Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pembelajaran Berbasis Lapangan (PBL) di SDN Benoa: Dampak Terhadap Kualitas Pembelajaran dan Pengembangan Keterampilan Siswa Devi Anggraeni; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Juliati Juliati; Elmi Hanjar Bait
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.97907

Abstract

Pembelajaran Berbasis Lapangan (PBL) menjadi pendekatan inovatif yang menawarkan pengalaman belajar kontekstual untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi PBL di SDN Benoa dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran serta pengembangan keterampilan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL di SDN Benoa mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, memotivasi mereka untuk belajar, dan mengembangkan keterampilan sosial seperti kerja sama, komunikasi, dan toleransi. Namun, implementasi PBL menghadapi tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya, waktu, dan fasilitas. Guru mengatasi kendala ini dengan memanfaatkan potensi lokal dan teknologi sebagai alternatif untuk mendukung kegiatan lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan perencanaan yang matang dan dukungan komunitas, PBL dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar.
Analisis Struktur dan Isi Kurikulum Sekolah Dasar: Perbandingan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 Maria Ulfah; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Ahmad Suryadi; Suheti Suheti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.97139

Abstract

Pendidikan dasar membutuhkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur dan isi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis dokumen resmi dan kajian akademis terkait. Temuan menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas dan pendekatan berbasis proyek, sementara Kurikulum 2013 lebih terpusat dengan pendekatan tematik terpadu. Implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi tantangan kesiapan guru dan sumber daya yang belum merata. Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka lebih adaptif terhadap tuntutan pendidikan modern, tetapi membutuhkan dukungan pelatihan dan infrastruktur yang memadai.
Integrasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar: Analisis Bibliometrik Ida Rahayu; Effy Mulyasari; Deri Hendrawan; Rani Citra Mutia Bakti; Arif Munandar
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.97442

Abstract

Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter di sekolah dasar sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi yang mengancam moralitas dan identitas nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan pola integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan melalui perangkat lunak Publish or Perish dari Google Scholar dan Scopus (2019–2024) dan dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan tren penelitian. Hasil menunjukkan enam klaster utama yang menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan tema seperti pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan, dan peran sekolah dalam pembentukan karakter. Klaster dengan frekuensi tinggi seperti "pendidikan moral" menekankan pentingnya kurikulum tematik dan strategi berbasis teknologi dalam memperkuat pendidikan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila secara efektif membutuhkan kolaborasi antara guru, sekolah, dan masyarakat.
Peran Teori Ki Hadjar Dewantara dalam Membangun Keterampilan Abad 21 Kinkin Mustika Dewi; Retti Yuwidha; Sopyan Iskandar; Effy Mulyasari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.96978

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi relevansi teori Ki Hadjar Dewantara dalam mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara dapat diterapkan dalam konteks modern. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan protokol PRISMA, sebanyak 72 artikel relevan dianalisis secara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa konsep seperti sistem among dan Tri Pusat Pendidikan memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter, kreativitas, dan kemandirian siswa. Integrasi pendekatan berbasis budaya lokal dengan teknologi digital terbukti efektif meningkatkan keterampilan kolaborasi dan daya saing global. Temuan ini menegaskan pentingnya nilai-nilai lokal dalam kurikulum modern untuk mendukung pembelajaran holistik. Dengan demikian, teori ini relevan dan penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi.
Kurikulum Matematika Abad ke-21 di Pendidikan Dasar: Tinjauan Literatur Sistematis terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreativitas Nuramalia Hidayati; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Retno Fidyah Nuryani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.97640

Abstract

Kurikulum matematika abad ke-21 berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa di pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi desain kurikulum yang mendukung keterampilan abad ke-21 melalui integrasi pendekatan modern seperti pembelajaran berbasis masalah dan proyek, serta teknologi seperti GeoGebra. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Literatur Sistematis terhadap 49 artikel yang dipublikasikan antara 2014–2024, yang dianalisis menggunakan aplikasi PRISMA dan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang memanfaatkan teknologi, kesiapan guru, dan evaluasi berbasis kompetensi dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa. Namun, tantangan seperti akses digital yang tidak merata dan orientasi pada ujian tradisional masih menjadi hambatan signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi pendidikan yang melibatkan pelatihan guru, peningkatan infrastruktur digital, dan alat evaluasi inovatif diperlukan untuk memastikan keberhasilan implementasi kurikulum matematika abad ke-21.
Guru sebagai Penggerak Proses Pendidikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Nur Paridah; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Muhammad Nasheh Ulwan; Ihwan Faizin
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.97539

Abstract

Guru memiliki peran strategis dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang bertujuan menciptakan pembelajaran yang relevan dan bermakna di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam pembelajaran berbasis projek, diferensiasi, dan pembelajaran mandiri sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan naratif, memanfaatkan berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, dokumen resmi, dan buku. Data dikumpulkan melalui pencarian kata kunci spesifik di basis data akademik, kemudian disintesis secara deskriptif dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan inovator yang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 siswa. Kendala utama meliputi keterbatasan pelatihan, fasilitas, dan literasi digital, sedangkan rekomendasi mencakup penguatan komunitas belajar profesional, pelatihan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi. Kesimpulannya, guru sebagai penggerak pembelajaran memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka melalui inovasi dan kolaborasi pendidikan.
Kurikulum Merdeka dan Dinamika Tujuan Pendidikan: Integrasi Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Elmi Hanjar Bait; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Arwasih Arwasih; Muhammad Nasheh Ulwan
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.97505

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), sehingga perlu dilakukan penelitian terkait bagaimana keterkaitan ketiga komponen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana CP, TP, ATP berkontribusi dalam menciptakan pendidikan yang relevan, bermakna, dan inklusif sebagaimana tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, menganalisis dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan laporan resmi melalui teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CP memberikan standar kompetensi yang komprehensif, TP menyediakan fleksibilitas dalam merancang pembelajaran kontekstual, dan ATP memastikan kesinambungan antar tema pembelajaran. integrasi CP, TP, dan ATP dapat meningkatkan relevansi dan kohesi pembelajaran, mendorong keterlibatan aktif siswa. Selain itu, ketiga komponen ini secara efektif memfasilitasi pembelajaran berbasis proyek, dan mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis dan kolaborasi. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi CP, TP, dan ATP dalam Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan strategis untuk menciptakan pendidikan yang inklusif, relevan, dan transformatif.
Analisis Pengembangan Kurikulum Mikro Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Anita Permatasari; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Eroh Rokayah; Elmi Hanjar Bait
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.97805

Abstract

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka bertujuan menciptakan pembelajaran holistik dengan mengintegrasikan aspek ilmiah dan sosial untuk mendukung relevansi pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kurikulum mikro IPAS pada implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis isi untuk mengevaluasi struktur Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta relevansi materi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CP dalam IPAS menetapkan standar kompetensi holistik, TP mendukung pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual, dan ATP memastikan kesinambungan antar tema. Namun, implementasi IPAS menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pelatihan guru, sumber daya, dan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi kurikulum mikro IPAS memerlukan dukungan strategis untuk mengatasi hambatan implementasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa abad ke-21. 
Implementasi Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Retno Fidyah Nuryani; Effy Mulyasari; Deri Hendrawan; Nuramalia Hidayati; Maemunah Maemunah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.97297

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering kali menjadi tantangan karena siswa cenderung pasif, sehingga diperlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode discovery learning dalam meningkatkan kemampuan belajar matematika siswa SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode discovery learning membantu siswa menjadi lebih mandiri dan aktif dalam proses pembelajaran. Metode ini mendukung kurikulum merdeka yang bertujuan membentuk siswa yang kritis dan inovatif, dengan guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan ruang bagi siswa untuk berperan aktif.  Implementasi discovery learning efektif dalam meningkatkan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga sejalan dengan tujuan kurikulum merdeka.
Co-Authors Ahmad Suryadi Ahmad, Pajar Aldi Ibrahim Andhin Dyas Fitriani Anggraeni, Nur Oktavia Anita Permatasari Arie Rakmat Riyadi Arif Munandar Arif Munandar Arni Rizkiah Arwasih Arwasih Arwasih Arwasih Badru Zaman Boenga Jenny Hendrianty Budi Setiawan Dadang Sukirman Dede Wiwin Rahmadini Della Amelia Deni Darmawan Depin Depila Deri Hendrawan Deri Hendriawan Derry Hendriawan Devi Anggraeni Dini Sugiarti Dinn Wahyudin, Dinn Dwi Heryanto Dwi Heryanto Dwi Heryanto Dwiana, Rika Elmi Hanjar Bait Elmi Hanjar Bait Eni Kurniasih Eroh Rokayah Eva Riyanti Eva Riyanti Evi Rahmawati Evi Rahmawati Faisal Sadam Muron Faisal Sadam Murron Febriani, Dinda Rizki Gazella, Shylvia Desty Gita Novia Gunawan Anggia R Gunawan Anggia Rahman Gunawan Anggia Rahman Gupi Rohman Nurmansyah Herena Yanti Febriyanti Heryani, Rina Heryanto, Dwi Hesti Wulandari Ida Rahayu Ida Rahayu Ida Triwahyuni Ihwan Faizin Ikmal Redzuan Ira Rengganis Isnaini Nurul Hayati Izzah Muyassaroh Juliati Juliati Juliati Juliati Juniatuz Zulfah Kinkin Mustika Dewi Kurniasih, Eni Lina Herlina Linda Marselina Lisetiani, Fanni Greis Madroi Madroi Maemunah Maemunah Maria Ulfah Marpian Marpian Mela Darmayanti Mohammad Ali Mohammad Ali Mubarok Somantri Mufliva, Rosiana Muhamad Abdul Aziz Muhammad Nasheh Ulwan Muhammad Nasheh Ulwan Naghm Zakarneh Nandang Budiman Non Dwishiera Cahya Anasta Nunung Jubaedah Nur Izzah Syahirah Nur Paridah Nuralvianti, Vema Nuramalia Hidayati Nurdiansah, Yusup Nurhayati Nurhayati Nuriyani, Amalia Laila Prasetyo, Rifki Gagak Bayu Prisilia, Sindi Regina Putri Hanifah, Zahra Putri, Givani Nurhayati Rani Citra Bakti Rani Citra Mutia Bakti Rani Citra Mutia Bakti Ratih Shintia Devi Reka Julianti Reka Julianti Retno Fidyah Nuryani Retti Yuwidha Rifqy Muhammad Hamzah Rika Nurbayanti Rina Heryani Rina Heryani Roaa Aldwaik Rooa Kamel Hasan Abuluruq Rudi Susilana, Rudi Sabilah, Nur Syahrin Sakti, Yuda Candra Sendi Fauzi Giwangsa Shylvia Desty Gazella Siti Nurjanah Siti Patimah, Dewi Siti Saodah Sofyan Iskandar, Sofyan Sopyan Iskandar Suheti Suheti Sukirman, Dadang Tatat Hartati Tatat Hartati Toto Fathoni Tunissa, Izmi Fadhila Wiwin Winarti Wiwin Winarti Wulandari Wulandari Yunita Puji Asih Yunita Pujiasih