p-Index From 2021 - 2026
6.683
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Industri Pertanian Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Bumi Lestari Reaktor International Journal of Renewable Energy Development Jurnal Ilmu Lingkungan Majalah Ilmiah Ekonomi Komputer JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Agrointek Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Habitat Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Riset Industri agriTECH Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir Jurnal Litbang Industri JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) AKSIOMA Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Sistem : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Purifikasi International Journal of Supply Chain Management Jurnal Ilmiah Galuh Justisi Indonesian Journal of Life Cycle Assessment and Sustainability Musamus AE Featuring Journal Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar Cokroaminoto Journal of Primary Education Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering, and Technology An Nawawi Jurnal Pengabdian Multidisiplin Jurnal Litbang Industri Makara Journal of Science Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Socius: Social Sciences Research Journal Maslahah: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management Journal of Humanities and Social Studies Zona Law And Public Administration Indonesia Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman Dan Pendidikan Jurnal Intelek Insan Cendikia Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Jurnal Pengabdian Siliwangi Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Mashlahah: Journal of Islamic Economics Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Life Cycle Assessment of Gayo Arabica Coffee Green Bean at Aceh Province Pramulya, Rahmat; Tajudin Bantacut; Erliza Noor; Mohamad Yani; Muhammad Romli
HABITAT Vol. 33 No. 3 (2022): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2022.033.3.29

Abstract

Indonesia's coffee production will reach 774.6 thousand tons in 2021, an increase of 2.75% from 2020, which was 753.9 thousand tons, and is the highest in the last decade and is expected to increase threefold in 2050. Hence, the evaluating environmental performance of the coffee agroindustry is essential if it is to become a more sustainable agroindustry. This paper aims to assess environmental performance (energy footprint, water footprint, and carbon footprint) in Gayo Arabica coffee green bean production with different agro-industry models. The method to evaluate environmental performance that can be used to identify indications of sustainability is Life Cycle Assessment (LCA) Method. The study was conducted on coffee production and exporter cooperatives in Central Aceh. Primary data were obtained through interviews with farmers, collectors, huller owners, and cooperative administrators. Secondary data comes from cooperative reports. The LCA study is described in two product systems, the model of 2015 and the model of 2016. The LCA model of 2015 is based on the green bean production system carried out in 2015 which includes water treatment, pulping, collecting, drying, hulling, finishing, and transportation. The LCA model of 2016 is based on the green bean production system carried out in 2016 until now which includes sub-processes for water treatment, pulping, collecting 1, hulling, collecting 2, finishing, and transportation. The results show that the energy footprint of the 2016 model (2.5128 MJ per f.u) is greater than that of the 2015 model (1.2336 MJ per f.u), the water footprint of the 2015 model is the same as the water footprint of the 2016 model product system, namely 0. 0086 m3 per f.u., and the carbon footprint of the 2016 model (1.93 kg CO2-eq per f.u) is greater than that of the 2015 model (1.48 kg CO2-eq per f.u). The cooperative initiative (in the model of 2016) is for the purpose of process improvement but cannot reduce carbon emissions. To reduce emissions from the use of fossil fuels, it is necessary to optimize land transportation routes and energy efficiency.
Analisis Penjualan Barang Gadai dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 25/DSN-MUI/III/2002 Tentang Rahn Dan Gadai Dalam KUHPerdata Pasal 1155 dan 1156 Romli, Muhammad
MASHLAHAH Vol. 3 No. 2 (2024): Mashlahah: Journal of Islamic Economics
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/dshcxa57

Abstract

Transaksi Gadai adalah suatu kegiatan yang umum dilakukan oleh setiap masyarakat, akan tetapi dalam hal penjualan barang gadai masih banyaknya msayarakat yang tidak paham tahapan penjualan barang gadai sebagai mana yang diatur dalam peraturan hukum yang mengatur tentang transaksi gadai di Indonesia, salah satunya fatwa DSN MUI yang mana transaksi sistem gadainya sesuai syariah, atau dalam KHUPerdata yang sistem transaksi gadainya secara konvensiaonal sebagaimana telah lama dilakukan oleh masyrakat. Dalam hal konsep penjualan barang gadai atau ar-rahn antara fatwa DSN MUI dan KUHPerdata, adanya sedikit perbedaaan dalam tahapan penjualan barang gadai itu sendiri, anatara lain dalam pemberian somasi tentang jatuh tempo dan selain itu juga dalam hal kelebihan hasil penjualan barang gadai. Selain itu juga terdapat kesamaan antara Fatwa DSN MUI dan KUHPerdata dalaam hal hasil penjualan, dan tempat penjualan barang gadai.
STRATEGI MEMBANGUN METAKOGNISI SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Romli, Muhammad
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v1i2/Septembe.56

Abstract

Saat ini guru dalam mengevaluasi pencapaian hasil belajar hanya memberikan penekanan pada tujuan kognitif tanpa memperhatikan dimensi proses kognitif, khususnya pengetahuan metakognitif dan keterampilan metakognitif. Akibatnya upaya-upaya untuk memperkenalkan metakognisi dalam menyelesaikan masalah matematika kepada siswa sangat kurang atau bahkan cenderung diabaikan.Oleh karena itu, salah satu aspek dimensi pengetahuan dan keterampilan yang menarik untuk dikaji lebih mendalam, khususnya dalam pembelajaran matematika adalah aspek metakognisi. Metakognisi merupakan kesadaran tentang apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui. Sedang strategi metakognisi merujuk kepada cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berpikir dan pembelajaran yang berlaku sehingga bila kesadaran ini terwujud, maka seseorang dapat mengawal pikirannya dengan merancang, memantau dan menilai apa yang dipelajarinya. Metakognisi memiliki peranan penting dalam mengatur dan mengontrol proses-proses kognitif seseorang dalam belajar dan berpikir, sehingga belajar dan berpikir yang dilakukan oleh seseorang menjadi lebih efektif dan efisien. dengan mengembangkan kesadaran metakognisinya, siswa terlatih untuk selalu merancang strategi terbaik dalam memilih, mengingat, mengenali kembali, mengorganisasi informasi yang dihadapinya, serta dalam menyelesaikan masalah. Melalui pengembangan kesadaran metakognisi, siswa diharapkan akan terbiasa untuk selalu memonitor, mengontrol dan mengevaluasi apa yang telah dilakukannya Guru dapat membangun kesadaran metakognisi siswa, sehingga siswa mengetahui dan menyadari kekurangan maupun kelebihan dan dapat merencanakan,?é?á mengontrol dan mengevaluasi apa yang akan dan telah dikerjakan. Kata kunci : metakognisi
TINJAUAN TEORI UTILITARIANISME JOHN SUTART MILL TERHADAP BATASAN WAKTU PENGAJUAN PERMOHONAN CERAI KARENA MAFQU ̅D DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 116 HURUF B Ardiansa; Muhammad Romli
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 116 huruf b menetapkan alasan perceraian sebagai berikut: salah satu pasangan meniggalkan pasangan lainnya selama dua tahun berturut-turut tanpa izin, tanpa alasan yang sah, atau karena hal itu di luar kemampuan. Dari sudut pandang hak dan kewajiban dalam hubungan suami-isteri, dua tahun tersebut dianggap sangat lama bagi pasangan yang ditinggalkan. Selama dua tahun tersebut, isteri dan anaknya tidak dapat memperoleh uang untuk hal-hal seperti pakaian, makanan, atau biaya pendidikan. Isteri yang berperan sebagai ibu rumah tangga biasanya sangkat membutuhkan dari hal segi nafkah untuk dirinya sendiri dan anak-anaknya. Namun, dengan hilangnya pasangan, tidak ada lagi yang berkewajiban untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anaknya. Inilah titik ketidakadilan yang muncul bagi pihak yang ditinggalkan, bukan hanya karena ketiadaan pasangan mereka, tetapi juga karena ketentuan yang terdapat dalam pasal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang makna landasan yuridis terkait batas waktu pengajuan perceraian berdasarkan Mafqd dalam pasal 116 huruf b Kompilasi Hukum Islam, serta untuk mengeksplorasi pandangan teori utilitarianisme John Sturt Mill terhadap batasan waktu pengajuan perceraian akibat mafqd. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan dukungan data lapangan yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Menurut pasal 116 huruf b Kompilasi Hukum Islam, hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk narasi yang mencerminkan penyelidikan peneliti tentang batas waktu pengajuan perceraian. Dari sudut pandang teori utilitarianisme, metode kualitatif ini akan mengkaji pembatasan waktu pengajuan permohonan cerai sebagai akibat darti mafqd, baik bagi pasangan yang ditinggalkan oleh suami maupun isteri. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa percepatan proses perceraian dengan alasan mafqd dapat dilakukan tanpa menunggu selama 2 (dua) tahun untuk memastikan ketiadaan salah satu pihak. Waktu dua tahun tersebut perlu dikurangi karena memiliki dampak yang merugikan bagi pihak yang ditinggalkan. Prinsipnya, waktu yang diterapkan seharusnya memberikan manfaat berupa kebahagiaan, terutama bagi pihak yang ditinggalkan.
Pembagian Harta Bersama Perspektif Maslahah Muhammad Sa’id Ramadan Al-Buti (Putusan Pengadilan Nomor 912/Pdt.G/2023/PA.Mr.) Putri Maulida Khasanah; Muhammad Romli
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harta bersama adalah harta yang diperoleh suami dan istri selama masa perkawinan. Jika suatu saat terjadi perceraian, menurut Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam, menyatakan bahwa seorang janda atau duda dari seorang janda yang masih hidup berhak atas seperdua dari harta bersama selama tidak ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan. Penelitian ini merumuskan dua permasalahan, pertama, pertimbangan Majelis Hakim dalam menentukan bagian harta bersama di luar ketentuan peraturan perundang-undangan dalam putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor: 912/Pdt.G/2023/PA.Mr. Kedua, perspektif maslahah Muhammad Sa'id Ramadan al-Buti mengenai pertimbangan hakim mengenai pembagian harta bersama di luar ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini adalah Majelis Hakim dalam mengadili perkara tidak menerapkan peraturan perundang-undangan secara tekstual. Majelis hakim menetapkan bagian harta yang diperoleh penggugat sebesar 40% dan tergugat sebesar 60%. Adapun dilihat dari konsep maslahah Buti, maka pembagian harta bersama telah selaras dengan konsep maslahah.
Harmonizing Legal Pluralism in Marriage Laws: Policy Challenges on Child Marriage in Madura Mohsi, Mohsi; Romli, Muhammad; Zakaria, Soni; Fudholi, Moh.
Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum Vol. 10 No. 2 (2025): Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum
Publisher : Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alahkam.v10i2.11048

Abstract

This research examines the persistence of child marriage in the Madura region through the lens of legal pluralism, particularly the intersections of Islamic, customary, and state laws. Although religious and cultural practices continue to shape norms and values, they often counteract statutory provisions designed to safeguard children's rights. Proposed is a harmonization model that integrates fiqh and customary law with national law, providing cultural legitimacy while protecting children at the same time. Adopting the socio-legal qualitative approach, the research uses a combination of normative legal theory and empirical research conducted in Sampang Regency, which embraced interviews and documentation of court decisions, fatwas, local regulations, and case files on child marriage, with religious leaders, elders, lawyers, judges, parents, and child marriage survivors. Spradley’s ethnographic model guided the analysis in documenting core cultural themes and their components. It is cultural and religious rationalization, along with ignorance of laws and weak enforcement, that continue to allow child marriage. Solid legal reform requires improving child protection by local leaders, educating children's rights, and reframing marriage-age laws from religious prohibitions to administrative restrictions. It gaps legal pluralism and children's rights by cohesive laws, socio-cultural practices, and international human rights.
PETA KULTURAL MADURA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SDN PARSANGA II Romli, Muhammad; I Nengah Suastika; Dewa Bagus Sanjaya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29794

Abstract

This study aims to develop a contextual and local wisdom-based interactive learning media called the Madura Cultural Map to improve Civic Education (PKn) learning outcomes for third-grade students at SDN Parsanga II, Sumenep Regency. The method used is Research and Development (R&D) employing a modified Borg & Gall model, which includes the stages of needs analysis, design, expert validation, limited trial, revision, and broader field testing. The media features representations of distinctive Madurese culture such as karapan sapi (bull racing), batik, saronen music, and fishing traditions—presented in an interactive format that combines visuals, narrative text, and audio. Expert validation on content and media aspects indicated that the product was in the "appropriate" category for use. Trials with 85 students showed a 92% engagement rate, 88% comprehension level, and 85% effectiveness in supporting the learning process. These findings indicate that the Madura Cultural Map interactive media is effective in enhancing conceptual understanding of citizenship, shaping students’ character, and fostering appreciation for local culture. Therefore, this media can serve as an innovative alternative for culturally rooted, enjoyable, and contextual Civic Education that supports the holistic development of student competencies.
REVITALISASI PEMBELAJARAN IPS MELALUI INTEGRASI KEARIFAN LOKAL MADURA DI SDN PARSANGA II Romli, Muhammad; I Wayan Kertih; I Wayan Lasmawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29803

Abstract

This study aims to revitalize Social Studies (IPS) learning in elementary schools through the integration of Madurese local wisdom as a contextual approach. The research was conducted at SDN Parsanga II, Sumenep Regency, involving two fourth-grade classes and two fifth-grade classes with a total of 80 students. A descriptive quantitative method was employed. The learning activities were designed around local cultural themes such as karapan sapi (bull racing), Madurese batik, saronen music, and fishing traditions. The results revealed a significant increase in student engagement and conceptual understanding of social studies after implementing the culture-based learning model. The students’ average scores improved with a mastery level ranging from 85% to 95%. These findings affirm the value of contextual learning rooted in local culture for enhancing the quality and relevance of social studies education. The study also presents practical implications for instructional material development, adaptive curriculum design, and culturally grounded educational policies.
PERAN NILAI BUDAYA MADURA DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK DAN MENCERITAKAN KEMBALI: SEBUAH PENDEKATAN ETNOSAINS DI SDN PARSANGA II Romli, Muhammad; Ketut Suma; I Wayan Suastra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.29806

Abstract

This study aims to explore the role of Madurese cultural values in listening and retelling activities at the elementary school level through an ethnoscience approach. This approach is based on the assumption that local culture can serve as a contextual learning source to enhance students’ oral literacy while instilling character values and cultural identity. The study was conducted at SDN Parsanga II, Sumenep Regency, using a descriptive qualitative method. The research subjects consisted of 10 fourth-grade students selected purposively for interviews. Data collection techniques included semi-structured interviews, classroom observations, and documentation. The findings reveal that local stories such as karapan sapi, the legend of Roro Kuning, and fishermen’s narratives are closely related to students lived experiences, enabling them to understand and retell the stories more effectively. Students also demonstrated positive emotional responses such as enjoyment, confidence, and pride when engaging with culturally relevant content. These results align with contextual learning theory and ethnopedagogical perspectives, reinforcing prior research on the effectiveness of ethnoscience in language learning. Integrating Madurese cultural values has proven to enhance listening and storytelling skills while promoting cultural identity and the preservation of local traditions. The study recommends that teachers and education policymakers develop contextual, culturally based learning materials suitable for primary education.
Co-Authors . Purwoko Adi Prayogo Adi Susandi Alex Denni Amelia Theresia Sirait Amril Aman Anas Miftah Fauzi Andriyani, Yani Ani Suryani Ani Suryani Ani Suryani Anis Annisa Adnan Antarif Kusuma Brata Apriyani, Pipin Ardiansa Aulia Anggraini Aulia Anggraini, Aulia Bambang Pramudya Noorachmat, Bambang Pramudya Budhi Hascaryo Iskandar Christy Nur Cahyani Daniel Bunga Paillin Dany Poltak Marisi Derin Pahlevi Dewa Bagus Sanjaya Dianawati Dianawati Dianawati Djumali Mangunwidjaja Edi Wiloso Ema Mutiara Hasanah Erliza Noor Faidi, Achmad Fara Asifa Ulfimora Farida Putri Fauziansyah Ficky Dewi Ixfina Ficky Raja Dirgantara Daulay Fis Purwangka Fitri Mulyaningsih Fitriyatul Romadiani Gios Adhyaksa Gusfa Arlian Putra Hanifah Ulfa Azzahro Hartrisari Hardjomidjojo I Nengah Suastika I Wayan Kertih I Wayan Lasmawan I Wayan Suastra Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Putu Arnyana Ihsan Ika Amalia Kartika Ikmal Mumatahaen Illah Sailah Indah Yuliasih Juwariyah, Siti Ketut Suma Khadijah Febriana Komarudin, Omay M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Machfud Machfud Machfud Machfud Maisaroh Maisaroh Marimin , Maulani, Sri Medy Ramdhani Mega Ayu Yusuf Meilita Tryana Sembiring, Meilita Tryana Mia Ulumiati Putri Moh. Fudholi Moh. Yani Moh. Yani Mohsi, M Mufida, Muslimatul Muhamad Ifdholy Muhammad Alqodri Muhammad Faizal Mahmud Mumtahaen, Ikmal Mursiti Mursiti Musfiroh Musfiroh Mustofa Makmoen, Mustofa Nadia Athirafitri Nandar, Ramdani Hairul Nandar Nastiti S Indrasti Nastiti S.I. Nastiti Siswi Indrasti Naufal Ali Hamid Niza Erica Nugraha, Ridwan Maulana Nunung Nurhasanah Nurcahyani, Puji Rahmawati Nuroniah, Zuhrufah Jihan Nurul Izzah Aulia Pinkan Pangestu Parameswari Pramulya, Rahmat Purwoko Purwoko Purwoko, Putri Maulida Khasanah R. Muchamad Irchas Sukabudhi Rahman, Adun Ridzky Kramanandita Sarip Hidayat, Sarip Satriyo Wibowo Seputro, Haryono Siti Khadijah, Yayu Soni Zakaria Sri Suhardono Sudiartini, Rini Suharto Honggokusumo Sukardi Sukardi Sukardi, Sukardi Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin, Suryani, Ani Susandi, Adi Syah Johan Syamsul Arifin Tajuddin Bantacut Tajudin Bantacut Tanto Pratondo Utomo TATI NURHAYATI Taufik Djatna Trimelawati, Reni Tun Tedja Irawadi Tyara Puspaningrum Untung Trimo Laksono Wahjuni, Sri Waryat Waryat Wibowo, Nyoto Yandra Arkeman Yeti Widyawati Yuanta, Friendha Zaenal Abidin