Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KEMBARA

Objektifikasi pada tokoh Sita dalam novel Sitayana karya Cok Sawitri Joko Widodo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i2.27965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk objektifikasi perempuan pada ranah perkawinan dan kekuasaan dalam novel Sitayana karya Cok Sawitri. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan teori objektifikasi oleh Barbara Frederickson dan Tomi-Ann Roberts. Sumber data penelitian ini diperolah dari kutipan novel Sitayana karya Cok Sawitri yang menggambarkan objektifikasi terhadap perempuan. Proses pengumpulan data menggunakan teknik dokumenter dan catat yang dilakukan dengan beberapa langkah yaitu: Pertama, membaca novel Sitayana terlebih dahulu secara berulang-ulang. Kedua, mengidentifikasi isi novel yang berhubungan dengan rumusan masalah yaitu objektifikasi perempuan dalam novel Sitayana karya Cok Sawitri. Ketiga, menganalisis data berdasarkan teori yang digunakan yaitu objektifikasi perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) bentuk objektifikasi perempuan terjadi pada ranah perkawinan berupa instrumental, pembungkaman, dan dapat dilukai, 2) pada ranah kekuasaan berupa penyangkalan subjektivitas, kepemilikan, dan tidak memiliki kehendak, serta 3) upaya untuk melepaskan diri dari objektifikasi berupa penolakan terhadap keputusan.
Naskah Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya sebagai perlawanan budaya tertutup Joko Widodo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.27969

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat posisi naskah Bila Malam Bertambah Malam dalam polemik budaya masyarakat Bali. Hal in tidak lepas dari masalah budaya yang didasari atas perbedaan kasta, khususnya mengenai posisi perempuan dalam pernikahan beda kasta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatid. Pendekatan yang digunakan adalah antropologi sastra. Sumber data yang digunakan sebagai objek material adalah naskah lakon Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya. Data dikumpulan dengan metode simak catat dan dianalisis dengan Teknik analisis dokumen. Hasil penelitian ini adalah 1) naskah BMBM merepresentasikan konflik budaya sebagai motif perlawanan budaya. Konflik budaya didasari atas perbedaan kasta yang menghasilkan diskriminasi dan polemik pernikahan perempuan; 2) Perlawanan budaya cenderung dilakukan dengan cara terbuka dan tertutup. Perlawanan terbuka dilakukan secara langsung yaitu komunikasi antar kelompok yang bertikai. Perlawanan tertutup dilakukan dengan proses perencanaan. Di dalam BMBM, tokoh yang melakukan perencanaan untuk menentang sistem kasta adalah Ngurah dan Nyoman. Perlawanan tertutp yang dilakukan didasari atas terbukanya pemikiran akibat adanya asimilasi budaya; dan 3) secara tidak langsung, BMBM hadir sebagai bagian dari perlawanan pengarang terhadap polemik yang ada. Sastra menjadi media perlawanan budaya secara tertutup karena sastra akan bekerja ketika muatan di dalamnya berterima oleh pembaca. Sastra sebagai media perlawanan budaya bekerja pada tataran ideologis seperti halnya sistem kasta yang juga bergerak pada tataran ideologis.
Mite Sunan Kalijaga dalam kehidupan sakral dan profan masyarakat Gunung Surowiti Joko Widodo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.27982

Abstract

Keberadaan mite tidak terlepas dari masyarakat Indonesia. Salah satunya, di Desa Panceng Kabupaten Gresik yang dikenal sebagai Desa yang sakral. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai bentuk, fungsi, dan makna mite Sunan Kalijaga yang hidup di masyarakat Gunung Surowiti Kabupaten Gresik. Untuk menjawab permasalahan tentang bentuk mite, peneliti menggunakan teori sakral dan profane dari pemikiran Mircea Eliade, untuk memecahkan permasalahan tentang fungsi, peneliti menggunakan konsep fungsi mite dari pemikiran Umar Yunus, dan untuk menjawab permasalahan makna, peneliti menggunakan teori makna mite perspektif emik dan etik dari pemikiran Kenneth Pike. Penelitian dikaji dengan menggunakan pendekatan etnografi yang menjadikan peneliti berbaur dengan kehidupan masyarakat untuk mengumpulkan data. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara terhadap tiga informan, penyebaran dan pengisian angket oleh dua puluh warga lokal, observasi, dan telaah dokumen. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mite Sunan Kalijaga yang hidup di masyarakat Gunung Surowiti Kabupaten Gresik merupakan bentuk mite makhluk Illahi. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek pendukung cerita yang mengarahkan pada kepercayaan masyarakat Surowiti terhadap sosok manusia suci atau makhluk Illahi yaitu Sunan Kalijaga. Mite tersebut memiliki berbagai fungsi, seperti fungsi pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya. Mite Sunan Kalijaga bagi masyarakat Surowiti diartikan sebagai cerita kepercayaan masyarakat yang sakral dan berpengaruh dalam kehidupan mereka, sedangkan bagi peneliti mite Sunan Kalijaga dijadikan alat masyarakat dalam menjelaskan posisi penting dari desa mereka dalam proses penyebaran agama Islam.