Latar Belakang: Di Kuala Lumpur, terdapat anak-anak usia sekolah keturunan Indonesia yang tidak dapat mengikuti sekolah formal karena status kewarganegaraan. Untuk membantu agar anak-anak tersebut tetap bisa belajar dan mengikuti pembelajaran, sejumlah warga asal Indonesia berinisiatif mendirikan Sanggar Belajar Muhammadiyah (SBM). Anak-anak belajar di SBM tersebut tanpa ada guru yang tetap, sehingga kurikulum yang diikuti tidaklah kurikulum formal dan hanya diajarkan agar tetap bisa membaca, berhitung, belajar beribadah.Tujuan: Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan pemahaman konsep belajar angka dan bentuk bangun datar melalui kontekstualisasi budaya, dan 2) menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya. Pembelajaran diharapkan menjadi lebih bermakna dan mengurangi kecemasan matematika karena menghubungkan matematika dengan identitas budaya. Pengabdian ini dilaksanakan karena siswa di Sanggar Belajar Muhammadiyah (SBM) belajar tidak memiliki guru khusus matematka, sehingga pemahaman terhadap konsep-konsep dasar matematika, khususnya angka dan bangun datar masih sangat kurang.Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini bentuk partisipasi sebagai Invited Speaker dalam konferensi internasional The 3rd IJESAS 2025 dengan tema "Innovating for a Sustainable Future: Holistic Integration of Sciences to Achieve the SDGs through Technological Advances". Kegiatan dilaksanakan secara hybrid pada 2-3 Oktober 2025 di SBM Kuala Lumpur, Malaysia. Metode yang digunakan adalah presentasi ilmiah, diskusi, dan diseminasi manuskrip. Hasil: Hasil yang dicapai antara lain: (1) Terjadi transfer ilmu mengenai etnomatematika kepada peserta internasional; (2) Terjalinnya jejaring untuk kolaborasi masa depan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan berlangsung lancar dan seluruh siswa dari SBM Kuala Lumpur Malaysia yang membuktikan bahwa partisipasi dalam forum internasional efektif sebagai media pengabdian masyarakat memiliki berdampak positif, yang mana peserta sudah lebih baik dalam memahami konsep tentang angka dan bentuk bangun datar. Disarankan untuk melakukan pendampingan lanjutan dan pengembangan modul berbasis etnomatematika untuk sanggar belajar komunitas Indonesia di luar negeri