Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Program Disiplin Positif Dalam Membentuk Karakter MAJU (Mandiri, Agamis, Jujur, Unggul) Siswa Kelas VIII di SMPN 15 Bandung Muftia Salma Nurpadilah; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10480

Abstract

Abstract. The use of punishment is often used by schools as a form of disciplining their students. Even though to discipline children do not always have to use punishment, through an agreement made between two parties can train discipline and responsibility for children. Research methods are carried out using qualitative methods. The purpose of this study is to provide insight into planning, processes, evaluations and outcomes, as well as inhibiting and supporting factors of positive discipline programs. The data collection used are interviews, observations, and documentation studies. Data analysis consisting of data reduction, data display, and conclusions. The results showed that (a) Planning a positive discipline program at SMPN 15 Bandung in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). (b) The process of implementing a positive discipline program in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). (c) The evaluation and results of the implementation of positive discipline in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). (d) The inhibiting and supporting factor of the implementation of positive discipline at SMPN 15 Bandung in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). Abstrak. Penggunaan hukuman sering digunakan oleh sekolah sebagai bentuk mendisiplinkan siswa mereka. Meskipun untuk mendisiplinkan anak tidak selalu harus menggunakan hukuman, melalui kesepakatan yang dibuat antara dua pihak dapat melatih disiplin dan tanggung jawab terhadap anak. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan tentang perencanaan, proses, evaluasi dan hasil, serta faktor penghambat dan pendukung program disiplin positif. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, tampilan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Merencanakan program disiplin positif di SMPN 15 Bandung dalam membentuk karakter siswa kelas VIII MAJU (Mandiri, Beragama, Jujur, Unggul).(b) Proses pelaksanaan program disiplin positif dalam membentuk karakter MAJU (Mandiri, Beragama, Jujur, Unggul). (c) Evaluasi dan hasil penerapan disiplin positif dalam membentuk karakter siswa kelas VIII MAJU (Mandiri, Beragama, Jujur, Unggul). (d) Faktor penghambat dan pendukung penerapan disiplin positif di SMPN 15 Bandung dalam membentuk karakter siswa kelas VIII MAJU (Mandiri, Religius, Jujur, Unggul).
Implikasi Pendidikan dari Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Qur’an Surat Al-Kahfi Ayat 69, 70,72,75,78 terhadap Tahapan Pemberian Hukuman Afifah Fauziah; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10711

Abstract

Abstract. Punishment is an important part of education. Punishment is carried out by educators with the aim of making children aware that the actions they have committed are wrong and should not be repeated. Looking at the current situation and conditions, there are still educators who punish children not according to their portions. Therefore, in an effort to make children aware, of course educators must know the stages of giving punishment, as well as the type of punishment that deters them, but does not cause trauma. This research aims to (1) Find out the opinion of the mufassir about Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78. (2) Find out the essence of Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78 regarding the stages of punishment ( punishment) in the story of the prophet Musa and the prophet Khidir. (3) Find out the opinions of experts regarding punishment. (4) Knowing the educational implications of the story of the prophet Moses and the prophet Khidr contained in Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78 on the stages of administering punishment. The method used in this research is the descriptive-analysis method, the data collection technique is library research, therefore the material object of this research is books/books of interpretation of the Al-Quran, books, articles, journals and other sources which are still available. related to the main research problem. The results of this research show that the stages of administering punishment from the story of the prophet Moses and the prophet Khidr contained in Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78 are: 1) Making agreed rules (learning contracts) as preventive punishment, 2) Giving a warning as the first stage of punishment, 3) Giving a warning as the second stage of giving punishment, 4) Giving punishment (deprivation) as the third stage of giving punishment. Abstrak. Hukuman merupakan bagian penting dalam pendidikan. Hukuman dilakukan oleh para pendidik dengan tujuan untuk menyadarkan anak bahwa perbuatan yang dilakukannya salah dan tidak boleh diulangi. Melihat situasi dan kondisi saat ini masih ada pendidik yang menghukum anak tidak sesuai porsinya. Oleh karena itu, dalam upaya menyadarkan anak, tentunya pendidik harus mengetahui tahapan pemberian hukuman, serta jenis hukuman yang membuatnya jera, namun tidak menimbulkan trauma. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pendapat para mufassir tentang Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78. (2) Mengetahui esensi Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78 tentang tahapan hukuman (punishment) dalam kisah nabi Musa dan nabi Khidir. (3) Mengetahui pendapat para pakar tentang hukuman (punishment). (4) Mengetahui implikasi pendidikan dari kisah nabi Musa dan nabi Khidr yang terdapat dalam Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78 terhadap tahapan pemberian hukuman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis, teknik pengumpulan datanya yaitu kepustakaan (library research) oleh karena itu objek material penelitian ini berupa buku/kitab tafsir Al-Quran, buku, artikel, jurnal, serta sumber-sumber lain yang masih berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa tahapan pemberian hukuman dari kisah nabi Musa dan nabi Khidr yang terkandung dalam Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78 yaitu : 1) Membuat aturan yang disepakati (kontrak belajar) sebagai hukuman preventif, 2) Memberi teguran sebagai tahap pertama pemberian hukuman, 3) Memberi peringatan sebagai tahap kedua pemberian hukuman, 4) Memberi hukuman (deprivasi) sebagai tahap ketiga pemberian hukuman.
Implementasi Metode Ummi dalam Meningkatkan Kemampuan Bacaan Al-Qur’an pada Siswa Kelas 1 SD Ibnu Sina Padasuka Cicaheum Kab. Bandung Peni Widianti Nugraha Mulia; Ikin Asikin; Dinar Nur inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.11782

Abstract

Abstract. Indonesia is the largest Islamic country with 99% Muslims, but there are still around 80% who are illiterate in the Koran, which causes difficulties in reading it. One of these problems occurred at Ibnu Sina Elementary School, Padasuka Cicaheum, Bandung Regency. The aim of this research is to find out how to plan, implement and the advantages and disadvantages of the ummi method in improving the ability to read the Al-Qur’an in grade 1 students at SD Ibnu Sina Padasuka Cicaheum, Bandung City. This research method uses a qualitative descriptive method which is used to describe the conditions in the field as they are. For techniques, namely using observation, interviews and documentation. The results of this research and discussion include planning which consists of preparing before learning begins, such as creating an annual program, the stages of the Ummi method. Furthermore, the implementation of the Ummi method includes preliminary activities, core activities, and finally closing activities. And finally, there are advantages and disadvantages to the ummi method implemented at Ibnu Sina Elementary School. The advantages are that it can improve the ability to read the Al-Qur’an, creating active learning where students can learn to read by spelling the letters of the Al-Qur’an. Meanwhile, the drawback is that there are no icebreakers, so teachers there have to find ways so that students don’t get bored when learning the Ummi method Abstrak. Indonesia merupakan negara islam terbesar yang beragama muslimnya 99% akan tetapi masih ada sekitar 80% yang buta huruf Al-Qur’an sehingga menyebabkan kesulitan dalam membacanya. Salah satunya masalah tersebut terjadi di SD Ibnu Sina padasuka cicaheum kab.bandung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan serta kelebihan dan kekurangan metode ummi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa kelas 1 SD Ibnu Sina Padasuka Cicaheum Kota Bandung. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan keadaan kondisi dilapangan apa adanya. Untuk teknik yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumenasi.Hasil penelitian dan pembahasan ini meliputi perencanaan yang isinya mempersiapkan sebelum pembelajaran dimulai seperti membuat program tahunan, tahapan-tahapan metode ummi. Selanjutnya pelaksanaan metode ummi ini meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan terakhir kegiatan penutup. Dan terakhir adanya kelebihan serta kekurangan dalam metode ummi yang dilaksanakan di SD Ibnu Sina. Adapun kelebihannya dapat meningkatkan kemampuan dalam membaca Al-Qur’an, menciptakan pembelajaran yang aktif dimana siswa-siswa dapat belajar membaca dengan mengeja huruF Al-Qur’an. Sementara kekurangannya yaitu tidak adanya ice breaking sehingga guru disana harus mencari cara supaya siswa tidak bosan saat belajar metode ummi.
Program Pembelajaran Al-Qur’an dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al-Qur’an Siswa di MTSN 1 Garut Muhammad Garly Aditya; Rahminawati, Nan; Nur Inten, Dinar
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12136

Abstract

Abstract. The Al-Qur'an is a holy book for Muslims which is a guide to life, which provides complete instructions for the rules of human life that can create a comfortable, happy and prosperous life. Difficulties faced by students in reading the Al-Qur'an include, for example, still stumbling in reading (not yet fluent), not being able to practice mad reading correctly, sometimes long readings are read short or what should be read short is instead read long. Students also still make mistakes in reading laws, they should read with a buzz instead of with a buzz, and vice versa. The objectives of this research are 1) Identify the conditions of students who experience difficulties in reading the Al-Qur'an at MTsN 1 Garut 2) Analyze the efforts made by Al-Qur'an Hadith teachers in overcoming difficulties in reading the Al-Qur'an at MTsN 1 Garut 3) Evaluate the success of the program given to students who have difficulty reading the Koran at MTsN 1 Garut. This research method uses observation, interview and documentation. The research results show that the condition of students who have difficulty reading the Al-Qur'an can be identified through tests carried out at the beginning of school. The efforts of Al-Qur'an Hadith teachers to overcome difficulties in reading the Al-Qur'an include holding Al-Qur'an tadarus for approximately 15 minutes before teaching and learning activities take place, holding special private sessions, and giving assignments that can stimulate students' ability to read. Al-Qur'an. Program evaluation is carried out using oral and written tests which are carried out in stages every week, month and semester. The difficulties experienced by students in the process of learning to read the Al-Qur'an are pronouncing the Hijaiyah letters (Makharijul Letters), mastering the rules of Tajwid science, and not being familiar with punctuation. Abstrak. Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi umat muslim yang menjadi pedoman hidup, memberikan petunjuk lengkap terhadap aturan-aturan hidup manusia, sehingga tercipta kehidupan yang nyaman, bahagia dan sejahtera. Kesulitan yang dihadapi siswa dalam membaca Al-Qur’an misalnya masih terbata-bata dalam membaca (belum lancar), belum mampu mempraktikkan bacaan mad dengan benar, terkadang bacaan panjang dibaca pendek atau sebaiknya yang seharusnya dibaca pendek malah dibaca panjang. Siswa juga masih melakukan kesalahan dalam hukum bacaan, seharusnya dibaca dengan mendengung malah tidak mendengung, dan sebaliknya. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kondisi siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an di MTsN 1 Garut 2) Menganalisis upaya yang dilakukan oleh guru Al-Qur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an di MTsN 1 Garut 3) Mengevaluasi keberhasilan program yang diberikan kepada siswa yang kesulitan membaca Al-Qur’an di MTsN 1 Garut. Metode penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi siswa yang kesulitan membaca Al-Qur’an dapat diketahui melalui tes yang dilakukan pada awal masuk sekolah. Upaya guru Al-qur’an hadits dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an adalah mengadakan tadarus Al-Qur’an selama kurang lebih 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, mengadakan privat khusus, serta pemberian tugas yang dapat merangsang kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an. Evaluasi program dilaksanakan dengan tes lisan dan ujian tulis yang dilakukan bertahap pada tiap minggu, bulan dan semester. Kesulitan- kesulitan yang dialami siswa dalam proses belajar membaca Al-Qur’an adalah melafalkan huruf-huruf Hijaiyah (Makharijul Huruf), penguasaan kaidah ilmu tajwid, serta belum mengenal tanda baca.
Pendidikan Tauhid dari Kisah Nabi Ibrahim kepada Keluarga (Kajian Tafsir Q.S Ash-Saffat Ayat 100-110) Dea Amelia Putri; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12194

Abstract

Abstract. Along with the development of the times, many of the teenagers experience increasing moral decadence such as brawls, free sex, drugs that occur among teenagers. This fact is partly due to the lack of attention and affection of parents towards their children. This has a negative impact on the growth and development of their children. Tawhid is the main and first part that must be planted completely and integrally in humans, because it is from the concept of tawhid that this research aims to (1) To find out the opinions of the mufasir on the content of surah Ash-Shaffat 100-110. (2) To find out the values of education in the family. (3) To determine the essence of tawhid education in the family contained in surah Ash-Shaffat 100-110. This research uses a qualitative approach with descriptive methods sourced from literature (library research). considering all the data that is a reference in this thesis comes from written materials, both in the form of books, books and other reading media that are representative and relevant to the object of discussion. The results of this study indicate the essence contained in surah Ash-shaffat verses 100-110. (1) The strongest education in the form of faith (2) Obeying parents is proof of obedience to Allah (3) Patient attitude in the test. Educational values of surah Ash-Shaffat verses 100-110 (1) faith (2) obedience (3) patience. Abstrak. Seiring dengan perkembangn zaman, banyak diantara kalangan remaja mengalami dekadensi moral yang meningkat seperti tawuran, seks bebas, narkoba yang terjadi di kalangan remaja. Kenyataan tersebut antara lain disebabkan oleh kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya. Hal ini membuat dampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka. Tauhid merupakan bagian utama dan pertama yang harus ditanam secara utuh dan integral dalam diri manusia, sebab dari konsep tauhid inilah penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui pendapat para mufasir terhadap kandungan surah Ash-Shaffat 100-110. (2) Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan di dalam keluarga. (3) Untuk esensi pendidikan tauhid di dalam keluarga yang terkandung dalam surah Ash-Shaffat 100-110. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif bersumber dari kepustakaan (library research). mengingat semua data yang menjadi acuan dalam skripsi ini berasal dari bahan-bahan tertulis, baik dalam bentuk kitab, buku maupun media bacaan lainnya yang representatif serta relevan dengan objek pembahasan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan esensi yang terkandung dalam surah Ash-shaffat ayat 100-110. (1) Pendidikan yang terkuat berupa keimanan (2) Patuh kepada orang tua bukti taat kepada Allah (3) Sikap sabar dalam ujian. Nilai-nilai pendidikan dari surah Ash-Shaffat ayat 100-110 (1) keimanan (2) kepatuhan (3) kesabaran.
Implementasi Program Mentoring dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Qur’an Peserta Didik Kelas VII di SMP PGII 1 Bandung Tegar Maulana; Aep Saepudin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14622

Abstract

Abstract. This research aims to determine the planning, implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors in the mentoring program at SMP PGII 1 Bandung. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews and documentation. The research results show that this mentoring program can improve the ability to read the Qur'an through 1) plans made with the aim of eradicating Qur'an illiteracy and improving the ability to read, write and understand the Qur'an, as well as arranging a time, place and resource schedule , 2) the implementation is carried out on Friday at 13.00-14.00, the implementation is carried out in each class with the homeroom teacher. The implementation uses the Iqra method and a material guide book entitled Tahsin Guide to Recitations of the Qur'an and Tajwid Science. 3) The evaluation of this mentoring program includes written and oral tests to measure understanding and practice of Tajwid science, as well as end-of-semester evaluations and teacher training. Continuous testing ensures fluency in reading the Al-Qur'an, with additional testing before going to grade 8, this testing is carried out with PAI teachers. The tahfidz 7A class was created based on testing the memorization of juz 30 to support the memorization of students who are already fluent in reading the Al-Qur'an. 4) The Al-Qur'an mentoring program is supported by adequate infrastructure, appropriate methodology, and relevant handbooks, but is hampered by a lack of student practice. External support includes Koran recitation activities at the mosque, additional tutoring, and family support, while internal and external barriers include limited student abilities, cellphone use, low motivation at home, and lack of parental involvement. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan faktor pendukung serta penghambat dalam program mentoring di SMP PGII 1 Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mentoring ini dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui 1)perencanaan dibuat dengan tujuan untuk memberantas buta huruf Al Qur’an dan meningkatkan kemampuan membaca,menulis dan memahami Al Qur’an, serta menyusun jadwal waktu, tempat dan narasumber, 2) pelaksanaan dilaksanakan pada hari Jum’at pukul 13.00-14.00,pelaksanaan dilaksanakan di kelasnya masing masing bersama wali kelasnya. Pelaksanaan menggunakan metode Iqra dan buku panduan materi yang berjudul Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an dan Ilmu Tajwid. 3) Evaluasi program mentoring ini yaitu evaluasi mencakup tes tertulis dan lisan untuk mengukur pemahaman dan praktik ilmu tajwid, serta evaluasi akhir semester dan pelatihan guru. Pengetesan berkelanjutan memastikan kelancaran membaca Al-Qur'an, dengan pengetesan tambahan sebelum naik kelas 8 pengetesan tersebut dilakukan bersama guru PAI. Kelas tahfidz 7A dibuat berdasarkan pengetesan hafalan juz 30 untuk mendukung hafalan siswa yang sudah lancar membaca Al-Qur'an. 4) Program mentoring Al-Qur'an didukung oleh sarana prasarana yang memadai, metodologi tepat, dan buku pegangan relevan, namun terkendala kurangnya latihan siswa. Dukungan eksternal meliputi aktivitas mengaji di masjid, les tambahan, dan dukungan keluarga, sementara hambatan internal dan eksternal mencakup kemampuan siswa terbatas, penggunaan handphone, motivasi rendah di rumah, dan kurangnya keterlibatan orang tua.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Jujur dalam Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 70 Miftahudin Wirtadipura; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14828

Abstract

Abstract. This research aims to examine: (1) the opinions of commentators on Q.S. Al-Ahzab verse 70, (2) the essence of Q.S. Al-Ahzab verse 70, (3) the implications of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70, and (4) the values of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70. The study involved an in-depth review of various interpretations and books related to the research topic. The conclusions drawn from the research are as follows: (1) The verse contains two main commands: to be pious to Allah and to speak the truth. This verse emphasizes the importance of piety as the foundation of faith that drives Muslims to guard their speech. Honest character education in Surah Al-Ahzab verse 70, according to commentators, emphasizes that honesty is a direct expression of deep faith in Allah. (2) The essence of Q.S. Al-Ahzab verse 70 is (a) One should always believe in Allah (b) One should always be pious to Allah (c) One should always speak the truth (d) The importance of honest character education. (3) The implication of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70 is that honesty is a tangible manifestation of deep faith in Allah. This verse affirms that authentic faith must be reflected in real actions, especially in speaking and acting truthfully. (4) The values of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70 are (a) Faith values (b) Piety values (c) Honesty in speech. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) bagaimana pendapat para mufassir dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 70? (2) Apa Esensi dari Q.S. Al-Ahzab Ayat 70? (3) Bagaimana implikasi pendidikan karakter jujur dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 70? (4) Bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter jujur yang terdapat pada Q.S. Al-Ahzab ayat 70?. Kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengkaji secara mendalam berbagai tafsir dan buku yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini diperoleh beberapa Kesimpulan yaitu: (1) Ayat ini mengandung dua perintah utama bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan benar. Ayat ini menekankan pentingnya ketakwaan sebagai landasan iman yang mendorong umat Islam untuk menjaga ucapan mereka. Pendidikan karakter jujur dalam Surah Al-Ahzab Ayat 70 menurut para mufassir menekankan bahwa kejujuran merupakan ekspresi langsung dari iman yang mendalam kepada Allah. (2) Esensi Q.S. Al-Ahzab Ayat 70 adalah (a) Hendaknya manusia selalu beriman kepada Allah (b) Hendaknya manusia selalu bertakwa kepada Allah (c) Hendaknya manusia selalu berbicara yang benar (d) Pentingnya pendidikan karakter jujur. (3) Implikasi pendidikan karakter jujur dalam Q.S. Al-Ahzab Ayat 70 adalah menunjukkan bahwa kejujuran merupakan manifestasi nyata dari iman yang mendalam kepada Allah. Ayat ini menegaskan bahwa keimanan yang autentik harus tercermin dalam tindakan nyata, khususnya dalam berbicara dan bertindak dengan benar. (4) Nilai-nilai pendidikan karakter jujur dalam Q.S. Al-Ahzab Ayat 70 adalah (a) Nilai keimanan (b) Nilai ketakwaan (c) Nilai kejujuran dalam perkataan.
Implementasi Program Turjuman Al-Qur’an dalam Membentuk Akhlak Kepada Allah Swt pada Kelompok Akhwat di SMP IT Anni’mah Bandung Resty Hadianingtyas; Asikin, Ikin; Nur Inten, Dinar
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15175

Abstract

Abstract. The most important character that must be taught to someone is character to Allah Swt. The Turjuman Al-Qur'an program is a Qur'anic learning that can be used to make it easier for students to understand the meaning of each word, each sentence and the essence of the Qur'anic verse. This research aims to: (1) to know the planning of the Al-Qur'an turjuman program in shaping morals to Allah Swt in the akhwat group, (2) to know the implementation of the Al-Qur'an turjuman program in shaping morals to Allah Swt in the akhwat group, (3) to know the evaluation of the Al-Qur'an turjuman program in shaping morals to Allah Swt in the akhwat group, (4) to know the obstacles and solutions to the Al-Qur'an turjuman program in shaping morals to Allah SWT in the akhwat group at SMP IT Anni'mah Bandung. The results showed that: (1) The planning of the Turjuman Al-Qur'an program is carried out in a comprehensive and structured manner to ensure that students understand and practice the teachings of the Qur'an in their daily lives. (2) The implementation of the Turjuman Al-Qur'an program in shaping morals to Allah SWT in the akhwat group, has three parts, namely: opening, core activities, and closing. (3) Evaluation in this program is carried out through end of lesson assessments, observation of students' daily behavior, and the use of questionnaires and surveys (4) Obstacles and solutions in the Qur'anic turjuman program; obstacles: including time constraints due to busy academic schedules, and lack of support from some parents. Solutions: adjustments to the learning schedule and increased communication with parents. Abstrak. Akhlak paling utama yang harus diajarkan kepada seseorang adalah akhlak kepada Allah Swt. Program Turjuman Al-Qur’an adalah suatu pembelajaran Al-Qur’an yang dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami makna perkata, perkalimat serta intisari dari ayat Al-Qur’an. Peneliti ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perencanaan program turjuman Al-Qur’an dalam membentuk akhlak kepada Allah Swt pada kelompok akhwat, (2) mengetahui pelaksanaan program turjuman Al-Qur’an dalam membentuk akhlak kepada Allah Swt pada kelompok akhwat, (3) mengetahui evaluasi program turjuman Al-Qur’an dalam membentuk akhlak kepada Allah Swt pada kelompok akhwat, (4) mengetahui hambatan dan solusi program turjuman Al-Qur’an dalam membentuk akhlak kepada Allah Swt pada kelompok akhwat di SMP IT Anni’mah Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya: (1) Perencanaan program Turjuman Al-Qur'an dilakukan secara komprehensif dan terstruktur untuk memastikan siswa memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. (2) Pelaksanaan program turjuman Al-Qur’an dalam membentuk akhlak kepada Allah Swt pada kelompok akhwat, memiliki tiga bagian, yaitu: pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. (3) Evaluasi dalam program ini dilakukan melalui penilaian akhir pelajaran, observasi perilaku sehari-hari siswa, dan penggunaan kuesioner serta survei (4) Hambatan dan solusi dalam program ini; hambatan: termasuk keterbatasan waktu akibat jadwal akademik yang padat, dan kurangnya dukungan dari sebagian orang tua. Solusi: penyesuaian jadwal pembelajaran dan peningkatan komunikasi dengan orang tua.
Implementasi Program Pembiasaan Pagi dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa SMP PGII 2 Bandung Rossa Anggreni; Nur Inten, Dinar
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15204

Abstract

Abstract. The morning habituation program at SMP PGII 2 Bandung is an effort to instill discipline in students through positive routines. The activities in this program include reciting Asmaul Husna, reading Al Ma'tsurah, performing Dhuha prayers, praying together, and delivering religious or motivational talks on faith and morality. The main goal is to instill values of discipline, responsibility, orderliness, and togetherness among the students. This study also evaluates the planning, implementation, and evaluation processes of the program, as well as the supporting and hindering factors. Using a qualitative approach and descriptive method, data were collected through observation, interviews, and document studies. The research combines theoretical and empirical studies in a narrative form to explain in detail the aspects of the program and its impact on the students' character, attitudes, and behavior. The findings indicate that the program's planning is based on the educational foundation's policies and is reflected in the school's vision and mission. The activities are carried out from Monday to Thursday, including the recitation of Asmaul Husna, reading of Al Ma'tsurah, and talks on faith, morality, and worship. Daily and semester evaluations show that this program effectively enhances students' positive habits, such as waking up earlier, being disciplined, and adhering to school and religious rules, thereby making these habits part of the students' character. Abstrak. Program pembiasaan pagi di SMP PGII 2 Bandung adalah upaya untuk membentuk karakter disiplin siswa melalui rutinitas yang positif. Kegiatan dalam program ini mencakup pelantunan Asmaul Husna, pembacaan Al Ma'tsurah, sholat dhuha, doa bersama, serta tausiyah tentang akidah, akhlak, atau motivasi pagi. Tujuan utamanya adalah menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, keteraturan, dan kebersamaan di kalangan siswa. Penelitian ini juga mengevaluasi proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggabungkan kajian teori dan empiris dalam bentuk naratif untuk menjelaskan secara rinci aspek-aspek program tersebut serta dampaknya terhadap karakter, sikap, dan perilaku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program didasarkan pada kebijakan Yayasan Pendidikan dan tercermin dalam visi serta misi sekolah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dari Senin hingga Kamis, termasuk pelantunan Asmaul Husna, pembacaan Al Ma'tsurah, dan tausiyah tentang akidah, akhlak, serta ibadah. Evaluasi dilakukan secara harian dan semesteran, menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kebiasaan positif siswa, seperti bangun lebih pagi, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan sekolah maupun agama, sehingga kebiasaan ini menjadi bagian dari karakter siswa.
Implementasi Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Membaca dan Menghafal Siswa Kelas XI di SMA Al Falah Kota Bandung Lathifah Nur 'Abidah; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15492

Abstract

Abstract. One important aspect that is often overlooked is Qur'anic education. In general, parents focus more on Formal Education and less on Qur'anic Education. This study aims to determine how the planning, implementation, evaluation and factors that influence the learning process in the Thematic Learning Programme of the Qur'an for class XI students at Al Falah High School, Bandung City. The method used in this research is descriptive method with Qualitative approach, which is conducted to describe the implementation of Thematic Learning Programme of Al-Qur'an in class XI. As well as preparing learning media in the form of tajweed science guidebooks, yanbu'a Al-Qur'an, Iqra' and memorization deposit cards owned by students. the implementation of learning is divided into 3 stages, namely opening activities, core activities and closing activities. evaluation in the Al-Qur'an Thematic Learning Programme is carried out 2 times a year, namely after the end of semester exams and after the end of year exams in the form of oral tests. The factors that influence the Thematic Learning Programme of the Qur'an, namely there are internal supporting factors in the form of learning methods used. Internal inhibiting factors in the form of a lack of educators and because the place of learning for the Thematic Al-Qur'an Programme is carried out in the mosque, it takes a lot of time to condition the class. External supporting factors in the form of good parental cooperation in controlling their children's recitation. External inhibiting factors in the form of some parents who are still ignorant of children so that parents pay less attention to students when at home. Abstrak. Salah satu aspek penting yang sering dikesampingkan adalah pendidikan Al-Qur’an. Pada umumnya orangtua lebih menitikberatkan ilmu terhadap Pendidikan Formal saja dan kurang mementingkan Pendidikan mengenai Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta faktor-faktor yang memengaruhi proses pembelajaran dalam Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an siswa kelas XI di SMA Al Falah Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan Kualitatif, yang dilakukan untuk menggambarkan implementasi Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an di kelas XI. Serta menyiapkan media pembelajaran berupa buku panduan Ilmu tajwid, Al-Qur’an yanbu’a, Iqra’ serta kartu setoran hafalan yang dimiliki siswa. pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu kegiatan pembukaan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. evaluasi dalam Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an dilakukan 2 kali dalam satu tahun yaitu setelah dilaksanakannya Ujian Akhir semester dan setelah dilaksanakannya Ujian Akhir Tahun berupa tes lisan. faktor-faktor yang memengaruhi Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an, yaitu terdapat dari faktor pendukung internal berupa metode pembelajaran yang digunakan. Faktor penghambat internal berupa kurangnya tenaga pendidik dan dikarenakan tempat pembelajaran Program Tematik Al-Qur’an ini dilakukan di masjid, maka lumayan memakn banyak waktu untuk mengkondisikan kelas. Faktor pendukung eksternal berupa kerjasama orangtua yang baik dalam mengontrol ngaji anaknya. Faktor penghambat ekstrenal berupa sebagian orangtua yang masih cuek terhadap anak sehingga kurang perhatian orangtua terhadap siswa saat di rumah.
Co-Authors 10030220001, Indah Alia Nurlatifah 10030220003, Adelia Rosma Nurul Assifa 10030220039, Siti Indah Wulandari 10030221048, Venita Nurpahmi Putri Adwiyah, Rabiatul Aep Saepudin Aep Saepudin Afifah Fauziah Ahmad Fanani Aida Nur Khairunnisa Aida Nur Khairunnisa Alhamuddin Andalusia N Permatasari Andalusia Neneng Permatasari Andi Murniati Arif Hakim Arlianty, Lia Shafira Asep Dudi Suhardini Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Ayi Sobarna Az-Zahra, Sabrina Syawalina Dea Amelia Putri Dedih Surana Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dies Tiwi Dini Aisyah Fauziah Dita Fitri Eko Surbiantoro Enoh Erhamwilda Erhamwilda Erhamwilda Fauzi, Sabiyla Fitroh Fitroh Hayati Funny Lichandra Ghina Nabila Putri Haditsa Qur'ani Nurhakim Helmi Aziz Ibrahim Natzia Ahimsa Ikin Asikin Ikin Asikin Ikin Asikin, Ikin Khambali Khambali, Khambali Lathifah Nur 'Abidah Masnipal Mahrun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Miftahudin Wirtadipura Mubiar Agustin Muftia Salma Nurpadilah Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Garly Aditya Nadri Taja NAFIQOH, HENI Nan Rahminawati Nastiti Lutfiah Ramadhani Nenden Rani Rinekasari Neni Rohaeni Nidya Intan Fujianti Nisa Nurzakiyah Nur Aulia Mursalin Nur Aulia Mursalin Nurhamida Peni Widianti Nugraha Mulia Permatasari, Andalusia N Putri Tatim Aulia R. Latifah Ahmad Rabiatul Adwiyah Raden Jihan Fauzianti Achsan Rani Sri Anggraeni Rasyid, A. Mujahid Ratna Juwita Reni Risma Nursolihat Resty Hadianingtyas Rizani Adawiyah Rizqa Saroya Agnia Rizqi, Anzilni Ahsani Rossa Anggreni Ryan Dwi Puspita Salma Afifah Nuryani Shinta Mellani Salsabila Siti Jenab Siti Marwah Nurmuffidah Susanti Agustina, Susanti Susi Setiawati Syifa Aghnia Zaenal Tegar Maulana Terra Aurelia Triastuti, Yulis Widiyanto, Kelik Nursetiyo Wiliani, Wiliani Yani Achdiani Yoyoh Jubaedah Zirli Fera Zaira Zunaba