p-Index From 2021 - 2026
8.847
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Litera KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Arbitrer Ranah: Jurnal Kajian Bahasa PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmiah KORPUS Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya International Journal of Language Teaching and Education LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Basataka (JBT) Jurnal Sastra Indonesia Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Lingua Susastra Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra STLISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business JGK (Jurnal Guru Kita) Socius: Social Sciences Research Journal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PESHUM Sawerigading Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

BAHASA RELIGIUS SEBAGAI TINDAKAN SPIRITUAL: KAJIAN FILSAFAT BAHASA WITTGENSTEIN DAN PRAGMATIK MAHASISWA S1 PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA Sony Junaedi; Imam Baehaqie; Tommi Yuniawan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.479-488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik komunikasi religius mahasiswa, menganalisis makna bahasa religius berdasarkan teori Meaning as Use Ludwig Wittgenstein, serta mengungkapkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang tercermin dalam penggunaan bahasa tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa religius digunakan mahasiswa tidak hanya sebagai alat komunikasi kepercayaan, tetapi juga sebagai sarana refleksi moral dan pembentukan identitas sosial. Berdasarkan teori language games Wittgenstein, makna bahasa religius terbentuk melalui praktik sosial, spiritual, dan akademik yang mencerminkan nilai moral serta kesadaran kolektif. Bahasa religius memiliki daya performatif yang menggerakkan tindakan dan memperkuat solidaritas di lingkungan akademik.
KONTRAKSI KATA BAHASA INDONESIA DALAM KOMENTAR PENGGUNA TIKTOK: KAJIAN MORFOLOGI LEKSEMIK FUNGSIONAL Alifia Nur Laila; Imam Baehaqie
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi kontraksi kata bahasa Indonesia yang muncul dalam komentar pengguna TikTok pada akun @megakenichiro_official berdasarkan kajian morfologi leksemik fungsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat terhadap komentar pengguna yang mengandung bentuk kontraksi kata. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk-bentuk kontraksi kata yang muncul, kemudian mengkaji proses pembentukan katanya serta fungsi penggunaannya dalam konteks komunikasi digital. Analisis difokuskan pada pola kontraksi sebagai gejala morfologis, seperti pemendekan dan penghilangan bagian kata, serta perannya dalam membangun makna, keakraban, dan gaya bahasa informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontraksi kata yang dominan berupa pemendekan dan penghilangan bagian kata. Secara fungsional, kontraksi kata berperan dalam mengefisienkan tuturan serta menjadi penanda kedekatan sosial dalam interaksi di media sosial. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kontraksi kata di TikTok mencerminkan dinamika morfologi bahasa Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi digital.
Analisis Sintaksis dan Kesalahan Kalimat Efektif dalam Teks Berita Tribun News Edisi November 2025 Ira Susma Sari; Imam Baehaqie
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur sintaksis dan kesalahan kalimat efektif dalam teks berita daring Tribun News edisi 5 November 2025 berjudul “Harga Beras di Pasar Tradisional Naik Tajam Menjelang Akhir Tahun”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis sintaksis dan prinsip kalimat efektif. Data berupa delapan kalimat utama dalam teks berita yang dianalisis berdasarkan unsur S-P-O-K dan prinsip kesepadanan, kehematan, keparalelan, kepaduan, dan kejelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% kalimat telah memenuhi prinsip kalimat efektif secara utuh, sementara sisanya mengandung kesalahan ringan berupa redundansi dan ketidaksejajaran bentuk frasa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip kalimat efektif dalam teks jurnalistik untuk menjaga kejelasan, kredibilitas, dan tanggung jawab bahasa media terhadap publik.
Kosakata Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Malaysia dalam “Series Melur untuk Firdaus Season 2” Episode Perdana di Aplikasi Disney Hotstar: Studi Linguistik Kontrastif Auliana Dwi Rahmah; Imam Baehaqie
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12515

Abstract

Language plays a fundamental role in human interaction as a medium for conveying ideas and information, and its comparative study is addressed within contrastive linguistics. This study investigates the similarities and differences in vocabulary between Indonesian and Malaysian Malay as represented in the series Melur untuk Firdaus Season 2 Episode One, addressing how lexical variations reflect linguistic and cultural distinctions. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected using listening and note-taking techniques, including the derivative free listening technique with involved speaking. Data analysis was conducted using the matching and distributional methods, while findings were presented informally. The results reveal 25 instances of Indonesian vocabulary (BBMS) and 6 instances of Malaysian Malay vocabulary (BBMB), highlighting both shared lexical roots and distinctive variations influenced by sociocultural contexts. The study argues that despite structural and historical proximity, the two languages exhibit meaningful lexical divergences that shape comprehension and communication. These findings contribute to the enrichment of contrastive linguistic studies and provide insights into cross-linguistic understanding in media contexts.
Unraveling the Riddle of President Joko Widodo's Speech Abbreviations and Its Translation into Arabic. Ahmad Salah; Fathur Rokhman; Hari Bakti Mardikantoro; Imam Baehaqie
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of abbreviations and acronyms is a common phenomenon in the Indonesian language that has developed since the 1960s, particularly in military contexts. This usage has spread to various fields such as social, political, economic, cultural, and religious areas, making it an essential part of everyday communication in Indonesia. However, excessive and inconsistent abbreviation often leads to confusion. The Arabic language also has abbreviations and acronyms, but their number is far from fewer compared to Indonesian. The main challenge in translating abbreviations from Indonesian to Arabic lies in the differing characteristics of abbreviation formation between the two languages. Abbreviations in Arabic are generally based on root words or specific prefixes, which makes them different from the more flexible abbreviations in Indonesian. This study examines the challenges of translating abbreviations and acronyms in the official speeches of Indonesian President Joko Widodo from Indonesian to Arabic. Data shows that around 40% of translation errors in official speeches are due to incorrect translation of abbreviations and acronyms. A survey of specialized translators reveals that approximately 78% of them face difficulties in translating abbreviations and acronyms from Indonesian to Arabic. This study employs a qualitative method with a descriptive approach to understand and address the challenges in translating abbreviations and acronyms from Indonesian to Arabic.
ANALISIS STRUKTUR KATA PADA YEL-YEL “TEPUK SAKINAH” BEDASARKAN MORFOLOGI STRUKTURAL TAKSONOMI Rizqia Eka Eryana; Imam Baehaqie
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9350

Abstract

Kajian ini menganalisis struktur kata dalam yel-yel “Tepuk Sakinah” dengan menggunakan kerangka morfologi struktural taksonomi. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis linguistik terhadap morfem dan proses pembentukan kata. Data penelitian berupa transkripsi teks yel-yel “Tepuk Sakinah” yang diperoleh dari praktik penggunaannya dalam konteks edukatif. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori morfologi dari Alisjahbana, Mees, dan Kridalaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kata dalam yel-yel ini didominasi oleh morfem bebas dengan satu bentuk polimorfemik utama, yaitu berpasangan, yang terbentuk melalui proses afiksasi konfiks {ber-an}. Konstruksi frasa seperti janji kokoh dan saling cinta mencerminkan fungsi semantik dan nilai edukatif yang kuat. Secara keseluruhan, struktur linguistik yel-yel ini menampilkan keserasian antara bentuk dan makna, serta menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai kolaborasi, spiritualitas, dan kebersamaan.
MAKNA KULTURAL MOTIF BATIK KHAS SEMARANG: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Baehaqie, Imam; Muadzin, Muadzin; Waskito, Ardani Tangguh
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1085

Abstract

Batik khas Semarang merupakan salah satu artefak budaya lokal yang tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga mengandung makna kultural yang merefleksikan nilai, pandangan hidup, sejarah, serta identitas kelompok masyarakat. Setiap motif batik menjadi simbol budaya yang lahir dari perpaduan bahasa dan budaya dalam kehidupan sosial masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan mengelompokkan makna kultural yang dimiliki batik khas Semarang. Makna kultural sendiri merupakan makna yang lahir dari keterkaitan antara bahasa dan budaya suatu kelompok masyarakat, mencakup nilai-nilai, pandangan hidup, fungsi sosial, sejarah, dan pengetahuan suatu masyarakat. Pendekatan yang digunakan mencakup dua pendekatan, yakni pendekatan metodologis berupa deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis berupa etnolinguistik. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan delapan motif batik, masing-masing memiliki makna kultural yang berbeda. Salah satu motif tersebut ialah batik dengan kategori fauna, yaitu "Warak Ngendhog", yang memiliki makna harapan agar di bulan suci Ramadan orang mampu menjaga hawa nafsu, sehingga dapat menelurkan hal-hal baik. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi yang akurat dan menjadi arsip kebudayaan atau pengetahuan tentang makna kultural motif batik khas Semarang.
10.37304 Makna Dan Simbolisme Verbal Dalam Tradisi Kematian Mitungdina, Matangpuluh Nyatus, Dan Nyewu Di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Adinda Rizka Aulia Putri; Weni Destrianti Zhaputri; Imam Baehaqie
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2026): JUNI:ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language is a system of sound symbols that society uses for communication and as a reflection of cultural values and group identity. This study aims to analyze the meanings and verbal symbolism found in the death rituals of mitungdina, matangpuluh, nyatus, and nyewu in Sriwulan Village, Sayung District. The research method employed is descriptive qualitative, utilizing techniques such as interviews, participant observation, and recordings. The data sources for this study include both primary and secondary data. The findings indicate that each stage of the rituals encompasses religious, social, and symbolic values, which are expressed through prayer recitations, traditional foods like apem, and the preservation of Javanese culture intertwined with Islamic teachings.
Nilai-Nilai dan Makna Gunungan Tradisi Sedekah Bumi di Dukuh Kenayan, Desa Karangmalang, Kabupaten Kudus dalam Pelestarian Budaya Jawa : (Kajian Etnolinguistik) Anita Fitriani; Alif As-Syifatul Azizah; Imam Baehaqie
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2026): JUNI:ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v6i2.26603

Abstract

Indonesia is a country with a highly complex level of diversity, reflected in the uniqueness of culture found in each region. Culture represents a way of life that develops within society and is passed down from generation to generation through customs, language, art, beliefs, values, and moral principles that shape the identity and characteristics of a community. One form of Javanese cultural heritage is the Sedekah Bumi tradition, which serves as an expression of gratitude for the blessings and abundance provided by the earth. This tradition also symbolizes harmony among humans, nature, and God, and is generally carried out after the harvest season. In Kudus Regency, particularly in Karangmalang Village, the Sedekah Bumi tradition continues to be preserved as an important part of community life. Through agricultural parades and various cultural activities, this tradition strengthens social unity, maintains environmental balance, and conveys philosophical and social meanings. This study aims to examine the cultural values and meanings contained in the Sedekah Bumi tradition as an effort to preserve Javanese cultural richness.
Tinjauan Sejarah Linguistik Strukturalisme Bloomfieldian: Analisis Stimulus-Respons dalam Interaksi Bot Layanan Pelanggan Aulia Rahma Nur Sabrina; Nuril Elsa Yuliyanti; Arena Barakallah; Imam Baehaqie
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10192

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pola interaksi antara pengguna dan chatbot layanan pelanggan dalam perspektif strukturalisme Bloomfieldian, yang memandang bahasa sebagai sistem stimulus–respons yang teramati. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik simak-catat terhadap transkrip percakapan nyata yang diambil dari riwayat obrolan pelanggan dan chatbot pada platform e-commerce terkemuka di Indonesia, serta survei persepsi terhadap delapan responden pengguna aktif. Data dianalisis secara mendalam melalui identifikasi pasangan stimulus–respons dan interpretasi linguistik pada aspek sintaksis dan pragmatik, termasuk analisis struktur kalimat dan maksud tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi didominasi oleh pola stimulus–respons yang bersifat mekanis, ditandai dengan kecepatan respons yang tinggi dan konsisten dalam merespons pertanyaan rutin. Namun, chatbot belum mampu memahami konteks dan maksud ujaran secara optimal, terutama pada bentuk elipsis seperti “kapan kak”, yang memerlukan pemahaman situasi dan referensi sebelumnya; akibatnya, respons yang dihasilkan cenderung generik dan tidak spesifik. Temuan ini menegaskan bahwa chatbot masih beroperasi pada tataran sintaksis permukaan dan berbasis pencocokan pola kata kunci. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan strukturalisme Bloomfieldian masih relevan untuk menjelaskan pola dasar komunikasi manusia–mesin yang mekanistis, tetapi memiliki keterbatasan dalam menghadapi kompleksitas bahasa modern yang kontekstual dan implisit. Oleh karena itu, pengembangan chatbot disarankan mengintegrasikan pendekatan linguistik kontekstual seperti pragmatik dan analisis wacana dengan teknologi pemrosesan bahasa alami generatif berbasis deep learning, guna menciptakan interaksi yang lebih adaptif, responsif terhadap maksud pengguna, dan bermakna.
Co-Authors Adinda Rizka Aulia Putri Ahmad Mubarok Ahmad Salah Alfi Khoiru An Nisa Alien Kurnia Warya Selia Alif As-Syifatul Azizah Alifia Nur Laila Ambar Tri Laksono Ananda Dwi Rahayu Andi Naga Wulan Anita Fitriani Antono, Arif Antono, Arif Ardiningsih, Monitha Arena Barakallah Arinal Hasanah Aristiani, Ani Asep Purwo Yudi Utomo Aulia Rahma Nur Sabrina Aulia, Rifa Auliana Dwi Rahmah Auliya Eka Wijayatri Awaliyah, Sindi Azizah , Yulfiha Nur Azizi, Mohammad Sofwan Azkia Aenu Syifa Azyarni Anjani Bambang Hartono Bela Hastya Pertiwi Bismo Prasetyo Cahyo, Ahmad Nur Chairun Nisa Desfiona, Elfara Diah Ayu Wulandari Diah Ayu Wulandari, Diah Ayu Dies Oktavia Dwi Astuti Eriza Kemala Sari Fathur Rokhman Finta Haliza Handa, Esa Futuh Hardiasari, Shiva Arinda Putri Hari Bakti Mardikantoro Haryadi - Hasanah, Arinal Hasnah Setiani Hastuti, Anisa Puji Hastuti, Anisa Puji Hasyim, Mohamad Yusuf Ahmad Ida Zulaeha indrayanti, Novita indrayanti, Novita Ira Susma Sari Izmi Ayyita Rahmawati Jauhari, Falah Jauriza Eka Sintasari Kartika Pandu Latsiya Ketut Tirtayasa Khasanah, Sofia Nur Laksono, Ambar Tri Latsiya, Kartika Pandu Legi Aspriyanti Margiani, Margiani Margiani, Margiani Maulana Febryan Saputra Meku, Andir melisa septiana Michael Johan Sulistiawan Millati Azka Nabiha Muadzin, Muadzin Muhammad Azam Mulyono Mulyono Muttaqin, Nufi Azam Nabila Ayu Diansah Nabila Fatihatun Dahlya Nancy Angelia Purba Naryatmojo, Deby Luriawati Naurah Nadzifah Ramadhani Nila Azizah Novi Auliana Putri Nufi Azam Muttaqin Nugroho, Muhammad Irsyad Hamid Nurani Azmi, Dian Nuril Elsa Yuliyanti Nurtilek Kadyrov Pangestuti, Tri Yuli Pebri Dwi Lesmono Nugroho Pekuwali, Dian Sari Arindah Pipin Diana Sari Prahastiwi, Arunika Harum Prahastiwi, Arunika Harum Prasetyo, Bismo Puspitasari, Hestri Afri Putri, Meidiana Putri, Novi Auliana Qorizki, Deliza Rahmat, Arzha Ali Rahmita Revalina Aulia Ramadhani Rifda Nabila Rizqia Eka Eryana Rizqon Hilmi, Muhammad Rosyadi, Diding Rosyadi, Diding Rustono Rustono - Rustono Rustono Sandy Aulia Saputri, Ana Sari, Desi Novita Sari, Eriza Kemala Septina Sulistyaningrum Seylla Arifeni Ella Sindy Putri Utami Siti Rahma Nur Aullia Slamet Ariana Rahmawati Sofia Nur Khasanah Sony Junaedi Sudiyati, Citra Amelia Sumartini Sumartini Supriyani, Dwi Supriyani, Dwi Supriyanto, RM. Teguh Suseno Syavrina Fatwa Aulia Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Valencia, Berliana Intan Vio Amandini Afriliana Waskito, Ardani Tangguh Wati, Maulida Laily Kusuma Weni Destrianti Zhaputri Zairoturaudloh, Sheila