Claim Missing Document
Check
Articles

Anticancer Activity and Chemical Compounds of Suren Heartwood Extract (Toona sureni) Rita K Sari; Wasrin Syafii; Suminar A Achmadi; Muhammad Hanafi; Yanotama T Laksana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.145 KB) | DOI: 10.51850/jitkt.v10i1.120

Abstract

The aims of this research were to determine the yield extracts from continuous extraction of suren heatwood (Toona sureni) in n-hexane, ethyl acetate and methanol solvents, to evaluate this extracts using in vitro anticancer tests (antioxidant, brine shrimp lethality test /BSLT, antiproliferative effects to HeLa servical cancer cell lines, Raji limphoma cancer cell lines, and Vero normal cell lines), and to analyze the best extract based on the anticancer activities. This experiment showed that the yield of methanolic, ethyl acetate, and n-hexane extracts were 0.43%, 0.25%, and 0.18% respectively. The methanolic and ethyl acetate extracts had the high antioxidant activities with EC50 51 and 68 μg ml-1 respectively. Based on BSLT, the ethyl acetate extract was the most active extract (LC50 40 μg ml-1), it followed by the methanolic extract (LC50 116 68 μg ml-1 ), and the n-hexane extract (LC50 161 68 μg ml-1). Further testing showed that the ethyl acetate extract had high antiproliferative effects to Raji (IC50 31 μg ml-1) and HeLa (IC50 65 μg ml-1), but it was more secure against Vero cell lines (IC50 105 μg ml-1). Whereas compounds such as catechol, linalool, and sitosterol contributed to the high anticancer activities of this ethyl acetate extract.Key words: anticancer activity, HeLa cell lines, Raji cell lines, Toona sureni, Vero cell lines
Sifat Dasar Tanaman Mengkuang (Pandanus artocarpus Griff) Basic Properties of Mengkuang Plant (Pandanus artocarpus Griff) Hikma Yanti; Wasrin Syafii; Nyoman J Wistara; Fauzi Febrianto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1960.759 KB) | DOI: 10.51850/jitkt.v16i1.437

Abstract

The aim of this research were to determine the  extractive,  α-cellulose, hemicellulose, lignin, and sugar composition of hemicelluose for raw materials and pulp of mengkuang (Pandanus artocarpus Griff) leave and stem. Delignification was carried out by alkaline process with NaOH 20% and 25% at 170 oC for 4 h. The chemical and physical analyses were done using Fourier Transform Infrared Spectroscopy, X-Ray Diffraction, High Performance Liquid Chromatography, and Scanning Electron Microscopy. The leaves and stem of mengkuang  containing extracts of 6.99% and 4.80%, cellulose 35.02% and 40.29%, hemicellulose 33.12% and 31.19%, lignin 29.10% and 26.84%, respectively. The syringyl, guaiacyl, and p-hydroxyphenil composition  in mengkuang leaves and steam  were 40.00%, 41.82%, 19.24% and  39.81%, 41.82%, 18.37%. The hemicellulose in the leaves and stem consisted of glucose, arabinose, xylose, mannose, rhamnose, and galactose. The highest pulp yield (41.71%) was obtained from pretreatment of 20% NaOH in the stem. Pulp of leaves and stem contained α cellulose, hemicellulose, and total lignin content of 88.19%, 7.95%, 14.36%, and 88.27%, 10.17%, 13.83%. The highest crystallinity of pulp (70.00%) was obtained from the stem at a concentration of 25% NaOH, and the lowest (58.18%) was obtained from the leaves at a concentration of 25% NaOH. 
Karakteristik Lignin Empat Jenis Bambu (Lignin Characteristic of Four Bamboo Species) Deded S Nawawi; Rita K Sari; Nyoman J Wistara; Adesna Fatrawana; Puji Astuti; Wasrin Syafii
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.44 KB) | DOI: 10.51850/jitkt.v17i1.456

Abstract

Lignin is one of the major component of bamboo, together with cellulose and hemicellulose, which may differ comparing to wood lignin. Lignin characteristics of four bamboos species, i.e.  betung (Dendrocalamus asper), ampel (Bambusa vulgaris), andong (Gigantochloa nigrociliata), and tali (Gigantochloa apus) were investigated. As lignin characteristics;  lignin content and proportion of lignin monomer were investigated by Klason method, UV spectrophotometry, and Pyrolysis Gas-Chromatography analysis, respectively. Lignin content of bamboos varies depending on species and position of sample. Bamboo lignin was categorized into syringyl-guaiacil-p-hydroxyohenil (S-G-H) lignin. There was high correlation between proportion of syringyl unit with acid-soluble lignin obtained during Klason lignin procedure.
Sifat-Sifat Arang Aktif Kulit Batang Sagu Hasil Karbonisasi Hidrotermal Herman Siruru; Wasrin Syafii; Nyoman J. Wistara; Gustan Pari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/jitkt.v18i1.543

Abstract

Kulit batang sagu merupakan salah satu limbah padat pengolahan tepung sagu (Metroxylon sp) yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku arang aktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat-sifat arang aktif kulit batang sagu yang dibuat melalui metode karbonisasi hidrotermal dan aktivasi steam. Pembuatan arang aktif didahului dengan pembuatan prekursor (bahan awal pembuatan arang aktif) melalui metode hidrotermal pada suhu 250 °C dan dilanjutkan dengan aktivasi pada suhu 800 °C selama 0, 60, 80, dan 100 menit. Pengujian proximat dan daya jerap iodin menggunakan standar SNI dan pengamatan struktur arang aktif menggunakan X-ray diffraction (XRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen 45,90-55,70%, kadar air 5,82-7,06%, zat terbang 5,66-9,40%, kadar abu 12,24-14,54%, karbon terikat 78,36-79,80%, daya jerap iodin 455,59-759,86 mg.g-1, dan derajat kristalinitas 31,66-38,81%. Arang aktif terbaik adalah arang aktif kulit sagu perlakuan steaming 80 menit yang memiliki daya jerap iodin sesuai dengan SNI 06-3730-1995 yaitu ≥750 mg.g-1. 
Antidiabetic Activities and Identification of Chemical Compound from Samama (Anthocephalus macrophyllus (Roxb) Havil) Laela Nur Anisah; Wasrin Syafii; Gustan Pari; Rita Kartika Sari
Indonesian Journal of Chemistry Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.981 KB) | DOI: 10.22146/ijc.25492

Abstract

Samama (Anthocephalus macrophyllus) is one of a pioneer indigenous fast growing species in Indonesia which have been used as traditional medicine for various diseases. The objectives were to determine the yield extract, to analyze their antidiabetic activity by inhibition assay for α-glucosidase enzyme activity and chemical analysis with GCMS. Extraction of leaves, bark and wood samples were done by using ethanol 95%. Fractionation the most active  ethanol extract was conducted by using n-hexane and ethyl acetate. The yield of ethanol extracts in leaves, bark and wood were 13.90%, 12.87%, and 2.18% respectively. Based on antidiabetic activity assay, the bark ethanol extract was the most active extract by the IC50 value of 5.86 μg mL-1. Phytochemical analysis on bark ethanol extracts showed that they contained flavonoid, quinon, triterpenoid, saponin and tannin which were assumed have high contribution in antidiabetic activities. The result of fractionation ethanol extract bark showed that the ethyl acetate fraction was the most active fraction (IC50 6.82 μg mL-1). GCMS analysis indicated the presence of dominant phenolic compounds such as pyrocatechol, antiarol, isopropyl myristate and phenol in which were suspected have antidiabetic activity. These results strongly suggested that ethyl acetate fraction of Samama bark was a potential natural source for antidiabetic agents.
PENGARUH ZAT EKSTRAKTIF KAYU GAMAL (Gliricidia sepium Jacq.) TERHADAP NILAI KALOR Rahmi Mauladdini; Wasrin Syafii; Deded Sarip Nawawi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.125–134

Abstract

Pengembangan jenis kayu gamal (Gliricidia sepium Jacq.) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kayu energi di pedesaan. Penelitian mengenai zat ekstraktif pada tanaman gamal sudah banyak dilakukan, namun informasi mengenai pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor masih sangat sedikit. Pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor dapat diketahui dengan cara menganalisis senyawa ekstraktif yang terdapat pada kayu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa ekstraktif yang berpengaruh terhadap perubahan nilai kalor kayu. Serbuk kulit dan kayu gamal diekstraksi dengan cara maserasi bertingkat menggunakan pelarut yang memiliki kepolaran berbeda. Serbuk yang telah bebas ekstraktif kemudian diukur nilai kalornya. Untuk memastikan pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor, ekstrak kulit dan kayu gamal tersebut ditambahkan ke serbuk batang sawit, lalu diukur kenaikan nilai kalornya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zat ekstraktif pada kulit dan kayu gamal berpengaruh terhadap perubahan nilai kalor, dan, penghilangan zat ekstraktif dengan menggunakan pelarut yang berbeda menyebabkan penurunan nilai kalor yang berbeda. Penurunan nilai kalor paling tinggi (4,03%) dihasilkan dari zat ekstraktif kulit gamal yang terlarut pelarut non-polar (n-heksana). Penambahan ekstraktif kayu gamal ke serbuk batang sawit juga menyebabkan peningkatan nilai kalor. Analisis fitokimia dan LC-MS/MS terhadap ekstraktif terlarut n-heksana dari kulit kayu gamal mendeteksi adanya kelompok senyawa terpena, amida, alkaloid, flavonoid, coumarin, dan benzopyrans. Berdasarkan hasil penelitian ini, senyawa terlarut n-heksana diduga paling berpengaruh terhadap nilai kalor.
Digestibility of Betung Bamboo Fiber Following Fungal Pretreatment Fatriasari, Widya; Syafii, Wasrin; Wistara, Nyoman J.; Syamsu, Khaswar; Prasetya, Bambang
Makara Journal of Technology Vol. 18, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research evaluated the effect of fungal pretreatment of betung bamboo fibers and enzymatic- and microwaveassisted hydrolysis on the reducing sugar yield. The enzymatic hydrolysis of the pretreated biomass was carried out with cellulase and 10 and 20 FPU/g of substrate in a shaking incubator at 50 °C and 150 rpm for 48 h. The sulfuric acid concentration used in the microwave-assisted acid hydrolysis was 1.0, 2.5, and 5%, either with or without the addition of activated carbon. Microwave irradiation (330 Watt) was applied for 5–12.5 min. The yield of reducing sugar was better with the microwave-assisted acid hydrolysis, and the yield tended to increase with an increase in the irradiation time. Based on the dry weight of the initial biomass (bamboo), pretreatment with 5% inoculum loading resulted in a higher reducing sugar yield (17.06%) than with 10% inoculum loading (14.54%). At a 1% acid concentration, the formation of brown compounds decreased, followed by a reduction in the reducing sugar yield. The addition of activated carbon at a 1% acid concentration seemed to be of no benefit with respect to the yield in the microwaveassisted acid hydrolysis. The pretreatment with the 5% inoculum loading for 12.5 min at 1% acid concentration resulted in the highest reducing sugar yield. Under these conditions, the yield was 6.3-fold that of the reducing sugar yield using 20 FPU/g of cellulase. The rate of bamboo hollocellulose hydrolysis reached 22.75% of the maximum theoretical reducing sugar reducing sugar of dry biomass.
PENGARUH ZAT EKSTRAKTIF KAYU GAMAL (Gliricidia sepium Jacq.) TERHADAP NILAI KALOR Rahmi Mauladdini; Wasrin Syafii; Deded Sarip Nawawi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.125–134

Abstract

Pengembangan jenis kayu gamal (Gliricidia sepium Jacq.) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kayu energi di pedesaan. Penelitian mengenai zat ekstraktif pada tanaman gamal sudah banyak dilakukan, namun informasi mengenai pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor masih sangat sedikit. Pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor dapat diketahui dengan cara menganalisis senyawa ekstraktif yang terdapat pada kayu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa ekstraktif yang berpengaruh terhadap perubahan nilai kalor kayu. Serbuk kulit dan kayu gamal diekstraksi dengan cara maserasi bertingkat menggunakan pelarut yang memiliki kepolaran berbeda. Serbuk yang telah bebas ekstraktif kemudian diukur nilai kalornya. Untuk memastikan pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor, ekstrak kulit dan kayu gamal tersebut ditambahkan ke serbuk batang sawit, lalu diukur kenaikan nilai kalornya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zat ekstraktif pada kulit dan kayu gamal berpengaruh terhadap perubahan nilai kalor, dan, penghilangan zat ekstraktif dengan menggunakan pelarut yang berbeda menyebabkan penurunan nilai kalor yang berbeda. Penurunan nilai kalor paling tinggi (4,03%) dihasilkan dari zat ekstraktif kulit gamal yang terlarut pelarut non-polar (n-heksana). Penambahan ekstraktif kayu gamal ke serbuk batang sawit juga menyebabkan peningkatan nilai kalor. Analisis fitokimia dan LC-MS/MS terhadap ekstraktif terlarut n-heksana dari kulit kayu gamal mendeteksi adanya kelompok senyawa terpena, amida, alkaloid, flavonoid, coumarin, dan benzopyrans. Berdasarkan hasil penelitian ini, senyawa terlarut n-heksana diduga paling berpengaruh terhadap nilai kalor.
BIOMASSA SEBAGAI MATERIAL ELEKTRODA SUPERKAPASITOR Nur Adi Saputra; Deded Sarip Nawawi; Akhiruddin Maddu; Gustan Pari; Wasrin Syafii
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.3.189-202

Abstract

Piranti penyimpanan dan distribusi listrik akan menjadi sangat penting di masa depan untuk mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam jaringan listrik. Teknologi superkapasitor dianggap sebagai alternatif yang paling menjanjikan untuk baterai Li-ion, yang memiliki bahan Lithium terbatas.. Namun, sifat kerapatan energi yang masih rendah menjadi kelemahan superkapasitor, walaupun memiliki kepadatan daya yang tinggi. Elektroda superkapasitor berbasis karbon aktif memiliki potensi ideal untuk dikembangkan. Atribut inheren karbon aktif, sifat pori dan gugus fungsi, bertanggung jawab dalam peningkatan kinerja superkapasitor. Tantangan utama para peneliti adalah distribusi ukuran pori, mikro (<2nm), meso (2 – 50 nm) dan makro (>50 nm), yang beragam pada karbon aktif. Pori mikro berdampak terhadap peningkatan nilai  kapasitansi spesifik yang akan mendorong peningkatan kepadatan energi. Pori meso berdampak terhadap aksesbilitas permukaan elektroda secara keseluruhan oleh ion elektrolit. Penelitian-penelitian ke depan akan lebih memperhatikan teknik karbonisasi dan aktivasi karbon aktif untuk meningkatkan kualitas permukaan karbon aktif.
BIOMASSA SEBAGAI MATERIAL ELEKTRODA SUPERKAPASITOR Nur Adi Saputra; Deded Sarip Nawawi; Akhiruddin Maddu; Gustan Pari; Wasrin Syafii
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.3.189-202

Abstract

Piranti penyimpanan dan distribusi listrik akan menjadi sangat penting di masa depan untuk mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam jaringan listrik. Teknologi superkapasitor dianggap sebagai alternatif yang paling menjanjikan untuk baterai Li-ion, yang memiliki bahan Lithium terbatas.. Namun, sifat kerapatan energi yang masih rendah menjadi kelemahan superkapasitor, walaupun memiliki kepadatan daya yang tinggi. Elektroda superkapasitor berbasis karbon aktif memiliki potensi ideal untuk dikembangkan. Atribut inheren karbon aktif, sifat pori dan gugus fungsi, bertanggung jawab dalam peningkatan kinerja superkapasitor. Tantangan utama para peneliti adalah distribusi ukuran pori, mikro (<2nm), meso (2 – 50 nm) dan makro (>50 nm), yang beragam pada karbon aktif. Pori mikro berdampak terhadap peningkatan nilai  kapasitansi spesifik yang akan mendorong peningkatan kepadatan energi. Pori meso berdampak terhadap aksesbilitas permukaan elektroda secara keseluruhan oleh ion elektrolit. Penelitian-penelitian ke depan akan lebih memperhatikan teknik karbonisasi dan aktivasi karbon aktif untuk meningkatkan kualitas permukaan karbon aktif.
Co-Authors Abdul Aziz Darwis Achmad Achmad Achmad Achmad Adesna Fatrawana Adesna Fatrawana Akhiruddin Maddu Akhirudin Maddu Akhirudin Maddu Akhirudin Maddu Amril Aman Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ani Suryani Anne Carolina Bambang Prasetya Bambang Prasetya Bambang Prasetya Bayu Febram Prasetyo Bintang C. H. Simangunsong Buchari Buchari Buchari Buchari Deded Sarip Nawawi Deded Sarip Nawawi Denny Irawati Desi Melianti Dewi R Agungpriyono E Gumbira Sa, E Gumbira Eka Novriyanti Eka Novriyanti Eko Budi Santoso Eko S Pribadi Elis Nina Herliyana ENDANG SUHENDANG Erdy Santosa Erdy Santosa Eva Harlina Evie Nihayah Fabianus Ranta Fahriya Puspita Sari Faizatul FALAH Fathul Yusro Fauzi Febrianto Gunawan Pasaribu Gunawan Pasaribu Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Gustini Syahbirin Hamidi, Zikri Herman Siruru Herman Siruru Hikma Yanti Hiroyuki Yamamoto Husni Y Rosadi, Husni Y I MADE ARTIKA I Nyoman Jaya Wistara IGK Tapa Darma Illah Sailah Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Irmanida Batubara Irnayuli R. Sitepu Irnayuli R. Sitepu Iskandar Z Siregar Istie Rahayu Izza Firdausi Hadiyanto Jemi, Renhart Juliasman Juliasman Karliati, Tati Khaswar Syamsu Kosei Yamauchi Kurnia Sofyan Kurnia Sofyan Kurnia Sofyan Laela N. Anisah Laela Nur Anisah Latifah K. Darusman Latifah K. Darusman Lucky Risanto M. Daud Maggy T Suhartono Maggy T Suhartono Maman Turjaman Maman Turjaman Maya Ismayati Mody Lempang Mody Lempang Mody Lempang Mody Lempang Muflihati Muflihati Muhammad Adly Rahandi Lubis Muhammad Fadli Muhammad Hanafi Nissa Nurfajrin Solihat Norman Razief Azwar Nugraha, Arifin Budiman Nur Adi Saputra Nur Adi Saputra Nur Azizah Prayogo, Yanico Hadi Pudja Mardi utomo Pudja Mardi utomo Purwoko, Agus Rahmi Mauladdini Rahmi Mauladdini Renhart Jemi Rita K Sari Rita Kartika Sari Romi Irka Putra S Heris Anita, S Heris Saat Egra Santiyo Wibowo Santiyo Wibowo Santiyo Wibowo Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi DARMAWAN Simon Taka Nuhamara Simon Taka Nuhamara Siruru, Herman Siti Maemunah Siti Sa&#039;diah Siti Sa'diah Soetrisno Hadi Soetrisno Hadi Sri Familasari Suminar A Achmadi Suminar S Achmadi Syamsul Arifin Tohru Mitsunaga Umi Cahyaningsih Widya FATRIASARI Widya FATRIASARI Widya Fatriasari Yanico Hadi Prayogo Yanotama T Laksana Yanti Hikma Yusup AMIN