p-Index From 2021 - 2026
5.461
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

AUDIT TATA KELOLA SISTEM INFORMASI KERJA PRAKTIK PADA UNIVERSITAS DUTA BANGSA SURAKARTA MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 2019 Ardiyanto, Marta; Sopingi, Sopingi
Device Vol 14 No 2 (2024): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v14i2.7779

Abstract

Universitas Duta Bangsa Surakarta telah mengimplementasikan sistem terkomputerisasi untuk meningkatkan penyelenggaraan layanan pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, kepada para mahasiswa. Salah satu inisiatif tersebut adalah pengenalan Sistem Informasi Kerja Praktik (SIKAP), yang dirancang untuk mendukung proses penyusunan laporan kerja praktik pada mata kuliah yang dilaksanakan di semester tujuh. Sistem SIKAP menawarkan berbagai fitur penting, termasuk menu biodata, menu tempat kerja praktik, serta menu bimbingan dan seminar. Dalam hal audit tata kelola teknologi informasi di Universitas Duta Bangsa Surakarta menggunakan framework COBIT 2019, proses dimulai dengan pemahaman mendalam tentang strategi dan tujuan perusahaan. Setelah menetapkan tujuan tersebut, langkah selanjutnya melibatkan analisis dan observasi berdasarkan Kerangka Kerja Komprehensif serta rekapitulasi audit pada subdomain yang relevan saat menentukan komponen-kontrol TI. Desain COBIT 2019 dianggap sebagai faktor risiko utama dalam evaluasi ini.Penilaian terhadap kondisi saat ini menunjukkan tingkat kapabilitas sebesar 0.75 dalam beberapa area kontrol TI; terdapat juga penilaian dengan tingkat kapabilitas lainnya yaitu 1 dan 0.67 sesuai dengan temuan audit. Berdasarkan hasil audit tata kelola menggunakan framework COBIT 2019, dapat disimpulkan bahwa fokus strategis Universitas Duta Bangsa Surakarta adalah menyelesaikan keluhan terkait sistem informasi melalui fasilitas chat online; mengidentifikasi permasalahan mahasiswa serta memberikan solusi secara cepat; dan menyampaikan buku pedoman baru kepada seluruh pemangku kepentingan dengan efektif.
Increasing Customers In Craft Businesses Post Covid-19 Pandemic With E-Prospects Hastuti, Indra; Purnomo, Singgih; Thi Thu Hang, Nguyen; Sopingi, Sopingi
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4138

Abstract

After the Covid pandemic, the digitalization era has developed more rapidly. The E-Prospects-based entrepreneurship development model can be an alternative for the recovery of business actors to increase customers and increase profits so that business actors can recover more quickly and develop. This research aims to analyze the implementation of the E-Prospect application towards increasing customers in Craft Businesses after the Covid-19 Pandemic. The results of this research can be used as a model for developing Craft Businesses to get new customers more quickly and increase profits. This research was carried out with a descriptive research approach, using the case study method on Lintang Kejora Solo crafts and action research and explanatory research, then carrying out educational actions on E-Prospects and Digital Marketing as well as analyzing the increase in profits obtained and continuing with observation actions on the use of E information technology -Prospects as a means of managing prospective customers so that customer retention increases and ends with analyzing the development of the Lintang Kejora craft business in terms of number of customers, turnover and profit. The research results show that after the Lintang Kejora craft business used the website-based E-Prospek application, the increase in customers was 35% and the profit increase rate was 25%. E-Prospect can improve digital-based customer relationship management and can help craft businesses recover after the Covid-19 pandemic.
Social Learning of Child Labor in Malang City: Albert Bandura's Theory Perspective Rima Nabilah; Sopingi Sopingi; Retno Sulistiyaningsih; Umi Dayati; Endang Sri Redjeki
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2026): Kolokium: Publishing April 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v14i1.909

Abstract

Child labor has emerged as a prevalent social phenomenon, particularly in the city of Malang. This practice infringes upon children's rights, necessitating their adaptation to their environment through cognitive processes. Consequently, a learning process known as social learning is initiated. This study aims to analyze the social learning processes of child laborers and the factors influencing these processes within the context of Malang. Employing a qualitative case study approach, grounded in Albert Bandura's social cognitive theory, data was collected through in-depth interviews with three child labor informants. The findings reveal a multi-faceted social learning process encompassing four stages: attention, retention, reproduction, and motivation. A variety of factors were identified as influencing the social learning experiences of child laborers.
Media Sosial Tiktok Sebagai Sumber Belajar Informal Bagi Orang Dewasa Isdinah Frizka; Sopingi Sopingi; Isdinah Frizka; Sopingi Sopingi; Anggia Listyaningrum
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i42023p345-354

Abstract

Abstract: TikTok is a learning resource that is currently being used by students because it provides a lot of information and knowledge that can be accessed easily. In relation to TikTok, it acts as a mass media that provides a place for informal learning. The aims of this study are: (1) to describe TikTok as an informal source of learning for adults, (2) to find out the process of learning informally for adults from social media TikTok. This study uses a qualitative approach to the type of phenomenological research. The data collection method used in this study was in-depth interviews. Data analysis techniques used data reduction, data display, and conclusion. Triangulation was carried out to explain the validity of the data using time triangulation. The results of the research obtained are that TikTok is considered a learning resource for students because TikTok is an effective learning resource. TikTok provides all the information and knowledge needed by students. The things students often learn are various, such as make-up content, history, learning media, self-development, cooking recipes, tricks and tips for correct writing, and life hacks. Informal learning processes carried out by students include self-directed learning (SDL), incidental learning and socialization. Abstrak: TikTok merupakan sumber belajar yang sedang marak digunakan oleh mahasiswa karena TikTok memberikan banyak informasi dan pengetahuan yang dapat diakses dengan mudah. Pada kaitannya dengan TikTok bertindak sebagai media massa yang memberikan tempat pembelajaran informal. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan TikTok sebagai sumber belajar informal orang dewasa, 2) Untuk mengetahui proses belajar secara informal orang dewasa dari media sosial TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan. Triangulasi dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian yang diperoleh adalah TikTok dianggap sebagai sumber belajar bagi mahasiswa karena TikTok menyediakan segala informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Hal-hal yang sering dipelajari oleh mahasiswa beranekaragam seperti konten make up, sejarah, media pembelajaran, self development, resep masak, Trik dan Tips kepenulisan yang benar, dan life hack. Proses belajar informal yang dilakukan oleh mahasiswa meliputi pembelajaran secara self directed learning (SDL), Incidnetal learning and sosialization.
Kebutuhan Belajar Orang Dewasa dalam Meningkatkan Ilmu Keagamaan pada Kegiatan Pengajian Ahad Pagi Mutiara Lavida Ilma Nafiah; Sopingi Sopingi; Mutiara Lavida Ilma Nafiah; Sopingi Sopingi; Kukuh M Raharjo
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i52023p432-442

Abstract

Abstract: Lack of community involvement in social and religious activities in the environment around the mosque is one of the problems that needs attention to create a human resource that has faith as the foundation of one's life, especially in Islamic spiritual field. The decreasing level of community involvement in this mosque environment demands the holding of community-based education in order to meet the learning needs of the community as adults. One of the activities that play a role in meeting social and religious needs is Sunday morning recitation activities with informal learning and the learning process can occur anywhere, including in a non-formal educational institution such as a taklim assembly. The aims of this research are 1). Describe the needs of adults in improving religious knowledge through Sunday morning recitation activities, 2). Describe the process of implementing Sunday morning recitation at the Baiturrahman Mosque in facilitating the learning needs of adults. This study uses a qualitative research method with a case study research type. This research was conducted at the Baiturrahman Tepus Mosque. The informants in this study were the chairman of the takmir, the vice chairman of the takmir, and the Sunday morning recitation congregation. Data collection techniques were carried out by interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and efforts to draw conclusions. Meanwhile, in this study, data validity was tested using source triangulation and technical triangulation. The research results obtained from this study are that the Sunday Morning Recitation Activities at the Baiturrahman Mosque are one of the informal learning facilities or containers that focus on the needs of Islamic religious learning for adults. In Sunday morning recitation activities, humans as adults need religious knowledge because humans as adults have obligations and responsibilities to God, therefore humans are required to continue learning in fulfilling the necessities of life and their religion as religious beings in this world. As for the process of implementing Sunday morning recitation activities in facilitating the learning needs of adults, starting from planning, organizing, implementing, and evaluating. Planning is carried out by holding meetings and deliberations to discuss the planning of Sunday morning activities. Organizing by forming a committee for Sunday morning recitation activities. Sunday morning recitation activities are held on Sunday or Sunday every two weeks. Evaluate activities to measure the success and constraints of the program that has been implemented as an evaluation of improvements for further activities. Abstrak: Minimnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar masjid merupakan salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan untuk menciptakan suatu sumber daya manusia yang mempunyai keyakinan sebagai pondasi hidup seseorang khususnya di bidang spiritual keagamaan Islam. Menurunnya tingkat keterlibatan masyarakat di lingkungan masjid ini, menuntut diselenggarakannya pendidikan berbasis masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan belajar masyarakat sebagai orang dewasa. Salah satu kegiatan yang berperan dalam memenuhi kebutuhan sosial dan keagamaan yaitu kegiatan pengajian ahad pagi dengan pembelajaran informal dan proses pembelajarannya dapat terjadi dimana saja, termasuk didalam sebuah lembaga pendidikan nonformal seperti majelis taklim. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1). Mendeskripsikan kebutuhan orang dewasa dalam meningkatkan ilmu keagamaan melalui kegiatan pengajian ahad pagi, 2). Mendeskripsikan proses pelaksanaan pengajian ahad pagi di Masjid Baiturrahman dalam memfasilitasi kebutuhan belajar orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahman Tepus. Informan dalam penelitian ini adalah ketua takmir, wakil ketua takmir, dan jamaah pengajian ahad pagi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan upaya penarikan kesimpulan. Sedangkan dalam penelitian ini, uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah Kegiatan Pengajian Ahad Pagi di Masjid Baiturrahman merupakan salah satu sarana atau wadah pembelajaran informal yang berfokus pada kebutuhan belajar keagamaan Islam bagi orang dewasa. Dalam kegiatan pengajian ahad pagi, manusia sebagai orang dewasa membutuhkan ilmu keagamaan karena manusia sebagai orang dewasa memiliki kewajiban dan tanggung jawab kepada Tuhan, oleh karena itu manusia dituntut untuk terus belajar dalam memenuhi kebutuhan hidup dan agamanya sebagai makhluk hidup yang beragama di dunia ini. Adapun proses pelaksanaan kegiatan pengajian ahad pagi dalam memfasilitasi kebutuhan belajar orang dewasa yaitu mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan mengadakan kegiatan pertemuan dan musyawarah membahas perencanaan kegiatan ahad pagi. Pengorganisasian dengan membentuk pengurus kegiatan pengajian ahad pagi. Pelaksanaan kegiatan pengajian ahad pagi dilaksanakan pada hari Minggu atau Ahad setiap dua minggu sekali. Melakukan evaluasi kegiatan untuk mengukur keberhasilan dan kendala program yang telah dilaksanakan sebagai evaluasi perbaikan untuk kegiatan selanjutnya.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROGRAM PENGEMBANGAN DESA LABORATORIUM Suripan Suripan; Sucipto Sucipto; Nurhadi Nurhadi; Sopingi Sopingi
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v1i12017p87-93

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah untuk meningkatkan kemampuan pengurus Lembaga Sosial Pendidikan (LSP) Harapan dan tokoh masyarakat Desa Gajahrejo dalam memahami persoalan sosial ekonomi pedesaan dan mengembangkan program yang berbasis pada potensi dan masalah lingkungan dengan melibatkan segenap stakeholder pembangunan setempat. Teknik pendampingan dilakukan melalui Focussed Group Discussion (FGD) sebanyak dua kali dengan melibatkan pengurus Yayasan Sosial Pendidikan Harapan, tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat, serta mahasiwa PLS yang melakukan program Kajian Pengalaman Lapang (KPL). Teknik ini mampu memberikan pencerahan kepada peserta tentang bagaimana menyusun program yang baik dengan melibatkan pertisipasi segenap perwakilan masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah: (1) peta masalah dan potensi (sosial, ekonomi, pendidikan, geografis, budaya) dan informasi perkembangan program pengembangan masyarakat yang dikelola LSP Harapan; dan (2) rencana program pengembangan masyarakat Desa Gajahrejo dan Sidodadi, yang disusun secara partisipatif, yang menggambarkan upaya yang meliputi pengembangan program pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan budaya, serta pengembangan wisata.
Parental Presence and Meaning-Making in Hybrid Informal Learning for Children with Intellectual Disabilities Sopingi Sopingi; Supriyono Supriyono; Sri Wahyuni
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v11i2.39309

Abstract

This study examines how parents of children with intellectual disabilities construct meaning and enact their roles within informal hybrid learning ecosystems, moving beyond deficit-oriented perspectives that portray them merely as vulnerable caregivers. Using a qualitative approach grounded in Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), in-depth semi-structured interviews were conducted with 9 (nine) parents of children with mild to moderate intellectual disabilities in Malang Raya, Indonesia. The analysis identifies a transformative process in which parents shift from initial confusion and self-blame toward reflective pedagogical awareness. Over time, they reconstruct their identities as active learning facilitators who intentionally design home, community, and digital spaces as interconnected learning environments. Their practices are shaped by three interrelated dimensions of meaning: existential (orientation toward the child’s future independence), relational (dialogue and emotional closeness), and moral (commitment to character formation). These dimensions guide how parents structure daily routines, manage interactions, and utilize digital resources to foster autonomy and social development. The study concludes that parental agency in informal hybrid ecosystems is experiential, relational, and meaning-driven, and that strengthening inclusive education requires systemic support, equitable digital access, and responsive school–family partnerships that recognize parents as ecological learning designers
Co-Authors 'Ilmi, Achmad Miftachul A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abidin, Frita Idkhariza Agung Kurniawan Agustina Srirahayu Agustina, Nur Indah Ahmad Taufiq Ahmad Wahyu Saputra, Nur Anggarani, Dinar Arsy Annisa Ita Yulianti Aprilia Putri, Eka Ardiyanto, Marta Arfandi Prasetyo Atina, Vihi Aulia Sintya Baruna Setyoningrum Desi Chuluqi Fitri Dika Dwi Lestari Dwi Hartanti Eko Purwanto Eli Rahmawati Endang Sri Redjeki Endro Wahyuno Farhan Adityasmara Gita Martha Yulandha Hardika Hardika Heny Kusdiyanti, Heny Hidayatullah Hidayatullah I Gusti Ayu Widia Anggun Swandewi Ichsan Pradana, Afu Imai Larasati Indah Wahyu Utami Indra Febrianto Indra Hastuti Indra Hastuti Indra Hastuti, Indra Isdinah Frizka Isdinah Frizka Ishom, Moh. Jati Prabawa, Dhimas Jayanti, Lovina Karkono Karkono Kaulika, Vania Wilona Kukuh M Raharjo luluk Innisyak Marta Ardiyanto Mohammad Efendi Muslihati Mutiara Lavida Ilma Nafiah Mutiara Lavida Ilma Nafiah Nur Hadi Nur Mega Aris Saputra Pradana, Afu Ichsan Purnamasari, Ica Purweni, Mei Ragil Tri Wibowo Ramadhani, Vannicia Wahyu Ratih, Suci Puspita Ratini Setyowati Retno Sulistiyaningsih Rima Nabilah Rizka Apriani Romadlon, Ahsan Rozi, Muhammad Fahrur Rozi, Muhammad Fahrur Rully Aprilia Zandra Saputra, Rizal Dwi SEPTI WULANDARI Sihkabuden Sihkabuden Singgih Purnomo Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sucipto Sucipto Sulfa, Devi Mariya Sumarlinda, Sri Supriyono Supriyono Suripan Suripan Suripan Suripan, Suripan Surya Arif Wijaya Thi Thu Hang, Nguyen Tri Prasetyo, Heri Tsania Nur Diyana Umi Dayati Usep Kustiawan Wijaya, Robby Wijiyanto Wijiyanto, Wijiyanto Wirawan, Ivan Kurnia Wiwik Dwi Hastuti Yuana Maulidia Yunianti, Geas Alida Yusuf Sobri, Ahmad Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain