p-Index From 2021 - 2026
7.234
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Kesehatan PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Kebidanan Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia) Media Ilmu Kesehatan The Southeast Asian Journal of Midwifery GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan EMBRIO : Jurnal Kebidanan Journal of Health Promotion and Behavior Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Jurnal Kesehatan Madani Medika Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Pengabdian Dharma Bakti Jurnal Ners Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kebidanan Indonesia Jurnal Health Sains Community Empowerment Jurnal Cakrawala Promkes Journal SAGO Gizi dan Kesehatan IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) Mejuajua Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Jarlit Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Holistik Jurnal Kesehatan JPKM Cahaya Negeriku
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pola Asuh Holistik Orang Tua Pada Balita Stunting Di Desa Ngalang Gunung Kidul Kholisah, Alfina Nur; Sunarsih, Tri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27102

Abstract

Masalah gizi kronis yang terjadi pada balita yaitu stunting, dimana masa yang paling rentan kejadian stunting sepanjang hidup yaitu 1000 hari pertama setelah pembuahan. Adanya faktor penyebab stunting adalah  pengetahuan yang kurang pada orang tua mengenai pola pengasuhan dan kebutuhan gizi pada anak. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pola asuh orang tua holistik pada balita stunting di Ngalang Gunung Kidul. Metode pada penelitian ini adalah pra-eksperimental berupa One-Group Pretest-Posttest dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mempunyai balita stunting di Desa Ngalang Gunung Kidul dan sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan jumlah 46 orang ibu yang memiliki balita stunting. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Analisis data bivariat Paired Sample t- Test. Hasil Statistik uji t memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pola asuh holistik orang tua pada balita stunting di Desa Ngalang Gunung Kidul. Kesimpulan terdapat pengaruh setelah diberikan pendidikan kesehatan terkait dengan  pola asuh orang tua secara holistik terhadap balita stunting.
The relationship between parental work and child growth and development Sunarsih, Tri; Astuti, Endah Puji; Sahnti, Elvika Fit Ari; Abidah, Alief Nur Insyiroh
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i2.1427

Abstract

Background: The parent's occupation factor is important because it can influence the quality of parenting, economic conditions, and family environment, all of which contribute to child development.Objective: This study aims to identify and analyze the relationship between parental economic status, namely parental employment, and child growth and development.Method: The research uses survey methods with a quantitative approach. Data was collected from respondents of mothers with children aged 0-5 years. Data analysis was carried out using the Chi-Square test to determine the significance of the relationship between parental employment and children's growth and development.Results: The study's results show a significant relationship between fathers' work and child growth, where children of fathers who work as laborers have the most normal growth. Meanwhile, maternal employment has a significant relationship with child development, with the highest normal development in children of mothers who do not work. However, maternal employment did not show an important relationship with child growth.Conclusion: This study concludes that the father's work has more influence on children's physical growth, while the mother's work has more influence on child development. These results show that parental employment characteristics have important implications for child development
The relationship between parental work and child growth and development Sunarsih, Tri; Astuti, Endah Puji; Sahnti, Elvika Fit Ari; Abidah, Alief Nur Insyiroh
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i2.1427

Abstract

Background: The parent's occupation factor is important because it can influence the quality of parenting, economic conditions, and family environment, all of which contribute to child development.Objective: This study aims to identify and analyze the relationship between parental economic status, namely parental employment, and child growth and development.Method: The research uses survey methods with a quantitative approach. Data was collected from respondents of mothers with children aged 0-5 years. Data analysis was carried out using the Chi-Square test to determine the significance of the relationship between parental employment and children's growth and development.Results: The study's results show a significant relationship between fathers' work and child growth, where children of fathers who work as laborers have the most normal growth. Meanwhile, maternal employment has a significant relationship with child development, with the highest normal development in children of mothers who do not work. However, maternal employment did not show an important relationship with child growth.Conclusion: This study concludes that the father's work has more influence on children's physical growth, while the mother's work has more influence on child development. These results show that parental employment characteristics have important implications for child development
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Padat Alami Berbasis Daun Kelor dan Minyak Zaitun Larasati, Dwi; Rahayu, Budi; Okta Viyani, Ari; Sunarsih, Tri; Sarmin, Sarmin; Mona Airin, Claude; Soffan, Alan; Puji Astuti, Endah; Fit Ari Shanti, Elvika
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.209

Abstract

Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun padat alami berbasis daun kelor dan minyak zaitun bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi produk ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Pelatihan ini dilaksanakan pada 8 November 2024 dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Metode yang digunakan adalah pendekatan praktis dengan memberikan materi teori dan diikuti dengan praktik langsung pembuatan sabun. Teknik analisis dilakukan dengan membandingkan hasil evaluasi sebelum dan setelah pelatihan serta melakukan observasi terhadap produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 21,16%, dengan produk sabun alami yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dalam hal kesehatan kulit dan ramah lingkungan. Pelatihan ini berhasil mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat dan dapat menjadi dasar untuk pengembangan produk yang lebih luas serta peluang usaha bagi masyarakat.
Mutu Organoleptik dan Tingkat Penerimaan Produk Food Bars Substitusi Tepung Kelor, Lamtoro, dan Bonggol Jagung sebagai Makanan Tambahan Balita Stunting Astuti, Endah Uji; Sunarsih, Tri; Rahayu, Herwinda Kusuma; Shanti, Elvika Vit Ari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1514

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang signifikan di Indonesia. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pengembangan produk makanan tambahan berupa food bars yang terbuat dari tepung kelor, lamtoro, dan bonggol jagung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi food bars yang bergizi dan diterima dengan baik oleh balita stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Proses pembuatan food bars dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk pembuatan bahan dasar, penentuan formulasi, dan uji organoleptik. Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis terlatih untuk menilai aspek sensoris seperti rasa, aroma, warna, dan tekstur dari tiga formulasi food bars yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food bars yang diformulasikan dengan tepung kelor, lamtoro, dan bonggol jagung memiliki potensi besar untuk diterima oleh konsumen. Secara keseluruhan, penerimaan yang baik terhadap berbagai aspek food bars yang menunjukkan potensi besar produk ini untuk dikonsumsi secara luas pada formulasi I karena memiliki tiga aspek terbesar persentasenya baik pada uji organoleptik maupun uji hedonic (penerimaan). Pada uji organoleptik persentase aspek warna (70.0%) yaitu warna coklat tua tetapi masih dapat diterima, aspek rasa 66.7% yaitu manis alami gurih dan disukai, aspek tekstrur 60% yaitu agak keras, agak padat dan renyah, aspek aroma (40,0%) yaitu seimbang dan tidak terlalu kuat khas herbal. Pada uji hedonic (penerimaan) formulasi I menunjukkan persentase tertinggi pada kategori suka yaitu pada aspek warna (70.0), rasa (56,7), aroma (66,7), dan tekstur 53,3%). Produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai gizi yang tinggi tetapi juga disukai oleh panelis, yang merupakan faktor penting untuk memastikan konsumsi rutin. Kesimpulannya, food bars berbahan tepung kelor, lamtoro, dan bonggol jagung dapat menjadi alternatif solusi nutrisi bagi balita stunting serta mendukung program pemerintah dalam upaya penanggulangan stunting.
Pendidikan dan Kesehatan Kepada Ibu Balita Tentang Gizi Seimbang Balita dan Pemeriksaan Pertumbuhan Balita Alfie Ardiana Sari; Sunarsih, Tri; Puspitasari, Dian
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v3i2.648

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi di Indonesia yang terbanyak meliputi gizi kurang atau yang mencakup susunan hidangan yang tidak seimbang maupun konsumsi keseluruhan yang tidak mencukupi kebutuhan badan, yang berdampak jangka pendek dengan kondisi stunting atau jangka panjang kondisi obesitas. Untuk mencapai sasaran tersebut melalui pemberian makanan pada balita dengan meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu dalam memberikan gizi pada balita. Upaya untuk menanggulangi kejadian kurang atau lebih gizi melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan melakukan peningkatan pemahaman terkait gizi balita melalui pendidikan kesehatan. Pemberian makanan yang sehat dapat menjaga kesehatan, mendidik anak sejak usia dini untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat. Makanan yang diberikan kepada anak juga harus sesuai dengan kebutuhan gizi dan kebutuhan anak. Permasalahan yang muncul di Dukuh Jadan adalah kurang pemahaman orangtua tentang pemenuhan gizi seimbang pada balitanya secara tepat. Metode kegiatan ini meliputi pendidikan kesehatan gizi seimbang balita kepada ibu atau pengasuh dan pengukuran pertumbuhan balita dengan ceramah atau penyuluhan, tanya jawab, dan diskusi. Target sasaran dalam penyuluhan ini adalah orang tua atau pengasuh balita. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat tentang Pendidikan kesehatan gizi seimbang balita kepada ibu atau pengasuh balita sebelum dilakukan penyuluhan memiliki rata-rata 76,27 dan setelah dilakukan penyuluhan naik menjadi 96,86, artinya terjadi peningkatan sebanyak 21%. Sementara untuk pengukuran pertumbuhan balita dengan interpretasi status gizi kategori pendek yaitu 4 balita laki-laki (3,3%) dan 1 balita perempuan (4,7%).
Pengetahuan ibu tentang stunting di wilayah kerja Puskesmas Bukit Sari Kabupaten Kepahiang Prajna Galuh Pangestuti; Tri Sunarsih; Lily Yulaikhah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 10 (2024): Volume 18 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i10.578

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem experienced by Indonesia. Stunting is a condition of growth failure in children caused by chronic malnutrition so that children are too short for their age. It is important to conduct research on stunting in order to assist the government in implementing work programs to reduce the incidence of stunting. Purpose: To determine mothers' knowledge about stunting. Method: Quantitative research with descriptive design. The study was conducted in the Bukit Sari Health Center Working Area, Kepahiang Regency in 2023. The population in this study were all mothers who had toddlers. The sample size can be calculated using the Slovin formula and 87 respondents were obtained. The instrument was a questionnaire to assess the description of mothers' knowledge about stunting and data analysis using univariate. Results: the level of mothers' knowledge about stunting was 49.42% good knowledge, 41.38% sufficient knowledge and 9.20% less knowledge. Conclusion: The description of the level of mothers' knowledge about stunting shows that most of the mothers' knowledge is in the good category, namely 49.43%. Suggestion: The health center is advised to conduct intensive monthly outreach to mothers who have toddlers regarding stunting, prevention and supervision to avoid stunting in children and the risks that follow..   Keywords: Knowledge; Mother; Stunting.   Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dialami oleh Negara Indonesia. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya. Pentingnya dilakukan penelitian tentang stunting ini agar dapat membantu pemerintah dalam menjalankan program kerja untuk menurunkan angka kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang stunting Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bukit Sari Kabupaten Kepahiang pada tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita. Besar sampel dapat dihitung dengan menggunakan rumus slovin dan didapatkan sebanyak 87 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk menilai gambaran pengetahuan ibu tentang stunting dan analisis data menggunakan univariat. Hasil: Tingkat pengetahuan ibu tentang stunting 49.42% berpengetahuan baik, 41.38% berpengetahuan cukup dan 9.20% berpengetahuan kurang. Simpulan: Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang stunting menunjukan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori baik yaitu 49.43%. Saran: Pihak puskesmas agar melakukan penyuluhan berupa sosialisasi bulanan yang intensif kepada ibu-ibu yang mempunyai anak balita mengenai stunting, pencegahan dan pengawasannya untuk menghindari terjadinya stunting pada anak dan risiko yang mengikutinya.   Kata Kunci: Pengetahuan; Ibu; Stunting.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG POLA ASUH HOLISTIK DENGAN PERTUMBUHAN Puji Astuti, Endah; Sunarsih, Tri
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 13, No 2 (2022): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v13i2.623

Abstract

PENGETAHUAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI DENGAN PERSIAPAN PERSALINAN Saragih Sidahuruk, Helga Kristiani; Sunarsih, Tri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i3.1140

Abstract

Latar belakang: Banyak ibu hamil hanya mengetahui sedikit tentang proses yang terjadi dalam dirinya, perubahan apa saja yang terjadi, dan bagaimana proses kehamilan dan persalinan secara normal. Kurangnya pengetahuan dan ketidaksiapan tentang apa yang diharapkan selama persalinan dapat menyebabkan kecemasan dan ketakutan, periode kehamilan yang tidak nyaman, dan bahkan kelahiran yang sulit. Persiapan dalam menghadapi persalinan sangat bergantung pada pengetahuan ibu bersalin pada saat ibu melakukan ANC. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil risiko tinggi dengan persiapan persalinan di Klinik Pratama Amanda. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu hamil risiko tinggi trimester III. Teknik dalam pengambilan sampel adalah total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 ibu hamil risiko tinggi trimester III yang dideteksi menggunakan Kartu Skor Poedji Rochyati (KSPR). Penelitian ini dilaksanakan di Klinik Pratama Amanda. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis korelasi spearman rank. Hasil: Karakteristik usia 20-35 tahun sebanyak 31 responden (88,6%), pendidikan SMA/MA sebanyak 21 responden (60%), tidak bekerja sebanyak 15 responden (42,9%), primigravida sebanyak 19 responden (54,3%), skrining kspr: penyakit pada ibu hamil yaitu kurang darah sebanyak 7 responden (18%), tingkat pengetahuan ibu baik sebanyak 31 responden (89%), persiapan persalinan siap sebanyak 34 responden (97%) dan critical point (P4K) siap 21 responden (60%). Nilai p-value sebesar 0,001 artinya ada hubungan yang signifikan (berarti) antara variabel tingkat pengetahuan ibu hamil risiko tinggi dengan persiapan persalinan. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan ibu hamil risiko tinggi dengan persiapan persalinan.
PENGARUH PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI ANEMIA Mualifah, Nita Azimatul; Sunarsih, Tri; Yulaikhah, Lily
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1142

Abstract

Latar belakang: Remaja putri menghadapi peningkatan kerentanan terhadap anemia karena pertumbuhan fisik yang cepat dan permulaan menstruasi pada tahap ini. Akibatnya, remaja putri memerlukan zat gizi dalam jumlah yang lebih tinggi, terutama zat besi, sehingga mereka sangat rentan terhadap anemia. Untuk mengatasi kekurangan zat besi ini, seseorang dapat melengkapi pola makannya dengan makanan kaya zat besi, seperti kacang hijau, yang mengandung 13,96 mg/L zat besi dalam setiap 100 gramnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian jus kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia yang berada di MAN 1 Kulonprogo. Metode :  Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan Pretest – Posttest Control Group Design. Penelitian difokuskan pada populasi remaja putri yang bersekolah di MAN 1 Kulon Progo. Sampel penelitian berjumlah 20 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Intervensi diberikan selama 7 hari. Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Kulon Progo. Data diperiksa dengan uji beda berpasangan (paired sample t-test). Hasil: Kadar hemoglobin pada kelompok intervensi mengalami peningkatan dari 11,05±0,79 menjadi 12,03±0,98 gr/dl setelah diberikan jus kacang hijau. Kelompok kontrol memiliki rata-rata konsentrasi hemoglobin 11,25±0,42 gr/dl sebelum pengujian dan sedikit menurun menjadi 11,20±0,62 gr/dl setelah pengujian. kelompok intervensi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kadar hemoglobin sebelum dan sesudah menerima jus kacang hijau (p=0,025), yang mengindikasikan perubahan yang berarti pada tingkat hemoglobin setelah intervensi. Kesimpulan: pemberian jus kacang hijau memberikan dampak positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia.
Co-Authors ., Ekawati A.S., Elvika Fit Abidah, Alief Nur Insyiroh Airin, Claude M. Alfie Ardiana Sari Andriyani Astuti Angga Eko Pramono Anggawijayanto, Erydani Anjani Martia Luciana Ari Shanti, Elvika Fit Astuti A., Tyasning Yuni Astuti, Endah P. Astuti, Endah Uji Bambang Retnoaji Bangun Prajanto Nusantoro Bhisma Murti Budi Rahayu, Budi Claude Mona Airin Dewi Rokhanawati, Dewi Dheny Rohmatika Dhesi Ari Astuti, Dhesi Ari Dhiva Biancha Salsabhila Dian Puspitasari Dian Puspitasari Dini, Aknes Dwi Larasati Dwi Larasati, Dwi Ekawati ekawati Ekawati Ekawati Elvika Fi Ari Shanti Elvika Fit Ari Shanti Elvika Fit Ari Shanti Elvika Fit Ari Shanti, Elvika Fit Ari Endah Puji Astuti Endah Puji Astuti, Endah Puji Erna Wati Erwan Syah, Muhammad Fasion, Arisah Fifin Dewi Fitriani Fit Ari Shanti, Elvika Fitriani, Fifin Dewi Friska Nurul Hikmah GANA RENDRA WINARTI Heri Herawan Hestiasih Nirwanto Hikmah, Friska Nurul Ida Nursanti Indah Permatasari Indah Permatasari Kartini, Farida Khairiyah, Fuji Yaumil Kharisma Kholisah, Alfina Nur Kristanto Kristanto Kumorojati, Ratih laili rahmatul ilmi Lily Yulaikhah linda, yulinda Luluk Rosida Mahendra Wijaya Mawarti, Triyani Menik Sri Daryanti Mualifah, Nita Azimatul Muhammad Erwan Syah Muhammad Habibi Nendhi Wahyunia Utami Ni nyoman Y. Abriyani Novita Widy Astuti Novitaningsih, Astrit Nst, Aisyah Amalia Nur Rahmawati Sholihah Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina Nurul Makiyah Nur’Aini Purnamaningsih Okta Viyani, Ari Prajna Galuh Pangestuti Praptana Praptana Pratiwi, Cesa Septiana PUDJI ASTUTI Puji Astuti, Endah Puji Astuti, Endah Purnamaningsih, Nur’Aini Purnamaningsih, Nur’Aini Puspita, Kori Putri, Maharani Lentera Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Herwinda Kusuma Rahmawati, Dechoni Ratna Prahesti Rizki Wahyuning Damayanti Rosdiana Rukmi, Dwi Kartika Sahnti, Elvika Fit Ari Sapja Anantanyu Saragih Sidahuruk, Helga Kristiani Sarmin Sarmin Shanti, Elvika F. A. Shanti, Elvika Vit Ari Sis Wuryanto Siti Nur Djannah Soffan, Alan Srimiayu Karatahe Sujono Riyadi Sunarsih, Kharisma Suryo Nugroho Markus Suwarno Suwarno Suwarno Syah, Muhammad E. Syairaji Utami, Nendhi Wahyunia Viyani, Ari Okta Yohana, Beby Yuli Astuti Yulinda, Dwi