Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Siti Marwah Nurmuffidah; Asep Dudi Suhardini; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15581

Abstract

Abstract. The learning process at SDIT Al-Maqom experiences difficulties in student learning activeness in history of islamic culture which still uses traditional or conventional methods. This research aims to determine the condition of active learning of class IV students at SDIT Al-Maqom before and after the implementation of the Project Based Learning (PjBL) learning model and the influence on this learning model. This type of research is quantitative with a quasi-experimental approach model. The results of this research show that 1) The condition of students' activeness before the Project Based Learning (PjBL) learning model was implemented has decreased, as can be seen from the observation sheet which is categorized as "less active and the test on the pretest is at an average which is in the "sufficient" category. 2) The condition of activeness learning after it was implemented improved as shown in the posttest average in the "very good" category with the results of the observation sheet in the "active" category. 3) The influence of the Project Based Learning (PjBL) learning model can increase student learning activity. This can be seen from the results of the Paired-Samples t-Test which obtained a Sig value, so it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, there is a significant influence on the use of the Project Based Learning (PjBL) learning model. Thus, it can be concluded that there is a significant influence on the Project Based Learning (PjBL) learning model in increasing the learning activity of class IV students in the History of Islamic Culture (SKI) at SDIT Al-Maqom. Abstrak. Proses pembelajaran di SDIT Al-Maqom mengalami kesulitan dalam keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang masih menggunakan metode tradisional atau konvesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keaktifan belajar siswa kelas IV SDIT Al-Maqom sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) serta pengaruh pada model pembelajaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model pendekatan quasi eksperimen. Hasil penelitian ini menujukan 1) Kondisi keaktifan siswa sebelum diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) menurun dapat dilihat dari lembar observasi yang berkategori “kurang aktif” dan tes pada pretest pada rata-rata yang berkategori ”cukup”. 2) Kondisi keaktifan belajar setelah diterapkan menjadi meningkat ditunjukan dalam perolehan rata-rata posttest dengan kategori “baik sekali” dengan hasil lembar observasi berkategori “aktif”. 3) Pengaruh model pembeljaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji Paired-Samples t-Tes yang memperoleh nilai Sig. 2 tailed, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Sejarah Kebudayan Islam (SKI) di SDIT Al-Maqom.
Implementasi Program Bina Pribadi Islami (BPI) dalam Membentuk Karakter Islami pada Peserta Didik Kelas Sembilan di SMPIT Ibnu Khaldun Lembang Zirli Fera Zaira Zunaba; Mujahid Rasyid; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15657

Abstract

Abstract. The character of students in this day and age is declining due to globalisation that continues to develop and advance. Therefore, school is one of the places for character education, where students are supervised, guided, and directed, especially Islamic character. SIT has a typical kediniyahan programme, namely the Islamic Personal Development programme. The purpose of this study is to determine the preparation; implementation; evaluation; supporting and inhibiting factors of the Islamic Personal Development programme in shaping Islamic character in grade nine students at SMPIT Ibnu Khaldun Lembang. The approach used is qualitative and descriptive method. The research subjects were the principal, BPI coach, mentor, and grade nine students. Data collection techniques used, namely interviews, observation, and documentation. The results of this study, from the preparation of programme activities which include planning BPI activities, mapping the material, allocating time, allocating the place of activity, designing strategies in instilling character values, and determining the method. Then, in the implementation, starting from the opening, core activities, and closing activities, it involves students in organising and leading BPI activities, as a form of strategy in instilling Islamic character values. In addition, evaluating the worship of amal yaumiyah is one of the mentor's strategies in instilling an attitude of being honest, trustworthy, and responsible. Furthermore, the evaluation is in the form of a typical curriculum report card, and the assessment aspects include knowledge, attendance, attitude, and amal yaumiyah. Based on the evaluation of the BPI programme, that this BPI programme has a good impact starting from worship, knowledge, and of course their Islamic character which has begun to be embedded. The supporting factors are competent human resources, curriculum, school carrying capacity and infrastructure. While the obstacles are the lack of human resources, and the influence of social media. Abstrak. Karakter peserta didik di zaman sekarang ini semakin menurun akibat globalisasi yang terus berkembang dan maju. Oleh karena itu sekolah sebagai salah satu tempat pendidikan karakter, yang dimana peserta didik diawasi, dibimbing, dan diarahkan, terutama karakter Islami. SIT memiliki program khas kediniyahan, yaitu program Bina Pribadi Islami. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui persiapan; pelaksanaan; evaluasi; faktor pendukung dan penghambat program Bina Pribadi Islami dalam membentuk karakter Islami pada peserta didik kelas Sembilan di SMPIT Ibnu Khaldun Lembang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan metode desktiptif. Subjek penelitiannya, yaitu kepala sekolah, Pembina BPI, mentor, dan peserta didik kelas Sembilan. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, dari persiapan kegiatan program yang meliputi perencanaan kegiatan BPI, pemetaan materi, pengalokasian waktu, pengalokasian tempat kegiatan, merancang startegi dalam menanamkan nilai-nilai karakter, serta menentukan metodenya. Kemudian, dalam pelaksanaanna dimulai dari pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup melibatkan peserta didik dalam mengatur dan memimpin kegiatan BPI, sebagai bentuk stategi dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami. Selain itu, pengevaluasian ibadah amal yaumiyah merupakan salah satu stategi mentor dalam menanamkan sikap bersikap jujur, amanah, dan tanggung jawab. Selanjutnya, pengevaluasiannya dalam bentuk rapor kurikulum khas, dan aspek penilaiannya mencakup pengetahuan, kehadiran, sikap, dan amal yaumiyah. Berdasarkan pengevaluasian program BPI, bahwa program BPI ini membawa dampak yang baik mulai dari ibadah, ilmunya, dan tentunya karakter Islami mereka yang sudah mulai tertanam. Faktor pendukungnya yakni SDM yang kompeten, kurikulum, daya dukung sekolah dan sarana prasarana. Sedangkan penghambatnya adalah jumlah SDM yang kurang, dan pengaruh sosial media.
Konsep Ulul Albab dalam Qs. Ali Imran Ayat 190-191 dan Implikasinya Terhadap Kecerdasan Moral Anak Susi Setiawati; Eko Surbiantoro; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15752

Abstract

Abstract. This research is motivated by various phenomena that occur today where children's behavior often does not comply with applicable norms. Therefore, it is necessary to train children's moral intelligence, so that they can develop good behavior and become perfect human beings. So the problem in this research is formulated as follows: (1) What is the perspective of the commentators regarding the concept of ulul albab contained in the QS. Ali Imran verses 190-191? (2) What are the views of educational experts regarding the concept of ulul albab as moral intelligence? (3) What are the essences contained in the QS. Ali Imran verses 190- 191? (4) How is the concept of ulul albab applied to the development of moral intelligence? The aim of this research is to find out "The concept of Ulul Albab in Qs. Ali Imran Verse 190-191 and its Implications for Children's Moral Intelligence.” This research uses a qualitative approach and the methods used in the tafsir research are the tahlili tafsir method and literature review. This research discusses the importance of moral intelligence which not only emphasizes the knowledge aspect but also the spiritual aspect, so that children can live a meaningful life. Conclusion Qs. Ali Imran's verse 190-191 is about people who use their minds to think along with reciting remembrance of Allah in all situations and conditions. Dzikr is one way to get closer to Allah, so that Allah can protect the practices of his people. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai fenomena yang terjadi saat ini dimana perilaku anak sering kali tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan melatih kecerdasan moral anak, sehingga mereka dapat mengembangkan perilaku yang baik dan menjadi insan yang sempurna. Maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana perspektif para mufasir tentang konsep ulul albab yang terkandung dalam QS. Ali Imran ayat 190-191? (2) Bagaimana pandangan para ahli pendidikan tentang konsep ulul albab sebagai kecerdasan moral? (3) Apa saja esensi yang terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 190-191? (4) Bagaimana implikasi konsep ulul albab terhadap perkembangan kecerdasan moral?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Konsep Ulul Albab Dalam Qs. Ali Imran Ayat 190-191 Dan Implikasinya Terhadap Kecerdasan Moral Anak.” Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian tafsirnya adalah metode tafsir tahlili dan studi kepustakaan. Penelitian ini membahas tentang pentingnya kecerdasan moral yang tidak hanya menekankan kepada aspek pengetahuan akan tetapi juga aspek spriritual, sehingga anak dapat hidup bermakna. Kesimpulan Qs. Ali imran ayat 190- 191 yaitu tentang orang-orang yang mempergunakan akalnya untuk berfikir dibarengi dengan berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi. Berzikir merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga Allah dapat menjaga perbuatan umatnya.
Efektivitas Metode Bermain Peran Makro terhadap Kemampuan Mengungkapkan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun di Kelompok Bermain Fattahul Fikri Triastuti, Yulis; Fitroh Hayati; Nur Inten, Dinar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.7622

Abstract

Abstract. Children today have some constraints in ability expressing language such as lack of confidence to express what you want, the child cannot compose sentences correctly. This matter because parents are busy with their work so when children watch Television or playing YouTube on a cellphone makes this ability reveals that the child's language does not develop optimally. Through macro role playing method researchers hope to help children to improve the ability to express their language without feeling afraid of being wrong The purpose of this research is to find out how effective the playing method is macro role on the ability to express language in children aged 4-5 years. This type of research is descriptive quantitative using quasi method experiment with the Control Group Pretest – Posttest Design design used two groups, namely the experimental group and the control group. The results showed that the macro role playing method was effective in improve the ability to express the language of children aged 4-5 years with increasing the ability to express children's language by 73% (Partly Big). Abstrak. Anak anak saat ini mempunyai beberapa kendala dalam kemampuan mengungkapan bahasa seperti kurangnya rasa percaya diri untuk mengungkapkan apa yang diinginkan, anak tidak dapat menyusun kalimat dengan benar. Hal ini karena sibuknya orang tua dengan perkerjaannya sehingga ketika anak menonton Televisi atau memutar youtube di handphone menjadikan kemampuan mengungkapkan bahasa anak menjadi tidak berkembang secara oprimal. Melalui metode bermain peran makro peneliti berharap dapat membantu anak untuk meningkatkan kemampuan mengungkapkan bahasanya tanpa merasa takut salah Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektifnya metode bermain peran makro terhadap kemampuan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 Tahun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain Control Group Pretest – Posttest Design yang menggunakan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain peran makro efektif dalam meningkatkan kemampuan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 Tahun dengan meningkatnya kemampuan mengungkapkan bahasa anak sebanyak 73% (Sebagian Besar).
Meningkatkan Keterampilan Menyimak Anak Usia 5 - 6 Tahun di TK Kenanga Melalui Metode Bercerita Menggunakan Wayang dari Kardus Bekas Rizqa Saroya Agnia; Nan Rahminawati; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8454

Abstract

Abstract. Changes in education system policy have resulted in a shift in communication patterns where it can be seen that communication is closely related to language, on the ability of early childhood language development, this can have positive and negative impacts. One of the negative impacts is the problem that appears in listening skills that do not match the level of language development according to the child’s age, so it is important for education staff, educational institutions and parents to stimulate children’s listening skills, namely by using the storytelling method and utilizing used goods in the form of cardboard which will later be turned into wayang as interesting learning medium. The subjects of this study were 100 boys and 7 girls aged 5 – 6 years at Kenanga Kindergarten, Cimenyan district. This study aims to obtain relevant data by examining the process of listening skills in order to find the results of improving the listening skills of children aged 5 – 6 years at Kenanga Kindergarten through the storytelling method using puppets from used cardboard. This research method uses classroom action research with a collaborative approach. Data collection technique used in this study is descriptive with percentages. The results of the research contained in the initial description of children’s listening ability there were 30% in the criteria not yet development (BB) but after the stimulus process there were significant changes in each cycle, namely cycle 1 increased to 35.5% cycle 2 increased 41.5% and cycle 3 increased 76.5% for all cycles in very well develop criteria (BSB). Abstrak. Perubahan – perubahan kebijakan sistem pendidikan belakangan ini menjadikan adanya pergeseran pola komunikasi dimana dapat diketahui bahwa komunikasi erat kaitannya dengan bahasa. Pada kemampuan perkembangan bahasa anak usia dini hal ini dapat menimbulkan dampak positif dan negatif adapun salah satu dampak negatif adalah masalah yang tampak pada keterampilan menyimak yang tidak sesuai tingkat perkembangan bahasa menurut usia anak sehingga penting bagi tenaga pendidikan, lembaga pendidikan maupun orang tua agar melakukan stimulus keterampilan menyimak anak yaitu dengan mengunakan metode bercerita serta memanfaatkan barang bekas berupa kardus yang nantinya diubah menjadi wayang sebagai media pembelajaran yang menarik. Subjek penelitian ini adalah 10 anak laki – laki dan 7 anak perempuan usia 5 – 6 tahun di TK Kenanga Kecamatan Cimenyan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang relevan dengan mengkaji proses keterampilan menyimak agar dapat menemukan hasil peningkatan keterampilan menyimak anak usia 5 - 6 tahun di TK Kenanga melalui metode bercerita menggunakan wayang dari kardus bekas. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kolaboratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian yang terdapat pada gambaran awal kemampuan menyimak anak terdapat 30% dalam kriteria belum berkembang (BB) tapi setelah adanya proses stimulus maka didapatkan perubahan secara signifikan di setiap siklusnya yaitu siklus 1 meningkat menjadi 35.5% siklus 2 meningkat 41.2% dan siklus 3 meningkat 76.5% seluruh siklus dalam kriteria berkembang sangat baik (BSB).
Peran Lingkungan terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia 4 - 5 Tahun Shinta Mellani Salsabila; Erhamwilda; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9291

Abstract

Abstract. The spoken language used by humans, including children, to communicate is called speaking. Because in this way the family environment has a very important role in cultivating national character for children and the younger generation. Basically, the environment is very influential on the development of children's behavior, one of which is the ability to speak politely. Research ”The Role of the Environment on Language Politeness in Children Aged 4-5 Years” Research entitled “The role of the environment on language politeness in children aged 4-5 years” was conducted using interview guide techniques, observation guidelines and documentation. Based on the observations that the researchers found, harsh words that children often utter are not only factors from the community environment, but from how parents educate children, what series children often watch, and so on. Causes of children using harsh language Consistency in educating and teaching children, researchers found factors that cause children to speak rudely where parents are not consistent in educating and teaching children. Abstrak. bahasa lisan yang digunakan oleh manusia termasuk anak-anak untuk berkomunikasi disebut dengan bicara. Sebab dengan cara ini lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pembudayaan karakter bangsa bagi anak dan generasi muda. Pada dasarnya lingkungan sangat berpegaruh terhadap perkembangan perilaku anak salah satunya kemampuan berbahasa santun. Penelitian Peran Lingkungan Terhadap Kesantunan Berbahasa pada Anak Usia 4-5 Tahun» Penelitian dengan judul Peran lingkungan terhadap kesantunan berbahasa anak usia 4-5 tahun dilakukan dengan menggunakan teknik pedoman wawancara, pedoman observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti temukan, kata kasar yang sering diucapkan anak bukan hanya faktor dari lingkungan masyarakat saja, melainkan dari bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak, serial apa saja yang sering anak tonton, dan lainnya. Penyebab anak berbahasa kasar Konsistensi dalam mendidik dan mengajar anak-anak, peneliti menemukan faktor penyebab anak berbahasa kasar yang dimana orang tua tidak konsisten dalam mendidik dan mengajar anak.
Meningkatkan Kemandirian Anak melalui Kegiatan Life Skill Montessori yang Terintegrasi Nilai-Nilai Islami Kelompok B2 di Taman Kanak-Kanak Islam Ashofiah Cibaduyut Bandung 10030220039, Siti Indah Wulandari; Aep Saepudin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.13231

Abstract

Abstract. Initial observations (before action) were carried out on children in the B2 group of Ashofiah Islamic Kindergarten Cibaduyut Bandung that the children's independence was still low. This is proven in the ability to help others in learning and playing activities, and being able to share toys/food with friends of their own accord. The aim of this research is to determine the application of Montessori life skills activities that are integrated with Islamic values ​​to increase children's independence. The method used is Classroom Action Research (PTK). These methods include: planning, implementation (action), observation, and reflection. Data collection techniques through observation, performance and documentation. The research results show that children's independence before implementing Montessori life skills activities which are integrated with Islamic values ​​obtained an average score of 69.24% with the criteria for the score still being low and not appropriate. Meanwhile, after implementing Montessori life skills activities which integrated Islamic values, the average score was 80.26% with good and appropriate score criteria. Thus, implementing Montessori life skills activities that are integrated with Islamic values ​​can increase children's independence. Abstrak. Observasi awal (sebelum tindakan) dilakukan pada anak kelompok B2 TK Islam Ashofiah Cibaduyut Bandung bahwa kemandirian anak masih rendah. Hal ini terbukti dalam kemampuan membantu sesama dalam kegiatan belajar dan bermain, dan dapat berbagi mainan/makanan dengan teman atas keinginan sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami untuk meningkatkan kemandirian anak. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode tersebut meliputi: perencanaan, pelaksanaan (tindakan), observasi/pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, unjuk kerja dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian bahwa kemandirian anak sebelum diterapkan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami memperoleh nilai rata-rata sebesar 69,24% dengan kriteria nilai masih rendah dan belum sesuai. Sedangkan setelah diterapkan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,26% dengan kriteria nilai baik dan sudah sesuai. Dengan demikian, penerapan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami dapat meningkatkan kemandirian anak.
Penggunaan Permainan Konstruktif (Balok Membangun) Model PKPK dalam Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun di Paud Sabiq Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung 10030220003, Adelia Rosma Nurul Assifa; Masnipal Mahrun; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14467

Abstract

Abstract. Constructive games can use various media, one of which is building blocks which can develop creative thinking in young children. Currently, children’s creativity levels are still low, this is triggered by the lack of children’s interaction with media, which is actually more about digital media. So, the aim of this research is to increase children’s creativity through block games using the Constructive Game Creativity Development Model. This research uses quantitative methods with the Pre-Experimental Design technique in the form of One Group pretest-posttest design. Data collection techniques were carried out using the Figural Creativity Test or circle test. Meanwhile, data processing techniques use statistical data analysis and hypothesis testing. The result of this research show there was a significant influence of constructive play on children’s creativity. Abstrak. Permainan konstruktif dapat menggunakan berbagai media, salah satunya yaitu balok membangun yang dapat mengembangkan cara berpikir kreatif anak usia dini. Pada saat ini tingkat kreativitas anak masih rendah, hal ini dipicu dengan kurangnya interaksi anak dengan media yang sesungguhnya, lebih kepada media digital. Maka tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas anak melalui permainan balok model Perkembangan Kreativitas Permainan Konstruktif (PKPK). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik Pre Eksperiment Design dengan bentuk One Group pretes-posttest design. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan Tes Kreativitas Figural (TKF) atau circle test. Sedangkan teknik pengolahan data menggunakan analisis data statistik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari permainan konstruktif terhadap kreativitas anak.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Dimensi Kebhinekaan Global di TK Amalia Kabupaten Bandung 10030220001, Indah Alia Nurlatifah; Ayi Sobarna; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14499

Abstract

Abstract. This research aims to (1) Find out the teacher's planning for the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students in the Global Diversity Dimension at Kindergarten Amalia, Bandung Regency, (2) Find out the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students in the Dimension of Global Diversity at Kindergarten Amalia, Bandung Regency, (3) Find out evaluation in the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students at Amalia Kindergarten, Bandung Regency, (4) Knowing the supporting factors and inhibiting factors in the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students at Kindergarten Amalia, Bandung Regency. The method used is a qualitative descriptive approach. Data was collected through interviews and observations. The method used is Project Based Learning, students carry out exploration, assessment, interpretation and collection of information to produce various forms of learning outcomes. Evaluation of the Project for Strengthening Pancasila Student Profiles is carried out by opening a forum for teachers to identify problems that arise during or before the project, as well as child assessments carried out during the project. The main supporting factors at Kindergarten Amalia are the role of parents, school residents and the community. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perencanaan guru pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam dimensi Kebhinekaan Global di Tk Amalia Kabupaten Bandung, (2) Mengetahui pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam dimensi Kebhinekaan Global di Tk Amalia Kabupaten Bandung, (3) Mengetahui evaluasi dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Tk Amalia Kabupaten Bandung, (4) Mendengetahui Faktor pendukung dan Faktor Penghambat pada pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Tk Amalia Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Metode yang digunakan adalah Pembelajaran Berbasis Proyek, peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan pengumpulan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan dengan membuka forum bagi guru untuk mengidentifikasi masalah yang muncul selama atau sebelum proyek, serta penilaian anak dilakukan selama proyek berlangsung. Faktor pendukung utama di Tk Amalia adalah peran orangtua, warga sekolah, dan Masyarakat.
Qur'an Literacy Activities for Children and Parents during Children's Study at Home Nur Inten, Dinar; Agustina, Susanti
Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Islamic Early Childhood Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Education, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-athfal.2022.81-02

Abstract

Purpose –The pandemic has forced parents and children to carry out various activities only at home. Parents who are usually busy with their office work can rebuild attachment with their children with meaningful Qur’an literacy activities. Qur’an is the life guide of every Muslim, so it is the duty of parents to introduce and set the right example to their children as early as possible. Through the direct involvement of parents and children in Qur’an literacy activities, it grows and gives birth to a generation of Quranic pride for the people. The purpose of this study was to determine the activities of children's and parents' Qur’an literacy when children have to study the Qur’an at home.Design/methods/approach –The method used in this study is a survey method with a quantitative approach. The stages include situation analysis, making a google form which was submitted to approximately 246 parents in West Java who have children in early childhood period, data processing, writing reports and conclusions.Findings –The findings of the research prove that through the ability of parents to read the Qur’an properly and correctly and the ability of parents to package Qur’an literacy activities using varied and fun methods can foster children's interest in Qur’an literacy including reading Qur’an activities, i.e., reading the Qur’an and memorize short surahs. This is evidenced by the increasing number of verses and pages that children read and the number of short Surahs these children have memorized.Research implications/limitations – The study used a survey, where the literacy activity of parents and children at home during the pandemic increased compared to before the pandemic.Practical implications –Qur’an literacy activities for children while studying at home require parents' ability to read the Qur’an, knowledge of methods, media and evaluation of good and correct Qur’an teaching. Meanwhile, the limitations in this study are the instillation of Qur’an literacy in children by parents when children study the Qur’an at home.Originality/value –Qur’an literacy activities for children by parents when children have to learn the Qur’an at home. Paper type Survey study
Co-Authors 10030220001, Indah Alia Nurlatifah 10030220003, Adelia Rosma Nurul Assifa 10030220039, Siti Indah Wulandari 10030221048, Venita Nurpahmi Putri Adwiyah, Rabiatul Aep Saepudin Aep Saepudin Afifah Fauziah Ahmad Fanani Aida Nur Khairunnisa Aida Nur Khairunnisa Alhamuddin Andalusia N Permatasari Andalusia Neneng Permatasari Andi Murniati Arif Hakim Arlianty, Lia Shafira Asep Dudi Suhardini Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Ayi Sobarna Az-Zahra, Sabrina Syawalina Dea Amelia Putri Dedih Surana Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dies Tiwi Dini Aisyah Fauziah Dita Fitri Eko Surbiantoro Enoh Erhamwilda Erhamwilda Erhamwilda Fauzi, Sabiyla Fitroh Fitroh Hayati Funny Lichandra Ghina Nabila Putri Haditsa Qur'ani Nurhakim Helmi Aziz Ibrahim Natzia Ahimsa Ikin Asikin Ikin Asikin Ikin Asikin, Ikin Khambali Khambali, Khambali Lathifah Nur 'Abidah Masnipal Mahrun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Miftahudin Wirtadipura Mubiar Agustin Muftia Salma Nurpadilah Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Garly Aditya Nadri Taja NAFIQOH, HENI Nan Rahminawati Nastiti Lutfiah Ramadhani Nenden Rani Rinekasari Neni Rohaeni Nidya Intan Fujianti Nisa Nurzakiyah Nur Aulia Mursalin Nur Aulia Mursalin Nurhamida Peni Widianti Nugraha Mulia Permatasari, Andalusia N Putri Tatim Aulia R. Latifah Ahmad Rabiatul Adwiyah Raden Jihan Fauzianti Achsan Rani Sri Anggraeni Rasyid, A. Mujahid Ratna Juwita Reni Risma Nursolihat Resty Hadianingtyas Rizani Adawiyah Rizqa Saroya Agnia Rizqi, Anzilni Ahsani Rossa Anggreni Ryan Dwi Puspita Salma Afifah Nuryani Shinta Mellani Salsabila Siti Jenab Siti Marwah Nurmuffidah Susanti Agustina, Susanti Susi Setiawati Syifa Aghnia Zaenal Tegar Maulana Terra Aurelia Triastuti, Yulis Widiyanto, Kelik Nursetiyo Wiliani, Wiliani Yani Achdiani Yoyoh Jubaedah Zirli Fera Zaira Zunaba