p-Index From 2021 - 2026
7.518
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Litera KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Arbitrer Ranah: Jurnal Kajian Bahasa PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Ilmiah KORPUS Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Basataka (JBT) Jurnal Sastra Indonesia Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Lingua Susastra Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra STLISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Socius: Social Sciences Research Journal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Sawerigading Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

SINTAKSIS FRASA PADA SEJUMLAH KALIMAT DALAM WACANA DONGENG ASAL-USUL IKAN PATIN YANG DICERITAKAN ULANG OLEH ANDI MULYA Rahmita; Imam Baehaqie
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi frasa dalam sejumlah kalimat pada wacana dongeng Asal-Usul Ikan Patin yang diceritakan ulang oleh Andi Mulya. Fokus kajian diarahkan pada analisis sintaksis frasa untuk mengungkap struktur internal, kategori, dan peran frasa dalam membangun keutuhan makna kalimat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan yang bertujuan untuk mengkaji pentingnya sintaksis dalam pembentukan kalimat, baik secara lisan maupun tertulis. Data penelitian berupa kalimat-kalimat dalam teks dongeng dianalisis melalui langkah identifikasi, klasifikasi, serta interpretasi berdasarkan teori sintaksis frasa. Hasil penelitian menunjukkan keberagaman jenis frasa, meliputi frasa nominal, verbal, adjektival, adverbial, dan preposisional yang masing-masing memiliki karakteristik struktural dan fungsi sintaktis berbeda.
TPACK on differentiated instruction: Students' critical listening literacy skills Naryatmojo, Deby Luriawati; Baehaqie, Imam; Hasyim, Mohamad Yusuf Ahmad; Cahyo, Ahmad Nur; Azam, Muhammad
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) has been widely advocated in technology-enhanced learning; however, empirical evidence linking TPACK-based differentiated instruction to the development of critical listening literacy in higher education remains limited. This study addresses this gap by examining the pedagogical impact of a TPACK-integrated differentiated instructional model on undergraduate students' literal and critical listening competencies. A quasi-experimental non-equivalent control group design was employed involving 72 students from two Indonesian public universities. The experimental group (n = 37) received TPACK-based differentiated instruction, while the control group (n = 35) underwent conventional teaching. Data were analyzed using parametric statistical procedures, including paired- and independent-sample t-tests and normalized gain (N-gain) analysis. Results demonstrate statistically significant improvements in both groups; however, the experimental group achieved substantially greater learning gains (M_pre = 73; M_post = 87) compared to the control group (M_pre = 69; M_post = 80), with a high N-gain score (0.53) versus a moderate gain (0.35). The findings suggest that systematic integration of technological, pedagogical, and content knowledge within differentiated frameworks enhances higher-order listening literacy by promoting cognitive engagement and evaluative processing. This study contributes empirical support to the TPACK framework by extending its application to critical literacy development and offers pedagogical implications for technology-mediated language instruction in higher education contexts.
Kosakata Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Malaysia dalam “Series Melur untuk Firdaus Season 2” Episode Perdana di Aplikasi Disney Hotstar: Studi Linguistik Kontrastif Auliana Dwi Rahmah; Imam Baehaqie
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12515

Abstract

Language plays a fundamental role in human interaction as a medium for conveying ideas and information, and its comparative study is addressed within contrastive linguistics. This study investigates the similarities and differences in vocabulary between Indonesian and Malaysian Malay as represented in the series Melur untuk Firdaus Season 2 Episode One, addressing how lexical variations reflect linguistic and cultural distinctions. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected using listening and note-taking techniques, including the derivative free listening technique with involved speaking. Data analysis was conducted using the matching and distributional methods, while findings were presented informally. The results reveal 25 instances of Indonesian vocabulary (BBMS) and 6 instances of Malaysian Malay vocabulary (BBMB), highlighting both shared lexical roots and distinctive variations influenced by sociocultural contexts. The study argues that despite structural and historical proximity, the two languages exhibit meaningful lexical divergences that shape comprehension and communication. These findings contribute to the enrichment of contrastive linguistic studies and provide insights into cross-linguistic understanding in media contexts.
Alih Kode dan Campur Kode Interaksi Sosial Antar Warga Desa Gesik Kabupaten Cirebon: Kajian Sosiolinguistik Sindy Putri Utami; Imam Baehaqie
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i2.5373

Abstract

Masyarakat yang mampu menggunakan lebih dari satu bahasa disebut masyarakat dwibahasawan. Dalam situasi kedwibahasaan, penggunaan bahasa tidak selalu berlangsung secara tetap, tetapi sering mengalami peralihan dan pencampuran bahasa saat proses interaksi berlangsung. Fenomena tersebut mengakibatkan munculnya alih kode dan campur kode dalam percakapan sehari-hari. Kondisi ini umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup dalam lingkungan multilingual dengan latar belakang sosial dan budaya yang beragam, seperti masyarakat Desa Gesik Blok Kembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan secara mendalam fenomena kebahasaan yang berkaitan dengan berbagai bentuk alih kode dan campur kode, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode dan campur kode dalam interaksi masyarakat. Desa Gesik Blok Kembang.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap, perekaman, dan pencatatan terhadap tuturan masyarakat dalam situasi komunikasi alami. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskripsi, identifikasi, dan klasifikasi untuk menentukan jenis alih kode dan campur kode yang muncul serta faktor yang melatar belakanginya.Hasil penelitian menunjukkan adanya alih kode internal antar bahasa dan alih kode internal antar ragam bahasa. Selain itu, ditemukan pula campur kode yang berupa penyisipan kata dan penyisipan frasa dalam tuturan. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode meliputi faktor mitra tutur, kebiasaan penggunaan bahasa, serta maksud dan tujuan penutur dalam berkomunikasi agar pesan dapat tersampaikan secara lebih efektif.
Fonologi Kontrastif pada Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman Baehaqie, Imam; Rahayu, Ananda; Ramadhani, Naurah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9078

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai analisis bentuk dan perbandingan fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman sebagai dua bahasa dari rumpun yang berbeda. Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan bunyi dan mendeskripsikan inventaris bunyi dan mengidentifikasi persamaan serta perbedaan fonologis kedua bahasa tersebut. Analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kontrastis. Data diperoleh melalui metode simak, simak bebas libat cakap, dan teknik catat terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lesap untuk mengidentifikasi kontras bunyi secara lebih spesifik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa Jawa memiliki tujuh vokal, hingga tujuh deretan vokal, sedangkan Bahasa Jerman memiliki panjang-pendek, umlaut (ä, ö, ü),  deretan vokal, dan vokal tiga deret. Perbandingan ini menunjukkan bahwa adanya titik kesulitan pelafalan bagi masyarakat tutur Bahasa Jawa ketika mempelajari Bahasa Jerman.  
Kajian Etnolinguistik Leksikon Tradisi Malam Satu Sura di Surakarta Khairunnisa, Hana; Rosiana, Wahyu; Baehaqie, Imam
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9807

Abstract

Penelitian ini mengkaji leksikon dalam tradisi Malam Satu Sura di Surakarta dengan pendekatan etnolinguistik. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana bentuk, struktur, dan makna kultural leksikon yang digunakan dalam tradisi Malam Satu Sura, serta hubungannya dengan pandangan dunia masyarakat Jawa di Surakarta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan struktur leksikon, menganalisis makna kultural dan simbolis, serta mengkaji hubungan leksikon dengan sistem budaya masyarakat Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode padan dan metode agih dalam kerangka teori etnolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 leksikon khas yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori: leksikon tokoh/pelaku ritual, leksikon lokasi/tempat ritual, leksikon prosesi ritual, leksikon kelengkapan ritual (sesaji), dan leksikon simbol/atribut ritual. Makna kultural yang terkandung mencerminkan nilai-nilai filosofis Jawa tentang spiritualitas, kesucian, penghormatan terhadap leluhur, dan transformasi diri. Leksikon-leksikon ini merepresentasikan pandangan dunia masyarakat Jawa yang menekankan keselarasan antara mikrokosmos dan makrokosmos dalam kehidupan.  
Co-Authors Alfi Khoiru An Nisa Ambar Tri Laksono Andi Naga Wulan Angelia Purba, Nancy Antono, Arif Antono, Arif Ardiningsih, Monitha Asep Purwo Yudi Utomo Aulia, Rifa Auliana Dwi Rahmah Auliya Eka Wijayatri Awaliyah, Sindi Azizah , Yulfiha Nur Azizi, Mohammad Sofwan Azyarni Anjani Bambang Hartono Bela Hastya Pertiwi Bismo Prasetyo Cahyo, Ahmad Nur Chairun Nisa Desfiona, Elfara Diah Ayu Wulandari Diah Ayu Wulandari, Diah Ayu Eriza Kemala Sari Handa, Esa Futuh Hardiasari, Shiva Arinda Putri Hari Bakti Mardikantoro Haryadi - Hasanah, Arinal Hasnah Setiani Hastuti, Anisa Puji Hastuti, Anisa Puji Hasyim, Mohamad Yusuf Ahmad Ida Zulaeha indrayanti, Novita indrayanti, Novita Izmi Ayyita Rahmawati Junaedi, Sony Kadyrov, Nurtilek Kartika Pandu Latsiya Ketut Tirtayasa Khairunnisa, Hana Khasanah, Sofia Nur Kurnia Warya Selia, Alien Laila, Alifia Nur Laksono, Ambar Tri Latsiya, Kartika Pandu Legi Aspriyanti Margiani, Margiani Margiani, Margiani Maulana Febryan Saputra Meku, Andir Michael Johan Sulistiawan Mubarok, Ahmad Muhammad Azam Mulyono Mulyono Muttaqin, Nufi Azam Nabila Fatihatun Dahlya Nabila, Rifda Naryatmojo, Deby Luriawati Novi Auliana Putri Nufi Azam Muttaqin Nugroho, Muhammad Irsyad Hamid Nurani Azmi, Dian Oktavia Dwi Astuti, Dies Pangestuti, Tri Yuli Pebri Dwi Lesmono Nugroho Pekuwali, Dian Sari Arindah Prahastiwi, Arunika Harum Prahastiwi, Arunika Harum Prasetyo, Bismo Puspitasari, Hestri Afri Putri, Meidiana Putri, Novi Auliana Qorizki, Deliza Rahayu, Ananda Rahmat, Arzha Ali Rahmita Ramadhani, Naurah Revalina Aulia Ramadhani Rizqon Hilmi, Muhammad Rosiana, Wahyu Rosyadi, Diding Rosyadi, Diding Rustono Rustono - Rustono Rustono Sandy Aulia Saputri, Ana Sari, Desi Novita Sari, Eriza Kemala Sari, Pipin Diana Septina Sulistyaningrum Seylla Arifeni Ella Sindy Putri Utami Sofia Nur Khasanah Sudiyati, Citra Amelia Sumartini Sumartini Supriyani, Dwi Supriyani, Dwi Supriyanto, RM. Teguh Suseno Syavrina Fatwa Aulia Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Valencia, Berliana Intan Vio Amandini Afriliana Wati, Maulida Laily Kusuma Zairoturaudloh, Sheila