Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Biospecies

Kualitas Dan Daya Simpan Buah Naga (hylocereus costaricencis) dengan Edible Coating Pektin Kulit Buah Kakao dan Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber officinale): Quality and Shelf Life of Dragon Fruit with Edible Coating of Cocoa Pod Peel Pectin and Addition of Ginger Extract Asniati, Asniati; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 16 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i1.20548

Abstract

Horticultural commodities, especially fruits, have bright prospects in the agricultural sector. One of the fruits that has bright prospects and is ogled by a number of plantations and is available in fruit shops, markets, and supermarkets is dragon fruit. Efforts that can be made to maintain the quality and shelf life of dragon fruit are by coating methods, namely edible coating of pectin of cocoa pods and the addition of ginger extract. The purpose of this study was to determine the quality and shelf life of dragon fruit with edible coating of pectin of cocoa fruit peel and addition of ginger extract and to obtain the best concentration of addition of ginger extract that can maintain quality and extend shelf life of dragon fruit. This research was carried out in March-April 2022 using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 levels, namely 2 grams of cocoa peel pectin with 0% ginger extract, 2 grams of cocoa husk pectin with 9% ginger extract, 2 grams of cocoa husk pectin. with 27% ginger extract, and 2 grams of cocoa rind pectin with 54% ginger extract. The best result was the combination of 2 gram cocoa rind pectin with 54% ginger extract with a fruit weight loss value of 6.728%, fruit texture neutral, fruit color neutral with storage for 14 days. Keywods: dragon fruit, edible coating, ginger extract.   Abstrak Komoditas hortikultura, khususnya buah-buahan memiliki prospek cerah dalam sektor pertanian. Salah satu buah yang memiliki prospek yang cerah dan dilirik oleh sejumlah perkebunan serta telah tersedia ditoko buah, pasar, dan swalayan yaitu buah naga. usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas dan umur simpan pada buah naga adalah dengan metode pelapisan yaitu edible coating dari pektin kulit buah kakao dan penambahan ekstrak jahe. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas dan daya simpan pada buah naga dengan edible coating dari pektin kulit buah kakao dan penambahan ekstrak jahe dan Mendapatkan konsentrasi penambahan ekstrak jahe terbaik yang dapat mempertahankan kualitas dan memperpanjang daya simpan pada buah naga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-april 2022 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf yaitu pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 0%, pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 9%, pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 27%, dan pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 54%. Hasil penelitian terbaik adalah pada kombinasi pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 54% dengan nilai susut bobot buah 6,728%, tekstur buah netral, warna buah netral dengan penyimpanan selama 14 hari. Kata Kunci: buah naga, edible coating, ekstrak jahe.
Ragam Jenis Tumbuhan Obat dan Pemanfaatannya dari Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki Desa Pungut Hilir Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci: Different Types Of Medicine Plants And Its Utilization From Lubuk Tinting And Maliki Traditional Forests, Pungut Hilir Village, East Warm Water District, Kerinci Regency Nursanti, Nursanti; Adriadi, Ade Adriadi; Mauluddin, Muhammad
Biospecies Vol. 16 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i1.21454

Abstract

Medicinal plants are all plant species that produce one or many active components that are used as ingredients for health treatment or all types of plants that are believed to have medicinal properties. One of them is still used by the community around the Lubuk Tinting and Maliki Traditional Forests in Pungut Hilir Village. This study aims to determine the various types of medicinal plants found in the Lubuk Tinting and Maliki Traditional Forests, Pungu Hilir Village, Air Warm East District. The results showed that 43 plant species were found with 30 families. Based on the understorey, seedlings, and saplings. Some families with the highest number of species include Rubiaceae, Lauraceae, Araceae, Arecaceae, Euphorbiaceae, Fabaceae, and Urticacaeae. In the vegetation analysis plot, 43 plant species were found, including 42 plant species with 30 families identified as potential medicinal plants used by ethnic groups throughout the world. In addition, 25 plant species with 18 families with medicinal potential were used by the community from the Lubuk Tinting and Maliki customary forest areas, both in the vegetation analysis plot and outside the vegetation analysis plot. The plants found in the vegetation analysis plot were 10 plant species, while outside the vegetation analysis plot 15 plant species were found. The percentage of organs used by the community around the Lubuk Tinting and Maliki Indigenous Forests as medicine was dominated by 44% (11 species). While the percentage of medicinal plants processing methods is often done by boiling 42% (11 species). The percentage of how to use medicinal plants is mostly done by smearing 37% (10 species). Keywords: Variety of Species, Utilization, Medicinal Plants, Lubuk Tinting, and Maliki Traditional Forests.   Abstrak Tumbuhan obat merupakan seluruh spesies tumbuhan yang menghasilkan satu atau banyak komponen aktif yang digunakan sebagai bahan pengobatan kesehatan. Salah satunya masih dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pungut Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam jenis tumbuhan obat yang terdapat pada Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki Desa Pungut Hilir Kecamatan Air Hangat Timur. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 43 spesies tumbuhan dengan 30 famili. Berdasarkan meliputi tumbuhan bawah, semai, dan pancang. Beberapa famili dengan jumlah jenis tertinggi antara lain Rubiaceae, Lauraceae, Araceae, Arecaceae, Euphorbiaceae, Fabaceae, Urticacaeae. Pada petak analisis vegetasi ditemukan 43 spesies tumbuhan diantaranya 42 spesies tumbuhan dengan 30 famili teridentifikasi sebagai tumbuhan berpotensi obat. Selain itu ditemukan 25 spesies tumbuhan dengan 18 famili, berpotensi obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat dari kawasan Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki, baik yang terdapat pada petak analisis vegetasi maupun diluar petak analisis vegetasi. Adapun persentase organ tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki sebagai obat didominasi daun 44% (11 spesies). Sedangkan cara pengolahan tumbuhan obat sering dilakukan dengan cara direbus 42% (11 spesies), cara pemakaian sering dilakukan dioles 37% (10 spesies). Kata kunci: Ragam Jenis, Pemanfaatan, Tumbuhan Obat, Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki
Ekologi Serdang (Livistona sp.) di Kecamatan Sekernan dan Kecamatan Mendahara Ulu: Serdang (Livistona sp.) Ecology in Sekernan Sub-Districd and Mendahara Ulu Sub-District Nursanti, Nursanti; Adriadi, Ade Adriadi; Puji Astuti, Dwi
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.21623

Abstract

Livistona is one of the genera of palm plants with a wide distribution area, ecologically diverse and of horticultural, economic and ecological importance. The Livistona genus is an important ornamental plant species for landscapes, and generally tolerates it as an indoor (Siregar, 2005). The purpose of this study was to determine the ecology of Serdang (Livistona sp.) in Sekernan District and Mendahara Ulu District. This research was conducted in SeptemberOctober 2021 based on the purposive sampling method. The results obtained are Serdang ecology (Livistona sp.) Sekernan and Mendahara Ulu subdistricts found 16 serdang individuals, the composition of vegetation at the study site for tree stadia population was only slightly in secondary forest cover found 8 species of trees, while for oil palm plantations/rubber plantations there were 5 tree species, for the pole level most were found in oil palm plantations/rubber plantations with a total of 5 species while in secondary forest only 3 species, the sapling level was mostly found in oil palm plantations/rubber plantations because in rubber plantations the community allowed their gardens to be grown other than rubber, the seedling rate was mostly found in oil palm/rubber plantations with a total of 29 species with 129 individuals compared to secondary forests. Ecological factors around the herbaceous plants for humidity range from 250C–310C. The condition of the soil at the research site is sandy soil with a pH of 4.00 – 5.06. The slope of the medium-growing area is between 8% to 21%, which means that the herbaceous plant grows on the slope of the sloping to moderately steep area. Keywords: Livistona, Vegetation, Ecological Factors   Abstrak Livistona adalah salah satu dari marga tumbuhan palma yang wilayah penyebarannya lebar, ekologinya beragam dan bernilai penting secara hortikultura, ekonomi dan ekologi. Livistona adalah jenis tumbuhan hias yang penting untuk landskap, dan umumnya toleransi sebagai tanaman dalam ruang (Siregar, 2005). Tujuan penelitian ini mengetahui ekologi serdang (Livistona sp.) di Kecamatan Sekernan dan Kecamatan Mendahara Ulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2021 berdasarkan metode purposive sampling. Hasil penelitian ekologi serdang (Livistona sp.) Kecamatan Sekernan dan Kecamatan Mendahara Ulu ditemukan 16 individu serdang, Komposisi vegetasi dilokasi penelitian stadia pohon populasinya hanya sedikit pada tutupan hutan sekunder ditemukan 8 spesies pohon, sedangkan untuk kebun sawit/kebun karet terdapat 5 spesies pohon, tingkat tiang paling banyak ditemukan di tutupan kebun sawit/kebun karet dengan jumlah 5 spesies sedangkan di hutan sekunder hanya 3 spesies, tingkat pancang banyak di temukan pada tutupan kebun sawit/kebun karet karena pada kebun karet masyarakat membiarkan kebunnya ditumbuhan selain karet, tingkat semai banyak ditemukan di kebun sawit/kebun karet dengan jumlah 29 spesies dengan individu 129 dibandingkan hutan sekunder. Faktor ekologi di sekitar tumbuhan serdang kelembaban berkisar 250C–310C. Keadaan tanah di lokasi penelitian yaitu tanah berpasir dengan pH 4.00 – 5.06. Kemiringan tempat tumbuh serdang antara 8% hingga 21% bearti tumbuhan serdang tumbuh di kemiringan tempat landai hingga agam curam. Kata kunci: Livistona, Vegetasi, Faktor Ekologi
The Local Knowledge and Use of Plants In The Kenduri Sko Traditional Ceremony In The Community Of Hamparan Rawang District, Sungai Penuh City, Jambi Province, Indonesia Marsanda, Firda Dwi; Adriadi, Ade; Witono, Joko Ridho
Biospecies Vol. 17 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v17i2.36104

Abstract

The Kenduri Sko Traditional Ceremony is an ancestral tradition passed down by ancestors, characterized by the conferment of traditional titles and the cleansing of heirloom objects. In the Kenduri Sko ceremony, plants are used as symbols and for purifying heirloom objects. This study aims to identify the types of plants used in the Kenduri Sko ceremony, determine their Use Value and Plant Part Value. The research was conducted from February to July 2024. The findings reveal that there are 16 species of plants from 10 families used in the Kenduri Sko ceremony in the Hamparan Rawang district, with the highest Use Value being 1 and the most utilized plant part being leaves (38%).
KAJIAN SISTEM POLINASI BEBERAPA GENUS ARECACEAE BERDASARKAN MORFOLOGI PERBUNGAAN: Study of Polination Systems of Several Arecaceae Genus Based on Flower Morphology Yulianto, Dwi Cahyo; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14662

Abstract

Famili Arecaceae (Palem-paleman) merupakan famili tertua di antara tumbuhan berbunga, yang memiliki lebih dari 200 genus dan 3.000 spesies yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis di dunia. Ciri morfologi perbungaan setiap spesies tumbuhan mengakibatkan perbedaan proses polinasi, sehingga pengetahuan tentang morfologi perbungaan Arecaceae akan mempermudah menentukan sistem polinasi serta metode pemuliaan yang dapat diterapkan. Tujuan dari kajian studi literatur ini untuk mengetahui sistem polinasi berdasarkan morfologi perbungaaan pada famili Arecaceae dan korelasi antara morfologi perbungaan dengan agen polinasi pada famili Arecaceae.Metode yang digunakan dalam kajian studi literatur ini yaitu pengoleksian artikel, penyeleksian artikel dan pengolahan data secara deskriptif kualitatif. Pengoleksian dan penilaian artikel dilakukan melalui data base google scholar, Garuda dan scimagojr. Hasil analisis artikel yang diperoleh yaitu morfologi perbungaan pada 7 genus famili Arecaceae yang ditelusuri memiliki bunga berwarna kuning dan merah. Karakteristik infloresen yaitu terletak di ketiak daun, tipe infloresen tidak terbatas, bentuk infloresen tongkol majemuk (kecuali genus Nypa dan Elaeis berbentuk bongkol majemuk), dan panjang infloresen berkisar 8 cm – 440 cm. Struktur perbungaan adalah monoecious, dioecious, dan androdioecious. Agen polinasi potensial pada 7 genus tersebut adalah serangga dari famili Apidae (lebah), Curculionidae (kumbang), dan Formicidae (semut. Jenis-jenis lebah dan kumbang mendominasi penyerbukan pada bunga berbentuk bongkol majemuk, sedangkan pada bunga tongkol majemuk ketiga agen polinasi potensial dapat ditemukan dengan jumlah jenis yang beragam. Agen-agen polinasi tersebut berinteraksi secara mutualisme sesuai dengan ketertarikan mereka dengan morfologi perbungaan genus-genus tersebut dan secara tidak langsung mempengaruhi adaptasi morfologi perbungaan 7 genus tersebut dalam proses reproduksinya.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN PERIFITON PADA VEGETASI TUMBUHAN DI RAWA BENTO SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR: Diversity And Abundance of Perifitonon Plant Vegetation in Bento Swampas A Water Quality Bioindicator Thiara, Thiara Sri Utami; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14924

Abstract

Perifiton merupakan salah satu organisme yang dapat digunakan sebagai indikator biologi suatu perairan yang hidupnya menetap atau menempel pada makhluk hidup maupun benda mati. Rawa bento meruapakan salah satu rawa tertinggi yang berada di Sumatera, yang memiliki perairan yang jernih sehingga dapat menunjang kehidupan masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman dan Kelimpahan perifiton pada substrat alami vegetasi tumbuhan, serta faktor fisik dan kimia di rawa bento, lalu menganalisis hubungan keduanya terhadap kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-juni 2021 berdasarkan metode purposive sampling. Hasil yang didapatkan ialah kelimpahan perifiton memperoleh nilai yang tinggi pada substrat tumbuhan Krokot (Portulaca sp), yang diikuti oleh substrat Eceng gondok (Echornia crassipes), dan Kiambang (Salvinia sp.) Keanekaragaman perifiton terdapatnya 35 jenis perifiton yang termasuk kedalam 7 kelas. Hubungan Kelimpahan Perifiton dengan kualitas air di Rawa Bento memiliki hubungan yang positif pada parameter oksigen terlarut dan nitrat. Kualitas air di Rawa Bento termasuk kedalam kategori tidak tercemar berdasarkan kelimpahan dan keanekaragaman perifiton pada vegetasi tumbuhan dan berdasarkan pengukuran faktor fisik dan kimia perairan di Rawa Bento yang diperoleh pada penelitian ini.
Co-Authors Aditiya, Randi Afni Yunita Agil, Faza Satria Agung Kurnia Ahmad Sazali Aini, Yasri Syarifatul Akbar, Naufal Septrio Albayudi, Albayudi Alex Sandro Tarihoran Alfernando, Oki Almunawwar, Ahmad Faiz Angelita, Antra Arsa, Daniel Asniati, Asniati Asra*, Revis Asrizal Paiman Asrizal Paiman Asrizal Paiman Az-Zahra, Kanaya Bening Bakti Mandala Bambang Hariyadi Bestari, Andini Vermita Beti Septiana Darsono Budilaksono, Tri Chairul Chairul, Muhammad Citra Amelia Purba Damris Muhammad Damris, M. Dawam Suprayogi Defrizal Defrizal Diah Riski Gusti Dila Oktarise Dwina Dyah Kumalasari EDI SAPUTRA Emilia Febrianti, Arikah Femei Rahmilija Fernando, M. Hafiz Muchti Kurniawan Hanum, Nabila Asri Hardiyanti, Rizky Ayu Hari Wiki Utama Hasanah, Nur Umi Hasbullah Hasbullah Hasnaul Maritsa Heriberta Heriberta Hikmah , Nurul Hombing, Apriana Br Hutasoit, Monica Hazelina Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan, Mahya Indriani, Rini Intan Lestari Intan Lestari Irgi Firaa, Mohd Itoh Masitoh Joko Ridho Witono Juni Harlin Anggraini Khoiriyah, Zhulfatul Kise, Hanny Faatihah M. Damris Mardiyah Ulpa Marsanda, Firda Dwi Marwoto Marwoto Mauluddin, Muhammad Meitriani, Yohana Mekensi, Pedi Miranti Miranti Muhajir Muhajir Musiana, Bebrina Nanda Rayani Nanda Rayani Napitupulu, Richard RP Nopitaq, Melni Noverina, Yolla Novita Sari Nugraha, A. Prima Nur'aini, Hanifah Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Oki Alfernando Oktarise Dwina, Dila Panji, Muhamad Puji Astuti, Dwi Ramadhona, Octory Fillia Rayani , Nanda Rayani, Nanda Retno Putri Andini Revis Asra Revis Asra Revis Asra Riana Anggraini, Riana Rike Puspitasari Tamin Rike Setiawati Rini Indriani Rizaldi, M. Khafid Rezki Rizka Fikrinnisa Rizky Saputra, Rizky Sai'in Sai'in Saputra , Rizky Saragih, Rasmita Berliana Sari, Puja Permata Simamora, Edenia Septefine Siringo-ringo, Annisa Juliana Siti Solikah Solfiyeni Solfiyeni Suci Ratna Puri Suprayogi , Dawam Tampubolon, Louisa Bella Br Tazkiah Auliaputri Teguh Fachmi Thiara, Thiara Sri Utami Tia Wulandari Tri Budilaksono Uce Lestari Uce Lestari Ul Maritsa, Hasna Ulfa Khaira, Ulfa Uni Baroroh Husnudin Virda, Virda Yurniar Wahyuni, Silvia Yasri Syarifatul Aini Yulianto, Dwi Cahyo Yuliarsyahdana, M. Rifqi Dwirafi Yusuf, Ashif Irvan