amalia Nabila, Sayu Larasati Nabilah, Jihan Nadiyah Rahmasari Nadya Reza Palupi Nila Alfiani Nisa', Nahdhiah Khoirun Novie Erva Fauziyah Nurroniyyah, Ivvah Nurul Agustina Kurniawati Nurul Fitriyah Oktavadhan, Mohamad Devan Tri Palupi, Nadya Reza Pangestu, Bintang Aji Praja, Ratih Novita Pramudya Santoso Aji Pratiwi, Xindy Imey Prayogi, Ahmad Rido'i Yuda Pudji Rahmawati Puspikawati, Septa Indra Puspikawati, Septa Indra Putri Fatimahtuz Zahra Puji Anggar Wati Putri Nur Aini PUTRI SEPTIANINGRUM, SHINTA TRI ANANDA Putri, Citta Nabila Rafida Putri, Githa Dwi Putri, Rahmasuciani Rachmat Hargono Rafi Amrullah Rahmasari, Nadiyah Ramandini, Rizky Candra Rifka Pramudia Wardani Rina Pertiwi Riskiana, Nadia Eka Putri Nur Rizky Putri Hariyani Rochmad Ardiansyah Pratama Rochmad Ardiansyah Pratama Sahilah Amrina Rosadah Sarda Ika Devi Sari, Eva Novita Sebayang, Susy Katikana Septa Katmawanti, Septa SEPTIYANINGSIH, NANDA EKA PUTRI Setya Haksama Siti Nadhiroh Syahrul R, Syahrul Syahrul Ramadhan Syahrul Ramadhan Syamsiar S Russeng Syifa'ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tatut Isna Winanda Tazkia Izzatun Az Zahra Thinni Nurul Rochmah Tri Yoga Wicaksono Tsabitah Virza Novirianingtyas Vidia Nuria Rahman Vidia Nuria Rahman Wardani, Intan Ayu Kusuma Widodo, Eko Wahyu Yudhana, Aditya Yulianti, Yunika Tri Zulfa Anida