p-Index From 2021 - 2026
8.847
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Litera KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Arbitrer Ranah: Jurnal Kajian Bahasa PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmiah KORPUS Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya International Journal of Language Teaching and Education LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Basataka (JBT) Jurnal Sastra Indonesia Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Lingua Susastra Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra STLISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business JGK (Jurnal Guru Kita) Socius: Social Sciences Research Journal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PESHUM Sawerigading Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

GAYA BAHASA IRONI DAN SATIR PADA KASUS ANDRIE YUNUS DALAM KOMENTAR INSTAGRAM @NARASINEWSROOM SERTA IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN DEBAT DI SMA Slamet Ariana Rahmawati; Jauriza Eka Sintasari; Millati Azka Nabiha; Azkia Aenu Syifa; Imam Baehaqie
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.10975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis penggunaan gaya bahasa ironi dan satir dalam kolom komentar akun Instagram @narasinewsroom terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, serta mengkaji implikasinya sebagai materi pembelajaran debat di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode padan ekstralingual. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat. Dari total populasi 57 data tuturan sindiran, peneliti melakukan reduksi data menjadi 24 sampel tuturan yang paling representatif, yang terdiri dari 12 data ironi dan 12 data satir. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa ironi dominan digunakan netizen untuk mengekspresikan pesimisme, sikap pura-pura polos, dan pujian semu guna menyoroti kejanggalan hukum secara halus. Sementara itu, gaya bahasa satir digunakan secara lebih agresif melalui ejekan tajam, hiperbola politik, dan metafora simbolik guna menertawakan ketimpangan hukum. Temuan karakteristik gaya bahasa ini berimplikasi positif sebagai alternatif materi ajar Bahasa Indonesia kelas X SMA untuk melatih kepekaan dan nalar kritis siswa dalam menemukan esensi argumen pada teks debat dengan tetap mengedepankan etika komunikasi.
Morphology and Syntax: The Relationship Between Word Formation and Sentence Structure in Indonesian Learning Pipin Diana Sari; Imam Baehaqie; Rustono Rustono
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 25 No. 1 (2026): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 25 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.251.07

Abstract

This study examines the fundamental relationship between morphology and syntax in Indonesian with a focus on the process of word formation and its implications for sentence structure. Using a qualitative approach based on literature studies, the research analyzed various scientific literature to identify morphosyntactic patterns in the Indonesian language. The results of the study show that morphological processes such as affixation, reduplication, and composition have a significant impact on the syntactic function of words in sentences. Derivative affixation has proven to be the most productive in changing the category of words as well as their grammatical function. The study identified five main patterns of systematic and predictable morphosyntactic relationships. The application of generative theoretical frameworks, X-bar theory, and word-based approaches provides a comprehensive understanding of morphosyntactic interactions. The pedagogical implications emphasize the importance of integrative learning that connects morphology with syntax to improve students' linguistic competence. Morphosyntactic error analysis revealed a systematic pattern stemming from a lack of understanding of the relationship between word form and function and regional language interference. Handling strategies include explicit learning, counterproductive approaches, and the use of adaptive technology. This research contributes to the development of Indonesian linguistic theory and the improvement of the quality of language learning. Keywords: Morphology; Syntax; Indonesian Learning
Fenomena Code-Mixing pada Podcast The Catch Up Club (Kajian Sosiolinguistik Episode 4: Kejar Sakses Sejak Belia) Finta Haliza; Imam Baehaqie
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74471

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena code-mixing (campur kode) dalam media digital, dengan fokus pada podcast The Catch Up Club episode 4 yang berjudul "Kejar Sakses Sejak Belia" di platform YouTube. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengalisis data berupa transkrip tuturan berdurasi kurang lebih 39 menit. Kerangka teori Muysken (2000) digunakan untuk mengidentifikasi tipe campur kode, sedangkan teori Hoffman (1991) diterapkan untuk membedah faktor penyebabnya. Hasil analisis menemukan sebanyak 38 kasus code-mixing di sepanjang tayangan. Tipe insertion (penyisipan) muncul sebagai jenis yang paling dominan dengan persentase mencapai 68,4 persen. Selanjutnya, tipe alternation (penggantian) ditemukan sebesar 21,1 persen, dan tipe congruent lexicalization (leksikalisasi kongruen) menjadi yang paling sedikit, yaitu hanya 10,5 persen. Dalam fenomena ini, bahasa Inggris bertindak sebagai bahasa donor utama yang menyusup ke dalam struktur bahasa Indonesia. Faktor pendorong terjadinya campur kode ini meliputi keintiman sosial, alasan prestise, serta keterbatasan kosakata penutur. Temuan ini menunjukkan bahwa code-mixing bukan sekadar hambatan berbahasa, melainkan strategi komunikasi adaptif yang mencerminkan identitas bilingual penutur muda Indonesia di era digital
KREATIVITAS LINGUISTIK GENERASI Z: ABREVIASI DALAM BAHASA GAUL DI TIKTOK MAHASISWA SEMARANG Melisa Septiana; Nila Azizah; Nabila Ayu Diansah; Siti Rahma Nur Aullia; Imam Baehaqie
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.358-365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi abreviasi serta bahasa gaul sebagai manifestasi kreativitas linguistik Generasi Z pada platform TikTok. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan bahasa gaul di media sosial yang belum banyak dikaji secara spesifik pada kalangan mahasiswa. Tujuan studi adalah mengidentifikasi bentuk kreativitas linguistik yang dominan serta fungsi yang dimainkannya dalam komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan teoritis dan pendekatan sosiolinguistik. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik dokumentasi terhadap 50 data berupa caption, teks overlay, dan komentar pada video TikTok mahasiswa Semarang periode Januari hingga Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk abreviasi terdiri atas akronim, singkatan, dan pemenggalan, dengan dominasi bentuk singkatan. Fungsi bahasa gaul meliputi efisiensi komunikasi, pembentukan identitas kelompok, penciptaan humor, dan peningkatan interaksi sosial.
Wujud Satuan Ekspresi Populer pada Wacana Berita Online di Era Teknologi Arinal Hasanah; Tommi Yuniawan; Imam Baehaqie
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11737

Abstract

Banyaknya anak remaja yang yang tidak dapat terlepas dari teknologi tersebut membuat para portal online news bermunculan dengan menyajikan beragam topik berita dalam kehidupan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan makna satuan ekspresi populer pada wacana berita online portal Hipwee.com di era teknologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu memaparkan bagaimana bentuk satuan ekspresi populer pada wacana berita online di era teknologi khususnya portal Hipwee.com. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan wujud satuan ekspresi populer atau bahasa gaul dalam wacana berita online Hipwee.com yang diklasifikasikan atau dikelompokkan menjadi lima pola, yaitu (1) singkatan; (2) akronim; (3) kata yang mengalami kliping; (4) kata yang berasal dari bahasa asing atau daerah; dan (5) pembentukan kata baru. Sedangkan orientasi portal Hipwee.com menggunakan bahasa gaul adalah untuk merangkul dan menarik minat pembaca milenial.
KAJIAN FILSAFAT BAHASA ATAS TINDAK TUTUR DALAM UPACARA MARHATA SINAMOT PADA MASYARAKAT BATAK TOBA Nancy Angelia Purba; Imam Baehaqie; Tommi Yuniawan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.674-683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dalam upacara Marhata Sinamot masyarakat Batak Toba dengan menggunakan perspektif filsafat bahasa, khususnya teori tindak tutur John L. Austin dan John R. Searle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif–interpretatif dengan metode etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, perekaman audio-video, dan dokumentasi naskah adat terhadap sepuluh informan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan upacara Marhata Sinamot di Kabupaten Samosir. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 56 data tindak tutur yang diklasifikasikan menjadi 30 lokusi, 15 ilokusi, dan 11 perlokusi. Tindak tutur lokusi mendominasi karena berfungsi menyampaikan makna adat dan menjelaskan struktur upacara, sementara ilokusi memiliki daya performatif yang menciptakan tindakan sosial seperti penetapan sinamot dan pemberian restu. Perlokusi menimbulkan efek sosial berupa rasa damai, penerimaan, dan solidaritas. Temuan ini memperkuat teori Austin dan Searle bahwa bahasa dapat menciptakan realitas sosial melalui ujaran yang memenuhi syarat kebahagiaan (felicity conditions). Dengan demikian, Marhata Sinamot menunjukkan bahwa bahasa berfungsi sebagai tindakan sosial, sarana legitimasi adat, serta media pewarisan nilai budaya Batak Toba.
BAHASA, NILAI, DAN IDENTITAS KOMUNITAS SEDULUR SIKEP KARANGPACE Alien Kurnia Warya Selia; Imam Baehaqie; Tommi Yuniawan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.616-626

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran bahasa sebagai representasi nilai dan identitas sosial komunitas Sedulur Sikep Karangpace melalui analisis sosiolinguistik terhadap ajaran Panca Sesanti dan Panca Wewaler. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, rekaman, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panca Sesanti dan Panca Wewaler memuat nilai moral, sosial, dan spiritual yang diwujudkan melalui bentuk tuturan sederhana namun sarat makna. Bahasa Jawa yang digunakan komunitas Sedulur Sikep mencerminkan prinsip kejujuran (temen), kesederhanaan (prasaja), dan kedamaian (rukun). Ajaran tersebut berfungsi sebagai sistem etika sosial sekaligus sarana pewarisan nilai dan pembentukan identitas kultural. Dalam konteks modern, bahasa menjadi simbol resistensi terhadap homogenisasi budaya sekaligus alat untuk mempertahankan karakter moral dan spiritual komunitas. Dengan demikian, ajaran Mbah Engkrek melalui Panca Sesanti dan Panca Wewaler bukan hanya warisan kearifan lokal, tetapi juga model etika komunikasi yang relevan di era digital.
BAHASA DAN IDENTITAS: SEBUAH ANALISIS FILSAFAT BAHASA DALAM KONTEKS MULTIKULTURAL Ahmad Mubarok; Imam Baehaqie; Tommi Yuniawan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.519-529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara bahasa dan identitas dalam konteks masyarakat multikultural. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas yang kuat. Temuan ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang bahasa dalam pembentukan identitas individu dan kolektif, serta dampaknya terhadap interaksi sosial dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana bahasa dapat memperkuat atau mengikis identitas dalam konteks multikultural.
ASUMSI ONTOLOGIS DALAM PENELITIAN BAHASA: REALITAS BAHASA SEBAGAI FENOMENA EKSISTENSIAL Nurtilek Kadyrov; Imam Baehaqie; Tommi Yuniawan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.489-496

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis asumsi ontologis yang mendasari penelitian bahasa kontemporer, dengan fokus pada realitas bahasa sebagai fenomena eksistensial. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui analisis filosofis hermeneutis terhadap literatur primer fenomenologi eksistensial serta studi empiris linguistik kontemporer yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa asumsi ontologis dalam penelitian bahasa terbagi ke dalam tiga paradigma utama: realisme linguistik, yang memandang bahasa sebagai objek independen dengan struktur yang objektif; konstruktivisme sosial, yang menekankan bahasa sebagai konstruksi yang terbentuk melalui interaksi sosial dan konteks budaya; serta fenomenologi eksistensial, yang memahami bahasa sebagai medium fundamental eksistensi manusia (being-in-the-world), berakar pada Dasein dan pengalaman embodied. Temuan ini menegaskan pentingnya kerangka metodologis yang reflektif, sensitif terhadap konteks historis dan sosial, serta filosofis-informed, untuk meningkatkan pemahaman mendalam tentang bahasa dalam penelitian linguistik kontemporer.
JENIS DAN CIRI MORFOLOGIS NOMINA BAHASA PRANCIS : KAJIAN LINGUISTIK DESKRIPTIF Dies Oktavia Dwi Astuti; Tommy Yuniawan; Imam Baehaqie
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.594-602

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis nomina dalam Bahasa Prancis dalam fabel storyweaver level 2 Bahasa Prancis, dan (2) ciri morfologis nomina yang terdapat  dalam fabel storyweaver level 2 Bahasa Prancis. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam tulisan ini adalah metode agih yang dilanjutkan dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik baca markah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 34 nomina yang meliputi nom animé masculin, nom animé feminin, nom inanimé masculin, nom inanimé feminin, nom communs, nom simple, dan nom composé.  Satu nomina dalam Bahasa Prancis bisa menyandang beberapa jenis nomina sekaligus sehingga ciri morfologisnya menyesuaikan dengan jenis nomina yang melekat pada nomina tersebut.
Co-Authors Adinda Rizka Aulia Putri Ahmad Mubarok Ahmad Salah Alfi Khoiru An Nisa Alien Kurnia Warya Selia Alif As-Syifatul Azizah Alifia Nur Laila Ambar Tri Laksono Ananda Dwi Rahayu Andi Naga Wulan Anita Fitriani Antono, Arif Antono, Arif Ardiningsih, Monitha Arena Barakallah Arinal Hasanah Aristiani, Ani Asep Purwo Yudi Utomo Aulia Rahma Nur Sabrina Aulia, Rifa Auliana Dwi Rahmah Auliya Eka Wijayatri Awaliyah, Sindi Azizah , Yulfiha Nur Azizi, Mohammad Sofwan Azkia Aenu Syifa Azyarni Anjani Bambang Hartono Bela Hastya Pertiwi Bismo Prasetyo Cahyo, Ahmad Nur Chairun Nisa Desfiona, Elfara Diah Ayu Wulandari Diah Ayu Wulandari, Diah Ayu Dies Oktavia Dwi Astuti Eriza Kemala Sari Fathur Rokhman Finta Haliza Handa, Esa Futuh Hardiasari, Shiva Arinda Putri Hari Bakti Mardikantoro Haryadi - Hasanah, Arinal Hasnah Setiani Hastuti, Anisa Puji Hastuti, Anisa Puji Hasyim, Mohamad Yusuf Ahmad Ida Zulaeha indrayanti, Novita indrayanti, Novita Ira Susma Sari Izmi Ayyita Rahmawati Jauhari, Falah Jauriza Eka Sintasari Kartika Pandu Latsiya Ketut Tirtayasa Khasanah, Sofia Nur Laksono, Ambar Tri Latsiya, Kartika Pandu Legi Aspriyanti Margiani, Margiani Margiani, Margiani Maulana Febryan Saputra Meku, Andir melisa septiana Michael Johan Sulistiawan Millati Azka Nabiha Muadzin, Muadzin Muhammad Azam Mulyono Mulyono Muttaqin, Nufi Azam Nabila Ayu Diansah Nabila Fatihatun Dahlya Nancy Angelia Purba Naryatmojo, Deby Luriawati Naurah Nadzifah Ramadhani Nila Azizah Novi Auliana Putri Nufi Azam Muttaqin Nugroho, Muhammad Irsyad Hamid Nurani Azmi, Dian Nuril Elsa Yuliyanti Nurtilek Kadyrov Pangestuti, Tri Yuli Pebri Dwi Lesmono Nugroho Pekuwali, Dian Sari Arindah Pipin Diana Sari Prahastiwi, Arunika Harum Prahastiwi, Arunika Harum Prasetyo, Bismo Puspitasari, Hestri Afri Putri, Meidiana Putri, Novi Auliana Qorizki, Deliza Rahmat, Arzha Ali Rahmita Revalina Aulia Ramadhani Rifda Nabila Rizqia Eka Eryana Rizqon Hilmi, Muhammad Rosyadi, Diding Rosyadi, Diding Rustono Rustono - Rustono Rustono Sandy Aulia Saputri, Ana Sari, Desi Novita Sari, Eriza Kemala Septina Sulistyaningrum Seylla Arifeni Ella Sindy Putri Utami Siti Rahma Nur Aullia Slamet Ariana Rahmawati Sofia Nur Khasanah Sony Junaedi Sudiyati, Citra Amelia Sumartini Sumartini Supriyani, Dwi Supriyani, Dwi Supriyanto, RM. Teguh Suseno Syavrina Fatwa Aulia Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Valencia, Berliana Intan Vio Amandini Afriliana Waskito, Ardani Tangguh Wati, Maulida Laily Kusuma Weni Destrianti Zhaputri Zairoturaudloh, Sheila