p-Index From 2021 - 2026
3.264
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Akuakultur Indonesia Buletin PSP Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Forum Pasca Sarjana AGRISAINS Biospecies JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences AL KAUNIYAH Jurnal Harpodon Borneo ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Bisnis Perikanan Aquahayati Forum Geografi Jurnal Tataloka Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Masyarakat, Kebudayaan dan Politik AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Omni-Akuatika Jurnal Biologi Tropis Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indonesian Fisheries Research Journal Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Techno-Fish Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management COJ (Coastal and Ocean Journal) Pattimura Proceeding : Conference of Science and Technology Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Manfish Journal Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Manusia dan Lingkungan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine
Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI LESTARI IKAN SELAR KUNING (Selaroides leptolepis) DI PERAIRAN SELAT SUNDA (Population Dynamics of Yellowstripe Scad (Selaroides leptolepis) in Sunda Strait) Maizan Sharfina; Mennofatria Boer; Yunizar Ernawati
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 1 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.164 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.1.101-108

Abstract

ABSTRACTYellowstripe scad included the one of commodity that has an important economic value in the Sunda Strait. Commonly, this species processed by Pandeglang fishermen to be the boiled fish, salted fish, grilled fish, besides it also traded in fresh or frozen fish product. The high market demand can not offset the production of this species from the nature. Therefore, it needed an information about resources of yellowstripe scad in the waters of the Sunda Strait in order to manage it well. The objective of this study was to estimate the maximum sustainable yield (MSY) and the optimum fishing effort (fopt), so that the yellowstripe scad resources in the waters of the Sunda Strait can be utilized optimally and sustainably. Based on the standardization analysis, the purse seine be made the standard fishing gear for estimating the MSY of yellowstripe scad. The yellowstripe scad growth patterns during the study is isometric. Trends of CPUE of the yellowstripe scad fisheries tends to decrease during 2003 to 2013. Then, this species was estimated its maximum sustainable yield (MSY) of 304.50 tons per year, with the optimum fishing effort of 12.478 trips per year. The decline of the catch per fishing effort can indicated that the yellowstripe scad fishing conditions in the Sunda Strait was having the overfishing phenomenon.Key words: Sunda Strait, sustainable potential, yellowstripe scad-------ABSTRAKIkan selar kuning termasuk salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di perairan Selat Sunda. Jenis ikan ini, selain banyak dimanfaatkan oleh nelayan sekitar Kabupaten Pandeglang sebagai ikan pindang, ikan bakar, ikan asin, juga diperdagangkan dalam keadaan segar maupun dibekukan. Tingginya permintaan pasar tidak dapat mengimbangi produksi ikan tersebut di alam. Oleh karena itu, untuk memperoleh informasi mengenai tingkat pemanfaatan sumber daya ikan selar kuning di perairan Selat Sunda, diperlukan suatu kajian mengenai potensi lestari ikan selar kuning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil tangkapan maksimum lestari (maximum sustainable yield atau MSY) serta upaya penangkapan maksimum lestari (fopt) sehingga sumberdaya ikan selar kuning di Perairan Selat Sunda dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil standardisasi, alat tangkap standart yang digunakan adalah purse seine. Pola pertumbuhan ikan selar kuning selama penelitian, yaitu isometrik. Hasil perhitungan CPUE menunjukkan adanya produksi yang cenderung menurun dengan upaya penangkapan yang meningkat dari tahun 2003 sampai 2013. Hasil perhitungan potensi hasil tangkapan maksimum lestari (MSY) diestimasi sebesar 304,50 ton per tahun, dan upaya penangkapan optimumnya adalah 12.478 trip per tahun. Penurunan hasil tangkapan per upaya penangkapan dapat dijadikan salah satu indikasi bahwa kondisi penangkapan ikan selar kuning di Perairan Selat Sunda sedang mengalami gejala lebih tangkap atau overfishing.Kata kunci: Selat Sunda, potensi lestari, ikan selar kuning
ANALISIS SUMBERDAYA IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) DI PERAIRAN SELAT SUNDA YANG DIDARATKAN DI PPP LABUAN, BANTEN (Analysis of Fringescale Sardinella (Sardinella fimbriata) Resources in Sunda Strait that Landed on PPP Labuan, Banten) Rodearni Simarmata; Mennofatria Boer; Achmad Fahrudin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.605 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.149-154

Abstract

ABSTRACTFringescale sardinella (Sardinella fimbriata) is one of the economically important fish resources found in Sunda Strait waters. High economic value with the increasing demand of fish makes it as one of the main targets of capture. Intensive utilization on fringescale sardinella resulted in overfishing. The aim of this research is to identify production pattern, fishing ground, fishing season pattern and appropriate alternative management. This research carried out on April to June 2014. The results show that fringescale sardinella has a fluctuated production pattern. Fishing season for fringescale sardinella is on May-October, while the fringescale sardinella bad season (low catches) is on March. Fishing ground for fringescale sardinella in Sunda Strait waters are Labuan Bay, Tanjung Lesung, Sumur, Panaitan Strait, Rakata Island, Ujung Kulon, Sebesi Island, Tanjung Alang-alang, and Peucang Island. Management for fringescale sardinella can be accomplished by increase the mesh size, management fishing season (open-close system) and fishing areas.Keywords: Fringescale sardinella, management, PPP Labuan, Sunda Strait-------ABSTRAKIkan tembang (Sardinella fimbriata) merupakan salah satu sumberdaya ikan ekonomis penting di perairan Selat Sunda. Nilai ekonomis yang tinggi serta pemanfaatan yang terus meningkat menjadikan ikan ini sebagai salah satu target utama penangkapan. Pemanfaatan intensif sumberdaya ikan tembang dapat mengakibatkan tangkap lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola produksi, daerah tangkapan, pola musim penangkapan serta mengidentifikasi alternatif pengelolaan yang lebih tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada April hingga Juni 2014. Hasil penelitian menunjukkan pola produksi ikan tembang berfluktuatif. Musim penangkapan ikan tembang terjadi pada bulan Mei-September sedangkan musim paceklik berada pada bulan Maret. Sebaran wilayah penangkapan berada di sekitar perairan Selat Sunda yakni Teluk Labuan, Tanjung Lesung, Sumur, Selat Panaitan, Rakata, Ujung Kulon, Pulau Sebesi, Tanjung Alang-alang, dan Pulau Peucang. Pengelolaan ikan tembang dapat dilakukan dengan memperbesar ukuran mata jaring, pengaturan musim penangkapan dan daerah tangkapan.Kata kunci: Ikan tembang, pengelolaan, PPP Labuan, Selat Sunda
ANALISIS SUMBERDAYA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN KABUPATEN POHUWATO, PROVINSI GORONTALO (Resource Analysis of Skipjack (Katsuwonus pelamis) in Pohuwato, Gorontalo Province) Munirah Tuli; Mennofatria Boer; Luky Adrianto
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.416 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.109-117

Abstract

ABSTRACTSkipjack (Katsuwonus pelamis) is the one commodity that the waters of the Gulf of Tomini which potential and high economic value, and the fishermen used with various types of fishing technology. The aims of this study was to see whether the fish catches of skipjack influenced by extrinsic factors such as zones, depth, and season and knowing revenue per fishing effort. This study used primary data, especially on fish resources obtained through direct observation of research and interviews with actors fishery (fishing/crew, ship owners, collectors, officers TPI and other stakeholders), and the option to use a list of questions/questionnaire structured according to the research objectives. Secondary data were collected through the reporting of fisheries statistics include statistical data of domestic fisheries (RTP), statistics fleets and fishing gear, production data from the Department of Fisheries and Marine Gorontalo Province, Department of Fisheries and Marine Pohuwato, the Central Bureau of Statistics of Gorontalo Province Development Planning Agency Regional and Tomini Bay Sustainable Coastal Livelihoods and Management (SUSCLAM). In addition, a variety of literature supporting this research e.g. scientific publications, local publications and other documents. Data analysis was performed using resources through the stock abundance index data recording catches and the number of trips/boat/gear in the time series, to determine the allocation of fishing effort on the abundance of fish. Next will be the calculation of the catch per effort (CPUE, Catch per Unit of Effort). Analysis of the allocation of fishing effort done using monthly seasonal index (%), and forecasts an economic advantage by analysis Revenue per Unit Effort (RPUEj). The results of the study explained that the test results obtained by a factor wald gear types, depths and seasons significant effect on catches of tuna with a p-value <5%. The zone does not affect the catches of skipjack. Based on the Monthly Seasonal Index (Ij) that Ij the August high of 69, 05% then followed in July by 65, 94%. The results of the analysis Revenue per Unit Effort (RPUEj), the value of the highest RPUE for flying fish and tuna occur on in October of IDR 102,325,862.Keywords: resource analysis, skipjack, PahuwatoABSTRAKIkan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan salah satu komoditas perikanan di perairan Teluk Tomini yang potensial dan bernilai ekonomi tinggi, dimanfaatkan nelayan dengan berbagai jenis teknologi penangkapan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah hasil tangkapan ikan cakalang di pengaruhi oleh faktor ekstrinsik seperti zona, kedalaman, dan musim dan mengetahui pendapatan per upaya tangkap. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer khususnya tentang sumberdaya ikan yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian dan wawancara dengan para pelaku perikanan (nelayan/ABK, pemilik kapal, pengumpul, petugas TPI dan stakeholders lainnya), dan pilihan dengan menggunakan daftar pertanyaan/kuisioner yang terstruktur sesuai dengan tujuan penelitian. Data sekunder yang dikumpulkan melalui laporan statistik perikanan mencakup data statistik rumah tangga perikanan (RTP), statistik armada dan alat tangkap, data produksi dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pohuwato, Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta Tomini Bay Sustainable Coastal Livelihoods and Management (SUSCLAM). Selain itu, berbagai literatur yang mendukung penelitian ini misalkan publikasi ilmiah, publikasi daerah dan dokumen lainnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Indeks kelimpahan stok sumberdaya melalui.pencatatan data hasil tangkapandan jumlah trip/kapal/alat tangkap secara runtun waktu,untuk mengetahui alokasi upaya penangkapan terhadap kelimpahan ikan. Selanjutnya akan dilakukan penghitungan hasil tangkapan per upaya (CPUE, Catch per Unit of Effort). Analisis alokasi usaha penangkapan dilakukan dengan menggunakan indeks musiman bulanan (%), dan prakiraan keuntungan ekonomi dengan analisis Revenue Per Unit Effort (RPUEj). Hasil penelitian menjelaskan bahwa dari hasil uji wald diperoleh faktor jenis alat tangkap, kedalaman dan musim berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan ikan cakalang dengan p-value<5%. Adapun zona tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan cakalang.Berdasarkan Indeks Musiman Bulanan (Ij) bahwa Ij bulan Agustus yang tertinggi sebesar 69, 05 % kemudian di ikuti bulan Juli sebesar 65, 94 %.Hasil analisisRevenue Per Unit Effort (RPUEj), nilai RPUE tertinggi untuk ikan layang dan ikan cakalang terjadi pada bulan Oktober sebesar Rp 102,325,862.Kata kunci: analisis sumberdaya ikan, ikan cakalang, Pahuwato
ANALISIS DEGRADASI DAN DEPRESIASI SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL PADA PERIKANAN DOGOL DI PERAIRAN SELAT SUNDA (Degradation and Depreciation Analysis of Demersal Fish Resources on Dogol Fisheries in Sunda Strait) Selvia Oktaviyani; Mennofatria Boer; . Yonvitner
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.641 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.119-128

Abstract

ABSTRACTDogol is one type of fishing gear which is operated by fisherman in Sunda Strait with demersal fishes as dominant catches, such as goatfish, threadfin brean, ponyfish, Indian halibut and drums.The utilization was done throughout the year and without control can lead to overfishing. The aim of this research is to estimate degradation and the depreciation rate of demersal fish resources of dogol fisheries in Sunda Strait. This research was conducted on February until July 2014 in Coastal Fishing Port (PPP) Labuan, Pandeglang, Banten. Data was collected through interview and questionnaire methods to dogol fisherman and other stakeholders, as well as time series data from Ministry of Marine Affairs Pandeglang district. The results showed that the average value of degradation and depreciation rate of demersal fish resources were 0,26-0,42 and 0,26-0,43 respectively. Those values still below 0,5, it means that demersal fish resources on dogol fisheries in Sunda Strait has not been degraded and depreciation. But, the CPUE values tended to decrease, so was needed preventive action, such as restriction of fishing effort and increase the mesh size to preserve the sustainability of demersal fish resources.Keywords: Degradation, demersal fish, depreciation, dogol, Sunda StraitABSTRAKDogol merupakan salah satu jenis alat tangkap yang dioperasikan oleh nelayan di Perairan Selat Sunda dengan hasil tangkapan dominan yaitu ikan demersal seperti ikan biji nangka, kurisi, peperek, sebelah dan tigawaja. Kegiatan pemanfaatan yang dilakukan sepanjang tahun dengan tidak adanya pengontrolan dapat mengakibatkan tangkap lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju degradasi dan laju depresiasi sumberdaya ikan demersal pada perikanan dogol di Perairan Selat Sunda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2014 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Pandeglang, Banten. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dan kuisioner terhadap nelayan dogol dan stakeholder lainnya serta data time series perikanan tangkap DKP Kabupaten Pandeglang. Hasil menunjukkan bahwa sumberdaya ikan demersal memiliki pola produksi yang berfluktuasi. Rata-rata nilai koefisien degradasi dan depresiasi sumberdaya ikan demersal adalah 0,26-0,42 dan 0,26-0,43 secara berurutan. Nilai-nilai tersebut masih dibawah 0,5, artinya sumberdaya ikan demersal pada perikanan dogol di Perairan Selat Sunda diduga belum mengalami degradasi dan depresiasi. Namun, nilai CPUE cenderung mengalami penurunan, sehingga diperlukan tindakan preventif seperti pembatasan upaya tangkap dan peningkatan ukuran mata jaring untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan demersal.Kata kunci: Degradasi, ikan demersal, depresiasi, dogol, Selat Sunda
SUMBERDAYA IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta Cuvier 1817) DI PERAIRAN SELAT SUNDA YANG DIDARATKAN DI PPP LABUAN, BANTEN (Resources of Indian Mackerel (Rastrelliger kanagurta Cuvier 1817) in Sunda Strait Water that Landed on PPP Labuan, Banten) Viska Donita Prahadina; Mennofatria Boer; Achmad Fahrudin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.585 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.169-175

Abstract

ABSTRACTIndian mackerel is one of the small pelagic fish that has an important economic value and the dominant fish catches landed in PPP Labuan. The catch of Indian mackerel decreaseyear to year. Therefore Indian mackerel resources, alleged have over-exploited. The aim of this research was to identify a production pattern, fishing ground, fishing season pattern and identify a more appropriate alternative recommendation for the management of Indianmackerel. The results showedthat the production of Indian mackerel had a fluctuated seasonal pattern. The peak fishing season was in April to August while low season (low catches) in December and January. Distribution of Indian mackerel fishing grounds wasin the waters around the Sunda Strait such as RakataIsland, Rakata Kecil Island, Anak RakataIsland, Panaitan Island, Papole Island, Sebesi Island, Sebuku Island, Jongor and Tanjung Lesung. Utilization status of Indian mackerel has already overfished in biology and economics. Some recommendation for managing Indian mackerel resources that were landed in PPP Labuan such as, reduce the fishing effort, increase the mesh size, and improvementmanagement infishing season and fishing ground.Keywords: Indian mackerel, management, PPP Labuan, Sunda Strait-------ABSTRAKIkan kembung merupakan salah satu ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis penting dan merupakan ikan tangkapan dominan yang didaratkan di PPP Labuan. Hasil tangkapan ikan kembung menurun dari tahun ke tahun. Oleh sebab itu diduga ikan kembung telah mengalami eksploitasi berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola produksi, daerah tangkapan, pola musim penangkapan, serta mengidentifikasi alternatif pengelolaan yang lebih tepat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pola produksi ikan kembung berfluktuatif. Musim puncak penangkapan ikan berada pada bulan April hingga Agustus, sedangkan musim paceklik berada pada bulan Desember dan Januari. Sebaran wilayah penangkapan berada di sekitar perairan Selat Sunda seperti di P. Rakata, P. Rakata Kecil, P. Anak Rakata, P. Panaitan, P. Papole, P. Sebesi, P. Sebuku, Jongor serta Tanjung Lesung. Pengelolaan ikan kembung dapat dilakukan dengan cara mengurangi upaya penangkapan, memperbesar ukuran mata jaring, pengaturan musim penangkapan dan daerah penangkapan.Kata kunci: ikan kembung, pengelolaan, PPP Labuan, Selat Sunda
Estimasi Stok Suplai Kebutuhan Bahan Baku untuk Industri Pengolahan Ikan: Stock Assesment for Raw Materials Supply of Fish Processing Industry Yonvitner; Mennofatria Boer; Taryono; Mochammad Riyanto; Rahmat Kurnia; Isdradjat Setyobudiandi; Joko Santoso; Nandi Sukri; Kiagus Abdul Aziz
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.155 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.31058

Abstract

Industri perikanan yang berdaya saing adalah industri perikanan yang mampu mendorong tumbuhnya sektor ekonomi perikanan dengan kemandirian bahan baku. Skema industri dengan memperhatikan kekuatan stok bahan baku perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan bahan baku industri pengolahan serta proyeksi kebutuhan 2025 dari nilai pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan UMKM dan industri besar. Data dikumpulkan dari pengambilan sampel 2010-2015 dengan teknik purposive sampling yang mewakili provinsi dan jenis industri pengolahan. Data tahun 2015-2019 diperoleh dari data monitoring KKP dan laporan dari industri pengolahan. Data yang diperoleh dianalis dengan statistik inferensia dengan pemodelan dari pola distribusi data yang ada. Model distribusi data yang paling mendekati digunakan sebagai model proyeksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku ada kecenderungan selalu meningkat dengan pertumbuhan bahan baku 6,07% per tahun, pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri tumbuh 2,25 persen pertahun dan UMKM 0,57% pertahun. Dari model proyeksi sampai 2025, maka kebutuhan bahan baku kekurangan 5,9 juta 2019 sampai 9,9 juta ton tahun 2025. Kekurangan mendorong tumbuhnya industri budidaya perikanan untuk memperkuat kebutuhan bahan baku pengolahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kekurangan bahan baku dapat diatasi dengan produksi budidaya, perlunya mengembangkan pengolahan dengan jenis ikan bahan baku dari spesies yang berbeda, dan perlunya menyiapkan skema penguatan stok bahan baku melalui gudang pendingin untuk jangka panjang.
Daya Dukung Bahan Baku Industri dan UMKM Berbasis Potensi Stok pada Wilayah Pengelolaan Perikanan: Stock Capacity in MSY at FMA (MSYWPPI) for Fisheries Industry on Implementation of Fisheries Management Based on FMA Yonvitner; Mennofatria Boer; Rahmat Kurnia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v23i2.31124

Abstract

Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan perikanan berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) termasuk pada pengolahan yang menyangkut bahan baku. Potensi stok ikan lestari (maximum sustainable yield) merupakan potensi yang siap produksi sebagai konsumsi dan bahan baku olahan industri pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran stok yang tersedia di setiap WPP sebagai indikator daya dukung bahan baku untuk industri perikanan. Penelitian yang dilaksanakan tahun 2016 ini menggunakan data series 2010-2015 untuk pendugaan kapasitas bahan baku UMKM, dan data 2015-2016 untuk data kapasitas kebutuhan industri. Analisis mencakup ketersediaan bahan baku (stok pada MSY), kebutuhan bahan baku, dan daya dukung terhadap industri secara berkelanjutan dalam setahun. Daerah dengan potensi bahan baku tertinggi adalah WPP 718 yang mampu menopang lebih dari 600 UMKM, dan Industri. Rasio kebutuhan bahan baku industri 34,85% dan UMKM 65,15% dengan total bahan baku 5,05 juta ton. Potensi stok pada MSY sebesar 80% dari stok mampu mendukung 80 industri dan 3031 unit UMKM (total 3111 unit) usaha pengolahan ikan. Jumlah ini lebih rendah dari kondisi saat ini, dimana ada 650 lebih unit Industri, 6350 lebih unit UMKM. Artinya jumlah bahan baku yang tersedia tidak mencukupi untuk mendukung industri yang ada. Untuk menjamin tersedianya stok pada tiap WPP ke depan perlu perencanaan yang lebih baik. Strategi yang dapat dipilih adalah melakukan rasionalisasi industri, bukan impor ikan atau memperkuat sumber bahan baku dari budi daya ikan laut dan air tawar.
The Application of Carrying Capacity Concept for Sustainable Development in Small Island (Case Study Kaledupa Islands, Distict Wakatobi) Muh. Rasman Manafi; Achmad Fahrudin; Dietriech G. Bengen; Mennofatria Boer
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.126 KB)

Abstract

The Challenge for small islands planners and managers in Indonesia right now is to develop resources and environment service of small islands for the maximum benefit and, at the same time, to maintain the sustainable capacity of ecosystems (meaning does not exceed the carrying capacity of the ecosystems). This paper applied carrying capacity concept for sustainable development of small islands. To determine carrying capacity of utility space of small islands through two aspects: (1) freshwater, and (2) spaces. Analysis result of carrying capacity for directing utility land area (settlements and agricultures), the freshwater aspects would be fullness, if annual absorption to rainy stayed at 50%. The space area of aquatic which could be utilized for marine culture, shore and marine ecotourism there were around 70%. It was 30% recommended for marine protected zone.Keywords: sustainable development, small islands, carrying capacity .
AFINITAS SPESIES PADA KOMUNITAS ENDOPSAMMON DI ZONE INTERTIDAL DALAM KAWASAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT Ida Bagus Jelantik Swasta; Dedi Soedharma; Mennofatria Boer; Yusli Wardiatno
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.682 KB)

Abstract

Sebagai benthos hewani yang berukuran kecil dan menghuni ruang-ruang interstisial, endopsammon memiliki peranan ekologis yang amat penting dalam ekosistem laut. Karena itu, mengkaji aspek ekologi endopsammon sangat menarik. Afinitas spesies merupakan salah satu aspek ekologi yang amat penting untuk dipelajari. Dua aspek afinitas spesies yang sangat penting untuk dikaji adalah tumpang tindih relung dan asosiasi spesies khususnya dalam kaitannya dengan tingkat kekerabatan spesies dalam komunitas endopsammon.Dua tujuan yang ingin dicapai penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui secara pasti apakah tumpang tindih relung dan asosiasi spesies terjadi dalam komunitas endopsammon dan 2) untuk mengetahui secara pasti apakah tingkat tumpang tindih relung dan tingkat asosiasi spesies dipengaruhi oleh tingkat kekerabatan di antara spesies endopsammon. Beberapa lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pantai Teluk Terima, pantai Labuhan Lalang, dan pantai Teluk Banyuwedang yang berada dalam kawasan Taman Nasional BaliBarat. Di semua lokasi ini dibuat 25 stasiun penelitian, dan di setiap stasiun contoh substrat diambil pada tiga tingkat kedalaman yaitu 0-5 cm, 5-10 cm, dan 10-15 cm. Contoh substrat diambil dengan menggunakan core, sedangkan ekstraksi contoh dilakukan dengan metode Uhlig, metode pembasuhan dan metode pengapungan. Spesimen yang didapat diawetkan dengan menggunakan larutan formalin 10 %, dan diwarnai dengan larutan Rose Bengal. Pengamatan dan identifikasi specimen dilakukan dengan menggunakan mikroskop. Data yang didapat dianalisis dengan pendekatan statistik. Beberapa hasil dari penelitian ini adalah: 1) secara umum, diantara spesies endopsammon terjadi tumpang tindih relung dan asosiasi, dan 2) tingkat tumpang tindih relung dan tingkat asosiasi spesies dipengaruhi oleh tingkat kekerabatan diantara spesies endopsammon.Kata kunci: endopsammon, tumpang tindih relung, asosiasi spesies.
EVALUASI PENEBARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI WADUK DARMA, JAWA BARAT Didik Wahju Hendro Tjahjo; Mennofatria Boer; Ridwan Affandi; Ismudi Muchsin; Dedi Soedarma
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2004): Desember 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.705 KB)

Abstract

Evaluasi keberhasilan penebaran udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di Waduk Darma yang memiliki luas genangan 400 ha telah dilaksanakan berdasarkan penebaran dari April 2002 sampai Maret 2003. Udang galah yang ditangkap dengan jaring lempar mencapai 57 - 624 ind/bulan atau sama dengan 1.3 - 35.0 kg/bulan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penarikan contoh acak berlapis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan di Waduk Darma baik fisika maupun kimia mendukung pertumbuhan udang galah. Pada kondisi tersebut laju pertumbuhan udang galah cukup tinggi dengan koefisien pertumbuhan K antara 0.88 - 1.59 dan L∞ sama dengan 36.2 cm untuk jantan, K antara 0.87 - 1.55 dan L∞ sama dengan 25.9 cm untuk betina. Kondisi makanan yang tersedia cukup untuk pertumbuhan. Interaksi dengan komunitas ikan lainnya relatif rendah. Keberhasilan penebaran mencapai 10.5% dengan laju eksploitasi antara 0.06 sampai 0.80.Kata kunci: Macrobrachium rosenbergii, penebaran, pertumbuhan, penangkapan, waduk.
Co-Authors . Khairunnisa . Theresia . Zairion A. Aman Damai Abubakar, Salma Achmad Fachrudin Achmad Fachrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin ACHMAD FARAJALLAH Achmadi, Muhammad Rifqi Adibrata, Sudirman Afiyatus sholihah Agus Alim Hakim Ahmad Muhtadi Ahmad, Aditiyawan Akhmad Fauzi Ali Mashar Ali Suman Ali Suman Ali Suman Ali Suman Amiruddin Tahir Anandinta permatachani Andi Irwan Nur, Andi Irwan Andin H Taryoto Angga Airlangga Ani Mardiastuti Aria Damar Ario Damar Auliah, Armi Awal . Subandar, Awal . Awal Subandar Azizah, Hikmatul Bahtiar, . Beatrix M. Rehatta Cecep Kusmana Daniel R . Monintja Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Daniel R. Monintja David Hermawan de la Rosa, Emilio Dedi Soedarma Dedi Soedharma Dedi Soedharma DEDI SOEDHARMA Desniar - - Desrita Destilawati Destilawati Destilawaty, Destilawaty Dewayani Soetrisno Dewayani Sutrisno Didik Wahju Hendro Tjahjo Dietriech G Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dori Rachmawani Edy Supriyono Efin Muttaqin Ermayanti Ishak Ernan Rustiadi Ernik Yuliana Ety Parwati Eva Suryaman Farid Ma’ruf, Widodo Fredinan Yulianda Gani, M. Jarier Abdillah Gatot Yulianto Gatot Yulianto Georgina M. Tinungki Gladys Peuru H Eidman Habibi, A Haeruddin . Handaka, Asep Agus Handoko Adi Hanif Wafi Hanif Wafi Harpasis S . Sanusi Helmy Akbar Helmy Akbar Hermawan, David Hikmatul Azizah Hikmatul Azizah I Made Dwi Ismawan I Nyoman Suyasa I Wayan Nurjaya Ida Bagus Jelantik Swasta Ikhlas Yati Iman Wahyudin Indra . Indra Jaya Inggrid Wahyuni Eviasta Irwan Muliawan Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Ismudi Muchsin Jabbar, Meuthia Aula Johanes Widodo John Haluan John Haluan Joko Santoso Julia Syahriani Hasibuan Kadarwan Soewardi Kadarwan Suwandi Kadarwan Suwardi Kardiyo Prapto Kardiyo Kardiyo Praptokardiyo Kiagus Abdul Aziz Kiagus Abdul Aziz Kusumo, Suryo Lilis Sadiyah Lindawati Lindawati Luky Adrianto M Mukhlis Kamal M. Mukhlis Kamal Maizan Sharfina Majariana Krisanti Marimin , Martini Djamhur Martini Djamhur Martini Djamhur Masykur Tamanyira Mochammad Riyanto Mohammad Muhklis Kamal Mohammad Mukhlis Kamal Mr. Suharsono Muarif Muarif Muarif Muarif Muh. Rasman Manafi Muhammad Kasnir Mulyono S. Baskoro Munawar Munawar Munirah Tuli Nandi Sukri Ngurah N . Wiadnyana Nidya Kartini Nidya Kartini Nidya KARTINI Niken T.M Pratiwi Nufaiza Fitri Chandra Utami Nurfajar, Nurfajar Nurlisa Alias Butet Nurul Khakhim Nurul Khakhim Nurul Najmi Octoriani, Widyanti Omega Raya Simarangkir Parwinia . Rahmat Kurnia Reny Puspasari Reza Alnanda Riana Faiza Ridwan Affandi RIDWAN AFFANDI Riska Puspita Rodearni Simarmata Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Romy Ketjulan, Romy Rudi Alek Wahyudin Rumagia, Faizal Sadikin Amir Salma Abubakar Sapda Putri Sadewi Selvi Oktaviyani Selvia Oktaviyani Setyo Budi Susilo Shifa Fauziah Sigid Hariyadi Sigid Hariyadi Sugeng Budiharsono Sugeng Budiharsono Suharsono, Mr. Sulistiono Sulistiono Sulistiono Supriyadi, Adi Spy Suradi Wijaya Saputra Surya Genta Akmal Surya Gentha Akmal Suryo Kusumo Susanto, Handoko Adi Sutaman, Sutaman Sutrisno Sukimin Tamanyira, Masykur Taryono Taryono Thomas Hidayat Tri Ernawati Tridoyo Kusumastanto Unstain NWJ Rembet Vera Ardelia Vera Ardelia Vera Ardelia Vincentius P Siregar Viska Donita Prahadina Wafi, Hanif Widodo Farid Ma’ruf Wulandari Sarasati Yon Vitner Yonvitner - Yunizar Ernawati Yunizar Ernawati Yunizar Ernawati Yusli Wardianto Yusli Wardiatno Zenty Islamiati Zulfikar, Andi Zulhamsyah Imran