Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Aktivitas Fisik Harian dengan Gangguan Menstruasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Putri Anindita; Eryati Darwin; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.570

Abstract

 AbstrakGangguan menstruasi dapat menimbulkan stres dan menurunkan kualitas hidup wanita. Gambaran menstruasi seseorang dapat memperlihatkan keadaan fungsi reproduksi seseorang dan risiko mengalami berbagai penyakit. Aktivitas fisik diperkirakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi terjadinya gangguan menstruasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara aktivitas fisik harian dan gangguan menstruasi. Desain penelitian  menggunakan cross sectional study dengan jumlah subjek 90 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2011-2013. Data didapatkan dari kuisioner yang diisi langsung oleh masing-masing responden yang kemudian dianalisis denga uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan gangguan menstruasi terjadi pada 73,3% mahasiswi dengan gangguan yang paling sering terjadi yaitu dysmenorrhea sebanyak 63,3%. Sebagian besar mahasiswi tersebut memiliki aktivitas fisik harian yang cukup menurut rekomendasi WHO yaitu sebanyak 60%. Berdasarkan uji chi-square, tidak ditemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik harian dan gangguan menstruasi (p= 0,846). Kesimpulan ialah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik harian dan gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.Kata kunci: aktivitas fisik, gangguan menstruasi, mahasiswi FK AbstractMenstrual disorder is often cause stress and decrease the life quality of a woman. Menstrual pattern can describe the condition of reproduction function and risk of having several disease. Physical Activity is considered as one of the way to reduce menstrual disorder. The objective of this study was to determine the association between daily physical activity and menstrual disorder.This  study  used cross sectional design on 90 female medical student of Andalas University Class of 2011-2013 as the sample. The data from self reported questionnaire that was given to the students is analyzed using chi-square.The results show that menstrual disorder is occured in 73,3% of the female medical student and the most frequent disorder is dysmenorrhea 63,3%. Most of the students are physically active correspond to the recommendation of WHO about 60%. It is inferred that there is no association between daily physical activity and menstrual disorder (p= 0,846). The conclusion is daily physical activity and menstrual disorder among female medical students in Andalas University have no significant association.Keywords: physical activity, menstrual disorder, female medical student
Cancer Immunology Eryati Darwin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2 (2013): Supplement
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i0.724

Abstract

-
Perbedaan Rerata Kadar Resistin dan TNF-Α Antara Wanita Hamil Yang Obesitas dengan yang Memiliki Berat Badan Normal Pada Preeklamsi Berat Awitan Lambat Ira Suryanis; Eva Decroli; Yusrawati Yusrawati; Eryati Darwin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.788

Abstract

Faktor maternal merupakan pencetus Preeklamsi Awitan Lambat (PEAL). Salah satu faktor maternal adalah resistin, TNF-α yang dihubungkan dengan inflamasi dan resistensi insulin.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan rerata kadar Resistin dan TNF-α maternal antara wanita hamil obesitas dan berat badan normal pada Preeklamsi Berat Awitan Lambat. Desain penelitian ialah comparative cross sectional yang dilakukan di RSUP Dr. M Djamil dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dari Februari 2016 sampai Januari 2017. Jumlah sampel sebanyak 40 yang dipilih secara consecutive sampling, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 responden obesitas dan 20 responden berat badan normal. Kadar Resistin danTNF-α diperiksa dengan metode ELISA, kemudian data dianalisis dengan uji mann-whitney. Hasil penelitian median kadar resistin pada kelompok obesitas adalah 7,760 (3,862 – 40,620) ng/ml dan median kelompok berat badan normal adalah 2,696 (0,0154 – 6,1070) ng/ml. Median kadar TNF-α pada kelompok obesitas adalah 169,719 (152,312 – 451,04) ng/ml dan median kelompok berat badan normal 131,077(75,724 – 150,920) ng/ml. Secara statistik dengan uji mannwhitney diperoleh nilai p<0,001. Simpulan studi ini ialah terdapat perbedaan bermakna antara kadar Resistin dan TNF-α pada obesitas dan berat badan normal.
Pengaruh Pemberian Glutamin pada Kemampuan Fagositosis Makrofag terhadap Pseudomonas Aeruginosa Daslina Daslina; Eryati Darwin; Aziz Djamal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.348

Abstract

Abstrak Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri penyebab infeksi terbanyak yang resisten terhadap antibiotik. Glutamin adalah asam amino yang terdapat dalam tubuh yang salah satu fungsinya dapat memodulasi imunitas tubuh. Tujuan penelitian ini adalah menentukan potensi glutamin dalam meningkatkan kemampuan sistem imun terhadap infeksi P. aeruginosa. Penelitian eksperimental dengan post test only control group design telah dilakukan terhadap 24 ekor mencit usia 6-8 minggu dengan berat 30 gr. Mencit dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kontrol (K) danperlakuan (P) yang diberi glutamin dengan dosis 30 mg/kg/hari selama 14 hari. Isolasi makrofag peritoneum mencit dilakukan pada hari ke-15 dan dilakukan uji fagositosis menggunakan latex dan bakteri P. aeruginosa. Pengamatan dilakukan terhadap persentase makrofag aktif terhadap latex dan P. aeruginosa. Hasil pengamatan dan analisisstatistik menggunakan metode t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kontrol dan perlakuan (p<0.05). Persentase makrofag aktif terhadap latex adalah 0,63 ± 0,058 (K) dan 0,84 ± 0,04 (P), sedangkan terhadap P. aeruginosa adalah 0,56± 0,07 (K) dan 0,80± 0,03 (P). Terlihat bahwa angka persentase fagositosis terhadap P.aeruginosa lebih kecil karena adanya kemampuan bakteri untuk menghadapi makrofag dibandingkan latex. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa asam amino non-esensial glutamin memiliki pengaruh untuk meningkatkan kemampuan sistem imun tubuh. Kata kunci: glutamin, fagositosis makrofag, Pseudomonas aeruginosa Abstract Pseudomonas aeruginosa is the most common cause of bacterial infections that are resistant to antibiotics. Glutamine is an amino acid  in the body that able to modulate the body's immune function. The objective of this study was to determine the potential of glutamine in enhancing the ability of the immune system against infection of P.aeruginosa. Experimental research with post test only control group design was conducted on 24 male minutes 6-8 weeks of age weighing 30 grams. Mice were divided into two groups: control (K) and treatment (P) are given glutamine at a dose of 30 mg / kg / day for 14 days. Isolation of peritoneal macrophages of mice performed on day-15 and testedusing latex and bacterial phagocytosis of P. aeruginosa. Observations were made of the percentage of activated macrophages toward latex and P. aeruginosa. The observation result and statistical analysis using t -test showed a significant difference between the control and treatment (p <0.05). The percentage of active macrophages to latex was0.63 ± 0.058 (K) and 0.84 ± 0.04 (P), while to P. aeruginosa is 0.56 ± 0.07 (K) and 0.80 ± 0.03 (P). That seein it percentage of phagocytosis against P. aeruginosa smaller than compared to latex. Because of the ability of bacteria to confront macrophages. The conclusion from this study is a non-essensial amino acid glutamine has the effect to increase the ability of the body's immune system. Keywords: glutamin, immunity phagocytosis macrophage, Pseudomonas aeruginosa 
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini dengan Kadar Oksitosin dan Involusi Uteri 2 Jam Post Partum di Klinik Bersalin Swasta Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2014 Fatmi Nirmala Sari; Eryati Darwin; Emi Nurjasmi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.432

Abstract

AbstrakAngka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Penyebab AKI terbanyak adalah perdarahan. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan titik awal yang penting untuk menyusui dan membantu merangsang produksi hormon oksitosin yang berperan dalam kontraksi uterus setelah melahirkan, sehingga akan membantu mengurangi pendarahan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan IMD dengan kadar oksitosin dan involusi uteri 2 jam post partum. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kohort. Penelitian ini dilaksanakan ± 3 bulan dengan jumlah subjek  36 orang. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan selanjutnya dilakukan independent t-test untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil penelitian didapatkan rerata kadar oksitosin ibu postpartum yang berhasil IMD adalah 58.47 ± 1.19pg/ml dan rerata tinggi fundus uteri ibu 2 jam postpartum yang berhasil IMD adalah 11.80 ± 0.73 cm. Hasil uji statistik didapatkan nilai (p<0,05). Kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara IMD dengan kadar oksitosin dan involusi uteri 2 jam postpartum. Keberhasilan Inisiasi menyusu dini akan sangat berdampak positif bagi ibu postpartum.Kata kunci: IMD, kadar oksitosin, involusi uteri 2 jam postpartum Abstract             Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the world's health problems. The main cause of MMR is bleeding. Early Breastfeeding (EBF) is an important starting point for breastfeeding and also stimulate the production of the hormone oxytocin which plays a role in the contraction of the uterus after childbirth, so itt will help to reduce bleeding. The  objective of this study was to determine the relationship of EBF with levels of oxytocin and uterine involution 2 hours post partum. This research was observational cohort study. This research was conducted ± 3 months to 36 subjects. Data processing was performed with computerized. Data presented in the form of frequency distribution and then performed an independent t-test to determine the relationship between two variables. The results showed mean levels of oxytocin postpartum who successfully EBF was 58.47 ± 1.19pg / ml and the mean of height fundus 2 hours postpartum who successfully EBF was 11.80 ± 0.73 cm. Statistical test results obtained value (p< 0.05). There is a significant correlation between the EBF levels of oxytocin and uterine involution 2 hours postpartum. The success of early breastfeeding initiation will have a positive impact for postpartum mothers.Keywords: EBF, levels of oxytocin, uterine involution 2 hours postpartum
Pola Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Padang Tahun 2012 Aidil Rahman Novesar; Eryati Darwin; Finny Fitry Yani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.114

Abstract

AbstrakInfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu 1 dari 4 kematian yang terjadi. Kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang tahun 2012. Masih menduduki peringkat pertama dari sepuluh penyakit terbanyak dan merupakan puskesmas dengan angka kejadian ISPA tertinggi di Kota Padang. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan menggunakan catatan rekam medik anak yang menderita ISPA di puskemas Anak Air sebagai data sekunder. Hasil penelitian diperoleh bahwa frekuensi balita ISPA adalah 28,29% dari total penderita ISPA, dimana anak berusia 0-5 tahun yang terdiiri dari bayi sebanyak 21,5% dan balita sebanyak 78,5%. Distribusi antara balita laki-laki dan perempuan sebesar 50,04% dan 49,96%. Wilayah kerja kelurahan Batipuh Panjang memiliki frekuensi sebesar 51,71% dan kelurahan Padang Sarai sebesar 47,94 sementara luar wilayah sebesar 0,25%, distribusi dan frekuensi berdasarkan bulan didapatkan bulan November sebagai bulan dengan kejadian tertinggi atau sebesar 16,56% dan bulan September sebagai bulan dengan kejadian terendah sebesar 5,10%.Kata kunci: ISPA, bayi, pola kejadian, distribusi AbstractAcute Respiratory Infection (ARI) is still an issue regarding the importance of public health, because it cause high death rates, in a scale 1 from 4. Every child was estimated having 3 - 6 episodes of ARI every year. ARI in Puskesmas Anak Air Kota Padang 2012 is still on top of ten most common disease and a Puskesmas with the highest rate of ARI in Padang. This was a cross sectional study by using medical record as secondary data. The result of the result was infants with ARI is 28,29% from the total of all ARI patients, where it happened to 0-5 years old children divided to baby as much of 21,5% and 78,5% to infants, while the gender distribution between male and female infants was 50,04% and 49,96% in the Batipuh Panjang region which is having a frequency of 51,71% and Padang Sarai region 47,94% while other region was 0,25%. The distribution and the frequency based on months, was gathered in November as the highest rate occurrences of 16,56% and September as the lowest, 5.10%.Keywords: ARI, infants , patterns, distribution
Perbedaan Kadar Vitamin C dan Kadar Malondialdehide Antara kejadian Abortus Dengan Kehamilan Normal Hartati Deri Manila; Eryati Darwin; Erwani Erwani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.825

Abstract

Angka kejadian abortus masih tinggi didunia dan di Indonesia. Dalam pelayanan obstetrik, abortus masih menjadi suatu masalah dan merupakan penyebab meningkatnya mortalitas, morbilitas ibu dan neonatal, Penyebab abortus salah satu penyebabnya adalah ketidakseimbangan antioksidan yang terjadi saat plasentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C dan kadar malondialded (MDA) antara kejadian abortus. Desain penelitian yaitu dengan cross sectional, penelitian ini dilakukan di RS Bayangkara Padang, RS dr. Reksodiwiryo Padang, RS Ibu Sina Padang, RS dr. Rasidin Padang, Puskesmas Andalas, Labor Biomedik dan Labor Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, pada bulan Desember 2016–Februari 2018. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang terdiagnosa abortus berjumlah 14 orang dan ibu hamil normal ≤ 20 minggu berjumlah 14 orang dengan menggunakan teknik conseticutuve sampling. Kadar Vitamin C diperiksa dengan metode ELISA dan kadar MDA diperiksa dengan metode spectrophometer. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata kadar vitamin C yaitu 30,78±5,26 μmol/L pada abortus dan 34,09±13,14 μmol/L pada kehamilan normal dengan nilai p ˃ 0,05. Rerata kadar MDA yaitu 3,31±0,59 nmol/ml pada abortus dan 3,71±1,24 nmol/ml pada kehamilan normal dengan nilaip>0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah Terdapat kecenderungan peran kadar Vitamin C pada kejadian abortus dan kehamilan normal, tetapi tidak bermakna secara statistik dan Terdapat kecenderungan peran kadar MDA pada kejadian abortus dan kehamilan normal, tetapi tidak bermakna secara statistik.
Pola Infeksi Oportunistik yang Menyebabkan Kematian pada Penyandang AIDS di RS Dr. M. Djamil Padang Tahun 2010-2012 Aghnia Jolanda Putri; Eryati Darwin; Efrida Efrida
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.174

Abstract

AbstrakInfeksi oportunistik merupakan penyebab kematian utama pada 90% penyandang AIDS (Acquired Immuno-deficiency Syndrome). Peningkatan masif kematian akibat infeksi oportunistik meningkatkan angka mortalitas penyan-dang AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola infeksi oportunistik yang menyebabkan kematian pada penyandang AIDS di RS Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2010-2012. Penelitian retrospektif dilakukan di RS Dr. M. Djamil Padang terhadap rekam medik penyandang AIDS dengan penyebab kematian infeksi oportunistik pada tahun 2010-2012. Hasil penelitian disajikan menggunakan tabel. Sebanyak 31 subyek penelitian diteliti dari jumlah total 132 penyandang AIDS rawat inap. Kelompok umur tertinggi pada subyek penelitian adalah 25-34 tahun dengan lama rawat 1-36 hari. Subyek penelitian didominasi oleh laki-laki dengan perbandingan 3:1 terhadap perempuan. Infeksi oportunistik penyerta terbanyak adalah kandidiasis oral dan tuberkulosis. Pada hasil penelitian, didapatkan infeksi oportunistik penyebab kematian pada penyandang AIDS terbanyak adalah bronkopneumonia (9 orang) dan yang paling sedikit adalah meningitis dan bronkitis kronis (1 orang). Mekanisme sebab kematian terbanyak adalah syok sepsis dan yang paling sedikit adalah herniasi serebri. Kesimpulan hasil studi ini menunjukkan infeksi oportunistik utama yang menyebabkan kematian pada penyandang AIDS di RS Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2010-2012 adalah gangguan sistem respirasi seperti bronkopneumonia dan tuberkulosis. Syok sepsis merupakan mekanisme sebab kematian terbanyak.Kata kunci: infeksi oportunistik, AIDS, kematianAbstractOpportunistic infections (OI) are the leading cause of death in 90% of people living with AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). The massive increasing number of death from opportunistic infections contributes to AIDS. The study was conducted to determine distribution of opportunistic infections as cause of death to people living with AIDS in Dr. M. Djamil Padang hospital within 2010-2012. A retrospective study was conducted at Dr. M. Djamil Padang hospital towards people with AIDS whom died by opportunistic infections within 2010-2012. The results of study are presented using tables. A total of 31 subjects were selected from 132 hospitalized people with AIDS. The group age of subjects was 25-34 years old with range of length of stay 1-36 days. Subjects are dominated by men against women with 3:1 ratio. Oral candidiasis and tuberculosis is the main secondary opportunistic infections in this study. This study observed that the major opportunistic infection in people with AIDS as leading cause of death is bron-chopneumonia (9 patients) and the least are meningitis (1 patient) and chronic bronchitis (1 patient). Most of death me-chanisms are due to septic shock and less likely due to cerebral herniation. It can be concluded that the main oppor-tunistic infection that causes death in people with AIDS is caused by respiratory disease such as broncopneumonia and tuberculosis. Septic shock is the leading mechanism of cause of death among all.Keywords: opportunistic infections, AIDS, death
Hubungan Eosinofil dan Neutrofil Darah Tepi terhadap Derajat Keparahan Asma pada Pasien Asma di Bagian Rawat Inap Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2010 – 2013 Dwiyana Roselin; Eryati Darwin; Irvan Medison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.666

Abstract

Asma adalah penyakit inflamasi kronik yang ditandai dengan adanya infiltrasi sel-sel radang, termasuk eosinofil dan neutrofil. Kedua sel ini dapat melepaskan protein-protein yang mempunyai efek toksik langsung terhadap epitel saluran nafas sehingga terjadi kerusakan langsung pada epitel tersebut yang dapat memperburuk derajat serangan asma. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan eosinofil dan neutrofil terhadap derajat keparahan asma. Telah dilakukan penelitian cross sectional analytic untuk mengetahui hubungan eosinofil dan neutrofil darah tepi terhadap derajat keparahan asma di Bagian Rawat Inap Paru RSUP. Dr. M. Djamil Padang periode 2010 – 2013. Populasi adalah pasien yang didiagnosa menderita asma. Sampel adalah populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dari penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95%. Dari 31 pasien dengan asma, insiden terbanyak asma berada pada kelompok usia 41 – 60 tahun (48.4%), jumlah perempuan lebih banyak (71%) dibanding dengan laki-laki (19%) dan paling banyak datang denga asma persisten sedang (64.5%). Eosinifiia terdapat pada 1 kasus (3.3%). Analisis statistik menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna eosinofil darah tepi terhadap derajat keparahan asma (p>0.05). Neutrofilia terdapat pada 27 kasus (87%). Analisis statistik menunjukan bahwa tidak dapat mencari hubungan neutrofil darah tepi terhadap derajat keparahan asma.
Keinginan Berhenti Merokok Pada Pelajar Perokok Berdasarkan Global Youth Tobacco Survey di SMK Negeri Kota Padang Sulastri Sulastri; Deddy Herman; Eryati Darwin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.803

Abstract

Remaja menjadi salah satu pengguna rokok dengan prevalensi yang terus meningkat hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang juga berkaitan dengan kepribadian dan lingkungan remaja. Berdasarkan Factsheet Global Youth Tobacco Survey di Indonesia memaparkan 4 dari 5 orang perokok berkeinginan untuk berhenti merokok. Banyak perokok menyadari risikonya dan termotivasi untuk berhenti merokok, namun mengalami kesulitan untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keinginan berhenti merokok pada pelajar SMK Negeri di kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian potong lintang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 166 orang siswa perokok SMK Negeri di Kota Padang pada tahun 2018 dengan menggunakan kuesioner Global Youth Tobacco Survey, berbahasa Indonesia. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pelajar perokok di SMKN kota Padang adalah 43,10%. Sebagian besar perokok adalah laki-laki. Sebanyak 43,40% siswa mulai merokok pada usia pada kelompok usia 14-15 tahun. Sekitar 64,45% berkeingian untuk berhenti merokok. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kurang dari separuh siswa di sekolah tersebut merupakan perokok. Ditemukan sebagian kecil siswa perempuan pernah mencoba rokok dan usia terbanyak mulai merokok adalah usia 14-15 tahun. Sebagian besar pelajar perokok berkeinginan untuk berhenti merokok.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ade Nurhasanah Amir Ade Sukma Adnil E Nurdin, Adnil E Adnil Edwin Nurdin Adrial Adrial Afdal, . Afriwardi Afriwardi Aghnia Jolanda Putri Aidil Rahman Novesar Aisyah Marwa Bilqis Alvarino Alvarino Alvarino Amir, Arni Anami, Hannan Khairu Andani Eka Putra Ari Susanti Arina Widya Murni Arni Amir Arrahman, Najmi Shauqy Atika Putri Dewi Aziz Djamal Biomechy Oktomalioputri, Biomechy Daslina Daslina Deddy Satriya Putra Delmi Sulastri Detty Iryani Dwiyana Roselin Edison Edison Efrida Efrida Eka Fithra Elfi Elliyanti, Aisyah Elliyanti Ellyza Nasrul Emi Nurjasmi Eny Yantri Erlina Rustam Erwani Erwani Etriyel Myh Eva Decroli Fadil Oenzil Farras, Umar Al Fatmi Nirmala Sari Febry Mutiariami Dahlan Finny Fitry Yani Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Bachtiar Hanifah Putri Dwiridal Harnavi Harun, Harnavi Harun Hartati Deri Manila Harun Harnavi Hasmiwati Hemilton, Suci Berlian Hendra Tarigan Sibero Herlambang Herman, Deddy Hirowati Ali Hirowati Ali, Hirowati Hotma Sauhur Hutagaol Husna Yetti Irma Primawati Irvan Medison Iskandar Syah Iskandar Syah Jamsari Jamsari Joni, Meidrin Jusuf S. Effendi Melati Setia Ningsih Merisya Merisya Nabila Priscilla Putri Nani Dharmasetiawani Naqia, Masyithah Nasrul Zubir Prambudi Rukmono Putri Anindita Putri, Biomechy Oktomalio Putri, Nabila Priscilla Putri, Reza Yuneri Rahmi Junaida Rauza Sukma Rita Restu Susanti Rita, Rauza S. Rivai, M. Iqbal Rivai, Muhammad Iqbal Satya Wydya Yenny Sirazudeen, Nurhaslinda SRI LESTARI Suchitra, Avit Suharmanto Suharmanto Sulastri Sulastri Suswita, Rini Tofrizal Tofrizal Tofrizal Vera Pujani Violeta, Vonny Warsono Warsono Yan Wirasati Yan Wirasti Yaslinda Yaunin Yose Ramda Ilhami Yuniar Lestari Yusrawati Yusrawati Yusri Dianne Jurnalis