p-Index From 2021 - 2026
8.967
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia VISIKES Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari The Indonesian Journal of Public Health HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Jurnal Sistem Kesehatan Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) EnviroScienteae Jurnal Ergonomi dan K3 Jurnal Kesehatan Manarang JURNAL PHOTON Jurnal Kreativitas PKM Ensiklopedia of Journal Menara Ilmu Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Science Midwifery Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Abdidas Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Sosial dan Teknologi Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Journal of Community Engagement Research for Sustainability Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Dunia Pendidikan Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Jurnal Olahraga dan Kesehatan (Orkes) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Proceeding Muhammadiyah International Public Health and Medicine Conference International Journal of Health Science and Technology Innovative: Journal Of Social Science Research IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DI RUMAH SAKIT MESRA Mustika Sari, Nova; Herniwanti, Herniwanti; Nofiyadi, Nofiyadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25153

Abstract

Rumah sakit Mesra adalah salah satu sarana kesehatan sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Limbah cair rumah sakit adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan rumah sakit yang kemungkinan mengandung mikroorganisme patogen, bahan kimia beracun dan radioaktif yang berbahaya bagi Kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah megevaluasi sistem pengelolaan limbah cair di rumah sakit mesra. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, telaah dokumen dan observasi langsung kelapangan. Variabel yang diteliti ialah proses pengelolaan limbah cair yang berasal dari rumah sakit. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, pengelolaan limbah cair di rumah sakit mesra memiliki metode biofilter anaerob-aerob. Sumber- sumber air limbah yang dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah berasal dari ruang rawat inap, IGD, poliklinik, perkantoran, laboratorium, dapur, dan laundry. menunjukan hasil uji outlet dengan parameter Suhu, pH, BOD, COD, TSS, ammonia nitrogen, senyawa aktif biru metilen, minyak dan lemak dapat dikatakan optimal dalam proses pengolahan limbah cair karena hasil Analisa telah memenuhi standar baku mutu. Kesimpulan karakteristik limbah cair rumah sakit dengan menguji outlet telah memenuhi standar baku mutu. Adanya penambahan jumlah tempat tidur maka untuk pengelolaan limbah cair perlu adanya perencanaan desain untuk instalansi pengolahan air limbah (IPAL) yang sesuai dengan kebutuhan air bersih Rumah Sakit Mesra.
Penyuluhan Program STBM - Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga di Puskesmas Rumbai Pesisir - Kota Pekanbaru di Masa Covid-19 Herniwanti, Herniwanti
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/cers.3.1.47-54

Abstract

STBM (Community-Based Total Sanitation) pillar 3 is the Management of Drinking Water and Household Food (PAM-RT) which is an important thing to pay attention to during the Covid-19 pandemic and also in stunting prevention. The purpose of this activity is to be able to improve the implementation of STBM for household-scale Drinking Water Management for STMB Cadres in the Rumbai Pesisir Health Center which is a target area of ​​community service activities for the second period of 2020 from a lecturer in Master of Public Health, Hang Tuah University Pekanbaru as an implementation Tri Dharma college. The method of this Community Service Activity is through socialization and triggering to 34 STBM cadres from 4 kelurahan and related parties in the Puskesmas and Kec. Rumbai Pesisir in February 2021. The results of socialization and discussions with cadres stated that generally the problem for drinking water is that they consume gallons of drinking water and also use drinking water that is cooked by themselves from PDAM and also wells whose quality has not been tested for quality standards so that they require supervision and also outreach from the health department. STBM, District and Community Health Center cadres need support from academics through community service activities to provide input and evaluation so that the program remains enthusiastic about running, especially during the Covid 19 period and also stunting prevention.
Kajian Kesiapan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Bagan Punak Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Sari, Rina Gustina; Gustina, Tin; Rahayu, Endang Purnawati; Herniwanti, Herniwanti; Hamid, Abdurrahman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.347

Abstract

Abstrak Latar Belakang :. Dalam penerapan Keselamatan Kesehatan dan Kerja (K3), dibutuhkan beberapa faktor yang perlu dipenuhi seperti unsur internal dan eksternal penerapan K3. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kesiapan penerapan K3 di Puskesmas Bagan Punak Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Informan utama dalam penelitian ini sebanyak tiga orang yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Dokter penanggung jawab terhadap K3 dan Pegawai Puskesmas, sedangkan informan pendukung sebanyak dua orang yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan dan Penanggung Jawab Program K3. Analisis kesiapan penerapan K3 di Puskesmas Bagan Punak ditinjau dari aspek internal dan eksternal. Hasil: Kendala internal berupa belum adanya sumber daya kesehatan yang berlatar belakang pendidikan K3, tidak adanya rancangan dana untuk penerapan K3, kurangnya ketersediaan peralatan yang sesuai dengan peraturan pemerintah, serta kurangnya tenaga kesehatan dalam memahami buku pedoman yang telah dirancang. Kendala di eksternalnya adalah belum diterapkannya kebijakan yang harus diikuti dan kurangnya monitoring dari pihak dinas kesehatan ke puskesmas setelah dilaksanakan pelatihan untuk tenaga Kesehatan di puskesmas khususnya kepada petugas penanggung jawab K3. Kesimpulan: Disarankan kepada Puskesmas Bagan Punak adalah mengusulkan tenaga yang akan menjadi penanggung jawab K3 dan dibentuknya Tim K3 di Fasyankes, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, menambah ketersediaan alat K3, dan menetapkan kebijakan penerapan K3 di puskesmas. Study of The Readiness Assessment For Occupational Health and Safety Implementation at Bagan Punak Health Center Rohil District Riau Province Abstract Background: In the implementation of Occupational Safety and Health (K3), several factors are needed that need to be fulfilled, such as the internal and external elements of the application of K3. The purpose of this study was to analyze the readiness for the application of K3 at the Bagan Punak Health Center, Bangko District, Rokan Hilir Regency, Riau Province. Methods: This study uses qualitative methods through in-depth interviews, observation and document review. The main informants in this study were three people consisting of the Head of the Health Center, the Doctor in charge of K3 and Health Center employees, while the supporting informants were two people consisting of the Head of the Health Service and the Person in Charge of the K3 Program. Analysis of readiness for the application of K3 at the Bagan Punak Health Center in terms of internal and external aspects. Result: Internal constraints in the form of the absence of health resources with an OHS educational background, the absence of a design fund for the implementation of K3, the lack of availability of equipment in accordance with government regulations, and the lack of health workers in understanding the designed guidebook. Meanwhile, the external constraints are that the policies that must be followed have not been implemented and the lack of monitoring from the health office to the puskesmas after training for health workers at the puskesmas, especially the officers in charge of K3. Conclusion: Suggested to the Bagan Punak Health Center are proposing personnel who will be in charge of K3 and the formation of an K3 Team at the Health Facilities, coordinating with the Health Office, increasing the availability of K3 equipment, and establishing policies for implementing K3 at the puskesmas.
Penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) untuk Peningkatan Mutu Pelayanan dalam Pencapaian Standar Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Bangkinang Fitriani, Ernita; Afandi, Dedi; Herniwanti, Herniwanti; Rany, Novita; Jepisah, Doni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12278

Abstract

ABSTRAK Peningkatan mutu pelayanan seharusnya tercermin dalam setiap kegiatan dirumah sakit (RS). Untuk menjaminnya, RS wajib memiliki sistem pengawasan mutu yakni dengan penerapan standar yang terdapat pada sistem akreditasi rumah sakit untuk mencapai Indikator Nasional Mutu (INM) dari 13 Indikator Nasional Mutu yang harus dilakukan RS. Hasil survei awal yang dilakukan ada 5 indikator yang belum mencapai standar akan berdampak terhadap hasil mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan diperolehnya informasi mendalam tentang kecenderungan penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) peningkatan mutu pelayanan dalam pencapaian standar akreditasi rumah sakit. Penelitian menggunakan metode kualitatif desain fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Komponen yang diteliti yaitu kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan penggunaan APD, waktu operasi sectio caesarean emergency, waktu tunggu rawat jalan, dan kepatuhan pengisian alur klinis (clinical pathway). Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan penggunaan APD, waktu operasi sectio caesarean emergency, waktu tunggu rawat jalan, dan kepatuhan pengisian alur klinis (clinical pathway) belum sesuai standar. Penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) yang dilakukan melalui peningkatan mutu pelayanan dalam pencapaian Standar Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Bangkinang tahun 2023 masih belum sesuai standar disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain belum ada budaya organisasi, belum ada komitmen dari petugas. Belum optimalnya penggunaan sistem aplikasi pendaftaran online, belum optimalnya penggunaan aplikasi E-RM dan dukungan dari manajemen. Disarankan agar pihak rumah sakit dalam pencapaian indikator nasional perlu menambahkan poin penilaian kepatuhan pelaksanaan penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) di Lembar Penilaian Kinerja dan memberlakukan sistem reward dan punishment. Kata Kunci: Indikator Nasional Mutu (INM), Peningkatan Mutu Pelayanan,   Standar Akreditasi Rumah Sakit  ABSTRACT  Service quality enhancement should appear in hospital activities. Each hospital is required to have a quality control system, which is designed to ensure that the level of performance of a system remains stable, or in control. For example, to achieve 13 National Health Care Quality Indicators, some standards can be applied in the hospital accreditation system. However, we still found that there were 5 indicators that have not reached the standard. Thus, these could have a significant impact on service quality results. The purpose of this study is to obtain more in-depth information about the tendency of National Health Care Quality Indicators implementation in order to improve service quality on hospital accreditation achievement. Phenomenological Qualitative Method was used in this study. The data were collected through interviews, observation, and secondary data. The component of health care quality; such as, hand hygiene compliance, PPE compliance, timing of emergency caesarean section, patient waiting time at outpatient department, and clinical pathway compliance, were analyzed in this study. The results confirm that the five components of health care quality; such as, hand hygiene compliance, PPE compliance, timing of emergency caesarean section, patient waiting time at outpatient department, and clinical pathway compliance; had not met the standard yet. Implementation of the National Health Care Quality Indicators for improving service quality to achieve hospital accreditation in RSUD Bangkinang (2023) has not met the standard yet. It happened because of some factors; such as, there is no organizational culture yet, there are no commitments from employees yet, the online registration application system and the E-RM application, and management support have not run properly. Therefore, the researcher hopes that the hospital is necessary to add the assessment of compliance with the implementation of National Health Care Quality Indicators in performance appraisal form, and to design reward as well as punishment systems. Keywords: National Health Care Quality Indicators, Service quality improvement, Accreditation Standards for Hospital
Faktor Kerja dan Kualitas Tidur sebagai Determinan Kelelahan Kerja pada Perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Fabiola, Vanny Hilda; Santoso, Santoso; Herniwanti, Herniwanti; Yunita, Jasrida; Zaman, Kamali; Asril, Asril
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.126-137.2025

Abstract

Perawat berisiko mengalami kelelahan kerja akibat faktor kerja, tingginya tuntutan, dan kualitas tidur yang buruk. Di IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, jam kerja perawat sering melebihi batas shift (41–46 jam/minggu) dengan beban tinggi, karena satu perawat menangani 7–8 pasien, terutama saat shift malam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor kerja dan kualitas tidur terhadap kelelahan kerja pada perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2025. Desain penelitian adalah kuantitatif cross-sectional dengan 81 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik ganda model prediksi. Hasil menunjukkan 69,1% responden mengalami kelelahan kerja. Faktor kerja (beban kerja, masa kerja, dan shift kerja) mempengaruhi kelelahan sebesar 46,5%, sedangkan kualitas tidur sebesar 53,5%. Terdapat pengaruh beban kerja (p=0,005), shift kerja (p=0,041), dan kualitas tidur (p=0,003) terhadap kelelahan kerja, namun tidak terdapat pengaruh usia (p=0,534), status pernikahan (p=1,000), dan masa kerja (p=0,148). Variabel dominan adalah kualitas tidur (POR=6,439) dengan Nagelkerke R Square = 0,395. Disarankan RSUD Arifin Achmad menambah jumlah perawat untuk menyeimbangkan rasio perawat-pasien, memperhatikan pembagian tugas, rotasi kerja, serta menerapkan program pencegahan kelelahan melalui manajemen stres, relaksasi, dan konseling.
Pengelolaan Obat di Unit Farmasi RSUD Tengku Sulung Neneng, Andi; Susmaneli, Herlina; Kiswanto, Kiswanto; Mitra, Mitra; Herniwanti, Herniwanti
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4615

Abstract

Pharmaceutical service is a direct and responsible service to patients related to pharmaceutical preparations with the intention of achieving definite results to improve the quality of life of patients. The purpose of this study was to obtain in-depth information on drug management in the Pharmacy Unit of RSUD Tengku Sulung. The research method used descriptive qualitative with purposive sampling with the number of informants 7 people. Data collection through in-depth interviews, direct observation and document review using content analysis. The results, on the input component obtained information that the lack of human resources, facilities and infrastructure are inadequate and there is no depot and SIM RS. Policies have been made in the form of Drug Management Guidelines in the Pharmacy Unit. In the process component, information is obtained that selection is based on the hospital formulary and national formulary, planning using the combination method, procurement using e-catalog and direct purchase, receipt is carried out by checking and adjusting the order letter, order invoice, and the drug received, storage based on dosage form, classification of types of drugs, medical devices, B3 and arranged alphabetically with the FIFO and FEFO systems, distribution using individual prescribing and Floor Stock systems, deletion is carried out by involving third parties, control is carried out by controlling drug inventory and quality, administration based on recording, reporting and financial administration. The output component obtained by the availability of drugs is still not effective and efficient. In conclusion, the pharmaceutical supply management system in the Pharmacy unit of RSUD Tengku Sulung is not in accordance with the established standards. Suggestions, the need for additional human resources, the fulfillment of infrastructure such as depot procurement and SIMRS, monitoring and evaluation, improved communication during drug selection and budget planning in the fulfillment of facilities and infrastructure.
FACTORS RELATED TO NURSES' PERFORMANCE IN REPORTING PATIENT SAFETY INCIDENTS AT PERMATA HATI HOSPITAL DURI IN 2025 Arba’a, Nurhamni; Lita, Lita; Kiswanto, Kiswanto; Herniwanti, Herniwanti; Jepisah, Doni
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3070

Abstract

Patient safety stands as a vital benchmark of healthcare quality, yet reporting incidents remains a challenge influenced by multiple human and organizational factors. This study explores the elements that shape nurses’ performance in reporting patient safety incidents at Permata Hati Duri Hospital in 2025. Using a quantitative analytical observational approach with a cross-sectional design, the research involved 85 inpatient nurses. Data were analyzed through univariate, bivariate (Fisher’s Exact test), and multivariate (logistic regression) techniques. Most participants were young adults aged 20–30 years (32.9%), predominantly female (91.8%), highly educated (84.7% D4/S1/Nursing), and experienced (80.0% with 6–>10 years). Findings revealed that most nurses demonstrated strong perceptions, positive attitudes, high motivation, and favorable views of leadership. Although bivariate analysis showed no significant association between independent variables and incident reporting, multivariate results indicated that work experience played the most dominant role (OR = 3.821; 95% CI = 0.010–1.025). The study concludes that enhancing reporting behavior requires consistent training, improved digital systems, and a reinforced culture of safety across all levels of hospital practice.
Co-Authors Abidin, Aldiga Rienarti Agus Alamsyah Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria Aldiga Rienarti Abidin Alni Diniati Alni Diniati, Alni Anas, Siti Nafiah Arba’a, Nurhamni Ardiana Ardiana Arisandhi, Sovia Arti, Eliyah Dwi Setyo ASRIL ASRIL Asril Asril Asril Asril Bagyo Yanuwiadi Bambang Joko Priatmadi Buchari Lapau Budi Hartono Budi Hartono Danil Sahputra Dedi Afandi Dedy Khairul Ray Devis, Yesica Dewi , Oktavia Dwi Jayanti Edi Sudarto Edi Sudarto Emmi Winarni Endang P. Rahayu Endang P.R Endang Purnawati Rahayu Endang Purnawati Rahayu Endang.P Rahayu Ervira Dwiaprini As Syifa Estri Kartika Fabiola, Vanny Hilda Firman Edigan Firsty Mitalianti Fitriani Fitriani Fitriani, Ernita Gustina, Tin Hamid, Abdurrahman Haryanto Haryanto Herlina Susmaneli Heryudarini Harahap Ikhtiyaruddin Irma Sari Isra Rahma Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Jehan Al Habib Murvi Jepisah, Doni Kamali Zaman Kamali Zaman Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto lamin lamin Leonita, Emi Leonita, Emy Lestari, Rita Lita, Lita M. Kamali Zaman MAHFHIROH, INTAN Makomulamin Makomulamin Marlina, Hastuti Marngatin Marngatin Masribut Masribut Mega Ratu Meidia Wahyuni Mhd. Rizki Triwijaya Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Molina, Oni Muhammad Ade Setiawan Muhammad Muzakir Fahmi Mustika Sari, Nova Muthia Nabilla Nahabila, T. Sy Rafni Nashabila, Rafni Nasyabila, Rafni Neneng, Andi Nila Puspita Sari Ningrum, Hesti Nofiyadi, Nofiyadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Novita Rani Novita Rani Nugraha, A. Fajri Nurlisis, Nurlisis Nurvi Susanti Octaviani, Dita Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Putri Hidayah Putri Permata Yanda Putri, Rossa Anugerah Rahayu Aishakina Rahayu, Endang P Rahayu, Endang Purnawati Rahayu, Yessi Rahmi, Rawdhotul Rany, Novita Ratna Masni, Fenny Raviola Raviola Rawani, Azzah Reno Renaldi Retno Titi Humairoh Ridwan, Junaina Riri Maharani Romadiah, Ulil Sandi, Yogie Pratama Santoso Santoso Santoso SANTOSO SANTOSO Sarah Atyikah Sarah Atyikah Sari, Rina Gustina Silfiani, Adawiyah Sitohang, Nelson Soemarno Soemarno Sri Irianti Sri Wahyuni Sumengen Soetomo Susanto, Yudi Susmeneli, Herlina Syafrani Syafrani Syafrani Syukaisih Syukaisih T. Sy Rafni Nahabila Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Utamiasari, Rahmi Wijayanti, Nurul Diyah Winda Kristanti, Winda Wirdaningsih Wirdaningsih Yen Purwawinata Mohan Yessi Harnani Yuli Devila Yunita, Jasrida Yuyun Priwahyuni Zaman, Kamali Zaman, M. Kamali