Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Korelasi Absolute Lymphocyte Count (ALC) Dan Nilai Cycle Threshold (CT) Dari Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Pasien Covid-19 Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Periode Juli 2020-Juli 2021 Angelia, Tisa; Kurniati, Intanri; Busman, Hendri; Darwis, Iswandi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i7.15326

Abstract

COVID-19 merupakan pandemi global yang menyebabkan banyak kematian. Baku emas diagnosis COVID-19 adalah RT-PCR. Pemeriksaan hematologi merupakan screening untuk COVID-19. Keparahan pasien COVID berhubungan dengan penurunan CT value dan limfopenia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi ALC dan nilai CT pasien COVID-19 di RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode cross sectional yang menggunakan data sekunder berupa rekam medis periode Juli 2020-Juli 2021. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Primer yang di gunakan yaitu MBioCoV-19 yang menargetkan gen RdRp dan ORF1b dari virus SARS-CoV-2. Nilai CT dinyatakan positif jika <40. Data di analisis menggunakan uji korelasi pearson. Sampel terdiri dari 40 laki-laki (34,8%) dan 75 perempuan (65,2%) dengan rata rata usia 43,61 tahun. Distribusi penyakit penyerta yaitu 34 orang (29,6%) dengan diabetes melitus (13%), hipertensi (9,6%) dan penyakit ginjal (7%). Rerata ALC yaitu 1516,4 Sel/μL. Rerata CT value untuk gen ORF1b dan RdRp masing-masing yaitu 25,479 dan 27,996. Terdapat korelasi positif antara ALC dan CT value gen ORF1b (p=0.032 r=0.2). Terdapat korelasi positif antara ALC dan CT value gen RdRp (p=0.048 r=0.185). Terdapat korelasi positif secara signifikan dengan kekuatan korelasi lemah (ORF1b) dan sangat lemah (RdRp) antara ALC dengan CT value kedua gen spesifik SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
A Case Report: Side Effect Of Linezolid In Pulmonary Rifampicin Resistance Tuberculosis Mustofa, Syazili; Karina, Salwa Al; Putri, Giska Tri; Busman, Hendri; Syakir, Muhammad Addin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.18144

Abstract

Linezolid is a very potent treatment for pulmonary tuberculosis, but it has some side effects. Patients with drug-resistant pulmonary tuberculosis may experience anemia as a side effect of taking the multidrug-resistant tuberculosis medication Linezolid. A 58-year-old man's primary complaint in one case reported to RSUD dr. H. Abdul Moeloek Lampung was a weakness. The diagnosis was made based on anamnesis, a physical examination, and supporting examinations. Treatment was given both pharmacologically and non-pharmacologically, including the intervention to discontinue Linezolid. Although linezolid-based combination therapy in program conditions is associated with favorable outcomes, side effects should be monitored closely, which may require discontinuation of the drug and taking appropriate steps to treat side effects. 
Literature Review: Antioxidant Activity of Water Apple Leaves (Syzygium aqueum) Justisia, Adilla; Susianti; Jausal, Anisa Nuraisa; Busman, Hendri
Medula Vol 14 No 10 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i10.1321

Abstract

Antioxidant is a complex inhibit, prevent or dampen the reactions of free radicals and oxidants, as well as to prevent tissue damage. Antioxidant works by donating one of its electron to oxidant compounds thereby inhibiting the activity of these oxidant compounds. An imbalance between antioxidants and free radicals, where free radicals are more prevalent, can damage molecular organisms and cause oxidative stress that triggers damage to body cells. Oxidative damage to DNA triggers mutations that initiates cancer, cardiovascular disease, neurodegenerative disorder, autoimmune diseases, aging processes and several hereditary diseases. Currently, the use of natural antioxidants as traditional treatments is widely consumed by the community. Natural antioxidants are found in several plant sources, it is known to be more affordable and have lower side effects, making it as popular treatment choice in the community. One of the plants with a high antioxidant content is the water apple leaf (Syzygium aqueum) which rich in flavonoids, phenolics, and tannins. DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) is a common method to measure antioxidant activity, it works with the principle of hydrogen capture from antioxidants by free radicals. The parameter IC50 is used to represents the sample concentration required to capture 50% of DPPH radicals. Several studies using the DPPH method have shown that water apple leaves have strong antioxidant activity, indicated by its low IC50 value. The lower the IC50 value, the stronger the antioxidant activity.
Uji Potensi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Anthelmintik Terhadap Ascaridia galli pada Ayam Petelur (Gallus domesticus) Utami, Hanifa Fauzia; Rosa, Emantis; Pratami, Gina Dania; Busman, Hendri
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 3 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i3.6475

Abstract

Dalam menjalankan usaha peternakan unggas, para peternak tak lepas dari hambatan dan masalah yang harus dihadapi, salah satunya adalah penyakit yang menyerang unggas. Ascaridia galli merupakan nematoda parasitik yang sering ditemukan pada unggas. Penanggulangan cacing oleh peternak dapat dilakukan dengan pemberian anthelmintik dari bahan-bahan kimiawi atau anthelmintik sintetik. Namun, penggunaan anthelmintik sintetik dalam jangka panjang dapat mengakibatkan resistensi terhadap cacing dan meninggalkan residu pada daging serta telur. Oleh karena itu, disarankan menggunakan bahan alami. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui potensi tepung daun kelor dan efektivitasnya sebagai anthelmintik terhadap A. galli. Perlakuan pemberian tepung daun kelor dilakukan dengan cara dicampurkan pada pakan dengan 4 dosis berbeda selama 14 hari. Data jumlah telur cacing dalam Egg Per Gram (EPG) kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan didapatkan perbedaan yang signifikan, maka selanjutnya dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun kelor berpotensi sebagai anthelmintik terhadap cacing A. galli karena mampu mereduksi nilai EPG sebelum perlakuan. Dosis efektif pemberian tepung daun kelor yakni terdapat pada dosis 20% dari 120 kg pakan namun belum mampu mencapai standar efektivitas (≥ 95 %).  
Pengamatan Kerusakan Histopatologi Jantung Pada Mencit Hiperglikemia Yang Diberi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura) Putri, Lolyta Mutiara; Busman, Hendri; Ernawiati, Eti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Emulgel Berbasis Ekstrak Tanaman Herbal dalam Terapi Topikal Amani Raya, Latansa; Mustofa, Syazili; Tri Putri, Giska; Busman, Hendri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp46-56

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran emulgel berbasis ekstrak tanaman herbal dalam terapi topikal melalui pendekatan kajian literatur sistematis menggunakan metode PRISMA. Sebanyak 81 artikel diidentifikasi dari basis data Scopus dengan kata kunci “Emulgel” AND “Topical” AND (“Herbal” OR “Plant”), dan 14 penelitian yang memenuhi kriteria inklusi tahun 2020–2025 dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa emulgel merupakan sistem penghantaran obat yang inovatif karena mampu menggabungkan keunggulan emulsi dan gel, menghasilkan stabilitas fisik yang baik, daya sebar optimal, serta peningkatan penetrasi zat aktif ke kulit. Berbagai formulasi herbal menunjukkan aktivitas terapeutik yang signifikan, seperti antiinflamasi, antipsoriatik, antimikroba, penyembuhan luka, dan regenerasi kulit. Integrasi beberapa ekstrak dan minyak herbal juga memberikan efek sinergistik yang meningkatkan efektivitas biologis serta stabilitas fitokonstituen. Berdasarkan temuan empiris, emulgel berbasis tanaman herbal memiliki prospek besar sebagai dasar pengembangan fitofarmaka topikal yang aman, efektif, dan sesuai dengan tren pengobatan alami berbasis bukti ilmiah. Namun, diperlukan penelitian lanjutan berskala klinis untuk memastikan keamanan dan efektivitas jangka panjang dari formulasi ini. Kata kunci: emulgel, tanaman herbal, terapi topikal
SOSIALISASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PUSKESMAS CAMPANG RAYA, KELURAHAN CAMPANG JAYA, KOTA BANDAR LAMPUNG Busman, Hendri; Cahyani, Endang Nur; Bilqis, Khorina Fatin; Hadibrata, Exsa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3662

Abstract

Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan bagian penting dari layanan Kesehatan Reproduksi Esensial. Masa remaja merupakan masa peralihan, masa peralihan ini ditandai dengan perubahan signifikan dalam aspek biologi, psikologis dan sosial. Faktor internal yang mempengaruhi adalah pengetahuan dan sikap individu itu sendiri, sementara faktor eksternal meliputi lingkungan di sekitar, seperti lingkungan keluarga, peran guru sebagai pendidik, dan interaksi dengan teman sebaya. Selain itu, sumber-sumber informasi mengenai kesehatan reproduksi juga termasuk dalam faktor eksternal yang turut berkontribusi dalam membentuk pemahaman dan perilaku remaja. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan reproduksi remaja dan dampak negatif dari kurang pedulinya remaja terhadap kesehatan reproduksi remaja di Puskesmas Campang Raya, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melakukan perancangan serta pembuatan bahan praktik untuk kegiatan pengabdian masyarakat, sekaligus menyampaikan materi terkait kesehatan reproduksi remaja dengan menggunakan metode penyuluhan sebagai pendekatan utama dalam proses pembelajaran. Hasilnya yaitu para remaja memiliki pengetahuan terkait kesehatan reproduksi remaja setelah dilakukan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, sehingga para remaja dapat menjawab pertanyaan dengan baik setelah pemateri mengajukan pertanyaan secara lisan. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan harapan dapat membantu para remaja memahami berbagai aspek mengenai kesehatan reproduksi remaja.
Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Kulit Batang Bakau (Rhizophora Apiculata) Terhadap Kerusakan Ginjal Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Sparague Dawley Maulana, Rifadly Yusril; Mustofa, Syazili; Busman, Hendri; Kurniawaty, Evi
Medula Vol 16 No 1 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i1.1652

Abstract

Toxicity testing is a test to detect toxic effects of a substance in a biological system to obtain characteristic dose-response data from the test preparation. Rhizophora apiculata contains compounds such as alkaloids, flavonoids, triterpenoids, steroids, saponins, and tannins. Tannins are active compounds with potential antioxidant properties. This study is an experimental study using a Posttest Only Control Group Design and was conducted over 28 days on 30 rats divided into 5 groups: the control group (K), Treatment Group 1 at 114 mg/kg body weight (P1), Treatment Group 2 at 228 mg/kg body weight (P2), Treatment Group 3 at 456 mg/kg body weight (P3), and Treatment Group 4 at 912 mg/kg body weight (P4). Data were analyzed using the Kruskal-Wallis statistical test and the Mann-Whitney Post Hoc test. Based on the results of the Kruskal-Wallis statistical test, a p-value of 0.000 was obtained. Meanwhile, based on the results of the Mann-Whitney Post hoc statistical test, groups K, P1, P2, P3, and P4 showed significant differences (p<0.05), while groups P2 and P3, which received intervention or treatment, showed insignificant differences. Administration of mangrove bark extract (Rhizophora apiculata) for 28 days had a toxic effect on the kidneys at a dose of 114 mg/kgBW, with toxic effects in the form of tubular edema and glomerular edema. At doses of 228 mg/kgBW, 456 mg/kgBW, and 912 mg/kgBW, Higher doses resulted in more severe toxic effects on the histopathology of the kidneys of Sprague Dawley rats, as evidenced by tubular edema, glomerular edema, Bowman's space edema, and inflammatory cells.
Mortality and Morphological Changes in Aedes aegypti Larvae by Bacillus thuringiensis and Serratia marcescens: Mortalitas dan Perubahan Morfologi Larva Aedes aegypti oleh Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens Yulia Sari, Umi; Rosa, Emantis; Handayani, Kusuma; Busman, Hendri
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of biolarvicides is an alternative biological agent to replace synthetic insecticides, namely entomopathogenic bacteria. The purpose of this study was to determine the potential of Bacillus thuringiensis and Serratia marcescens extracts on mortality and morphological changes in Aedes aegypti larvae. This study was a 2-factor experimental study using a Randomized Block Design (RBD). The first factor, the type of entomopathogenic bacteria, namely B. thuringiensis and S. marcescens. The second factor, the concentration of bacterial extracts (60 mL, 70 mL, 80 mL), negative control (sterile distilled water). Mortality data were processed using ANOVA at the 5% level. The results showed that the administration of B. thuringiensis and S. marcescens extracts caused mortality and morphological changes in Ae. aegypti larvae. B. thuringiensis at concentrations of 60 mL, 70 mL, and 80 mL caused 100% larval mortality, while S. marcescens at concentrations of 60 mL resulted in 70%, 53%, and 50% at concentrations of 70 mL and 80 mL, respectively. Morphological changes in larvae were indicated by changes in color, texture, and damage to the digestive system. It was concluded that B. thuringiensis has the highest potential as an entomopathogenic agent compared to S. marcescens in causing mortality and morphological changes in Ae. aegypti larvae.
Antibacterial Activity Test of Methanol Extract of Gracilaria sp. against Escherichia coli Using Disc Diffusion Method: Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Gracilaria sp. terhadap Escherichia coli Dengan Metode Difusi Cakram Ajeng Pawesti, Ammanda Sadiva; Handayani, Kusuma; Setyaningrum, Endah; Busman, Hendri
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 3 (2025): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - December 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v10i3.9389

Abstract

The utilization of marine resources as an alternative source of natural antibacterial agents has been increasingly developed in recent years. Gracilaria sp., a type of red algae, is known to contain biologically active compounds with potential antibacterial properties, particularly against Escherichia coli. This study aims to determine the antibacterial potential of methanol extract from Gracilaria sp. against E. coli using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by Tukey's test. The stock solution of the extract was prepared at a concentration of 100 mg/mL and tested at concentrations of 0.05%, 1%, 5%, and 10%, with ciprofloxacin as the positive control and sterile distilled water as the negative control. The experiment was conducted with three replications. The results showed that the methanol extract of Gracilaria sp. formed inhibition zones at the highest concentrations of 10% and 5%, with an average diameter of only 0.075 mm. Thus, the methanol extract of Gracilaria sp. exhibits weak antibacterial potential against Escherichia coli, as the inhibition zone formed was significantly smaller than that of the positive control, which reached 1.7 mm.
Co-Authors Adli, Farhan Kamali Ajeng Pawesti, Ammanda Sadiva Al Hafidz, Muhammad Alqoriani A, Ostarica Amani Raya, Latansa Ananta, Yoga Andriani, Silvia Angelia, Tisa Arofah, Nur Lailatul Ayu Ayssca Besty Prastiwy, Ayu Ayssca Azizah, Nailul Bayu Putra DJ Bilqis, Khorina Fatin Cahyani, Endang Nur Choerunnisa, Nida Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Endah Setyaningrum, Endah Ernawiati, Eti Fitri, Reggina Annisa Gina Dania Pratami, Gina Dania Ginting, Bisart Giska Tri Putri Hadibrata, Exsa Hafidz, Muhammad Al Hafidz Hak, Mohammad Hafid Hanifah, Farah Hendri Tarigan S Indri Windarti Indriyani Indriyani Indriyani Intanri Kurniati Iswandi Darwis Jausal, Anisa Nuraisa Justisia, Adilla Kanedi, M. Kanedi Karina, Salwa Al Khairun Nisa Kurniawaty, Evi Kurniawaty, Evi Kurniawaty Kusuma Handayani, Kusuma Leni Ervina, Leni Maulana, Rifadly Yusril Muhammad Ilyas Muhartono Muhartono Muhartono Sudarmo Kasban Mumtazah, Dzul Fithria Mz, Fannia Khairani NA, Ahmad Mufid Nuning Nurcahyani Nursidiq, Iqbal Muhammad Rafi Prasetio, Iradah Lia Purwati Purwati Puspa, Egita Windrianatama Putri, Lolyta Mutiara Rahmadi, Antun Rahmanisa, Soraya Rahmanisa Ramdini, Dwi Aulia Rosa, Emantis RR. Ella Evrita Hestiandari Safitri, Dewi Restika Ayu Sahroni, Mizan Sangging, Putu Ristyaning Ayu Sarasati, Filia Sembiring, Rinawati Septiani, Linda Soemarwoto, Retno Ariza Sulastri Sulastri Susanto, Gregorius Nugroho Susianti Susianti Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syakir, Muhammad Addin Syarif, Muhammad Reza Syazili Mustofa Tri Putri, Giska Utami, Hanifa Fauzia Widiastuti, Endang Linirin Wiratmoko, Wien Yolanda, Jennifer Ester Yulia Sari, Umi Yuniastini, Yuniastini Yuningrum, Hesti