Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN CRACKERS SUMBER PROTEIN DAN MINERAL DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN TEPUNG BADAN-KEPALA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Ai kustiani; Clara Meliyanti Kusharto; Evy Damayanthi
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2017.1.1.1912

Abstract

Kelor is one of the vegetables with high nutrients contents but haven’t been widely utilized. Adding kelor leaves flour to the crackers made with catfish flour to increase protein and minerals is one way to maximize the potential of its nutrient content. This research purposed to develop the formulation of crackers by adding kelor leaves flour and catfish dumbo flour as a food source of protein and minerals. Kelor leaves flour obtained from this research contains protein, calcium, iron, and zinc respectively for 23.25%, 640.5 mg/100g, 30.6 mg/100g, and 6.65 mg/100g. The best formula chosen from organoleptic was is crackers with the addition 10% catfish dumbo flour and 2.5 g kelor leaves flour. The crackers contain 11.50% protein, 30.73 mg/100g calcium, 8.56 mg/100g iron, and 609.70 mg/100g zinc respectively. Selected crackers contain more than 20% protein and more than 15% of iron and zinc standart for 2-5 years old children group based on nutrition label reference (ALG, for Indonesian), so it can be claimed as a food source of protein, iron and zinc. 
PENGEMBANGAN PRODUK MINUMAN SARI BUAH TOMAT DAN BEKATUL SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Lilik Kustiyah; Evy Damayanthi; Henry Farizal
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 8 No 01 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.723 KB)

Abstract

Tomato and rice bran are highly potential as source of antioxidant.But, proper processing need to optimize its potency as source of antioxidant.The objective of this experimental research was to develop tomato juice (TJ) and rice bran (RB) drinkwhich high content of its active compound. Preparation of material was making TJ and RB powder. To make TJ was used 2 treatment, i.e. blanching and filtering To improve acceptance of RB drink, it was addition of flavor (vary in type and concentration) to RB powder, and then applied organoleptic test to get the best acceptance of RB drink. Then,analyzing of nutrient content (NC) and soluble fiber (SF) of TJ and RB powder, and total carotene (TC) of TJ were applied. Development of this functional drink and its content analyzes was done at Laboratory of Community Nutrition Department, Bogor Agricultural University. Result showed that NC, SF and TC of TJ between treatment weren’t significantly different (p>0.05). TC of TJ was blanched-unfiltered (TJBU), blanched-filtered (TJBF), not blanched-unfiltered (TJNU), and not blanched-filtered (TJNF) were 13.7641, 12.4835, 13.7132, dan 12.2867 ppm, respectively. SF of TJBU, TJBF, TJNU, TJNF, and RB powder were 4.49%, 3.09%, 4.92%, 4.76%, dan 6.53%, respectively. The best acceptance of RB drink was flavored by 0.75%. cappuccino. So, TJ and RB drink can be used as an alternative of functional drink.Keywords: carotene, flavor, functional drink, rice bran, tomato
PENGEMBANGAN KEJU LEMAK RENDAH SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Juniawati Juniawati; Sri Usmiati; Evy Damayanthi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 34, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.991 KB) | DOI: 10.21082/jp3.v34n1.2015.p31-40

Abstract

Keju merupakan pangan olahan susu sebagai sumber protein dan  kalsium. Namun, kandungan asam lemak jenuh yang tinggi pada keju menjadi penghalang bagi sebagian orang untuk mengonsumsinya. Pengembangan keju lemak rendah merupakan upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan yang menyehatkan. Umumnya, keju lemak rendah memiliki tekstur keras, flavor lemah, dan rasa pahit. Namun, modifikasi proses dan bahan baku dapat memperbaiki kualitas dan meningkatkan nilai fungsional keju lemak rendah. Proses homogenitas krim susu, penambahan fat replacer, adjuct culture dan enzim, serta emulsi minyak nabati dalam skim dapat memperbaiki kualitas keju lemak rendah. Hasil pengujian in vivo dan klinis menunjukkan bahwa keju lemak rendah dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan status antioksidan.
Efektivitas Jus Tomat dan Minuman Bekatul terhadap Pengecilan Ukuran Lesi Kista Payudara Evy Damayanthi; Lilik Kustiyah; Kardinah -
Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 1 (2011): Jan - Mar 2011
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.558 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v5i1.99

Abstract

Lesi kista payudara tidak hanya memberikan rasa tidak nyaman, tetapi kista jenis tertentu dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Mengonsumsi makanan/minuman yang mengandung antioksidan, seperti likopen di tomat dan oryzanol serta tokoferol di bekatul padi, dianjurkan untuk mencegah kanker. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh intervensi jus tomat dan minuman bekatul terhadap kista payudara. Rancangan penelitian adalah studi eksperimental. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Dharmais pada Juni 2009 sampai dengan April 2010. Subjek penelitian terdiri dari 2 kelompok, yaitu 10 wanita non-kista dan 10 wanita kista. Selama dua minggu, setiap harinya subyek mengonsumsi 480 ml/hari jus tomat dan dua minggu berikutnya mengonsumsi minuman bekatul (30 g/hari). Hasil penelitian menunjukkan kadar likopen plasma meningkat secara nyata pada kelompok non-kista maupun kista setelah mengonsumsi jus tomat, sedangkan kadar ?-tokoferol plasma setelah mengonsumsi minuman bekatul menurun secara nyata pada kelompok kista, tetapi tidak nyata pada kelompok non-kista. Aktivitas antioksidan total plasma dengan uji DPPH tidak mengalami perubahan yang nyata, baik setelah mengonsumsi jus tomat maupun minuman bekatul. Ukuran lesi kista payudara kanan dan kiri tidak berbeda nyata antara sebelum dan setelah intervensi jus tomat. Setelah intervensi minuman bekatul ukuran lesi kista payudara kiri tidak berbeda nyata dengan sebelum intervensi, tetapi pada payudara kanan, ukuran lesi kista mengecil secara nyata (p<0,05), yaitu dari 11,4+6,2 mm menjadi 8,06+5,37 mm. Hasil penelitian menunjukkan minuman tinggi antioksidan jus tomat dan minuman bekatul kelihatannya memberikan manfaat terhadap pengecilan ukuran lesi kista payudara.Kata kunci: kista payudara, ?-tokoferol, bekatul, likopen, jus tomat, aktivitas antioksidan
Kegemukan dan Frekuensi Konsumsi Makanan Berlemak yang Tinggi Merupakan Faktor Risiko Perlemakan Hati pada Pasien Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Ultrasonografi di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta BAHRIYATUL MA&#039;RIFAH; EVY DAMAYANTHI; KARDINAH KARDINAH
Indonesian Journal of Cancer Vol 9, No 4 (2015): Okt - Des 2015
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.273 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v9i4.399

Abstract

ABSTRACTFatty liver is a term applied to wide spectrum of conditions characterized hispatologically by trigliseride accumulation within the cytoplasm of hepatocytes which is examined using ultrasound. This study was aimed to identify the risk factors affecting fatty liver in the patients with breast cancer on ultrasound examination at Dharmais Cancer Hospital Jakarta. The design was a cross sectional study with 70 subjects, consisted of 37 fatty liver subjects and 33 normal subjects. The result showed that risk factors of fatty liver in patient with breast cancer were overweight and obesity (Body Mass Index ?25 kg/m2) (OR : 5.5, 95%CI : 1.881 16.243) and high frequency of dietary fat (OR: 3.8, 95%CI : 1.084 13.445).ABSTRAKPerlemakan hati merupakan akumulasi asam lemak dalam bentuk trigliserida di dalam sitoplasma hepatosit yang diperiksa dengan menggunakan alat ultrasonografi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian perlemakan hati pada pasien kanker payudara dengan pemeriksaan ultrasonografi di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Desain penelitian ini adalah cross sectional study, dengan subjek penelitianberjumlah 70 orang yang terdiri dari 37 contoh perlemakan hati dan 33 contoh normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor risiko perlemakan hati pada pasien kanker payudara adalah kegemukan (overweight dan obes, Indeks Massa Tubuh ? 25 kg/m2) (OR=5.5, 95%CI : 1.881 16.243) dan tingginya frekuensi konsumsi makanan berlemak (OR=3.8, 95%CI : 1.084 13.455)
Gizi dan Kanker Evy Damayanthi
Indonesian Journal of Cancer Vol 2, No 3 (2008): Jul - Sep 2008
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v2i3.52

Abstract

Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular yang prevalensinya semakin meningkat. Kanker adalah suatu pertumbunan maligna yang selnya memiliki sifat-sifat : replikasi terus menerus, hilangnya kontak penghambatan, invasif and kemampuannya untuk menyebar, jika tidak ditangani maka akan menjadi fatal. Faktor lingkungan merupakan penyebab kejadian kanker sebesar 80 - 85 %, sedangkan sekitar 10 -15 % disebabkan oleh kesalahan replikasi dan genetika. Diyakini pula sepertiga dari semua kanker berhubungan dengan diet. World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research pada tahun 2007 menerbitkan "Food, Nutrition, Physical Activity, and the Prevention of Cancer: a Global Perspective". Di sana terdapat 8 rekomendasi dan 2 rekomendasi khusus guna mencegah dan mengendalikan penyakit kanker di dunia. Aktivitas antitumor yang dimiliki berbagai bahan pangan sangat berguna dalam upaya menurunkan kesempatan pengembangan kanker. Nutraceutical tersebut dapat efektif mencegah penyakit kanker jika dikonsumsi sebagai makanan bukan suplemen.Kata Kunci: kanker, nutrisi, aktivitas fisik, makanan, dan nutraceutikal
Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pasien Wanita di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Devi Nur Oktaviana; Evy Damayanthi; Kardinah -
Indonesian Journal of Cancer Vol 6, No 3 (2012): Jul - Sep 2012
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v6i3.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kanker payudara pada pasien kanker payudara wanita di Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD). Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain Hospital Based Case Control Study. Contoh dalam penelitian ini terbagi dalam dua kelompok, 24 orang kelompok kasus dan 24 orang kelompok kontrol. Analisis bivariat dilakukan dengan analisis Chi-Square dan analisis tabel 2 x 2. Analisis multivariat dilakukan dengan analisis regresi logistik berganda. Tidak terdapat hubungan antara usia, status gizi, pengetahuan gizi, konsumsi makanan berlemak, konsumsi sayur, konsumsi buah, riwayat kanker payudara pada keluarga, usia menstruasi pertama, lama menyusui, lama menggunakan alat kontrasepsi hormonal, lama melakukan aktivitas fisik, dan perokok pasif terhadap kejadian kanker payudara. Berdasarkan analisis bivariat, tinggi konsumsi makanan diawetkan dan dibakar berisiko 9,308 kali terkena kanker payudara (OR=9,308 dengan 95% CI: 1,778-48,723) dibandingkan dengan rendah konsumsi makanan diawetkan dan dibakar. Berdasarkan analisis multivariat, tidak ada variabel yang berpengaruh terhadap kejadian kanker payudara.Kata kunci: kanker payudara, faktor risiko
Effect of High-iron Rice Intervention on VO2max of Female Students of Al-Falak Bogor Islamic Boarding School: PENGARUH INTERVENSI BERAS TINGGI BESI TERHADAP VO2MAX SANTRIWATI PONDOK PESANTREN AL-FALAK BOGOR Ade Salma Yunia Rachmah; Mira Dewi; Evy Damayanthi; Dwinita Wikan Utami
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 3 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i3.320-329

Abstract

Female adolescents are at risk of iron deficiency which is known can negatively affect fitness. High-iron rice has been developed through biofortification but there is still lack of evidence regarding its benefit in improving VO2max as a physical fitness indicator. This study aimed to determine impact of high-iron rice intervention towards VO2max value. A total of 18 female students from Al-Falak Bogor Islamic boarding school aged 12-18 years were selected purposively in this quasi-experimental study. High-iron rice contained 50.4 ppm iron provided thrice daily for 4 weeks. A 20 m shuttle run test was conducted to obtain VO2max value. Other data such as food intake, BMI for age, hemoglobin, and serum ferritin were also evaluated. Paired t-test or Wilcoxon Ranks test was performed to analyze difference in data value before and after the intervention. Most nutrient intakes experienced a significant decline (p<0.05) after the intervention, except for iron intake. Hemoglobin concentration also became lower significantly, whereas serum ferritin did not alter significantly. Nevertheless, VO2max improved significantly after the intervention. To summarize, there was an increase in fitness after high-iron rice intervention for 4 weeks in female students.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) TERHADAP GAMBARAN DARAH, AKTIVITAS, DAN FUNGSI KOGNITIF TIKUS Iskandar Mirza; Hadi Riyadi; Ali Khomsan; Sri Anna Marliyati; Evy Damayanthi; Adi Winarto
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.188 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i2.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun pegagan terhadap gambaran darah dan peningkatan fungsi kognitif pada tikus. Penelitian ini menggunakan 16 ekor tikus Wistar jantan, dibagi secara acak ke dalam 4 kelompok dan masing-masing diberi ekstrak etanol daun pegagan setiap hari dengan level 0, 100, 300, dan 600 mg ekstrak/kg bobot badan selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pada level 300 mg/kg bobot badan meningkatkan nilai packed cell volume (PCV), sel darah merah (SDM), dan nilai hemoglobin (Hb). Pengamatan aktivitas pada kelompok dengan level 300 dan 600 mg/kg bobot badan menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan kelompok kontrol (P0,05). Pemberian ekstrak etanol daun pegagan juga berperan dalam meningkatkan keberhasilan pengenalan lorong target. Hasil di atas mengindikasikan dengan kuat bahwa ekstrak pegagan mempunyai peran penting dalam perbaikan profil hematologi dan meningkatkan fungsi kognitif.
Analisis Kapasitas Antioksidan dan Sensori Minuman Serbuk Anggur Laut sebagai Terapeutik Obesitas: The Analysis of Antioxidant Capacities and Sensory in Sea Grapes (Caulerpa racemosa) Powdered Drink as a Therapeutic Obesity Dwi Santy Damayati; Evy Damayanthi; Hadi Riyadi; I Wayan Teguh Wibawan; Ekowati Handharyani
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2.2023.175-184

Abstract

Background: Obesity is a global problem which increasing simultaneously. The high-fat accumulation in the body will result from mild chronic inflammation. Developing a local drink based on seagrapes (Caulerpa racemose) is thought to have a high antioxidant capacity and the potential to become an alternative therapeutic drink for obese people. Seagrapes are easily damaged, so proper drying is needed to maintain antioxidant potential and assisted by adding gum arabic to increase the acceptability. Objectives: To analyze the antioxidant capacity and sensory of sea grapes powder drink (Caulerpa racemose). Methods: The design experiment research was utterly randomized and only used one gum Arabic treatment with a 2.5, 5, and 10% concentration and three replication as sea grapes powder drink samples. The samples were analyzed to seek the antioxidant capacity of DPPH (2,2-diphenyi-1-picrylhydrazyl), CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity), and FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Then research data were analyzed by employing ANOVA  and Duncan's follow-up test. Results: The higher concentration of gum Arabic has significantly increased the antioxidant capacity. DPPH, CUPRAC, and FRAP values in 10% gum Arabic concentration were 13.21±0.1 mg/100 g, 25.26±0.5 mg, and 2.89±0.3mg/g. Based on the sensory test results, the panelists preferred the 10% gum Arabic concentration because the color is lighter, can minimize odor and viscosity, and taste better. Conclusions: Seagrapes powder drink with a concentration of 10% gum Arabic has the potential as a therapeutic obesity with the highest antioxidant capacity and is sensory acceptable.
Co-Authors . Yopi Ade Salma Yunia Rachmah Adi Teruna Effendi Adi Winarto Agus Setiyono Ahmad Sulaeman Ai Kustiani Ali Khomsan Amalia Rahma Aman Santoso Andi Nur Rahmah Kurnia, Sari Ardiansyah, Romadhony Ario Damar Armaini, Armaini Armenia Eka Putriana Assyifa, Rani BAHRIYATUL MA&#039;RIFAH Bambang Pontjo Priosoeryanto Busran Hamid Cece Sumantri Cesilia M Dwiriani Chaidir Masyhuri Majiding Clara Meliyanti Kusharto Dadan Rohdiana Dadang Sukandar Dadi Hidayat Maskar, Dadi Hidayat Deni Elnovriza Devi Nur Oktaviana Devi Nur Oktaviana, Devi Nur DEWI APRI ASTUTI Dewi Pratiwi Ambari Dodik Briawan Drajat Martianto Dwi Hastuti Dwi Inne Listyorini Dwi Santy Damayati Dwinita Wikan Utami Eddy Setyo Mudjajanto Ekowati Handharyani Eli Hendrik Sanjaya Eny Palupi Faisal Anwar Fitriana Sari Fitriyana, Intan Nur Fivi Melva Diana, Fivi Melva Hadi Riyadi Hana Fitria Navratilova Hardinsyah Hasanatun Hasinah Hasim Heni Rizqiati Henry Farizal Henry Farizal Hidayah Dwiyanti I wayan Teguh Wibawan Idqan Fahmi Imantho, Harry Imelda Saputri, Imelda IPB, DGB Iskandar Mirza Iskandar Mirza Juniawati Juniawati Juniawati Juniawati Kardinah - Kardinah -, Kardinah KARDINAH KARDINAH KARDINAH KARDINAH, KARDINAH Karlisa Priandana Katrin Roosita Khoirul Anwar Khusnul Khotimah Kudang Boro Seminar Kukuh Murtilaksono Lala M Kolopaking Ligar, Bonang Waspadadi Lilik Eka Radiati Lilik Kustiyah Lilik Kustiyah Lilik Nur Yuliati Lora Sri Nofi, Lora Sri M Agus Setiadi Ma'mun Sarma MADE ASTAWAN Made Darawati Maggy Thenawidjaja Suhartono Mahani Khalid Mira Dewi Muhammad Aries Muhammad Roy Asrori Mujahidah, Amiroh Nabilah Muntholib Mustika, Gina Nahrowi Nastiti Kusumorini Nasution, Zuraidah Novitasari, Putri Nugraha Edhi Suyatma Nur Indrawaty Lipoeto Oktariza, Wawan Pertiwi, Fenti Dewi Pipih Suptijah Priskila Priskila Purnamasari, Ulfa Purnamasari Purwiyatno Hariyadi Puspita, Winny Putri Puncak Anjani Refdanita, Refdanita Retno Damayanti Soejoedono Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Rimbawan Rimbawan Rina Martini Rina Warastuti Rohayati Suprihatini Rosyanne Kushargina Rusman Efendi Salsabila, Dhea Marliana Salwa Putra Seminar, Annisa Utami Setyaningsih, Sulasyi Silvia Mawarti Perdana Sri Anna Marliyati Sri Purwaningsih Sri Purwaningsih, Sri Sri Usmiati Sri Usmiati Sriyanti Suci Fitrianti, Suci Sudradjat Sumiati Suria Darma Tarigan Suryaalamsah, Inne Indraaryani SYAHRIAL SYAHRIAL TATI NURHAYATI Triana Setyawardani Tutik Wresdiyati Ulfah Juniarti Siregar Vetnizah Juniantito Vitriani Y. Suprapti Wilda Haerul Fazaarah Windardi, Ika Puspa Wirna Zulianti