Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Place-Making Approach in Transforming Community Gardens into Tourist Attractions in Guwosari, Bantul, Yogyakarta MUTIARNI, Yosi Septa; BANDIYAH, Uswatun Nurul; RIYANISMA, Besti Ismi; SETIAWAN, Risky
Journal of Tourism Economics and Policy Vol. 4 No. 4 (2024): Journal of Tourism Economics and Policy (October - December 2024)
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/jtep.v5i4.1525

Abstract

Urban farming in community gardens has been increasingly recognized as spaces that support various activities, from environmental sustainability, community resilience, to food security. Now, these spaces have gotten more attention due to their potential as tourist destinations, providing chances for cultural, educational, and experiential tourism activities. This study examines the potential of the community garden in Guwosari, especially Iroyudan, Bantul, as a tourist attraction using the role of space in sustainable tourism, place-making, and tourism geography. The possibility of a community garden as a tourist attraction is assessed using a qualitative approach to highlight the role of placemaking and particularly explores the key factors for integrating agritourism within urban tourism frameworks. Findings indicate that Iroyudan Community Garden offers rich experiential tourism opportunities, including educational farm tours, farm-to-table experiences, direct agricultural workshops, and cultural heritage integration. However, challenges such as infrastructure limitations, community readiness, and policy support must be addressed to ensure sustainable development.
Pengembangan Komunitas Taman Wisata Bunga Matahari Pantai Glagah Kulon Progo Yogyakarta Setiawan, Risky; Aria Yuliantri, Rhoma Dwi; Rosyadi, Saadilah
Manggali Vol 3 No 1 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i1.2329

Abstract

Pariwisata adalah sebuah anugerah dan bentuk rasa cinta kita terhadap Tuhan, terutama yang berkaitan dengan wisata alam. Pemerintah daerah Kulon Progo memberikan berbagai kebijakan yang mendukung pengembangan pariwisata baik yang dimotori oleh pemerintah daerah maupun yang dibentuk oleh masyarakat swadaya. Salah satunya adalah pengembangan taman wisata bunga matahari yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar. Desa wisata ini terletak di desa Jangkaran yang berjarak 38 km ke arah barat dari Universitas Negeri Yogyakarta. Taman wisata bunga matahari adalah kawasan strategis yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat (memberantas kemiskinan, mengatasi pengangguran) Pembangunan sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, (konservasi alam, lingkungan dan sumber daya) dan dukungan lingkungan. Permasalahan adanya pandemi COVID-19 membuat usaha wisata ini menjadi sepi dan cenderung ke arah gulung tikar. PkM Pengembangan Wilayah berusaha membantu masalah manajemen dan prosedur protokol kesehatan pada era COVID-19, pemenuhan sarana dan fasilitas pencegahan COVID-19 serta pembuatan website dengan fasilitas virtual reality sehingga mengurangi dan mencegah penyebaran COVID secara meluas. Serta akan menumbuhkan peningkatan kuantitas kunjungan khususnya wisatawan lokal Yogyakarta, dengan menambahkan fasilitas pendukung IT maka promosi secara virtual dapat dilakukan dengan kreatif dan efektif. Hasil menunjukkan penerapan teknologi pengairan tetes dalam yang menghemat air sehingga lebih efisien dalam perawatan yang dilakukan di taman bunga matahari. Hasil evaluasi yang dilakukan selama kurang lebih dua bulan menunjukkan penigkatan yang signifikan yaitu dari segi kuantitas pengunjung 57 orang per bulan menjadi 158 orang per bulan. Disimpulkan, dengan promosi yang efektif akan meningkatkan kuantitas pengunjung taman bunga matahari. Telah dilakukan pendampingan tentang peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merawat tanaman yang berdampak pada berkurangnya biaya perawatan taman bunga matahari.
Character Values in Saparan Bekakak Tradition as History Learning Resource Bahroni, Agung; Setiawan, Risky; Aria Yuliantri, Rhoma Dwi; Khoiriyah, Febriana; Fitrianti, Vionita Vara
Diakronika Vol 24 No 2 (2024): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol24-iss2/428

Abstract

This research aims to analyze the character values in the Saparan Bekakak tradition to strengthen the character building of the Pancasila Student Profile through history learning in high school. This research uses a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. Research data were obtained through observations, interviews, and literature studies. The results of the research that Saparan Bekakak is a tradition of slaughtering bekakak brides as a means of asking for safety. The character value of Saparan Bekakak reflects the character of the Pancasila Student Profile, namely (a) Believing and fearing God Almighty, (b) Global diversity, (c) Mutual cooperation, (d) Independence, (e) Critical thinking, and (f) Creative. The character values of the Saparan Bekakak tradition can be utilized as a source of learning history by integrating it with the Curriculum and Learning Outcomes, implementing conceptual history learning, making visits to the place of implementation of the Saparan Bekakak tradition, and digging up information through community leaders who are the perpetrators of the Saparan Bekakak tradition.
Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Anak Usia Dini Tantriati, Tantriati; Setiawan, Risky
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.4486

Abstract

Pemerintah mengadakan program pemberian makanan sehat sebagai upaya dalam menuntaskan masalah kesehatan gizi buruk. Program tersebut bertujuan guna membiasakan anak untuk hidup sehat sebagai penerapan layanan holistic integrative khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program pemberian makanan tambahan di Taman Kanak-kanak Bakti Baitussalam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi dengan model IIP (input, process dan product). Sumber informasi dalam penelitian menggunakan sumber data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yang digunakan ialah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pemberian makanan tambahan di Taman Kanak-kanak Bakti Baitussalam dilihat dari evaluasi input, process, dan product telah dilaksanakan dengan cukup baik. Kendala dalam pelaksanaan program ini adalah dana sangat minim sehingga makanan tambahan yang didapatkan hanya sebatas buah, sayur, maupun protein hewani berupa telur. Selanjutnya peserta didik yang kurang menyukai sayur mengakibatkan tidak terpenuhinya gizi seimbang.
Construction of an instrument for evaluating the teaching process in higher education: Content and construct validity Setiawan, Risky; Wagiran, Wagiran; Alsamiri, Yasir
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v10i1.63483

Abstract

This study aims to reveal the content validity, construct validity, and reliability of the instrument for evaluating the teaching process in higher education. This research is development research applying the ADDIE model from Molenda. The indicators evaluated consist of context, inputs, processes, and products. The sample consisted of 1200 students from eight faculties, each represented by three study programs. Data analysis uses three stages: content validity test analysis using the V -Aiken method involving six panellists or experts; construct validity test using Confirmatory Factor Analysis (CFA). Quantitative descriptive analysis and interpretive qualitative analysis used the Miles and Huberman method. The results showed that the developed evaluation instrument had good proof of the validity of the content, with an average V-Aiken score of 0.752, which was in the high category. Universitas Negeri Yogyakarta's evaluation instrument, which was developed through the instrument, already meets the validity of an exemplary construct of a good loading factor value (> 0.3). It has a composite reliability score above 0.7 and Cronbach's alpha above 0.6. The analysis results show that all empirical test criteria indicate the data is fit against the developed model.
Development of multiple intelligence ability tests of basketball in high schools Huda, Nurul; Sukarmin, Yustinus; Dimyati, Dimyati; Setiawan, Risky
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 3: August 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i3.21201

Abstract

The study's objectives are to i) develop a test kit to determine the ability of multiple intelligences (MI) to play basketball in high school and ii) measure a student's MI test ability in playing basketball. The method used is the development of instruments with analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE). The study subjects comprised five schools in five districts in Yogyakarta, Indonesia. With a total sample of 1029 students. The results showed i) that test kits developed to assess students' MI abilities meet valid and reliable requirements. It can be seen from the validity of the contents of V-Aiken (0.96) and the validity of the construct, namely the loading factor 0.3. With the analysis of the item classically, it detects that the level of difficulty and differentiability of the problem is good and according to the criteria; ii) the results of MI capability measurements show 55% of capabilities with the "high" category, 35% with the "medium" category, and 10% with the "low" category.
Trends Use of Technology Research for Early Childhood Education: A Bibliometric & Biblioshiny Analysis (1971-2024) Ramadhani, Atika Miftah; Setiawan, Risky; Gunawan, Resky Nuralisa; Zafrullah, Zafrullah; Ayuni, Rizki Tika
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.8147

Abstract

This study aims to analyze research trends in the use of technology in early childhood education using the Scopus Database. Employing the PRISMA method, the author identified 172 final documents, analyzed through the R Program and VOSviewer. The analysis reveals that research in this area commenced in 1971, with a fivefold increase in publications over the past 20 years. The year 2020 marked the peak with an h-index of 7 and 11 publications (6.39%). Illinois State University emerged as the leading institution with 11 articles (6.39%). The United States is the most productive country, contributing 28 articles (16.28%) and 786 citations (26.85%). Susan Edwards from Australian Catholic University is the most prolific author, achieving an h-index of 5, 253 citations (8.64%), and 5 publications (2.90%). The International Journal of Technology and Design Education is the top source, with 292 citations (9.97%) and 11 publications (6.39%). The document by Blackwell et al. (2014) received the highest citations at 210 (9.02%). The study identified 54 keywords across 7 clusters, recommending "Digital Competence," "Self-directed learning," and "Participatory design" for future research in this field.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN ALAT PEMANTAU KOPI OTOMATIS IOT PETANI DESA GUNUNGMANIK JAWA BARAT Wahjusaputri, Sintha; Bunyamin, Bunyamin; Johan, Johan; Indah Nastiti, Tashia; Setiawan, Risky; Sukmawati, Wati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3388-3396

Abstract

Tujuan PKM ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan bagi petani kopi agar memiliki pengetahuan baru dan cara penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) berupa alat pemantau kopi otomatis dengan website iotgm.id. Alat pemantau kopi otomatis Internet of Things (IoT) mewujudkan pertanian presisi (precision farming) bagi petani kopi di wilayah pedesaan. Para petani kopi diberikan website iotgm.id yang dapat membantu petani untuk memantau  perubahan suhu, kelembaban, dan pergerakan hama, menyimpan data kebun-kebun yaang dimiliki petani, menyimpan data yang dikirim dari alat pemantau setiap pohon kopi, serta menyimpan data user / petani dimanapun dan kapanpun. Metode PKM ini melalui pelatihan dan pendampingan alat pemantau kopi otomatis internet of things (IoT) melalui presentasi dan video kepada petani kopi Desa Gunungmanik. Kegiatan PKM ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023 dan dihadiri oleh para petani dan stakeholder BumDes (Camat, Kepala Desa dan Tenaga Adiministrasi). Lokasi PKM di BumDes Desa Gunungmanik Kuningan Jawa Barat. Hasil PKM adalah: 1) Petani memiliki pengetahuan dan keterampilan cara mendigitalisasi proses produk kopi dari pengukuran pH tanah, cuaca, serangga dan kelembapan dengan jarak jauh melalui website iotgm.id; 2) Alat pemantau kopi otomatis berteknologi IoT dapat  menjadi personal assistant bagi para petani kopi khususnya dalam proses tanam hingga pascapanen.  
The Janissary Army during the Reign of Sultan Mahmud II of Ottoman Turkey, 1808-1826  Risky Setiawan; Aman; Dona Syah Azizah; Rabaah binti Abdullah
Paramita: Historical Studies Journal Vol. 35 No. 2 (2025): Military History
Publisher : istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v35i2.12309

Abstract

Abstract: The Janissary Army was originally a key part of the Ottoman Turkish military and helped conquer parts of Asia and Europe. Over time, however, its members began to work in politics, business, and other areas, losing their military character. Because of this drop in numbers, Sultan Mahmud II disbanded the corps on June 15, 1826. This study seeks to investigate: This research aims to examine the origins, transformation, decline, and dissolution of the Janissary Force, as well as the consequences of its disbandment, through historical research encompassing topic selection, heuristic resource collection, source criticism, chronological interpretation, and historiography. The findings indicate that the Janissary Army, formed through the devshirme system, evolved from a military corps into a powerful socio-political force whose resistance to reform led to Sultan Mahmud II’s decisive dissolution of the corps, marking the beginning of Ottoman modernization. Mahmud II created the Mansur Army, which was trained in the European way. This was a big step toward military reform and centralization.   Abstrak: Tentara Janissari pada awalnya merupakan bagian penting dari militer Turki Utsmani dan berperan dalam menaklukkan berbagai wilayah di Asia dan Eropa. Namun, seiring waktu, anggotanya mulai terlibat dalam politik, bisnis, dan bidang lain sehingga kehilangan karakter militernya. Karena penurunan peran tersebut, Sultan Mahmud II membubarkan pasukan ini pada 15 Juni 1826. Penelitian ini bertujuan menelaah asal-usul, transformasi, kemunduran, dan pembubaran Janissari, serta konsekuensi dari pembubarannya melalui metode penelitian sejarah yang mencakup pemilihan topik, pengumpulan sumber heuristik, kritik sumber, interpretasi kronologis, dan historiografi. Temuan menunjukkan bahwa Tentara Janissari, yang dibentuk melalui sistem devshirme, berkembang dari korps militer menjadi kekuatan sosial-politik yang besar, tetapi penolakannya terhadap reformasi mendorong Sultan Mahmud II untuk secara tegas membubarkannya, yang kemudian menandai awal modernisasi Utsmani. Mahmud II mendirikan Tentara Mansur yang dilatih dengan cara Eropa, sebuah langkah penting menuju reformasi militer dan sentralisasi kekuasaan.